Anda di halaman 1dari 2

DEKLARASI HELSINKI

REKOMENDASI YANG MENGATUR PARA DOKTER DALAM


PENELITIAN BIOMEDIK YANG MELIBATKAN SUBYEK
MANUSIA

DITERIMA OLEH SIDANG UMUM MAJELIS KEDOKTERAN


SEDUNIA (SU-MKS) KE 18, HELSINKI, FINLANDIA, 1964

DIAMANDEMEN SU-MKS KE 29 TOKYO, JEPANG 1975

DIAMANDEMEN SU-MKS KE 35 DI VENICE, ITALY, 1983

DIAMANDEMEN SU-MKS KE 41 DI HONGKONG, 1989


PRINSIP-PRINSIP MENDASAR

1. HARUS SELARAS DENGAN PRINSIP-PRINSIP ILMIAH YANG


DITERIMA SECARA UMUM & HARUS DIDASARKAN PADA
PERCOBAAN LABORATORIUM & HEWAN MENURUT
KEPUSTAKAAN ILMIAH
2. RANCANGAN & KINERJA HARUS DIPERTIMBANGKAN,
DIKOMENTARI & DIARAHKAN SUATU KOMITE INDEPENDEN,
SESUAI DENGAN HUKUM & UNDANG-UNDANG YG BERLAKU
DI NEGARA PENELITIAN
3. DILAKUKAN OLEH ORANG-ORANG YANG MEMENUHI SYARAT
SECARA ILMIAH & KOMPETEN
4. TIDAK SAH KECUALI BAHWA PENTINGNYA TUJUAN TERSEBUT
SETARA DENGAN RESIKO YANG ADA PADA SUBYEK
5. DILAKUKAN SECARA HATI-HATI TENTANG KEMUNGKINAN
RESIKO & MANFAAT TERHADAP SUBYEK & ORANG LAIN

6. MENGHORMATI PRIVATISASI SUBYEK & MEMINIMALKAN


DAMPAK PENELITIAN PADA INTEGRITAS FISIK & MENTAL
7. DOKTER TIDAK DILIBATKAN DALAM PENELITAIN KECUALI
ADA RESIKO YANG DAPAT DIRAMALKAN SEBELUMNYA
8. MEMPERTAHANKAN AKURASI HASIL PENELITIAN
9. MENGINFORMASIKAN TUJUAN, METODA, MANFAAT YANG
DIHARAPKAN & KEMUNGKINAN RESIKO YANG HARUS
DIALAMI
10. HATI-HATI BILA SUBYEK MELAKUKAN KARENA HUBUNGAN
KETERGANTUNGAN ATAU TEKANAN
11. BILA SUBYEK TIDAK CAKAP, INFORMED CONSET HARUS
DIPEROLEH DARI WAKIL HUKUM SESUAI DENGAN UU YANG
BERLAKU
12. PROTOKOL PENELITIAN HARUS MENGANDUNG PERNYATAAN
PERTIMBANGAN ETIK

Anda mungkin juga menyukai