Anda di halaman 1dari 58

KASAD JENDERAL TNI GATOT NURMANTYO SAAT KUNJUNGAN KERJA DI MARAUKE, PAPUA 10 OKTOBER 2014

Penerangan Pasukan

DAFTAR ISI

EDITORIAL

Memaknai Hari Juang Kartika

TEKNOLOGI

FOKUS

Megah dan Meriahnya HUT


ke-69 TNI

10

SERBA SERBI

INFO KOMANDO

Presiden Tinjau Pameran


Alutsista di Monas, Didampingi
Kasad

Mil Mi-35P The Flying IFV


Pencipta Teror dari Udara

14

Ditajenad Juara I Lomba Musik Harmoni Piala Panglima TNI Tahun 2014

24

www.tniad.mil.id

PROFIL SATUAN

Kompi Zeni Penjinak Bahan


Peledak Sura Dharma Santika

40

KISAH PRAJURIT
Serma Rita Erna Mayasari :
Sosok Kowad Dalam Misi
Perdamaian PBB

PRAJURIT BERPRESTASI

54

48

Aksi Serka Agus Sutikno


Bongkar Sindikat
Perdagangan Manusia

PRAJURIT DIPERBATASAN

50

LINTAS SATUAN
Pangdam IM Kunjungi
Satgas Pamtas RI Pulau
Rondo

APA KATA MEREKA

Organik Akmil Peringati


Hari Kesaktian Pancasila

32

Once Mekel (Penyanyi) : Sejak kecil saya


sangat mengidolakan tentara.
Rio Febrian (Penyanyi)
Prajurit TNI AD semakin professional.

56

DARI REDAKSI
SUSUNAN REDAKSI

Pembaca Palagan yang budiman,


Puji syukur kita panjatkan kehadirat
Tuhan Yang Maha Kuasa, karena atas
seijin NYA jualah, sehingga Majalah Palagan Vol. 15 No IV Edisi Desember 2014
hadir menemani pembaca sekalian.
Pembaca majalah yang terhormat, pada
edisi ke empat di tahun 2014 kali ini
redaksi menyajikan beberapa informasi
yang layak untuk disimak oleh pembaca
sekalian. Dari beberapa sajian menarik,
kami tampilkan ulasan tentang memaknai Hari Juang Kartika melalui rubrik
editorial.
Informasi penting lainnya yang patut
disimak adalah peringatan Hari Ulang Tahun TNI ke 69 yang dilaksanakan secara
terpusat di Surabaya. Pada acara tersebut beberapa peralatan tempur dikerahkan dengan maksud agar masyarakat
mengetahui bahwa TNI siap menjaga kedaulatan NKRI. Selain itu dimaksudkan
agar negara lain tidak berniat buruk terhadap kita dan tidak memandang sebelah mata terhadap kemampuan tempur kita.
Pada bagian lain kami menyuguhkan ulasan tentang peran Kompi Zihandak
TNI AD yang memiliki peran besar dalam menentukan gerak maju para prajurit
di garis depan melaalui profil satuan.
Selanjutnya pada rubrik teknologi kami ketengahkan Helikopter Mi-35 P
yang dikenal sebagai wahana transport personel yang dipersenjatai dengan
kanon kaliber menengah, sehingga cukup efektif untuk menyerang sasaran secara langsung. Mi-35P hingga kini masih menyandang sebagai heli berkemampuan serbu paling mutakhir yang ada di Indonesia.
Informasi penting lainnya yang kami himpun di dalam rubrik info komando,
diantaranya adalah Kasad buka TMMD ke 93 di Kalsel, Kasad memberikan
kuliah umum kepada Mahasiswa Universitas Patimura di Ambon, kunjugan
kerja Kasad ke Merauke, Kasad buka TMMD skala besar di Kabanjahe dan Serah
terima Jabatan Komandan Jenderal Kopassus.
Dalam Majalah Palagan edisi kali ini masih banyak sajian informasi menarik
yang kami pilihkan bagi pembaca yang budiman.
Dengan kerendahan hati, semoga informasi yang kami sajikan dalam rubrik
Majalah Palagan Vol 15 No IV Edisi Desember 2014 kali ini dapat menambah
wawasan dan pengetahuan serta manfaat bagi para pembaca setia, khususnya
prajurit TNI Angkatan Darat dimanapun berada dan bertugas. Selamat membaca!!!
Redaksi

PELINDUNG
Kepala Staf TNI Angkatan Darat
PEMBINA
Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat
STAF AHLI
Irjenad, Aspam Kasad, Asops Kasad, Aspers
Kasad, Aslog Kasad, Aster Kasad,Asrena Kasad,
Kasahli Kasad
PEMIMPIN REDAKSI
Kolonel Inf Wuryanto S.Sos. M.Si.
WAKIL PEMIMPIN REDAKSI
Kolonel Caj Drs. Sumirat Kriswasana, M.M.
DEWAN REDAKSI
Kolonel Czi Kuat Raharjo
Kolonel Caj Drs. Moh. Noor, M.M.
Kolonel Inf Drs. Zaenal Mutaqim, M.Si.
KETUA TIM EDITOR
Kolonel Czi Andi Kaharudin, S.I.P.
SEKERTARIS TIM EDITOR
Letkol Caj James W. Sondakh
ANGGOTA TIM EDITOR
Letkol Inf Drs. N. Ertoto, M.Si.
Mayor Caj (K) Yeni Triyeni, S.Pd.
Mayor Inf Dodi Fahrurozi, S.Sos.
Mayor Inf Supriyatno
Kapten Inf Chandra Purnama, S.H.
DISTRIBUSI
Mayor Inf Adrizal, S.H., M.H.
DESAIN GRAFIS
Hariyandi Rizal S.Kom.
TATA USAHA
Serda (K) Tien Giantini, PNS Listin
REDAKTUR FOTO
Mayor Kav Antonius Totok
ALAMAT REDAKSI
Dinas Penerangan Angkatan Darat
Jl. Veteran No. 5 Jakarta Pusat
Telp. (021) 3456838, 3811260
Fax. (021) 3848300

PALAGAN

ALAMAT EMAIL
palaganyudhagama@gmail.com

www.tniad.mil.id

SURAT PEMBACA

Perjuangan
TNI - Rakyat Menjaga Keutuhan
Republik Indonesia.
Sebagai sebuah bangsa yang berdaulat
jangan sampai kita memberi celah bagi
siapapun yang ingin merusak tatanan
berbangsa dan bernegara yang berlaku di
negeri kita. Sejarah telah mencatat betapa
perjuangan yang dilakukan TNI dan rakyat
dengan bersusah payah mengusir siapapun
yang mencoba mengganggu kedaulatan
kita. Semua itu kita lakukan demi menjaga
keutuhan dan kedaulatan Republik Indonesia
yang kita cintai bersama. Semangat
nasionalisme bangsa kita sanggup membuat
republik Indonesia tegar berdiri hingga saat
ini.
Kemerdekaan yang telah diraih dengan
mengorbankan harta dan bahkan nyawa
tersebut harus kita jaga dan kita isi dengan
hal-hal yang positif, yang dapat menjadikan
bangsa kita semakin maju, berdaulat dan
bermartabat.
Wujud dari mengisi kemerdekaan
diantaranya adalah dengan menggalakkan
pembangunan, khususnya di wilayah
perbatasan dengan negara lain. Namun
resiko yang dihadapi di wilayah dimaksud
tidaklah sederhana. Untuk itu pelibatan TNI
AD yang dikenal memiliki kemampuan mutlak
diperlukan demi keamanan dan kelancaran
proses pembangunan.
Sedapat mungkin pembangunan yang
kita lakukan melibatkan berbagai komponen
bangsa yang ahli di bidangnya. Jangan sampai
kita terlalu menggantungkan diri dengan
negara lain karena tidak ada makan siang
yang gratis. Maksudnya negara lain akan
mengambil manfaat dari kegiatan tersebut.
Konsekuensinya adalah kita bisa diperalat
dan diadu domba oleh mereka, yang pada

akhirnya membuat
negara kita
menjadi hancur.
Agar
terbebas dari
pengaruh negatif
tersebut, marilah
kita bersatu padu
bergandeng
tangan bersama
membangun
negeri tercinta
yang bernama
Republik
Indonesia, demi
satu tujuan
mencapai
masyarakat adil
dan makmur
berdasarkan
Pancasila dan
Undang-Undang Dasar 1945 yang kita idamidamkan.
Gilang Fadhilah.SE
Konsultan, Sukabumi Utara

Prajurit TNI AD Selalu Jadi


Andalan
Wajib kita syukuri bersama, karena
kita memiliki tentara yang menyatu dengan
rakyatnya dan tak pernah membiarkan
manakala rakyat harus berhadapan dengan
bencana. Memang sudah ditakdirkan
bahwa keberadaan kita di tanah air tercinta
harus berdampingan dengan isyarat alam
yang apabila tidak disikapi dengan arif dan
bijaksana akan sangat membahayakan kita
sendiri.
Musim akan segera berganti, kemarau
yang sekian lama mewarnai perjalanan
hidup di tanah air sepertinya akan segera
berakhir. Berikutnya kewaspadaan terhadap
kemungkinan datangnya musim hujan perlu
kita tingkatkan. Hal
itu perlu kita lakukan
mengingat sudah
menjadi tradisi
apabila hujan datang
secara berlebihan
akan menimbulkan
dampak yang tidak
diharapkan, yakni
banjir luapan sungai
maupun banjir
bandang.
Masih
sama situasinya
dengan yang lalu,
masyarakat masih
sangat berharap

banyak dari bapak-bapak TNI yang sangat


siap baik secara fisik, mental maupun fasilitas
pendukung untuk mengantisipasi ancaman
banjir yang mungkin datang.
Mengingat masyarakat kita banyak yang
bermukim di dataran rendah, bibir pantai
maupun bantaran sungai yang sangat riskan
menjadi korban, mungkin tidak salah bila
prajurit angkatan darat yang memiliki wilayah
tugas di darat untuk memberikan sosialisasi
dalam rangka memberi pemahaman kepada
masyarakat. Hal itu penting dilakukan demi
untuk meminimalisir jatuhnya korban.
Memang ada kecenderungan dengan
alasan harta benda, terkadang agak
sulit membujuk individu tertentu untuk
meninggalkan rumahnya demi sebuah harga
keselamatan. Namun hal itu pasti akan
berubah bila bapak-bapak Angkatan Darat
memberikan pemahaman tentang resiko
yang dapat ditimbulkan bila nekat menentang
ganasnya alam.
Sekedar pelajaran, tentunya kita tahu
bila musim penghujan tiba maka ibukota akan
tergenang dan menenggelamkan pemukiman
hingga ketinggian 8 meter. Lagi-lagi kita
menyaksikan upaya keras ribuan prajurit TNI
yang melakukan penyelamatan terhadap
warga, khususnya yang bermukim di bantaran
sungai. Penyelamatan tidak hanya melakukan
evakuasi saja, tapi juga menyiapkan dapur
lapangan dan tenda penampungan serta
pakaian bagi para korban. Kita harus
berpartisipasi meringankan beban rakyat yang
membutuhkan uluran tangan.
Tidak ada masalah yang tidak dapat
diselesaikan bila kita mau peduli satu sama
lain. Dengan mengandalkan prajurit TNI AD
sebagai ujung tombak, mari kita songsong
berbagai ujian dengan arif dan bijaksana,
dengan harapan kehidupan kita kedepan
akan semakin baik. Bravo TNI Angkatan Darat.
Rakyat akan selalu bersamamu.
Tien Giantini S.IP.
Wiraswasta, Indramayu.

Volume 15 No. IV Edisi Desember 2014

EDITORIAL

MEMAKNAI HARI JUANG KARTIKA


Setiap tanggal 15 Desember, Tentara Nasional Indonesia, khususnya Angkatan Darat
memperingati Hari Juang Kartika. Hari Juang Kartika yang telah dikukuhkan melalui Surat
Keputusan Kasad nomor Skep/662/XII/1999 tanggal 14 Desember 1999, merupakan hari
khusus yang diabadikan dari peristiwa heroik pertempuran Ambarawa yang dipimpin Panglima
Besar Jenderal Soedirman.
Pengukuhan hari juang kartika yang
mengabadikan peristiwa heroik Palagan
Ambarawa itu didasarkan atas pertimbangan
bahwa ditinjau dari segi sosial, budaya, politik
dan peringatan itu memiliki nilai strategis, yakni
wujud penanaman semangat kebangsaan.
Peristiwa Palagan Ambarawa yang
selanjutnya diperingati sebagai Hari Juang
Kartika ini, memiliki arti amat penting, bukan
saja bagi TNI Angkatan Darat, tetapi juga
bagi seluruh rakyat Indonesia. Karena pada
hari itu, Kolonel Soedirman yang kemudian
menjadi Panglima Besar beserta segenap
rakyat dan prajuritnya sebagai cikal bakal TNI,
menunjukkan pengabdian besarnya kepada
nusa dan bangsa dengan keberhasilannya
mengusir tentara sekutu dari bumi pertiwi ini.

PALAGAN

Tahun 1945, di bawah komando panglima Besar


Jenderal Soedirman, Tentara keamanan Rakyat
(TKR), melakukan serangan kepada tentara sekutu
untuk membebaskan Ambarawa. Pertempuran
Ambarawa ini menjadi salah satu kemenangan
gemilang perjuangan bangsa Indonesia dalam
melawan kolonialisasi (penjajah).
Strategi perang yang dterapkan Jenderal
Soedirman dan pasukannya bahkan diakui dunia
sebagai salah satu taktik terhebat dalam perang
terbuka. Dengan alat dan senjata seadanya, taktik
perang yang dilakukan TKR mampu melumpuhkan
tentara sekutu yang bersenjata lebih modern.
Namun, bukan hanya sekedar taktik saja yang
menentukan kemenangan TKR atas sekutu di
Ambarawa. Semangat pantang menyerah melalui
semboyan patah tumbuh hilang berganti, membuat

www.tniad.mil.id

pasukan sekutu kehabisan akal untuk


memukul mundur TKR dan rakyat Indonesia
yang pada saat itu bersatu padu dalam
melakukan perlawanan.
Hal tersebut tentunya menjadi sebuah
refleksi yang bisa dimaknai bahwa untuk
mencapai sesuatu, diperlukan semangat
juang yang tinggi dan sikap pantang
menyerah. Ada tujuan yang ingin dicapai
dibalik semangat tinggi para tentara dan
rakyat yang bersatu, yaitu mempertahankan
kemerdekaan bangsa Indonesia.
Semangat yang tinggi dan rasa
persatuan serta strategi yang jitu menjadi
kunci utama kemenagan TKR dan rakyat
Indonesia merebut benteng sekutu. Padahal
salah satu benteng terkuat sekutu, ada
di Ambarawa, karena dipersiapkan untuk
menguasai Jawa Tengah dan sekitarnya.
Pertempuran Ambarawa yang kemudian juga
diabadikan dalam bentuk monumen Palagan

Ambarawa menjadi salah satu simbol dari


sekian banyak simbol yang mencerminkan
persatuan antara tentara dan rakyat pada
masa perjuangan dan awal kemerdekaan
Republik Indonesia.
Dalam konteks kekinian, semangat
Hari Juang Kartika sebenarnya bisa
direpresentasikan dalam kehidupan
berbangsa dan bernegara. Pada masa
perjuangan dan mempertahankan
kemerdekaan, semangat persatuan ditujukan
kepada aksi kolonialisme yang dilakukan
negara luar yang ingin menguasai Indonesia.
Untuk masa kini, semangat persatuan
dibutuhkan untuk mempertahankan
kedaulatan NKRI dari ancaman disintegrasi,
separatisme, terorisme dan potensi
gangguan dari negara tetangga.
Dengan demikian, meski peristiwa yang
dikenal dengan Palagan Ambarawa terjadi
beberapa puluh tahun lalu, tapi nilai-nilai dan
semangatnya masih sangat relevan untuk
direfleksikan dalam penugasan sehari-hari.
Nilai-nilai dan semangat Palagan Ambarawa
yang menjadi tonggak perjuangan TNI
Angkatan Darat dalam mempertahankan
kedaulatan negara, menjaga keutuhan
wilayah negara, dan menjaga keselamatan
bangsa, harus senantiasa tumbuh
menggelora dihati dan jiwa setiap
prajurit TNI Angkatan Darat, sehingga
dalam setiap kehadirannya, senantiasa

Foto-foto Tentara Keamanan Rakyat yang


merupakan cikal bakal TNI saat ini

mempersembahkan yang terbaik kepada


bangsa dan Negara. Agar senantiasa diingat
dan dihayati satu pesan Panglima Besar
Jenderal Soedirman yaitu Robek-robeklah
badanku, potong-potonglah jasad ini, tetapi
jiwaku dilindungi benteng merah putih, akan
tetap hidup, tetap menuntut bela, siapapun
lawan yang aku hadapi.
Oleh karena itu, setiap prajurit
TNI Angkatan Darat hendaknya mampu
meneladani semangat juang, keuletan dan
keberanian serta semangat tidak mengenal
menyerah yang telah ditunjukkan Panglima
Besar Jenderal Soedirman, sehingga hikmah
dan peristiwa Palagan Ambarwa yang
diperingati sebagai Hari Juang Kartika,
tetap membahana dan senantiasa menjiwai
seluruh langkah dan pengabdian prajurit
TNI Angkatan Darat dimasa kini dan masa
yang akan datang. Nilai-nilai kebersamaan
dan kemanunggalan TNI Rakyat yang lahir
dari peristiwa Palagan Ambarawa itu harus
senantiasa dijaga dan dipelihara, sehingga
kemanunggalan TNI Rakyat akan terwujud
sepanjang masa. Sejarah menunjukkan,
bahwa berbagai masalah kebangsaan selalu
dapat diselesaikan melalui sinergi kekuatan
TNI dengan rakyat.

Volume 15 No. IV Edisi Desember 2014

FOKUS

Presiden RI ke 6 Dr. H. Susilo Bambang


Yudhoyono didamping Palingma TNI, Kasad,
Kasal & Kasau memberikan penghormatan saat
pelaksanaan defile

Patriot Sejati Profesional Dicintai Rakyat adalah


tema yang diangkat dalam HUT TNI , diharapkan
dapat menjadi momentum dalam meningkatkan
profesionalisme dan disiplin serta semangat
juang Prajurit TNI dalam mengamankan dan
mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan
Republik Indonesia.
10

PALAGAN

Jenderal TNI (Pur) Prof. Dr. H. Susilo


Bambang Yudhoyono (SBY) jelang akhir
jabatannya sebagai Presiden RI, menjadi
Inspektur Upacara (Irup) pada Upacara Parade
dan Defile Peringatan HUT ke-69 Tentara
Nasional Indonesia (TNI) Tahun 2014, yang
dilaksanakan pada hari Selasa 7 Oktober 2014
di Dermaga Ujung Armatim, Surabaya, Jawa
Timur. Presiden SBY didampingi Panglima
TNI Jenderal TNI Moeldoko, Kepala Staf TNI
Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Gatot
Nurmantyo, Kepala Staf TNI Angkatan Laut

www.tniad.mil.id

(Kasal) Laksamana TNI DR. Marsetio dan


Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Kasau)
Masekal TNI IB Putu Dunia.
Dalam pidatonya Presiden SBY
mengungkapkan, pemerintah bangga dengan
TNI yang sukses menuntaskan reformasi
setelah 16 tahun sejak awal masa reformasi
di Indonesia. Reformasi TNI dapat kita
tuntaskan, kata Presiden SBY. Presiden SBY
juga bangga atas progres TNI yang dicapai
seperti postur pertahanan yang semakin
kukuh, jumlah alutsista yang semakin
bertambah dan modern, serta kinerja TNI
yang semakin profesional. Presiden SBY
juga mengucapkan terima kasih kepada
keluarga besar TNI yang telah ikut aktif dalam
menuntaskan proses panjang reformasi TNI.
Dalam Upacara HUT TNI di tahun 2014
ini, Kolonel Laut (P) Deni Septian yang seharihari menjabat sebagai Dansatkat Koarmabar
menjadi Komandan Upacara (Danup).
Pengucap Sapta Marga adalah Letda Inf Egi
Satria (TNI AD), Letda Laut (P) Dwi Prasetyo

(TNI AL) dan Letda Pnb Antariksa Bay (TNI


AU). Adapun perwakilan penerima tanda
kehormatan adalah Kolonel Cpm Wahyu Sapto
Nugroho, S.H. (TNI AD), Serma Kom Bandung
Sukarno (TNI AL), Kapten Kal Rofiq, S. Sos (TNI
AU).
Pasukan yang terlibat defile adalah
Drum Band Taruna Akademi TNI, Satu
Kompi Perwira Menengah dan Dua Kompi
Perwira Pertama. Brigade I Upacara terdiri
dari Batalyon POM TNI, Gabungan Komando
Wanita TNI dan Taruna Akademi TNI. Brigade
II Upacara TNI AD terdiri dari satu Batalyon
Kopassus, Batalyon Infanteri Lintas Udara
503/Kostrad serta Batalyon Infanteri 500/
Raider. Kemudian Brigade III Upacara TNI
AD terdiri dari satu Batalyon Infanteri 512/
QY, Batalyon Kavaleri-3/Tank/Andhaka Cakti,
Batalyon Arhanudse-08/ Marawaa Bhuana
akti. Sedangkan Brigade IV Upacara adalah
TNIAL, yang terdiri dari satu Batalyon Bintara
dan satu Batalyon Tamtama Pelaut serta
satu batalyon Marinir. Selanjutnya Brigade

(kiri - kanan) Kasad Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko, Presiden
RI ke 6 Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono, Kasal Laksamana TNI Dr Marsetio, dan Kasau Marsekal
TNI Ida Bagus Putu Dunia. Rangkaian Kegiatan HUT ke 69 TNI tahun 2014 di Dermaga Ujung,
Armatim, Surabaya (bawah)

Volume 15 No. IV Edisi Desember 2014

11

FOKUS

V Upacara adalah TNI AU, yang terdiri dari


satu Batalyon Air Crew, Batalyon Bintara dan
Batalyon Tamtama AU, Batalyon Paskhas serta
satu Batalyon Pegawai Negeri Sipil.
Megah dan Meriah
Upacara puncak peringatan Hari jadi TNI
yang ke 69 tahunnya kali ini, dilaksanakan
secara megah dan meriah. Dihadiri ribuan
undangan yang memenuhi panggung di
Dermaga Ujung Markas Komando Armada
RI Kawasan Timur (Armatim), Presiden
terpilih Jokowi, para tokoh dalam negeri,
tamu undangan dari negara tetangga, hingga
ratusan warga yang menonton langsung.
Mereka mengaku kagum dengan penampilan
sekitar 18.850 prajurit TNI, baik yang ikuti
upacara maupun yang melaksanakan
demonstrasi kekuatan secara langsung.
Dalam upacara tersebut ditampilkan
semua alat utama sistem persenjataan
(alutsista) ketiga matra hasil pembangunan
kekuatan TNI selama dua periode masa
jabatan Presiden SBY dari tahun 2004 sampai

12

PALAGAN

dengan 2014.
TNI AD mengerahkan 192 alutsista antara
lain: 22 Tank Leopard, 22 Tank Marder, 13
Panser Tarantula, 13 Tank Scorpio, 6 Meriam
155Mm Caesar dan 43 Pesawat. TNI AL
mengerahkan 195 alutsista antara lain 35
KRI, 10 LVT-7, 6 BVP-2, 26 BMP 3 F1, 4 RM70
Grand dan 23 Pesawat. TNI AU mengerahkan
139 pesawat antara lain 12 Sukhoi Su27/30
Flanker, 3 F5 Tiger, 10 F-16 Fighting Falcon,
12 Hawk 109/209, 3 Emb 314 Super Tucano 1
C130 Tanker dan 3 Boing 737.
TNI berharap, tema peringatan Patriot
Sejati Profesional Dicintai Rakyat dapat
menjadi momentum dalam meningkatkan
profesionalisme dan disiplin serta semangat
juang Prajurit TNI, dalam mengamankan
dan mempertahankan kedaulatan Negara
Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Bagi TNI,
tema tersebut merefleksikan niat, tekad dan
semangat patriotik dan profesional prajurit
TNI untuk berbuat dan berkarya yang lebih
baik, lebih berkualitas dan lebih berkapasitas
dalam bingkai NKRI.

