Anda di halaman 1dari 13

Indikator

Pengertian

Metode Amenore Laktasi


(MAL)
Metode anemorea laktasi (MAL)
adalah
kontrasepsi
yang
mengandalkan pemberian air
susus ibu (ASI)

KONTRASEPSI ALAMI
Senggama Terputus

Pan

Senggama terputus adalah metode Pasangan


keluarga berencana tradisional, menghinda
dimana pria mengeluarkan alat masa subur
kelalminnya (penis) dari vagina
sebelum pria mencapai ejakulasi.

MAL sebagai kontrasepsi bila:


-

Menyusui secara penuh


(full breast feeding)

Belum haid

Umur bayi kurang dari 6


bulan

Efektif sampai 6 bulan


Harus
dilanjutkan
dengan
pemakaian metode kontrasepsi
lainnya
atau

penekanan Alat
kelamin
penis
(penis)
dikeluarkan
sebelum
ejakulasi
sehingga sperma tidak masuk ke
dalam vagina dan kehamilan dapat
dicegah

Metode ka
Metode suh
Metode le
ovulasi b
Metode
(kombin
lendir se
(penjelas

Cara Kerja

Penundaan
ovulasi

Indikasi

Yang
dapat
menggunakan Suami yang ingin berpartisipasi
aktif dalam keluarga berencana
MAL:
Ibu yang menyusui secara Pasangan yang taat beragama atau
mempunyai alasan filosofi untuk
eksklusif,
bayinya
berumur
tidak memakai metode-metode
kurang dari 6 bulan dan belum
lain
mendapat haid setelah melahirkan Pasangan
yang
memerlukan
kontrasepsi dengan segera
Pasangan yang memerlukan metode
sementara, sambil menunggu
metode yang lain

semua
reproduk
teratur m
tidak
menyusu
semua
paritas b
nulipara
perempu

Pasangan
yang
membutuhkan
metode pendukung

Pasangan
yang
melakukan
hubungan seksual tidak teratur

Kontraindikasi

Yang seharusnya tidak pakai Suami dengan pengalaman ejakulasi


MAL
dini
Sudah mendapat haid setelah
Suami yang sulit melakukan
bersalinan
senggama terputus
Tidak menyusui secara ekslusif
Bayinya sudag berumur lebih dari
Suami yang memiliki kelainan fisik
6 bulan
atau psikologis
Bekerja dan terpisah dari bayi
lebih lam dari 6 jam
Ibu yang mempunyai pasangan yang
sulit bekerjasama

gemuk
perempu
perempu
kesahata
hipertens
dismeno
sedang
uteri,
ovarii, a
hepatitis
trombosi
emboli p
Pasangan
agama
tidak m
lain
Perempu
menggun
Pasangan
senggam
pada seti
Pasangan
termotiv
mengobs
menilai
kesubura

perempuan
paritas
kesehata
kehamila
kondisi r
perempuan
haid(
setelah a
perempuan
yang ti
MOB
perempuan
tidak
( berpa
Pasangan yang kurang dapat saling
tertentu

perempuan
menyent
genitalia
Pasangan yang tidak bersedia
melakukan senggama terputus
berkomunikasi

Keuntungan

Kerugian

Keuntungan kontrasepsi
Efektivitas tinggi (keberhasilan
98%
pada
enam
bulan
pascapersalinan)
Segera efektif
Tidak mengganggu senggama
Tidak ada efek samping secara
sistemik
Tidak perlu pengawasan medis
Tidak perlu obat atau alat
Tanpa biaya
Keuntungan non kontrasepsi
Untuk bayi
Mendapat
kekebalan
pasif
(mendapatkan
antibody
perlindungan lewat ASI)
Sumber asupan gizi yang terbaik
dan sempurna untuk tumbuh
kembang bayi yang optimal
Terhindar
dari
keterpaparan
terhadap kontaminasi dari air,
susu lain atau formula, atau
alat minum yang dipakai

Kontrasepsi
Efektif bila digunakan dengan benar
Tidak mengganggu produksi ASI
Dapat
digunakan
sebagai
pendukung metode KB lainnya
Tidak ada efek samping
Dapat digunakan setiap waktu
Tidak membutuhkan biaya
Nonkontrasepsi
Meningkatkan keterlibatan suami
dalam keluarga berencana
Untuk pasangan memungkinkan
hubungan lebih dekat dan
pengertian yang sangat dalam

