Anda di halaman 1dari 10

TUGAS

PENDIDIKAN PANCASILA DAN


KEWARGANEGARAAN

D
I
S
U
S
U
N

OLEH :

NAMA

: HANIFAH ILDHA FEBRIANI

KELAS

: VII

SMPN 2 BAROMBONG

2015

TUGAS I
MONUMEN KORBAN 40.000 JIWA SULAWESI SELATAN
Wisata Sulawesi - Jika berlibur atau berwisata di Sulawesi Selatan, jangan lupa mengunjungi
wisata sejarah. Di Kota Makassar misalnya, ada monumen korban 40.000 jiwa.
Iya, monumen korban 40.000 jiwa merupakan salah satu obyek wisata sejarah Sulawesi
Selatan. Monumen tersebut berdiri sebagai pengingat peristiwa tahun 1946 hingga tahun 1947
silam. Dimana pada saat itu menjadi lembaran kelam bagi masyarakat Sulawesi Selatan,
sebanyak 40.000 orang tewas dibantai oleh pasukan belanda, yang dipimpin oleh Kapten
Raymond Paul Piere Westerling dalam sebuah operasi penumpasan pemberontak.

Monumen Korban 40.000 Jiwa (Foto : blogspot)


Monumen korban pembantaian 40.000 jiwa ini berada di wilayah yang asri dan tertata rapi.
Dilahan tersebut berdiri beberapa bangunan seperti pendopo, monumen dan relief (gambar
timbul) pada dinding-dindingnya. Serta salah satu sisi bangunan, berdiri salah satu patung
yang tingginya sekitar empat meter. Patung tersebut menggambarkan seorang korban yang
selamat dari pembantaian dengan kaki yang buntung serta tangannya menggunakan
penyangga.
Berdasarkan beberapa sumber informasi, jika disekitar monumen tersebut, aksi beringas
pasukan Westerling dilakukan dengan menggunakan berondongan senjata. Tak hanya itu,
dalam sebuah buku yang ditulis oleh Horst H. Geerken menyebutkan bahwa komandan
khusus belanda itu, juga menginstruksikan untuk melakukan penggal kepala sebagai salah
satu aksi cepat untuk membunuh.
Ratusan karung sarat penggalan kepala dilarung ke laut untuk menghilangkan identitas,
demikian kalimat yang dikutip dari buku yang berjudul Indonesian Voices tersebut.
Selain dibuang ke laut, puluhan korban juga dikuburkan dalam satu lubang raksasa. Dan
sebagian korban yang lainnya dikuburkan ditempat mereka dibantai yang tersebar dibeberapa
daerah di Sulawesi Selatan waktu itu.

Patung dan Relief korban Westerling


Kini, lubang raksasa tersebut sudah tak terlihat lagi karena pada tahun 1970 lubang tersebut
telah ditutup total, dan pada tahun 1994 dibangun monumen atas inisiatif Walikota Makassar
pada saat itu.
Benarkah jumlah korban mencapai 40 ribu?
Sesungguhnya hingga kini banyak kalangan yang meragukan jumlah korban pembantaian itu.
Apakah benar-benar mencapai 40 ribu jiwa?
Namun terlepas dari itu semua, monumen ini menjadi bukti sejarah atas perlakuan Westerling
beserta pasukan belanda lainnya terhadap pejuang dan rakyat Sulawesi Selatan.
Melihat monumen tersebut, ada perasaan yang meremang. Bahkan tak sedikit pengunjung dan
keluarga korban yang menangis mengenang sejarah ketika rakyat dikumpulkan ditanah
terbuka kemudian diberondong dengan senjata dan dikuburkan dalam satu lubang.
Bagi Anda yang ingin berkunjung ketempat itu, baiknya memilih waktu menjelang peringatan
hari bersejarah tersebut. Sebab hari-hari biasa tempat itu terlihat sepi. Olehnya itu, monumen
baru ramai dikunjungi ketika pada tanggal 11 Desember. Karena pemerintah provinsi
Sulawesi Selatan, selalu memperingati peristiwa pembantaian tersebut dengan mengundang
para keluarga korban serta para veteran untuk mengikuti upacara, pada tanggal 11 Desember
dalam setiap tahun.
Lokasi dan akses
Monumen korban 40.000 jiwa ini terletak sekitar empat kilometer sebelah utara pusat kota
Makassar, atau tepatnya di jalan Langgau, Makassar Sulawesi Selatan.
Tempat itu dapat dijangkau menggunakan angkutan umum. Dari lapangan karebosi atau
angkutan jurusan Tello. Lalu berhenti diperbatasan antara jalan Pongtiku dengan jalan
Langgau. Nah dari sana, Anda tinggal melanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 200 meter
menuju monumen itu. Ditempat bersejarah ini, pengunjung tidak dikenakan tarif masuk.
Tetapi yang perlu Anda ketahui waktu kunjungan ke monumen ini, mulai hari Senin Sabtu
dimulai pukul 8 pagi hingga 4 sore hari.