Terbesar Sepanjang Sejarah


Puncak perayaan HUT ke-69 TNI menjadi
ajang unjuk kebolehan alutsista yang dimiliki
Indonesia, termasuk yang terbaru seperti
tank, pesawat, maupun kapal. Tak ayal, pada
hari jadi TNI di 2014 ini, merupakan yang
terbesar sepanjang sejarah.
Aksi alutsista terbaru muncul dari langit
Dermaga Ujung, Pangkalan Komando Armada
Timur, Surabaya. Meluncur 9 F16 Fighting
Falcon, 9 Sukhoi, 12 Helikopter Black Hawk
dan 10 Pesawat T50i Golden Eagle meluncur
bergantian dengan formasi masing-masing.
Bahkan, 2 Sukhoi dan 4 F16 Fighting
Falcon menutup atraksi dengan terbang
rendah di depan podium kehormatan.
Pesawat itu lalu berputar balik dan kembali
terbang rendah ke arah podium kehormatan.
Setelah mendekat, pesawat melakukan
manuver berbelok menukik ke kanan sambil
melepaskan peluru pengecoh lawan.
Perairan Selat Madura juga dihiasi
dengan atraksi menarik dari 3 Kapal Republik
Indonesia (KRI) pendatang baru. Yakni KRI

www.tniad.mil.id

Defile alutsista dan pasukan dari TNI AD,


TNI AL dan TNI AU pada HUT ke 69 TNI di
Dermaga Ujung, Armatim, Surabaya

Tak lama, tank amfibi marinir melaju dengan


kecepatan tinggi dan menceburkan diri ke
perairan Selat Madura.
Janji Jokowi untuk Prajurit pada HUT ke-69
TNI
Presiden terpilih Joko Widodo yang
hadir pada upacara HUT ke-69 TNI ini duduk
di belakang SBY yang bertindak sebagai
Inspektur Upacara. Tepat di sebelah Jokowi
ada Jusuf Kalla dan Ketua Mahkamah
Konstitusi (MK) Hamdan Zoelva. Mereka
dengan serius memperhatikan aksi dari
seluruh prajurit dengan alutsista yang dimiliki
Indonesia, termasuk barisan alutsista terbaru
yang melintas saat defile.
Jokowi berjanji akan melanjutkan dan
meningkatkan apa yang sudah dibuat oleh
pemerintahan SBY dalam 10 tahun terakhir.
Presiden RI ketujuh ini juga bertekad akan
meningkatkan pencapaian yang sudah diraih
TNI saat ini. Terlebih, kalau pertumbuhan
ekonomi Indonesia semakin membaik.
Sudah saya sampaikan berkali-kali kalau
ekonomi baik, di atas 7%, itu anggaran TNI
bisa diperjuangkan 2 sampai 3 kali lipat. Itu
juga kesejahteraan prajurit jangan dilupakan,
ditingkatkan, kata Jokowi.
Jokowi menilai, TNI merupakan bagian
yang tidak terpisahkan dari Indonesia. Tak
hanya untuk pertahanan negara, TNI juga

merupakan pilar pemersatu bangsa.


Ingin kami sampaikan bahwa TNI itu
pilar pemersatu bangsa kalau kita lihat tadi
defile, semua alutsista dikeluarkan itu menjadi
kebanggaan kita semua sebagai bangsa juga
rakyat pasti bangga, imbuh Jokowi.
Karena itu, profesionalisme TNI
harus juga ditingkatkan. Belum lagi, soal
peningkatan dan modernisasi alutsista yang
harus juga dilanjutkan.
Profesionalisme TNI terus kita
tingkatkan dengan juga modernisasi
peralatan-peralatan saya kira kita harus
konsisten terus, ujarnya.
Kini Joko Widodo (Jokowi) telah resmi
menjabat sebagai Presiden RI ketujuh
menggantikan Susilo Bambang Yudhoyono,
setelah mengucapkan sumpah jabatan di
hadapan anggota MPR dan disaksikan para
mantan presiden, ketua umum partai politik,
dan pemimpin serta utusan negara sahabat.

Mari sama-sama kita tunggu
realisasi dari janji Presiden Jokowi yang akan
memimpin bangsa Indonesia selama periode 5
tahun kedepan (2014-2015), semoga

Para tamu undangan pada HUT ke 69 TNI


di Dermaga Ujung, Armatim, Surabaya.

Bung Tomo-357, KRI John Lie-358, dan KRI


Usman-Harun. KRI yang sempat menuai
polemik karena penamaan ini juga tak
mau ketinggalan unjuk kebolehan. Kapal
laut berjenis multi-role light frigate ini
melakukan manuver dengan pendaratan
helikopter sambil melepaskan tembakan
ke arah musuh.
Alutsista baru dijajaran TNI AD
pun dihadirkan. Satu di antaranya, tank
Leopard buatan Jerman. Tank seberat 62
ton yang sempat menuai penolakan karena
dianggap terlalu berat untuk kontur jalan
di Indonesia. Tapi, hal itu tidak terlihat
dalam atraksi ini. Beberapa tank Leopard
yang baru saja didatangkan dengan lincah
melakukan berbagai manuver.
Selain itu, TNI AD juga mendatangkan
helikopter serang berjenis Apache.
Helikopter dengan kemampuan serbu
tingkat tinggi itu beberapa kali melakukan
manuver. Apache ini menjadi bagian dari
penutup dengan terbang rendah dan
statis tepat di depan podium kehormatan.

Volume 15 No. IV Edisi Desember 2014

13

INFO KOMANDO

PRESIDEN TINJAU PAMERAN ALUTSISTA DI MONAS,


DIDAMPINGI KASAD

Kasad Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mendampingi Presiden Jokowi meninjau pameran
alat utama sistem pertahanan (alutsista) TNI AD dalam rangka Hari Juang Kartika di Monas,
Jakarta, Rabu (17/12/2014).

Presiden Joko Widodo saat berkunjung ke


pameran alutsista TNI AD di Monas, Jakarta
(atas).
Antusias masyarakat pada pameran alutsista
TNI AD di Monas (bawah)

Kasad memberikan keterangan


kepada Presiden Jokowi tentang berbagai
persenjataan dan kendaraan tempur yang
digelar. Kemudian Presiden Jokowi tampak
naik ke kendaraan tempur Komodo buatan
PT Pindad dan duduk di atasnya. Komodo
yang dinaiki Kasad dan Presiden Jokowi
kemudian berjalan sepanjang 50 meter diiikuti
3 kendaraan tempur serupa di belakangnya.
Selama di atas Komodo, Kasad dan Presiden
Jokowi banyak disapa oleh ribuan warga,
pengunjung pameran yang berkerumun.
Setelah Komodo berjalan 50 meter, keduanya
lantas turun dan berjalan berkeliling,

14

PALAGAN

termasuk meninjau berbagai jenis helikopter.


Namun di tengah perjalanan dikagetkan
dengan moncong meriam kaliber 120 mm
yang berhasil menarik perhatian Presiden
Jokowi. Kemudian ia mendekati kendaraan
yang memiliki kanon besar itu. Ternyata
kanon itu adalah milik Tank Leopard II, tank
kelas berat milik TNI AD. Tanpa basa-basi
presiden Jokowi langsung naik ke atas tank
Leopard yang berbobot 62 ton itu. Ia melihat
ke dalam palka yang terbuka, dan mengintip
jeroan tank tersebut. Kemudian KSAD Jenderal
Gatot yang selalu mendampingi memberikan
penjelasan tentang berbagai hal terkait tank

tersebut. Setelah selama 10 menit berada


di atas Leopard, presiden Jokowi turun
dan melanjutkan perjalanan menuju stand
peralatan lainnya. Pengadaan tank Leopard
yang memiliki bobot luar biasa sempat
dikhawatirkan akan berpengaruh terhadap
jalan yang dilalui ternyata sanggup dengan
ramah melintasi Monas, bahkan beberapa
kota menghadirkan kemeriahan karena telah
disinggahi oleh tank tersebut.
Komitmen pemerintah dan negara
akan memperbaiki semuanya. Indonesia
adalah negara besar dan kita harus punya
wibawa, ucap Presiden Jokowi. Pameran
yang bisa disaksikan oleh masyarakat
umum menumbuhkan rasa kebanggaan
terhadap masyarakat karena TNI AD telah
memperlihatkan modernisasi tank, helikopter
serbu, helikopter angkut hingga meriamnya,
hampir semuanya, tambah Jokowi. Presiden
Jokowi melihat dengan diselenggarakannya
pameran tersebut, semangat bela negara
tumbuh dari masyarakat yang hadir di acara
itu. (Redaksi)

www.tniad.mil.id

KASAD KUKUHKAN PENGURUS DAERAH FORKI PROPINSI


MALUKU
FORKI berdiri tidak terlepas dari sejarah Karate di Indonesia, organisasi ini berdiri resmi pada
tanggal 10 Maret 1964 di Jakarta, dengan nama Persatuan Olahraga Karate Indonesia (PORKI).

Kasad Jenderal TNI Gatot Nurmantyo


mengukuhkan Pengurus Daerah Forki
Provinsi Maluku (atas). Atraksi beladiri oleh
para anggota Forki Maluku (bawah)

Pada tahun 1972, Kongres ke V PORKI


menghasilkan suatu kesepakatan dengan
membentuk wadah nama Federasi Olahraga
Karate-Do Indonesia (FORKI). Demikian
Sambutan Kasad Jenderal TNI Gatot
Nurmantyo selaku Ketua Umum FORKI
disela-sela waktu kunjungan di Kodam XVI/
Pattimura saat mengukuhkan pengurus
daerah FORKI Provinsi Maluku. Bertempat
di Bandara VVIP Room Pattimura, Jumat
(10/10).
Dalam sambutannya Kasad mengatakan
bahwa perkembangan, Karate telah
menarik banyak minat dari berbagai
kalangan serta menghasilkan berbagai
prestasi yang mengharumkan nama bangsa,
antara lain pada ajang Asian Game tahun
2014 ini di Incheon Korea Selatan, karate
bisa menyumbangkan 1 Medali Perak
melalui nomor kata perorangan putra atas
nama Fiedelis Loloubua yang kebetulan
merupakan putra bangsa kelahiran Maluku.

Melalui prestasi tersebut semoga menjadi


pendorong lahirnya atlet-atlet Karate
berprestasi dari wilayah Maluku, baik
dalam ajang kejuaraan nasional maupun
internasional.
Lebih lanjut Kasad mengatakan
bahwa prestasi yang membanggakan yang
diharapkan tersebut perlu ditingkatkan
pengembangannya, antara lain dengan
pengukuhan pengurus provinsi di wilayah
Indonesia, termasuk Provinsi Maluku
dimana Pelantikan Pengurus FORKI Maluku
dengan total 33 Pengda dan 25 perguruan
karate anggota Forki. Perlu kita ketahui
bersama bahwa pengurus Provinsi Maluku
yang dikukuhkan hari ini berasal dari

unsur TNI, Polri serta masyarakat sipil dan


bertujuan mengembangkan Bela diri Karate
di seluruh Indonesia. Saya berharap agar
segenap pengurus Daerah Forki Provinsi
Maluku berusaha berbuat yang terbaik
guna memajukan organisasi agar dapat
mewujudkan Bela diri yang bertujuan untuk
Bela Bangsa. Acara pengukuhan tersebut
dihadiri Gubernur Maluku Bpk. Drs Said
Assegaff, Pangdam XVI/Pattimura Mayjen
TNI Meris Wiryadi, Kapolda Maluku Brigjen
Pol Murad Ismail, Kasdam XVI/Pattimura
Brigjen TNI Juwondo, para pejabat forum
komunikasi pimpinan daerah Maluku, Tokoh
masyarakat, Agama dan Pemuda Maluku
serta Pengurus besar Forki. (Redaksi)

Volume 15 No. IV Edisi Desember 2014

15

INFO KOMANDO

KASAD MINTA BATALYON 731/KABARESI TINGKATKAN


SINERGITAS DENGAN POLISI
Kasad Jenderal TNI Gatot Nurmantyo
mendapatkan sambutan dari warga
Batalyon 731/Kabaresi

Guna menjamin keamanan di Maluku Tengah (Malteng),


Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Gatot
Nurmantyo berharap, Batalyon 731/Kabaresi dapat meningkatkan
sinergitasnya dengan polisi. Hal ini diungkapkan KASAD saat
memberikan pengarahan bagi prajurit batalyon 731/Kabaresi,
Masohi Kabupaten Malteng, Jumat (10/10).
Ia berharap, batalyon yang pernah
dipimpinnya itu untuk tetap setia menjaga
kondisi keamanan dan ketertiban di Maluku
dan Maluku Tengah khususnya. Saya
berharap, seluruh prajurit TNI di Batalyon
kebangaan masyarakat Maluku ini dapat
terus melaksanakan tugasnya dengan
baik, terutama dalam menjamin tertib dan
amannya wilayah Maluku dari segala bentuk
gangguan keamanan,harap KASAD. KASAD
menjelaskan, Batalyon 731/Kabaresi adalah
batalyon infanteri yang memiliki nama baik
ditengah masyarakat Maluku, sehingga
seluruh prajuritnya diharapkan dapat terus
menjaga nama baik batalyon tersebut.
Kasad Jenderal TNI Gatot Nurmantyo
disambut secara adat oleh
Ketua Adat Masohi

16

PALAGAN

Selain itu, KASAD juga meminta agar,


kerja sama dan sinergitas dengan instansi
samping dalam hal ini Polres Malteng dapat
terus ditingkatkan, sehingga upaya menjaga
keamanan sebagai bagian dari tugas prajurit
untuk dapat dilaksanakan dengan baik. Polisi
adalah teman dan saudaramu, sinergitas
dan kerja sama harus dijaga sehingga upaya
menjamin keamanan di Maluku dan Malteng
dapat dijamin, ungkapnya.
Sebagai mantan komandan di batalyon
yang dikenal dengan slogan Hantu Seram, Pele
Putus Malintang Patah, KASAD menyebutkan,
ada kebanggaan tersendiri dalam momentum
tersebut. Saat berkunjung di Batalyon 731/
Kabaresi Kabupaten Malteng, Kasad Jenderal
TNI Gatot Nurmantyo didampingi Ny
Nurmantyo, Gubernur Maluku Said Assagaff,
Bupati Malteng Abua Tuasikal, Panglima

Kodam XVI/Pattimura Mayjen TNI Meris,


Kasdam, Irdam Asintel dan Aster Kodam,
Kapolda Maluku serta pejabat tinggi lainnya di
Mabes TNI Angkatan Darat.
Dalam kesempatan itu, Kasad Jenderal
TNI Gatot Nurmantyo menyerahkan bantuan
dana kepada Koperasi Batalyon 731/Kabaresi
sebesar Rp 250 juta. Bantuan dana bagi
Koperasi Kodim 1502 Masohi 100 juta rupiah.
Selain dana tersebut, Kasad juga berjanji
akan melakukan renovasi barak prajurit
Kabaresi serta bantuan bantuan lainnya.
Selain penyerahan bantuan dana dan bantuan
renovasi rumah prajurit, Kasad bersama
Gubernur Maluku dan Kapolda Maluku
berkesempatan melakukan penanaman pohon
dilingkungan Mako Yonif 731/kabaresi, serta
meninjau dari dekat kondisi markas batalyon
yang pernah dipimpinnya itu.
Peninjauan Markas batalion Infanteri
731/Kabaresi adalah aktifitas terakhir Kasad
Jenderal TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di
Malteng, sebelum meninggalkan Batalyon
731/ Kabaresi dan bertolak menuju ambon.
Untuk diketahui, penjemputan mantan
Danyon 731/Kabaresi yang bertugas di
Masohi pada tahun 1995 itu sangat meriah.
Kedatangan KASAD TNI AD tersebut dijemput
dengan pagar betis para siswa SD hingga
SMA di Masohi. Pagar betis para murid
sekolah seluruh tingkatan itu berbaris mulai
dari batas Kota Masohi di jalan Trans Seram
Amahai-Masohi, hingga Markas Batalyon 731/
Kabaresi,
Suasana Kota Masohi pada Jumat pagi
itu, ramai dengan pagar betis siswa- siswi yang
ada di Kota Masohi. Ketika tiba di markas
Batalion 731/Kabaresi, KASAD disuguhi
beberapa atraksi andalan Batalyon 731/
Kabaresi, mulai dari parade drumban, atraksi
bela diri Yong Moo Do, serta operasi tempur.
Suasana markas Batalyon 731/Kabaresi saat
itu tampak sangatlah meriah.(Redaksi)

www.tniad.mil.id

KASAD BUKA KARYA BHAKTI SKALA BESAR DI SINABUNG


KODAM I/BB
Kepala Staf TNI Angkatan
Darat Jenderal TNI Gatot
Nurmantyo membuka
pelaksanaan Karya Bhakti
Skala Besar Relokasi
masyarakat pengungsi
korban erupsi Gunung
Sinabung, melalui upacara
yang dilaksanakan di
Lapangan Universitas Karo
(UKA) Desa Ketaren Kec.
Kabanjahe. Kabupaten Karo,
Karya Bhakti yang dilaksanakan TNI
Angkatan Darat ini merupakan tindak lanjut
dari Kunjungan Presiden Ir. Joko Widodo ke
wilayah Sinabung pada tanggal 29 Oktober
2014, setelah Presiden RI melihat secara
langsung kondisi para korban dan skala
prioritas yang dibutuhkan oleh para korban.
Selanjutnya Presiden RI menginstruksikan
agar TNI Angkatan Darat melaksanakan Karya
Bhakti skala besar dalam rangka merealisasi
harapan masyarakat tersebut.
Adapun sasasaran utama Karya Bhakti
adalah merelokasi masyarakat korban bencana
erupsi gunung Sinabung ketempat tinggal
baru yang lebih aman, kegiatannya meliputi
penataan tempat tinggal, tempat ibadah,
sekolah dan lahan pertanian. Dengan tempat
Kasad melakukan pemeriksaan pasukan
yang terlibat karya bhakti (kiri). Kasad
membaur dengan para siswa/i usai upacara
pembukaan (kanan)

tinggal yang baru dan lebih aman diharapkan


masyarakat dapat menata kehidupan baru
dengan harapan baru yang lebih baik.
Pelaksanaan karya bhakti melibatkan
peranserta masyarakat yang terkena dampak
erupsi untuk turut serta bekerja bersama
dengan para prajurit dalam semangat
kemanunggalan, sehingga diharapkan proses
pembangunan akan dapat diselesaikan
lebih cepat dari waktu yang ditargetkan,
sekaligus mengembalikan moril dan semangat
masyarakat dalam menghadapi musibah
tersebut
Dalam amanatnya Kasad mengucapkan
terima kasih yang tulus dan penghargaan
kepada pemerintah yang telah memberikan
kepercayaan kepada TNI AD untuk
menyelenggarakan karya bhakti skala besar
untuk merelokasi pengungsi korban erupsi
gunung Sinabung di daerah Kabupaten Karo
Sumut, Ini merupakan kebanggaan dan
kehormatan bagi TNI Angkatan Darat dapat

Kasad Jenderal TNI Gatot Nurmantyo


menyerahkan alat-alat kerja secara simbolis
kepada perwakilan karya bhakti di Desa
Ketaren, Kabanjahe Sumatera Utara.

membantu kesulitan masyarakat, Angkatan


Darat akan tetap dan terus berkomitmen
untuk membantu Pemerintah Daerah dalam
mengatasi kesulitan masyarakat, jelas Kasad.
Karya bhakti skala besar ini merupakan
bentuk sinergitas dan kerjasama antara TNI
Angkatan Darat, Kementerian Lingkungan
Hidup dan Kehutanan, Kementerian Sosial,
Kementrian PU dan Perumahan rakyat, BNPB
dan Pemda, dengan melibatkan peranserta
masyarakat.
Turut hadir dalam upacara tersebut,
Asops Kasad, Aslog Kasad, Aster Kasad,
Pangdam I/BB beserta staf, pejabat teras
pemerintah daerah Sumut, tokoh masyarakat
dan agama serta pelajar sekabupaten Karo.
(Redaksi)

Volume 15 No. IV Edisi Desember 2014

17

INFO KOMANDO

KASAD: PENYALAHGUNAAN NARKOBA BAGIAN DARI STRATEGI


PROXY WAR

Masasiswa/i Unpatti Ambon


menyambut kedatangan Kasad

Penyalahgunaan narkoba saat ini telah


menjadi salah satu masalah serius yang
dihadapi generasi muda Indonesia. Hal
itu membuat Kepala Staf Angkatan Darat
(Kasad) Jenderal TNI Gatot Nurmantyo turut
memberikan peringatan kepada generasi
muda akan bahaya narkoba.
Dalam kuliah umum di depan mahasiswa
Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon,
Jumat (10/10/2014) dirinya menyatakan
bahwa penyalahgunaan narkoba di Indonesia
merupakan bagian proxy war (perang
proxy). Hal ini bertujuan untuk merusak
generasi bangsa Indonesia agar di masa
mendatang mereka tidak memiliki generasi
berkualitas tinggi.
Menurut Jenderal Gatot, peredaran
narkoba di Indonesia sudah merajalela
dengan berbagai bentuk dan sampai ke
daerah perbatasan serta pelosok pedalaman.
Bahkan pada bulan November 2013 pabrik
Red Ice yang membungkus narkoba dalam
bentuk permen karet berhasil dibongkar
aparat berwajib di apartemen kawasan Sunter
dan Tamansari, Jakarta. Penangkapan 16
tersangka yang melakukan kejahatan tersebut
menunjukkan ada 4 warga asing yang turut
terlibat di sana.
Dengan jumlah penduduk yang

18

PALAGAN

sangat besar, Indonesia adalah pasar


yang baik jika dapat dikelola untuk bisnis
narkoba internasional. Hal itu tentu sudah
dipersiapkan oleh pada bandar narkoba yang
umumnya merupakan sindikat internasional
untuk mencari untung yang sebesar-besarnya
dengan merusak generasi muda Indonesia.
Menurutnya, sesuai data Badan Narkotik
Nasional (BNN) pemakai narkoba mengalami
kenaikan dari 1,5 persen penduduk pada
2005 menjadi 2,6 persen di tahun 2013
dan diperkirakan akan mencapai 2,8 persen

di tahun 2015, artinya lebih dari 5,1 juta


penduduk Indonesia menyalahgunakan
narkoba yang memiliki angka kematian tiap
tahun hingga 15.000 jiwa.
Kasad berpesan agar para generasi muda
fokus untuk membangun dirinya menghadapi
konspirasi internasional yang hendak
menghancurkan Indonesia. (Redaksi)
Kasad menyerahkan Plakat
kepada Rektor Unpatti

www.tniad.mil.id

KASAD KUNJUNGI UNIVERSITAS UDAYANA


Suasana Auditorium Universitas
Udayana pada Jumat (31/10)
sedikit berbeda dari biasanya,
lingkungan kampus yang biasa
penuh dengan hiruk pikuk
dengan kegiatan mahasiswa
kini sedikit berbeda, kampus
dipenuhi oleh tentara. Hal
ini disebabkan oleh karena
pimpinan tertinggi Angkatan
Darat , Kepala Staf TNI
Angkatan Darat (KASAD)
Jenderal TNI Gatot Nurmantyo,
mengadakan kunjungan ke
Universitas Udayana dalam
rangka mengadakan bincangbincang dengan Civitas
Akademika Unud dan segenap
komponen bangsa se Provinsi
Bali.
Pada kesempatan tersebut Kasad
menyampaikan materi dengan topik PERAN
PEMUDA DALAM MENGHADAPI PROXY WAR.
Secara gamlangnya Proxy war ini merupakan
kepanjangan tangan dari suatu negara
yang berupaya mendapatkan kepentingan
strategisnya namun menghindari keterlibatan
langsung suatu perang yang mahal dan
berdarah. Proxy war tidak dapat dikenali
dengan jelas siapa kawan dan siapa lawan
kerena musuh mengendalikan non state
actors dari jauh.
Proxy war dapat dilakukan oleh
Kasad saat memberikan materi kepada para
mahasiswa Unud (kiri). Kasad menerima
cinderamata dari Civitas Akademika Unud
(kanan)

pihak asing terhadap Indonesia dan


menjadikan Indonesia yang memiliki jumlah
penduduk lebih dari 200 juta sebagai pasar
untuk menjual hasil komoditas negara
musuh, menghambat pembangunan
dan pengembangan SDM Indonesia agar
kualitasnya tetap rendah, Pelajar Indonesia
diberikan beasiswa yang tinggi, dimanjakan
dan diindoktrinasi dan selanjutnya tanpa
disadari dijadikan agen demi kepentingan
negara musuh untuk kepentingan strategisnya,
melakukan investasi besar-besaran ke
Indonesia, melakukan suap, menciptakan
kelompok-kelompok teroris Indonesia,
membeli dan menguasai media massa,
memecah belah dan menghancurkan generasi
muda Indonesia dan lain sebagainya.
Proxsy war telah berlangsung di Indonesia
dalam bermacam bentuk seperti gerakan
sparatis, demontrasi massa, system regulasi
yang merugikan, peredaran narkoba, bentrok
antar kelompok dan lain sebagainya.
Gerakan yang harus dilakukan oleh
generasi muda untuk menangkal proxy war
antara lain mengidentifikasi dan mengenali

Kasad saat memasuki


auditorium Universitas Udayana

masalah, pemuda harus memiliki ketajaman


untuk dapat mengidentifikasi musuh dan
kepentingannya. Pemuda harus ahli sesuai
bidangnya masing-masing, gerakan pemuda
berbasis wirausaha, suburkan tradisi
wirausaha, mengadakan komunitas belajar,
program pembangunan karakter, pemuda
adalah kelompok usia yang sangat dinamis
dan labil dalam pencarian jati diri, untuk itu
perlu dirintis pembentukan sebuah program
keterampilan madani.
Sebagai penutup KASAD menyampaikan
bahwa yang terbaik adalah yang paling
sederhana yaitu Back to the basic mengerti
bahwa cinta dan peduli kepentingan negara
harus menjadi kepentingan tertinggi diatas
segala-galanya demikian tegas Kasad.
Sebelum Kasad meningggalkan
Kampus Universitas Udayana beliau juga
menyempatkan untuk menanam pohon
kenangan di lingkungan Kantor Rektorat Unud.
(Redaksi).

