Anda di halaman 1dari 10

Reptilia

I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
kelompok besar keturunan

adalah

vertebrata

yang

mendominasi pada era Mesozoik dan diperkirakan yang bertahan hidup


sampai saat ini mendekati 6.000 spesies. Kata Reptilia berasal dari kata
reptum yang berarti melata. Ciri umum kelas ini yang membedakan
dengan kelas yang lain adalah seluruh tubuhnya tertutup oleh kulit kering
atau sisik. Reptilia pada umumnya tetrapoda dan memiliki 5 jari
atau pentadactylus

yang

masing-masing

menggunakan paru-paru dan

bercakar.

Bernapas

merupakan hewan berdarah dingin

(poikiloterm), yaitu suhu tubuhnya bergantung pada suhu lingkungan


(Jasin, 1992).
Mabouya multifasciata atau kadal adalah salah satu jenis reptilia
darat yang hidup di daerah tanah basah atau lembab, biasanya dapat kita
temui di persawahan ataupun di area perkebunan. Tubuh kadal tertutupi
oleh kulit yang kering dengan sisik-sisik zat tanduk di permukaannya
tanpa adanya kelenjar-kelenjar lendir dan terbagi menjadi tiga bagian
yaitu kepala (caput), badan (truncus), dan ekor (cauda). Caput dimulai
dari cavum oris sampai lubang telinga, truncus mulai dari telinga hingga
cloaca dan yang terakhir yaitu bagian cauda yang memiliki bentuk bulat
meruncing ke ujung. Kadal mempunyai sepasang anggota depan
(extrimitas

anterior)

dan

sepasang

anggota

belakang

(extrimitas

posterior). Masing-masing terdiri atas lima jari dan kuku-kuku yang cocok
untuk berlari, mencengkeram, dan naik ke pohon. Warna pada kadal
dapat berbeda-beda berdasarkan lingkungan atau umur kadal itu sendiri.
Mabouya multifasciata

termasuk hewan omnivora yang berukuran

sebesar ibu jari orang dewasa dan mempunyai panjang antara 20-30 cm.
Mangsa utamanya adalah berbagai jenis serangga kecil diantaranya
capung dan belalang (Jasin, 1992).
Mabouya multifasciata digunakan sebagai preparat praktikum,
karena hewan ini memiliki struktur morfologi dan anatomi yang mewakili
kelas Reptilia. Kadal juga aman digunakan karena tidak berbahaya bagi
para praktikan. Selain itu, kadal mudah didapat dan berukuran relatif
sedang, sehingga lebih mudah diamati (Kimball, 1999).
B. Tujuan

Tujuan dari praktikum Struktur Hewan kali ini adalah untuk


mengetahui morfologi dan anatomi kadal (Mabouya multifasciata).

