Anda di halaman 1dari 10

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI .1
BAB I PENDAHULUAN...2
1.1 Latar Belakang2
1.2 Tujuan Penelitian ...2
1.3 Rumusan Masalah .3
BAB II PEMBAHASAN4
2.1 Pengertian Biopori.4
2.2 Lokasi Pembuatan Lubang Biopori .............................................................................4
2.3 Alat dan Bahan ..5
2.4 Cara Pembuatan Biopori .5
2.5 Metode Pembuatan Biopori .6
2.6 Manfaat Biopori ...6
2.7 Gambar Mengenai Biopori .7
BAB III PENUTUP..8
3.1 Kesimpulan8
3.2 Saran..8
DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah


Banjir merupakan musuh tahunan warga di sejumlah daerah di tanah air. Pembukaan
lahan,

perataan

tanah

untuk

pembangunan

pemukiman

dan

prasarana

lainnya

mengakibatkan pemadatan tanah.


Pada saat pembangunan sebagian permukaan lahan dipadatkan untuk bangunan dan
prasarana jalan. Hal ini mengakibatkan sebagian besar air hujan tidak dapat meresap ke
dalam tanah. Buruknya saluran pembuangan air (drainase) serta menurunnya daya serap
tanah akibat pembangunan mengakibatkan banjir.
Lubang-lubang biopori akan terisi udara, dan akan menjadi tempat berlalunya air
dalam tanah. Bila lubang-lubang seperti ini dibuat dalam jumlah banyak maka kemampuan
sebidang tanah untuk meresapkan air akan meningkat.
Lubang biopori merupakan teknologi sederhana untuk konservasi lahan dan
penyediaan air bersih. Lubang ini dikembangkan atas dasar prinsip ekohidrologis, yaitu
memperbaiki kondisi ekosistem tanah untuk perbaikan fungsi hidrologis ekosistem tersebut.
Teknologi ini bisa diaplikasikan di kawasan perumahan yang 100% kedap
1.2 Tujuan Penelitian
Makalah ini disusun dengan tujuan :
1.

Mendeskripsikan pengertian Biopori.

2.

Mengetahui langkah-langkah pembuatan Biopori.

3.

Mengetahui manfaat dari pembuatan Biopori

1.3 Rumusan Masalah


Rumusan masalah dari makalah ini yaitu :
1. Apakah Biopori itu?
2. Apakah manfaat dari biopori?
3.

Bagaimana metode pembuatan biopori?

4.

Bagaimana cara pembuatan biopori?

BAB II

PEMBAHASAN
2.1 Pengertian
Biopori berasal dari kata Bio yang artinya makhluk hidup dan Pori yang artinya
lubang, jadi biopori dapat diartikan sebagai lubang yang dibentuk karena aktifitas makhluk
hidup / mikroba.
Tetapi, di daerah perkotaan, keberadaan pepohonan semakin tergusur oleh bangunanbangunan sehingga lubang biopori menjadi semakin langka. Lagi pula, banyaknya
pepohonan tidak selalu mengartikan akan ada banyak air yang terserap, karena permukaan
tanah yang tertutup lumut membuat air tidak dapat meresap ke tanah.
Untuk mengatasi masalah tersebut, maka dibuatlah lubang resapan atau sumur
resapan buatan manusia yang sekarang dikenal dengan lubang biopori. Biopori dapat dibuat
di halaman depan, halaman belakang atau taman dari rumah.
2.2 Lokasi Pembuatan Biopori
Lubang biopori sebaiknya dibuat di tempat-tempat dimana air akan terkumpul pada
saat hujan. Air hujan diarahkan sedemikian rupa sehingga mengalir ke lubang resapan
biopori yang dibuat. Lubang resapan biopori dapat dibuat pada :
a. Halaman Rumah
Lubang resapan biopori dapat dibuat di pinggir halaman dimana air hujan dapat
mengalir ke lubang yang dibuat. Pembuatan lubang resapan biopori di halaman
disesuaikan dengan kontur tanah.
b. Taman Kota
Lubang resapan biopori dibuat sesuai dengan kontur taman atau bisa pula dibuat
di sekeliling pohon. Pembuatan lubang resapan biopori mengelilingi pohon juga dapat
berfungsi sebagai pupuk organik bagi tanaman sekaligus meningkatkan ketersediaan
cadangan air sehingga akan menyuburkan tanaman.
c. Saluran Pembuangan Air

Lubang resapan biopori juga dapat dibuat pada saluran pembuangan air, sehingga
saluran pembuangan air juga berfungsi menjadi tempat peresapan air. Pembuatan lubang
resapan biopori sebaiknya disesuaikan dengan kontur tanah
2.3 Alat dan Bahan
Alat pembuat lubang: Ada yang berbentuk screw dan ada juga yang seperti garpu
Pipa paralon 3, panjang 30 cm beserta tutupnya yang sudah dilubangi.
Semen
Pasir
Centong
Linggis
2.4 Cara Pembuatan Lubang Biopori
Pertama, Buat lubang silindris secara vertikal ke dalam tanah dengan diamter 10 cm.
Kedalaman kurang lebih 100 cm atau tidak sampai melampaui muka air tanah bila air
tanahnya dangkal. Jarak antar lubang antara 50 - 100 cm.
Kedua, Mulut lubang dapat diperkuat dengan semen selebar 2 - 3 cm dengan tebal 2 cm
di sekeliling mulut lubang.
Ketiga, Isi lubang dengan sampah organik yang berasal dari sampah dapur, sisa tanaman,
dedaunan, atau pangkasan rumput
Keempat, Sampah organik perlu selalu ditambahkan ke dalam lubang yang isinya sudah
berkurang dan menyusut akibat proses pelapukan.
Kelima, Kompos yang terbentuk dalam lubang dapat diambil pada setiap akhir musim
kemarau bersamaan dengan pemeliharaan lubang resapan.