TUGAS II
No

Gambar Pahlawan
Nasional

Uraian

1.

Cut Nyak Dien

Cut Nyak Dhien (ejaan lama: Tjoet Nja' Dhien,


Lampadang, Kerajaan Aceh, 1848 Sumedang, Jawa Barat, 6
November 1908; dimakamkan di Gunung Puyuh, Sumedang)
adalah seorang Pahlawan Nasional Indonesia dari Aceh yang
berjuang melawan Belanda pada masa Perang Aceh. Setelah
wilayah VI Mukim diserang, ia mengungsi, sementara suaminya
Ibrahim Lamnga bertempur melawan Belanda. Ibrahim Lamnga
tewas di Gle Tarum pada tanggal 29 Juni 1878 yang menyebabkan
Cut Nyak Dhien sangat marah dan bersumpah hendak
menghancurkan Belanda.
Teuku Umar, salah satu tokoh yang melawan Belanda,
melamar Cut Nyak Dhien. Pada awalnya Cut Nyak Dhien menolak,
tetapi karena Teuku Umar memperbolehkannya ikut serta dalam
medan perang, Cut Nyak Dhien setuju untuk menikah dengannya
pada tahun 1880. Mereka dikaruniai anak yang diberi nama Cut
Gambang. Setelah pernikahannya dengan Teuku Umar, ia bersama
Teuku Umar bertempur bersama melawan Belanda. Namun, Teuku
Umar gugur saat menyerang Meulaboh pada tanggal 11 Februari
1899, sehingga ia berjuang sendirian di pedalaman Meulaboh
bersama pasukan kecilnya. Cut Nyak Dien saat itu sudah tua dan
memiliki penyakit encok dan rabun, sehingga satu pasukannya
yang bernama Pang Laot melaporkan keberadaannya karena iba. Ia
akhirnya ditangkap dan dibawa ke Banda Aceh. Di sana ia dirawat
dan penyakitnya mulai sembuh. Namun, keberadaannya menambah
semangat perlawanan rakyat Aceh. Ia juga masih berhubungan
dengan pejuang Aceh yang belum tertangkap. Akibatnya, Dhien
dibuang ke Sumedang. Tjoet Nyak Dhien meninggal pada tanggal 6
November 1908 dan dimakamkan di Gunung Puyuh, Sumedang.

2.
Pangeran Antasari (lahir di Kayu Tangi, Kesultanan Banjar, 1797
atau 1809 meninggal di Bayan Begok, Hindia-Belanda, 11
Oktober 1862 pada umur 53 tahun) adalah seorang Pahlawan
Nasional Indonesia.

Pangeran Antasari

Perang Banjar pecah saat Pangeran Antasari dengan 300 prajuritnya


menyerang tambang batu bara milik Belanda di Pengaron tanggal
25 April 1859. Selanjutnya peperangan demi peperangan
dipkomandoi Pangeran antasari di seluruh wilayah Kerajaan Banjar.
Dengan dibantu para panglima dan pengikutnya yang setia,
Pangeran Antasari menyerang pos-pos Belanda di Martapura, Hulu
Sungai, Riam Kanan, Tanah Laut, Tabalong, sepanjang sungai
Barito sampai ke Puruk Cahu.
Pertempuran yang berkecamuk makin sengit antara pasukan

Khalifatul Mukminin dengan pasukan Belanda, berlangsung terus


di berbagai medan. Pasukan Belanda yang ditopang oleh bala
bantuan dari Batavia dan persenjataan modern, akhirnya berhasil
mendesak terus pasukan Khalifah. Dan akhirnya Khalifah
memindahkan pusat benteng pertahanannya di Muara Teweh.
Berkali-kali Belanda membujuk Pangeran Antasari untuk
menyerah, namun dia tetap pada pendirinnya. Ini tergambar pada
suratnya yang ditujukan untuk Letnan Kolonel Gustave Verspijck di
Banjarmasin tertanggal 20 Juli 1861.

Dr.(HC) Ir. H. Soekarno (ER, EYD: Sukarno, nama lahir: Koesno


Sosrodihardjo) (lahir di Surabaya, Jawa Timur, 6 Juni
1901 meninggal di Jakarta, 21 Juni 1970 pada umur 69 tahun)
adalah Presiden Indonesia pertama yang menjabat pada periode
19451966. Ia memainkan peranan penting dalam memerdekakan
bangsa Indonesia dari penjajahan Belanda. Ia adalah Proklamator
Kemerdekaan Indonesia (bersama dengan Mohammad Hatta) yang
terjadi pada tanggal 17 Agustus 1945. Soekarno adalah yang
pertama kali mencetuskan konsep mengenai Pancasila sebagai
dasar negara Indonesia dan ia sendiri yang menamainya.

