Anda di halaman 1dari 15

Mata Kuliah : Bakteriologi

Materi Praktikum : Pembuatan Media LB, BGLB, NA, dan PZ Steril


1. Tujuan Praktikum :
a. Media LB merupakan media cair yang digunakan dalam
pemeriksaan pendahuluan terhadap pemeriksaan air secara
mikrobiologi.
b. Media BGLB merupakan media cair yang digunakan untuk
mengefektifkan pertumbuhan kuman Escherichia coli.
c. Media NA merupakan media yang digunakan untuk stok culture
(penyimpanan kuman-kuman bakteri)
d. Media PZ steril digunakan sebagai media pelarut.
2. Prinsip : Ditimbang, dilarutkan, dan disterilisasi.
3. Bahan : LB Agar, BGLB Agar, NA Agar, NaCl 0,85%, Aquadest.
4. Alat : Neraca, Erlenmeyer, Gelas ukur, Petridish, Tabung Reaksi, Tabung
Durham, Beaker Gelas, Kapas Berlemak, Autoclave.
5. Cara Kerja
5.1Pembuatan Media LB Single Strength
- Timbang 13 gram bubuk lactose broth, larutkan dalam 1 liter akuades.
- Panaskan sampai larut dengan sempurna.
- Tuang sebanyak 5ml ke dalam tabung reaksi yang sudah berisi tabung
durham.
- Tutup dengan kapas berlemak.
- Disterilkan pada autoclave, siapkan petridish yang sudah steril.
- Jika tidak segera digunakan, dibungkus dengan kertas, kemudian
disimpan dalam almari es.
5.2pembuatan Media LB Double Strength
- Timbang 26 gram bubuk lactose broth, larutkan dalam 1 liter akuades.
- Panaskan sampai larut dengan sempurna.
- Tuang sebanyak 10 ml ke dalam tabung reaksi yang sudah berisi
tabung durham.
- Tutup dengan kapas berlemak.
- Disterilkan pada auroclave, siapkan petridish yang sudah steril.
- Jika tidak segera digunakan, dibungkus dengan kertas, kemudian
disimpan dalam alamari es.
5.3Pembuatan Media NA
- Timbang 23 gr bubuk Nutrient agar, larutkan dalam 1 liter akuades.
- Panaskan sampai larut dengan sempurna.
- Atur pH 7,4.
- Sterilkan dengan menggunakan autoclave.
- Jika tidak segera digunakan, dibungkus dengan kertas, kemudian
disimpan dalam almari es.
5.4Pembuatan Media PZ Steril
- Timbang NaCl 0,85% sebanyak 8,5 gr, larutkan dalam 1 liter akuades.
- Tutup erlenmeyer dengan kapas berlemak.
- Sterilkan dengan menggunakan autoclave.
- Jika tidak segera digunakan, dibungkus dengan kertas, kemudian
disimpan dalam almari es.
Mata Kuliah : Bakteriologi
Materi Praktikum : Pengambilan Sampel Air
A. TUJUAN

Untuk mendapatkan spesimen yang paling sesuai dengan keadaan


spesimen yang seharusnya, sebelum dilakukan pemeriksaan
laboratorium. Pengambilan spesimen air harus dilakukan secara
steril guna memastikan tidak terdapatnya organisme yang
mengkontaminasi.
B. CARA PENGAMBILAN AIR KRAN
1. ALAT-ALAT
Sendok
Kertas label
Spidol
2. LANGKAH KERJA
a. Bersihkan kran dari setiap benda yang menempel yang
mungkin dapat mengganggu dengan kain bersih, bersihkan
ujung kran dari setiap kotoran atau debu.
b. Putar sampai kran kran terbuka sehingga air mengalir secara
maksimal dan biarkan air mengalir selama 1-2 menit.
c. Mulut kran disterilkan dengan cara membakar dengan lidi
kapas yang telah di celupkan ke dalam ethanol 70% atau
dengan menggunakan pembakar dari gas.
d. Buka tali pengikat dan kertas pembungkus botol.
e. Buka tutup botol dengan tangan kiri, botol dipegang dengan
tangan kanan. Untuk mencegah masuknya debu yang
mengandung mikroorganisme, penutup dipegang dengan
muka menghadap ke bawah.
f. Sambil memegang penutup, air kran di tampung hingga
bagian botol (dengan menyisakan udara di atasnya) dengan
maksud agar air dapat dikocok sebelum dianalisa.
g. Tutup botol dengan hati-hati.
h. Kemudian bagian tutupnya di bungkus dengan kertas steril
tadi.
i. Sekeliling leher botol diikat dengan tali, kemudian pada
badan botol diberi label yang berisi : tempat, tanggal, jam
pengambilan, dan petugas pengambil, dan catat suhu air
tersebut.
j. Spesimen yang sudah terkumpul dimasukkan ke dalam
termos berisi air es, yang selanjutnya dibawa ke laboratorium
yang dilengkapi surat pengantar.