Kontrasep
dapat
di
menghin
kehamila
tidak ada r
berhubun
kontrase
tidak ada e
murah atau
Nonkontra
meningkat
suami
berencan
menambah
sistem r
dan istri
memungki
relasi/
peningka
antara su

Untuk ibu
Mengurangi perdarahan pasca
persalinan
Mengurangi risiko anemia
Meningkatkan psikologik ibu dan
bayi
Keterbatasan
Keterbatasan

Perlu persiapan sejak perawatan Efektivitas


bergantung
pada
kesediaan
pasangan
untuk
kehamilan
agar
segera
melakukan senggama terputus
menyusui dalam 30 menit
setiap melaksanakannya (angka
pascapersalinan

sebagai
(
9-2
prempua
pertama
perlu pa

kegagalan 4 18 kehamilan per


Mungkin sulit dilaksanankan
100 perempuan per tahun)
karena kondisi social

Efektivitas
akan jauh menurun
Efektivitasnya
tinggi
hanya
apabila sperma dalam 24 jam
sampai kembalinya haid atau
sejak ejakulasi masih melekat
sampai dengan 6 bulan
pada penis
Tidak melindungi terhadap IMS Memutus
kenikmatan
dalam
termasuk
virus
hepatitis
berhubungan seksual
B/HBV dan HIV/AIDS

Lain lain
(di
selanjutnya)

lembar

Instruksi kepada klien (hal yang Instruksi bagi klien


harus disampaikan kepada klien)

subur
kehamila
perlu pen
infeksi v
serviks s
termome
untuk m
tidak te
termasuk
HIV/AID
Penjelasan

MAL
Instruksi kepada klien (hal yang harus disampaikan kepada klien)

Seberapa sering harus menyusui


Bayi disusui secara on demand (menurut kebutuhan bayi). Biarkan bayi menyelesaikan
menghisap dari satu payudara sebelum memberikan payudara lain, supaya bayi mendapat
cukup banyak susu akhir (hind milk)bayi hanya membutuhkan sedikit ASI dari payudara
berikut atau samasekali tidak memerlukan lagi. Ibu dapat memulai dengan memberikan
payudara lain pada waktu menyusui berikutnya sehingga kedua payudara memproduksi
banyak susu

Biarkan bayi menghisap sampai dia sendiri yang melepaskan hisapannya

Susui bayi ibu juga pada malam hari karena meyusui waktu malam membantu
mempertahankan kecukupan persediaan ASI

Bayi terus disusukan walau ibu/bayi sedang sakit

ASI dapat disimpan dalam lemari pendingin

Kapan mulai memberikan makanan padat sebagai makanan pendamping ASI. Selama
bayi tumbuh dan berkembang dengan baik serta kenaikan berat badan cukup, bayi tidak
memerlukan makanan selai ASI sampai dengan umur 6 bulan

Apabila ibu menggantikan ASI dengan minuman atau makanan lain, bayi akan
menghisap kurng sering dan akibatnya menyusui tidak lagi efektif sebagai metode
kontrasepsi

Haid. Ketika ibu mulai dapat haid lagi, itu pertanda ibu sudah subur kembali dan harus
segera mulai menggunakan metode KB lainnya

Untuk kontrasepsi dan kesehatan:

Anda memerlukan metode kontrasepsi lain ketika anda mulai dapat haid lagi, jika
anda tidak lagi menyusui secara eksklusif atau bila bayi anda sudah berumur 6 bulan

Konsultasi dengan bidan/dokter atau di klinik/puskesmas sebelum anda mulai


memakai metode kontrasespsi lainnya

Jika suami/pasangan anda berisiko tinggi terpapar IMS, termasuk AIDS, anda harus
pakai kondom ketika pakai MAL

Apa yang harus dilakukan bila pasien menyusui tidak secara eksklusif atau berhenti
menyusui
-

Anda perlu kondom atau metode kontrasepsi lain ketika anda tidak menyusui lagi
secara eksklusif

Ke klinik KB untuk membantu memilihkan atau memberikan metode kontrasepsi lain


yang sesuai

Beberapa catatan dari consensus Bellagio (1988) untuk mencapai keefektifan 98%

Ibu harus menyusui secara penuh atau hampir penuh (hanya sesekali diberi 1 2 teguk
air.minuman pada upacara adat/agama)

Perdarahan sebelum 56 hari pascapersalinan dapat diabaikan (belum dianggap haid)