Volume 15 No. IV Edisi Desember 2014

19

INFO KOMANDO

KEPALA STAF ANGKATAN DARAT KUNJUNGAN KERJA KE MERAUKE


Kepala Staf Angkatan Darat
(Kasad) Jenderal TNI Gatot
Nurmantyo beserta Direktur
Pertamina yang diwakili oleh
Direktrur Pemasaran dan Niaga
melaksanakan kunjungan kerja
ke Merauke pada 10 Oktober
2014. Kasad beserta rombongan
tiba di Bandara Mopah
disambut dengan tarian adat
dan oleh pejabat di lingkungan
Kodam XVII/Cederawasih
dan Muspida Kabupaten
Merauke antara lain Pangdam
XVII/Cenderawasih Mayjen
TNI Fransen G. Siahaan, SE,
Danrem 174/ATW, Para Dansat
TNI di Merauke, para Rektor
Perguruan Tinggi se Merauke
serta para Tokoh Adat.
Dalam kunjungan kerja tersebut Kasad
melaksanakan beberapa kegiatan serta
meninjau Pos-pos yang ada di Perbatasan
untuk melihat secara langsung prajurit yang
berdinas di Perbatasan. Selain itu Kasad
juga memberikan bantuan alat penjernih
air kepada Satgas Pamtas Yonif 320/BP dan
alat olahraga kepada Tokoh Pemuda serta
memberikan bingkisan sembako, alat musik,
perlengkapan sekolah, perlengkapan gereja
kepada masyarakat. Dalam kesempatan
tersebut Kasad juga meninjau pelaksanaan
Bakti Sosial yang digelar di Makorem 174/
ATW serta melaksanakan penanaman pohon,
penyebaran bibit ikan dan peninjauan kebun
di Makorem 174/ATW, meresmikan PAUD dan
Posyandu serta meninjau pelaksanaan operasi
katarak dengan jumlah pasien 117 orang,
bibir sumbing 8 orang dan hernia/perikokel
21 orang bertempat di Rumah Sakit Umum
Daerah (RSUD) Merauke.
Kasad pada kesempatan tersebut
juga berkesempatan memberikan materi
Kuliah di Universitas Musamus merauke
yang disambut sangat antusias oleh seluruh
Mahasiswa Universitas Musamus. Pada saat
kedatangannya di Merauke Kasad disambut
hangat oleh masyarakat. Terlihat di pinggir
sepanjang ruas jalan di kawasan bandara
sejumlah warga melambai-lambaikan Merah
Putih saat iring-iringan kendaraan Kasad
melintas serta penyambutan dengan suling

20

PALAGAN

tambur dilakukan di Swissbelt Hotel. Kasad


beserta rombongan disambut hangat dengan
welcome drink ketika memasuki Hotel.
Jenderal Bintang Empat ini ketika
ditanya insan media bagaimana perasaannya
mengunjungi Merauke, menyampaikan Saya
merasa pulang kampung ke Merauke, karena
sebelumnya saya pernah menjabat Komandan
Kodim di sini. Saya yakin dan percaya bahwa
Merauke akan berkembang dengan cepat, dan
ini terbukti kemajuannya sangat luar biasa,
pembangunan berkembang dengan pesat dan
cepat karena masyarakat disini menginginkan
bekerja dengan aman dan damai.
Kasad juga menyampaikan, TNI-AD

Kedatangan Kasad di Merauke disambut


oleh masyarakat dan pelajar (atas). Kasad
menyampaikan kuliah umum tentang Proxy
War di Universitas Musamus Merauke
(bawah).

bekerja sama dengan Persero Pertamina


menggelar Karya Bakti dan Bakti Sosial sengaja
memilih di daerah-daerah pedalaman dan
perbatasan karena daerah tersebut perlu
mendapat perhatian yang khusus dan ini
wujud kepedulian TNI-AD dan Pemerintah
terhadap masyarakat untuk membantu dan
mempercepat pembangunan di daerah
tersebut. (Redaksi)

www.tniad.mil.id

KSAD JENDERAL TNI GATOT NURMANTYO MINTA KOPASSUS JADI


PASUKAN ELITE DUNIA

Kepala Staf Angkatan Darat


(KSAD) Jenderal TNI Gatot
Nurmantyo, menjadi inspektur
upacara serah terima jabatan
Komandan Jenderal Komando
Pasukan Khusus (Danjen
Kopassus)
Mayjen TNI Doni Monardo resmi
menjabat sebagai Komandan Jenderal
Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus),
menggantikan Mayjen TNI Agus Sutomo yang
kini menjabat sebagai Pangdam Jaya.
Dalam sambutannya Kasad mengatakan,
sebagai pasukan elite Kopassus dituntut untuk
dapat terus meningkatkan profesionalisme
prajurit. Semua dilakukan agar Kopassus
dapat menjadi pasukan terbaik, bukan hanya
di Indonesia tetapi juga dunia. Kopassus
dituntut untuk tingkatkan profesionalisme.

Oleh karena itu, tetap harus terus tingkatkan


militansi prajurit agar menjadi yang terbaik di
dunia, kata Kasad.
Menurut Kasad, rotasi jabatan Danjen
Kopassus dilakukan seiring dengan kebutuhan
dan dinamika organisasi. Pergantian jajaran
juga dilakukan demi kepentingan peningkatan
kemampuan personel di berbagai tingkat
jabatan.
Sertijab dilakukan dalam rangka
regenerasi angkatan sehingga semakin
membuka wawasan maupun manajerial.
Danjen Kopassus yang baru agar terus
lanjutkan upaya produktif dengan memelihara
dan mantapkan terus profesionalisme
prajurit, jelasnya.
Dalam upacara sertijab itu, Mayjen TNI
Agus Sutomo menyerahkan tongkat komando
kepada Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD)
Jenderal Gatot Nurmantyo, untuk diserahkan
kepada Mayjen TNI Doni Monardo, sebagai
tanda tampuk pimpinan sudah berpindah.

Kasad Jenderal TNI Gatot Nurmantyo


melakukan salam komando usai sertijab
Danjen Kopassus bersama Mayjen TNI
Agus Sutomo dan Danjen Kopassus Baru
Mayjen TNI Doni Monardo

Upacara serah terima jabatan Komandan


Komando Pasukan Khusus tersebut dihadiri
oleh beberapa purnawirawan jenderal, seperti
Prabowo Subianto, Pramono Edhi Wibowo,
Endriartono Sutarto, Subagyo HS, politisi
Gerindra Fadli Zon, Ketua DPD Irman Gusman,
dan politisi Golkar Titiek Suharto.
Untuk diketahui, sebelum dilantik
menjadi Danjen Kopassus, Mayjen Doni
Monardo menjabat sebagai Komandan
Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres)
yang kemarin telah digantikan oleh Mayjen
TNI Andika Prakasa. Sedangkan Danjen
Kopassus sebelumnya, Mayjen TNI Agus
Sutomo kini menjabat sebagai Panglima
Kodam Jayakarta. (Redaksi)

Volume 15 No. IV Edisi Desember 2014

21

LENSA PERISTIWA

Kasad menyematkan Wing Para Raider kepada Presiden SBY di Akmil Magelang,
17 Oktober 2014

Kasad menerima pataka Kopassus dari Mayjen TNI Agus Sutomo pada upacara Sertijab Danjen
Kopassus, 24 Oktober 2014
22

PALAGAN

www.tniad.mil.id

Kasad menyerahkan
bahan kontak
kepada perwakilan
karya bhakti,
9 Oktober 2014

Kasad Tinjau
Penampungan
pengungsi
Sinabung,
5 November 2014

Kasad Memberikan
kuliah umum di
Civitas Akademika
Universitas
Musamus,
Merauke,
10 Oktober 2014
Volume 15 No. IV Edisi Desember 2014

23

SERBA-SERBI

Ditajenad Juara I Lomba Musik Harmoni Piala Panglima TNI


Tahun 2014
Perwakilan Ditjenad, Kol Caj Piyardi
menerima trophy juara pertama pada lomba
Musik Harmoni Piala PanglimaTNI 2014

Lomba Musik Harmoni Piala Panglima TNI


adalah salah satu kegiatan yang dilaksanakan
dalam rangka menyambut HUT TNI. Tujuan
dilaksanakannya kompetisi ini untuk
mengukur sejauh mana kualitas pembinaan
musik harmoni di masing-masing satuan serta
sarana silaturahim pelaku musik di jajaran TNI.
Kegiatan ini sudah pernah dilaksanakan
pada tahun 2011 dengan mengikut sertakan
kurang lebih 6 kelompok musik harmoni dari
DKI Jakarta, Jawa Barat dan Daerah Istimewa
Yogyakarta. Saat itu Satsik Lanud Adi Sucipto
Yogyakarta mampu mengambil perhatian juri
lomba sehingga mendapatkan juara I Lomba
Musik Harmoni Piala Panglima TNI tahun
2011.
Pada tahun 2014 Mabes TNI bekerja
sama dengan Persatuan Drum Band Indonesia
(PDBI) melaksanakan kembali Lomba Musik
Harmoni Piala Panglima TNI. Kompetisi tidak
hanya diikuti oleh musik harmoni di jajaran
TNI namun dibuka pula kesempatan kepada
kelompok musik harmoni diluar TNI untuk
unjuk kebolehan.
Dengan dilaksanakannya kerjasama ini
tentu kualitas penilaian juri semakin obyektif
dan komprehensif. Keterlibatan PDBI bersama
Mabes TNI ternyata membuat kesempatan
untuk menjadi pemenang semakin kompetitif,
hal ini terbukti dibaginya wilayah babak
penyisihan menjadi 6 Korwil yang terdiri dari
Korwil I (Aceh, Sumatera Utara, Sumatera
Barat dan Kabupaten Riau), Korwil II (Jambi,
Sumatera Selatan, Bengkulu, Bangka
Belitung dan Lampung), Korwil III (Banten,
DKI Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Tengah),
Korwil IV (Daerah Istimewa Yogyakarta,

24

PALAGAN

Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Timur dan


Nusa Tenggara Barat), Korwil V (Kalimantan
Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat,
Kalimantan Selatan dan Kalimantan Utara)
dan Korwil VI (Sulawesi Selatan, Sulawesi
Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat dan
Gorontalo).
Ditajenad sebagai salah satu peserta
di Kowwil III harus menunjukkan kualitas
penampilan, permainan dan aransemen
terbaik diatas pesaing lainnya. 12 pesaing
lainnya adalah Kodam Jaya, Kodam IV/
Diponegoro, Mabes AL, Pondok Pesantren,
Denma Mabes AD, Akmil Magelang, Bea
Cukai, Mabes Polri, Pusdikajen Kodiklat AD,
Ajendam III/Siliwangi, Ajen Kostrad dan
Mabes TNI.
Secara kualitas penampilan, permainan
dan arasemen tentu para competitor tidak
diragukan lagi. Namun dengan kegigihan
para pemain musik Harmoni Ditajenad serta
dukungan dari Direktur Ajudan Jenderal
Angkatan Darat dan Kasubditbinjahrillurja
Ditajenad membuat Kelompok Musik Harmoni
Ditajenad mampu merebut penghargaan
Aransemen terbaik dan Conductor terbaik.
Setelah melewati proses babak
penyisihan pada tanggal 30 September 2014,
seluruh juara dari tiap-tiap Korwil masuk
babak final yang dilaksanakan di GOR Ahmad
Yani Mabes TNI Cilangkap. Menjadi suatu
kebanggaan bagi seluruh peserta lomba
karena pembukaan Grand Final Lomba Musik
Harmoni Piala Panglima TNI 2014 dibuka
langsung oleh Panglima TNI Jenderal TNI
Moeldoko.
Dengan demikian tentunya menambah

semangat para pemain untuk menunjukkan


yang terbaik. Kami tidak berambisi untuk
menang, tapi kami berusaha menampilkan
yang terbaik dan kami tidak hebat tapi kami
mampu. Kata Kolonel Caj Piyardi selaku
manajer musik harmoni Ditajenad yang seharihari menjabat sebagai Kasubditbitjahrillurja
Ditajenad.
Personel Musik Harmoni Ditajenad
mampu menginterprestasikan dua karya
musik lagu Pantang Mundur dan Janger
dengan luar biasa, sehingga Adhie M.S
(conductor dan pimpinan Twilight Orchestra)
sebagai ketua tim dewan juri beserta tim
nasional lainnya memberikan penilaian Musik
Harmoni Ditajenad sebagai juara umum.
Selain itu Kelompok Musik Harmoni Ditajenad
juga meraih beberapa penghargaan lainnya,
yakni : Piala Bergilir Panglima TNI Piala
Juara I Lomba Musik Harmoni 2014, Piala
Coductor Terbaik, Piala Analisa Musik Terbaik
(Aransemen), dan Piala Alat Tiup Terbaik.
Kemenangan tersebut ternyata tidak
berhenti pada kegiatan lomba saja, Musik
Harmoni Ditajenad mendapat kesempatan
untuk mengisi acara pada HUT TNI ke 69 di
Koarmatim Surabaya tanggal 7 Oktober 2014.
Pengalaman yang luar biasa bermain musik di
depan para pejabat TNI dan masyarakat pada
saat menjelang upacara HUT TNI, terlebih lagi
dapat mendendangkan beberapa repertoar
musik di hadapan Presiden RI Susilo Bambang
Yudhoyono serta pejabat Negara dalam acara
syukuran.
Belum berhenti sampai disitu, pada
saat acara penerimaan dan pelepasan
Presiden Republik Indonesia Musik Harmoni
Ditajenad yang dilengkapi dengan string
section menampilkan instrument lagu Bagimu
Negeri sambil mengiringi para Perwira Tinggi
TNI-Polri membacakan puisi untuk Mantan
Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono di
depan Istana Negara tanggal 20 Oktober 2014.
Sungguh merupakan sebuah
prestasi yang membanggakan berhasil
dipersembahkan oleh Musik Harmoni
Ditajenad di tahun 2014. Hal ini secara tidak
langsung memberikan motivasi kepada
personel musik Ditajenad untuk terus
berlatih dan berkarya dalam mengemas serta
menciptakan karya-karya musik terbaik bukan
hanya untuk Tentara Nasional Indonesia tetapi
juga untuk Indonesia. (Redaksi).

www.tniad.mil.id

Kemendikbud-TNI Perkuat Pendidikan Perbatasan

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan


(Kemendikbud) menjalin kerjasama dengan
TNI untuk memperkuat pendidikan di wilayah
perbatasan dan pelosok. Para anggota TNI
yang bertugas di daerah-daerah tersebut akan
dibekali kemampuan untuk mengajar.
Dalam waktu dekat ini kami persiapkan
untuk memberikan pelatihan para anggota
TNI yang bertugas di pelosok-pelosok untuk
mengajar. Ini untuk melengkapi guru-guru
yang ada di pelosok dan guru SM3T (Sarjana
Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar, dan
Tertinggal). Sayang kalau tidak dimanfaatkan
positif untuk anak bangsa, ujar Mendikbud,
Mohammad Nuh, saat bertemu dengan
Panglima TNI Jenderal Moeldoko, di Gedung
Kemdikbud, kemarin.
Menurutnya, daerah-daerah 3T sangat
perlu diperkuat dari sektor pendidikan.
Kedepan pihaknya berharap agar setiap
pos-pos keamanan juga dilengkapi dengan

akses pendidikan, karena pertahanan saat ini


bukan lagi hanya fisik semata, tapi juga harus
diperkuat dengan pendidikan. Oleh karena itu,
para anggota TNI yang bertugas di daerah 3T
akan diberikan pembekalan tentang belajar
mengajar.
Kita punya tekad untuk memperkuat
sekolah-sekolah yang selama ini berada
di daerah yang belum dan sulit tersentuh.
Oleh karena itu kita ingin perkuat dan
percepat dengan menambah SDM-nya, kata
Mendikbud. Senada dengan Mendikbud,
Panglima TNI Jendral Moeldoko mengatakan
bahwa daerah perbatasan saat ini tidak cukup
diamankan dengan senjata. Melainkan harus
dilindungi melalui pendidikan, kebudayaan,
kesejahteraan, dan perekonomian.
Atas dasar itu, sambungnya, TNI memiliki
semangat dan niat melindungi anak-anak
bangsa di daerah perbatasan melalui sektor
pendidikan. Ini bersifat penguatan. Dulu

Para prajurit dengan tekun mengajar


siswa sekolah dasar di daerah perbatasan

anggota kita materinya dari diskusi dengan


guru-guru setempat, kalau sekarang kita akan
konsolidasikan dengan materi kurikulum baru,
sehingga konten mengajarnya pas. Metode
mengajar para anggota sudah bisa, hanya
materi yang perlu di up grade, ujarnya.
Dia juga berharap di daerah pos keamanan
akan dibangun sekolah yang sesuai dengan
kebutuhan di wilayah tersebut.
Menteri Nuh menambahkan, pihaknya
juga berharap agar anggota TNI yang
bertugas sebagai tenaga pengajar disana mau
memberikan ilmu lainnya. TNI punya fasilitas
perbengkelan, otomotif, komunikasi, hingga
kuliner. Kami harap bisa menjadi bengkel
praktek SMK di daerah, katanya.

Volume 15 No. IV Edisi Desember 2014

25

SERBA-SERBI

Ratusan prajurit Kodam I/BB bangun jalan relokasi pengungsi


Sinabung
Ratusan prajurit Kodam I/Bukit Barisan
telah dikerahkan untuk membuka dan
membangun jalan baru di kawasan relokasi
bagi pengungsi erupsi Gunung Sinabung,
Kabupaten Karo. Usai Dialog Wawasan
Kebangsaan, Pangdam I/Bukit Barisan, Mayjen
TNI Winston P Simanjuntak di Medan, Jumat,
mengatakan personelnya telah mengerjakan
proyek pembukaan jalan di Kabupaten Karo.
Menurut dia, pembangunan jalan di kawasan
hutan tersebut, juga melibatkan prajurit Zeni
Kodam I/BB, Kodim 0205/Tanah Karo dan
masyarakat setempat.
Pengerjaan jalan tersebut untuk relokasi
bagi pengungsi erupsi Gunung Sinabung yang

26

PALAGAN

rumah mereka rusak akibat bencana alam


tersebut, ujar jenderal bintang dua tersebut.
Pangdam menyebutkan, pembangunan jalan
menuju relokasi pengungsi erupsi Gunung
Sinabung merupakan kegiatan positif. Kita
akan bekerja keras untuk membangun jalan di
relokasi pengungsi erupsi Gunung Sinabung,
kata Winston.
Informasi diperoleh menyebutkan,
jalan yang akan dibangun untuk kepentingan
relokasi pengungsi erupsi Gunung Sinabung
berlokasi di kawasan hutan produksi di Desa
Siosar, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo,
Provinsi Sumatera Utara. Panjang jalan
tersebut diperkirakan 6,5 kilometer dan

menelan biaya sebesar Rp11,5 miliar. Luas


lahan yang akan dijadikan tempat tinggal
bagi pengungsi Sinabung sekitar 30 hektare
dan daerah perladangan adalah 450 hektare.
Sedangkan, jumlah pengungsi Sinabung
yang akan direlokasi sebanyak 1.700 kepala
keluarga (KK). Tempat daerah relokasi
pengungsi erupsi Gunung Sinabung hanya
berjarak lebih kurang 7 kilometer dari Kota
Kabanjahe, Ibu kota Kabupaten Karo.
Para prajurit merenovasi fasilitas umum
yang rusak akibat gempa dan erupsi
Gunung Sinabung (atas). Aktifitas
Gunung Sinabung selalu dipantau
perkembanganya (bawah)

www.tniad.mil.id

Kasdam IM Tutup Latihan Bela Negara Mahasiswa Unsiyah

Kepala Staf Kodam Iskandar Muda


Brigadir Jendral TNI L. Rudy Polandi di
dampingi Pembantu Rektor III Dr. Ir. Alfiansyah
Yulianur, BC, menutup Pelatihan Kader Bela
Negara Mahasiswa Unsiyah di Makoyonif
112/Raider. Turut hadir dalam acara tersebut
Irdam, Para Asisten, Kabalak Kodam IM,
Danyonif 112/R serta Para Dosen Unsyiah.
Mata Ie, Darul Imarah. Minggu (2/11).
Penanaman wawasan kebangsaan dan
kesadaran bela negara pada diri seorang
warga negara adalah suatu hal yang terkait
dengan kesadaran dan pengertian tentang
perlunya peran dari pribadi setiap warga
negara tidak hanya dibebankan kepada TNI
atau Polri saja dalam mempertahankan
kedaulatan Negara tetapi seluruh elemen
bangsa termasuk para Mahasiswa.
Permasalahan muncul ketika warganegara
tersebut tidak menyadari bahwa dirinya
sangat diperlukan dalam mempertahankan
kedaulatan Negara, Pemahaman terhadap
Pancasila sebagai ideologi Negara, serta

UUD 45 sebagai landasan hukum hendaknya


disertai dengan implemantasinya dalam
kehidupan sehari-hari baik di lingkungan
masyarakat maupun dilingkungan
kemahasiswaan.
Pendidikan kesadaran bela Negara secara
sistematik dan berkelanjutan hendaknya dapat
ditumbuh kembangkan untuk penyiapan
kader-kader bela negara yang berwawasan
Kebangsaan dan berjiwa Pancasila sebagai
generasi penerus dan pemimpin bangsa di
masa yang akan datang. Berbagai pelatihan
khusus yang diselenggarakan, seperti latihan
kepemimpinan, kegiatan Kepramukaan dan
segala bentuk kegiatan kemahasiswaan
yang bertujuan menumbuhkan raca cinta
dan bangga terhadap tanah air Indonesia
harus diberikan secara utuh dan tepat serta
berkesinambungan sehingga mereka dapat
menjadi kader-kader pemimpin masa depan
dengan kesadaran bela Negara yang tinggi,
saya titip negara ini pada kalian Tutur
Kasdam IM.