Mata Kuliah : Bakteriologi

Materi Praktikum : PEMERIKSAAN BAKTERIOLOGI (UJI MPN) AIR (Coliform dan


Fecal coli)
A. PENDAHULUAN
Air minum seharusnya bebas dari kehidupan mikroorganisme. Kalau dalam
air ditemukan adanya mikroorganisme apalagi mikroorganisme pathogen,
akan membahayakan kesehatan. Indikator adanya pencemaran bakteri
dalam air, ialah bakteri bakteri coliform dan fecal coli. Adanya kelompok
coliform dalam air, ialah bakteri coliform dan fecal coli. Adanya kelompok
coliform dalam air ditandai oleh adanya gas (udara) dalam tabung durham
karena bakteri ini memfermentasikan laktose.
Untuk mendapatkan spesimen yang paling sesuai dengan keadaan
spesimen yang seharusnya, sebelum dilakukan pemeriksaan laboratorium
pengambilan spesimen air harus dilakukan secara steril guna memastikan
titik terdapatnya organisme yang mengkontaminasi dan untuk
mendapatkan hasil pemeriksaan yang falid, sampel harus segera diperiksa
atau disimpan dalam suhu dingin (lemari es) paling lama 2 kali 24 jam.
B. TUJUAN
Untuk mengetahui keadaan higienitas air apakah memenuhi persyaratan
kesehatan atau tidak.
C. BAHAN/SPESIMEN
Air (PAM, sungai, sumur, kolam renang, mineral).
D. MEDIA/REAGENSIA
Lactose broth single strength
Lactose broth double strength
Brillian green lactose bile broth (BGLBB)
Akuades steril
E. ALAT
Tabung-tabung reaksi beserta raknya.
Incubator
Botol Steril
Lampu bunsen
Ose
F. CARA KERJA
Ada dua macam ragam pemeriksaan yang digunakan :
1. Ragam 1 : Untuk sampel air yang sudah diolah menggunakan metode
MPN 511 yaitu: 5X10 ml ; 1X1 ml; 1X0,1 ml
2. Ragam 2 : Untuk sampel air yang belum diolah mempergunakan
metode MPN 555, yaitu : 5X10 ml; 5X1 ml; 5X0,1 ml dan bisa
dilanjutkan dengan 5X0,01 ml
RAGAM 1:
1. Siapkan lima buah tabung yang masing-masing berisi lactose broth double
strength sebanyak 10ml (tabung 1a s/d 5a) juga siapkan 2 tabung yang
masing-masing berisi 10 ml lactose broth single strength (tabung 1b dan
2b)
2. Dengan pipet steril diinokulasikan masing-masing 10 ml sampel air ke
dalam tabung 1a s/d 5a.
3. Ke dalam tabung 1b diinokulasikan 1 ml sampel air.