3.

Soekarno
4.
el TNI Anumerta I Gusti Ngurah Rai (lahir di Desa Carangsari,
Petang, Kabupaten Badung, Bali, Hindia Belanda, 30 Januari
1917 meninggal di Marga, Tabanan, Bali, Indonesia, 20
November 1946 pada umur 29 tahun) adalah seorang pahlawan
Indonesia dari Kabupaten Badung, Bali.

I Gusti Ngurah Rai

Ngurah Rai memiliki pasukan yang bernama "TOKRING" KOTOK


GARING melakukan pertempuran terakhir yang dikenal dengan
nama Puputan Margarana. (Puputan, dalam bahasa bali, berarti
"habis-habisan", sedangkan Margarana berarti "Pertempuran di
Marga"; Marga adalah sebuah desa ibukota kecamatan di pelosok
Kabupaten Tabanan, Bali)
Bersama 1.372 anggotanya pejuang MBO (Markas Besar Oemoem)
Dewan Perjoeangan Republik Indonesia Sunda Kecil (DPRI SK)
dibuatkan nisan di Kompleks Monumen de Kleine Sunda Eilanden,
Candi Marga, Tabanan. Detil perjuangan I Gusti Ngurah Rai dan
resimen CW dapat disimak dari beberapa buku, seperti "Bergerilya
Bersama Ngurah Rai" (Denpasar: BP, 1994) kesaksian salah
seorang staf MBO DPRI SK, I Gusti Bagus Meraku Tirtayasa
peraih "Anugrah Jurnalistik Harkitnas 1993", buku "Orang-orang
di Sekitar Pak Rai: Cerita Para Sahabat Pahlawan Nasional Brigjen
TNI (anumerta) I Gusti Ngurah Rai" (Denpasar: Upada Sastra,
1995), atau buku "Puputan Margarana Tanggal 20 November 1946"
yang disusun oleh Wayan Djegug A Giri (Denpasar: YKP, 1990).

5.

Ki Hajar Dewantara

Raden Mas Soewardi Soerjaningrat (EYD: Suwardi


Suryaningrat, sejak 1922 menjadi Ki Hadjar Dewantara, EYD:
Ki Hajar Dewantara, beberapa menuliskan bunyi bahasa Jawanya
dengan Ki Hajar Dewantoro; lahir di Yogyakarta, 2 Mei
1889 meninggal di Yogyakarta, 26 April 1959 pada umur 69
tahun; selanjutnya disingkat sebagai "Soewardi" atau "KHD")
adalah aktivis pergerakan kemerdekaan Indonesia, kolumnis,
politisi, dan pelopor pendidikan bagi kaum pribumi Indonesia dari
zaman penjajahan Belanda. Ia adalah pendiri Perguruan Taman
Siswa, suatu lembaga pendidikan yang memberikan kesempatan
bagi para pribumi jelata untuk bisa memperoleh hak pendidikan
seperti halnya para priyayi maupun orang-orang Belanda.
Tanggal kelahirannya sekarang diperingati di Indonesia sebagai
Hari Pendidikan Nasional. Bagian dari semboyan ciptaannya, tut
wuri handayani, menjadi slogan Kementerian Pendidikan Nasional
Indonesia. Namanya diabadikan sebagai salah sebuah nama kapal
perang Indonesia, KRI Ki Hajar Dewantara. Potret dirinya
diabadikan pada uang kertas pecahan 20.000 rupiah tahun emisi
1998.

TUGAS III
No

ISI

Uraian

1.

Arti otonomi daerah dan


daerah otonomi

Otonomi Daerah menurut UU no 32 tahun 2004


Hak , wewenanga dan kewajiban daerah otonom
untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan
pemerintahan dan kepentingan masyarakat
setempat sesuai denagn peraturan perundang
undangan
Daerah Otonom adalah Kesatuan masyarakat
hukum yang mempunyai batas batas wilayah yang
berwenang mengatur dan mengurus urusan
pemerintahan dan kepentingan masyarakat
setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan
aspirasi masyarakat dalam sistem NKRI

2.

Arti Desentralisasi,
dekonsentrasi, tugas
perbantuan

1.