Kasdam Iskandar Muda, Brigjen TNI


L. Rudi Polandi bersama para peserta
pelatihan bela negara di Kampus
Unsiyah, Darul Imarah

Upaya-upaya menumbuhkan kesadaran


bela negara bukanlah hal yang mudah.
Namun demikian secara mendasar kita perlu
melakukan upaya membangun integritas
bangsa Indonesia, khususnya para mahasiswa
yang saat ini mempunyai kesempatan
pelatihan di Batalyon Infanteri 112 Raider
bahwa integritas dapat kita bangun melalui
pendidikan karakter yang tepat, yang
pada gilirannya kelak akan menciptakan
pribadi yang berkarakter unggul dan
memiliki integritas. Jika ini dapat diterapkan
kepada seluruh elemen bangsa Indonesia,
niscaya permasalahan bangsa akan dapat
terselesaikan satu persatu secara bertahap
dan kesadaran bela negara akan tumbuh
dengan sendirinya.(Redaksi).

Volume 15 No. IV Edisi Desember 2014

27

SERBA-SERBI

Kasrem 131 Membuka Program Kependudukan Keluarga


Berencana Dan Pembagunan Keluarga

Kasrem 131/Santiago Kolonel Inf Toto


Jumariono membuka pelaksanaan program
Kependudukan Keluarga Berencana dan
pembangunan Keluarga (KKBPK) bertempat di
Kantor BKKBN, Manado, Rabu (20/10).
Kasrem 131 dalam sambutannya
mengatakan, Dengan memahami Program
KKB PK secara baik, diharapkan para
Babinsa nantinya dapat menjadi pelopor
pembangunan keluarga di lingkungan
masyarakat di tempat tugasnya masingmasing, sehingga pada akhirnya dapat
membantu pengendalian jumlah penduduk
secara nasional khususnya di wilayah Sulawesi
Utara, mengurangi angka kema-tian ibu
melahirkan, meningkatkan kesehatan ibu
dan anak serta meningkatkan kesejahteraan
keluarga secara keseluruhan.
Lebih lanjut dikatakan, Hal tersebut
sejalan dengan komitmen TNI untuk turut
serta mengembangkan program KB di
seluruh pelosok nusantara, terutama untuk
mengantisi-pasi adanya pertambahan jumlah

28

PALAGAN

penduduk yang besar namun tidak dibarengi


oleh kualitas yang sepadan, sehingga dapat
berpotensi menjadi ancaman tersendiri di
masa depan.Ulasnya.
Babinsa diajak berpartisipasi pada
KKBPK oleh BBKKBN Sulut dalam pelaksanaan
program Kependudukan Keluarga Berencana
dan pembagunan Keluarga (KKBPK) di
daerah ini, diakui Kepala BKKBN Manado Drs
Humphrey Apon Map, sangat membutuhkan
dukungan dari mitra kerja . Salah satunya TNI
AD , hal ini Bintara Pembina Desa (Babinsa),
yang memiliki kedekatan dengan masyarakat.
Kementrian BKKBN dengan berbagai pihak
terus di galang, sebanyak 60 Babinsa
dari kabupaten/kota di Sulut, mengikuti
orientasi program KKBPK. BKKBN sendiri
kaki dan tangannya tidak cukup panjang dan
lebar untuk menjangkau semua wilayah.
Keterbatasan ini disikapi BKKBN dengan
membentuk kemitraan, seperti melalui para
Babinsa, Ujar Apon. Beberapa narasumber
pada orientasi itu seperti Inspertur Utama

Kasrem 131/Santiago bersama tim


penyuluh KKBPK dengan latar belakang
mobil unit KB

BKKBN RI Mieke Sangian yang memaparkan


panjang lebar tentang program KKBPK.
Selain Itu, Kasrem 131/Santiago Kolonel
Inf Toto Jumariono turut memberikan materi.
Sementra itu, Kepala Bidang Litbang BKKBN
Sulut, Drs Albert Baginda menambakan, tujuan
orientasi itu untuk meningkatkan pemahaman
para Babinsa tentang program KKBPK,
terutama tehnik penggerakan masyarakat
penerapan delapan fungsi keluarga serta
tribina, BKB, BKR dan BKL secara umum
kepada masyarakat dan di kalangan koramil/
keluarga khususnya, serta masyarakat yang
di wilayah kerjanya. Selanjutnya untuk
memantapkan orientasi tersebut, para Babinsa
akan melaksanakan praktek lapangan di
Koramil Pineleng dan Tuminting sebagai tindak
lanjut dari materi teori yang telah diterima.
(Redaksi)

www.tniad.mil.id

Yonkav 11/Serbu Laksanakan Uji


Kenaikan Sabuk Yong Moo Do
Komandan Batalyon Kavaleri 11/Serbu
Letkol Kav Dedi Safrudin didampingi para
Perwira Staf dan Danki Yonkav 11/Serbu,
Selasa (5/11) menyaksikan ujian kenaikan
sabuk Bela Diri Militer (BDM) Yong Moo Do
dari sabuk kuning ke sabuk hijau. Uji kenaikan
sabuk/tingkat tersebut di ikuti 50 orang
personel Yonkav 11/Serbu bertempat di
lingkungan Ksatrian, Banda Aceh.
Letkol Kav Dedi Safrudin menyampaikan
Kebijakan pimpinan TNI AD yang menjadikan
seni beladiri Yong Moo Do sebagai beladiri
militer saat ini. Beladiri yang berasal dari
Korea ini, sangat dipahami betul oleh prajurit
Yonkav 11/Serbu sebagai suatu perintah
yang harus dilaksanakan dan berusaha untuk
meningkatkan kemampuan serta keterampilan
guna mendukung tugas pokok satuan. Oleh
karena itu satuan Yonkav 11/Serbu telah
memprogramkan jadwal pelaksanaan latihan
beladiri Yong Moo Do secara rutin dan
terjadwal setiap minggunya.
Tujuannya uji kenaikan sabuk ini untuk
mengetahui sejauh mana penguasaan materi
dan teknik dalam latihan Yong Moo Do yang
dilaksanakan selama ini. Bagi yang lulus dalam
ujian ini akan dinaikkan sabuknya setingkat
lebih tinggi dari sabuk semula. Penguasaan
BDM Yong Moo Do atau karate merupakan
hal sangat mendasar dan suatu tuntutan bagi
setiap prajurit agar memiliki kemampuan fisik,
bermental baja, berdisiplin, dan berdedikasi
tinggi. ini merupakan program komando yang
bertujuan meningkatkan kemampuan dan
keterampilan prajurit dalam mengemban
tugas di masa mendatang.
Dalam ujian kenaikan sabuk, materi
yang diujikan meliputi : Nakbob (jatuhan),
Bhalchagi (tendangan), Son Gisul (Kuncian),
Mom Gisul (bantingan) dan Gibonjase
(rangkaian gerak berurutan). Seluruh materi
sabuk hijau harus dilaksanakan oleh seluruh
prajurit Yonkav 11/Serbu agar dapat lulus
mendapatkan sabuk hijau. Uji kenaikan sabuk
hijau bukan hanya sekedar melaksanakan
gerakan demi gerakan tetapi harus dapat
menguasai dan mahir sehingga dapat
dipertanggungjawabkan dalam melaksanakan
tugas pokok sebagai prajurit Yonkav 11/Serbu.
Prajurit Yonkav 11/Serbu sedang
melaksanakan latihan

Upacara Penutupan TNI Manunggal


Membangun Desa (TMMD) Ke 93 Ta. 2014

Pelaksanaan Program TMMD ke 93 yang


berlangsung selama 21 hari di wilayah Ambon
dengan resmi ditutup oleh Walikota Ambon
Bpk Richard Louhanapessy pada hari Rabu
(29/10) di Lapangan upacara Kodam XVI/
Patimura. Pada kesempatan tersebut Pangdam
XVI/Pattimura dalam amanat tertulis yang
dibacakan oleh Walikota Ambon, mengatakan
bahwa kegiatan TMMD yang baru saja selesai
dilaksanakan ini merupakan kegiatan lintas
sektoral, yaitu program TNI bersama instansi
Pemerintah Daerah dan masyarakat setempat
dalam rangka membantu meningkatkan
kesejahteraan masyarakat Kegiatan ini
sebagai salah satu alternatif mempercepat
pembangunan di daerah sekaligus sebagai
sarana perekat bangsa dalam rangka
memperkokoh rasa persatuan dan kesatuan
bangsa.
Disampaikan juga bahwa Program
TMMD juga merupakan upaya mengejar
ketertinggalan pembangunan di daerah yang
selama ini masih tertinggal dengan daerah
lain, sehingga pembangunan di daerah
tersebut dapat sejajar dengan daerah lainnya.
Dengan adanya program TMMD ini diharapkan
dapat memberikan arti dan manfaat yang
besar bagi warga masyarakat setempat
maupun Pemerintah Daerah. Kita semua
patut bersyukur, bahwa berbagai sasaran
program TMMD, baik kegiatan fisik maupun
non fisik dapat diselesaikan tepat waktu
dengan hasil memuaskan. Sarana maupun
prasarana umum yang sudah dibangun serta
diperbaiki hendaknya dapat dipelihara,
dirawat serta dimanfaatkan dengan sebaikbaiknya, sehingga memiliki usia pakai yang
lama dan dapat memberikan nilai tambah
serta kontribusi yang positif bagi peningkatan
taraf kehidupan dan kesejahteraan
masyarakat.
Begitu pula pada aspek non fisik telah

Walikota Ambon menandatangani


berkas laporan hasil TMMD ke 93

dilaksanakan berbagai kegiatan seperti


ceramah dengan pokok bahasan kerukunan
umat beragama, ekonomi rumah tangga dan
fungsi hutan lindung untuk daerah pertanian
yang diharapkan akan memberikan kontribusi
yang positif bagi tumbuhnya kesadaran
masyarakat dalam berbangsa dan bernegara
Saya merasa senang dan bangga melihat
masyarakat bersama TNI/Polri serta aparat
Pemda, dengan penuh kesadaran dan antusias
telah mendukung seluruh program kegiatan
TMMD di wilayah ini, sehingga seluruh sasaran
program TMMD telah terealisasikan sesuai
waktu yang di rencanakan.tegasnya.
Lebih lanjut Pangdam XVI/Pattimura
selaku penanggung jawab Kegiatan
Operasional Program TMMD di wilayah Kodam
XVI/Pattimura, menyampaikan ucapan Terima
Kasih dan Penghargaan yang tulus kepada
Pemda dan instansi terkait, serta segenap
lapisan masyarakat atas segala dukungan
dan partisipasinya, sehingga program TMMD
ke-93 ini dapat diselesaikan sesuai dengan
rencana dan sasaran yang telah ditentukan,
disamping itu Pangdam mengharapkan para
pelaksana kegiatan TMMD ke 93 agar segera
mengadakan evaluasi terhadap seluruh
aspek penyelenggaraan kegiatan TMMD
ini, mulai dari tahap perencanaan sampai
dengan selesai kegiatan. Laporkan hasilnya
secara lengkap, sesuai dengan prosedur
dan manajemen administrasi yang dapat
dipertanggung jawabkan.
Hadir dalam upacara tersebut Danrem
151/Binaiya, Aspers Kasdam XVI/Pattimura,
para Kabalak jajaran Kodam, anggota FKPD,
Pejabat Pemda dan Dinas/Instansi terkait,
Satpol PP, pelajar, Tokoh Agama, Tokoh Adat,
Tokoh Pemuda serta masyarakat.(Redaksi)

Volume 15 No. IV Edisi Desember 2014

29

SERBA-SERBI

TNI AD Juara Umum Lomba Tembak Piala Panglima TNI


Kasum TNI menyerahkan Piala Bergilir
Juara Umum Lomba Tembak Panglima
TNI tahun 2014

Tim petembak TNI AD berhasil menyabet


Piala Bergilir Panglima TNI tahun 2014 yang
diserahkan langsung oleh Kepala Staf Umum
(Kasum) TNI Laksdya TNI Ade Supandi,
S.E., mewakili Panglima TNI Jenderal TNI
Dr. Moeldoko saat menutup secara resmi
kejuaraan Lomba Menembak Piala Panglima
TNI tahun 2014 di Lapangan Tembak
Kartika Markas Komando Divisi Infanteri I/
Kostrad, Cilodong, Depok-Jawa Barat, Senin
(3/11/2014).
Dalam lomba tembak tersebut, Kontingen
TNI AD berhasil mempertahankan Piala
Bergilir Juara Umum Lomba Tembak Panglima
TNI tahun 2014, setelah sukses meraih 39
Emas, 15 Perak, dan 14 Perunggu. Juara 2
Kontingen TNI AL meraih 1 Emas, 21 Perak dan
5 Perunggu. Juara 3 Kontingen TNI AU meraih
3 Perak dan 8 Perunggu. Juara 4 diraih Mabes
TNI 1 Perak dan 13 Perunggu.
Sementera untuk Lomba Tembak Pistol
Eksekutif Pati, Juara I direbut Kontingen
Mabes TNI, Juara 2 Kontingen TNI AD, Juara 3
Kontingen TNI AL, dan Juara 4 TNI AU.
Panglima TNI dalam amanatnya
mengatakan bahwa, pembinaan dan
penyiapan atlet berprestasi bertaraf
internasional, tidak dapat hanya bersandar
pada bakat atau talenta semata, tetapi
juga menuntut aplikasi sistem dan metoda
serta sarana dan prasarana, yang mengacu
kepada sport management dan sport science,
terlebih cabang menembak yang lekat dengan
kemajuan teknologi metalurgi dan balistik.

Pengalungan medali kepada Tim


Petembak TNIAD (atas). Penyerahan
trophy kepada perwakilan juara (bawah)

30

PALAGAN

Untuk itu, kepada para perwira


pemangku cabang olahraga menembak TNI
di jajaran Kotamaops, untuk lebih kreatif
membentuk kelembagaan yang dapat
dikolaborasikan dengan KONI daerah dan
PB Perbakin, guna memperoleh keluasan

pengetahuan sport management dan sport


science, khususnya olahraga menembak versi
international shooting sport federation (ISSF).
Pada sisi lain, kolaborasi tersebut
dapat dijadikan media komunikasi dan
pembinaan kesatuan daerah, serta menjadi
wadah pembinaan prestasi atlet menembak
TNI di daerah, yang memiliki dua dimensi
manfaat sekaligus, baik bagi kepentingan TNI
pada event menembak militer dunia CISM
(Conseille International du Sport Militaire)
maupun kontribusi TNI kepada Kementerian
Olahraga, KONI dan PB Perbakin, bagi
peningkatan prestasi olahraga menembak
nasional.
Mengakhiri amanatnya Panglima TNI
mengharapkan bahwa, hasil yang dicapai,
khususnya nomor individual dapat menjadi
tolok ukur dan referensi dalam penyiapan
atlet menembak TNI untuk menghadapi event
menembak militer versi ISSF tingkat dunia,
yang akan diselenggarakan di Korea Selatan
tahun 2015. (Redaksi)

www.tniad.mil.id

TNI Juara Menembak UNIFIL Lebanon


Kontingen Garuda TNI berhasil
menjuarai seluruh materi lomba menembak
antar Kontingen Negara peserta UNIFIL
(United Nation Interim Force In Lebanon)
yang diselenggarakan oleh India Batt (India
Battalion). Kontingen Garuda TNI menurunkan
tiga tim terbaiknya yang masing-masing
diwakili oleh Satgas FHQSU (Force Head
Quarter Support Unit), Satgas Indo FPC
(Indonesia Force Protection Commpany) dan
Satgas Indobatt (Indonesia Battalion).
Dari seluruh kategori yang dilombakan,
Kontingen Garuda (Konga) TNI berhasil
menyapu bersih semua nomor yang
dipertandingkan yaitu The Best Shot Rifle
yang diraih oleh Praka Wardono (Indo FPC)
demikian juga The Best Shot Pistol diraih oleh
Sertu Setiawan (Indo FPC).
Sementara pada kategori Senapan
beregu, Juara 1 diraih oleh Satgas Indo FPC,
Juara 2 Satgas FHQSU, dan Juara 3 diraih oleh
Satgas Indobat. Begitu juga pada kategori
Pistol beregu, Juara 1 diraih oleh Satgas Indo
FPC, Juara 2 oleh Satgas Indobat dan Juara
3 oleh Satgas FHQSU. Dengan hasil tersebut
Satgas Indo FPC ditetapkan sebagai juara
umum dengan gelar Champion Contingent.
Mayor Inf Aulia Dwi Nasrullah selaku
Komandan Satgas (Dansatgas) Indo FPC
yang juga ikut memperkuat tim menembak
Indo FPC Konga TNI, mengucap syukur yang
Para pejabat teras UNIFIL berfoto
bersama para peraih juara

sedalam-dalamnya atas prestasi yang telah


diraih.
Alhamdulillah berkat doa, usaha gigih
dan dukungan dari semua anggota, kita bisa
mengharumkan nama bangsa Indonesia
di event Internasional dan menunjukkan
bahwa Kontingen Indonesia profesional,
memiliki semangat juang yang tinggi namun
tetap bersahabat, ucap Dansatgas saat

Tim Petembak Kontigen Garuda TNI


(UNIFIL) diabadikan bersama trophy
yang diperoleh

mengevaluasi hasil lomba yang telah dicapai,


Pada kesempatan terpisah, Komandan
Kontingen Garuda TNI Kolonel Inf Adipati
Karnawijaya mengucapkan terimakasih yang
sebesar-besarnya kepada seluruh Komandan
Satgas dan seluruh anggota yang tergabung
dalam tim menembak dan official atas prestasi
yang telah yang diraih.
Adapun susunan Tim dan official yang
diturunkan oleh Kontingen Garuda TNI
sebagai berikut: Tim Senapan Satgas Indo FPC
diperkuat oleh Kopda Aman, Praka Wardono
dan Pratu Awaludin.
Tim Pistol Satgas Indo FPC diperkuat oleh
Mayor Inf Aulia Dwi Nasrullah, Kapten Inf
Langgeng dan Sertu Setiawan. Untuk official
tim terdiri dari Serma Edy Harsono dan Kopda
Suntari.
Sementara untuk Tim Senapan Satgas
FHQSU diperkuat oleh Kopda Tri Wantoro,
Praka Mulyadi dan Praka Agus Gunarto. Untuk
tim pistol Satgas FHQSU diperkuat oleh Kapten
Inf Hery Eko, Sertu Ragowo, dan Praka Hendri,
dengan official Praka Saiful.
Sedangkan untuk tim Senapan Satgas
Indobat diperkuat oleh Serda Fatani, Serda
Agus, dan Praka Setiawan. Untuk tim pistol
Satgas Indobat diperkuat oleh Kopda
Ngadimin, Kopda Budi Prasetyo dan Pratu
Jupri Trianto, dengan official Kapten Inf Ade
Kurniawan. (Merdeka.com).