4. Ke dalam tabung 2b diinokulasikan 0,1 ml sampel air.


5. Tabung-tabung digoyang perlahan agar sampel air menyebar rata ke
seluruh bagian media kemudian diinkubasikan pada suhu 35-37 0C selama
24-48 jam.
6. Setelah diinkubasi amati masing-masing tabung untuk melihat ada
tidaknya gas dalam tabung Durham. Adanya gas menunjukkan presumtive
positif.
7. Dari tiap-tiap tabung yang presumtive dipindahkan 1-2 ose ke dalam
tabung konfirmative yang berisi 10 ml BGLBB.
8. Satu seri tabung BGLBB diinkubasikan pada suhu 44 0C untuk memastikan
adanya coli tinja.
9. Pembacaan (dikocokkan dengan tabel MPN 511) dilakukan setelah 24-48
jam dengan melihat jumlah tabung BGLBB yang menunjukkan positif gas.
RAGAM 2
1. Siapkan 5 tabung yang masing-masing berisi 10 ml lactose broth double
strength (tabung 1a s/d 5a). Siapkan 5 tabung yang masing-masing berisi
10 ml lactose broth single strength (tabung 1b s/d 5b). Siapkan juga 5
tabung yang berisi masing-masing 10 ml lactose broth single strength
(tabung 1c s/d 5c)
2. Ke dalam tabung 1a s/d 5a diinokulasikan masing-masing 10 ml sampel
air.
3. Ke dalam tabung 1b s/d 5b diinokulasikan masing-masing 1 ml sampel air
4. Ke dalam tabung 1c s/d 5c diinokulasikan masing-masing 0,1 ml sampel
air.
5. Goyang tabung secara perlahan agar sampel air tersebar merata ke
seluruh bagian media kemudian diinkubasikan pada suhu 35-37 0C selama
24-48 jam.
6. Setelah inkubasi, diamati masing-masing tabung untuk melihat ada
tidaknya gas dalam tabung durham. Adanya gas menunjukkan presuptive
positif.
7. Dari tiap-tiap tabung presumtive positif dipindahkan 1-2 ose ke dalam 2
seri tabung BGLBB
8. Satu seri tabung BGLBB diinkubasikan pada suhu 35-37 0C dan satu seri
lagi diinkubasikan pada suhu 440C selama 18-24 jam.
9. Pembacaan (dicocokkan dengan tabel MPN 555) dilakukan setelah tabung
BGLBB yang menunjukkan positif gas.
G. PEMBACAAN DAN PELAPORAN
Catat jumlah tabung konfirmative (BGLBB) yang positif gas dan angkaangka yang diperoleh dicocokkan dengan tabel MPN (tabel terlampir)
Untuk ragam 2 bila penanaman dengan volume terkecil (dalam hal ini 0,1
ml) menunjukkan positif gas maka jumlah tabung harus ditambah lagi,
sehingga diperoleh jumlah tabung gas positif pada penanaman terkecil
kurang dari 5. Penentuan nilai MPN diambil dari 3 angka terakhir
tergantung dari beberapa kali faktor penurunan kelipatan 10 yang
dipergunakan. Nilai MPN yang dapat dikalikan faktor tersebut.
Untuk konfirmasi lebih lanjut dari hasil inkubasi pada suhu 44 0C lagi
ditanam pada media Mac Conkey dan TSI, SIM, Simon sitrat untuk
memastikan adanya fecal coli.

MATA KULIAH : BAKTERIOLOGI


MATERI PRAKTIKUM : UJI MPN PADA BAHAN PANGAN (Coliform dan Fecal
Coli)
1. PENDAHULUAN
Pangan penting dilakukan untuk mengetahui mutu bahan pangan dan
menghitung proses pengawetan yang akan diterapkan pada bahan
pangan tersebut.
Berbagai mikroba patogen seringkali ditularkan melalui air yang tercemar
sehingga menimbulkan penyakit bawaan manusia maupun hewan. Oleh
karena itu perlu dilakukan penelitian mengenai adanya mikroba dalam
suatu makanan dan minuman agar dapat dikonsumsi manusia dengan
layak sehingga tidak menimbnulkan penyakit akibat kontaminasi mikroba
dalam makanan dan minuman dan dapat memenuhi kebutuhan tubuh
secara optimal.
Analisis kuantitatif mikrobiologi pada bahan dapat digunakan untuk
menghitung atau mengukur jumlah jasad renik dalam suatu suspensi,
salah satunya adalah pemeriksaan adanya bakteri Coliform pada makanan
dan minuman dengan metode MPN (Most Probable Number)
2. TUJUAN
Praktikum pemeriksaan bakteri coliform pada makanan dan minuman
dengan metode MPN bertujuan untuk mengetahui adanya bakteri
coliform dalam sampel makanan dan minuman
3. BAHAN/SPESIMEN
Sampel bahan pangan (makanan dan minuman)
4. MEDIA/REAGENSIA
Lactose broth single strength
Lactose broth double strength
Brillian green lactose bile broth (BGLBB)
Akuades steril
5. ALAT
Tabung-tabung reaksi beserta raknya
Incubator
Botol steril
Lampu bunsen
Ose
6. CARA KERJA
1. Uji Penduga (presumtive test)
a. Diaseptiskan tangan, alat dan tempat kerja.
b. Sampel ditimbang sebanyak 10 gram memasukkan ke dalam air
pengencer (yang mengandung NaCl fisiologis) 90%

