Anda di halaman 1dari 30

Lecture 4: DEGRADASI

SINYAL
PD FIBER OPTIK
Antonius Suhartomo, Ph.D.
Sumber: www.sugito.telkomuniversity
Keiser, Palais

Degradasi Sinyal
Degradasi sinyal dlm fiber :
Redaman
Dispersi
Redaman diklasifikasikan :
Absorpsi
Hamburan Raleigh
Efek geometri
Loss inti dan kulit

Absorpsi
Rugi-rugi absorpsi :
Kerusakan atom
Intrisik
Ekstrinsik
Kerusakan atom
Ketidak sempurnaan struktur atom spt kehilangan
molekul, cluster kerapatan tinggi grup atom, atau
kerusakan oksigen dlm struktur gelas.
Umumnya rugi-rugi ini dpt diabaikan dibandingkan dgn
karena intrinsik dan ekstrinsik.
Rugi-rugi ini signifikan jika terjadi radiasi nuklir yg tinggi,
misalnya di reaktor nuklir saat terjadi ledakan nuklir.

Absorpsi
Intrinsik :
Sifat alamiah gelas menyerap cahaya
Sangat kuat pd daerah ultra violet tdk
berpengaruh pd siskom optik
Pd daerah inframerah terjadi puncak pd 7
m dan 12 m.
Energi panas atom-atom bergerak
SiO berkontraksi & meregang/vibrasi

Absorpsi daerah UV:


- Hukum Urbach :

uv Ce

E / E0

C dan E0: konstanta empiris


E: energi photon

154.2 x
uv
102 e
46.6 x 60

4.63

dB/Km

x: bagian molekul GeO2


Absorpsi daerah IR :

Utk GeO2 SiO2 : IR 7.81 1011 e

48.48

dB/Km

Absorpsi
Ekstrinsik
Ketidak murnian sumber utama rugi-rugi fiber.
Jenis : ion transition metal dan ion OH
Fe, Cu, V, Co, Ni, Mn, Cr menyerap secara kuat
pd daerah yg dinginkan
Ketidak lengkapan pengisian sel elektron
dalam, penyerapan cahaya mengakibatkan
elektron bergerak dr level energi rendah ke
level lebih tinggi.
Redaman OH paling signifikan pd 1,37 m, 1,23
m, 0,95 m

Karakteristik
redaman
fiber
silika
diberikan
doping GeO2

Perbandingan absorbsi inframerah krn bahan doping pd lowloss silica fiber.

Hamburan Rayleigh
Terjadi krn gel bergerak mel media yg terdapat
benda hambur yg < 1
Saat pabrikasi gelas cair panas molekul bebas
bergerak
Pd saat cairan dingin gerakan berkurang
Pd saat padat mol acak membeku variasi
kepadatan variasi indeks bias setempat
hamburan.

Glory: gejala optik dihasilkan oleh backscattering ke


sumber oleh
asap/kabut/butir air berukuran seragam.

Penyebab hamburan lain:


Bahan fiber terdiri dr lebih dr satu oksida fluktuasi
konsentrasi oksida penyusun
Ketidak homogenan bahan yg dicampurkan dlm gelas
selama pabrikasi antar muka inti-kulit kasar, benda
hambur > optik dpt dikendalikan pd saat pabrikasi.

Raleigh scattering

4 dng
Redaman krn hamburan sebanding
Gelas komponen tunggal:

scat
atau

scat
kB :

2
8 3 2
4 n 1 k BT f T
3

8 3 8 2
4 n p k BT f T
3

Konstanta Boltzman = 1,380 x 10-23 J/0K


T : Isothermal compressibility bahan
T f : Suhu fictive/lebur
p:
koefisien photoelastic

Utk gelas multi komponen:

8 3
2 2
4 n V
3

Neper/Km

2
m

n
2
n p C Ci 2
i 1

i
: fluktuasi kepadatan
Ci : fluktuasi konsentrasi ith komponen gelas
2 2

Nilai fluktuasi komposisi dan kepadatan


umumnya tidak diketahui dan ditetapkan
dr data hamburan percobaan

Redaman pd fiber GI-MM tertentu

Redaman pd fiber SM tertentu

Efek Geometri
Bengkokan/lengkungan redaman :
Makroskopi
> berukuran besar dibanding diameter fiber
> Misalnya fiber dibelokan pojok