Volume 15 No. IV Edisi Desember 2014

31

LINTAS SATUAN

ORGANIK AKMIL PERINGATI HARI KESAKTIAN


PANCASILA
Seluruh organik Akademi
Militer dan Taruna/Taruni
Akmil mengikuti upacara
dalam rangka Memperingati
Hari Kesaktian Pancasila
tanggal 1 Oktober yang
dilaksanakan di Lapangan
Pancasila Akmil.
Upacara peringatan Hari Kesaktian
Pancasila dipimpin langsung oleh Gubernur
Akmil Mayjen TNI Sumardi. Peringatan
Kesaktian Pancasila ini berakar dari peristiwa
tanggal 30 September 1965 yang disebut
Gerakan 30 September Partai Komunis
Indonesia (G30SPKI) yang berupaya
merongrong dan mengganti ideologi Pancasila.
Dalam peristiwa tersebut 7 (tujuh) putera
terbaik bangsa gugur sebagai kusuma bangsa
yang dianugerahi sebagai Pahlawan Revolusi.
Dalam peristiwa tersebut rongrongan komunis
terhadap ideologi Pancasila dapat digagalkan
dan pada peristiwa tersebut Pancasila teruji
kesaktiannya.
Pada Hari Kesaktian Pancasila menjadi saat
yang tepat untuk merefleksikan tentang
pemaknaan nilai-nilai dan kesaktian Pancasila.
Hal ini menjadi penting bagi generasi muda
bangsa ini sehingga memiliki kebanggaan
dan rasa percaya diri yang tinggi terhadap
sejarah kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dalam upacara tersebut dibacakan ikrar yang
berbunyi;
Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa, kami
yang melakukan upacara ini menyadari
sepenuhnya :
Para Taruna Akmil mengikuti upacara
peringatan Hari Kesaktian Pancasila

32

PALAGAN

- Bahwa sejak diproklamasikan Kemerdekaan


Negara Kesatuan Republik Indonesia pada
tanggal 17 Agustus 1945 pada kenyataannya
telah banyak terjadi rongrongan baik dari
dalam negeri maupun luar negeri terhadap
Negara Kesatuan Republik Indonesia.
- Bahwa rongrongan tersebut
dimungkinkan oleh karena kelengahan,
kekurangwaspadaan bangsa Indonesia
terhadap kegiatan yang berupaya untuk
menumbangkan Pancasila sebagai Ideologi
Negara.
- Bahwa dengan semangat kebersamaan
yang dilandasi oleh nilai-nilai luhur ideologi
Pancasila, bangsa Indonesia tetap dapat
memperkokoh tegaknya Negara Kesatuan
Republik Indonesia.
Pada hari yang sama, sebanyak 120
Prajurit Akademi Militer baik Perwira, Bintara
maupun Tamtama dan 39 Pegawai Negeri Sipil
mendapatkan kenaikan pangkat satu tingkat
lebih tinggi terhitung 1 Oktober 2014. Adapun
rincian Prajurit yang naik pangkat sebagai
berikut 9 orang golongan Perwira Menengah,
10 orang golongan Perwira Pertama, 46
orang golongan Bintara tercatat dan 55 orang
golongan Tamtama.
Dalam sambutan Gubernur Akmil pada

Gubernur Akmil sebagai Irup Upacara


Peringatan Hari Kesaktian Pancasila
di Akmil

acara Korps Raport kenaikan pangkat di


Gedung Leo Kailola Akmil, menyampaikan
bahwa kenaikan pangkat merupakan
kehormatan dan penghargaan yang
diberikan Pimpinan kepada para Prajurit
yang memenuhi persyaratan untuk dinaikkan
pangkatnya satu tingkat lebih tinggi dari
pangkat semula. Setiap Prajurit TNI yang
mendapatkan kenaikan pangkat telah
melalui proses yang sangat ketat, yang
sudah menjadi tuntutan organisasi TNI
dalam pelaksanaan tugas secara profesional.
Kenaikan pangkat ini bukanlah suatu kegiatan
yang rutin dilaksanakan setiap periode, tetapi
merupakan kesejahteraan yang diberikan TNI
kepada prajurit telah melaksanakan tugas
dengan baik. Kenaikan pangkat merupakan
salah satu bentuk Reward di lingkungan
TNI, bagi anggota yang memiliki prestasi kerja
dengan baik akan diberikan penghargaan,
selain itu prajurit yang dinaikkan pangkatnya
harus mempersiapkan diri untuk lebih
meningkatkan motivasi dan kualitas
pengabdian.(Redaksi).

www.tniad.mil.id

Pangdam IX melakukan pemeriksaan


terhadap perlengkapan prajurit pada
gelar pasukan Yonif 744/SYB

PANGDAM IX/UDAYANA KUNJUNGAN KERJA KE


MAKOREM 161/WIRA SAKTI
Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Torry Djohar BT didampingi Ketua Persit KCK Pengurus
Daerah IX/Udayana Ny. Torry Djohar, pada Hari Senin (13/10) menerima acara tradisi
penyambutan pejabat di Makorem 161/Wira Sakti, dengan tarian adat dan dilanjutkan acara
pemakaian busana adat Timor seperti pemakaian tutup kepala, kalung, ikat pinggang dan kain
tenun, sebagai tanda penghormatan atas kunjungan kerja perdana Pangdam IX/Udayana di
Makorem 161/Wira Sakti, Kupang.
Dalam kesempatan tersebut, Pangdam
IX/Udayana memberikan pengarahan kepada
seluruh prajurit dan PNS di jajaran Korem
161/Wira Sakti di Aula Makorem 161/Wira
Sakti. Pangdam menyampaikan rasa bangga
dan terima kasihnya kepada seluruh prajurit
dan PNS jajaran Korem 161/Wira Sakti yang
sampai dengan saat ini telah melaksanakan
tugas dan tanggung jawab sesuai dengan
tugas dan fungsinya masing-masing dengan
baik. Diharapkan kedepan kinerja seluruh
prajurit dan PNS di jajaran Korem 161/Wira
Sakti dapat ditingkatkan kembali. Tetap
pedomani Sapta Marga, Sumpah Prajurit,
Delapan Wajib TNI serta Panca Prasetya Korpri
sebagai landasan dalam pelaksanaan tugas
maupun dasar dalam kehidupan di tengahtengah masyarakat.
Dalam melaksanakan tugas pokok
jajaran Korem161/Wira Sakti, agar selalu
berkoordinasi dan bekerja sama dengan
seluruh komponen masyarakat yang berada di
wilayah Korem 161/Wira Sakti. Tugas TNI tidak
di rancang untuk diselesaikan sendiri oleh TNI,

tetapi pencapaian tugas TNI dirancang melalui


keterpaduan dengan unsur dan komponen
bangsa lainnya sebagai Tentara Rakyat,Tentara
Pejuang dan Tentara Profesional. Hal ini sangat
penting untuk dipedomani dan dilaksanakan,
karena bersama Rakyat TNI,Polri dan
Pemerintah Daerah menjadi kuat.
Dalam kesempatan tersebut, Pangdam
juga mengunjungi Yonif 744/SYB. Danyonif
744/SYB Letkol Inf Yudhi Gumilar beserta
anggota dan ibu-ibu Persit KCK Yonif 744
dengan penuh semangat menyambut dengan
yel-yel khas Yonif 744/SYB. Selanjutnya
Pangdam IX/Udayana menerima Paparan
Danyonif 744/SYB tentang Laporan Satuan dan
Laporan Kesiapan Satuan Tugas Pengamanan
Perbatasan RI RDTL di Ruang Rapat Yonif
744/SYB. Hal ini berkaitan bahwa dalam waktu
dekat ini Yonif 744/SYB akan menggantikan
Yonif 742 /SWY yang dalam waktu dekat
ini akan purna tugas sebagai Satuan
Pengamanan Perbatasan RI RDTL. Pangdam
juga melaksanakan pengecekan kesiapan
materiil Yonif 744/SYB dalam rangka kesiapan

pelaksanaan tugas Pengamanan Perbatasan


RI-RDTL.
Untuk lebih mensinergikan hubungan
dengan seluruh komponen masyarakat yang
berada di Propinsi Nusa Tenggara Timur,
Pangdam juga bersilaturahmi dengan unsur
Muspida setempat. Silahkan jika Pemerintah
Propinsi Nusa Tenggara Timur dan Komponen
masyarakat lainnya menggunakan fasilitas
TNI-AD jika membutuhkan. Tugas Kami
sebagai aparat siap membantu Pemerintah
Daerah Nusa Tenggara Timur. Sarana yang
ada silahkan digunakan Gubernur Propinsi
Nusa Tenggara Timur untuk kepentingan
kesejahteraan rakyat demi percepatan
pembangunan propinsi ini, kata Pangdam
IX/Udayana Mayjen TNI Torry Djohar BT saat
menghadiri Jamuan makan Malam sekaligus
Pembukaan pemilihan bintang radio Indonesia
dan ASEAN yang di selenggarakan oleh LPP RRI
Kupang di Rumah Jabatan Gubernur Propinsi
Nusa Tenggara Timur.(Redaksi)

Volume 15 No. IV Edisi Desember 2014

33

LINTAS SATUAN

PANGDAM XII/TANJUNGPURA
TERIMA PENGHARGAAN DARI
PERPUSNAS RI
Pangdam XII/Tpr Mayjen TNI Toto Rinanto.S, menghadiri acara pembukaan
Rapat kerja Pusat Ke-XIX Ikatan Pustakawan Indonesia dan Seminar Ilmiah Nasional
Tahun 2014, yang dilaksanakandi Pendopo Gubernur Kalimantan Barat, Rabu
(09/10).
Kegiatan dihadiri oleh Gubernur Kalimantan Barat Drs. Coernelis MH yang
diwakili Sekda Kalbar Mz. Hamdi, jajaran Muspida, Kepala Perpusnas RI Ibu Hj.
Sri Sularsi, Ketua Umum PP-PIP, para undangan dan 600 orang peserta dari para
Pustakawan Se-Indonesia.
Dalam sambutannya Ketua Umum PP-IPI Bapak H. Dedi Junaidi merasa senang bisa berada di bumi Khatulistiwa ini. Pembukaan Rapat Kerja
Pusat Ke-XIX Ikatan Pustakawan Indonesia dan Seminar Ilimiah Nasional 2014 sebagai salah satu progam Perpusnas RI, acara yang digelar setiap
tahun ini bertujuan untuk menambah wawasan kepada Pustakawan.
Selanjutnya Ketua Umum PP-IPI memberikan penghargaan kepada Pangdam XII/Tpr karena baru kali ini Gubernur dan Pangdam mengadakan
pertemuan pada tanggal 17 Agutus 2014 setelah Upacara Hari Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-69 di Kantor Gubernur Kalbar. Acara tersebut
juga ditandai dengan Memorandum Of Understanding (MoU) yang bekerjasama dengan Pos layanan Perpustakaan Perbatasan Indonesia-Malaysia.
Selain itu, Prajurit-prajurit TNI yang bertugas di Perbatasan bukan hanya mengangkat senjata dan pengamanan wilayah, akan tetapi para
prajurit juga memberikan pemahaman tentang wasbang, buku buku bacaan kepada masyarakat, terlebih baru kali ini dalam sejarah seorang
Pangdam menjadi nara sumber menyampaikan mater yang berjudul Perpustakaan menjadi sabuk dalam Perbatasan NKRI.
Selanjutnya Kepala Perpusnas RI Ibu Hj. Sri Sularsi mengajak dan menggugah para Pustakawan Indonesia untuk memahami benar tugas
masing-masing serta mengajak masyarakat berinovasi dan meningkatkan wawasan agar ilmu yang didapatkan dapat mencerdaskan kehidupan
bangsa. Pustakawan merupakan tenaga kerja profesional setara dengan Dosen, Guru, dan Dokter, profesional dalam bekerja, bangga bahwa
perpustakaan tidak mengenal umur dan pendidikan.
Di era global ini Pustakawan harus mengelola dan bersaing dibidang Internet agar Perpustakaan diminati oleh pemakainya. Minat budaya baca
masyarakat Indonesia masih rendah, budaya baca saat ini sedang tumbuh dengan adanya gerakan Indonesia Gemar Membaca. Hingga kini ada 18
titik pos Perbatasan Indonesia-Malaysia telah membuka layanan Perpustakaan antara Pemprov Kalbar dan Kodam XII/Tpr, ungkapnya. (Redaksi)

PANGDAM XVI/PATTIMURA TUTUP PELATIHAN BELA NEGARA


Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI Meris Wiryadi menutup kursus Pelatihan Bela Negara yang diikuti oleh para mahasiswa, bertempat di
lapangan upacara Batalyon 733/Raider, Ambon (12/10).
Adapun tujuan dalam pelatihan Bela Negara ini adalah, untuk menanamkan nilai-nilai kejuangan memiliki tekad, sikap dan perilaku warga
negara yang dijiwai oleh kecintaannya kepada NKRI yang berdasarkan Panca-sila dan UUD 1945, rela berkorban demi menjamin kelangsungan hidup
ber-bangsa dan bernegara. nilai-nilaikejuangan ini tidak boleh dilupakan sampai kapankun. Upaya bela negara adalah sikap dan perilaku warga
negara yang dijiwai oleh kecintaannya kepada NKRI yang harus ditumbuh kembangkan kepada kita generasi muda sebagai penerus cita-cita bangsa.
Dengan selesainya kegiatan pelatihan Bela Negara ini, diharapkan seluruh peserta pelatihan lebih memahami jati dirinya, baik secara individu
maupun hubungan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara untuk dapat mensosialisasikan rasa nasionalisme, wawasan kebangsaan dan cinta
tanah air, sehingga memiliki kewaspadaan dan ketahanan nasional yang tinggi.
Perlu diingat juga bahwapelatihan ini merupakan suatu pembentukan sikap mental para Mahasiswa untuk lebih cerdas, kritis, disiplin, tahan
uji dan sekaligus memantapkan rasa bangga
sebagai warga Negara Kesatuan Republik
Indonesia. Untuk itu teruslah belajar dan
mengisi waktu dengan hal-hal yang positif,
pererat tali persaudaraan bagi seluruh anak
bangsa yang berwawasan kebangsaan. Karena
ke depan kita harus tetap siap menghadapi
tuntutan dan tantangan yang semakin berat
dan kompleks,tegas Pangdam.
Dalam acara tersebut turut hadir Kasdam,
Irdam, Danrem 151/Binaiya, para Perwira
Ahli, Perwira LO AL/AU, para Asisten Kasdam,
Komandan Satuan, serta Kabalak jajaran
Kodam XVI/Pattimura.(Redaksi)

Pangdam XVI/Pattimura melakukan


dialog dengan peserta pelatihan bela
negara
34

PALAGAN

www.tniad.mil.id

PANGDAM IM IRUP PADA UPACARA HARI SUMPAH PEMUDA


Prajurit TNI dan PNS Kodam Iskandar Muda Se-Garnizun Banda Aceh melaksanakan upacara
Peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke-86, Senin, 28 Oktober 2014, di Lapangan Blang Padang.
Bertindak sebagai Irup pada upacara memperingati Hari Sumpah Pemuda Ke 86 Tahun 2014
Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Agus Kriswanto.

Dalam amanat Menteri Pemuda dan


olah raga yang dibacakan oleh Pangdam
Iskandar Muda menyampaikan bahwa
kita patut berterima kasih kepada para
tokoh pemuda yang pada tahun 1928 telah
mampu menggagas dan mewujudkan ide-ide
kebangsaan yang terangkum sangat indah
dalam naskah sumpah pemuda. Kita juga
patut memanjatkan doa kepada Tuhan Yang
Maha Kuasa agar para pahlawan bangsa
yang menjadi deklarator sumpah pemuda
mendapatkan tempat yang layak disisi-Nya
sesuai dengan amal baktinya terhadap bangsa
dan negara. Setiap kali kita memperingati hari
sumpah pemuda, maka yang terbayangkan
adalah heroisme tanpa kenal lelah dari
para pemuda kita untuk mendeklarasikan
gagasan perjuangan dan mewujudkan ide
cemerlangnya tentang negara indonesia,
tentang tekad bulatnya untuk mewujudkan
satu bangsa, satu tanah air dan menjunjung
bahasa persatuan yakni bahasa indonesia.
Dalam sejarah perjuangan bangsa, hari
Sumpah Pemuda merupakan momentum
historis yang teramat penting dan menjadi
bagian tak terpisahkan dari mata rantai
perjuangan bangsa kita. Bagi para pemuda
Indonesia, sumpah pemuda merupakan
manifestasi dari kepeloporan dan
kepeduliannya untuk mengangkat harkat dan
martabat bangsa Indonesia menjadi bangsa

yang mandiri dan sejajar dengan bangsa


bangsa lain di dunia. Sedangkan bagi kita
semua, dengan segala kemajemukan yang
kita miliki, sumpah pemuda merupakan
momentum sejarah yang berhasil menyatukan
tekad dan semangat seluruh komponen
bangsa untuk melakukan perlawanan
terhadap kolonialisme dan imperialisme, yang
pada akhirnya berhasil mewujudkan suatu
negara Indonesia yang berdaulat adil dan
makmur.
Peringatan hari Sumpah Pemuda ke-86
tahun ini mengangkat tema Bangun Soliditas
Pemuda Maju Dan Berkelanjutan. Tema
tersebut mengandung pesan bahwa kita
berupaya agar para pemuda dapat memainkan
perannya secara optimal sebagai perekat
persatuan bangsa dalam pembangunan
nasional. Revolusi mental yang dicanangkan
oleh bapak Presiden Ir. Joko Widodo amatlah
relevan dalam mewujudkan pemuda yang
maju. Ciri pemuda yang maju adalah pemuda
yang berkarakter, berkapasitas dan berdaya
saing. Oleh karena itu revolusi mental harus
dapat kita jadikan sebagai pemicu untuk
mempercepat terwujudnya pemuda yang
maju. Dengan mewujudkan pemuda yang
maju berarti kita dapat menghasilkan bangsa
yang hebat. Oleh sebab itulah pembangunan
kepemudaan secara berkelanjutan harus terus
dilaksanakan melalui proses penyadaran,

Upacara pengibaran bendera dalam


rangka memperingati Hari Sumpah
Pemuda di lapangan Blang Padang
dengan Irup Pangdam IM, Mayjen TNI
Agus Kriswanto

pemberdayaan dan pengembangan


sebagaimana diamanatkan oleh undangundang nomor 40 tahun 2009 tentang
kepemudaan.
Pemuda yang maju adalah pemuda yang
memiliki kemampuan inovasi dan kreativitas
yang tinggi, yang mampu mengatasi pelbagai
persoalan yang dihadapinya dan memiliki
kompetensi sehingga mampu bertahan dan
unggul dalam menghadapi persaingan global.
Pemuda yang maju adalah pemuda yang
mampu berfikir positif, yang senantiasa terus
berorientasi pada kejayaan bangsanya demi
keunggulan dan kegemilangan masa depan,
tidak mudah menyerah, bertanggungjawab
dan senantiasa melakukan yang terbaik untuk
dirinya, masyarakatnya dan untuk bangsanya.
Semangat para pemuda 86 tahun lalu harus
terus menjadi obor penyemangat bagi
pengabdian pemuda Indonesia untuk bangsa
dan tanah air tercinta. Keberhasilan generasi
terdahulu menyatukan hati dan pikiran bangsa
Indonesia harus diteruskan oleh para pemuda
dengan meyakinkan harapan akan masa
depan bangsa yang cemerlang.(Redaksi)

Volume 15 No. IV Edisi Desember 2014

35

LINTAS SATUAN

PANGDAM XVII/CENDERAWASIH PIMPIN


SERTIJAB DANBRIG 20/IJK
Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Fransen G. Siahaan, memimpin acara serah
terima jabatan Komandan Brigade Infanteri 20/IJK (Ima Jaya Keramo) dari Kolonel Inf
Ari Yulianto kepada Letkol Inf Endro Satoto bertempat di lapangan Mabrigif 20/IJK,
Selasa (14/10).
Dalam amanatnya, Pangdam mengatakan
bahwa pergantian pejabat dan mutasi
merupakan suatu hal yang biasa dilakukan
di tubuh Angkatan Darat. Hal ini mempunyai
maksud dan tujuan agar roda organisasi dan
regenerasi kepemimpinan di lingkungan
Angkatan Darat dapat berjalan lancar dan
terus berlanjut sesuai dengan pembinaan
personel dan pembinaan satuan. Sehingga
dari generasi ke generasi memiliki kapabilitas
dan aksebilitas serta responsibilitas yang
tinggi.
Adapun penekanan yang selalu diberikan
kepada seluruh prajurit adalah agar selalu
meningkatkan profesionalisme, kepekaan
dan kepedulian yang mendalam terhadap
permasalahan yang berkembang dengan
berpegang teguh kepada Sapta Marga,
Sumpah Prajurit dan Delapan Wajib TNI
serta tetap berpedoman kepada UU Nomor
34 tahun 2004 tentang TNI serta perangkat
aturan hukum lainnya.
Diharapkan dengan adanya sertijab
Danbrigif yang baru, kinerja para prajurit

36

PALAGAN

kedepannya dapat melaksanakan tugas


dengan baik. Tidak perlu melihat siapa yang
menjadi pimpinannya. Semua pemimpin
sudah tentu akan memikirkan kesejahteraan
bagi prajuritnya. Sebagai prajurit kita harus
loyal terhadap pimpinan, kalau hal ini
dilaksanakan tentunya ke depan akan tercipta
suasana kerja yang harmonis dan dinamis.
Begitupun juga sebagai seorang pemimpin,
Ia juga harus dapat membawa anggotanya
untuk lebih maju menjadikan anggotanya
sebagai prajurit yang profesional dibidangnya
masing-masing. Berani bertanggung jawab
setiap memberikan perintah kepada
prajuritnya, sehingga setiap prajurit memiliki
moril yang tinggi dan tidak ragu-ragu dalam
melaksanakan tugasnya. Dengan adanya
pergantian pimpinan, satuan Brigif 20/
IJK kedepan akan lebih baik lagi dalam
mengemban tugas dan mampu melaksanakan
tugasnya dengan baik guna mendukung kerja
di lingkup Kodam XVII/Cenderawasih, pungkas
Pangdam.
Pangdam juga mengucapkan terimakasih

dan penghargaan yang tinggi kepada


Kolonel Inf Ari Yulianto atas dedikasinya
dalam memimpin Brigif 20/IJK, selamat
jalan dan selamat menjalankan tugas di
satuan yang baru. Kemudian kepada Letkol
Inf Endro Satoto, Pangdam mengucapkan
selamat datang di Satuan Brigif 20/IJK,
segera menyesuaikan dengan lingkungan
sekitar dan selamat menjalankan tugas
semoga senantiasa diberikan kesehatan dan
petunjuk oleh Tuhan YME, sehingga dapat
melaksanakan tugasnya dengan baik.
Hadir dalam acara sertijab tersebut
para pejabat teras di jajaran Kodam XVII/
Cenderawasih, Muspida Timika, Tokoh
Masyarakat, dan seluruh prajurit Brigif 20/IJK.
(Redaksi).

Pangdam XVII/Cendrawasih dan


Danbrig 20/IJK melakukan salam
komando sesaat setelah upacara
sertijab

www.tniad.mil.id

DANREM 052/WKR DAN ASPERS KASDAM JAYA


DISERAHTERIMAKAN
Alih tugas dan jabatan memberikan gambaran, bahwa kehidupan
organisasi di lingkungan Kodam Jaya berjalan secara dinamis dan sudah didesain
secara profesional sebagai organisasi militer yang bertujuan untuk meraih
kondisi yang lebih baik dan lebih maju. Guna mewujudkan hal tersebut, perlu
mengoptimalkan pelaksanaan tugas pokok dan kesiapan serta kemampuan
dari seluruh komponen satuan secara handal dan didukung mekanisme kerja
yang rapi serta terintegrasi dengan solid Tegas Pangdam Jaya Mayjen TNI Agus
Sutomo, S.E., dalam acara Tradisi Korps Sertijab Pejabat Kodam Jaya, bertempat
di aula Sudirman Makodam Jaya. Jumat (07/11). Dengan berlangsungnya
serah terima jabatan ini, Pangdam Jaya menyampaikan ucapan terima kasih
dan penghargaan yang tulus kepada para Pejabat Kodam Jaya yang lama atas
pengabdian dan dedikasinya terhadap Kodam Jaya. Adapun Pejabat Kodam Jaya
yang diserahterimakan adalah Komandan Korem 052/Wijakrama dari Kolonel
Kav Wawan Ruswandi kepada Kolonel Kav M. Zamroni dan Asisten Personel
Kasdam Jaya dari Kolonel Inf Judi Paragina Firdaus kepada Kolonel Inf Yudianto
Putrajaya.
Sebagai cerminan organisasi yang profesional, efektif, efesien, modern dan
militan, maka kesiapan fungsi-fungsi terkait pembinaan satuan harus dibina
terus-menerus dan sifatnya berkelanjutan, demi menyesuaikan kebutuhan
dan tantangan tugas yang dihadapi. Oleh karena itu, bagi pejabat yang dipercaya menerima amanah, saya sampaikan bahwa tempat penugasan
seperti Kodam Jaya merupakan arena untuk lebih mengembangkan kemampuan manajerial dan memperkaya aspek kepemimpinan sehingga kelak
diperlukan dalam mendukung dan memikul beban tugas dan tanggung jawab yang semakin besar.
Lebih lanjut Pangdam Jaya mengucapkan selamat datang kepada para pejabat baru, dan meminta agar dapat menyikapi kepercayaan dengan
penuh rasa tanggung jawab dan pengabdian yang tulus kepada Kodam Jaya. Berbuatlah yang terbaik bagi satuan serta tingkatkan kinerja dari hasil
pengalaman yang ada sehingga dapat menjadi prajurit yang lebih profesional. Dinamika kehidupan merupakan hal yang alamiah, akan melewati
proses yang disebut perjumpaan dan perpisahan, sebagai bagian dari konsekuensi relasi sosial yang dibangun antar manusia, terlebih di lingkungan
militer. Proses tersebut, menjadi bernilai manakala hubungan emosional terjalin dengan baik dan berjalan dengan mulus, yaitu selama tugas
bersama tetap kompak, mampu berkarya dan ketika akan berpisah meninggalkan kesan yang baik.(Redaksi)

KOMANDAN KODILAT TNI AD TERIMA KUNJUNGAN


TENTARA AUSTRALIA
Panglima Komando Darat Angkatan Darat Australia (Commander Forces Command Australian Army) Major General Mick Slater yang
didampingi oleh Atase Darat Kedubes Australia Colonel Justin Roocke berkunjung ke Makodiklat TNI AD Selasa (28/10). Kunjungan kehormatan
Panglima Komando Darat AD Australia ini diterima langsung oleh Komandan Kodiklat TNI AD Letjen TNI Lodewijk F. Paulus di Ruang VIP Ganesha
Makodiklat TNI AD jalan Aceh no.50 Bandung.
Dalam sambutannya, Komandan Kodiklat TNI AD menyampaikan bahwa kunjungan ini dapat meningkatkan kerja sama dan saling pengertian
antara Kodiklat TNI AD dengan Angkatan Darat Australia, khususnya dalam bidang Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan sesuai dengan
Tugas Pokok Kodiklat TNI AD. Disamping itu sebagai studi banding untuk dapat dikembangkan di negaranya masing-masing, mengingat antara
Indonesia dan Australia telah terjalin hubungan kerjasama yang erat. Kerja sama di bidang pendidikan dan latihan yang telah terjalin selama ini
cukup baik dan diharapkan terus ditingkatkan guna mewujudkan hubungan yang
saling menguntungkan serta dilandasi oleh semangat kebersamaan dan saling
menghargai antar kedua negara.
Selanjutnya Komandan Kodiklat, mempersilahkan kepada Major
General Mick Slater beserta rombongan untuk menyaksikan penayangan Profil
Kodiklat TNI AD dengan harapan dapat diperoleh gambaran yang lebih lengkap
tentang keberadaan Kodiklat TNI Angkatan Darat secara keseluruhan. Setelah
penanyangan profil Kodiklat TNI AD, dilanjutkan dengan kegiatan tanya jawab
terkait tugas pokok Kodiklat TNI AD sebangai pembina Doktrin, Pendidikan dan
Latihan.
Dalam kunjungan kehormatan ini, Komandan Kodiklat TNI AD didampingi
oleh Wadan Kodiklat TNI AD, para Komandan Pusat Kesenjataan, para Direktur
Kodiklat, Sekretaris Kodiklat dan Irkodiklat TNI AD. Kegiatan tersebut diakhiri
dengan pertukaran cindera mata dan foto bersama. (Redaksi)
Panglima Komando Darat Australia menyerahkan cinderamata
kepada Dankodiklat TNI AD

Volume 15 No. IV Edisi Desember 2014

37

LINTAS SATUAN

KODAM I/BB GELAR LATIHAN TERPADU


PENANGGULANGAN BENCANA ALAM
Pangdam I/BB Mayjen TNI Winston P. Simanjuntak, S.I.P., M.Si
yang diwakili Kasdam I/BB Brigjen TNI Cucu Somantri buka
Latihan Terpadu Penanggulangan Bencana Alam Kodam I/BB
TA 2014 di Ruang Manunggal LT V Makodam I/BB Jalan Gatot
Subroto Km 7,5 Medan, Senin (13/10).