c. Siapkan lima buah tabung yang masing-masing berisi lactose


broth doble strength sebanyak 10 ml (tabung 1b dan 2b).
d. Dengan pipet steril diinokulasikan masing-masing :
- 10 ml sampel ke dalam tabung 1a s/d 5a
- 1 ml sampel ke dalam tabung 1b
- 0,1 ml sampel ke dalam tabung 2b
e. Tabung-tabung digoyang perlahan agar sampel air menyebar
rata ke seluruh bagian media kemudian diinkubasikan pada suhu
35-370C selama 24-48 jam
f. Setelah diinkubasikan amati masing-masing tabung untuk
melihat ada tidaknya gas dalam tabung durham. Adanya gas
menunjukkan presumtive positif
2. Uji Penegasan (konfirmative test)
a. Uji penegasan adalah uji lanjut terhadap tabung-tabung positif
yang diduga mengandung bakteri coliform
b. Dari tiap-tiap tabung yang presumtive dipindahkan 1-2 ose ke
dalam tabung konfirmative yang berisi 10 ml BGLB (dalam 2
seri)
c. Satu seri tabung BGLB diinkubasi pada suhu 37 0C untuk
memastikan coliform
d. Satu seri tabung lain diinkubasikan pada suhu 44 0C untuk
memastikan adanya coli tinja
e. Pembacaan (dicocokkan dengan tabel MPN 511) dilakukan
setelah 24-48 jam dengan melihat jumlah tabung BGLBB yang
menunjukkan positif gas
PEMBACAAN HASIL DAN PELAPORAN
Catat jumlah tabung konfirmative (BGLBB) yang positif gas dan angka-angka
yang diperoleh dicocokkan dengan tabel MPN (tabel terlampir).
Untuk ragam 2 bila penanaman dengan volume terkecil (dalam hal ini 0,1 ml)
menunjukkan positif gas maka jumlah tabung harus ditambah lagi, sehingga
diperoleh jumlah tabnung gas positif pada penanaman terkecil kurang dari 5.

MATA KULIAH : BAKTERIOLOGI


MATERI PRAKTIKUM : PEMERIKSAAN MAKANAN DAN MINUMAN
A. PENDAHULUAN
Makanan dan minuman ialah suatu bahan-bahan yang mengandung
karbohidrat, lemak, protein, mineral-mineral, dan vitamin yang diperlukan
oleh tubuh.
Makanan atau minuman sangat cocok untuk pertumbuhan bakteri karena
mengandung nutrisi yang dibutuhkan dalam metabolisme kuman. Adanya
bakteri patogen dalam makanan/minuman akan mengganggu kesehatan.
Oleh karena itu keberadaan bakteri tersebut harus ditiadakan.
B. TUJUAN
Untuk mengetahui keadaan higienis makanan dan minuman, apakah
memenuhi persyaratan kesehatan atau tidak.
C. BAHAN/SPESIMEN
Nasi, roti, susu, ikan, daging, sayuran, dll.
D. MEDIA/REAGENSIA
Larutan garam bufer fospat pH 7,2
PCA
Lactose broth
Brillian green lactose bile broth
Alkali pepton water
Mac conkey
SS agar
Reagen oksidase
Reagen gula-gula (glucose, manitose, maltose, sacharose, xylose,
arabinose)
KOH 10-20%
Larutan konecs
Potato Dextrose agar
E.
-

ALAT
Mikroskop
Incubator
Objek glass
Labu erlenmeyer
Lampu spiritus/bunsen
Pinset
Koloni counter
Tabung reaksi dengan raknya
Lemari es
Botol steril
Pisau
Blender
Gelas ukur
Timbangan

