Anda di halaman 1dari 34

MODEL FORM DATA STATISTIK

PERTANDINGAN FUTSAL
MATERI UNTUK MEMBUAT ANALISA PERTANDINGAN
BAGIAN DARI LAPORAN TEKNIK (TECHNICAL REPORT)

CONTOH ANALISA PERTANDINGAN FUTSAL

(MA-MSU) E-I

M. ACHWANI
MANAJEMEN SPORT UTAMA
2015
1

CONTOH ANALISA PERTANDINGAN FUTSAL


BERDASARKAN CONTOH ISIAN FORM DATA STATISTIK PERTANDINGAN SIMULASI FUTSAL

PENGANTAR
SESUAI RANGKAIAN JADUAL PERTANDINGAN SIMULASI FUTSAL YANG TELAH DI TETAPKAN SEBELUMNYA, PADA
NOMOR PERTANDINGAN (NP) 3, MEMPERTEMUKAN AA FC MELAWAN BB FC PADA TANGGAL 1 JANUARI 2015
BERTEMPAT DI GOR FUTSAL AB YANG BERKESUDAHAN DENGAN ANGKA 4-1 (2-0), GOL YANG DI CETAK AA FC
TIGA DI ANTARANYA MELALUI TENDANGAN DARI TITIK PENALTI 2 DAN SATU DARI SERANGAN YANG DI
BANGUNNYA, GOL SATU-SATUNYA BB FC JUGA DI CETAK DARI TITIK PENALTI 2. KEEMPAT TENDANGAN DARI TITIK
PENALTI 2 TERSEBUT MERUPAKAN HUKUMAN DARI AKUMULASI PELANGGARAN YANG DI BUAT PEMAIN
LAWANNYA HANYA SATU GOL YANG TERCIPTA DENGAN BOLA HIDUP PADA PERTANDINGAN INI.
CONTOH ANALISA PERTANDINGAN FUTSAL INI DI BUAT UNTUK MENGGAMBARKAN SITUASI PERTANDINGAN
FUTSAL TERSEBUT SECARA KUANTITATIF MAUPUN KUALITATIF, PADA KESEMPATAN INI DI SAJIKAN CONTOH
ANALISA PERTANDINGAN FUTSAL SEPERTI DI MAKSUD, GUNA KEPERLUAN SEBAGAI SALAH SATU RUJUKAN
UNTUK MEMBUAT EVALUASI PEMAIN MAUPUN TIM. DAN JUGA SEBAGAI BAHAN PERBAIKAN PENAMPILAN
PEMAIN MAUPUN TIM SELANJUTNYA, DENGAN MEMPERGUNAKAN BAHAN ANALISANYA BERASAL DARI CONTOH
ISIAN FORM DATA STATISTIK PERTANDINGAN FUTSAL, YANG BERSIFAT KUANTITATIF SESUAI JUDUL KOLOM PADA
SETIAP FORM DATA STATISTIK YANG TERSEDIA, DI BUAT SEUSAI PERTANDINGAN TERSEBUT, YANG JUGA DAPAT
DI MANFAATKAN LANGSUNG SEBAGAI SALAH SATU RUJUKAN UNTUK KEPERLUAN MEMBUAT ANALISA TEKNIK
DAN LAPORAN TEKNIK.
UNTUK MELENGKAPI MATERI ANALISA PERTANDINGAN INI JUGA BISA DI AMBIL DARI CATATAN TAMBAHAN
BERSIFAT KUANTITAS DAN KUALITATIF YANG DI BUAT SAAT PERTANDINGAN DI LUAR YANG TEREKAM PADA
FORM STATISTIK PERTANDINGAN, UNTUK LEBIH MENGGAMBARKAN APA YANG TERJADI SAAT PERTANDINGAN.
2

SENTUHAN BOLA
SENTUHAN BOLA DISINI DI HITUNG SEJAK TENDANGAN AWAL (KICK OFF) UNTUK PEMAIN LAPANGAN, DI MULAI
KETIKA MENGONTROL BOLA ATAU MENYETOP BOLA, MENGGIRING BOLA, MENGUMPAN BOLA, MENENDANG
DAN MENEMBAK BOLA KE GAWANG LAWAN, KEMUDIAN JUGA PADA SAAT MEREBUT BOLA, MEMOTONG DAN
MEMBUANG BOLA, MENEMBAK KE GAWANG LAWAN DAN TENDANGAN DARI BERBAGAI BOLA DIAM.
KEMUDIAN SENTUHAN BOLA KHUSUS PENJAGA GAWANG, DI HITUNG MULAI DARI KETIKA MENANGKAP BOLA,
MEMBLOK/MENTIP/MEMUKUL BOLA, MENAHAN BOLA DENGAN KAKI, MELEMPAR/MENGUMPAN BOLA (BISA
DENGAN KAKI) DAN PEMBERSIHAN GAWANG. PADA PERTANDINGAN, HITUNGAN SENTUHAN BOLA PENJAGA
GAWANG PADA SAAT TERTENTU SENTUHAN BOLANYA BISA SAMA DENGAN PEMAIN LAPANGAN, MISALNYA
KETIKA IA HARUS KELUAR DARI SARANGNYA UNTUK MENYELAMATKAN GAWANGNYA DENGAN TENDANGAN
MEMBUANG BOLA KELUAR LAPANGAN PERMAINAN SERTA MENGGIRING BOLA, MENGUMPAN BOLA DAN
MENEMBAK BOLA BILA MEMBANTU SERANGAN, ATAU TERUTAMA KETIKA SEDANG DI MAINKAN POWER PLAY.
PADA PERTANDINGAN TERSEBUT SESUAI DATA STATISTIK YANG TERSAJI, SENTUHAN BOLA LEBIH BANYAK DI
LAKUKAN PARA PEMAIN DARI AA FC, DENGAN KATA LAIN PENGUASAAN BOLA (BALL POSSESION) LEBIH UNGGUL,
DENGAN JUMLAH SENTUHAN BOLA 302 BAGI AA FC DI BANDING JUMLAH SENTUHAN BOLA 264 BAGI BB FC PADA
PARUH PERTAMA DAN SENTUHAN BOLA 308 BAGI AA FC DAN 231 BAGI BB FC PADA PARUH KEDUA.
SENTUHAN BOLA ATAU PENGUASAAN BOLA DENGAN PERBEDAAN SELISIH 38 SENTUHAN LEBIH BANYAK BAGI AA
FC, HAL ITU MENUNJUKAN BAHWA PERMAINAN PADA PARUH PERTAMA LEBIH DI KUASAI AA FC KENDATI TIDAK
TERLALU LELUASA ATAS LAWANNYA, KARENA PARA PEMAIN BB FC MAMPU MEMBERIKAN PERLAWANAN YANG
MEMBUAT PARA PEMAIN AA FC BEKERJA EKSTRA KERAS UNTUK MENGATASI PERLAWANAN YANG DI BERIKAN
PARA PEMAIN BB FC, SEHINGGA PERTANDINGAN BERJALAN DENGAN KETAT DARI MENIT KE MENIT, KARENA
KEDUA PIHAK MAMPU MENJAGA PENGUASAN BOLA SELAMA MUNGKIN DI SETIAP KALI ADA KESEMPATAN
TIMNYA MENGUASAI BOLA.
3

SENTUHAN BOLA DARI SETIAP PEMAIN KEDUA PIHAK DENGAN MENGALIRKAN BOLA DARI KAKI KE KAKI, MULAI
DARI DAERAH PERTAHANAN SENDIRI, BERGESER SEDIKIT DEMI SEDIKIT MEMASUKI DAERAH PERTAHANAN
LAWAN MELALUI SENTUHAN UMPAN PENDEK DARI PEMAIN YANG BERPOSISI DI BELAKANG KEPADA PEMAIN
YANG BERPOSISI DI TENGAH CUKUP LANCAR MENGALIR.
HANYA MENJADI AGAK TERSENDAT ALIRANNYA KETIKA BOLA HENDAK DI SUPLAI KEPADA PEMAIN KAWAN YANG
BERPOSISI DI DEPAN, PEMAIN YANG BERADA DI DEPAN DARI KEDUA TIM KURANG BANYAK MELAKUKAN
PERGERAKAN-PERGERAKAN TANPA BOLA UNTUK MEMBUKA RUANG TEMBAK BAGI PEMAIN KAWANNYA,
MAUPUN MELEPASKAN DIRI DARI KAWALAN PEMAIN LAWAN UNTUK MEMUDAHKAN KAWANNYA MENSUPLAI
BOLA, ATAU JUGA GUNA MEMUDAHKAN PEMAIN KAWANNYA UNTUK MELAKUKAN PENETRASI LANGSUNG
MENUSUK KE GAWANG LAWAN. AKHIRNYA ALIRAN BOLA LEBIH SERING BERAKHIR DI SINI PERJALANANNYA,
KARENA KEHILANGAN BOLA DI REBUT PEMAIN BERTAHAN, TERKADANG MENENDANG TERGESA-GESA SEHINGGA
BOLA YANG DI TENDANGNYA KE LUAR DARI SASARAN GAWANG YANG INGIN DI TUJUNYA, HAL INI KERAP TERJADI
BAGI KEDUA PIHAK SEHINGGA SENTUHAN BOLANYA BERAKHIR DENGAN CARA SEPERTI ITU SAJA.
SENTUHAN BOLA UMUMNYA LANCAR KETIKA PARA PEMAIN MENGALIRKAN BOLA DARI KAKI KE KAKI DENGAN
CEPAT KETIKA MASIH BERGULIR DI DAERAHNYA SENDIRI, KEMUDIAN MENGENDUR KECEPATANNYA KETIKA BOLA
SUDAH BERGULIR MELEWATI LAPANGAN TENGAH DAN MENJADI LAMBAT ALIRANNYA KETIKA SUDAH MEMASUKI
DAERAH PERTAHANAN LAWAN.
PADA PARUH PERTAMA INI SENTUHAN BOLA SETIAP PEMAIN DARI KEDUA PIHAK MASIH BERTENAGA, BERMAIN
DALAM TEMPO TINGGI, BOLA BERGULIR DENGAN KECEPATAN SESUAI DENGAN KEINGINAN SI PENYENTUH BOLA,
DI MANA PROSENTASI AKURASI MENGALIRKAN BOLA DARI KAKI KE KAKI MENYUSUR LAPANGAN PERMAINAN
UNTUK MEMBERIKAN UMPAN TERARAH KEPADA KAWANNYA CUKUP TINGGI SAMPAI MENJELANG DAERAH
PENALTI LAWAN, SESUDAH ITU TINGKAT AKURASINYA MENJADI MENURUN, ATAU TIDAK LAGI TERARAH SUPLAI
BOLANYA.

MEMASUKI PARUH KEDUA PERTANDINGAN DENGAN PERBEDAAN SELISIH SAMPAI 77 SENTUHAN BOLA, ITU
MAKIN MENUNJUKAN BOLA LEBIH BANYAK DI KUASAI PARA PEMAIN AA FC DARI PADA OLEH PEMAIN BB FC.
ATAU DI BANDING PADA PARUH PERTAMA, AA FC BERTAMBAH 6 SENTUHAN BOLA MENJADI 308 SENTUHAN
BOLA, SEDANGKAN BB FC MENGALAMI PENURUNAN 33 SENTUHAN BOLA MENJADI HANYA 321 SENTUHAN
BOLA.
PADA PARUH KEDUA INI PARA PEMAIN BB FC SENTUHAN BOLANYA SUDAH KURANG BERTENAGA LAGI, KARENA
ADANYA PENURUNAN KONDISI FISIK DARI PARA PEMAIN BB FC, BOLA TIDAK LAGI BERGULIR DENGAN CEPAT,
TINGKAT AKURASI MENGALIRKAN BOLANYA JUGA MENGALAMI PENURUNAN, SENTUHAN BOLA SAAT
MENSUPLAI BOLA UNTUK PEMAIN KAWANNYA TERLIHAT MENJADI KURANG TERARAH, SALAH ARAH
MENGALIRKAN BOLA ATAU BOLA OUT MAUPUN BOLA MELENCENG DARI SASARAN YANG DI TUJU MEWARNAI
PERMAINAN PADA PARUH KEDUA. TETAPI ALIRAN BOLA KEDUA PIHAK MASIH TETAP SAMA CARANYA, KARENA
UMUMNYA BERAKHIR DI DEKAT DAERAH PENALTI LAWAN SEBAGAIMANA TERJADI PADA PARUH PERTAMA.

