Anda di halaman 1dari 2

Personal Assignment 4

Bacalah kutipan artikel di bawah ini dan kemudian jawablah pertanyaan berikut :
1. Berikan tanggapan anda tentang penggunaan drone di medan perang dimana
dalam pendekatan tradisional perang dilakukan oleh prajurit dengan
menggunakan senjata,tetapi dengan adanya drone senjata telah menjadi
prajurit, senjata bisa mengambil keputusannya sendiri.
2. Siapa sebenarnya yang membuat keputusan akhir untuk membunuh?
3. Bisakah robot membedakan antara sasaran militer dan sipil?
4. Robot tidak bisa didakwa melakukan kejahatan perang , jika ada korban sipil
yang menjadi korban, siapa yang harus bertanggung jawab?.

FRIDAY, 06 JULY 2012


Sumber : ChristianToday.com | Puji Astuti

Gereja Methodis di Plymouth, Inggris berdebat mengenai tindakan pemerintah Inggris


bersama sekutunya yang menyerang tersangka teroris di utara Pakistan dengan
pesawat tanpa awak (drone) dan menyebabkan ribuan orang tewas sejak 2004. Pada
akhirnya mereka sepakat untuk meminta pemerintah menghentikan tindakan yang
dianggap kejam tersebut.

"Angka akurat mereka yang tewas sulit diperoleh, tetapi diperkirakan antara 1,717 dan
2,680 sejak 2004," demikian laporan yang dikutip oleh ChristianToday.com (5/7).
"Bahkan lebih sulit lagi menentukan proporsi orang yang tewas, apakah militant, teroris
atau warga sipil."
Penyerangan menggunakan pesawat tanpa awak adalah strategi untuk menurunkan
resiko tewasnya tentara. Namun tindakan pemerintah Inggris beserta sekutunya yang
langsung menyerang dengan tujuan langsung menewaskan targetnya dianggap Gereja
Methodis sebagai sesuatu yang tak jauh beda dengan yang dilakukan para teroris,
karena menjatuhkan hukuman tanpa proses hukum sebagaimana seharusnya.
Pernyataan Gereja Methodis tersebut mendapat dukungan dari United Reformed Chuch
(URC) dan Babtist Union of Great Britain (BUGD). Mereka memandang permasalahan
tindakan bangsa-bangsa dari dunia barat yang menyerang dengan membabi-buta
pasca kejadian 11 September berhubungan dengan isu etika dan harus segera
dihentikan.
Perang selalu menimbulkan kesedihan mendalam karena banyak orang yang berdosa
juga terkena dampaknya, bahkan tidak jarang orang sipil juga tewas. Untuk itu, tindakan
Gereja Methodis yang bersuara agar perang ini segera dihentikan patut didukung,
namun tentunya juga kewaspadaan terhadap serangan ekstrimis dan terorisme jangan
melemah.