Pangdam I/BB meninjau alat


perlengkapan penanggulangan bencana
alam.

Dalam amanatnya Pangdam I/BB


Mayjen TNI Winston P. Simanjuntak, S.I.P.,
M.Si yang dibacakan Kasdam I/BB Brigjen
TNI Cucu Somantri mengatakan tugas pokok
TNI sesuai Undang-Undang Nomor 34 Tahun
2004 adalah menegakkan kedaulatan negara,
mempertahankan keutuhan wilayah NKRI
serta melindungi segenap bangsa Indonesia.
Salah satu dari tugas tersebut adalah
melaksanakan bantuan kepada pemerintah
daerah setempat dalam menanggulangi
akibat bencana alam di daerah. Dalam
rangka memenuhi tuntutan tugas tersebut
di atas, maka diselenggarakan latihan

38

PALAGAN

terpadu penanggulangan bencana alam


Kodam I/BB agar memiliki kemampuan dan
keterampilan serta kecepatan bergerak yang
tinggi untuk membantu Pemerintah Daerah
dalam melaksanakan penanggulangan akibat
bencana alam gunung meletus secara berhasil
dan berdaya guna.
Latihan terpadu yang akan dilaksanakan
ini harus dapat dimanfaatkan semaksimal
mungkin oleh para peserta latihan, agar dapat
mencapai hasil optimal yang sangat berguna
dalam rangka mendukung tugas perbantuan
kepada pemerintah daerah. Sesuai dengan
tema latihan terpadu penanggulangan
bencana kali ini, yaitu Satuan TNI Wilayah
Kodam I/Bukit Barisan Membantu Pemerintah
Daerah Provinsi Sumatera Utara Dalam
Melaksanakan Penanggulangan Akibat

Bencana Alam Gunung Meletus Dalam Rangka


Operasi Militer Selain Perang.
Lebih lanjut Kasdam I/BB mengatakan
kepada penyelenggara beserta pendukung
yang akan melaksanakan latihan terpadu
penanggulangan bencana alam ini, agar
para peserta latihan dilatih dengan baik dan
benar sehingga diperoleh kesigapan dan
kesiapan para prajurit dan seluruh komponen
yang terkait secara profesional. Sebelum
mengakhiri amanatnya, Pangdam memberikan
beberapa penekanan untuk dipedomani
selama pelaksanaan pelatihan. Kepada
penyelenggara latihan : Tumbuhkan semangat
dan motivasi peserta pelatihan, sehingga
pada pelaksanaan aplikasi dapat dilaksanakan
dengan benar untuk mencapai hasil yang
optimal, agar berperan secara proporsional
dan profesional, sehingga seluruh rangkaian
latihan dapat berlangsung dengan tertib dan
lancar, laksanakan pengawasan dan koreksi
dengan baik, sehingga hasil latihan mencapai
sasaran dan tepat waktu. Selanjutnya
kepada pelaku latihan agar memanfaatkan
pelatihan ini sebagai wahana untuk
meningkatkan kemampuan olah keprajuritan
dalam penanggulangan bencana alam dan
mampu mengaplikasikannya.Ikuti semua
petunjuk penyelenggara agar pencapaian
sasaran pelatihan dapat tercapai sesuai
yang diharapkan serta hindari terjadinya
pelanggaran dan perhatikan faktor keamanan
baik personel, materiil maupun kegiatan
selama latihan.
Hadir dalam acara tersebut Danlanud
Soewondo, Irdam I/BB, Danrem 022/PT,
Danrem 023/KS, Para Asisten Kasdam I/BB,
Para Staf Ahli Pangdam I/BB, Pa Lo AL dan
Lo AU, Para Kabalakdam I/BB, Dandim 0201/
BS, Para Danyon BS Wilayah Medan, Kadis
Pertanian Kab.Karo dan Kabarnas Provsu.
(Redaksi).

Kasdam I/BB menyematkan tanda


peserta latihan kepada perwakilan
peserta (kiri). Para peserta latihan
mempraktekan cara mengevakuasi
korban (kanan).

www.tniad.mil.id

PANGLIMA KOSTRAD BUKA LATIHAN BERSAMA KE-26


SAFKAR INDOPURA
Pangkostrad dan Panglima Divisi SAF
bersama-sama mengangkat obor simbol
latihan bersama.

Panglima Komando Cadangan


Strategi TNI AD, Letnan
Jenderal TNI Mulyono,
membuka Latihan Bersama
Safkar Indopura antara
TNI AD dengan Angkatan
Bersenjata Singapura
(SAF), di Lapangan Tembak
Plempungan Kabupaten
Magelang, Jawa Tengah,
Selasa(4/11).
Pangkostrad bersama Panglima Divisi III
SAF melakukan inspeksi pasukan peserta
latihan

Ini program dari kedua angkatan darat


Indonesia dengan Singapura yang sudah
berjalan 26 tahun, kata Pangkostrad, usai
upacara pembukaan latihan bersama Safkar
Indopura ke 26.
Acara pembukaan Latihan Bersama
Safkar Indopura yang diikuti 182 personel
TNI AD dari Batalyon 411 Raider Kostrad
dan 115 tentara dari Singapore Armed Force
yang dilanjutkan dengan menggelar latihan
bersama (Join Exercise) Safkar Indopura,
dihadiri oleh Panglima Divisi III SAF, Brigadir
Jenderal Ong Tze Chin.
Materi latihan yang dilakukan
diantaranya adalah kepemimpinan kedua
negara terkait pengambilan keputusan taktik,
melaksanakan latihan taktis maupun teknis,
dan bakti sosial dengan membangun dan

memperbaiki fasilitas masyarakat di sekitar


tempat latihan.
Pangkostrad mengatakan, kegiatan
ini dilakukan dalam rangka mempererat
hubungan yang telah terjalin baik selama
ini, terutama angkatan darat kedua negara.
Melalui latihan bersama diharapkan tercipta
kebersamaan, keakraban, saling percaya, dan
saling pengertian.
Selain itu juga saling memperkenalkan
doktrin-doktrin taktis yang dimiliki masingmasing sehingga saat terjadi sesuatu yang
melibatkan kedua angkatan bersenjata tidak
ada lagi keraguan dalam melaksanakan misi,
katanya.
Dengan seringnya dilakukan latihan
bersama antara kedua angkatan darat
diharapkan tidak pernah ada masalah dalam
setiap kegiatan yang melibatkan kedua
negara, katanya.
Ia mengatakan latihan bersama
Safkar Indopura selama sembilan hari ini
dilaksanakan secara bergantian antara
Indonesia dengan Singapura.
Panglima Divisi III SAF, Brigadir Jenderal
Ong Tze Chin, mengatakan, kontingen SAF
senang bisa hadir di Plempungan dan ini
merupakan kehormatan bagi SAF untuk
dapat mengikuti latihan bersama yang
telah berlangsung cukup lama antara kedua
angkatan darat.
Latihan bersama ini dapat meningkatkan
profesionalisme dan latihan ini juga
merupakan kesempatan yang hebat untuk
meningkatkan saling kepercayaan dan
persahabatan antara kedua angkatan darat
kedua negara, katanya.(Redaksi)

Volume 15 No. IV Edisi Desember 2014

39

PROFIL SATUAN

Sura Dharma Santika yang


mengandung arti : Prajurit
Berilmu dan Bijaksana yang
memiliki Tugas dan Tanggung
jawab untuk Menciptakan
Perdaamaian dan Kedamaian
merupakan sumber motivasi dan
inspirasi segenap prajurit Kompi
Zeni Penjinak Bahan Peledak
dalam melaksanakan tugas dan
tanggung jawabnya.
1
2

40

PALAGAN

www.tniad.mil.id

5
1. Prajurit Jihandak mengamankan bahan peledak yang ditemukan 2. Robot penjinak bahan peledak 3. Bahan peledak yang telah dijinakkan dibawa ke
tempat penghancuran 4. Menyisir setiap jengkal tanah dengan metal detektor. 5. Profil prajurit Jihandak

Bermarkas di jalan raya lenteng Agung


Jagakarsa, Jakarta Selatan, satuan ini
cukup banyak memainkan perannya dalam
menjinakkan bahan peledak yang senantiasa
mengancam jiwa manusia dan mengusik
ketenteraman masyarakat dalam melakukan
aktivitas kehidupannya.
Latar Belakang Pembentukan.
Kompi Zeni Penjinak Bahan Peledak
(Kizijihandak) ini, terbentuk dengan
dilatarbelakangi oleh banyaknya ancaman
bom yang terjadi di wilayah NKRI pada
umumnya dan Ibukota Jakarta pada
khususnya. Maraknya ancaman tersebut,
disertai tuntutan tugas yang harus mengikuti
perkembangan jaman, maka TNI Angkatan
Darat merasa perlu membentuk sebuah
Kesatuan khusus yang menangani masalah
ancaman bahan peledak.
Awal mula keberadaannya, Kizijiandak,
adalah satuan Kompi berdiri sendiri (BS) yang
didirikan pada 22 April 1986 berdasarkan
keputusan KSAD Nomor : Kep/19/II/1986
tanggal 17 Februari 1986 tentang Table
Organisasi dan Peralatan Kizijihandak.
Satuan ini didirikan dan dibentuk oleh
karena perkembangan situasi keamanan dan
meningkatknya eskalasi ancaman terhadap
keamanan dengan menggunakan bahan
peledak pada saat itu.
Pada awal pembentukannya satuan
Kompi Zeni peninjak bahan peledak

bermarkas di Direktorat Zeni Angkatan Darat


Matraman. Walaupun satuan ini didirikan
pada 22 April 1986, namun penyempurnaan
dan pengesahan oleh KSAD baru dilaksanakan
pada tahun 1990 yang ditandai dengan di
keluarkan dan di tandatanganinya keputusan
KSAD Nomor : KEP/2/I/1990 tanggal 29 Januari
1990 tentang Tabel Organisasi Personel dan
perlengkapan Kompi Zeni Penjinak Bahan
Peledak. Setelah penyempurnaan dan
pengesahan tersebut Satuan Kizijihandak baru
memiliki Markas Komando yang terletak di
Jalan Raya Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta
Selatan. Dimana Markas Komando tersebut
masih digunakan oleh Satuan Kompi Zeni
Penjinak Bahan peledak hingga sekarang.
Personel Kizijihandak pada awal
pembentukannya diambil dari satuansatuan Zeni Angkatan Darat yang memiliki
Kualifikasi Destruksi/Demolisi, Demolisi
bawah air, dan Spesialisasi Ranjau. Didalam
perkembangannya seluruh personel Kompi
Zeni Jihandak memiliki kualifikasi Explosive
Ordance Disposal EOD) dan improvised
Explosive Device Defeat (IEDD) yang didapat
dari pendidikan disekolah-sekolah Penjinak
Bahan peledak dinegara-negara lain, sebab
pada saat itu TNI belum memiliki Acuan Teknis
dan Prosedur Penjinakan Bahan Peledak.
Setelah personel-personel yang ditunjuk
melaksanakan Pendidikan Penjinak Bahan
Peledak di Negara-negara lain tersebut
kembali, mereka merumuskan teknik dan

prosedur penjinakan bahan peledak dengan


mengadopsi sebagian atau seluruh teknik
dan prosedur tersebut, dengan pertimbangan
tipologi ancaman, alat peralatan, geografi
serta demografi Indonesia.
Tugas Pokok Kizijihandak
Berdasarkan Tabel organisasi Personel
dan perlengkapan yang disahkan oleh Kepala
Staf Angkatan Darat, tahun 1990, Kompi
Zeni Penjinak Bahan Peledak adalah satuan
pelaksana di tingkat Ditziad yang secara
organik dan administratif berkedudukan
langsung di bawah Dirziad, sedangkan secara
operasional berada langsung di bawah Kasad
yang dalam pelaksanaan tugasnya dibawah
supervisi Aspam Kasad. Kizijihandak memiliki
tugas pokok melaksanakan penjinakan bahan
peledak yang mengancam, keselamatan
Kodal, Organisasi, Instalasi, Satuan, Sarana di
lingkungan TNI maupun non TNI beradasarkan
kebijakan umum Kasad.
Melalui tugas pokok tersebut, tugastugas Kompi Zeni Penjinak Bahan Peledak
yang rutin dilaksanakan adalah :
a. Melaksanakan Pengamanan VIP dan VVIP.
b. Melaksanakan pengamanan objek
vital Nasional baik militer maupun sipil
(Berdasarkan kebijakan umum Kasad).
c. Melaksanakan penjinakan/pengamanan
terhadap Unexploded Ordnance (UXO) baik
yang ditemukan oleh masyarakat maupun
pasca penembakan latihan-latihan yang

Volume 15 No. IV Edisi Desember 2014

41

PROFIL SATUAN

Prajurit Jihandak di daerah penugasan di


luar negri bekerja sama dengan pasukan
lain dan masyarakat setempat

menggunakan munisi caliber besar, roket,


bom standar, dan senjata-senjata lain yang
menggunakan bahan peledak sebagai
komponen utamanya.
d. Melaksanakan penjinakan/pengamanan
terhadap Improvised Explosive Device
(IED) atau benda yang diduga sebagai IED
yang mengancam Objek Vital Nasional baik
instalasi militer maupun sipil (Berdasarkan
kebijakan umum Kasad).
e. Melaksanakan Asistensi Teknis pengamanan
preventif terhadap ancaman Bahan Peledak
baik unsur pengamanan sipil maupun
militer.
f. Melaksanakan Asistensi Teknis Penjinakan
Bahan Peledak kepada satuan-satuan
penjinak bahan peledak yang telah
ditentukan.
Pengalaman tugas operasi
a. Penugasan dalam negeri.
1) Pengamanan kegiatan Khusus berskala
nasional dan Internasional, seperti
Sidang umum dam sidang istimewa
MPR, KTT Non Blok, APEC, KTT G-15 KTT
9 ASEAN SUMMIT di Bali.
2) Pengamanan Personel Khusus VIP dan

42

PALAGAN

VVIP seperti Presiden, Kepala Negara


Asing, Kepala Staf Angkatan Negara
Asing dan tamu Negara Asing lainnya.
3) Operasi seroja Timor Timur.
4) Operasi pemulihan keamanan daerah
rawan Aceh tahun 2000 2005.
5) Operasi kemanusiaan bencana tsunami
daerah rawan Aceh pada tahun 20042005.
6. Operasi pemulihan keamanan daerah
rawan Aceh tahun 2005-2006
7) Pengamanan kegiatan khusus berskala
Nasional dan Internasional, Pam VVIP
dalam rangka ASEAN and EAST Asia
SUMMIT tahun 2001.
8) Pengamanan kegiatan khusus berskala
Nasional dan Internasional, Pam KTT bali
Democracy Forum (BDF) tahun 2012.
9) Pengamanan Kegiatan Khusus berskala
Nasional dan Internasional, Pam KTT
Asia Pasific Economic Cooperation
(APEC) XXI tahun 2013.
10) Pengamanan Kegiatan Khusus berskala
Nasional dan Internasional, Pam Bali
Democracy Forum VII tahun 2014.
b. Penugasan luar negeri.
1) Satgas Yonzi Garuda XIV-C/Bosnia

Herzegovina tahun 1994-1995.


2) Satgas Kompi Zeni Garuda XX-A/ Kongo
tahun 2003 2004
3) Satgas Kompi Zeni Garuda XX-B/ Kongo
tahun 2004 2005
4) Satgas Kompi Zeni Garuda XX-C/ Kongo
tahun 2005 2006
5) Satgas Kompi Zeni Garuda XX-D/ Kongo
tahun 2006 2007
6) Satgas Kompi Zeni Garuda XX-E/ Kongo
tahun 2007 2008
7) Satgas Kompi Zeni Garuda XX-F/ Kongo
tahun 2008 2009
8) Satgas Kompi Zeni Garuda XX-H/ Kongo
tahun 2010 2011
9) Satgas Kompi Zeni Garuda XX-I/ Kongo
tahun 2011 20012
10) Satgas Kompi Zeni Garuda XX-J/ Kongo
tahun 2012 s.d 2013
11) Satgas Kompi Zeni Garuda XXXII-A/
Minustah Haiti tahun 2011 2012
12) Satgas Yonmek Konga XXXIII-F/ Unifil
Lebanon tahun 2011 s.d 2012
13) Satgas Kompi Zeni Garuda XXXII-B/
Minustah Haiti tahun 2012 2013
14) Satgas Militeri Police Unit (MPU) TNI
Konga XXV-D/ Unifil Lebanon tahun 2012

www.tniad.mil.id

s.d 2013
15) Satgas Militeri Police Unit (MPU) TNI
Konga XXV-F/ Unifil Lebanon tahun 2012
s.d 2013
16) Satgas Militeri Police Unit (MPU) TNI
Konga XXV-F/ Unifil Lebanon tahun 2013 s.d
sekarang.
17) Satgas Militeri Police Unit (MPU) TNI
Konga XXV-F/ Unifil Lebanon tahun 2013 s.d
sekarang.
18) Satgas Kompi Zeni Garuda XXXIII-C/
Minustah Haiti tahun 2013 s.d 2014; dan
19) Satgas Kompi Zeni Garuda XXXII-A/ Central
Africa tahun 2014 s.d sekarang.
Prestasi
Prestasi yang telah ditorehkan satuan
Kizijihandak adalah:
Juara II Lomba Lintas Medan dalam rangka
HUT Pusdikzi ke 43 tahun 1993
Juara Harapan I Piala tetap Menpora RI LGJ
Baladhika Karya ke 31 tahun 1994.

Juara III Lomba Kebersihan Antar Komplek


dalam rangka HUT ke 49 Zeni Angkatan
Darat tahun 1994.
Juara II Beregu putra Putra LGJ Pekan Raya
Jakarta VIII tahun 1994
Juara II Lomba kebersihan terpadu se DKI
Jakarta tahun 1996
Juara III lomba menembak senapan dalam
rangka HUT ke-51 Zeni Angkatan Darat
tahun 1997.
Lambang Satuan Kompi Zeni Jihandak
Kompi Zeni Jihandak menggunakan
lambang burung Garuda dengan arah kepala
menghadap ke kanan dan sedang mengangkat
bom yang ditandai dengan kilatan petir yang
berada dalamn kotak segi lima disertai sesanti
satuan yang berbunyi Sura Dharma Santika.
Arti dan Makna symbol-simbol dalam
lambang satuan.
a. Segi Lima. Segi lima yang mengelilingi
lambang satuan Kizijihandak

melambangkan setiap kegiatan didasari


oleh sumpah prajurit. Latar belakang
gambar warna kuning menggambarkan
keperwiraan di dalam melaksanakan tugas.
b. Tujuh Helai Bulu. Pada kedua sayap garuda
yang membentang, menggambarkan sapta
marga yang selalu melekat pada Satuan
Kizijihandak dengan sayap membentang
menggambarkan Kizijihandak siap
melaksanakan tugas pengamanan di
seluruh nusantara.
c. Gambar Bom Berwarna Hitam.
Melambangkan bahwa tugas pokok
Kizijihandak adalah melaksanakan
pengamanan bahan peledak.
d. Gambar halilintar berwarna Merah
Melambangkan bahwa dalam kegiatannya
Kizijihandak selalu berhadapan dengan
bahaya, sehingga dibutuhkan keseriusan
dan kehati-hatian.

