Anda di halaman 1dari 4

PEMERIKSAAN PENUNJANG

GAGAL JANTUNG
KONGESTIF

A.

B.

C.

Elektro kardiogram (EKG)


Hipertropi atrial atau ventrikuler,
penyimpangan aksis, iskemia, disritmia,
takikardi, fibrilasi atrial.
Scan jantung
Tindakan penyuntikan fraksi dan
memperkirakan gerakan dinding .
Sonogram
(ekocardiogram,
ekokardiogram
dopple)
Dapat menunjukkan dimensi pembesaran
bilik, perubahan dalam fungsi/ struktur katup,
atau
area
penurunan
kontraktilitas
ventrikular.

PEMERIKSAAN PENUNJANG
GAGAL JANTUNG KONGESTIF
(LANJUTAN)
d.

e.

f.

Kateterisasi jantung
Tekanan abnormal merupakan indikasi dan
membantu membedakan gagal jantung
kanan dan gagal jantung kiri dan stenosis
katup atau insufisiensi.
Rongent dada
Dapat menunjukkan pembesaran jantung,
bayangan mencerminkan dilatasi atau
hipertropi bilik, atau perubahan dalam
pembuluh darah abnormal.
Enzim hepar
Meningkat dalam gagal / kongesti hepar.

PEMERIKSAAN PENUNJANG
GAGAL JANTUNG KONGESTIF
(LANJUTAN)
g.

h.

i.

Elektrolit
Mungkin berubah karena perpindahan cairan
/ penurunan fungsi ginjal, terapi diuretik.
Oksimetri nadi
Saturasi Oksigen mungkin rendah terutama
jika gagal jantung kongestif akut menjadi
kronis.
Analisa gas darah (AGD)
Gagal ventrikel kiri ditandai dengan
alkaliosis respiratori ringan (dini) atau
hipoksemia dengan peningkatan PCO2
(akhir).

PEMERIKSAAN PENUNJANG
GAGAL JANTUNG KONGESTIF
(LANJUTAN)
j.

k.

Blood ureum nitrogen (BUN) dan


kreatinin
Peningkatan
BUN
menunjukkan
penurunan fungsi ginjal. Kenaikan
baik BUN dan kreatinin merupakan
indikasi gagal ginjal.
Pemeriksaan tiroid
Peningkatan aktifitas tiroid
menunjukkan hiperaktifitas tiroid
sebagai prepencetus gagal jantung
kongestif.

Anda mungkin juga menyukai