MENGUMPAN BOLA
MENGUMPAN BOLA SEBAGAIMANA YANG TEREKAM DALAM DATA STATISTIK, PADA PARUH PERTAMA PARA
PEMAIN AA FC MELAKUKAN 153 UMPAN, DI MANA 142 DI ANTARANYA UMPANNYA SAMPAI KEPADA KAWAN
SATU TIMNYA DAN 11 KALI MELAKUKAN KESALAHAN MENGUMPAN BOLA ATAU BOLA OUT, PADA PARUH YANG
SAMA PARA PEMAIN BB FC MELAKUKAN 112 UMPAN, DI MANA 100 DI ANTARANYA UMPANNYA SAMPAI KEPADA
KAWANNYA DAN 12 KALI MELAKUKAN KESALAHAN MENGUMPAN BOLA DAN BOLA OUT.
SECARA KUANTITATIF PARA PEMAIN AA FC LEBIH BANYAK BILANGAN MENGUMPAN BOLANYA DARI PADA BB FC,
PERBEDAANYA 39 KALI MENGUMPAN LEBIH BANYAK, NAMUN TINGKAT KESALAHAN MENGUMPAN DAN BOLA
OUT DI ANTARA KEDUANYA BERIMBANG KARENA PARA PEMAIN AA FC MELAKUKAN KESALAHANNYA SEBANYAK
11 KALI SEDANGKAN PARA PEMAIN BB FC MELAKUKAN KESALAHANNYA SEBANYAK 12, JADI HANYA BEDA TIPIS
ATAU HANYA 1 KALI LEBIH SEDIKIT BAGI PARA PEMAIN AA FC.
5

BILA MELIHAT TINGKAT KESALAHAN MENGUMPAN BOLA PROSENTASENYA KECIL BAGI PARA PEMAIN KEDUA
PIHAK PADA PARUH PERTAMA, OLEH KARENA ITU BISA DI KATAKAN BAHWA PARA PEMAIN DARI KEDUANYA
MEMILIKI TINGKAT AKURASI MENGUMPAN BOLA CUKUP BAGUS, YANG DAPAT MENUTUPI TINGKAT KESALAHAN
YANG DI LAKUKANNYA.
PADA SAAT PERTANDINGAN UMUMNYA PARA PEMAIN TERLIHAT MENGUMPAN BOLA DARI SATU PEMAIN KE
PEMAIN LAINNYA DI LAKUKAN DENGAN BAIK, SEBAGAIMANA DI SEBUT DI ATAS TERUTAMA BILA DI LAKUKAN DI
DAERAH PERTAHANAN SENDIRI, KEMUDIAN JUGA CUKUP BAIK BILA DI LAKUKAN DI DAERAH SAYAP PERTAHANAN
LAWAN PADA SAAT MEMBANGUN SERANGAN YANG DI BANGUN MULAI DARI BAWAH, NAMUN JARANG
TERLIHAT MENGUMPAN ATAU SALING MENGUMPAN BOLA DI ANTARA KAWAN MELALUI DAERAH TENGAH YANG
LANGSUNG MENUJU DAERAH GAWANG LAWAN.
OLEH KARENA SERANGAN DARI KEDUA PIHAK LEBIH BANYAK DI BANGUN DARI SAYAP, UMPAN TARIK LEBIH
BANYAK DI LAKUKAN DARI PADA UMPAN TEROBOSAN ATAU WALL PASS ATAU KERJA SAMA SEGI TIGA SALING
MENGUMPAN UNTUK MEMBONGKAR PERTAHANAN LAWAN, CARA SEMACAM INI PROSENTASENYA LEBIH KECIL.
UMPAN TARIK DARI SAYAP MENJADI PILIHAN TAMPAKNYA KARENA MEMASUKI DAERAH LAWAN DARI DAERAH
PINGGIR LAPANGAN RELATIF LEBIH MUDAH DARI PADA LEWAT DAERAH TENGAH YANG MENJADI KONSENTRASI
PEMAIN LAWAN MENGGALANG PERTAHANAN. TETAPI UMPAN TARIK DARI KEDUA PIHAK LEBIH BANYAK DARI
ARAH KANAN PENGUMPAN ATAU DAERAH PERTAHANAN SEBELAH KIRI LAWAN, ITU LEBIH DI SEBABKAN
PENGGUNAAN KAKI KIRI TIDAK LEBIH BAGUS DARI KAKI KANAN, ATAU KAKI KANAN MENJADI TUMPUAN UTAMA
BERMAIN FUTSAL, KARENA LEBIH BANYAK DI PERGUNAKAN SETIAP SAAT BERMAIN FUTSAL OLEH KEBANYAKAN
PEMAIN YANG TURUN BERTANDING, SEDANGKAN PENGGUNAAN KAKI KIRI NAMPAK JARANG DI PERLIHATKAN.
NAMUN KUALITAS MENGUMPAN DARI PARA PEMAIN AA FC LEBIH BAIK DARI PADA PARA PEMAIN BB FC, KARENA
BANYAK DARI UMPANNYA MENCAPAI PEMAIN KAWANNYA YANG BERPOSISI DI MUKA GAWANG LAWAN YANG
MEMPUNYAI SUDUT CUKUP BAIK UNTUK MENEMBAK BOLA KE ARAH GAWANG LAWAN.
6

DALAM MELAKUKAN UMPAN DARI KAKI KE KAKI YANG MERAMBAT DARI DAERAH SENDIRI, PARA PEMAIN KEDUA
PIHAK UMUMNYA MEMULAI MEMBANGUN SERANGANNYA MELALUI UMPAN PARALEL DARI PINGGIR LAPANGAN
YANG SATU KE PINGGIR LAPANGAN YANG LAINNYA, KEDUA PIHAK CUKUP BAGUS MELAKUKANNYA DENGAN
SELALU BERUSAHA MENGUASAI BOLA SELAMA MUNGKIN, KARENA ITU SUATU CARA PENGUASAAN BOLA (BALL
POSSESSION) STANDAR, HANYA SAJA UMUMNYA LEBIH BANYAK DI LAKUKAN DALAM TEMPO RENDAH ATAU
SEDANG DAN SAYANGNYA JARANG DI TINDAK LANJUTI DENGAN UMPAN TEROBOSAN CEPAT DAN TAJAM UNTUK
MEMBONGKAR PERTAHANAN LAWANNYA.
KALAU SEMUA PEMAIN LAWAN SUDAH MEMBUAT BENTENG DI DAERAH PERTAHANANNYA, TENTU TEPAT
SALING MENGUMPAN DI LAKUKAN DENGAN TEMPO RENDAH ATAU SEDANG, UNTUK MEMANCING PEMAIN
LAWAN KELUAR DARI SARANGNYA AGAR PERTAHANANNYA MENJADI TERBUKA, TETAPI MENJADI KURANG PAS
KETIKA LAWANNYA BELUM SEMUA KEMBALI KE SARANGNYA SALING MENGUMPAN DI LAKUKAN DALAM TEMPO
RENDAH, KARENA BILA ADA KESEMPATAN SEPERTI INI HARUS DI LAKUKAN DALAM TEMPO CEPAT DAN TAJAM
AGAR BISA LANGSUNG MASUK KE JANTUNG PERTAHANAN LAWAN.
MEMASUKI PARUH KEDUA SESUAI DATA STATISTIK MENGUMPAN BOLA, PARA PEMAIN AA FC MELAKUKAN 138
KALI MENGUMPAN, DI MANA 114 KALI MENGUMPAN TEPAT MENEMUI SASARAN KEPADA KAWAN SATU TIMNYA
DAN 24 KALI MELAKUKAN KESALAHAN MENGUMPAN ATAU BOLA OUT, PADA PARUH YANG SAMA PARA PEMAIN
BB FC MELAKUKAN 94 KALI MENGUMPAN BOLA, DI MANA 69 KALI TEPAT MENEMUI SASARAN KEPADA KAWAN
BERMAINNYA DAN 25 KALI MELAKUKAN KESALAHAN MENGUMPAN ATAU BOLA OUT.
PADA PARUH KEDUA INI DATA STATISTIK MENUNJUKAN ADANYA PENURUNAN BILANGAN MENGUMPAN BOLA
DARI KEDUA PIHAK, TERCATAT BERKURANG 15 UNTUK PARA PEMAIN AA FC DAN BERKURANG 18 UNTUK PARA
PEMAIN BB FC, NAMPAK HANYA SEDIKIT PENURUNAN JUMLAHNYA DI BANDING JUMLAH MENGUMPAN BOLA
PADA PARUH PERTAMA. TETAPI TINGKAT KESALAHAN MENGUMPAN BOLA ATAU BOLA OUT TERLIHAT MENAIK
JUMLAH KESALAHANNYA, YAITU 24 UNTUK PARA PEMAIN AA FC DAN 25 UNTUK PARA PEMAIN BB FC, NAMUN

PERBEDAANNYA TETAP TIPIS SEPERTI PARUH PERTAMA, HANYA SELISIH 1 KALI KESALAHAN LEBIH SEDIKIT BAGI
PARA PEMAIN AA FC.
SEBAGAIMANA PADA PARUH PERTAMA, PADA PARUH KEDUA CARA MENGUMPAN BOLA YANG DI LAKUKAN
KEDUA PIHAK TIDAK MENGALAMI PERUBAHAN, UMUMNYA MASIH SAMA CARANYA SEPERTI SEBELUMNYA, ITU
BERARTI HANYA PENGULANGAN CARA BERMAIN YANG MEMBUAT KEDUA PIHAK DI MUDAHKAN UNTUK SALING
MEMBACA PERMAINAN, MEMUDAHKAN MEMBAYANGI MAUPUN MENGHADANG LAWAN SAAT MEMBANGUN
SERANGAN, KARENA LAWANNYA MELAKUKANNYA DENGAN CARA SERUPA SEPERTI YANG SUDAH DI LAKUKAN
SEBELUMNYA, SALING MENGUMPAN BOLA DARI ARAH TENGAH KETIKA MASIH DI DAERAH PERTAHANANNYA
MEREKA SENDIRI DAN KEMUDIAN LEBIH BERGESER MENJADI BERMAIN DI DAERAH SAYAP SESUDAH MELEWATI
GARIS TENGAH.
SEBENARNYA PADA PARUH KEDUA INI KEDUA PIHAK SUDAH BERUSAHA MENCOBA MEMBANGUN SERANGAN
MELALUI JALUR TENGAH, DENGAN MELAKUKAN UMPAN LANGSUNG KE PEMAIN KAWAN YANG BERPOSISI DI
DEPAN GAWANG LAWAN, WALAU TIDAK BANYAK BERHASIL MENEMUKAN RUANG TEMBAK KE GAWANG LAWAN.
NAMUN SESEKALI MERUBAH CARA BERMAIN SEPERTI INI DI PERLUKAN UNTUK BISA MENEMBUS PERTAHANAN
LAWAN, WALAU RESIKO TINGKAT KESALAHAN MENGUMPAN BOLA ATAU MENJADIKAN BOLA OUT BERTAMBAH
BANYAK SEBAGAIMANA DI TUNJUKAN DATA STATISTIK DI ATAS, NAMUN PERLU DI COBA BERULANG KALI BILA
INGIN MEMBONGKAR PERTAHANAN LAWAN DARI DAERAH TENGAH.
MENYERANG LAWAN DENGAN CARA MENYUSURI PINGGIR LAPANGAN, UNTUK AA FC AKHIRNYA PADA MENIT 37
MENEMUKAN HASIL KETIKA PEMAINNYA NPG.4 MEMBERIKAN ASSIST DENGAN MENGGUNAKAN KAKI KIRI
MELEPASKAN TENDANGAN UMPAN TARIK DARI DAERAH SAYAP KIRI KEPADA NPG.5, LANGSUNG MENEMBAK
BOLA DENGAN TENDANGAN DATAR KERAS KAKI KIRINYA KE POJOK KIRI GAWANG BB FC, YANG GAGAL DI
TANGKAP PENJAGA GAWANG BB FC NPG11 SEHINGGA GAWANGNYA KEMASUKAN GOL. CARA MENCETAK GOL DI
SINI YANG MENARIK ADALAH PENGGUNAAN KAKI KIRI YANG UMUMNYA JARANG DI PERGUNAKAN PARA PEMAIN

DARI KEDUA PIHAK, TAPI PADA KESEMPATAN TERSEBUT BAIK YANG MEMBERIKAN UMPAN MAUPUN YANG
MENEMBAK BOLA KE GAWANG LAWAN, SAMA-SAMA MENGGUNAKAN KAKI KIRI.
SEBAGAIMAN DI GAMBARKAN SEBELUMNYA KESULITAN BAGI KEDUA PIHAK DI DALAM MEMBANGUN SERANGAN
MELALUI UMPAN BOLA DARI KAKI KE KAKI LANGSUNG KE JANTUNG PERTAHANAN LAWAN ADALAH KURANGNYA
UPAYA KAWAN BERMAINNYA YANG BERADA DI JANTUNG PERTAHANAN LAWAN MELAKUKAN PERGERAKAN
TANPA BOLA, GUNA MEMBUKA RUANG BAGI KAWANNYA MENEMBUS PERTAHANAN LAWAN ATAU MEMBUKA
RUANG TEMBAK. SERTA JARANG PULA MEMPERAGAKAN SEBAGAI PEMAIN PEMANTUL BOLA UNTUK SEGERA
MENGEMBALIKAN BOLANYA KE PEMBERI UMPAN, SEKALIGUS MEMBERIKAN RUANG TEMBAK BAGI KAWANNYA
TERSEBUT SUPAYA BISA MENEMBAK LANGSUNG KE ARAH GAWANG LAWAN. KERJASAMA TIK TAK YANG DI
LANJUTKAN DENGAN UMPAN TEROBOSAN DAN DI AKHIRI TEMBAKAN KE ARAH GAWANG LAWANPUN KURANG
BANYAK DI LAKUKAN OLEH PARA PEMAIN, BAIK DARI TIM A MAUPUN TIM B KEDUANYA SAMA SAJA.