II. TINJAUAN PUSTAKA


Kadal dari genus Mabouya banyak macamnya. Kadal ini tersebar di
banyak lokasi di dunia, di Indonesia, spesies kadal yang umum ditemukan
adalah Mabouya multifasciata. Di negara tropis seperti Brasilia banyak
ditemukan genus Mabouya yang lain diantaranya : M. bistriata, M.
cochabambae, M. croizati, M. dorsivittata, M. falconensis, M. frenata, M.
guaporicola, M. mabouya (Miralles et al, 2009).
Menurut Ibrahim (2003) Mabouya multifasciata dikenal sebagai Manylined Sun Skink. Jenis ini merupakan jenis kadal yang paling sering
ditemukan dan jumlahnya masih banyak. ditemukan pada lantai hutan
dan sering ditemukan di beberapa tempat. Jenis ini juga sering ditemukan
di daerah terbuka dari sinar matahari dan habitatnya juga meluas sampai
pemukiman manusia (Ibrahim et al, 2003).
Mabouya multifasciata mempunyai kulit yang bersisik dan kering.
Kulitnya yang kurang menembus air, sehingga cairan yang hilang dari
badan melalui kulit sedikit. Tulang rusuk pada kadal dapat bergantian
merenggang kemudian merapat karena terdapat perangkat otot-otot
tulang rusuk yang yang berlawanan (Kimball, 1991).
Tubuh kadal memanjang, tertekan lateral, berkaki empat, kuat dan
dapat digunakan untuk memanjat. Mandibula bersatu di bagian anterior
dan tulang pterigoid, berkontak dengan tulang kuadrat. Kelopak mata
dapat digerakkan. Sabuk pectoral dapat berkembang baik dan mulut
lengkap. Ekornya digunakan untuk keseimbangan gerak ketika berlari
(Ville et al, 1998).
Kadal mencari makan di atas tanah dan memanjat dahan-dahan
tanaman untuk memangsa ulat. Hewan ini menggali lubang di tanah
untuk membuat sarang di mana ia menemukan sarang rayap, hama yang
membusukkan akar dan batang tanaman. Ia juga memangsa larva
penyerang akar tanaman (Porat. 2008).
Subordo lacertilia pada bagian rahang bawah bersatu sehingga kadal
kurang dapat membuka mulutnya. Hewan ini mempunyai dua pasang
anggota badan yang bersifat pentadactil. Membran thympani tidak
cembung dan celah auris external jelas terlihat. Palpebra superior dan
inferior dapat digerakkan, juga membran nictitansnya (Radiopoetro,
1977).

Mabouya multifasciata dapat bergenerasi. Kemampuan ini dapat


ditemukan pada bagian ujung ekor yang lepas. Hal ini terjadi jika ekor
kadal dipegang, maka vertebrata ini akan melepaskan ekornya untuk
melarikan diri (Storer dan Usinger, 1957).
Fertilisasi kadal termasuk fertilisasi internal. Kadal bersifat
ovovivipar dan menghasilkan telur dengan banyak kuning telur, dan telur
itu tumbuh dan berkembang dalam oviduk hewan betina. Embrio
dikelilingi oleh amnion, chorion, dan alantois (Brotowidjoyo, 1993).

III. MATERI DAN METODE


A. Materi
Alat-alat yang digunakan adalah bak preparat, pinset, gunting
bedah.
Bahan yang digunakan adalah kadal (Mabouya multifasciata), air
kran kloroform, dan tissue.
B. Metode
Metode yang digunakan dalam praktikum ini adalah sebagai
berikut:
1. Kadal dibius dengan kloroform.
2.

Pembedahan dimulai dengan pengguntingan di depan lubang


cloaca ke sisi kiri dan kanan tubuh ke arah depan melewati kaki
depan sampai ke tengah rahang bawah.

3.

Bagian yang digunting ditarik ke atas agar seluruh organ dalamnya


terlihat dengan bantuan pinset.

4.

Organ-organ yang terlihat diamati dan diberi nama sesuai gambar


yang diberikan oleh asisten.

5.

Mulut dipaksakan menganga dengan bantuan pinset untuk melihat


organ-organ dalam mulut.

B. Pembahasan
Hasil

pengamatan

anatomi

kadal

didapatkan hasil bahwa tubuh kadal

(Mabouya multifasciata)

tertutupi oleh kulit yang kering

dengan sisisk-sisik zat tanduk yang mengkilat di permukaanya tanpa


adanya kelenjar-kelenjar lendir. Menurut Kimball (1999) dan Radiopoetra
(1977), bagian tubuh Mabouya multifasciata terdiri atas caput, cerviks,
truncus, dan cauda. Caput berbentuk agak piramidal, meruncing ke arah
dorsal dan memipih dalam arah dorso-ventral. Caput terdapat rima oris
yang dibatasi oleh labium superius dan inferius dan mengandung gigi-gigi
halus yang sama bentuknya. Lubang telinga terdiri dari membran timpani
dan pada telinga tengah terdapat tulang kolumela. Organon visus
dilindungi oleh palpebra superior dan inferior yang keduanya dapat
digerakkan dan memiliki lensa crystalline. Selain itu juga terdapat
membrana nictitans (selaput tidur) yang dapat digerakan ke atas dan ke
bawah. Reptil mempunyai 3 kelopak mata yang dapat bergerak dan lidah
yang tak bercabang. Sepasang lubang hidung yang kecil terletak di ujung
moncong.
Kadal mempunyai trachea yang relatif panjang tergantung dari
panjangnya leher dan letak percabangan bronchii. Larynknya dibangun
oleh sepasang tulang rawan aritanoidea dan crichoidea yang tunggal.
Lipatan choane membentuk saluran nasopharink dan menyalurkan udara
pernapasan melalui choane masuk ke dalam larynk. Langit-langit mulut
Reptilia menurut Djuhanda (1982) terdiri dari:
1. Palatum durum di bagian depan atap rongga mulut yang disokong
oleh tulang premaksilla, maksilla, dan palatinum yang diselaputi
lendir.
2. Palatum mollae terletak di palatum durum dan merupakan langitlangit

