Anda di halaman 1dari 5

KEMASAN SAYURAN SEGAR

Plastik berlubang lubang untuk ventilasi


Gabungan antara baki / kotak styrofoam dan clingwrap
Kantung plastik berjaring
Selotip pengikat komoditas
Kemasan Plastik Berlubang
Keuntungan: mudah dalam mengeluarkan isi, biayanya
murah
Biasa digunakan pada komoditas yang memiliki laju
respirasi tinggi.
Jenis Plastik yang digunakan plastik PS
Gabungan baki styrofoam dan cling wrap
Digunakan untuk mengemas buah, jamur, dan sayuran
yang telah dikupas dan dipotong seperti campuran
sayur asam, sayur lodeh,sup,dll.
Hasil pengemasan dengan cling wrap harus rapi dan
rapat untuk menghindari kontak dengan lingkungan
luar
Kantung Plastik Berjaring
Memiliki tingkat adaptasi terhadap produk yang tinggi
Digunakan untuk produk yang tidak menuntut
perlindungan yang kuat atau mempunyai umur
simpan yg pendek
Selotip Pengikat Komoditas
Digunakan untuk seledri, daun bawang, kacang
panjang,dan kangkung, bayam
Penanganan, transportasi dan penyimpanannya perlu
diperhatikan untuk menghindari kerusakan komoditas
Kemasan Produk Olahan PADAT
Kemasan Plastik Pada Kerupuk Sayuran
Digunakan plastik Polipropilene
Kemasan ini cukup baik karena plastik dapat
mencegah masuknya uap air ke dalam produk yg
bersifat kering
Kemasan kurang lengkap, karena yang
dicantumkan hanya berat bahan ,label halal dan
kadaluarsa.
Tidak terdapat informasi nutrisi.
Kemasan Sayuran Beku
Menggunakan plastik yang lebih tebal dari plastik
produk kering.
Biasanya berbentuk kantung.
Sebaiknya dikemas tidak dengan plastik transparan
untuk menghindari radiasi dari cahaya dan panas.
Dapat langsung dipanaskan dalam microwave
Kemasan Corn Flakes
Terdapat kemasan sekunder dan kemasan primer

Kemasan primer-nya adalah kemasan aluminium


foil, berbentuk kantung
Kemasan sekunder dari karton, dapat diberi
gambar, sarana informasi produk, sebagai penarik
konsumen
Kemasan Corn Flakes (Alufo)
Kemasan aluminium foil, berbentuk kantung,
Aluminium foil untuk mencegah air masuk ke
dalam produk,
Mencegah gas lain masuk ke dalamnya.
Semi Padat
Kemasan Gelas (Selai dan Pickles)
Kemasan gelas ini sangat tepat untuk jenis produk
ini, karena gelas memiliki sifat-sifat:
Transparan
Inert
Tahan terhadap kerusakan
Kuat.
Kedap udara
Kelemahan : mudah pecah dan kurang baik
digunakan untuk produk-produk yang peka
terhadap cahaya
Kemasan Pickles
Dilengkapi jangkar plastik yang dapat ditarik pada
bagian dasar kemasan
Alat ini dapat membantu konsumen untuk
mengeluarkan acar bila produknya sudah hampir
habis.
Menonjolkan penampakan dari acar yang menarik
Kemasan selai
Menonjolkan warna dan tekstur dari selai tersebut.
Warna-warni sangat menarik konsumen.
Kemasan Kertas (pure tomat)
Kertas yang digunakan dilaminasi dengan plastik
dan aluminium foil.
Memberikan perlindungan yang sangat tinggi
Kemasan yang digunakan adalah kemasan sekali
pakai
Sangat praktis dan tidak memerlukan penyimpanan
ulang di refrigerator.
Kemasan Plastik Kaku (Saos tomat)
Memiliki bentuk yang unik, menarik dan mudah
dalam penggunaannya
Kuat tapi lentur, tidak mudah pecah dan dapat
melindungi isi produknya
Melindungi isi dari cahaya / sinar ultraviolet.