MENGGIRING DAN MENGUMPAN BOLA


MENGGIRING DAN MENGUMPAN BOLA SEBAGAIMANA YANG TEREKAM DALAM DATA STATISTIK MENUNJUKAN
PADA PARUH PERTAMA, PARA PEMAIN AA FC MELAKUKAN MENGGIRING DAN MENGUMPAN BOLA SEBANYAK 34
KALI, 29 DI ANTARANYA BENAR MENGGIRING DAN MENGUMPAN BOLA SERTA 5 KALI KEHILANGAN BOLA, SALAH
MENGUMPAN DAN BOLA OUT. SEDANGKAN PARA PEMAIN BB FC MELAKUKAN MENGGIRING DAN MENGUMPAN
BOLA SEBANYAK 49 KALI, 40 DI ANTARANYA BENAR MENGGIRING DAN MENGUMPAN BOLA DAN 9 KALI
KEHILANGAN BOLA, SALAH MENGUMPAN BOLA DAN BOLA OUT.
AKTIFITAS MENGGIRING BOLA DALAM DATA STATISTIK YANG MENJADI RUJUKAN DI BEDAKAN DENGAN HANYA
MENGUMPAN BOLA SAJA SECARA LANGSUNG, KARENA DALAM AKTIFITAS INI SETELAH MENERIMA BOLA PEMAIN
YANG BERSANGKUTAN TIDAK LANGSUNG MENGUMPAN BOLA, TETAPI TERLEBIH DAHULU MELAKUKAN AKTIFITAS
MENGONTROL BOLA DAN MENGGIRING BOLA, BARU SETELAH ITU MENGUMPAN BOLA KEPADA KAWANNYA.
9

PADA PARUH PERTAMA INI NAMPAK AA FC TIDAK LEBIH BERANI MENGGIRING BOLA TERLEBIH DAHULU SEBELUM
MENGUMPAN BOLA DARI PADA BB FC, KARENA SESUAI DATA STATISTIK PARA PEMAIN AA FC 15 KALI LEBIH
SEDIKIT DARI PARA PEMAIN BB FC MELAKUKAN MENGGIRING BOLA UNTUK MEMBONGKAR PERTAHANAN
LAWAN, NAMUN HAL ITU MEMBUAT TINGKAT KESALAHANNYA PADA SAAT MENGUMPAN BOLA PARA PEMAIN
AA FC MENJADI LEBIH SEDIKIT 4 KALI DARI PADA PARA PEMAIN BB FC. TETAPI SAAT KEHILANGAN BOLA ATAU
BOLANYA DI REBUT PEMAIN LAWAN, PARA PEMAIN AA FC KEHILANGAN BOLANYA SAAT MENCOBA MENEROBOS
PERTAHANAN LAWAN DARI ARAH TENGAH LAPANGAN DAN PARA PEMAIN BB FC KEHILANGAN BOLANYA SAAT
MENCOBA MELEWATI LAWAN DARI ARAH SAYAP.
UPAYA MENGGIRING BOLA TERLEBIH DAHULU SEBELUM MENGUMPAN BOLA DI SINI BAGI KEDUA PIHAK DI
LAKUKAN DENGAN BERBAGAI MAKSUD, ADA KALANYA UNTUK MENURUNKAN TEMPO BERMAIN, ADA KALANYA
UNTUK MEMANCING PEMAIN LAWAN KELUAR DARI SARANGNYA GUNA MEMBUKA RUANG DAN UNTUK
MENEMBUS PERTAHANAN LAWAN, ATAU AGAR PEMAIN LAWANNYA BISA LEBIH MENDEKATI PEMAIN YANG
MENGGIRING BOLA TERSEBUT SUPAYA TERCIPTA JARAK YANG LEBIH LONGGAR DI ANTARA PEMAIN LAWAN.
TETAPI NAMPAKNYA UPAYA MENGGIRING BOLA UNTUK MELEWATI LAWAN MASIH KURANG BANYAK DI
LAKUKAN BAIK DI DAERAH SAYAP MAUPUN DI DAERAH TENGAH, OLEH KARENA ITU PERLU DI TUMBUHKAN
KEBERANIAN PARA PEMAIN DARI KEDUA PIHAK UNTUK LEBIH SERING MELAKUKANNYA.
PADA PARUH KEDUA INI PATUT DI KEMUKAKAN BAHWA PENJAGA GAWANG AA FC, NPG10, TERCATAT 3 KALI
MELAKUKAN AKTIFITAS MENGGIRING DAN MENGUMPAN BOLA KEPADA KAWANNYA UNTUK MENDUKUNG
SERANGAN YANG DI BANGUN PARA PEMAIN LAPANGAN DARI PIHAKNYA.

MENEMBAK BOLA KE GAWANG LAWAN


SESUAI YANG TEREKAM DALAM DATA STATISTIK PADA PARUH PERTAMA, TERCATAT 17 KALI PARA PEMAIN AA FC
MENEMBAK KE ARAH GAWANG LAWAN, DI MANA DUA DI ANTARANYA BERHASIL MASUK KE GAWANG LAWAN
WALAU KEDUANYA BERASAL DARI TENDANGAN BOLA DIAM, YAITU DARI TITIK 2 TENDANGAN PENALTI, PADA
10

MENIT 6 OLEH PEMAIN NPG4 DAN MENIT 12 OLEH PEMAIN NPG5, SELAIN ITU 10 KALI MENGARAH TEPAT KE
GAWANG LAWAN DAN 5 KALI MELENCENG DI LUAR GAWANG LAWAN. KEMUDIAN TERCATAT 27 KALI PARA
PEMAIN BB FC MENEMBAK KE ARAH GAWANG LAWAN, DI MANA 16 DI ANTARANYA MENGARAH TEPAT KE
GAWANG LAWAN, 11 KALI MELENCENG DI LUAR GAWANG LAWAN.
YANG MENARIK DISINI BAHWA DALAM PARUH PERTAMA WALAU AA FC LEBIH UNGGUL DALAM SENTUHAN
BOLA, UNGGUL DALAM MENGUMPAN BOLA LANGSUNG ATAU UNGGUL DALAM MENGGIRING BOLA YANG DI
SUDAHI DENGAN MENGUMPAN BOLA, UNGGUL DENGAN SKOR 2-0, TETAPI DALAM HAL BILANGAN MENEMBAK
BOLA KE ARAH GAWANG LAWAN BB FC LEBIH UNGGUL WALAU TIDAK MENGHASILKAN GOL SATUPUN.
NAMPAKNYA PARA PEMAIN BB FC LEBIH BERANI MELAKUKAN MENEMBAK BOLA KE ARAH GAWANG LAWAN
TERUTAMA SESUDAH KETINGGALAN 2 GOL, JADI PARA PEMAIN BB FC DALAM USAHA UNTUK MENGEJAR
KETERTINGGALANNYA NAMPAK LEBIH BANYAK BILANGAN MENEMBAK BOLA KE ARAH GAWANG LAWAN DARI
PADA BILANGAN MENEMBAK BOLA PARA PEMAIN AA FC.
MEMASUKI PARUH KEDUA BILANGAN MENEMBAK BOLA KE ARAH GAWANG LAWAN YANG DI LAKUKAN BB FC
MENJADI BERKURANG, TETAPI BILANGAN MENEMBAK KE ARAH GAWANG YANG DI LAKUKAN PARA PEMAIN AA
FC MENAIK MENJADI 26 KALI, DUA DI ANTARANYA MENGHASILKAN GOL, SATU DARI TENDANGAN PENALTI 2,
SATU BERASAL DARI BOLA HIDUP, YAITU OLEH PEMAIN NPG3 MENIT 26 DAN PEMAIN NPG4 MENIT 37. PARA
PEMAIN AA FC TEMBAKANNYA 12 KALI TEPAT MENGARAH KE GAWANG LAWAN DAN 12 KALI MELENCENG DI
LUAR GAWANG LAWAN.
BILANGAN MENEMBAK KE ARAH GAWANG LAWAN YANG DI LAKUKAN PARA PEMAIN BB FC BERKURANG
MENJADI HANYA 17 KALI, TETAPI SATU DI ANTARANYA BERHASIL MENGHASILKAN SATU GOL, PADA MENIT 31
OLEH PEMAIN NPG5 MELALUI TENDANGAN DARI TITIK 2 PENALTI, SELAIN ITU 9 KALI TEPAT MENGARAH KE
GAWANG DAN 7 KALI MELENCENG DI LUAR GAWANG LAWAN.

11

PADA PARUH KEDUA INI KEMBALI ADA YANG MENARIK, SEPERTI DI SEBUT DI ATAS WALAU BILANGAN
MENEMBAK KE ARAH GAWANG YANG DI LEPASKAN PARA PEMAIN BB FC MINUS 10 KALI DI BANDING PADA
PARUH PERTAMA, ATAU MENJADI HANYA 17 KALI MELEPASKAN TEMBAKAN KE ARAH GAWANG LAWAN NAMUN
YANG BERSANGKUTAN MAMPU MENGHASILKAN SATU GOL PADA PARUH KEDUA WALAU HANYA BERASAL DARI
BOLA DIAM, DI BANDING 27 KALI MELEPASKAN TEMBAKAN KE ARAH GAWANG LAWAN PADA PARUH PERTAMA
NAMUN TIDAK MENGHASILKAN GOL SATUPUN.
PADA PARUH KEDUA INI PARA PEMAIN AA FC NAMPAK BENAR MASIH INGIN MENAMBAH KEMENANGANNYA,
HAL ITU TERCERMIN DARI BILANGAN MENEMBAK KE ARAH GAWANG BERTAMBAH PLUS 9 KALI LEBIH BANYAK
DARI PARUH PERTAMA, HASILNYA MEMADAI KARENA SEPERTI DI SEBUT DIATAS BERHASIL MENAMBAHKAN 2
GOL, SATU BERASAL DARI BOLA DIAM DENGAN TENDANGAN PENALTI 2 DARI PEMAIN NPG3 (MENIT 26). DAN
SATU LAGI BERASAL DARI BOLA HIDUP YANG DI CETAK PEMAIN NPG5 (MENIT 37), HASIL UMPAN TARIK PEMAIN
NPG4 YANG MEMBERIKAN ASSIST MANIS SEHINGGA MEMUDAHKAN KAWANNYA UNTUK BISA MENCETAK GOL
KE GAWANG LAWAN DAN MEMBUAT TIM A MENAMBAH KEUNGGULANNYA MENJADI 4-1 ATAS LAWANNYA.

TENDANGAN BOLA DIAM


TENDANGAN YANG BERASAL DARI BOLA DIAM SEPERTI TENDANGAN KE DALAM, TENDANGAN BEBAS LANGSUNG,
TENDANGAN BEBAS TIDAK LANGSUNG, TENDANGAN SUDUT MASIH KURANG DI MANFAATKAN DENGAN BAIK
ATAU KURANG DI EKSPLORASI SECARA MAKSIMAL, LAIN DENGAN TENDANGAN PENALTI DARI TITIK 1 DAN TITIK 2
PARA PEMAIN LEBIH AKRAB KARENA RELATIF LEBIH MUDAH DI LAKUKAN.
PALING TIDAK TENDANGAN BEBAS LANGSUNG DAN TENDANGAN BEBAS TIDAK LANGSUNG (DENGAN DUA
SENTUHAN) SEHARUSNYA BISA LEBIH DI MANFAATKAN DAN DI EKSPLORASI LEBIH JAUH LAGI TERUTAMA BILA DI
LAKUKAN DI ANTARA TITIK 1 DAN TITIK 2 PENALTI. TENDANGAN KE DALAMPUN MELALUI DUA SENTUHAN BILA DI
LAKUKAN DI ANTARA DAERAH PENALTI LAWAN, HARUS PULA DI COBA DI MANFAATKAN LEBIH BAIK LAGI DAN
12

JUGA DI EKSPLORASI LEBIH KREATIF DENGAN MENSETING SECARA TERENCANA TERLEBIH DAHULU SEBELUM
EKSEKUTOR MELAKUKAN TENDANGAN, SEPERTI BEREMBUG SINGKAT DENGAN KAWAN SATU TIM YANG AKAN
BERTINDAK SEBAGAI ASSISTOR, BARU SETELAH ITU EKSEKUSI SEGERA DI LAKUKAN.
SESUAI YANG TEREKAM DALAM DATA STATISTIK PADA PARUH PERTAMA, TERCATAT PARA PEMAIN AA FC 8 KALI
MELAKUKAN TENDANGAN KE DALAM, 7 KALI MELAKUKAN TENDANGAN BEBAS LANGSUNG, 7 KALI MELAKUKAN
TENDANGAN BEBAS TIDAK LANGSUNG, 6 KALI MELAKUKAN TENDANGAN SUDUT DAN 2 KALI MELAKUKAN
TENDANGAN PENALTI DARI TITIK 2 (TIDAK ADA TENDANGAN PENALTI DARI TITIK 1 BAGI AA FC).
KEMUDIAN TERCATAT PARA PEMAIN BB FC MELAKUKAN 3 KALI TENDANGAN KE DALAM, 5 KALI MELAKUKAN
TENDANGAN BEBAS LANGSUNG, 8 KALI MELAKUKAN TENDANGAN BEBAS TIDAK LANGSUNG, 6 KALI MELAKUKAN
TENDANGAN SUDUT, TENDANGAN PENALTI DARI TITIK 2 PADA MENIT 19 OLEH NPG3 TAPI TIDAK MENGHASILKAN
GOL KARENA TENDANGANNYA MEMBENTUR TIANG GAWANG (TIDAK ADA PENALTI 1 BAGI AA FC MAUPUN BB
FC).
DARI PERBANDINGAN TENDANGAN BOLA DIAM INI PARA PEMAIN AA FC MELAKUKAN SEJUMLAH 28 TENDANGAN
BOLA DIAM DAN PARA PEMAIN BB FC MELAKUKAN SEJUMLAH 22 KALI TENDANGAN BOLA DIAM, JADI SECARA
KESELURUHAN PARA PEMAIN AA FC LEBIH UNGGUL 6 KALI TENDANGAN BOLA DIAM, KENDATI DEMIKIAN PARA
PEMAIN BB FC UNGGUL 1 KALI LEBIH BANYAK DALAM TENDANGAN BEBAS TIDAK LANGSUNG.
SEBAGAIMANA DI SAMPAIKAN DI ATAS BAHWA TENDANGAN BOLA DIAM INI OLEH KEDUA PIHAK MASIH BELUM
BEGITU BISA DI MANFAATKAN SECARA MAKSIMAL, KECUALI TENDANGAN PENALTI PALING TIDAK BAGI AA FC
BISA MEMANFAATKAN DENGAN BAIK. TETAPI TENDANGAN BEBAS LANGSUNG MAUPUN TENDANGAN BEBAS
TIDAK LANGSUNG MASIH BELUM MENEMUI SASARAN UNTUK MENCIPTAKAN GOL DALAM PARUH PERTAMA
PERTANDINGAN TERSEBUT, KARENA UMUMNYA SELALU DI LAKUKAN TERGESA, ATAU UNTUK TENDANGAN KE
DALAM KESANNYA ASAL MENENDANG BOLA SAMPAI KEPADA KAWAN. TENDANGAN SUDUTPUN DEMIKIAN
PULA, PEMAIN KAWAN YANG BERADA DI DEPAN GAWANG LAWAN LEBIH MUDAH DI MENTAHKAN USAHANYA
13

