Anda di halaman 1dari 2

Red Flags

BAB 4
RED FLAGS
Red Flags merupakan suatu kondisi yang janggal atau berbeda dengan
keadaan normal. Dengan kata lain, red flags adalah petunjuk atau indikasi akan
adanya sesuatu yang tidak biasa. Dalam mendeteksi kemungkinan terjadinya fraud
selain diperlukan pemahaman mengenai karakteristik skema fraud, kita juga perlu
mengetahui tanda-tanda atau hal-hal tertentu yang menjadi red flags dalam fraud.
Ketika suatu kecurangan terjadi, ada tanda-tanda/ jejak-jejak fraud yang timbul akibat
perbuatan fraudster. Red flags memiliki berbagai sifat salah satunya adalah adanya
anomali/keanehan/sesuatu

yang

tidak

biasa

terjadi.

Contohnya,

transaksi

mencurigakan yang diduga fiktif, atau bukti-bukti transaksi yang kemungkinan


dipalsukan.
Jejak-jejak fraud ini lah yang perlu diperhatikan agar dapat mendeteksi apakah
terjadi kecurangan atau tidak. Namun, red flags tidak mutlak dijadikan satu-satunya
indikator dalam menentukan apakah kecurangan itu benar-benar terjadi atau tidak,
namun red flags merupakan tanda-tanda peringatan bahwa ada indikasi telah
terjadinya fraud.
Standar Profesional yang digunakan dalam mendeteksi red flags fraud :
- AICPAs Statement on Auditing Standard (SAS) No. 99
- ISACA (Standard 030.020.010)
- IIA (International Standards for the Professional Practice of Internal Auditing
states in section 1210.A2)
Red Flags pada Skema Laporan Keuangan
Red flags yang terdapat pada seluruh jenis modus kecurangan laporan keuangan
antara lain:
a. Adanya anomali akuntansi
b. Lemahnya pengendalian internal perusahaan
c. Adanya tekanan dari manajemen untuk memenuhi permintaan keuangan yang
agresif
d. Adanya ancaman kepada stabilitas dan profitabilitas keuangan yang timbul
dari ekonomi, industry atau kondisi operasional
e. Adanya kepentingan-kepentingan terselubung

dari

pihak

eksekutif/

manajemen puncak
f. Pengawasan yang kurang efektif dari pihak eksekutif manajemen
g. Adanya profit yang tidak biasa/ jauh di atas rata-rata
h. Adanya peningkatan gross margin yang bertolak belakang dengan kondisi
industri lain yang sejenis

Red Flags
i. Adanya transaksi yang tidak biasa dan jumlahnya signifikan
Red Flags pada skema Corruption
Red flags yang terdapat pada seluruh jenis modus kecurangan korupsi antara lain:
a. Konflik kepentingan. Kecurangan konflik kepentingan melibatkan seorang
karyawan yang memiliki hubungan dengan pihak ketiga dimana ia
memperoleh keuntungan dari pihak ketiga tersebut. Red flags nya meliputi :
- jumlah transaksi yang besar kepada satu vendor tertentu
- penemuan hubungan antara karyawan dengan pihak ketiga yang
sebelumnya tidak diketahui
- pembagian tugas yang lemah
b. Penyuapan, red flags nya meliputi :
- gaya hidup karyawan yang berubah
- penemuan adanya hubungan antara karyawan dan vendor
- lemahnya pembagian tugas dalam penyetujuan vendor dan invoices
c. Pemerasan. Pada dasarnya pemerasan adalah kebalikan dari penyuapan.
Dimana vendor tidak memberikan suap, tetapi adanya permintaan dari
karyawan kepada vendor. Red flags nya hampir serupa dengan penyuapan
d. Kick backs, merupakan bentuk tindakan kolusi antara karyawan dengan
vendors dengan meninggikan harga kemudian memberikan kelebihan tersebut
kepada karyawan.
Red Flags pada skema Asset Misappropriation
Penyelewengan asset adalah tipe skema kecurangan yang paling umum terjadi dan
meliputi pencurian atau penyalahgunaan asset, biasanya uang kas. Skema kecurangan
yang sering dijumpai adalah pencucian uang. Pencucian uang merupakan
pengambilan uang yang dilakukan karyawan dan terjadinya setelah adanya pencatatan
di dalam jurnal, termasuk uang kas dan cek. Red flags nya dapat berupa :
- penurunan jumlah uang deposit di bank yang tidak biasa dan tidak dapat dijelaskan
- perbedaan antara catatan akuntansi dengan bank statement
- perubahan gaya hidup dari karyawan pelaku pencucian uang

Anda mungkin juga menyukai