Bayi menghisap secara langsung

Menyusui dimulai dari setengah sampai satu jam setelah lahir

Kolostrum diberikan kepada bayi

Pola menyusui on demand dan dari kedua payudara

Sering menyusui selama 24 jam termasuk malam hari

Hindari jarak menyusui lebih dari 4 jam

Setelah bayi berumur 6 bulan, kembalinya kesuburan, kembalinya kesuburan mungkin


didahului haid, tetapi dapat juga tanpa didahului haid. Efek ketidaksuburan karena menyusui
sangat dipengaruhi oleh aspek-aspek:

Cara menyusui

Seringnya menyusui

Lamanya setiap kali menyusui

Jarak antara menyusui

Kesungguhan menyusui
SENGGAMA TERPUTUS

Intruksi bagi klien

Meningkatkan kerjasama dan membangun saling pengertian sebelum melakukan


hubungna seksual dan pasangan harus mendiskusikan dan menyepakati penggunaan
metode senggama terputus

Sebelum berhubungan pria terlebih dahulu mengosongkan kandung kemih dan


membersihkan ujung penis untuk menghilangkan sperma dari ejakulasi sebelumnya

Apabila merasa akan ejakulasi, pria segera mengeluarkan penisnya dari vagina
pasangannya dan mengeluarkan sperma di luar vagina. Pastikan pria tidak terlambat
melaksanakannya

Tidak dianjurkan pada masa subur

PANTANG BERKALA
Metode Kalender (Ogino Knaus)

Dasar : menentukan waktu ovulasi dari data haid yang dicatat selama 6-12 bulan terakhir.

Tahun 1930 Kyusaku Ogino di Jepang dan Herman Kraus du Austria, yang bekerja sendirisendiri, menemukan bahwa:
-

Ogino : ovulasi umumnya terjadi pada hari ke-15 sebelum haid berikutnya, tetaspi dapat
pula terjadi 12-16 hari sebelum haid yang akan datang.

Knaus : ovulais selalu terjadi pada hari ke-15 sebelum haid yang akan datang.

Problem terbesar dengan metode kalendar adalah bahwa jarang ada wanita yang mempunyai
siklus haid teratur setiap 28 hari.

Tehnik metode kalendar:


seorang wanita menentukan masa suburnya dengan:
-

Mengurangi 18 hari dari siklus haid terpendek, untuk menentukan awal dari masa
suburnya

Mengurangi 11 hari dari siklus haid terpanjang, untuk menentukan akhir dari masa
suburnya.

Kalkulasi masa subur secara tradisional didasarkan pada 3 asumsi:


-

Ovulasi terjadi pada hari ke-14 tambah kurang dari 2 hari sebelum permulaan haid
berikutnya.

Spermatozoa bertahan hidup 2-3 hari

Ovum hidup selama 24 jam.

Diperlukan catatan siklus haid 8 bulan atau lebih

Hari pertama persangkaan masa subur : siklus terpendek 18. Asal angka 18 adalah 14 + 2
+2 2 menunjukkan hari hidup spermatozoa

Hari terakhir persangkaan masa subur: siklus terpanjang 11. Asal angka 11 adalah 14 2
1 1 menunjukkan hari hidup ovum

Efektivitas metode kalender


Angka kegagalan : 14.4 47 kehamilan pada 100 wanita per tahun.

Metode suhu basal (termal)

Dasar : peninggian suhu badan basal 0.2 0.5 pada waktu ovulasi.
Peninggian suhu badan basal mulai 1-2 hari setelah ovulasi dan disebabkan oleh peningian
kadar hormon progesteron.

Teknik metode basal:


-

Umumnya digunakan termometer khusus dengan kaliberasi yang diperbesar (basar


termometer), meskipun termometer biasa dapat dipakai juga.

Waktu pengukuran harus pada saat yang sama setiap pagi dan setelah tidur nyenyak
sedikitnya 3-5 jam serta masih dalam keadaan istirahat mutlak.

