Anda di halaman 1dari 34

AKAD

MUDHARABAH
Oleh :
Bonny Adhisaputra
Dimas Mochamad Fadilah
Febriawan Indra Wijanarko
Ivan Julio
Mhd Dio Ferdian

Pengertian Akad Mudharabah

Asal kata Adhdharby fi ardhi

Disebut juga - Qiradh yang berasal dari kata Al-Qardhu


yang berarti potongan

Menurut PSAK 105

Skema Mudharabah

Jenis Akad
Mudharabah

Mudharabah Mutlaqah
Mudharabah
Muqayyadah
Mudharabah
Mustarakah

Sumber Hukum Akad


Mudharabah
Al Quran
Al Jumuah ayat 10
Al Baqarah Ayat 283

As Sunah
HR Ibn Majah
HR Thabrani dari Ibn
Abbas

RUKUN & KETENTUAN SYARIAH


Pelaku
Objek Mudharabah
Ijab Kabul / Serah terima
Nisbah Keuntungan

KETENTUAN SYARIAH (1)

Pelaku

Cakap

hukum & Baligh


Dapat dilakukan dengan sesama muslim atau
nonmuslim
Pemilik dana tidak boleh ikut campur, hanya
mengawasi

KETENTUAN SYARIAH (2)

Objek Mudharabarah
Modal

Cash / Non Cash


Tidak dapat berbentuk hutang
Pengelola tidak dapat meminjamkan dana ke pihak lain
Pengelola bebas mengatur modal, selama tidak dilarang
syariah

Kerja

Kontribusi pengelola berbentuk skill


Tidak dapat di intervensi pemilik dana
Apabila pemilik dana tidak melakukan kewajiban,
pengelola dana berhak mendapatkan imbalan

KETENTUAN SYARIAH (3)


Ijab Kabul
Nisbah Keuntungan

BERAKHIRNYA AKAD
MUDHARABAH
Jangka Waktu
Salah satu pihak mengundurkan diri
Salah satu pihak meninggal dunia
Pengelola dana tidak menjalankan amanah
Modal sudah tidak ada

PRINSIP DISTRIBUSI HASIL USAHA


DALAM LEMBAGA KEUANGAN SYARI'AH

pembagian hasil usaha di antara para pihak (mitra) dalam suatu


bentuk usaha kerjasama boleh didasarkan:

pada prinsip Bagi Untung (Profit Sharing), yakni bagi hasil yang dihitung
dari pendapatan setelah dikurangi modal (rasu al-mal) dan biayabiaya,

pada prinsip Bagi Hasil (Net Revenue Sharing), yakni bagi hasil yang
dihitung dari pendapatan setelah dikurangi modal (rasu al-mal);

PRINSIP DISTRIBUSI HASIL USAHA


DALAM LEMBAGA KEUANGAN
SYARI'AH (Lanjutan)

Ketentuan Umum

1. Pada dasarnya, LKS boleh menggunakan prinsip Bagi


Hasil (Net Revenue Sharing) maupun Bagi Untung (Profit
Sharing) dalam pembagian hasil usaha dengan mitra
(nasabah)-nya.

2. Dilihat dari segi kemaslahatan (al-ashlah), saat ini,


pembagian hasil usaha sebaiknya digunakan prinsip Bagi
Hasil (Net Revenue Sharing).

3. Penetapan prinsip pembagian hasil usaha yang dipilih


harus disepakati dalam akad.

Prinsip Distribusi Hasil Usaha


Uraian

Jumlah

Metode

Penjualan/

Rp 100.000.000

Harga Pokok Penjualan

Rp 65.000.000
---

Laba Kotor

Net Revenue
Rp 35.000.000 Sharing

Beban / Biaya

Rp 25.000.000
---

Laba (rugi) bersih

Rp 10.000.000 Profit Sharing

Berdasarkan prinsip bagi laba (profit sharing),


nisbah pemilik dana : pengelola dana = 30 : 70

Pemilik dana :
30% x Rp10.000.000,- = Rp3.000.000,-

Pengelola dana

70% x Rp10.000.000,- = Rp7.000.000

Berdasarkan prinsip bagi hasil, maka dasar pembagian


hasil usaha adalah laba bruto/laba kotor bukan
pendapatan usaha dengan nisbah pemilik dana :
pengelola dana = 10:90

Bank syariah : 10% x Rp35.000.000,- = Rp3.500.000,-

Pengelola : 90% x Rp35.000.000,- = Rp31.500.000,-

Bagi Hasil untuk Akad


Mudharabah Musytarakah (PSAK
105 par 34)

Hasil investasi dibagi antara pengelola dana dan pemilik


dana sesuai nisbah yang disepakati, selanjutnya bagian
hasil investasi setelah dikurangi untuk pengelola dana
tersebut dibagi antara pengelola dana (sebagai
musytarik) dengan pemilik dana sesuai dengan porsi
modal masing-masing.