F. CARA KERJA
1. PEMERIKSAAN YANG DILAKUKAN MELIPUTI
a. Pemeriksaan angka kuman

b. Pemeriksaan MPN
c. Pemeriksaan biak-biakan
E. Coli
Salmonella sp
Shigella sp.
Vibrio cholera
Staphylococcus aureus
Clostridium perfringen
Clostridium botulinum
Bacillus cereus
Enterococcus
Kapang dan khamir
2. PENYIAPAN BAHAN PEMERIKSAAN
A. Makanan padat
1. Spesimen yang diterima dihancurkan dengan blender, apabila tidak
ada blender bisa dengan mortir steril.
2. Masukkan 10 gr bahan tersebut ke dalam labu erlenmeyer/botol
steril.
3. Tuangkan 90 ml garam fisiologis atau aquades steril atau garam
buffer phospat
4. Untuk pemeriksaan bacillus cereus harus menggunakan garam
buffer phospat. Kocok sampai homogen.
5. Bahan dengan pengencer tersebut siap digunakan untuk
pemeriksaan angka kuman, MPN, dan pemeriksaan biakan. Kocok
sampai homogen.
B. Makanan Cair (termasuk minuman)
1. Masukkan 10 ml bahan ke dalam labu erlenmeyer atau botol steril
2. Tuangkan 10 ml air garam fisiologis atau aquades steril atau garam
buffer.
3. Kocok sampai homogen
4. Bahan dengan pengenceran tersebut siap dipergunakan untuk
pemeriksaan angka kuman, MPN, dan pemeriksaan biakan.
3. PEMERIKSAAN ANGKA KUMAN
a. Siapkan 6 buah tabung reaksi steril, susun dalam rak tabung. Masingmasing tabung secara berurutan diberi tanda 10 -1, 10-2, 10-3, 10-4, 10-5,
10-6 dan seterusnya sebagai kode pengenceran.
b. Siapkan pada buah petridish steril; pada 6 buah petridish diberi tanda
pada bagian belakangnya sesuai dengan kode pengenceran dan
tanggal pemeriksaan seperti butir a, satu petridish diberi tanda kontrol.
c. Pada tabung kedua sampai enam diisi 9 ml air garam fisiologis atau
aquades steril atau larutan buffer phosfat, untuk pemeriksaan Bacillus
cereus harus menggunakan buffer phosfat.
d. Kocok bahan diatas sampai homogen ( 25 kali) kemudian ambil 10 ml
masukkan pada tabung ke satu.
e. Pindahkan 1 ml bahan dari tabung kesatu ke tabung kedua dengan
pipet kemudian kocok hingga homogen.
f. Pindah 1 ml bahan dari tabung kedua ke tabung ketiga dengan pipet
kemudian dikocok sampai homogen
g. Demikian selanjutnya dilakukan hal yang sama sampai tabung keenam
sehingga diperoleh pengenceran tabung 10 -1, 10-2,....,10-6. Atau sesuai
kode pengenceran yang telah dibuat sebelumnya. Dari masing-masing
tabung diatas dimulai dari tabung keenam diambil 1ml. Dengan pipet

steril dimasukkan ke dalam masing-masing petridish steril sesuai


dengan kode pengenceran yang sama.
h. Kemudian ke dalam masing-masing petridish ini dituangi media plate
count agar (PCA) yang telah dipanaskan dalam waterbath 450 C
sebanyak 15-20 ml. Dan masing-masing petridish digoyang perlahanlahan sehingga tercampur merata kemudian biarkan dingin dan
membeku.
i. Masukkan ke dalam incubator suhu 370C selama 24-48 jam dalam
posisi terbalik
j. Kontrol media dibnuat dengaqn media PCA tanpa diberi sampel. Kontrol
ruangan dibuat dengan memakai PCA dengan cara membuka tutup
petridish selama 5menit
k. Pembacaan dilakukan setelah 18-24 jam dengan cara menghitung
jumlah koloni yang tumbuh pada setiap petridish
4. PEMERIKSAAN HASIL DAN PELAPORAN
A. Pembacaan Hasil
a. Hitung koloni yang tumbuh pada masing-masing petridish
b. Koloni-koloni yang bergabung menjadi satu atau membentuk satu
deretan/koloni yang terlekat sebagai garis tebal atau jumlah koloni
yang meragukan, dihitung sebagai satu koloni kuman
c. Hitung jumlah koloni yang tumbuh pada masing-masing petridish
control . apabila jumlah koloni yang tumbuh pada petridish kontrol
lebih dari 10 , maka pemeriksaan harus menggunakan PCA dari
pembuatan yang lain
B. Pelaporan
Pelaporan hanya dilakukan pada petridish yang menghasilkan jumlah
koloni antara 30-300 koloni serta apabila jumlah pada petridish kontrol
kurang dari 10 koloni; jumlah koloni pada masing-masing petridish ini
harus dikurangi terlebih dahulu dengan jumlah koloni pada petridish
kontrol.
Contoh perhitungan :
Jumlah koloni yang tumbuh pada petridish
kontrol
= 1 koloni
-1
Pengenceran 10
= 350 koloni
Pengenceran 10-2 = 157 koloni
Pengenceran 10-3 = 94 koloni
Pengenceran 10-5 = 37 koloni
5. Pemeriksaan most probable number
Pemeriksaan MPN dilakukan terhadap bahan pemeriksaan yang telah
disiapkan dengan menggunakan metode tabung ganda ragam : 5x10 ml;
1x1 ml; 1x 0,1 ml.
Pemeriksaan ganda terdiri atas dari :
a. Tes perkiraan ( presumtive test)
b. Tes penegasan ( confirmative test)
A. Tes Perkiraan ( Presumtive test)
Pada tes ini media yang dipergunakan adalah LB ( lactose broth)
Cara Pemeriksaan :
Siapkan 7 buah tabung reaksi yang masing-masing berisi
media LBV sebanyak 10 ml. Tabung disusun pada rak tabung
reaksi dengan diberi tanda: no. Urut, konsentrasi media dab
tanggal pemeriksaan.