OLEH PEMAIN LAWAN TERUTAMA BILA MENGHADAPI BOLA LAMBUNG, PENJAGA GAWANG LAWAN LEBIH
MUDAH MEMOTONGNYA, ATAU BILA TENDANGAN SUDUT DI LAKUKAN DENGAN CARA DI TENDANG KERAS
MENYUSUR LAPANGAN PERMAINAN, BANYAK YANG LEWAT BEGITU SAJA DI DEPAN GAWANG LAWAN TANPA
ADA PEMAIN KAWAN YANG MENYERGAP BOLA TERSEBUT ATAUPUN MENDORONG BOLA ITU KEARAH GAWANG
LAWAN.
MEMASUKI PARUH KEDUA BILANGAN TENDANGAN BOLA DIAM CATATANNYA BERUBAH MENJADI SEPERTI
SEBAGAI BERIKUT, PARA PEMAIN AA FC TERCATAT 6 KALI MELAKUKAN TENDANGAN KE DALAM, 7 KALI
MELAKUKAN TENDANGAN BEBAS LANGSUNG, 9 KALI MELAKUKAN TENDANGAN BEBAS TIDAK LANGSUNG, 6 KALI
MELAKUKAN TENDANGAN SUDUT DAN 1 KALI MELAKUKAN TENDANGAN PENALTI DARI TITIK 2 (TIDAK ADA
PENALTI DARI TITIK 1 BAGI AA FC).
KEMUDIAN PARA PEMAIN BB FC TERCATAT 3 KALI MELAKUKAN TENDANGAN KE DALAM, 6 KALI MELAKUKAN
TENDANGAN BEBAS LANGSUNG, 3 KALI MELAKUKAN TENDANGAN SUDUT DAN 1 KALI TENDANGAN PENALTI DARI
TITIK 2 (TIDAK ADA TENDANGAN PENALTI DARI TITIK 2).
PADA PARUH KEDUA INI PARA PEMAIN AA FC NAMPAK STABIL DALAM BILANGAN MELAKUKAN TENDANGAN
BOLA DIAM YAITU 28 KALI, ATAU SAMA DENGAN YANG DI LAKUKANNYA PADA PARUH PERTAMA, SEBALIKNYA
PARA PEMAIN BB FC MENGALAMI PENURUNAAN BILANGAN MELAKUKAN TENDANGAN BOLA DIAM YAITU
HANYA 18 KALI ATAU BERKURANG 4 KALI.
DALAM HAL TENDANGAN DARI BOLA DIAM MEMASUKI PARUH KEDUA NAMPAK KEDUA PIHAK WALAU BELUM
MENGHASILKAN GOL DARI TENDANGAN BOLA DIAM KECUALI DARI TENDANGAN PENALTI TITIK 2, TAPI PARA
PEMAIN DARI KEDUA PIHAK TERUTAMA DARI AA FC, DALAM MELAKUKAN TENDANGAN BEBAS LANGSUNG
MAUPUN TENDANGAN BEBAS TIDAK LANGSUNG SUDAH MULAI MENCOBA MEMANFATKAN DENGAN SEBAIKNYA.
HAL ITU TERLIHAT ADA USAHA UNTUK MENSETING LEBIH DULU DARI PADA PARUH PERTAMA DAN TAMPAK
TIDAK LAGI TERBURU-BURU MELAKUKANNYA, WALAU BELUM ADA HASILNYA.
14

KHUSUS PENJAGA GAWANG


SEBAGAIMANA TUGASNYA PENJAGA GAWANG ADALAH UNTUK MENJAGA GAWANGNYA AGAR TIDAK
KEMASUKAN BOLA ATAU SEKURANGNYA KALAU KEMASUKAN HARUS SESEDIKIT MUNGKIN, ATAU JUGA
JUMLAHNYA TIDAK LEBIH BANYAK KEMASUKAN DARI GAWANG LAWANNYA. BANYAK CARA YANG HARUS DI
LAKUKAN KETIKA IA SEDANG BERUSAHA MENJAGA GAWANGNYA DAN MENYELAMATKAN DARI KEMASUKAN
BOLA DI GAWANG YANG DI JAGANYA, YAITU SEPERTI MENANGKAP BOLA, MEMBLOK BOLA, MENTIP BOLA DAN
MEMUKUL BOLA, MENAHAN BOLA DENGAN KAKI, MELEMPAR BOLA YANG SEKALIGUS MENGUMPAN BOLA
SERTA PEMBERSIHAN GAWANG (GOAL CLEARANCE) DENGAN BAIK.
DALAM LAPANGAN PERMAINAN FUTSAL YANG TERBATAS LUASNYA DAN GAWANGNYA YANG BERUKURAN TIDAK
TERLALU BESAR, MAKA UPAYA PENYELAMATAN TERHADAP GAWANGNYA AGAR TIDAK KEBOBOLAN DENGAN
CARA SEPERTI MENAHAN BOLA DENGAN KAKI BISA SERING DI LAKUKAN OLEH SEORANG PENJAGA GAWANG DI
SETIAP KALI ADA KESEMPATAN BILA TIDAK ADA JALAN LAIN. ATAU UNTUK MEMPERCEPAT UPAYA SERANGAN
BALIK DENGAN SEGERA MENENDANG BOLA KE KAWANNYA YANG BERADA DI DEPAN, KEMUDIAN JUGA DALAM
KETERBATASAN UKURAN LAPANGAN PERMAINAN FUTSAL MAKA PENJAGA GAWANG HARUS MEMILIKI
KETEPATAN MELEMPAR BOLA MAUPUN MENGUMPAN BOLA DALAM JARAK SAMPAI 35 METER, SEHINGGA BOLA
YANG DI LEMPARKAN ATAU DI TENDANGNYA ITU DAPAT CEPAT DI TERIMA KAWANNYA YANG BERDIRI BEBAS DI
DEPAN GAWANG LAWAN.
SESUAI YANG TEREKAM DALAM DATA STATISTIK PARUH PERTAMA, PENJAGA GAWANG AA FC MENANGKAP BOLA
16 KALI, MEMBLOK/MENTIP/MEMUKULBOLA 3 KALI, MENAHAN BOLA DENGAN KAKI 2 KALI,
MENGUMPAN/MELEMPAR BOLA 16 KALI DAN PEMBERSIHAN GAWANG 11 KALI, KEMUDIAN PENJAGA GAWANG
BB FC MENANGKAP BOLA 16 KALI, MEMBLOK/MENTIP/MEMUKUL BOLA 7 KALI, MENAHAN BOLA DENGAN KAKI
0, MELEMPAR/MENGUMPAN BOLA 16 KALI DAN PEMBERSIHAN GAWANG (GOAL CLEARANCE) 5 KALI.

15

BILA DI LIHAT DARI DATA STATISTIK TERSEBUT MAKA KEDUA PENJAGA GAWANG TAMPAKNYA SAMA SIBUKNYA,
KARENA JUMLAH SENTUHAN BOLA MASING-MASING (MENANGKAP, MELEMPAR DAN MENENDANG), YAITU 48
KALI SENTUHAN BOLA UNTUK PENJAGA GAWANG NPG1 DARI AA FC DAN 44 KALI SENTUHAN UNTUK PENJAGA
GAWANG NPG1 DARI BB FC, HAL INI DI SEBABKAN PENGUASAAN BOLA PEMAIN LAPANGAN KEDUA PIHAK
BERIMBANG KENDATI PENJAGA GAWANG NPG1 DARI BB FC PADA PARUH PERTAMA INI MEMUNGUT BOLA
SEBANYAK DUA KALI DARI GAWANGNYA SENDIRI ALIAS KEMASUKAN 2 GOL, AKIBAT DUA KALI AKUMULASI ENAM
PELANGGARAN YANG DI LAKUKAN KAWAN SATU TIMNYA, MAKA TENDANGAN DARI PENALTI TITIK 2 DI BERIKAN
KEPADA LAWANNYA SEHINGGA MEMBUAT GAWANGNYA KEBOBOLAN DUA KALI PULA.
PENJAGA GAWANG KEDUA PIHAK NAMPAKNYA BERHASIL MENANGKAP SEMUA BOLA YANG BERASAL DARI BOLA
HIDUP, SEMUA BOLA BERHASIL DI TANGKAP, ATAU DI BLOK, ATAU JUGA DI TAHAN KAKI MEREKA. JUGA DARI
BOLA DIAM PENJAGA GAWANG AA FC, NPG1, BERHASIL MENANGKAP SEMUA BOLA SEPERTI DARI TENDANGAN
BOLA DIAM, TERMASUK MENGGAGALKAN TENDANGAN PENALTI 2 OLEH PEMAIN BB FC, NPG3 PADA MENIT 19.
HANYA SAYANGNYA PENJAGA GAWANG DARI BB FC, NPG1, TIDAK BERHASIL MENANGKAP SEMUA BOLA DARI
TENDANGAN BOLA DIAM YANG DI ARAHKAN KE GAWANGNYA, KARENA GAGAL MENYELAMATKAN GAWANGNYA,
DUA KALI TIDAK BERHASIL MENANGKAP BOLA TENDANGAN PENALTI DARI TITIK 2 YANG DI LAKUKAN DENGAN
BAIK OLEH PEMAIN NPG4 DAN NPG5 PADA MENIT KE 6 DAN 12, KEDUANYA MENENDANG KE ARAH SEBELAH KIRI
PENJAGA GAWANG BERTAHAN NPG1 ATAU KE ARAH KANAN SI PENENDANG.
MEMASUKI PARUH KEDUA BILANGAN JUMLAH SENTUHAN BOLA DARI KEDUA PENJAGA GAWANG BERUBAH,
TERJADI PENURUNAN BILANGAN MENJADI 43 KALI SENTUHAN BOLA UNTUK PENJAGA GAWANG AA FC, NPG10
(MENGGANTIKAN NPG1 DARI SEJAK AWAL PARUH KEDUA). DAN PENJAGA GAWANG BB FC, NPG1, 30 KALI
SENTUHAN BOLA, KEMUDIAN PENJAGA GAWANG BB FC TERSEBUT DI GANTIKAN OLEH NPG11 PADA MENIT 31,
DENGAN 25 KALI SENTUHAN, ATAU TERJADI KENAIKAN JUMLAH SENTUHAN BOLA YANG DI LAKUKAN OLEH
KEDUA PENJAGA GAWANG TERSEBUT YAITU MENJADI 55.

16

SESUAI YANG TEREKAM DALAM DATA STATISTIK PARUH KEDUA, PENJAGA GAWANG AA FC, NPG10 YANG
BERMAIN PENUH PADA PARUH KEDUA, MENANGKAP BOLA 18 KALI, MEMBLOK/MENTIP/MEMUKUL BOLA 0,
MENAHAN BOLA DENGAN KAKI O, MELEMPAR/MENGUMPAN BOLA 18 KALI DAN PEMBERSIHAN GAWANG (GOAL
CLEARANCE) 7 KALI.
SEPERTI DI GAMBARKAN DALAM DATA STATISTIK MAKA PENJAGA GAWANG DARI AA FC YANG DI TEMPATI OLEH
NPG10 TAMPAK TIDAK SESIBUK PENJAGA GAWANG BB FC YANG DI TEMPATI OLEH NPG1 DAN NPG11, KARENA
PENJAGA GAWANG AA FC HANYA MENYENTUH BOLA 43 KALI DI BANDINGKAN KEDUA PENJAGA GAWANG BB FC,
YANG LEBIH SIBUK DENGAN BILANGAN SENTUHAN BOLA 55 KALI (PENYATUAN JUMLAH BAGI KEDUA PG BB FC),
ATAU DENGAN PERBEDAAN 12 SENTUHAN BOLA. ITU BERARTI TENDANGAN YANG DI LAKUKAN PARA PEMAIN
DARI AA FC LEBIH BANYAK 12 KALI DARI PADA TENDANGAN YANG DI LAKUKAN PARA PEMAIN BB FC.
PADA PARUH KEDUA INI PENJAGA GAWANG AA FC YANG DI TEMPATI OLEH NPG10 GAGAL MENYELAMATKAN
GAWANGNYA PADA MENIT 31 SAAT MENGHADAPI TENDANGAN PENALTI DARI TITIK 2, YANG DI LAKUKAN OLEH
PEMAIN NPG5 DARI BB FC, YANG MELAKUKAN TENDANGAN KERAS KE SEBELAH KIRI GAWANG YANG DI JAGANYA
ATAU ARAH SEBELAH KANAN DARI SI PENENDANG.
DAN PENJAGA GAWANG BB FC YANG DI TEMPATI OLEH NPG1 DAN NPG11 YANG MASUK PADA MENIT 31,
MASING-MASING SATU KALI GAGAL MENYELAMATKAN GAWANGNYA, YAITU PADA MENIT 26 SAAT MASIH DI
JAGA NPG1, AKIBAT TENDANGAN PENALTI YANG DI LAKUKAN PEMAN NPG3 DARI AA FC YANG MENEMBAK KERAS
KEPOJOK ATAS SEBELAH KANAN GAWANG YANG DI JAGANYA ATAU ARAH SEBELAH KIRI SI PENENDANG.
KEMUDIAN NPG11 DARI BB FC GAGAL MENANGKAP BOLA YANG DI TENDANG MENDATAR KERAS KE POJOK
KANAN GAWANG YANG DI JAGANYA ATAU ARAH KIRI SI PENENDANG PEMAIN AA FC NPG5, DARI LUAR DAERAH
PENALTI (11 METER) PADA MENIT 37 YANG MENERIMA UMPAN TARIK DARI PEMAIN NPG4 YANG MELEPASKAN
UMPAN TERSEBUT DARI DAERAH SUDUT KANAN GAWANGNYA ATAU DARI SAYAP KIRI DARI SI PENGUMPAN.