Pengukuran dilakukan secara :


-

Oral (3 menit)

Rektal (1 menit), ini cara terbaik

Vaginal

Faktor-faktor yang mempengaruhi suhu badan basal:


1. Influensa atau infeksi traktus respiratorius lain

2. Infeksi/ penyakit-penyakit lain yang meninggikan suhu badan


3. Inflaasi lokal lidahm , mulut atau daerah anus.
4. Faktor-faltor situasional seperti mimpi buruk, jet lag, mengganti popok bayi pukul 6 pagi
5. Jam tidur yang iregular
6. Pemakaian minuman panas dingin sebelum pengambilan suhu badan basal
7. Pemakaian selimut elektrik
8. Kegagalan membaca termometer dengan tepat/ baik

Macam- macam peninggian suhu badan basal:


-

Peninggian suhu yang mendadak (abrupt). Ini yang paling sering terjadi

Peninggian suhu yang perlahan-lahan

Peninggian suhu yang bertingkat, umumnya didahului penurunan suhu yang cukup tajam

Peninggian suhu seperti gigi gergaji

Efektivitas Metode Suhu Badan Basal


Angka kegagalan : 0,3 6,6 kehamilan pada 100 wanita per tahun. Kerugian utama metode
suhu badan basal adalah bahwa abstines sudah harus dilakukan pada masa pra-ovulasi.

Metode Lendir serviks

Dasar : perubahan siklis dari lendir serviks yang terjadi karena perubahan kadar estrogen

Peranan lendir serviks


Lendir serviks yang diatur oleh hormon estrogen dan progesteron ikut berperan dalam
reproduksi. Pada tiap siklus haid diproduksi 2 macam lendir serviks oleh sel serviks, yaitu :
-

Lendir tipe E

o Diproduksi pada fase akhir pra ovulasi dan fase ovulasi


o Sifat-sifat :

Banyak, tipism seperti air (jernih) dan viskositas rendah.

Spinnbarkeit elastisitas besar. Spinnbarkeit = sampai seberapa jauh lendir dapat


diregangkan sebelum putus.

Bila dikeringkan terjadi bentuk seperti daun pakis (fernlike pattern, ferning,
arborization)

o Spermatozoa dapat menembus lendir ini


-

Lendir tipe G
o Diproduksi pada awal praovulasi dan setelah ovulasi
o Sifat-sifat:

Kental

Viskositas tinggi

Keruh (opaque)

o Dibuat karena peninggian kadar progesterone


o Spermatozoa tidak dapat menembus lendir ini

Ciri-ciri lendir serviks pada berbagai fase sari siklua haid (30 hari):
Fase 1

Fase 2

Haid

Pasca haid

Hari 1-5

Hari 6-10

Fase 3
Awal
ovulasi

Fase 4

Fase 5

Fase 6

pra- Segera sebelum, Pasca-ovulasi Akhir


pda

saat

dan Hari 18-21

ovulasi

pasca
atau

Lendir dapat ada Tidak

ada Hari 11-13

keruh, Hari 14-17

tau tidak, dan

lendir

tertutup

hanya sedikit

kuning

sekali

putih, dan liat

oleh

darah hai
Perasaan

Perasaan

wanita : basah

wanita

dan

kering

licin

atau Lendir

sesudah ovulasi. Lendir sedikit,


atau Lendir

Perasaan
:

(lubrikatif)

wanita:

liat

dan/atau
lembab

keruh dan liat

bersifat Perasaan

jernih,

licin,

wanita:

basah,

dapat

dan/atau

diregangkan

lembab

Dengan
konsistensi
seperti

putih

telur

segera

pra

haid
Hari 27-30

liat Lendir

jernih

dan seperti air

Perasaan
wanita:

liat/

dan

atau

lembab

dan/

atau basah

Hari terakhir dari


fase ini dikenal
sebagai gejalapuncal(peak
symptom)
Perasaan wanita:
lubrikatif
dan/atau basah

Tehnik metode lendir serviks:


Abstinens dimulai pada hari pertama diketahui adanya lendir setelah haid dan berlanjut
sampai dengan hari ke-empat setelah gejal apuncak (peak symptom)

Penyulit-penyulit metode lendir serviks


a. Keadaan fisiologis: sekresi vagina karena rangsangan seksual
b. Keadaan patologis: infeksi vagina, serviks, penyakit-penyakit, pemakaian obat-obatan
c. Keadaan psikologis: stres (fisik dan emosional)

Efektivitas metode lendir serviks

Angka kegaglan: 0,4-39.7 kehamilan pada 100 wanita per tahun. Disamping abstinens pada
saat yang diperlukan, masih ada 3 sebab lain terjadinya kegagalan/ kehamilan:
-

Pengeluaran lendir mulainya melambat

Gejala puncak (peak symptom) timbul terlalu awal/dini

Lendir tidak dirasakan oleh si-wanita atau dinilai/interpretasi salah.