Dengan pipet steril ambil bahan pemeriksaan yang telah


disiapkan dan dimasukkan ke dalam tabung 1s/d5 masingmasing sebanyak 10 ml; tabung keenam sebanyak 1 ml;
tabung ketujuh 0,1 ml. Masing-masing tabung digoyanggoyang sehingga antara media dengan spesimen tercampur
merata.
Inkubasikan pada suhu 35-37 0C selama 18-24 jam. Setelah
itu dilihat ada tidaknya gas pada tabung durham, dan catat
semua tabung-tabung yang menunjukkan adanya gas.
Tabung-tabung yang menunjukkan adanya peragian (gas
positif) dilanjutkan dengan tes penegasan. Apabila dalam
waktu 24 jam tidak terjadi pembentukkan gas, inkubasi
dilanjutkan 24 jam lagi. Apabila setelah 2x24 jam juga tidak
ada gas, maka tes perkiraan dinyatakan negatif atau coliform
negatif. Apabila setelah 2x24 jam terjadi pembentukan gas
maka dilanjutkan dengan tes penegasan.
B. Tes Penegasan ( Confirmative test)
Media yang dipergunakan adalah BGLBB ( Brillien Green Lactose
Bile Broth) 2 %. Tes ini untuk menegaskan hasil positif dari tes
perkiraan.
Cara pemeriksaan :

Dari tiap-tiap tabung presumtive test yang positif


diambil 1-2 ose, masukkan dalam tabung yang berisi
media BGLBB 2 % ( dimasukkan masing-masing ke
dalam tabung BGLBB 2 %).
Satu seri tabung BGLBB 2% diinkubasi pada suhu 35370C selama 24-48 jam untuk memastikan adanya
coliform dan satu seri lagi diinkubasikan pada suhu
440C selama 18-24 jam untuk memastikan adanya coli
tinja.
Pembacaan dilakukan setelah 24-48 jam dengan
melihat jumlah tabung BGLBB 2% yang menunjukkan
adanya tes positif.
Tes perkiraan ini merupakan tes minimal yang harus
dikerjakan untuk pemeriksaan bakteriologis makanan
dan minuman.

Pembacaan hasil
Pembacaan hasil dari tes penegasan dilakukan dengan cara
menghitung jumlah tabung yang menunjukkan adanya gas, baik
pada inkubasi 370C maupun pada suhu 440C. Angka yang diperoleh
dicocokkan dengan tabel MPN.
Contoh : Dari penanaman dengan volume 10 ml diperoleh 4 tabung
BGLBB 2% positif gas. Dari penanaman dengan volume 1 ml
diperoleh 1 tabung BGLBB 2% yang positif gas. Dari penanaman
dengan volume 0,1 diperoleh 0 tabung BGLBB 2% yang positif gas.
Sehingga angka yang diperoleh yang menunjukkan positif ialah : 41-0. Setelah dicocokkan dengan tabel MPN diperoleh index MPN/100
ml sebesar 21.