17

YANG MENARIK PADA PARUH KEDUA INI PENJAGA GAWANG AA FC, NPG10, DUA KALI KELUAR DARI SARANGNYA,
YAITU PADA MENIT 24 IA MEMOTONG BOLA LAWAN KEMUDIAN MENGUMPAN KEPADA KAWANNYA DAN PADA
MENIT 25 MENYELAMATKAN GAWANGNYA DENGAN MEMBUANG BOLA KELUAR GARIS SAMPING.
TENTANG GAWANG KEMASUKAN BERASAL DARI BOLA DIAM ATAU BOLA HIDUP, HAL INI PENTING UNTUK
MENJADIKAN SETIAP PENJAGA GAWANG BISA LEBIH BAIK LAGI SAAT MENJAGA GAWANG DAN DAERAH PENALTI
TANGGUNG JAWABNYA PADA PERTANDINGAN BERIKUT. SEPANJANG INI PROSENTASE GAWANG KEMASUKAN
BOLA BERASAL DARI BOLA DIAM PADA PERTANDINGAN FUTSAL LEBIH SEDIKIT BILA KEDUA PIHAK BERMAIN
TERBUKA, ATAU KEBANYAKAN GAWANG KEMASUKAN BERASAL DARI BOLA HIDUP.
TETAPI KALAU SALAH SATU ATAU KEDUA PIHAK BERMAIN LEBIH BERTAHAN DAN KEKUATANNYA BERIMBANG,
ITU AKAN MENYULITKAN MENCETAK GOL DENGAN BOLA HIDUP. MAKA GOL BERASAL DARI BOLA DIAM AKAN
MENJADI JALAN UTAMA MENCETAK GOL DARI TENDANGAN PENALTI TITIK 2, YANG DI AKIBATKAN AKUMULASI
ENAM PELANGGARAN DARI PARA PEMAIN LAWANNYA, ATAU TERJADI PELANGGARAN PEMAIN LAWANNYA DI
DAERAH PENALTI MEREKA SEHINGGA HARUS DI HUKUM TENDANGAN PENALTI DARI TITIK 1.
KHUSUS PADA PERTANDINGAN INI BAIK PADA PARUH PERMAINAN PERTAMA MAUPUN PARUH PERMAINAN
KEDUA KEBETULAN KEDUA PIHAK TIDAK MEMAINKAN ATAU TIDAK MENERAPKAN POWER PLAY SEHINGGA DATA
STATISTIK TIDAK MEREKAMNYA, MUNGKIN KEDUA PIHAK TERUTAMA BAGI PIHAK YANG SEDANG MENGALAMI
KEKALAHAN, BILA MEMAINKAN POWER PLAY GAWANGNYA MALAH AKAN BERTAMBAH KEMASUKAN GOLNYA.
TETAPI ADA HAL LAINNYA, YAITU DATA STATISTIK MEREKAM KECENDERUNGAN EKSEKUTOR KETIKA MENCETAK
GOL, BAIK YANG BERASAL DARI BOLA DIAM MAUPUN BOLA HIDUP, EKSEKUTORNYA TIGA KALI MENENDANG KE
ARAH SEBELAH KANAN DARI PIHAK SI PENENDANG, ATAU SEBELAH KIRI DARI PIHAK PENJAGA GAWANG
LAWANNYA, SEPERTI GOL MENIT 6, 12 DAN 31, KETIGANYA BOLA BERSARANG DI SEBELAH KANAN SI
PENENDANG ATAU SEBELAH KIRI PENJAGA GAWANG LAWAN, SEDANGKAN DUA GOL MENIT 26 DAN 37
EKSEKUTORNYA MENENDANG KE ARAH KIRI SI PENENDANG ATAU SEBELAH KANAN PENJAGA GAWANG LAWAN.
18

GAWANG KEMASUKAN BERASAL DARI BOLA DIAM ATAU BOLA HIDUP


SEKARANG KITA LIHAT PADA DATA STATISTIK GAWANG KEMASUKAN BERASAL DARI BOLA DIAM ATAU BERASAL
DARI BOLA HIDUP PADA PARUH PERTAMA, PENJAGA GAWANG AA FC, NPG1, TERCATAT TIDAK KEMASUKAN GOL,
TETAPI PENJAGA GAWANG BB FC, NPG1, KEMASUKAN DUA GOL, YANG KEDUANYA BERASAL DARI BOLA DIAM
YAITU PADA MENIT 6 DAN MENIT 12, AA FC MENDAPAT TENDANGAN PENALTI DARI TITIK 2 AKIBAT AKUMULASI
ENAM PELANGGARAN YANG DI LAKUKAN PARA PEMAIN BB FC, TENDANGAN PENALTI DI EKSEKUSI DENGAN BAIK
OLEH PEMAIN NPG4 DAN NPG5 DARI AA FC.
MEMASUKI PARUH KEDUA, PENJAGA GAWANG AA FC, NPG10 (MENGGANTIKAN NPG1), SESUAI DATA STATISTIK
TERCATAT KEMASUKAN SATU GOL, YANG BERASAL DARI BOLA DIAM, YAITU PADA MENIT 31 BB FC MENDAPAT
TENDANGAN PENALTI DARI TITIK 2 AKIBAT AKUMULASI ENAM PELANGGARAN YANG DI LAKUKAN PARA PEMAIN
AA FC, TENDANGAN PENALTI DI EKSEKUSI DENGAN BAIK OLEH PEMAIN NPG5 DARI BB FC.
PADA PARUH INI TERJADI DUA GOL KE GAWANG BB FC, SATU GOL KETIKA GAWANG MASIH DI JAGA OLEH NPG1
YANG BERASAL DARI BOLA DIAM, YAITU DARI TENDANGAN PENALTI TITIK 2 PADA MENIT 26 YANG DI EKSEKUSI
DENGAN BAIK OLEH PEMAIN NPG3 DARI AA FC, SATU GOL LAGI KETIKA GAWANG BB FC SUDAH DI TEMPATI
PENJAGA GAWANG PENGGANTI NPG11 YANG BERASAL DARI BOLA HIDUP, DI MANA PADA MENIT KE 37 PEMAIN
NPG5 DARI AA FC BERHASIL MENJARINGKAN GOL KE GAWANG LAWANNYA, MELALUI TENDANGAN KERAS DARI
LUAR DAERAH PENALTI MENERUSKAN UMPAN TARIK DARI PEMAIN KAWANNYA NPG4.

GOL BERASAL DARI BOLA DIAM


SEBAGIAN BESAR GOL YANG TERCIPTA PADA PERTANDINGAN INI MELALUI PROSES ATAU BERASAL DARI BOLA
DIAM, 3 GOL DI ANTARANYA DI CETAK AA FC DARI TENDANGAN PENALTI YANG DI LAKUKAN DI TITIK 2, BB FC
JUGA SAMA, KARENA GOL SATU-SATUNYA YANG DI CETAK BERASAL DARI TENDANGAN PENALTI TITIK 2 PULA. ITU
19

MENUNJUKAN PERTANDINGAN TERSEBUT KETAT DAN PANAS SEJAK TENDANGAN AWAL PARUH PERTAMA DAN
MENCERMINKAN KUATNYA PERTAHANAN KEDUA PIHAK, SEHINGGA AKUMULASI PELANGGARAN MENJADI PINTU
MASUK UTAMA MENUJU PENYELESAIAN AKHIR UNTUK MEMBOBOL GAWANG LAWANNYA.
SEBAGAIMANA DI SEBUT DI ATAS YANG TEREKAM DALAM DATA STATISTIK, PADA MENIT 6 DAN MENIT 12 BB FC
SUDAH MENDAPAT HUKUMAN TENDANGAN PENALTI DARI TITIK 2, AKIBAT PEMAINNYA TERKENA AKUMULASI
ENAM PELANGGARAN, YANG DI SEBABKAN KARENA PANASNYA PERTANDINGAN DAN TEMPO TINGGI YANG DI
MAINKAN PEMAIN KEDUA PIHAK SEJAK TENDANGAN AWAL (KICK OFF) SEHINGGA BENTURAN BADAN DI ANTARA
PEMAIN KEDUA PIHAK TAK TERHINDARKAN LAGI.
ENAM MENIT PERTAMA SAJA AKUMULASI ENAM PELANGGARAN SUDAH DI DAPAT PARA PEMAIN BB FC,
AKIBATNYA MEREKA TERKENA HUKUMAN TENDANGAN PENALTI DARI TITIK 2, YANG DI LAKSANAKAN DENGAN
BAIK OLEH PEMAIN NPG4 DARI AA FC. KEMASUKAN SATU GOL, PARA PEMAIN BB FC MENCOBA MEMBALAS GOL
TERSEBUT, TETAPI TINGKAT EMOSI PEMAINNYA TIDAK BERUBAH SEHINGGA ENAM MENIT KEMUDIAN YAITU
PADA MENIT KE 12, BB FC KEMBALI TERKENA AKUMULASI ENAM PELANGGARAN, AKIBATNYA KEMBALI
BERULANG MENDAPAT HUKUMAN TENDANGAN PENALTI DARI TITIK 2, KALI INI GILIRAN PEMAIN NPG5 DARI AA
FC MELAKSANAKANNYA DENGAN BAIK. PEMAIN NPG 4 MAUPUN PEMAIN NPG5 MELAKUKAN CARA YANG SAMA,
MENGGUNAKAN KAKI KANAN MENENDANG BOLA DENGAN TEKNIK PENEMPATAN BOLA MENGARAH KE KANAN
GAWANG LAWAN.
KENDATI KEMASUKAN DUA GOL BB FC TETAP BERMAIN KERAS DAN TETAP BERUSAHA UNTUK MENGEJAR
KETINGGALANNYA DENGAN BERMAIN DALAM TEMPO TINGGI, TETAPI SAMPAI SAAT BERAKHIRNYA PARUH
PERTAMA AA FC MASIH UNGGUL 2-0 ATAS LAWANNYA, YANG KEDUANYA DI DAPAT DARI DUA KALI TENDANGAN
YANG BERASAL DARI BOLA DIAM. PADA PENGHUJUNG PARUH INI KARENA TERBAWA ARUS BERMAIN PANAS, AA
FC JUGA TERKENA AKUMULASI ENAM PELANGGARAN, SEHINGGA PADA MENIT 19 DI GANJAR HUKUMAN
TENDANGAN PENALTI DARI TITIK 2, SAYANGNYA TENDANGAN PEMAIN BB FC, NPG3, GAGAL MENYARANGKAN
GOL SEBAB TENDANGANNYA MEMBENTUR TIANG GAWANG LAWANNYA.
20

MEMASUKI PARUH KEDUA SUASANA PERMAINAN KERAS DAN BERMAIN DALAM TEMPO TINGGI MASIH
MEWARNAI PERTANDINGAN INI, AKIBATNYA PERTANDINGAN PARUH TERSEBUT BARU BERJALAN ENAM MENIT
BB FC KEMBALI TERKENA AKUMULASI ENAM PELANGGARAN, SEHINGGA PADA MENIT 26 AA FC JUGA KEMBALI
MENDAPAT TENDANGAN PENALTI DARI TITIK 2, YANG DI LAKSANAKAN DENGAN BAIK OLEH PEMAIN NPG3 DARI
AA FC, DENGAN MENGGUNAKAN KAKI KANANNYA MENENDANG KERAS KE POJOK KIRI ATAS GAWANG LAWAN.
LIMA MENIT KEMUDIAN GILIRAN AA FC YANG TERKENA AKUMULASI ENAM PELANGGARAN, MEMBUAT BB FC
MENDAPAT TENDANGAN PENALTI DARI TITIK 2 PADA MENIT 31, YANG DI LAKSANAKAN DENGAN BAIK OLEH
PEMAIN NPG5 DARI BB FC, DENGAN MENGGUNAKAN KAKI KANANNYA MENENDANG KERAS KE BAGIAN KANAN
GAWANG LAWAN, SEHINGGA SKOR BERUBAH MENJADI MENJADI 3-1 MASIH UNTUK KEUNGGULAN AA FC.
DENGAN DEMIKIAN SAMPAI MENIT TERSEBUT PADA PARUH KEDUA INI SEMUA GOL YANG DI CETAK KEDUA
PIHAK SEMUA BERASAL DARI BOLA DIAM.