Upaya menjinakkan
bahan peledak yang
berhasil ditemukan

Volume 15 No. IV Edisi Desember 2014

43

KISAH PRAJURIT

Setiap warga Negara Indonesia baik pria maupun wanita


memiliki hak dan kewajiban yang sama dalam membela
Negara Indonesia. Atas dasar itulah wanita kelahiran 35 tahun
lalu ini ingin mengabdikan dirinya kepada bangsa dan Negara
melalui TNI. Menurutnya, dengan menjadi prajurit Korps
Wanita Angkatan Darat (Kowad) merupakan salah satu wujud
pengabdian kepada bangsa dan Negara Republik Indonesia.
Dengan berbekal tekad yang kuat dan
motivasi yang tinggi, selepas dinyatakan
lulus SMU pada tahun 1997, Rita Erna
Mayasari mendaftarkan dirinya untuk
bergabung dengan TNI Angkatan Darat
di Kodam VI/Tpr yang saat ini telah
berubah menjadi Kodam VI/Mlw. Melalui
seleksi Secaba Kowad yang sangat ketat,
akhirnya Rita dinyatakan lulus dan berhak
mengikuti pendidikan Secaba Kowad di
Pusdik Kowad Kodiklat TNI AD Lembang
Bandung. Selama kurang lebih satu
tahun menjalani pendidikan dasar dan
dilanjutkan dengan pendidikan kejuruan
Bekang di Cimahi, Bandung, pada
tahun 1998 dinyatakan lulus dengan
menyandang pangkat Sersan Dua
Kowad dan resmi bergabung dengan TNI
Angkatan Darat menjadi anggota Korps
Wanita Angkatan Darat.
Awal penugasan, Sersan Mayor
(K) Rita sesuai dengan ilmu pendidikan
kecabangannya ditempatkan di satuan
Perbekalan Denma Markas Besar
Tentara Nasional Indonesia,
sampai dengan tahun 1999.
Berjalannya waktu Ibu dua
putri ini mendapatkan perintah
untuk mengikuti seleksi ADC
Ibu Kasum TNI, dan selama 2
tahun mendampingi Ibu Kasum.
Selanjutnya pada tahun 2000
ditugaskan di staf Kasum TNI
yang diperbantukan di bagian
administrasi sampai dengan
sekarang.
Serma Rita saat mendampingi istri
Dubes RI untuk Lebanon (atas).
Pengamatan untuk memastikan
keamanan wilayah (bawah)

44

PALAGAN

Tergabung dalam Satgas Yonif Mekanik


Kontingen Garuda XXIII-E/UNIFIL
Berawal pada akhir tahun 2010, ada
permintaan dari PBB yang membutuhkan
personel Wanita TNI untuk bergabung dalam
misi perdamaian PBB. Merupakan suatu
kebanggan bagi Serma Rita yang ketikan itu,
mendapat perintah untuk mengikuti seleksi
tersebut. Namun diballik rasa bangga , Serma
Rita sempat terpikir apakah tega untuk
meninggalkan keluarga terutama anak-anak?
Tetapi kembali pada sumpah dan janji sebagai
seorang prajurit harus siap melaksanakan
perintah. Dukungan terbesar didapatkan
dari suami, maka tekad serma Rita untuk
mengikuti test tersebut dilanjutkan. Hampir
lebih 20 peserta yang mengikuti test hingga
akhirnya terpilih masing-masing matra dari
Darat, Laut dan Udara untuk mewakili Mabes
TNI. Kemudian bergabung dengan rekan-rekan
dari masing-masing matra untuk melakukan
persiapan memasuki masa pratugas.
Test yang dilalui tidaklah mudah dari
mulai test kesehatan, jasmani, psikotest,
Bahasa Inggris dan komputer. Setelah
dinyatakan lulus Rita melakukan berbagai
persiapan baik secara mental dan fisik. Saat
itu tergabung dalam Satgas Yonif Mekanik
Kontingen Garuda XXIII-E/UNIFIL 2010-2011.
Akhir November 2010 kami berangkat menuju
Lebanon.
Penugasan di Lebanon
Suatu negara yang dari awal berdiri
selalu memiliki konflik terutama dengan Israel.
Permasalahan konflik antara Lebanon dengan
Israel merupakan permasalahan perbatasan
Internasional atau dikenal dengan nama
Blue Line yang meruncing pada tahun 2006
saat kelompok Hisbullah menyerang patroli
perbatasan Israel dan menculik 2 prajurit AB
Israel yang kemudian dibalas dengan invasi
Israel ke Lebanon selama 34 hari. Akan tetapi
dari dalam negeri Lebanon sendiri banyak
terjadi gejolak seperti perang saudara dan
konflik politik.
Tantangan yang tentu saja tidak mudah
khususnya bagi kami Wanita TNI untuk bisa
menjalankan tugas dihadapkan pada kondisi
Lebanon saat itu , juga kulture masyarakat
yang boleh dibilang sangat keras wataknya
akibat dari negara yang berkonflik.
Wanita TNI sebagai bagian integrasi
dari TNI turut pula memantapkan kiprahnya
sebagai prajurit profesional yang dibangun
secara riil dan mengedepankan aspek
kemahiran untuk kemiliteran yang di topang
oleh aspek moral, etika, disiplin serta
kesejahteraan dengan tetap pada jati dirinya
sebagai prajurit Sapta Marga.
Suka Duka
Dalam pelaksanaan tugas tentu saja,
ibu dua orang putra/putri ini mengalami

www.tniad.mil.id

suka dan duka saat di medan tugas. Harus


terpisah dengan keluarga tercinta sudah
pasti merupakan hal terberat, tetapi dengan
kekuatan dari Sang Maha pencipta saya bisa
mengatasi itu semua dengan melakukan
komunikasi intens melalui video call di saat
pekerjaan selesai atau di sela-sela waktu
luang saya, paling tidak bisa mengobati
kerinduan pada keluarga terutama kepada
anak-anak saya, kisah Serma Rita. Hambatan
lainnya pada penugasan adalah masih adanya
ketidakpercayaan dari rekan-rekan pria
bahwa para tentara wanita mampu untuk
melaksanakan tugas tersebut, hingga tidak
jarang terjadi perdebatan, namun hal tersebut
dilalui, tentu saja dengan kemampuan
untuk berkomunikasi dengan baik kepada
pimpinan hingga akhirnya dapat merasakan
bagaimana berpatroli di jalur jalur konflik.
Setelah mereka tahu bahwa kamipun
mampu melaksanakan tugas dengan baik
akhirnya para pimpinan yakin bahwa kami
bisa melaksanakan tugas yang diperintahkan
kepada kami wanita TNI.
Menghadapi masyarakat yang
walau terlihat baik tetapi tetap dituntut
kewaspadaan yang cukup tinggi, terkadang
dihadapkan pada masyarakat yang sangat
keras kepala namun dengan pendekatan
serta sikap bersahabat kepada mereka hingga
akhirnya mereka bisa menerima keberadaan
kita dengan baik, sehingga mereka bisa
mengatakan love Indonesia. Hal ini terbukti
dari sebagian daerah yang menjadi tanggung
jawab Indonesia masyarakatnya dapat
berbaur dengan kita bahkan Sekjen PBB pun
mengakui hal tersebut.
Selain itu juga Wanita TNI turut
berkontribusi dalam bidang olahraga yang
diselenggarakan oleh UNIFIL Wanita TNI
khususnya Kowad yang ikut serta
dalam beberapa pertandingan
diantaranya bulutangkis
dan tenis meja. Dengan
berbangga hati saat itu
saya berhasil meraih
Medali Emas
pada

ganda putri dan Medali perak pada ganda


campuran serta Medali Perunggu pada
tunggal putri Bulutangkis. Dengan kodratnya
sebagai wanita bersama-sama kami juga tak
segan-segan untuk menyuguhkan tarian-tarian
asli Indonesia dari berbagai adat istiadat yang
ada, tentunya kami sudah mempersiapkan
sebelum kami malaksanakan penugasan
dengan latihan terlebih dahulu
beberapa tarian, untuk penyambutan
tamu2 dari negara-negara yang berada
di Sektor Timur.
Komando Sektor Timur
dipimpin oleh seorang Perwira
tinggi berpangkat Brigjen berasal
dari Spanyol dan mempunyai
seorang wakil berpangkat Kolonel
yang berasal dari Indonesia. Selama
satu tahun, isteri dari Khaeruddin ini
melaksanakan penugasan di Lebanon dan
kembali ke tanah air pada akhir tahun 2011.

Lomba antar pasukan PBB, dan


penyerahan hadiah (atas).

Serma Rita Erna


Mayasari

Volume 15 No. IV Edisi Desember 2014

45

PRAJURIT BERPRESTASI

Kabupaten Bima yang


beribukota di Woha,
merupakan Kabupaten di
Nusa Tenggara Barat yang
beriklim tropis dengan
rata-rata curah hujan
relatif pendek. Sekitar
14% dari dataran rendah
tersebut merupakan areal
persawahan dan lebih
dari separuh merupakan
lahan kering. Luas wilayah
Bima yang dikategorikan
kering sepanjang tahun
adalah 437.465 Ha atau
4.394,38 Km dengan jumlah
penduduk 419.302 jiwa
dengan kepadatan rata-rata
96 jiwa/KmWilayah.
Di kota Woha inilah 27 tahun yang lalu,
tepatnya tanggal 10 Juni 1987 lahir seorang
bayi mungil laki-laki dari Rahim seorang ibu
bernama Mahani didampingi suami tercinta
bernama bapak Sanusi. Dengan sukacita
mereka berdua menyambut hangat kehadiran
sang jabang bayi lucu berkulit sawo matang
yang menangis kencang ditengah kesunyian.
Bayi mungil putra asli suku Bima yang diberi
nama Heriyanto tersebut lambat laun
beranjak besar. Untuk meringankan beban

46

PALAGAN

orang tuanya, Heriyanto yang merupakan


anak ke 4 dari 5 bersaudara secara bergantian
selalu membantu orang tuanya menggarap
ladang setiap hari demi untuk memenuhi
kebutuhan hidup sehari-hari. Panas terik telah
terbiasa menemaninya dalam bekerja, yang
berakibat warna kulitnya bertambah pekat.
Keterbatasan kondisi ekonomi keluarga
lah yang mengharuskan Heriyanto kecil
terpaksa membanting tulang membantu
meringankan aktivitas kedua orang tuanya
dari pagi hingga petang. Hal itu berdampak
kepada terlambatnya Heriyanto mengenyam
pendidikan di bangku sekolah. Pada tahun
1995, saat usia telah menginjak 8 tahun ia
baru berkesempatan mengenyam pendidikan
sekolah dasar di SD Negeri Minte, yang
terletak di desa Dadibou, Kecamatan Woha,
Kabupaten Bima. Jarak dari rumah ke
sekolah cukup jauh, yakni sekitar 6 km yang
ditempuh dengan berjalan kaki dibawah terik
matahari selama hampir setengah jam. Pada

Pratu Heriyanto didepan kendaraan lapis


bajanya

tahun 2000 ia berhasil menamatkan sekolah


dasar, kemudian dilanjutkan ke bangku
Sekolah Menengah Pertama di SMP Negeri-2
Kalampa yang terletak di Kecamatan Woha,
Kabupaten Bima. Pada tahun 2003 Heriyanto
berhasil menyelesaikan pendidikan SMP, lalu
ia melanjutkan sekolah ke SMA Kae Tente
yang letaknya masih di Kecamatan Woha
Kabupaten Bima. Pendidikan SLTA dilaluinya
tanpa hambatan, dalam kurun waktu 3
tahun, tepatnya pada tahun 2006 ia berhasil
memperoleh ijazah SMA.
Setamat SLA Heriyanto mencoba
peruntungan mengadu nasib merantau ke
Papua. Selama hampir dua tahun ia bekerja
bersama para pendatang lainnya sebagai
buruh perkebunan kelapa sawit di Manokwari.
Pada suatu ketika seorang teman yang samasama menjadi buruh kelapa sawit mengajak

www.tniad.mil.id

Heriyanto mendaftar Calon Tamtama TNI


Angkatan Darat di Kodim Manokwari. Tanpa
pikir panjang Heriyanto mempersiapkan
berbagai persyaratan administrasi, lalu
keesokkan harinya mendaftarkan diri ke Kodim
setempat. Hari berikutnya proses seleksipun
dilakukan dan pada akhirnya Heriyanto
dinyatakan lulus seleksi dan berhak mengikuti
pendidikan di Rindam XVII/Cenderawasih.
Selama 5 bulan ia mengikuti pendidikan
dasar kemiliteran. Setelah dinyatakan lulus
pendidikan dasar, berdasarkan penilaian
psikologi Heriyanto diarahkan untuk
melanjutkan pendidikan kecabangan di Pusat
Pendidikan Kavaleri Padalarang. Empat bulan
lamanya ia menempuh pendidikan kejuruan,
setelah dinyatakan lulus Heriyanto berhak
menyandang predikat Tamtama Kavaleri
terhitung mulai tanggal 1 September 2008
dan ditempatkan di Batalyon Kavaleri-7/Sersus
Kodam Jaya, Jakarta.
Meski telah menjadi prajurit Angkatan
Darat bukan berarti tidak ada peluang untuk
mengembangkan prestasi di bidang olah raga.
Pimpinan Angkatan Darat selalu memotivasi
para prajuritnya agar dapat mengukir prestasi
di berbagai bidang.
Berdasarkan motivasi tersebut,
pembinaan dan seleksi di satuan menetapkan
Heriyanto sebagai salah satu calon atlet
karena memiliki talenta sebagai pelari.
Heriyanto selanjutnya rutin
melakukan kegiatan lamanya sama
seperti sewaktu masih berada di Bima.
Kesempatan yang ada dimanfaatkan untuk
berlatih dan terus berlatih. Diawali dari
mengikuti beberapa turnamen yang berskala
lokal dan kerap kali mampu meraih hasil yang
menggembirakan. Berikutnya meningkat
pada suatu kesempatan tahun 2011, pada
kejuaraan Porad di Surabaya ia sudah mampu
mewarnai even yang lebih besar sebagai

juara 4 di nomor Sprinter Kejurda. Berikutnya


pada tahun 2013 di tingkat nasional nomor
4x400 meter ia berhasil menasbihkan diri di
podium tertinggi sebagai peraih emas. Pada
pertandingan atletik Panglima Open tahun
2014, Heriyanto kembali mampu menyisihkan
para pelari handal nasional, dengan berhasil
keluar sebagai Juara-1 di nomor 4x400
Meter dan meraih Juara-2 pada nomor lari
200 Meter. Semakin banyak medali yang
diperoleh semakin giat Heriyanto berlatih.
Beberapa prestasi yang berhasil diukir justru
memacu semangat Heriyanto untuk mengejar
turnamen yang lebih bergengsi.
Pada kesempatan berbincang dengan
Tim Redaksi Palagan, Heriyanto masih
bermandikan keringat di lintasan lapangan
atlet Senayan Jakarta dalam rangka
mempersiapkan diri mengikuti lomba atletik
Internasional di Brunei Darussalam.
Selintas matanya berbinar ceria ketika
ditanya soal pemberian nama, ia teringat
silsilah pemberian nama Heriyanto yang
asli suku Bima. Harapan kedua orang tua
dengan pemberian nama tersebut semoga
kelak ia menjadi orang yang sukses. Dengan
prestasi yang kini telah dicapai sudah cukup
membuat bangga kedua orang tua dan
kerabat Heriyanto, karena putera Bima yang
dibanggakan telah mewarnai kancah atlet
nasional.
Pacu terus langkahmu Heri, rasa bangga
orang tuamu yang tak terhingga adalah
disaat kau menjadi pelari pertama yang
mampu menginjakkan kaki di garis finish..!!!
(Redaksi)
(atas) Pratu Heriyanto berlatih
bersama tim dan saat setelah
pengalungan medali.
Pratu Heriyanto dan rekan
satu tim menggelar bendara
kebanggan TNI AD (bawah)

Volume 15 No. IV Edisi Desember 2014

47

PRAJURIT BERPRESTASI

Malam itu suasana di pelabuhan Muara Baru, Jakarta Utara


sudah mulai lengang. Hampir tak ada aktifitas di pelabuhan
nelayan itu. Sebagian besar penghuninya sudah terbuai
mimpi, atau sedang melaut. Tak jauh dari sebuah kawasan
pertokoan berlantai tiga, terlihat ada enam orang berkumpul
sambil menunjuk-nunjuk ke sebuah lokasi. Sesaat kemudian
mereka berpencar. Dua orang naik ke lantai tiga, dan sisanya
berjaga di bawah serta di pintu keluar areal parkir.
Serka Agus bersama para tetangga
di lingkungannya

48

PALAGAN

Keteganganpun terjadi. Ke tiga orang


yang naik itu harus berhadapan dengan
penjaga ruko berwajah garang yang melarang
mereka masuk. Namun ke tiganya tetap
meringsek masuk. Akhirnya ditemukanlah
sebuah kamar sempit berukuran sekitar 3x4
meter yang berisi 20 remaja yang sedang
tidur berhimpit-himpitan di di atas lantai yang
beralaskan kardus. Terlihat juga lima remaja
lain yang tidur bertumpukan di lorong sempit.
Ke tiga pria tadi dengan sigap mencari Nur
Arifin (22) dan M. Alwi (15), remaja yang
diduga ada diantara para remaja yang disekap
itu. Dugaan itu ternyata benar, kedua remaja
itu ditemukan disana. Suasana memanas,
karena si penjaga melarang ke tiga pria yang
hendak membawa dua remaja itu. Setelah
melalui perdebatan alot, akhirnya dua remaja
tersebut berhasil dibebaskan. Semua itu
terwujud berkat prajurit TNI AD bernama
Serma Agus Sutikno yang telah menolong
kami.
Sungguh kami sangat berterima kasih
kepada beliau, kenang Firman, salah seorang
kerabat dari Nur Arifin (22) dan M. Alwi (15).
Serka Agus Sutikno adalah prajurit
Penerangan Kostrad yang mendapat Kenaikan
Pangkat Luar Biasa pada bulan April lalu,
yang kini menyandang pangkat Sersan Mayor
(Serma). Sekitar satu tahun sudah Agus
Sutikno bermukim di wilayah Kelurahan
Muara Baru sebagai warga baru. Meski
baru setahun menjadi warga disana, hampir

www.tniad.mil.id

Serka Agus bersama masyarakat


setempat pasca berhasil mengamankan
korban penyekapan

semua warga sudah mengenalnya sebagai


sosok tentara gaul. Rumah yang dihuninya
hanya berukuran 3 x 8 meter sering dijadikan
tempat berkumpul bagi para tetangga untuk
berkaraokean bersama. Mas Agus Sutikno
nggak sungkan ikut nongkrong bersama anakanak muda. Dia ngajak kita diskusi, ngajak
bikin kegiatan yang bermanfaat, hingga lamalama kita yang punya kebiasaan minum jadi
sungkan sejak ada pencerahan dari beliau,
ungkap Indra, salah seorang tetangga. Sejak
Mas Agus tinggal disini, selalu saja ada
kegiatan bersama warga. Mulai dari kerja
bhakti, olah raga, sampai acara keagamaan.
Bahkan tak jarang Mas Agus nombokin
anggaran kegiatan warga, puji Sri Rubianti,
Ketua RT setempat.
Awal mula terungkapnya peristiwa
berawal dari ; Dalam situasi kebersamaan,
Agus Sutikno mendengar keluhan dari salah
seorang tetangganya bernama Firman,
bahwa dua orang kerabatnya yang masih
remaja sudah 4 hari menghilang. Naluri
Agus Sutikno selaku insan intelijen tergerak.
Kemudian ia mengumpulkan beberapa
tetangganya untuk membantu mencari.
Strategi pencarianpun direncanakan untuk
selanjutnya ditetapkan. Informasi pentingpun
berhasil dihimpun oleh mereka dalam kurun
waktu dua hari, untuk selanjutnya sekitar
malam Minggu di akhir bulan April 2014, Serka
Agus bersama lima orang kerabat korban
penculikan bergerak menuju pelabuhan
perikanan Muara Baru, Jakarta Utara. Secara
singkat, Agus Sutikno, alumnus Sekolah
Calon Bintara (Secaba) TNI AD tahun 2002 ini
membagi kelompok pencari menjadi tiga tim.
Ia menganalisa informasi yang didapat.
Pencarian membuahkan hasil, sebuah
ruko dengan suasana gelap, diduga menjadi
tempat penyekapan para korban. Strategi pun
diatur. Saat memasuki ruko gelap tersebut,
seorang centeng menghadang Agus Sutikno.
Ketika dua korban yang dicari ditemukan
dan akan dibawa, datang satu lagi centeng
yang menghalangi pintu. Centeng ruko itu
langsung menelepon sang cukong alias bos

sindikat. Kepada Serka Agus,


si cukong ini melarang anak-anak itu dibawa
dengan alasan bahwa ia sudah membelinya.
Tentu Serka Agus tidak gentar dengan
gertakan itu. Malam itu juga ia dan para
keluarga korban melaporkan penemuan
puluhan remaja tersebut kepada pihak
kepolisian. Baru dua hari kemudian, polisi
mengajak Serka Agus dan tetangganya
untuk menunjukkan lokasi penyekapan, lalu
dilakukan penggerebekan. Hasilnya 18 remaja
dan anak dibawah umur berhasil dibebaskan
dan 9 pelaku yang mengaku sebagai pengurus
penampungan berkedok yayasan penyalur
jasa tenaga kerja perikanan ditangkap.
Sayangnya 20 remaja lain yang sempat
dilihat Serka Agus saat membebaskan dua
tetangganya, sudah tidak ada ditempat.
Penggerebekan itu menjadi titik awal
terbongkarnya jaringan perdagangan
manusia yang korbannya diduga mencapai
50 remaja berusia 12 hingga 24 tahun. Kasus
itu mungkin saja tidak akan terbongkar
kalau saja tidak ada peran Agus Sutikno. Aksi
prajurit TNI AD dari satuan Kostrad ini juga
tak akan mencuat namanya ke permukaan
seandainya Sekjen Komisi Perlindungan Anak
Indonesia (KPAI), Erlinda tidak mengangkat
hal ini saat diwawancarai sebuah TV swasta.
Erlinda mengungkapkan, bahwa berkat
kepedulian seorang prajurit TNI AD, maka
berhasil dibongkar sekaligus diselamatkan
puluhan anak dan remaja korban dari sindikat
perdagangan manusia.
Dengan adanya pemberitaan berkaitan
dengan prajurit TNI AD dari satuan Kostrad,
para petinggi Kostrad pun mengadakan
penyelidikan terhadap prajurit yang dimaksud.
Akhirnya terungkaplah bahwa sang prajurit
pemberani yang berbuat tanpa pamrih
tersebut adalah Serka Agus Sutikno. Berkat
tindakannya yang terpuji serta memedomani
Delapan Wajib TNI, khususnya pada butir
8, yakni; Menjadi Contoh dan Memelopori
Usaha-Usaha Untuk Mengatasi Kesulitan
Rakyat Sekelilingnya, Pangkostrad
menganugerahi Kenaikan Pangkat Luar Biasa
(KPLB).
Serka Agus Sutikno dikenal di kantor

maupun di lingkungan tempat tinggalnya


sebagai tentara yang rendah hati. Meski
dipuji banyak orang, mulai dari Pangkostrad
hingga ketua RT, tak lantas membuat Agus
menjadi jumawa. Terus terang, mendapat
KPLB membuat saya kaget, bingung, senang
sekaligus terharu. Padahal semua yang saya
lakukan semata-mata hanya ingin membantu
lingkungan. Tak terpikirkan akan memperoleh
perhatian sebesar ini, ucapnya dengan mata
berkaca-kaca. (Redaksi)
Pangkostrad bersama
Serka Agus Sutikno

Volume 15 No. IV Edisi Desember 2014

49

PRAJURIT DI PERBATASAN

Pangdam IM Kunjungi Satgas Pamtas RI Pulau Rondo

Pangdam IM Mayjen TNI Agus


Kriswanto berkesempatan foto bersama
dengan para prajurit yang bertugas di
Pulau Rondo

Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Agus Kriswanto melakukan kunjungan kerja ke Pos Pam
Pulau Rondo Aceh untuk melihat langsung kondisi personel satgas yang sedang melaksanakan
pengamanan di pulau terluar bagian barat wilayah Indonesia ini. Dalam kunjungan tersebut
Pangdam di dampingi oleh Asops Kasdam, Asrendam, Dandim 0112/Sabang, Pabandya Ops,
serta beberapa media nasional, Sabtu (11/10).
Kepada para personel satgas, Pangdam
IM menyampaikan bahwa Bangsa Indonesia
merasa sangat bangga dengan tugas mulia
yang kalian emban dan sangat penting ini,
karena pulau ini adalah simbol kedaulatan
Negara. Walaupun pulau kecil apabila kita jaga
maka kedaulatan negara itu akan kokoh dan
apabila tidak dijaga maka kedaulatan negara
akan di injak-injak serta diambil oleh bangsa
lain, yang dampaknya seluruh warga Negara
Kesatuan Republik Indonesia merasa tersakiti.
Kepada para prajurit satgas bahwa segala
keterbatasan yang ada merupakan suatu
dinamika lapangan yang harus diatasi bukan
menjadi kendala, karena kendala adalah
makanan sehari-hari prajurit TNI yang harus
di atasi, kalo tidak ada kendala kita tidak

50

PALAGAN

bekerja. Dan menjadi kebanggaan bahwa kita


mampu melaksanakan perintah tugas ini dan
menjawab semua tantangan itu dengan baik.
Lebih lanjut Pangdam berpesan
kepada para prajurit agar selalu menjaga
kesehatan, tetap semangat, dan untuk
mengisi kekosongan Pangdam memerintahkan
kepada para prajurit agar latihan dempel/
barbell, latihan lempar pisau, dan BDM (Yong
Moo Do) serta membina fisik. Tugas kalian
yang sebelumnya hanya 6 (enam) bulan,
kini perintah dari Panglima TNI ditambah 3
(tiga) bulan sehingga menjadi 9 (sembilan)
bulan sehingga lebih lama berpisah dan rindu
dengan keluarga. Kerinduan ini di harapkan
akan menjadi kebanggaan dan keindahan yang
lebih dari prajurit-prajurit yang bertugas disini.