lunak

yang

berotot

membagi

pharink

menjadi

rongga

nasofaringeus dan rongga orofaringeum.


Badan kadal umumnya langsing, bulat memanjang, dan sisiknya
berbentuk hexagonal. Sisik pada daerah perut berwarna putih kekuningkuningan, pada daerah dorsal berwarna cokelat kekuningan, dan bagian
ventral berwarna putih. Warna ini tergantung dari umum, jenis kelamin,
keadaan lingkungan dan keadaan fisiologis tubuhnya. Terdapat extrimitas
anterior dan posterior, yaitu sepasang kaki depan dan sepasang kaki
belakang yang berbentuk kecil dan pendek, masing-masing berjari lima

dengan cakar pada ujungnya. Bagian perut sebelah belakang antara kaki
belakang dan kaki ekor terdapat lubang cloaca. Ekor kadal cukup kukuh,
bersisik, bentuknya bulat panjang merucing ke ujungnya dan mudah
putus (autotomi) (Weichert et al, 1984).
Sistem pencernaan kadal dimulai dari mulut masuk ke oesophagus
yang kecil dan panjang terletak disebelah dalam dari trachea, berlanjut
ke lambung terletak di sebelah kiri rongga perut. Kelenjar-kelenjar
pencernaan terdiri dari: hati dan pancreas, terletak pada cekungan antara
lambung dan usus. Kantung empedu (vesica felea) terdapat pada
belakang dari kedua lobus hati. Saluran empedu (ductus cysticus) halus
bermuara pada usus bagian depan. Limpa bukan termasuk sistem
pencernaan, kecil dekat pancreas. Selanjutnya masuk ke usus halus
(intestine), yang juga terdiri dari tiga saluran yaitu usus dua belas jari
(duodenum), usus kosong (jejunum) dan penyerapan (ileum). Kemudian
dilanjutkan menuju usus besar (colom), lalu rectum, dan terakhir
bermuara di cloaca (Radiopoetro, 1977).
Sistem reproduksi Mabouya multifasciata jantan berupa sepasang
testis sebagai penghasil sperma yang dikeluarkan melalui saluran sperma
dan bersama urin keluar melalui cloaca. Cloaca merupakan suatu muara
dari

tiga

saluran

yaitu

pencernaan,

kelamin

(reproduksi),

dan

pengeluaran (ekskresi). Testis pada kadal mempunyai kecenderungan


bahwa satu testis terletak lebih tinggi dari testis yang lain. Bagian dari
ductus wolffi dekat testis berkelok-kelok untuk membentuk epididymis.
Ductus wolffi ke arah posterior menjadi vas defferens yang biasanya
lurus,

tetapi

ada

pula

yang

berkelok-kelok.