PROSES GOL DENGAN BOLA HIDUP


PADA PERTANDINGAN INI NAMPAK PROSES MEMBUAT GOL DENGAN BOLA HIDUP MENDAPATKAN KESULITAN
MENEMUI JALAN TEMBUS KARENA KETATNYA PERMAINAN, SEBAB PEMAIN KEDUA PIHAK SETIAP KEHILANGAN
BOLA LANGSUNG KEMBALI KE DAERAH PENALTINYA SENDIRI, SEHINGGA DI DAERAH TERSEBUT ATAU DI DEPAN
GAWANG PIHAK BERTAHAN BERTUMPUK PEMAIN MEMBENTUK PAGAR PERTAHANAN, AKIBATNYA TENTU
PEMAIN PENYERANG MENDAPAT KESULITAN UNTUK MENEMBUS PERTAHANAN SEPERTI ITU DAN SULIT PULA
MENDAPATKAN CELAH UNTUK MENEMBAK KEARAH GAWANG LAWAN GUNA MENCETAK GOL DENGAN BOLA
HIDUP.
HAL ITU TERLIHAT PADA PARUH PERTAMA, SETIAP USAHA PARA PEMAIN DARI KEDUA PIHAK TIDAK ADA YANG
BERHASIL MENCETAK GOL DENGAN BOLA HIDUP WALAU BERBAGAI UPAYA MENEMBUS PERTAHANAN LAWAN,
MELALUI UMPAN PENDEK ANTAR PEMAIN TIM MASING-MASING MEMBANGUN SERANGAN, TAPI UMPAN SAAT
21

MEMBANGUN SERANGAN LEBIH SERING BERGULIR DI DAERAH SAYAP, SEBAB TAMPAKNYA DARI ARAH TENGAH
LEBIH SULIT MENEMBUS PERTAHANAN LAWANNYA. KEMUDIAN MENGGIRING BOLA UNTUK MELEWATI
LAWANNNYA DARI ARAH SAYAP MAUPUN TENGAH JUGA TIDAK BERHASIL MENEMBUS PERTAHANAN YANG DI
BUAT LAWANNYA, AKHIRNYA GOLPUN TAK ADA YANG TERCIPTA MELALUI PROSES DENGAN BOLA HIDUP PADA
PARUH INI.
MEMASUKI PARUH KEDUA USAHA SEMACAM ITU DI ULANG KEMBALI UNTUK MENEMBUS PERTAHANAN LAWAN,
TAPI TAK PERNAH DI BISA DI TEMBUS SAMPAI MENIT 36 PADA PARUH INI, ATAU KEADAANNYA SAMA DENGAN
SITUASI PADA PARUH PERTAMA. HANYA SAJA DENGAN TEMPO PERMAINAN YANG CUKUP TINGGI AKHIRNYA
MENGURAS TENAGA PARA PEMAIN BB FC, SEHINGGA AKHIRNYA PROSES MEMBUAT GOL DENGAN BOLA HIDUP
BISA DI LAKUKAN OLEH PARA PEMAIN AA FC. SEBAB DENGAN MENURUNNYA KONDISI FISIK PARA PEMAIN BB FC,
PERTAHANANNYA MENJADI AGAK LONGGAR DAN BISA DI TEMBUS PEMAIN AA FC. PADA MENIT 37 PEMAIN
NPG5 DARI AA FC BERHASIL MENCETAK GOL KEEMPAT BAGI PIHAKNYA DAN GOL KEDUA BAGI DIRINYA SENDIRI,
MELALUI PROSES MEMBUAT GOL DENGAN MENERUSKAN UMPAN TARIK YANG DI BERIKAN KAWANNYA PEMAIN
NPG4 DARI SAYAP KIRI.

CARA MENCETAK GOL DENGAN BOLA HIDUP


KALAU DI ATAS MENGGAMBARKAN BAGAIMANA PROSES DALAM MEMBUAT GOL DENGAN BOLA HIDUP, KINI
MENGGAMBARKAN TENTANG CARA MENCETAK GOL DENGAN BOLA HIDUP, DENGAN CARA MENENDANG? ATAU
DENGAN CARA MENANDUK BOLA KE GAWANG LAWAN?. PADA PARUH PERTAMA TIDAK TERJADI GOL DENGAN
CARA SEPERTI ITU, BARU PADA PARUH KEDUA TERJADI GOL DENGAN BOLA HIDUP BAGI AA FC.
SETELAH BERKALI-KALI BERUSAHA MENEMBUS PERTAHANAN KETAT LAWANNYA DI SEPANJANG PERMAINAN, AA
FC AKHIRNYA BERHASIL SETELAH KONDISI FISIK PEMAIN LAWANNYA MENURUN. SEPERTI TERCATAT DALAM
DATA STATISTIK PADA MENIT KE 37, PEMAIN NPG5 BERHASIL MENCETAK GOL UNTUK AA FC, DENGAN KAKI
22

KIRINYA MENENDANG BOLA MENDATAR KERAS DENGAN KAKI KIRINYA BERHASIL MENGHUNJAMKAN BOLA DI
POJOK KIRI GAWANG LAWANNYA, MENERUSKAN UMPAN TARIK DARI KAWANNYA NPG4 YANG MELEPASKAN
UMPAN TARIK DENGAN KAKI KIRI DARI DAERAH SAYAP KIRI, GOL TERSEBUT MENUTUP KEMENANGAN PIHAKNYA
TERHADAP LAWANNYA BB FC YANG TELAH MEMBERIKAN PERLAWANAN KETAT DENGAN SKOR 4-1.
CARA MENCETAK GOL DENGAN BOLA HIDUP ITU BERMULA DARI PERGERAKAN YANG DI LAKUKAN PEMAIN NPG4
YANG MENGGIRING BOLA DI SEPANJANG SAYAP KIRI, MENJELANG GARIS GAWANG LAWANNYA IA MELEPASKAN
UMPAN TARIK CEPAT DENGAN KAKI KIRINYA KE ARAH KAWANNYA, KARENA IA MELIHAT NPG5 BERDIRI BEBAS 12
METER DI LUAR DAERAH PENALTI LAWAN SIAP MENYONGSONG BOLA YANG AKAN DI UMPANNYA KEPADANYA,
BEGITU BOLA DI LEPASKAN KAWANNYA, NPG5 SEGERA BERGERAK SATU METER KE DEPAN MENYAMBAR BOLA DI
DEPANNYA, SETELAH MELIHAT CELAH DI MUKA GAWANG LAWANNYA, IA LANGSUNG MELEPASKAN TENDANGAN
MENDATAR KERAS DENGAN KAKI KIRINYA KE POJOK KIRI GAWANG LAWANNYA PADA MENIT 37, JADI GOL ITU
BERKAT UMPAN TARIK PEMAIN NPG4 YANG TELAH MEMBERIKAN ASSIST YANG MANIS BAGI PEMAIN NPG5 YANG
MENGEKSEKUSINYA DENGAN BAIK.

GOL DI CETAK DARI JARAK BERAPA DAN OLEH PEMAIN DARI LINI MANA
TEREKAM DALAM DATA STATISTIK YANG MENUNJUKAN BAHWA DARI JARAK BERAPA METER GOL DI CETAK DAN
OLEH PEMAIN DARI LINI MANA, MELALUI CARA MENCETAK GOL DENGAN BOLA HIDUP, SEPERTI YANG DI SEBUT
DI ATAS, DI MANA GOL TERSEBUT DI KETAHUI DI CIPTAKAN DARI JARAK SEJAUH 11 METER OLEH PEMAIN NPG5
YANG BERPOSISI SEBAGAI PEMAIN PENYERANG ANDALAN AA FC YANG BERMAIN DALAM FORMASI FAVORITNYA
1-2-1, PEMAIN TERSEBUT PADA PERTANDINGAN INI BERHASIL MENYUMBANG DUA GOL BAGI TIMNYA.
MENGENAI KECENDERUNGAN PEMAIN LAWAN UNTUK MELAKUKAN TENDANGAN DARI JARAK BERAPA METER,
PERLU DI PERHATIKAN BENAR OLEH PEMAIN BERTAHAN AGAR DAPAT MENGATASINYA BILA BERTEMU DENGAN
TIPE PEMAIN PENYERANG YANG SERING MELEPASKAN TEMBAKAN DARI JARAK JAUH KE GAWANG LAWANNYA.
23

MEMATAHKAN SERANGAN LAWAN


BERBAGAI CARA DI LAKUKAN PARA PEMAIN BERTAHAN DALAM USAHANYA MEMATAHKAN SERANGAN LAWAN,
SEPERTI DENGAN CARA MEREBUT BOLA, MEMOTONG BOLA, MEMBUANG BOLA UNTUK MENYELAMATKAN
GAWANGNYA SENDIRI ATAU UNTUK MENGHALAU SERANGAN DARI DAERAH PERTAHANANNYA. TERKADANG
UNTUK MENYELAMATKAN GAWANGNYA PENJAGA GAWANGPUN BISA KELUAR DARI SARANGNYA UNTUK
MENGHALAU SERANGAN LAWAN, IA PUN BISA BERJIBAKU MENGHADANG SERANGAN LAWAN UNTUK MEREBUT,
MEMOTONG ATAU MEMBUANG BOLA PENYELAMATAN GAWANGNYA.
SEBAGAIMANA TEREKAM DALAM DATA STATISTIK PERTANDINGAN, PADA PARUH PERTAMA KEDUA PIHAK BAIK
DARI AA FC MAUPUN BB FC, TERCATAT MASING-MASING YAITU AA FC BERHASIL MEREBUT BOLA 10 KALI,
MEMOTONG BOLA 10 KALI DAN MEMBUANG BOLA 3 KALI, SEDANGKAN BB FC BERHASIL MEREBUT BOLA 11 KALI,
MEMOTONG BOLA 2 KALI DAN MEMBUANG BOLA 3 KALI.
UPAYA MEMPERKUAT PERTAHANAN DARI KEDUA PIHAK NAMPAK DENGAN MEMPERAGAKAN PRESSING FUTSAL
WALAU BERBEDA DALAM FORMASI BERMAIN, AA FC SEPERTI DI SEBUT DI ATAS BERMAIN DALAM FORMASI 1-2-1
YANG LEBIH MENGEDEPANKAN PERTAHANAN, DI MULAI DARI DAERAH TENGAH LAPANGAN BILA LAWANNYA
MULAI MENYERANG KE DAERAH PERTAHANANNYA. SEDANGKAN BB FC YANG BERMAIN DALAM FORMASI 2-1-1
LEBIH MENYUKAI PERTAHANAN DI GALANG KETAT TEPAT DI DEPAN GARIS DAERAH PENALTI, BILA LAWANNYA
MENYERANG DAERAH PERTAHANANYA. STRATEGI TERSEBUT DI JALANKAN DENGAN BAIK OLEH KEDUA PIHAK DI
SEPANJANG PARUH PERTAMA DAN HASILNYA MENYULITKAN PIHAK PENYERANG MENEMBUS PERTAHANAN
PIHAK BERTAHAN.
MEMASUKI PARUH KEDUA TERCATAT UNTUK AA FC BERHASIL MEREBUT BOLA BOLA 16 KALI, MEMOTONG BOLA
14 KALI DAN MEMBUANG BOLA 6 KALI, KEMUDIAN UNTUK BB FC BERHASIL MEREBUT BOLA 14 KALI,
MEMOTONG BOLA 10 KALI DAN MEMBUANG BOLA 7 KALI.
24

YANG MENARIK PADA PARUH KEDUA INI ADALAH PARA PEMAIN BB FC MERUBAH TAKTIK BERTAHAN, YAITU
MEMENTAHKAN SERANGAN LAWANNYA TIDAK SAJA DENGAN CARA MEREBUT BOLA TAPI JUGA MEMOTONG
BOLA LAWAN, KARENA LEBIH EFEKTIF BILA HENDAK LANGSUNG MELAKUKAN SERANGAN BALIK TERHADAP
LAWANNNYA, WALAU CARA MEMOTONG BOLANYA PEMAIN BB FC TIDAK SEBAGUS PEMAIN LAWANNYA AA FC
YANG NAMPAK SUDAH TERBIASA SEJAK PARUH PERTAMA.
SELAIN ITU DALAM MEMATAHKAN SERANGAN LAWAN, ADA PERBEDAAN PULA ANTARA CARA PARA PEMAIN AA
FC DAN BB FC MEMBAYANGI PEMAIN LAWAN YANG MENGUASAI BOLA, PARA PEMAIN AA FC MEMBAYANGINYA
MULAI DI TENGAH LAPANGAN DAERAH PERTAHANANNYA, SEDANGKAN PARA PEMAIN BB FC MEMBAYANGINYA
KETIKA SUDAH MENDEKATI DAERAH PENALTI SENDIRI, NAMPAKNYA INI BERKAITAN DENGAN PERBEDAAN
FORMASI BERMAIN YANG DI ANUT MASING-MASING, YAITU AA FC MENGANUT FORMASI BERMAIN 1-2-1
SEDANGKAN BB FC MENGANUT FORMASI BERMAIN 2-1-1.