Kemasan Plastik Lentur (Selai)

Ada bagian yg transparan shg dapat


memperlihatkan warna asli dan terkstur dari
produk.
mudah untuk dibawa dan dapat digantung sehingga
tidak membutuhkan banyak tempat untuk
penyimpanannya
Kemasan bentuk ini fleksibel
Kelemahan kemasan ini hanya digunakan untuk
daya tampung yang tidak terlalu banyak dan untuk
waktu yang tidak terlalu lama.
Kemasan Logam (Cocktail Buah)
Memiliki pembuka kaleng pada bagian atas seperti
kaleng soda yang memudahkan konsumen untuk
membukanya.
Permukaan atas dilapisi oleh kemasan sekunder,
yaitu tutup plastik yang menjaga kebersihan dari
bagian atas kaleng.
Sangat tepat digunakan karena pada pengolahan
produk ini, diperlukan sterilisasi dan exhausting
yang dilakukan pada kemasan pada suhu yang
sangat tinggi
PRODUK CAIR
Kemasan Produk Cair
Membutuhkan kemasan yang tidak tembus air, dan
transparan atau bening
Kemasan yang tidak transparan diberi ilustrasi
Sederhana dalam penyajian dan penggunaannya,
dapat digunakan untuk penyimpanan pada suhu
refrigerasi
Kemasan Botol Plastik
Kaku, memiliki perlindungan yang kuat,
semifleksibel, tidak mudah pecah, permeabilitas
rendah
Melindungi produk dari pergerakan uap air, gas,
dan pertukaran panas
Bentuknya cukup baik sehingga memudahkan
dalam penggunaan dan penanganannya
Kemasan Botol Kaca (gelas)
Mampu mencegah
mencegah terjadinya proses evaporasi,
kontaminasi bau dan flavor
Merupakan konduktor yang buruk sehingga tidak
dapat mendinginkan
mendinginkan produk dengan cepat
Kemasan Tetrapack
Merupakan jenis kemasan kertas laminasi
Bentuknya yang kotak tidak membutuhkan banyak
ruang
Bagian luar dapat dicetak

Kemasan Kaner
Bagian luar dilapisi dengan plastik dan bagian
dalam dilapisi dengan almunium foil atau
gabungan keduanya
Memiliki tutup ulir yang memudahkan konsumen
untuk mengeluarkan isi
Kemasan Kaleng
Penghantar panas yang baik sehingga dapat
mendinginkan bahan dengan cepat
Dilengkapi dengan pembuka kaleng di bagian atas
sehingga memudahkan dalam mengeluarkan isi

Labelling
Bonne Maman Raspberry Reserves
Tidak mencantumkan nilai nutrisi dengan jelas,
hanya bahan penyusunnya saja
Label kurang menarik
Saran Untuk Labelling
Pemakaian warna untuk label yang lebih menarik
Jika masih ingin menampilkan kesan minimalis dan
natural, modifikasi dapat dipakai pada bentuk label,
dapat dibentuk pinggirnya berenda dan ada sentuhan
tinta emas, untuk kesan manis dan elegan.
Penambahan keterangan nutrisi pada produk, jika
tempat kurang cukup, bagian bawah kemasan dapat
digunakan untuk meletakkan tabel nutrisi.
Untuk produk import sebaiknya ada tambahan label
hallal sehingga para konsumen merasa lebih pasti
untuk membelinya.

Sunsweet Pitted Prunes


Produk ini sudah memenuhi semua syarat standar
labelling
terdapat tambahan (berupa tempelan) ijin depkes RI
cukup menggambarkan tentang produk
Warna ungu mendominasi dan kemasan logam ini
memberi kesan elegan.
Pemakaian ilustrasi yang baik dan cocok sehingga
menarik konsumen
pencantuman dari tanggal kadaluarsa yang berada
di bagian yang berwarna ungu dan dicetak dengan
tinta hitam, sehingga tidak terlihat dengan jelas.
Yang kedua adalah brand sunsweet yang terlampau
besar di atas dibandingkan dengan nama produk

Saran Untuk Labelling


Pencetakan tanggal pembuatan dan kadaluarsa di
bagian yang berwarna terang, atau sediakan tempat
khusus untuk meletakkan tanggal kadaluarsa tersebut,
sehingga konsumen dapat lebih jelas melihatnya
Perubahan ukuran dari brand sunsweet, yang harus
disesuaikan dengan nama dari produk tersebut.
Akan lebih baik jika memakai bahasa Indonesia untuk
melengkapi informasi nutrisi.
Dan ditambah dengan label hallal.