MATA KULIAH : BAKTERIOLOGI


JUDUL PRAKTIKUM : PEMBUATAN MEDIA SCB, SS Agar, dan MCA Agar
1. Tujuan Praktikum
a. Media SCB digunakan sebagai media pertumbuhan/penyubur
kuman-kuman Salmonella dan Shigella
b. Media SS Agar digunakan sebagai media pertumbuhan
terhadap kuman-kuman Salmonella dan Shigella
c. Media MCA digunakan sebagai media pertumbuhan terhadap
kuman-kuman golongan Enterobacteriaceae
2. PRINSIP : ditimbang, dilarutkan dan disterilisasi
3. BAHAN : Bubuk SCB, bubuk SS Agar, bubuk MCA Agar
4. ALAT
: Neraca, Erlenmeyer, Gelas Ukur, Petridish, Tabung
Reaksi, Beaker glass, kapas berlemak dan autoclave
5. CARA KERJA
a. Pembuatan SCB
- Timbang 19 gram bubuk Selenit, larutkan dalam 1 liter
akuades
- Panaskan sampai larut dengan sempurna, pH akhir 7,07,2
- Jangan disterilkan pada autoclave
- Tuangkan media pada tabung reaksi 10 ml
- Jika tidak segera digunakan , dibungkus dengan kertas,
kemudian disimpan dalam alamari es
b. Pembuatan SS Agar
- Timbang 63 gr bubuk SS Agar, larutkan dalam 1 liter
akuades
- Panaskan sampai larut dengan sempurna
- Sterilisasi dalam autoclave
- Siapkan petridish yang steril
- Tuangkan media yang sudah steril dalam keadaan
panas ke dalam petridish
- Biarkan membeku, disimpan dalam lemari es
c. Pembuatan MCA Agar
d. Timbang 51 gram bubuk MCA Agar, larutkan dalam 1 liter
akuades
e. Panaskan sampai larut dengan sempurna
f. Disterilkan pada autoclave , siapkan petridish yang sudah
steril
g. Tuangkan media yang sudah disteril ke dalam petridish dalam
keadaan panas
h. Biarkan sampai membeku
i. Jika tidak segera digunakan , dibungkus dengan kertas,
kemudian disimpan dalam alamari es

MATA KULIAH : BAKTERIOLOGI


JUDUL PRAKTIKUM : PEMERIKSAAN SALMONELLA SHIGELLA
1. Pendahuluan
Salmonella adalah bakteri yang termasuk mikroorganisme yang amat kecil
dan tidak terlihat mata. Selain itu, bakteri ini tidak meninggalkan bau
maupun rasa apapun pada makanan. Kecuali jika bahan makanan (daging
ayam) mengandung Salmonella dalam jumlah besar, barulah terjadi
perubahan warna dan bau (merah muda pucat sampai kehijauan, berbau
busuk)
Biasanya bakteri dapat dideteksi melalui pemeriksaan laboratorium.
Salmonella bisa terdapat di udara, air, tanah, sisa kotoran manusia
maupun hewan atau makanan hewan.
Sumber bakteri Salmonella biasanya terdapat pada unggas (ayam, bebek,
kalkun), daging babi, binatang laut, telur dan susu. Bahan makanan
hewani yang paling sering berperan sebagai sumber penularan Salmonella
adalah unggas. Unggas yang terinfeksi Salmonella bisa menyebarkan bibit
bakteri melalui daging, telur baik pada kulit maupun isi telur.
2. Tujuan
Pemeriksaan Salmonella-shigella bertujuan untuk mengetahui higienitas
air, bahan makanan dan minuman serta mengetahui bakteri SalmonellaShigella pada urin dan feses
3. Bahan
Sampel air, makanan, minuman, urin dan feses
4. Media / Reagen
Selenite Cystine Broth
SS Agar
MCA Agar
Akuades steril
5. Alat
Gelas ukur, petridish, tabung reaksi, kapas berlemak, lampu bunsen, pipet
ukur, inkubator, spidol
6. Cara kerja
a. Persiapan sampel
1. Sampel padat
Spesimen yang diterima dihancurkan dengan blender,
apabila tidak ada blender bisa dengan mortir steril
Masukkan 10gr bahan tersebut ke dalam labu
erlenmeyer/botol steril
Tuangkan 90 ml garam fisiologis atau aquades steril atau
garam buffer phospat
Bahan dengan pengenceran tersebut siap di gunakan untuk
pemeriksaan
2. Sampel cair
Masukkan 10 ml bahan ke dalam labu erlenmeyer atau botol
steril
Tuangkan 10 ml air garam fisiologis atau aquades steril atau
garam buffer
Kocok sampai homogen
Bahan dengan pengenceran tersebut siap dipergunakan
untuk pemeriksaan
b. Pengkayaan (enrichment)

Pipet 10 ml sampel ke dalam media SCB


Inkubasi pada suhu 370C selama 1x24 jam
c. Penanaman pada media selektif
Pindahkan biakan pengkayaan dengan cara menggoreskan
dengan jarum ose ke dalam cawan-cawan petri yang masingmasing berisi pada media MCA Agar, SS Agar

Inkubasi pada suhu 370C selama 1 x 24 jam

Amati ciri-ciri koloni yang tumbuh pada masing-masing media

MATA KULIAH : BAKTERIOLOGI


MATERI PRAKTIKUM : PEMERIKSAAN RECTAL SWAB
A. PENDAHULUAN

B.