Mikroskopi
>
>
>
>

fluktuasi jari-jari ukurankecil berulang


berukuran kecil dibanding diameter fiber
Terjadi secara random
Dpt bertambah saat pengkabelan

Mode fundamental dlm fiber lengkung

20

2.748 0.996
C
Jari-jari kritis single R
mode
2 : 2 3/ 2
C
n1 n2

3n1

RC
Jari-jari kritis multi mode
4: n 2 n 2

3/ 2

Gloge : jumlah modus effektif


2/3

2 2a
3

M eff M 1

2 R 2n2 kR

2
n1ka : Jml total mode dlm fiber lurus
M
2
k = 2/ : konstanta propagasi
gelombang

Microbending : fluktuasi jari-jari ukurankecil


berulang dr lengkungan sumbu fiber

Compressible jacket mengurangi microbending krn


tekanan dr luar

Loss Inti dan Kulit


Inti dan kulit terbuat dr bahan yang berbeda
komposisinya memiliki kofisien redaman berbeda
(1 utk inti dan 2 utk kulit).
Jika pengaruh kopling moda diabaikan, loss SI fiber mode
Pcore
Pclad
(v,m) :

vm 1

karena
maka

P
P
Pclad
P
1 core
P
P
P
P
P

vm 1 1 clad 2 clad 1 2 1 clad


P
P
P

Loss total dr fiber diperoleh dr penjumlahan semua moda


dr tiap bagian daya setiap moda
Pd fiber GI, koef redaman pd
sumbu
n 2 jarak
0 n 2 r rdr

r 1 2 1

n 2 0 n22

Dispersi
Group velocity : kecepatan energi suatu modus tertentu
bergerak sepanjang fiber.
Perbedaan kec grup mengakibatkan perbedaan waktu
tiba energi di tujuan shg mengakibatkan terjadinya
pelebaran pulsa.
Gejala yg mengakibatkan terjadinya pelebaran pulsa
disebut dispersi.
Jenis dispersi :
Intramodal
> Material
> waveguide
Intermodal, hanya terjadi pd MM fiber

Group delay
Time delay atau Group delay per satuan
g : 1 1 d
2 d
panjang

Vg

1 d
Vg

c dk

c dk

2c d

: kec energi dlm pulsa yg


merambat
k 2 / sepanjang fiber
Dimana :
L : jarak yg dicapai oleh pulsa
: konstanta propagasi sepanjang
sumbu fiber

Selisih Total delay sepanjangfiber


:
gL

Pelebaran pulsa dpt didekati dgn lebar pulsa


rms :
2
d g
L
d
2 d
2

2
d
2c
d
d

1 d g
D
Dispersi : L d
Satuan dispersi : picosecond per kilometer
per nanometer

Dispersi material
Dikenal juga sbg dispersi kromatis atau spektral.
Terjadi karena variasi indeks bias bahan inti yg
merupakan fungsi panjang gelombang, serupa dng efek
prisma menguraikan spektrum, akibatnya terjadi kec
grup berbeda setiap moda yg tergantung pd panjang
gelombang, selanjutnya mengakibatkan terjadinya
pelebaranpulsa .
2
g

Karena

Dan
Maka :

mat

1 d
d

c dk 2c d

2n

L
dn
n

c
d

Pelebaran pulsa dr suatu sumber yg


memiliki lebar spektral karena
dispersi
:d 2 n
d material
L
mat mat 2 Dmat L
d
c d
1 d 2n
Dmat 2
c d

: Dispersi material

Variasi indeks bias silika sbg fungsi panjang


gelombang

Dispersi material
silika
murni dan GeO2SiO2
sbg fungsi
panjang
gelombang

Dispersi pandu
gelombang
Terjadi karena tidak semua cahaya yang diterima
detektor melalui inti, tetapi sebagian cahaya
merambat melalui kulit.
Besarnya dispersi pandu gelombang tergantung
pada rancangan fiber, karena konstanta
propagasi merupakan fungsi a/.
Utk penyederhanaan dlm perhitungan
diasumsikan bhw indeks bias material tidak
tergantung pada panjang gelombang.

Konstanta propagasi normalisasi