DESAIN GRAFIS DAN LABELING

Desain merupakan seluruh proses pemikiran dan


perasaan yang akan menciptakan sesuatu, dengan
menggabungkan fakta, konstruksl, fungsi dan
estetika, untuk memenuhi kebutuhan manusia.
Desain adalah suatu konsep pemecahan masalah
rupa, warna, bahan, teknik, biaya, guna dan
pemakaian yang diungkapkan dalam gambar dan
bentuk.

Tujuan utama desain grafis:


Menciptakan desain atau perencanaan fungsional
estetis yang informatif dan komunikatif dengan
masyarakat.
Bila dilengkapi dengan pengertian psikologi massa,
dan teori-teori pemasaran (ekonomi), maka karyakarya desain grafis ini dapat merupakan alat promosi
dengan yang sangat ampuh.
PERENCANAAN SEBUAH KEMASAN
Kemasan adalah pelindung dari suatu barang, baik
barang biasa mau pun barang-barang hasil produksi
industri. Dalam dunia industri kemasan merupakan
pemenuhan suatu kebutuhan akibat adanya hubungan
antara penghasil barang dengan masyarakat pembeli.
Untuk keperluan ini kemasan harus dapat
menyandang beberapa fungsi yang harus dimilikinya
seperti:
- tempat atau wadah dalam bentuk tertentu dan dapat
melindungi barang dari kemungkinan rusak, sejak
keluar dari pabrik sampai ke tangan pembeli, bahkan
masih dapat digunakan sebagai wadah setelah isi
barang habis terpakai, (dalam hal ini wadah tersebut
masih menyandang fungsi iklannya).
Keberhasilan pemasaran suatu barang, tidak hanya
ditentukan oleh mutu barang serta usaha promosi
yang dilakukan, tetapi juga dalam upaya yang sama
oleh mutu dan penampilan kemasan itu sendiri. Untuk kenyataan ini kita kenal filsafat pemasaran
yang sudah lazim sejak abad ke 19 di Inggris the
product is the package, barang produk ditentukan
oleh kemasannya sendiri. Kesadaran akan kemasan
adalah bahagian yang tak terpisah dari barang
produk, sehingga tidak mengherankan bila sebuah
biro perencanaan grafis bersikap Kami tak dapat
menaikkan mutu barang produk, karena itu kami
tingkatan kemasannya.
UNSUR DESAIN GRAFIS
Bahasa desain grafis adalah bahasa visual, bahasa
simbol yang diungkapkan melalui gambar, bentuk,
warna dan aksara.
Grafis harus dapat mengantarkan pesan yang ingin
disampaikan oleh produsen barang lewat kemasan