Desentralisasi, penyerahan urusan


pemerintah dari Pemerintah atau Daerah
tingkat atasnya kepada Daerah menjadi urusan
rumah tangganya;
2.
Dekonsentrasi, pelimpahan wewenang
dari Pemerintah atau Kepala Wilayah atau
Kepala Instansi Vertikal tingkat atasnya
kepada Pejabat-pejabat di daerah; dan
3.
Tugas Pembantuan (medebewind), tugas
untuk turut serta dalam melaksanakan urusan

pemerintahan yang ditugaskan kepada


Pemerintah Daerah oleh Pemerintah oleh
Pemerintah Daerah atau Pemerintah Daerah
tingkat atasnya dengan kewajiban
mempertanggungjawabkan kepada yang
menugaskannya.
3.

Tujuan otonomi daerah

Tujuan Otonomi Daerah, yakni meningkatkan


kesejahteraan masyarakat, pelayanan umum dan
daya saing daerah. Peningkatan kesejahteraan
masyarakat diharapkan dapat dipercepat
perwujudannya melalui peningkatan pelayanan di
daerah dan pemberdayaan masyarakat atau adanya
peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan
pembangunan di daerah. Sementara upaya
peningkatan daya saing diharapkan dapat
dilaksanakan dengan memperhatikan
keistimewaan atau kekhususan serta potensi
daerah dan keanekaragaman yang dimiliki oleh
daerah dalam bingkai Negara Kesatuan Republik
Indonesia.

4.

Wewenang pemerintah pusat

1.
2.
3.
4.
5.
6.

5.

Wewenang pemerintah daerah

a. menyelenggarakam sendiri sebagian urusan


pemerintahan.
b. melimpahkan sebagian urusan pemerintahan
kepada gubernur selaku wakil pemerintah
c. menugaskan sebagian urusan kepada
pemerintah daerah dan atau pemerintahan desa
berdasarkan asas tugas
d. urusan pemerintahan yang diserahkan kepada
daerah disertai sumber pendanaan, pengalihan
sarana dan prasarana serta kepegawaian sesuai

Politik luar negeri


Pertahanan
Keamanan
Yustisi
Moneter dan fiskal nasional
Agama
Selain itu juga meliputi kebijakan tentang
perencanaan nasional dan pengendalian
pembangunan nasional secara makro,
pendayagunaan sumber daya alam serta teknologi
tinggi strategis, konservasi dan standardisasi
nasional.
lebih banyak pada pengaturan, pembinaan dan
pengawasan, berkisar pada pembuatan kebijakan,
penetapan norma,standarisasi dan pembinaan &
pengawasan

dengan urusan yang didesentralisasikan


6.

Hak pemerintah daerah

1. Mengatur dan mengurus sendiri urusan


pemerintahannya.
2. Memilih pimpinan daerah.
3. Mengelola aparatur daerah.
4. Mengelola kekayaan daerah.
5. Memungut pajak daerah dan retribusi daerah.
6. Mendapatkan bagi hasil dari pengelolaan
sumber daya alam dan sumber daya lainnya
yang berada di daerah.
7. Mendapatkan sumber-sumber pendapatan lain
yang sah.
8. Mendapatkan hak lainnya yang diatur dalam
peraturan perundangundangan.

7.

Kewajiban pemerintah daerah

1. Melindungi masyarakat, menjaga persatuan,


dan kesatuan dan kerukunan nasional
sertakeutuhan Negara Kesatuan Republik
Indonesia
2. Meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.
3. Mengembangkan kehidupan demokrasi.
4. Mewujudkan keadilan dan pemerataan.
5. Meningkatkan pelayanan dasar pendidikan.
6. Menyediakan fasilitas pelayanan kesehatan.
7. Menyediakan fasilitas social dan fasilitas
umum yang layak.
8. Mengembangkan sistem jaminan sosial.
9. Menyusun perencanaan dan tata ruang daerah.
10. Mengembangkan sumber daya produktif di
daerah.
11. Melestarikan lingkungan hidup.
12. Mengelola administrasi kependudukan.
13. Melestarikan nilai sosial budaya.
14. Membentuk dan menerapkan peraturan
perundang undangan sesuai dengan
kewenangannya.
15. Kewajiban lain yang diatur dalam peraturan
perundang-undangan.

8.

Pemerintahan daerah

Pemerintahan Daerah adalah penyelenggaraan


urusan pemerintahan oleh Pemerintah Daerah dan
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)

menurut Asas Otonomi dan tugas pembantuan


dengan prinsip otonomi seluas-luasnya dalam
sistem dan prinsip Negara Kesatuan Republik
Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Undangundang Dasar Republik Indonesia tahun 1945.
Pemerintah Daerah adalah Gubernur, Bupati atau
Walikota dan Perangkat Daerah sebagai unsur
penyelenggara Pemerintahan Daerah.
9.
10.

...............
...............