GAGAL MEMANFAATKAN PELUANG


GAGAL MEMANFAATKAN PELUANG DI MUKA GAWANG LAWAN ADALAH SESUATU YANG SERING KALI DI SESALI
PEMAIN YANG BERSANGKUTAN MAUPUN KAWAN SATU TIMNYA, NAMUN SELALU DI SYUKURI OLEH PEMAIN
LAWANNYA, KARENA BIASANYA PEMAIN PENYERANG SUDAH TINGGAL SENDIRIAN BERHADAPAN DENGAN
PENJAGA GAWANG LAWANNYA, ATAU GAWANG LAWANNYA SUDAH TERBUKA TANPA ADA YANG MENJAGA,
TETAPI BOLA YANG DI HUNJAMKAN KE GAWANG TERSEBUT MELENCENG KELUAR GAWANG ATAU MEMBENTUR
TIANG GAWANG MISALNYA. ITU BIASANYA DI SEBABKAN PEMAIN YANG BERSANGKUTAN KURANG CERMAT,
TERBURU-BURU ATAU TERLAMBAT MELAKUKANNYA. TIGA HAL ITULAH YANG LEBIH SERING TERJADI, SEHINGGA
PELUANG YANG SUDAH BEGITU TERBUKA MENJADI SIRNA BEGITU SAJA TANPA MENGHASILKAN GOL YANG DI
INGINKANNYA.

25

PADA PARUH PERTAMA SESUAI DATA STATISTIK, AA FC TERCATAT DUA KALI GAGAL MEMANFAATKAN PELUANG,
PEMAINNYA NPG5 PADA MENIT 17 GAGAL MEMASUKAN BOLA KE GAWANG LAWAN KARENA TEMBAKANNYA
MELENCENG DI LUAR GAWANG LAWAN, KEMUDIAN GILIRAN KAWANNYA PEMAIN NPG3 PADA MENIT 23, JUGA
GAGAL MEMASUKAN BOLA KE GAWANG LAWANNYA KARENA SEBAB YANG SAMA TEMBAKANNYA MELENCENG
DI LUAR GAWANG LAWANNYA. DEMIKIAN PULA HALNYA DENGAN BB FC, PEMAINNYA TERCATAT SATU KALI
GAGAL MEMANFAATKAN PELUANG YANG DI MILIKINYA PADA MENIT 19, DI MANA PEMAINNYA NPG3 GAGAL
MENCETAK GOL DARI TENDANGAN PENALTI TITIK 2 KARENA TENDANGANNYA MEMBENTUR TIANG GAWANG.
MEMASUKI PARUH KEDUA SEBAGAIMANA YANG TERUNGKAP DARI DATA STATISTIK, PEMAIN AA FC NPG5 PADA
MENIT 25 DAN 35, DUA KALI PELUANGNYA LAGI-LAGI LUPUT DI DEPAN GAWANG LAWAN, KENDATI PENJAGA
GAWANG LAWAN TAK MAMPU BEREAKSI MENGHADANG BOLA, NAMUN KEMBALI TEMBAKAN NPG5 DARI AA FC
MASIH MEMBENTUR MISTAR GAWANG DAN MENTAL KEMBALI KELUAR. DEMIKIAN JUGA PEMAIN BB FC
BERNOMOR SAMA NPG5, PADA MENIT 28 DAN 30, DUA KALI PULA PELUANGNYA LUPUT DI DEPAN GAWANG
LAWAN KARENA TEMBAKANNYA MELENCENG KELUAR GAWANG LAWANNYA KENDATI GAWANG SUDAH TANPA
ADA PENJAGANYA.
KALAU SAJA LEBIH CERMAT ATAU TIDAK TERBURU-BURU SAAT MELEPASKAN TEMBAKAN KE GAWANG LAWAN,
PEMAIN NPG5 BISA MEMBUKUKAN 3 GOL TAMBAHAN UNTUK AA FC, DEMIKIAN JUGA PEMAIN NPG5 DARI BB FC
INI KALAU SAJA SEDIKIT LEBIH TENANG IA BISA MEMBUKUKAN 2 GOL TAMBAHAN UNTUK BB FC.

PELANGGARAN
PELANGGARAN-PELANGGARAN YANG DI BUAT PARA PEMAIN PADA PERTANDINGAN FUTSAL, SEKALIPUN BUKAN
DALAM BENTUK PERINGATAN (KARTU KUNING) MAUPUN BUKAN DALAM BENTUK PENGUSIRAN (KARTU MERAH),
TETAP HARUS DI HINDARI KARENA PELANGGARAN RINGANPUN DI HITUNG RESMI OLEH OFISIAL PERTANDINGAN,
SEHINGGA BILA AKUMULASI ENAM PELANGGARAN SUDAH TERPENUHI BAGI SEBUAH TIM, TENTUNYA ITU PUNYA

26

AKIBAT SANGAT MERUGIKAN BAGI PIHAK BERSANGKUTAN, KARENA PASTI DI GANJAR HUKUMAN TENDANGAN
PENALTI DARI TITIK 2 ATAU DI TEMPAT LAINNYA DI ANTARA KEDUA TITIK PENALTI.
SIRKULASI PERGANTIAN PEMAIN DALAM PERTANDINGAN FUTSAL BUKAN SAJA DI KARENAKAN PERMAINANNYA
MENURUN ATAU KONDISI FISIKNYA MENURUN, ATAU JUGA BUKAN SEMATA-MATA DI SIMPAN TENAGANYA
UNTUK KESEMPATAN BERIKUTNYA, TAPI JUGA ADA KAITANNYA DENGAN PELANGGARAN PEMAIN YANG HARUS
DI HINDARI AGAR TIM BERSANGKUTAN TIDAK TERKENA AKUMULASI PELANGGARAN DI MAKSUD. OLEH KARENA
ITU BILA ADA SEORANG PEMAIN SEBUAH TIM TERLIHAT TEMPERAMENNYA MULAI MENAIK, ATAU SUDAH DUA
KALI MELAKUKAN PELANGGARAN MISALNYA, SEBAIKNYA SEGERA DI ISTIRAHATKAN DAHULU. KARENA PEMAIN
YANG MENGHADAPI PROBLEM SEPERTI ITU PUNYA POTENSI MELAKUKAN PELANGGARAN LAGI, JADI PERLU DI
TARIK KELUAR DARI LAPANGAN PERMAINAN, SAMPAI YANG BERSANGKUTAN MENJADI LEBIH TENANG BARU DI
MAINKAN KEMBALI, BILA SITUASINYA MEMANG MEMBUTUHKAN KEHADIRAN PEMAIN TERSEBUT DI LAPANGAN.
PADA PARUH PERTAMA PERTANDINGAN INI TERCATAT DALAM DATA STATISTIK TERJADI DUA KALI AKUMULASI
PELANGGARAN BAGI BB FC YANG BOLEH DI BILANG KEJADIANNYA BERTURUT-TURUT, DALAM KURUN WAKTU 12
MENIT TERJADI DUA BELAS KALI AKUMULASI PELANGGARAN, ATAU DALAM KURUN WAKTU 6 MENIT TERJADI
ENAM KALI PELANGGARAN. PELANGGARAN TERSEBUT DI LAKUKAN MASING-MASING DUA KALI OLEH PEMAIN
NPG2, NPG3, NPG4, NPG5, NPG8, NPG13, SEHINGGA BB FC DI GANJAR HUKUMAN TENDANGAN PENALTI DARI
TITIK 2 PADA MENIT 6 ATAU MASIH DALAM AWAL PARUH PERMAINAN DAN MENIT 12, AKIBATNYA GAWANGNYA
KEMASUKAN 2 GOL.
PADA AWAL PARUH PERTAMA INI AA FC HANYA MELAKUKAN EMPAT KALI PELANGGARAN MASING-MASING DUA
KALI UNTUK PEMAIN NPG2 DAN NPG3, NAMUN PADA MENIT 18 DAN 19 AKHIR, PEMAIN NPG11 MELAKUKAN
DUA KALI PELANGGARAN KARENA MENGIKUTI IRAMA PERMAINAN KERAS LAWANNYA, SEHINGGA AA FC
TERKENA AKUMULASI ENAM PELANGGARAN, AKIBATNYA DI GANJAR HUKUMAN TENDANGAN PENALTI DARI
TITIK 2 PADA MENIT 19, NAMUN BERUNTUNG TENDANGAN YANG DI LAKUKAN PEMAIN BB FC, NPG3, GAGAL
MENGHASILKAN GOL KARENA TENDANGANNYA MEMBENTUR TIANG GAWANG.
27

KALAU SAJA PARA PEMAIN BB FC LEBIH TENANG SEDIKIT DAN TIDAK EMOSIONAL, KEJADIAN PELANGGARAAN
BERUNTUN SEPERTI ITU BISA DI HINDARKAN, PERMAINAN KERAS KURANG KONTROL YANG DI LAKUKAN PARA
PEMAIN BB FC ITULAH PENYEBAB YANG SEHARUSNYA BISA DI HINDARI, SEMUA PEMAIN HARUS TETAP FOKUS
PADA PERMAINAN FUTSAL YANG HARUS LEBIH DI KEDEPANKAN, BILA ITU DI LAKUKAN PERTANDINGAN BISA
BERIMBANG, KARENA SEMUA GOL HANYA LAHIR DARI TENDANGAN BOLA DIAM DAN HANYA SATU GOL YANG DI
HASILKAN LAWANNYA DENGAN BOLA HIDUP.
MEMASUKI PARUH KEDUA KARENA PERMAINAN MASIH TETAP DALAM TEMPO TINGGI DAN SUASANA MASIH
TETAP PANAS SEPERTI PARUH SEBELUMNYA, KEMBALI PELANGGARAN-PELANGGARAN DI LAKUKAN PEMAIN BB
FC SEJAK MENIT-MENIT PERTAMA PARUH PERMAINAN, SEHINGGA PERTANDINGAN BARU BERJALAN ENAM
MENIT, BB FC TELAH TERKENA AKUMULASI ENAM PELANGGARAN, YANG DI LAKUKAN OLEH PEMAIN NPG6 DAN
NPG7 MASING-MASING MELAKUKAN PELANGGARAN SEBANYAK TIGA KALI. AKIBAT AKUMULASI PELANGGARAN
TERSEBUT BB FC DI GANJAR TENDANGAN PENALTI DARI TITIK 2 PADA MENIT 26. GOLPUN LAHIR LAGI DAN
KEMENANGAN AA FC BERTAMBAH MENJADI 3-0 BERKAT TENDANGAN PENALTI DARI TITIK 2 YANG DI LAKUKAN
OLEH PEMAIN NPG3 YANG BERHASIL MENYARANGKAN BOLA DI GAWANG LAWAN.
MUNGKIN DENGAN MAKSUD UNTUK MENGIMBANGI PERMAINAN KERAS LAWANNYA, PARA PEMAIN AA FC JUGA
MELAKUKAN PELANGGARAN-PELANGGARAN SERUPA, YAITU PEMAIN NPG8, NPG13, NPG14 MASING-MASING
MELAKUKAN DUA KALI PELANGGARAN, PADA MENIT 25, 26, 27, 28 DAN 31, SEHINGGA TERJADI AKUMULASI
ENAM PELANGGARAN, AKIBATNYA AA FC MENDAPAT HUKUMAN TENDANGAN PENALTI DARI TITIK 2 PADA
MENIT 31, YANG BERHASIL DI EKSEKUSI DENGAN BAIK OLEH PEMAIN BB FC, NPG5.
SESUDAH ITU PEMAIN DARI BB FC NPG13 MELAKUKAN DUA KALI PELANGGARAN PADA MENIT 38 DAN 39,
PERTANDINGAN INI WALAU TERLIHAT DI WARNAI PERMAINAN KERAS, TETAPI MASIH-MASIH DALAM BATASBATAS TOLERANSI, TIDAK ADA PELANGGARAN YANG MENJURUS KASAR ATAU MEMBAHAYAKAN LAWANNYA
SEHINGGA TIDAK SATUPUN LAHIR KARTU KUNING MAUPUN KARTU MERAH.