Sepasang

hemipenis

merupakan organ penyalur sperma terdapat di sisi kiri kanan lubang


cloaca agak ke pangkal ekor. Organ inilah yang membedakan kadal jantan
dengan betina, selain postur badan kadal jantan yang umumnya lebih
kecil (Radiopoetro, 1977).
Sedangkan sistem reproduksi pada kadal betina yaitu berupa sel
telur, ovarium, uterus, ginjal, oviduct, kantong kemih dan kloaka.
Ovarium kadal betina sebelah kanan posisinya juga lebih tinggi dari
ovarium lainnya. Ovum kadal betina yang telah dibuahi sperma akan
melalui oviduct dan akan dikelilingi oleh cangkang yang tahan air. Setelah
itu akan dikeluarkan melalui cloaca lalu dierami oleh induknya. Terdapat

persediaan kuning telur yang berlimpah sebagai cadangan makanan di


dalam telur tersebut (Djuanda, 1982).
Sistem ekskresi kadal dibangun oleh sepasang ginjal berbentuk
tidak teratur, berwarna merah tua, terdiri dari dua lobi anterior dan
posterior (Parker dan Haswell, 1978). Kadal mempunyai kantong kemih
atau kantong urin yang berfungsi membawa air untuk melembabkan
tanah yang akan digunakan sebagai sarang. Ureter bermuara dalam
cloaca dan akan diserap kembali kedalam kantong urine (Djuanda, 1982).

Berdasarkan

V. KESIMPULAN DAN SARAN


A. Kesimpulan
hasil
dan
pembahasan
sebelumnya,

dapat

disimpulkan bahwa:
1. Bagian tubuh Mabouya multifasciata terdiri atas caput (kepala),
truncus (badan), dan cauda (ekor).
2. Sistem pencernaan kadal dimulai dari mulut, oesophagus, lambung,
pancreas, selanjutnya masuk ke usus halus (intestine), lalu rectum
dan terakhir bermuara di cloaca.
3. Sistem respirasi pada kadal (Mabouya multifasciata) dimulai dari
celah udara masuk ke trachea yang panjang dan bercabang menjadi
bronchiolus yang berwarna merah muda.
4. Sistem ekskresi kadal dibangun oleh sepasang ginjal, kantong kemih
atau kantong urin, ureter yang bermuara dalam kloaka.
5. Mabouya multifasciata jantan memiliki sepasang testis yang satu
testisnya terletak lebih tinggi dari testis yang lain, epididymis, vas
defferens, ureter, vesica urinaria, dan sepasang hemipenis yang
membedakan kadal jantan dengan betina.
6. Sedangkan sistem reproduksi pada kadal betina yaitu berupa sel
telur, ovarium, uterus, ginjal, oviduct, kantong kemih dan cloaca.
B. Saran
Saran untuk praktikum ini adalah hendaknya praktikkan melakukan
pembedahan secara teliti dan hati hati agar tidak merusak organ organ
vital di dalam Mabouya multifasciata

DAFTAR REFERENSI
Brotowidjoyo, M. 1993. Zoologi Dasar. Erlangga, Jakarta.
Djuhanda, Tatang. 1982. Pengantar Anatomi Perbandingan Vertebrata 1.
Armico,
Bandung.
Ibrahim et al. 2003. An Annotated checklist of Herpetofauna of Langkawi
Island, Kedah,
Malaysia. Malayan Nature Journal.
Jasin. Maskoen. 1992. Zoologi Vertebrata untuk Perguruan Tinggi. Sinar
Wijaya, Surabaya.
Kimball, J. W. 1991. Biologi Jilid 3. Erlangga, Jakarta.
J. 1999. Biologi Jilid 3. Erlangga, Jakarta.
Manter and Miller. 1959. Introduction to Zoology. Harper and Row
Publisher, New York.
Miralles et al. 2009. Aurelien Three rare enigmatic. South American
skinks,
Zootaxa.
Parker, T. J. and Haswell, W. A. 1978. Text Book of Zoology II Vertebrates.
The
Mac Millan Press, New York.
Porat, E. 2008. Menakar Manfaat Predator di kawasan Wanatani Kopi,
Departemen
Kehutanan. Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan
dan Konservasi alam. Balai
Konservasi Sumber Daya Alam.
Radiopoetro. 1977. Zoologi. Erlangga, Jakarta.
Storer and Usinger. 1957. Element of Zoologi. The McGraw - Hill
Company Inc, USA.
Weichert, Charles K. 1984. Element of Chordate Anatomy 4th Edition. Mc
Graw
Hill Publishing Company Limited, New Delhi.