Anda di halaman 1dari 1

Diabetes sebagai faktor risiko trombosis

Karmel L.Tambunan
Divisi Hematologi-Onkologi Medik,
Dept.I.P.Dalam FKUI-RSCM

Diabetes merupakan faktor risiko terjadinya trombosis akibat komplikasi diabetes baik pada
pembuluh darah maupun hemostasis. Komplikasi diabetes pada pembuluh darah dapat terjadi pada
mikrovaskular dan juga pada pembuluh darah makrovaskuler. Yang paling sering ditemukan
komplikasi mikrovaskular seperti retinophati, nefrophati dan neurophati sedang pada pembuluh
darah makrovaskular sering ditemukan pada arteri koroner, arteri serebral dan arteri perifer. Studi
Bedford maupun studi Framingham menunjukkan risiko cardiovaskular meningkat 2-3 kali
dibandingkan dengan yang bukan diabetes. Studi Honolulu melaporkan risiko stroke dan infark
cerebral dilaporkan meningkat 2 kali dibandingkan dengan yang bukan diabetes.
Penyakit arteri perifer dilaporkan 4 kali lebih tinggi pada diabetes dibandingkan dengan yang bukan
diabetes. Selain komplikasi pembuluh darah juga kelainan hemostasis.
Perubahan hemostasis pada diabetes dilaporkan fibrinogen meningkat, faktor VII dan vWF
meningkat, fibrinopeptida meningkat, plasma B TG meningkat, TxB2 meningkat, PAI-1 meningkat,
aktifasi agregasi trombosit meningkat dan fibrinolisis menurun.
Baik kelainan pembuluh darah maupun kelainan hemostasis keduanya merupakan faktor risiko
trombosis.
Lebih dari 90% kasus kematian jantung pada penderita Diabetes Mellitus (DM) disebabkan
terjadinya sumbatan trombosis pada arteri koroner.
Pengobatan trombosis yaitu antitrombotik yang terdiri dari obat trombolisis, antikoagulan dan
antitrombosit, Obat trombolisis misalnya,streptokinase, urokinase dan tPA. Obat antikoagulan
parenteral heparin, low molecular weight heparin (LMWH), Pentasaccharida sedang per oral
warfarin. Antitrombosit seperti aspirin, ticlopidin, clopidogrel, cilostosal.
Yang masih menjadi pertanyaan perlu dan kapan antitrombotik prophylaxis diberikan pada pasien
yang mempunyai risiko trombosis seperti diabetes mellitus misalnya.