28

LAMANYA BERMAIN SETIAP PEMAIN


SETIAP PEMAIN YANG DI TURUNKAN BERMAIN BAIK PADA PARUH PERTAMA MAUPUN PADA PARUH KEDUA DI
SETIAP KALI BERTANDING SANGATLAH PENTING UNTUK DI CATAT, MULAI MENIT KAPAN IA MULAI DI TURUNKAN,
MENIT KEBERAPA IA DI GANTIKAN KEMUDIAN MENIT KEBERAPA IA DI MAINKAN KEMBALI, SEHINGGA SETIAP
PEMAIN PUNYA REKAM JEJAK BERAPA MENIT IA BERMAIN DI SETIAP KALI MENGIKUTI PERTANDINGAN FUTSAL.
LEBIH BAGUS LAGI BILA BISA TERCATAT SIAPA YANG MENGGANTIKANNYA, KEMUDIAN BILA IA BERMAIN KEMBALI
MENGGANTIKAN SIAPA, LENGKAP DENGAN NPGNYA DAN PADA MENIT KEBERAPA PERGANTIAN PEMAIN ITU.
PADA DATA STATISTIK YANG DI BUAT PADA PERTANDINGAN TERSEBUT AA FC TERCATAT LAMANYA PARA PEMAIN
YANG DI TURUNKAN BERMAIN ADALAH NPG1 (PG) : 20 MENIT, NPG2 : 24 MENIT, NPG3 : 26 MENIT, NPG4 : 26
MENIT, NPG5 : 26 MENIT, NPG6 : 14 MENIT, NPG7 : 14 MENIT, NPG8 : 8 MENIT, NPG9 : 6 MENIT, NPG10 (PG) 20
MENIT, NPG11 : 4 MENIT, NPG12 : 4 MENIT, NPG13 : 4 DAN NPG14 : 4 MENIT. KEMUDIAN BB FC TERCATAT
LAMANYA BERMAIN BAGI PARA PEMAINNYA ADALAH NPG1 (PG) : 30 MENIT, NPG2 : 30 MENIT, NPG3 : 32 MENIT,
NPG4 : 28 MENIT, NPG5 : 26 MENIT, NPG6 : 8 MENIT, NPG7 : 8 MENIT, NPG8 : 8 MENIT, NPG9 : 4 MENIT, NPG10 :
4 MENIT, NPG11 (PG) : 10 MENIT, NPG12 : 4 MENIT, NPG13 : 4 MENIT DAN NPG 14 : 4 MENIT.
DARI DATA LAMANYA BERMAIN DAN BERKURANG WAKTU BERMAINNYA BAGI PEMAIN INTI MASING-MASING
(NPG1, NPG2, NPG3, NPG4 DAN NPG5) BAGI KEDUA PIHAK, KARENA DI GANTIKAN SEMENTARA OLEH PEMAIN
CADANGAN, KEMUDIAN PEMAIN CADANGAN BERMAIN MENGGANTIKAN SIAPA UNTUK BERAPA MENIT
LAMANYA BISA DI KETAHUI SEKALIGUS POLA PERGANTIAN PEMAIN YANG TERSTRUKTUR DARI KEDUA PIHAK.
SEPERTI SIRKULASI PERGANTIAN PEMAIN AA FC MISALNYA NPG1 DI GANTIKAN NPG10 (KEDUANYA PENJAGA
GAWANG). NPG2 DI GANTIKAN NPG 8 DAN NPG6. NPG3 DI GANTIKAN NPG7. NPG4 DI GANTIKAN NPG8, NPG9
DAN 13. NPG5 DI GANTIKAN NPG12, NPG11, NPG13 DAN NPG14. KEMUDIAN KETIKA PEMAIN INTI AA FC MASUK
KEMBALI KE DALAM LAPANGAN PERMAINAN, IA MENGGANTIKAN PEMAIN YANG SEBELUMNYA MENGGANTIKAN
DIRINYA.
29

BEGITU PULA YANG DI LAKUKAN BB FC SIRKULASI PENGGANTIAN PEMAINNYA DI KETAHUI ADALAH NPG1 DI
GANTIKAN NPG11 (KEDUANYA PENJAGA GAWANG). NPG2 DI GANTIKAN NPG8 DAN NPG6. NPG3 DI GANTIKAN
NPG13, NPG9, DAN NPG7. NPG4 DI GANTIKAN NPG10, NPG6, NPG12 DAN NPG7. NPG5 DI GANTIKAN NPG8,
NPG14, NPG13, NPG7 DAN NPG12. SAMA HALNYA DENGAN AA FC, KETIKA PEMAIN INTI BB FC MASUK KEMBALI
KE DALAM LAPANGAN PERMAINAN, IA MENGGANTIKAN PEMAIN YANG SEBELUMNYA MENGGANTIKAN DIRINYA.
DARI DATA LAMANYA PEMAIN BERMAIN JUGA BISA DI KETAHUI EFEKTIFITAS LAMANYA BERMAIN SEORANG
PEMAIN PADA SAAT PERTANDINGAN FUTSAL YANG DI IKUTINYA, KEMUDIAN BERAPA MENIT LAMANYA YANG
BERSANGKUTAN DI ISTIRAHATKAN DAN JUGA EFEKTIFITAS BERMAIN PEMAIN PENGGANTI BISA DI KETAHUI
BERAPA LAMA BAGUSNYA IA TURUN MENGGANTIKAN KAWAN SATU TIMNYA, SELANJUTNYA UNTUK MENJAGA
KEKUATAN HARUS BISA DI TEMUKAN EFEKTIFNYA PERGANTIAN PEMAIN, SIAPA YANG DI GANTIKAN DAN SIAPA
YANG MENGGANTIKAN HARUS TERPOLAKAN DENGAN BAIK, ATAU LEBIH BAIK MASING-MASING PEMAIN INTI
DAN PEMAIN CADANGAN MEMILIKI PASANGAN TETAP DALAM HAL PERGANTIAN PEMAIN, KECUALI DALAM
KEADAAN TERTENTU BISA DI LAKUKAN LAIN, TERMASUK BILA KUALITAS PARA PEMAINNYA BERIMBANG.

WAKTU SELA (TIME OUT)


DALAM CATATAN DATA STATISTIK PADA PARUH PERTAMA DAN PARUH KEDUA BAIK AA FC MAUPUN BB FC
KEDUANYA MEMANFAATKAN HAKNYA UNTUK MEMINTA WAKTU SELA DI SETIAP KALI PARUH PERMAINAN SATU
KALI, YAITU PADA PARUH PERTAMA AA FC MEMINTA WAKTU SELA PADA MENIT 11 DAN BB FC PADA MENIT 17,
KEMUDIAN PADA PARUH KEDUA AA FC MEMINTA WAKTU SELA PADA MENIT 31 DAN BB FC PADA MENIT 37.
BILA MEMPERHATIKAN WAKTUNYA, AA FC MEMINTA WAKTU SELA PADA MENIT 11 DI PARUH PERTAMA
NAMPAKNYA UNTUK MENURUNKAN TENSI PEMAINNYA DI LAPANGAN, AGAR TIDAK BERBUAT SERUPA DENGAN
LAWANNYA YANG KERAP MELAKUKAN PELANGGARAN, CUKUP TEPAT KARENA SEMENIT SETELAH ITU AA FC
MENDAPAT KESEMPATAN MELAKUKAN TENDANGAN PENALTI DARI TITIK 2 DAN BERHASIL MENYARANGKAN GOL
KE GAWANG LAWAN SEHINGGA SKOR MENJADI 2-0.
30

BAGI BB FC JUGA CUKUP TEPAT MEMINTA WAKTU SELA PADA MENIT 17, KARENA NAMPAKNYA UNTUK
MENGENDURKAN TENSI PEMAINNYA, SETELAH MENDAPAT HUKUMAN TENDANGAN PENALTI DARI TITIK 2 PADA
MENIT 12 SEHINGGA GAWANGNYA KEMASUKAN KEMBALI AKIBAT AKUMULASI ENAM PELANGGARAN, HASILNYA
SETELAH WAKTU SELA ITU TIDAK ADA LAGI PELANGGARAN YANG DI LAKUKAN PEMAIN BB FC DAN LAWANNYA
TIDAK BERHASIL LAGI MENAMBAH GOL KEMENANGANNYA.
MEMASUKI PARUH KEDUA KEMBALI KEDUANYA MEMINTA WAKTU SELA, AA AFC MEMINTA WAKTU SELA PADA
MENIT 31 SETELAH GAWANGNYA KEMASUKAN PADA MENIT YANG SAMA, PERMAINAN AA FC MENJADI
MENINGKAT DAN MENAMBAH GOL KEMENANGAN ATAS LAWANNYA MELALUI GOL YANG BERASAL DARI BOLA
HIDUP PADA MENIT 37. KEMUDUAN PADA MENIT YANG SAMA, LAWANNYA BB FC JUGA MEMINTA WAKTU SELA,
NAMPAKNYA UNTUK BERUSAHA MEMPERKECIL KEKALAHANNYA ATAU AGAR GAWANGNYA TIDAK KEBOBOLAN
LAGI, HASIL SETELAH ITU PALING TIDAK GAWANG BB FC TIDAK KEMASUKAN BOLA LAGI. JADI DENGAN DEMIKIAN
UPAYA MEMINTA WAKTU SELA DARI KEDUA TIM, BAIK BAGI AA FC DAN BB FC NAMPAK CUKUP EFEKTIF ATAU
CUKUP BERGUNA BAGI PIHAKNYA MASING-MASING.

31

STATISTIK PERTANDINGAN FUTSAL PADA PERTANDINGAN TERSEBUT MENGGAMBARKAN SBB :


STATISTIK
GOL
TENDANGAN KE GAWANG
TENDANGAN MELESET
TENDANGAN PENALTI 1
TENDANGAN PENALTI 2
TENDANGAN BEBAS LANGSUNG
TENDANGAN BEBAS TIDAK LANGSUNG
TENDANGAN SUDUT
WAKTU SELA
PELANGGARAN
PERINGATAN (KARTU KUNING)
PENGUSIRAN (KARTU MERAH)
JUMLAH PEMAIN YANG DI TURUNKAN
PENGUASAAN BOLA

AA FC
4
26
17
3
14
16
12
2
12
14
55 %

BB FC
1
26
18
2
11
14
9
2
20
14
45 %

PENULISAN DATA-DATA DI ATAS ADALAH BERDASARKAN DATA YANG TERTULIS DALAM FORM-FORM ISIAN DATA
STATISTIK PERTANDINGAN BERKAITAN YANG DI BUAT TIM DATA STATISTIK PERTANDINGAN. DAN PENULISAN
PROSENTASE PENGUASAAN BOLA DI TULIS BERDASARKAN JUMLAH KESELURUHAN SENTUHAN BOLA SEMUA
PEMAIN DARI MASING-MASING TIM DALAM DUA PARUH PERMAINAN, SEPERTI JUMLAH KESELURUHAN
SENTUHAN BOLA PADA DUA PARUH PERMAINAN TERSEBUT DI MANA SEMUA PEMAIN TIM A ADALAH 610 DAN
TIM B ADALAH 495.
STATISTIK PERTANDINGAN MASING-MASING TIM DAN SETIAP PEMAIN DAPAT DIBUAT LEBIH RINCI LAGI DALAM
REKAPITULASI DATA STATISTIK PERTANDINGAN FUTSAL, DATA TERSEBUT SANGAT DI PERLUKAN SEBAGAI MATERI
POKOK MEMBUAT ANALISA PERTANDINGAN FUTSAL ATAU ANALISA TEKNIK FUTSAL.
32

PENILAIAN FAIR PLAY


KARTU MERAH DAN KARTU KUNING (TIDAK ADA)
BERMAIN POSITIF (MENYERANG)
MENGHORMATI LAWAN
MENGHORMATI WASIT
PERILAKU OFISIAL
PERILAKU MASA (BILA MEMBAWA SUPORTER)
JUMLAH

(MAKSIMUM 10)
(MAKSIMUM 10)
(MAKSIMUM 5)
(MAKSIMUM 5)
(MAKSIMUM 5)
(MAKSIMUM 5)

AA FC
10
8
4
4
4
4
34

BB FC
10
6
3
3
4
3
29

PENUTUP
DEMIKIANLAH CONTOH ANALISA PERTANDINGAN FUTSAL INI DI SAMPAIKAN DENGAN MAKSUD UNTUK BISA DI
MANFAATKAN SEBAGAI CONTOH BAHAN EVALUASI ATAU UNTUK PERBAIKAN PENAMPILAN PEMAIN MAUPUN
TIM PADA PERTANDINGAN BERIKUTNYA, KEMUDIAN DAPAT JUGA DI JADIKAN SEBAGAI CONTOH BAHAN UNTUK
MEMBUAT ANALISA TEKNIK DAN MENYUSUN LAPORAN TEKNIK.
DALAM CONTOH ANALISA PERTANDINGAN INI MASIH TERBATAS BAHANNYA KARENA HANYA DI AMBIL DARI
DATA STATISTIK PERTANDINGAN FUTSAL SEBUAH PERTANDINGAN SIMULASI, YANG MEMPERTEMUKAN DUA TIM
AMATIR FUTSAL, TENTULAH TIDAK SELENGKAP DARI SEBUAH PERTANDINGAN LEVEL TINGGI DARI SEBUAH
PERTANDINGAN FUTSAL PROFESIONAL MISALNYA, TETAPI TETAP DAPAT DI JADIKAN SEBAGAI SEBUAH CONTOH
YANG MEMADAI UNTUK PENYUSUNAN SEBUAH ANALISA PERTANDINGAN DALAM LEVEL PROFESIONAL
SEKALIPUN.
SETIDAKNYA ADA HAL PENTING DARI PERTANDINGAN SIMULASI TERSEBUT, TRENDING TOPIKNYA KELEMAHAN
DALAM MENGGIRING BOLA BISA DI TEMUKAN DALAM CONTOH ANALISA PERTANDINGAN FUTSAL INI, UNTUK
SELANJUTNYA BISA DI BUAT SEBAGAI BAHAN ANALISA TEKNIK YANG MENDALAM DENGAN SEBUAH TOPIK YANG
33

MENARIK, YAITU MISALNYA MENINGKATKAN KEBERANIAN DAN KEMAMPUAN PEMAIN MENGGIRING BOLA
DALAM PERTANDINGAN FUTSAL, YANG SANGAT BERGUNA UNTUK MELEWATI LAWAN, MEMANCING LAWAN
KELUAR DARI DAERAH PERTAHANAN LAWANNYA, UNTUK MEMBUKA RUANG TEMBAK DAN MELONGGARKAN
JARAK PEMAIN LAWAN YANG SATU DENGAN YANG LAINNYA SEHINGGA MEMUDAHKAN UNTUK MENEMBUS
PERTAHANAN LAWAN.
1-1-2015
M. ACHWANI
MANAJEMEN SPORT UTAMA

34