2.5 Metode Pembuatan Biopori


a. Buat lubang silindris di tanah dengan diameter 10 15 cm dan kedalaman sekitar 100
120 cm, tetapi jangan melebihi muka air tanah. Lubang tersebut dapat dibuat dengan
bambu, pipa besi, atau bor tanah dengan jarak antar lubang 50 100 cm.
b. Setelah lubang siap, isi dengan sampah organik. Fauna tanah ( seperti cacing) akan
datang dengan sendirinya dan masuk ke dalam lubang untuk mencari perlindungan dan
bahan makanan. Fauna tanah tersebut akan berkembang biak menciptakan biopori ( liang)
yang dapat mempercepat proses perombakan sampah organikmenjadi kompos yang tidsk
menimbulkan bau. Lakukan penambahan sampah organik setiap 5 hari sekali.

c. Pupuk Kompos yang terbentuk dalam lubang resapan biopori dapaty diambil untuk
menyuburkan tanaman.
d. Untuk memperkuat lubang agar tanah tidak masuk ke lubang ( longsor ) , pangkal lubang
perlu dibuat penahan dengan membuat adukan semen selebar 2 3 cm dan setebal 2 cm
di sekeliling lubang.
e. Jumlah lubang resapan biopori ditentukan berdasarkan luas lahan. Setiap 50 m2 luas
lahan dibuat 10 lubang
2.6 Manfaat Biopori
Setelah lubang biopori dibuat segala manfaat dapat dicapai, antara lain:
a. Meningkatkan daya peresapan air dan cadangan air tanah.
Pembuatan lubang resapan biopori akan memperluas bidang permukaan
peresapan air seluas permukaan dinding lubang.
Suatu permukaan tanah berbentuk lingkaran dengan diameter 10 cm yang semula
mempunyai bidang permukaan resapan 79 cm2 setelah dibuat lubang resapan biopori
dengan kedalaman 100 cm, luas bidang resapannya menjadi 0,3 m2. Terjadi pertambahan
luas bidang peresapan sampai 40 kali. Permukaan tanah berbentuk lingkaran dengan
diameter 100 cm yang semula mempunyai bidang permukaan bidang resapannya menjadi
3,14 m2. Terjadi pertambahan luas bidang peresapan 4 kali.
b. Mengubah Sampah Organik menjadi Kompos
Setiap rumah tangga akan menghasilkan sampah organik yang berupa sampah
dapur atau sampah tanaman pekarangan yang dapat dimasukkan ke dalam lubang resapan
biopori. Sampah organik ini merupakan sumber energi dan unsur hara yang sangat
dibutuhkan oleh biota tanah untuk melakukan kegiatannya melalui proses dekomposisi.
Sampah yang telah didekomposisi ini dikenal sebagai kompos
c. Mengurangi emisi CO2 dan Metan
Sampah organik yang berupa rumput, daun-daun kering dan ranting-ranting sisa
tanaman kaya akan sumber karbon. Pembakaran sampah organik akan meningkatkan
emisi gas-gas seperti CO2 dan metan yang merupakan salah satu penyusun gas rumah

kaca. Disinyalir peningkatan emisi gas tersebut ke atmosfir merupakan salah satu
penyebab utama adanya pemanasan global yang ramai dibicarakan saat ini
d. Mengatasi penyebab penyakit yang ditimbulkan oleh adanya genangan air.
Permukaan tanah terbuka yang terkena sinar matahari akan ditumbuhi lumut yang
dapat menyumbat pori.
2.7 Gambar Mengenai Biopori

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Lubang resapan Biopori Adalah Lubang-Lubang didalam tanah yang terbentuk
berbagai akibat aktivitas organisme didalamnya, seperti cacing,perakaran tanaman dan fauna
tanah lainnya. Lubang lubang yang terbentuk akan terisi udara ,dan akar menjadi tempat
berlalunya air didalam tanah
Cara pembuatan biopori dengan menentukan posisi ,mengatur jarak antar lubang
resapan dan membor keunggulan Biopori Adalah sebagai berikut:
1. Meningkatkan daya resap air
2. Mengubah sampah organic menjadi kompos
3. Memanfaatkan fauna tanah dan akar tanaman .
3.2 Saran
Pembuatan Biopori ini merupakan suatu kesatuan yang sangat kompleks, hendaknya
membutuhkan pemahaman yang sangat mendetail untuk mempelajarinya

DAFTAR PUSTAKA
andrianpurwanto48.blogspot.com/.../makalah-pklh-lubang-resa...
Dodo. 2007. Arsitek pakailah biopori!, http://suparlan.com. Diakses 15 Juni 2014.
id.wikipedia.org/wiki/Biopori
Kamir R. 2007. Pelestarian lingkungan hidup dengan teknologi tepat guna lubang resapan
biopori. Dalam: Acara Pelestarian Lingkungan Hidup melalui Program Lubang Resapan
Biopori di SMP Negeri 68, Jakarta 24 Desember 2007.
nonieasti.blogspot.com/2011/07/makalah-biopori.html
www.biopori.com/pembuatan.php
www.slideshare.net/Hafidzsetiyadi/makalah-biopori

MAKALAH

PEMANFAATAN BIOPORI

OLEH

SUSANA APRILIA MAHARANI


VIII (2)
SMP NEGERI 14 KENDARI
KENDARI
2015