C.
D.

E.

F.

Rectal swab merupakan apusan yang dilakukan pada daerah rectum (2-3
cm diatas lubang anus). Kuman-kuman patogen penyebab gastroenteritis
dapat diisolasi dari swab rectum. Kuman-kuman yang ditemukan dari swab
rectum juga terdapat dalam saluran pencernaan.
Tujuan
Untuk mengisolasi dan identifikasi kuman patogen (penyebab
gastroentritis) pada saluran pencernaan.
BAHAN/SPESIMEN
Feses/rectal swab
Reagen/media
Carry and Blair
SS Agar, MC Agar, TCBS Agar
Antisera Salmonella Typhi
Antisera Salmonella Typhi A
Antisera Salmonella Typhi B
Antisera Salmonella Typhi C
Antisera Coli Pathogen 1-5
Antisera Coli Pathogen 6-11
Antisera Shigella Disentriae
Antisera Shigella Fleximeri
Antisera Shigella Boydii
Antisera Shigella Sonnii
Alkali pepton 1%
Selenite Broth
Alkohol 70%
Gula-gula
TSI , SIM , Simon citrat
ALAT
Pinset
inkubator
lampu bunsen
jarum ose
kertas tabel
lidi kapas
objek glass
CARA KERJA
1. PENGAMBILAN SAMPEL
Orang yang diambil swabnya disuruh bersimpuh dan menungging di
atas tempat tidur. Tangan kiri petugas pengambil swab membuka
lubang anus dan tangan kanan memasukkan lidi kapas steril ke dalam
lubang anus dengan cara memutar sampai kurang lebih 2-3 cm ke
dalam lubang anus. Setelah itu, lidi kapas ditarik keluar dengan sambil
tetap diputar. Selanjutnya lidi kapas tadi dimasukkan ke dalam media
carry and blair sampai terbenam ke dalam media. Apabila lidi atau
tangkainya terlalu panjang kita potong sehingga botol bisa ditutup

dengan rapat. Setelah diberi label spesimen kita bawa ke laboratorium


untuk diperiksa.
2. CARA PEMERIKSAAN
a. Siapkan media-media : TCBS Agar, SS Agar, Mac Conkey Agar,
Selenite Broth dan Alkali Pepton 1% dengan diberi label sesuai
dengan label pada sampel yang akan diperiksa.
b. Sampel (lidi kapas) pada media carry and blair diambil dengan
pinset secara aseptis dan oleskan pada TCBS Agar, SS Agar, Mac
Conkey Agar, dan lidi juga dikocok-kocok pada selenite broth dan
alkali pepon 1% broth
c. Ambil ose panas, panaskan sampai membara kemudian dinginkan
dengan cara menempelkan pada media setelah itu buat goresan
pada masing-masing media tadi (TCBS,SS,MC agar)
d. Semua media yang telah digores tadi bersama-sama dengan alkali
pepton 1% broth dan selenite broth, diinkubasi pada suhu 35-37 0C
selama 18-24 jam
PEMERIKSAAN HASIL
a. Vibrio cholera
Koloni yang berwarna kuning pada media TCBS agar, yang
dicurigai sebagai kuman V. Cholera diuji dengan antisera
polyvalen Vibrio. Apabila positif ditandai dengan aglutinasi yang
dilanjutkan dengan test antisera inaba dan antisera ogawa dan
selanjutnya dikonfirmasi dengan uji biokimia dan bila perlu
dengan uji gula-gula
Apabila koloni pada media TCBS menunjang untuk V.cholera
namun tidak terjadi aglutinasi pada test antisera polivalent,
konfirmasika dengan uji biokimia. Kalau hasil uji biokimia positif
untuk V.cholera, uji lagi dengan NaCl 3% kalau tidak terjadi
aglutinasi, dilapirkan V.cholera non aglutinasi
b. Salmonella sp.
Koloni tersangka pada media SS Agar yaitu koloni putih
transparan, diuji dengan antisera Salmonella Typhii, Salmonella
paratyphii A,B,C. Apabila terjadi aglutinasi pada salah satu
antisera tersebut, pengujian dikonfirmasikan dengan uji biokimia
(TSI,SIM,Simon sitrat) dan bila perlu dengan uji gula-gula.
Sehingga diperoleh hasil yang betul-betul akurat.
Apabila koloni pada media SS agar tersebut diuji dengan semua
antisera tidak menghasilkan hasil positif, kita laporkan hasilnya
negatif