yang diciptakan; baik informasi mengenai isi maupun


penjelasan mengenai cara pemakaian produk
tersebut.
Pemilihan tipe huruf yang berkarakter sesuai dengan
jenis barang, dipadu saling menunjang dengan
gambar ilustrasi yang tepat dan dicetak dengan teknik
percetakan yang baik, akan membawakan pesan yang
langsung ataupun yang tidak langsung dari barang
tersebut terhadap kualitas dan nilainya.
Gambar dan tulisan (teks), tidak saja penting sebagai
daya tarik tetapi terutama cergas untuk
berkomunikasi dengan konsumen tentang
keterangan-keterangan yang diinginkan. Teks
haruslah jelas, singkat, benar, mudah terbaca dan
menyatu dengan desain keseluruhan.
Ketiga unsur grafis, gambar, huruf dan warna
Haruslah dapat menampilkan dirinya secara saling
tenggang dan saling tunjang
Bentuk huruf nama produk yang seharusnya tampil
utama, tidaklah layak diganggu oleh penggunaan
warna-warna kontras yang menyilaukan, sebab
warna yang keras hanya dapat berteriak, tapi tidak
menyampaikan pesan.
Gambar ilustrasi yang berkelebihan akan
menenggelamkan pesan informasi tertulis yang juatru
lebih penting.
Teks yang dicetak dengan warna kuning atas dasar
hitam akan sangat jelas terbaca, sebaliknya tulisan
biru atas dasar merah akan bergerak memusingkan
mata, dan warna kuning muda atas putih akan tidak
terbaca.
Demikian pula penggunaan bentuk huruf kecil akan
lebih mudah dan enak dibaca dari pada huruf besar,
dan pemilihan tipe huruf yang sederhana akan lebih
menguntungkan dari pemakaian huruf yang dekoratif
yang mungkin akan lebih indah tapi sukar terbaca.
DESAIN GRAFIS DAN LABELING
Ilustrasi melalui gambar fotografi sering digunakan
untuk meyakinkan kualitas isi barang; karena lebih
menampilkan kenyataan benda tersebut.
Hal ini terutama sering dipakai pada kemasan barang
makanan. Dengan fotografi lebih mampu
menggambarkan bahan dasar alami dari isi produk
tersebut (sayur segar, buah-buahan, daging, ikan dan
lain-lain).
Demikian pula dapat menunjukkan hasil yang bisa
diperoleh dengan menggunakan produk tersebut (sop
dengan kuah yang lezat, nasi goreng, kueh yang
merangsang selera).

Warna adalah hal yang sangat penting dalam


komunikasi dengan konsumen. Sehubungan dengan
warna pada perencanaan grafis kemasan dapat
dirasakan kegunaannya dalam beberapa sudut yang
saling berkaitan.
Yang sudah jelas kita mengenal 2 penggolongan warna,
yaitu warna panas (merah, jingga, kuning) dan warna
dingin (hijau, biru dan ungu).
Dari sudut kejiwaan warna panas dihubungkan dengan
sikap spontan, meriah, terbuka, memacu gerak dan
menggelisahkan, yang disebut extroverted colour,
sedang warna dingin dihubungkan dengan sikap
tertutup sejuk, santai, penuh pertimbangan dan
disebut introverted colours.
Kalau warna merah dianggap warna jantan, lambang
darah yang mengalir di dalam tubuh, warna jingga
mengesankan bersih, membangkitkan selera, ramah
dan hangat. Kuning penuh gairah, ceria dan terang,
merah jambu mengesankan kewanitaan dan warna
hijau melambangkan suatu yang tumbuh dan
harapan, sedangkan warna biru memberikan rasa
tenang. Bila hijau membangkitkan ketenangan di
bumi, maka biru memberikan kesunyian di langit.

KEMASAN UNTUK EKSPOR


Pada umumnya di Indonesia sampai dengan saat ini
masih hidup dengan baik desain kemasan yang
tradisionil (baik desain grafisnya maupun bahan
yang dipergunakan) di samping desain kemas yang
modern, yang pembuatannya didasarkan kepada
konsep pemikiran yang modern juga.
Bila kita masuk ke sebuah toko barang makanan
kecil yang menjual makanan kering seperti jenis
krupuk, kacang-kacangan, dodol, kueh kering,
tauco, oncom, seperti toko-toko yang terdapat di
jalan raya bypass kota Cianjur, maka kita akan
temukan sebagian besar barang makanan itu
dikemas dalam keadaan sederhana, baik bentuk
maupun grafisnya. Kemasan yang sebagian besar
untuk hasil industri rumah ini, rupanya masih punya
tempat dan akrab dengan konsumennya.
Hal tersebut harus diubah dan disesuaikan dengan:
Selera masyarakat negara yang bersangkutan
Faktor lingkungan dan budaya
Sudah merupakan hasil riset lapangan
Mengikuti standar dan peraturan yang berlaku