Anda di halaman 1dari 11

FARMASI SOSIAL

LENNI DWI PANDANNI


YULYANA CHRISTINE THIE
EKI DEWI MELINDA FIRDIANTI
LALITA TIRSA
NOVILIA NYOTO
WYDIA OPSITARI
SYLVIA SILVANUS SIE
GUNAWAN PUTRA HALIM
VERLITA EVELYN SUSANTO

1120195
1130405
1130406
1130412
1130451
1130484
1130486
1130506
1130507

Hasil Wawancara
Pasien kami termasuk non-adherent
karena skor yang didapatkan < 50.
Skor yang didapat sebanyak 40.

Data pasien kelas :


Adherence
:%
Non adherence : %

Teori Perilaku

Health Belief Model

Social Cognitive Theory

perilaku dihasilkan dari stimulus eksternal dan


dijelaskan dalam bentuk hadiah dan hukuman
perilaku dihasilkan dari proses berpikir seperti
penalaran, pengambilan keputusan dan pemecahan
masalah.
mayoritas pendorong perilaku manusia adalah social in
nature (aku sih ngartikannya perilaku sosial)
orang dapat belajar perilaku dari melihat orang lainproses ini dinamakan pembelajaran observasional
Pembelajaran observasional mampu meningkatkan
kepatuhan pengobatan misalnya aspek berolahraga,
diet, dan deteksi kanker (contoh : menonton artis yang
melakukan olahraga di televisi)

Menurut bandura
Perilaku seseorang dipelajari dan
diubah dengan memberi perhatian
khusus.
Individu mempunyai harapan dan
keyakinan->agar mampu berubah
Self efficacy yang tinggi ->tujuan
yang tinggi untuk mencapai apa yang
diinginkan

Locus of control menurut rotter- > orang berbeda yang


diberikan informasi sama, akan mempelajari hal yang berbeda.
jika orang tersebut mendapatkan hadiah setelah melakukan hal
tertentu maka dia akan mengulanginya lagi. Dan sebaliknya
jika diberi hukuman maka mereka akan sukar mengulanginya.
Yang lain tidak merespon seperti itu. Bahkan ada yang
menganggap mereka tidak mendapatkan apa apa dari belajar
hal tersebut.
Locus of control menurut Wallston orang yang tinggi di internal
locus of control akan menganggap perilaku sehat akan
mendapatkan kesehatan. Sedangkan eksternal cenderung
mengandalkan nasib atau kesempatan atau mengandalkan
bantuan orang lain.
Orang yang internal locus of controlnya tinggi cenderung lebih
patuh terhadap pengobatan .

Faktor Faktor Penyebab Perilaku Non


Adherence
Sumber : Rob Horne, Nonadherence to Medication:
Causes and Implications for Care, chapter 6, page 118 119

Karakteristik penyakit dan pengobatan


Bentuk obat yang susah dibuka
Penggunaan obat dosis kompleks untuk

penyakit tertentu
Penyakit akut atau kronis

Karakteristik pasien
Sosiodemografi : umur, gender, kelas sosial,

pendidikan
Sifat tetap : kepribadian, intelegensi

Kepatuhan dan pengetahuan pasien


Minim pengetahuan terhadap medikasi

Intervensi Perilaku non Adherence