Hasil investasi dibagi antara pengelola dana (sebagai


musytarik) dan pemilik dana sesuai dengan porsi modal
masing-masing, selanjutnya hasil investasi setelah
dikurangi untuk pengelola dana (sebagai musytarik)
tersebut dibagi antara pengelola dana dengan pemilik
dana sesuai dengan nisbah yang disepakati. Contoh :
jika terjadi kerugian atas investasi, maka kerugian
dibagi sesuai dengan porsi modal para musytarik.

Akuntansi Untuk
Pemilik Dana

Kapan transaksi akad


mudharabah diakui?
Dana mudharabah yang disalurkan oleh pemilik dana
diakui sebagai mudharabah pada saat pembayaran kas
atau penyerahan asset nonkas kepada pengelola dana

Pengukuran Investasi
Mudharabah
Investasi Mudharabah Kas

Investasi mudharabah
dalam bentuk kas diukur
sebesar jumlah yang
dibayarkan.
Jurnal pada saat
penyerahan kas:
Dr. Investasi Mudharabah
xxx
Cr. Kas

xxx

Investasi Mudharabah
Nonkas

Investasi mudharabah
dalam bentuk asset
nonkas diukur sebesar
nilai wajar asset nonkas
pada saat penyerahan
Ada 2 kemungkinan untuk
investasi mudharabah
dalam bentuk asset
nonkas pada saat
penyerahannya, yaitu
untung atau rugi

Pengakuan Investasi
Mudharabah Nonkas
Kondisi Untung
(nilai wajar>nilai tercatat)

Kondisi Rugi
(nilai wajar<nilai tercatat)

Nilai wajar lebih tinggi dari nilai


tercatatnya, maka selisih lebihnya
diakui sebagai keuntungan tangguhan
dan diamortisasi sesuai jangka waktu
akad mudharabah
Jurnal pada saat penyerahan asset
nonkas:
Dr. Investasi Mudharabah
xxx
Cr. Keuntungan Tangguhan
xxx
Cr. Aset Nonkas
xxx

Nilai wajar lebih rendah


dari nilai tercatatnya,
maka selisihnya diakui
sebagai kerugian dan
diakui pada saat
penyerahan asset nonkas:

Jurnal pada saat amortisasi


keuntungan tangguhan:
Dr. Keuntungan Tangguhan
Cr. Keuntungan
xxx

Dr. Investasi Mudharabah


xxx
Dr. Kerugian

xxx

Cr. Aset Nonkas


xxx

xxx

Penurunan Nilai Investasi


Mudharabah Nonkas
Penurunan nilai sebelum
usaha dimulai
Jika nilai investasi turun sebelum dimulai
usaha karena asset nonkas rusak, hilang
atau sebab lainnya yang bukan karena
kelalaian pihak pengelola dana, maka
penurunan nilai tersebut diakui sebagai
kerugian dan mengurangi saldo investasi
mudharabah:
Dr. Kerugian Investasi Mudharabah xxx
Cr. Investasi Mudharabah
xxx

Penurunan nilai setelah


usaha dimulai
Jika sebagian investasi
mudharabah hilang setelah
dimulainya usaha tanpa adanya
kelalaian atau kesalahan pengelola
dana, maka kerugian tersebut
tidak langsung mengurangi jumlah
investasi mudharabah, namun
diperhitungkan pada saat
pembagian bagi hasil.
Jurnal pada saat terjadi kerugian:

Dr. Kerugian Investasi Mudharabah


xxx
Cr. Penyisihan Investasi Mudharabahxxx

Jurnal saat pembagian bagi hasil:


Dr. Kas
xxx
Dr. Penyisihan Investasi Mudharabah
xxx
Cr. Pendapatan Bagi Hasil Mudharabah
xxx

Pengakuan kerugian sebelum


akad mudharabah berakhir
Pencatatan atas kerugian yang terjadi dalam suatu
periode sebelum akad mudharabah berakhir diakui
sebagai kerugian dan dibentuk penyisihan kerugian
investasi supaya nilai awal investasi mudharabah selalu
terlihat.
Dr. Kerugian Investasi Mudharabah
Cr. Penyisihan Kerugian Investasi Mudharabah
xxx

xxx

Pengakuan Bagi Hasil Usaha


Bagian hasil usaha yang belum dibayar oleh pengelola
dana diakui sebagai piutang, jurnalnya:
Dr. Piutang Pendapatan Bagi Hasil
Cr. Pendapatan Bagi Hasil Mudharabah

xxx
xxx

Jurnal pada saat pengelola dana membayara bagi hasil:


Dr. Kas
Cr. Piutang Pendapatan Bagi Hasil

xxx
xxx

Perlakuan akuntansi ketika


akad mudharabah berakhir
Dr. Kas/Piutang/Aset Nonkas xxx
Dr. Penyisihan Kerugian Investasi Mudharabah
xxx
Cr. Investasi Mudharabah xxx
Cr. Keuntungan Investasi Mudharabah xxx
Atau

Dr. Kas/Piutang/Aset Nonkas xxx


Dr. Penyisihan Kerugian Investasi Mudharabah
Dr. Kerugian Investasi Mudharabah xxx
Cr. Investasi Mudharabah xxx

xxx

Penyajian Investasi
Mudharabah di Dalam Laporan
Keuangan
Pemilik dana menyajikan
investasi mudharabah
dalam laporan keuangan
sebesar nilai tercatat,
yaitu nilai investasi
mudharabah dikurangin
penyisihan kerugian jika
ada

Catatan Atas Laporan Keuangan


Pemilik dana
mengungkapkan halhal yang terkait
dengan transaksi
mudharabah, tetapi
tidak terbatas pada:
1.Isi kesepakatan
utama usaha
mudharabah, seperti
porsi dana, pembagian
hasil usaha, aktivitas
usaha mudharabah dan
lain-lain

1. Rincian jumlah
investasi
mudharabah
berdasarkan
jenisnya
2. Penyisihan kerugian
investasi
mudharabah selama
periode berjalan
3. Pengungkapan lain
yang diperlukan
sesuai PSA Nomor
101

Akuntansi Untuk
Pengelola Dana

Akuntansi Untuk Pengelola


Dana
Jurnal Pengukuran Dana Syirkah Temporer,
Dr. Kas/Aset Nonkas xxx
Cr. Dana Syirkah Temporer xxx
Jurnal pencatatan ketika menerima pendapatan bagi
hasil dari penyaluran kembali dana syirkah temporer :
Dr. Kas/Piutang xxx
Cr. Pendapatan yang Belum Dibagikan xxx

Akuntansi Untuk Pengelola


Dana
Jurnal hak pihak ketiga atas bagi hasil dana syirkah
temporer yang sudah diperhitungkan tetapi belum
dibagikan kepada pemilik dana :
Dr. Beban Bagi hasil Mudharabah xxx
Cr. Untung Bagi Hasil Mudharabah xxx
Jurnal pada saat pengelola dana membayar bagi hasil :
Dr. Utang Bagi Hasil Mudharabah xxx
Cr. Kas xxx

Akuntansi Untuk Pengelola


Dana
Apabila pengelola dana mengelola sendiri dana
mudharabah berarti ada pendapatan dan beban yang
diakui dan pencatatanya sama dengan akuntansi
konvensional yaitu :
Jurnal saat mencatat pendapatan :
Dr. Kas/Piutang xxx
Cr. Pendapatan xxx
Jurnal saat mencatat beban
Dr. Beban xxx
Cr. Kas/Utang xxx

Akuntansi Untuk Pengelola


Dana
Jurnal penutup yang dibuat di akhir periode (apabila
diperoleh keuntungan) :
Dr. Pendapatan xxx
Cr. Beban xxx
Cr. Pendapatan yang belum dibagikan xxx
Jurnal ketika dibagihasilkan kepada pemilik dana :
Dr. Beban bagi hasil mudharabah xxx
Cr. Utang bagi hasil mudharabah xxx

Akuntansi Untuk Pengelola


Dana
Jurnal pada saat pengelola dana membayar bagi hasil :
Dr. utang bagi hasil mudharabah xxx
Cr. Kas xxx
Jurnal penutup yang dibuat apabila terjadi kerugian :
Dr. Pendapatan xxx
Dr. Penyisihan Kerugian xxx
Cr. Kas/Utang xxx

Akuntansi Untuk Pengelola


Dana
Jurnal di akhir akad :
Dr. Dana syirkah syariah xxx
Cr. Kas/asset nonkas xxx
Jurnal jika ada penyisihan kerugian sebelumnya :
Dr. Dana syirkah temporer xxx
Cr. Kas/Aset nonkas xxx
Cr. Penyisihan kerugian xxx