Dalam kunjungan tersebut Pangdam juga


memberikan bantuan untuk menambah stok
logistik serta meningkatkan moril prajurit.
Pangdam juga bertanya langsung tentang
hal-hal yang berkaitan dengan kendala atau
masalah yang di alami para prajurit serta
mengajak para prajurit untuk lebih kreatif
memanfaatkan alam dengan survival bilamana
kondisi logistik menipis dengan mencari
ikan, bercocok tanam singkong hingga variasi
memasak agar tidak bosan dengan menu yang
biasa sehari-hari dimakan. Satgas Gabungan
Pam Pulau Rondo berjumlah 34 orang,
diantaranya terdiri dari 24 orang prajurit
Marinir TNI AL, dan 10 orang prajurit Batalyon
Infanteri 115/ML.(Redaksi).

www.tniad.mil.id

Angin Segar Personel TNI di Perbatasan


Komandan Satuan Tugas
Pengamanan Perbatasan
(Dansatgas) RI-Timor Leste
Batalyon Infantri 742/SWY
(Satya Wira Yudha) Letkol
Inf Fransiskus Ari Susetio,
mengatakan, kesejahteraan
prajurit di tapal batas mulai
membaik seiring dengan
perhatian yang diberikan
kepada institusi TNI.
Menurut Letkol Inf Fransiskus Ari
Susetio, dengan peningkatan kesejahteraan
itu, setiap personel prajurit, selaku abdi
negara dan bangsa, terus mengedepankan
patriotismenya, untuk menjaga setiap jengkal
tapal batas, dari kemungkinan ancaman, demi
tetap tegaknya NKRI.
Institusi TNI mulai dari Panglima TNI dan
jajarannya, secara terus menerus memberikan
perhatian terhadap kesejahteraan prajurit
yang bertugas di tapal batas negara, dan
karenanya, mulai membaik kesejahteraannya,
kata Letkol Fransiskus yang dihubungi dari
Kupang, Senin (6/10/2014).
Komandan Batalyon 742/SWY itu
mengemukakan, selaku prajurit yang
memegang teguh Sapta Marga, Sumpah
Prajurit dan Delapan Wajib TNI itu, akan tetap
melaksanakan setiap tugas yang diberikan
negara, untuk menjaga kedaulatan negara,
hingga pada titik akhir hidup.
Bagi prajurit Sapta Marga adalah kehormatan
sekaligus menjadi nyawa setiap personel TNI,
dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya
sebagai abdi negara dan bangsa.
Dalam kondisi membaiknya
kesejahteraan prajurit tersebut, setiap prajurit
dituntut untuk tidak melakukan sejumlah
kegiatan yang bertentangan dengan peraturan
yang ada, untuk kepentingan pendapatan
atau pemenuhan kesejahteraannya. Karena
itu, pembinaan mental dan hukum, terus
dilakukan agar setiap personel, tidak
terjerumus dalam niatan buruk karena
melakukan tindakan kriminal.
Saya jamin untuk personel Satgas
Pamtas RI-Timor Leste, tidak ada yang terlibat
dalam upaya penyelundupan BBM maupun
sejumlah barang dagang lainnya ke Timor
Leste, katanya.
Dikatakannya, pembinaan mental
yang dilakukan secara berkesinambungan
dan bertingkat untuk 650 persenoel yang
disebar di 41 titik pos dengan komposisi 39

pos terdepan serta dua markas termasuk


di dalamnya Markas Komando, menjadi
bagian dari upaya menghilangkan pikiran
buruk prajurit untuk melakukan tindakan
penyelundupan/illegal.
Terkait alutsista, Letkol Fransiskus
mengatakan, kondisi alat utama sistem
persenjataan (Alutsista) TNI unsur Satgas
Pamtas RI-Timor Leste saat ini, sudah
memadai.
Dia mengaku, sejumlah peralatan yang
ada baik yang disiapkan dan dibawa oleh
Satgas Pamtas RI-Timor Leste di sepanjang
perbatasan negara tetangga itu, sudah cukup
untuk menghalau dan melaksanakan fungsi
penjaga kedaulatan. Termasuk juga untuk
mengatasi sejumlah ancaman apapun,
katanya.
Selain persenjataan, kekuatan TNI unsur
Satgas Pamtas RI-Timor Leste, juga membaur
dan bersama rakyat, untuk sama-sama
menjaga kedaulatan NKRI. Hal itu lanjut
dia, sesuai dengan semangat dan moto TNI,
Bersama Rakyat TNI Kuat.
Kemanunggalan TNI Satgas Pamtas

Prajurit TNI AD melakukan patroli


pengamanan di wilayah perbatasan RITimor Leste

RI-Timor Leste, kata letkol Fransiskus


dilakukan dengan sejumlah kegiatan sosial
kemasyarakatan, termasuk kegiatan ekonomi
kreatif, yang berdampak kepada peningkatan
ekonomi rumah tangga.
Ada begitu banyak aksi nyata yang
kita lakukan untuk membantu masyarakat
di bidang ekonomi, termasuk menyediakan
sejumlah peralatan untuk dikembangkan,
seperti pemecah kedelai untuk membuat
tempe, katanya.
Sejumlah langkah itu, selain menjadi
bukti manunggal TNI dan rakyat, tetapi juga
sebagai tanggung jawab TNI untuk membina
masyarakat untuk tidak melakukan tindakan
kriminal seperti penyelundupan. Karena
mereka (masyarakat) punya penghasilan
sendiri, sehingga tidaklah perlu lakukan
kegiatan penyelundupan, pungkasnya.
(Redaksi)

Volume 15 No. IV Edisi Desember 2014

51

TEKNOLOGI

Bila di darat dikenal jenis ranpur IFV (Infantry Fighting Vehicle),


yakni wahana transport personel yang dipersenjatai dengan
kanon kaliber menengah, sehingga cukup efektif untuk menyerang
sasaran secara langsung, di lingkup TNI AD bisa dicontohkan
dengan hadirnya Marder 1A3. Nah, dalam wujud yang lain,
kavaleri udara TNI AD juga punya The Flying IFV. Punya
kehandalan dan kegarangan setara Marder, tapi IFV yang satu ini
wujudnya adalah helikopter.
Helikopter angkut atau heli transport
untuk misi multirole sudah jamak di
lingkungan Puspenerbad TNI AD. Jenisnya
pun cukup beragam, mulai dari NBO-105, Bell
205 A1, Bell 412, dan Mil Mi-17-V5. Selain
bisa membawa pasukan, heli tersebut juga
bisa dipersenjatai. Tapi itu semua itu belum
pantas disebut Flying IFV, karena bekal
senjata yang dibawa kurang memberi efek
getar, belum lagi lapisan proteksi untuk awak
dan penumpangnya masih dianggap minim.
Hal yang berbeda dengan Flying IFV, masih
merujuk pada platform helikopter angkut
personel, tapi punya daya gempur plus
proteksi khas heli serbu yang dedicated. Yang
dimaksud disini tak lain dan tak bukan adalah
Mil Mi-35P. Heli tempur yang menjadi arsenal
di Skadron 31 Serbu Puspenerbad TNI AD, jadi
satu skadron dengan heli Mil Mi-17-V5.
Untuk saat ini, setidaknya sebelum AH64E Apache produksi Boeing diserahterimakan
ke TNI AD, maka Mi-35P masih menyandang

52

PALAGAN

sebagai heli berkemampuan serbu paling


mutakhir yang ada di Indonesia. Heli ini
pantas disebut punya kemampuan hybrid,
pasalnya selain menyandang predikat sebagai
helikopter tempur, Mi-35P juga merupakan
heli transport pasukan tempur. Dengan
bekal ruang kargo yang berada di belakang
kokpit, heli ini sanggup membawa 8 personel
pasukan darat bersenjata lengkap. Atau dalam
misi medical evacuation, ruang kargo dapat
dimuati empat tandu pasien.
Heli ini dirancang oleh negara Uni
Soviet, dengan mengambil pengalaman AS
di Perang Vietnam, terbesit bagi Rusia untuk
menggabungkan peran dua helikopter yang
dominan saat Perang Vietnam, yaitu UH-1
Huey dan AH-1 Huey Cobra. UH-1 sebagai
heli angkut pasukan, sementara Huey

Helikopter Mi-35P milik Penerbad saat di


pangkalan dan saat melakukan latihan

www.tniad.mil.id

Volume 15 No. IV Edisi Desember 2014

53

TEKNOLOGI

Kabin helikopter dan kokpit yang


telah dilengkapi peralatan modern
menunjang tugas operasi

Cobra sebagai heli serbu, keduanya kerap


dioperasikan dalam satu misi. Kemudian lewat
riset dan pengembangan, munculah Mil Mi-24
Hind. Satu heli yang punya dua kemampuan
sekaligus, yaitu bisa membawa pasukan
tempur, tapi juga bisa melaksanan misi
tempur layaknya AH-1 Huey Cobra dan AH-64
Apache. Keseriusannya sebagai heli tempur
sangat kental dengan adopsi bentuk kursi
pilot dan kopilot dengan model bertingkat
(tandem). Ditambah model cantelan senjata
dalam bentuk wingtip yang khas heli serbu
keluaran NATO.
Ada cukup banyak varian yang ditelurkan
oleh Mi-24, salah satunya adalah Mi-24P Hind
F yang digunakan AB Rusia. Untuk kebutuhan
pasar ekspor, pihak pabrikan, Mil Helicopter
kemudian merilis versi Mi-35P, versi inilah
yang dioperasikan sejumlah 5 unit oleh
Puspenerbad TNI AD. Dalam operasionalnya,
Mi-35P dibutuhkan tiga orang kru, terdiri
dari pilot, kopilot yang merangkap sebagai
operator persenjataan, dan teknisi (flight
engineer). Formasi tempat duduk pilot berada
diatas posisi duduk kopilot, tak beda dengan
konfigurasi tempat duduk di AH-64 Apache
atau AH-1 Cobra. Posisi kopilot di depan
membuat dirinya lebih leluasa melihat sasaran

Sosok Helikopter
Mi-35 P yang
mendapat julukan
panser terbang

54

PALAGAN

dan mengakurasi tembakannya. Kokpit


helikopter dibuat kedap udara agar tahan
dalam kondisi NBC. Sementara untuk teknisi,
duduk di dalam ruang kargo.
Berangkat dari pengalaman yang terjadi
selama Perang Afghanistan, maka Mi-35P
diberi lapisan proteksi layaknya ranpur lapis
baja. Mi-35P dibekali pelindung lapisan
baja untuk menahan terjangan proyektil.
Keseluruhan bodi helikopter dirancang untuk
mampu menahan tembakan proyektil kaliber
12,7 mm, termasuk pada lima bilah rotornya.
Rotor utama Mi-35P terbuat dari bahan
campuran titanium dan fiber glass sehingga
mampu menghasilkan tenaga putaran dan
balance yang lebih maksimal terhadap
lima bilah rotornya. Kemudian rotor pada
bagian ekor terbuat dari bahan alumunium
pilihan dan mampu berperan sebagai
stabilizer dengan sangat baik. Khusus untuk
kompartemen pilot dan kopilot dirancang
mampu menahan serbuan proyektil dari
kaliber 37 mm dengan material kevlar. Dari sisi
proteksi, heli ini menjadi wahana yang sangat
pas untuk membawa VVIP melintasi wilayah
yang rawan.
Meski tampil dengan sosok garang
dan penuh proteksi, kiprahnya sempat

down saat pejuang Mujahidin dibekali rudal


SAM MANPADS Stinger oleh AS. Dengan
kemampuan menguber sasaran lewat jejak
panas, Mi-24 menjadi bulan-bulanan dalam
perang tersebut, lebih dari 200 unit Mi-24
berhasil ditembak pejuang Mujahidin. Tapi
lain dulu di tahun 70 dan 80-an, kini Rusia
sudah mengantisipasi serangan-serangan
dari rudal panggul, ini dibuktikan dengan
hadirnya perangkat Radar warning receiver, IR
(infra red) jammer, flares, dan optional heat
diffusers pada Mi-24/Mi-35 generasi terkini.
Persenjataan
Bekal senjata yang dapat dibawa Mi-35P
terbilang kelas berat dan punya daya hancur
besar pada basis perkubuan lawan. Salah
satunya yang telah menciptakan perang brutal
melawan pejuang Mujahidin adalah roket
S-5 kaliber 57 mm, senapan mesin kaliber 23
mm, sejumlah bom pintar seberat 100 kg,
250 kg, dan 500 kg. Sistem sayap stubbed
wing memungkinkan untuk dibawanya
persenjataan dalam jumlah besar, dengan
standarnya adalah pod roket, pod senapan,
dan rudal anti-tank. Sistem sayap ini juga
memungkinkan helikopter dilengkapi dengan
rudal udara-ke-udara untuk pertahanan diri.
Bagi para pemerhati alutsista Indonesia,
hadirnya Mi-35P pada tahun 2010 juga
menandai era baru kesenjataan helikopter
militer. Pasalnya, lewat Mi-35P mulai

www.tniad.mil.id

Persenjataan yang dimiliki oleh


helikopter buatan Rusia ini

diperkenalkan penggunaan rudal, dalam hal


ini rudal anti tank AT-9 Spiral-2. Sebelumnya,
jenis heli kombatan TNI AD paling banter
hanya dipersenjatai kombinasi kanon, SMB
(senapan mesin berat), dan roket FFAR. Selain
diperkenalkannya rudal untuk heli TNI AD,
Mi-35P juga menjadi helikopter pertama di
lingkungan TNI yang dibekali kanon internal
(fixed weapon), yaitu jenis GSh-30K kaliber 30
mm. Kanon dua laras ini disematkan pada sisi
kanan kokpit. Bekal amunisi untuk kanon ini
adalah 750 peluru.
Dalam beberapa kesempatan,
Puspenerbad TNI AD selain memamerkan
sosok rudal AT-9, juga ditampilkan roket S-8
kaliber 80mm, dan pelontar chaff/flare. Ada

cukup banyak varian senjata yang dapat


dibawa, pada intinya Mi-35P dibekali 4
hardpoints senjata dalam 2 sayap. Berikut
adalah opsi-opsi paket senjata yang dapat
dipasang di Mi-35P.
Option 1 AT-9 Spiral anti-tank missile, 2
missiles on each wingtip or outer hardpoint
Option 2 S-5 rockets in 16 round UV-16
or 32 round UV-32 rocket pod on each
hardpoint
Option 3 S-8 rockets in 20 round B-8V20
rocket pod on each hardpoint
Option 4 S-13 rockets in 5 round B-13 rocket
pod on each hardpoint
Option 5 S-24 rocket on each hardpoint
Option 6 UPK-23 or GUV gun pod on each
hardpoint
Option 7 FAB-250 bomb, KMGU dispenser
or 4x FAB-100 bomb on each hardpoint

Spesifikasi Mil Mi-35P


Produksi
: Mil Helicopter
Awak
: 3 (pilot, perwira

persenjataan, teknisi)
Kapasitas
: 8 prajurit atau 4 tandu
Panjang
: 17,5 meter
Diameter
: 17,3 meter
baling-baling
Rentang Sayap
: 6,5 meter
Rotor
: lima blade main rotor dan

tiga blade tail rotor
Tinggi
: 6,5 meter
Berat kosong
: 8.500 kg
Berat maksimum : 12.000 kg
lepas landas
Mesin

: 2 Isotov TV3-117 turbin,

1.600 kW (2.200 hp) masing
masing
Performa
Kecepatan Max
: 335 km per jam
Kecepatan menanjak : 12,5 meter per detik
Ketinggian terbang : 4.500 meter
maksimum
Lama terbang
: 4 jam
(endurance)
Jarak jangkau
: 500 km
Jarak jangkau
: 160 km
tempur
Kapasitas bahan : 1.840 liter avtur
bakar internal
Kapasitas bahan
: 500 liter per hardpoints
bakar tambahan
: 1.000 km
Jarak jangkau
dengan bahan bakar
tambahan
Persenjataan
30 mm Yakushev-Borzov multi-barrel machine
gun
1500 kg bom
4 Peluru kendali anti tank
4 57 mm S-5 rocket pod atau 4 80 mm S-8
rocket pod
2 23 mm meriam dua laras (machinegunpod)
4 tangki bahan bakar eksternal

Volume 15 No. IV Edisi Desember 2014

55

APA KATA MEREKA

Once Mekel (Penyanyi).

Sejak kecil saya sangat mengidolakan tentara.


Elfonda Mekel, lahir di Makassar, 21 Mei 1970,
dikenal sebagai Once Mekel yang populer sebagai
vokalis grup musik Dewa 19. Setelah sukses sebagai
vokalis band, Once kembali merintis karier solonya lewat
singel Dealova (2005) yang merupakan soundtrack
film berjudul sama. Once dikenal sebagai salah satu
vokalis pria terbaik di Indonesia dari sisi karakter dan
kekuatan vokal. Majalah Rolling Stone memasukan Once
dalam 50 Greatest Indonesian Singers, yaitu daftar 50
penyanyi Indonesia terbaik sepanjang masa.
Popularitas yang telah diraih tidak menjadikannya
tinggi hati. Ia tetaplah Once yang ramah, murah hati
dan siap berbagi pengetahuan kepada siapapun.
Ketika berjumpa Redaksi Majalah Palagan dalam
sebuah acara di Balai Sudirman Jakarta pada bulan
lalu, Once mengutarakan, bahwa sejak kecil ia sangat
mengidolakan tentara. Hal itu dilakukan bukan tanpa
alasan, karena hampir disetiap situasi sulit, ia selalu
melihat TNI Angkatan Darat tampil dibarisan terdepan
sebagai motivator.
Tidak hanya itu. Yang tak pernah ia lupakan
meskipun saat itu masih kecil adalah kekagumannya
terhadap kemampuan pasukan khusus kita yang berhasil
melumpuhkan para pembajak yang membajak pesawat
Garuda Woyla di bandara Don Muang Thailand,
yang mana operasi itu merupakan keberhasilan yang
melambungkan nama TNI di mata dunia. Dari beberapa

keberhasilan yang kerap diukir, Once akhirnya memaklumi


prestasi itu, karena memang prajurit kita jauh-jauh hari dididik
untuk menjadi prajurit tangguh dan profesional.
Demikian pula eksistensi prajurit TNI yang tergabung
dalam pasukan perdamaian dunia, kerap kali membuat decak
kagum pasukan negara asing. Mereka ingin pasukannya menjadi
kebanggaan negaranya masing- masing. Untuk mencapai
itu, banyak prajurit asing yang berguru kepada TNI
dengan kemasan latihan bersama.
Untuk prajurit handal sekelas TNI AD yang
memiliki moril tinggi kiranya negara sangat
pantas untuk melengkapinya dengan berbagai
persenjataan canggih seperti peluru kendali
Astros, helikopter tempur Apache, Tank
tempur kelas berat Leopard, Meriam
Caesar, Roket R-Han, dan banyak lagi
peralatan tempur yang membuat prajurit
TNI AD semakin disegani oleh pihak yang
berniat mengusik kedaulatan Negara kita.
Bila negara aman dan sejahtera
berarti seluruh komponen masyarakat
dapat melakukan aktivitas sesuai bidangnya.
Demikian pula para pekerja seni dapat
mempersembahkan karyanya demi menghibur
masyarakat. Seandainya semua berjalan secara
berkesinambungan, maka tujuan pembangunan
nasional untuk menjadi masyarakat adil dan
makmur dapat segera tercapai. (Redaksi)

Rio Febrian (Penyanyi)

Prajurit TNI AD semakin profesional.


Rio Febrian, lahir di Jakarta, 25 Februari 1981, 33
tahun yang lalu, adalah pria berdarah Betawi dan Manado
berprofesi sebagai penyanyi pria dalam dunia musik tanah
air dan telah mengeluarkan beberapa album serta meraih
beberapa prestasi sejak masih remaja hingga sekarang ini.
Sebelum terjun ke industri rekaman, Rio sering
mengikuti lomba menyanyi dan menjadi juara,
diantaranya: Juara II Bahana Suara Pelajar 1994 dan
Juara II Bintang Radio & Televisi 1997. Pada tahun
1999, Rio maju ke tingkat Asia dan berhasil
menjadi juara I Grand Champion Asia Bagus 1999.
Ketika Redaksi Majalah Palagan menemuinya
beberapa hari lalu pada sebuah acara di bilangan
Jakarta Pusat, Rio mengutarakan pendapatnya
tentang TNI Angkatan Darat. Menurut Rio, sejak
kecil ia telah bercita-cita ingin menjadi prajurit
TNI AD. Seiring berjalannya waktu, cita-cita itu
tidak kesampaian karena aktivitas bernyanyi yang
sangat padat. Meskipun demikian ia masih memiliki
kebanggaan tersendiri kepada sosok prajurit TNI AD.
Rio sangat kagum melihat prajurit
TNI AD yang semakin
professional yang
cekatan mengawaki
berbagai
persenjataan
yang canggih

56

PALAGAN

yang tidak kalah dengan pensenjataan negara-negara


maju lainnya. Bila kedepan situasi tersebut mampu kita
tingkatkan, niscaya kita dapat berdiri dengan kepala tegak
di kancah internasional.
Apalagi sekarang persenjataan TNI banyak yang
sudah diproduksi di dalam negeri dan kemampuannyapun
dapat disejajarkan dengan produk import, bahkan
lebih baik. Berdasarkan hasil pertandingan menembak
internasional, jelas sekali bahwa tentara kita untuk lomba
tersebut selalu merajai. Hal itu membuktikan bahwa kita
sudah tergolong memiliki kemampuan yang lebih baik dari
prajurit negara adidaya.
Selain itu TNI layak mendapat apresiasi karena telah
banyak berbuat bagi kepentingan bangsa dan Negara.
Berbagai situasi sulit yang dialami oleh bangsa kita,
seperti terjadinya bencana alam gempabumi, erupsi
gunung berapi, banjir, longsor, dan bencana lainnya, TNI
khususnya Angkatan Darat selalu berdiri pada barisan
terdepan dalam rangka memberikan penanganan
terhadap kesulitan yang dihadapi masyarakat kita.
Hampir tanpa cela, bahwa TNI AD memang
merupakan pengawal negara dan pengayom masyarakat
yang dapat diandalkan. Untuk itu sudah selayaknya
apabila pemerintah terus meningkatkan kesejahteraan
para prajuritnya, agar ia terus mengukir karya terbaik
tanpa terbebani oleh kebutuhan hidup anak isterinya.
(Redaksi)

KASAD JENDERAL TNI GATOT NURMANTYO FOTO BERSAMA DENGAN PARA PEJUANG DI KARO
5 NOVEMBER 2014

KASAD JENDERAL TNI GATOT NURMANTYO MELAKUKAN KUNJUNGAN KE TEMPAT PENAMPUNGAN


KORBAN BENCANA ALAM SINABUNG, SUMATERA UTARA, 7 NOVEMBER 2014