Anda di halaman 1dari 63

MATA KULIAH

: SWAMEDIKASI

MAKALAH
KULIT, GATAL, DAN JERAWAT

OLEH:
KELOMPOK II
KELAS C

WAHYUDIANA TAHIR

N21113072

ALFRED YUSUF

N21113073

ANDI TALBANI AH N21113081

SEMESTER AKHIR 2013/2014


PENDIDIKAN PROFESI APOTEKER
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2014

BAB I
PENDAHULUAN
Penyakit kulit di Indonesia pada umumnya lebih banyak disebabkan
karena infeksi bakteri, jamur, virus, dan karena dasar alergi, berbeda
dengan negara Barat yang banyak dipengaruhi oleh faktor degeneratif.
Faktor lain penyakit kulit adalah kebiasaan masyarakat dan lingkungan
yang tidak bersih.
Timbulnya penyakit kulit yang diderita masyarakat dan banyaknya
tayangan media yang menonjolkan produk terbaik sebagai sumber
informasi tentang obat, pengobatan dan pemakaiannya secara tepat
memotivasi masyarakat untuk memilih pengobatan sendiri sebagai salah
satu cara untuk mengatasi keluhan keluhan yang ditimbulkan.
Tujuan pengobatan sendiri adalah untuk menanggulangi secara cepat
dan efektif keluhan yang tidak memerlukan konsultasi medis, mengurangi
beban pelayanan kesehatan pada keterbatasan sumber daya dan tenaga,
serta meningkatkan keterjangkauan masyarakat yang jauh dari pelayanan
kesehatan.Alasan

pengobatan

sendiri

adalah

kepraktisan

waktu,

kepercayaan pada obat tradisional, masalah privasi, biaya, jarak, dan


kepuasan terhadap pelayanan kesehatan.
Salah satu penyakit yang dapat diobati sendiri (swamedikasi) adalah
Penyakit kulit, gatal-gatal dan jerawat. Penyakit ini yang umum dijumpai
pada kulit dan dapat menimpa semua orang. Berdasarkan hal tersebut
pada makalah ini akan dipaparkan sekilas tentang swamedikasi dari
penyakit kulit, gatal-gatal dan jerawat.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
II.1. Anatomi Kulit
Kulit adalah organ yang terletak paling luar dan membatasinya dari
lingkungan hidup manusia. Luas kulit orang dewasa sekitar 2 m 2 dengan
berat kira-kira 16% berat badan. Kulit merupakan organ yang esensial dan
vital serta merupakan cermin kesehatan dan kehidupan. Kulit juga sangat
kompleks, elastis dan sensitif, bervariasi pada keadaan iklim, umur, jenis
kelamin, ras, dan juga bergantung pada lokasi tubuh (Tortora, Derrickson,
2009).
Warna kulit berbeda-beda dari kulit yang berwarna terang, pirang
dan hitam, warna merah muda pada telapak kaki dan tangan bayi, serta
warna hitam kecoklatan pada genitalia orang dewasa (Djuanda, 2003).
Demikian pula kulit bervariasi mengenai lembut, tipis dan tebalnya; kulit
yang elastis dan longgar terdapat pada palpebra, bibir dan preputium, kulit
yang tebal dan tegang terdapat di telapak kaki dan tangan dewasa. Kulit
yang tipis terdapat pada muka, yang berambut kasar terdapat pada kepala
(Djuanda, 2003).
Pembagian kulit secara garis besar tersusun atas tiga lapisan
utama yaitu lapisan epidermis atau kutikel, lapisan dermis, dan lapisan
subkutis. Tidak ada garis tegas yang memisahkan dermis dan subkutis,
subkutis ditandai dengan adanya jaringan ikat longgar dan adanya sel dan
jaringan lemak (Tortora, Derrickson, 2009).
II.1.1. Lapisan Epidermis
Lapisan epidermis terdiri atas stratum korneum, stratum lusidum,
stratum granulosum, stratum spinosum, dan stratum basale. Stratum
korneum adalah lapisan kulit yang paling luar dan terdiri atas beberapa
lapisan sel-sel gepeng yang mati, tidak berinti, dan protoplasmanya telah
berubah menjadi keratin (zat tanduk). Stratum lusidum terdapat langsung

di bawah lapisan korneum, merupakan lapisan sel-sel gepeng tanpa inti


dengan protoplasma yang berubah menjadi protein yang disebut eleidin.
Lapisan tersebut tampak lebih jelas di telapak tangan dan kaki (Djuanda,
2003).
Stratum granulosum merupakan 2 atau 3 lapis sel-sel gepeng
dengan sitoplasma berbutir kasar dan terdapat inti di antaranya. Butir-butir
kasar ini terdiri atas keratohialin. Stratum spinosum terdiri atas beberapa
lapis sel yang berbentuk poligonal yang besarnya berbeda-beda karena
adanya

proses

mitosis.

Protoplasmanya

jernih

karena

banyak

mengandung glikogen dan inti terletak ditengah-tengah. Sel-sel ini makin


dekat ke permukaan makin gepeng bentuknya. Di antara sel-sel stratum
spinosun terdapat jembatan-jembatan antar sel yang terdiri atas
protoplasma dan tonofibril atau keratin. Pelekatan antar jembatanjembatan ini membentuk penebalan bulat kecil yang disebut nodulus
Bizzozero. Di antara sel-sel spinosum terdapat pula sel Langerhans. Selsel stratum spinosum mengandung banyak glikogen (Djuanda, 2003).
Stratum germinativum terdiri atas sel-sel berbentuk kubus yang
tersusun vertikal pada perbatasan dermo-epidermal berbasis seperti
pagar (palisade). Lapisan ini merupakan lapisan epidermis yang paling
bawah. Sel-sel basal ini mengalami mitosis dan berfungsi reproduktif.
Lapisan ini terdiri atas dua jenis sel yaitu sel-sel yang berbentuk kolumnar
dengan protoplasma basofilik inti lonjong dan besar, dihubungkan satu
dengan lain oleh jembatan antarsel dan sel pembentuk melanin atau clear
cell yang merupakan sel-sel berwarna muda dengan sitoplasma basofilik
dan inti gelap serta mengandung butir pigmen (melanosomes) (Djuanda,
2003).
II.1.2. Lapisan Dermis
Lapisan yang terletak dibawah lapisan epidermis adalah lapisan
dermis yang jauh lebih tebal daripada epidermis. Lapisan ini terdiri atas
lapisan elastis dan fibrosa padat dengan elemen-elemen selular dan

folikel rambut. Secara garis besar dibagi menjadi 2 bagian yakni pars
papilare yaitu bagian yang menonjol ke epidermis, berisi ujung serabut
saraf dan pembuluh darah dan pars retikulare yaitu bagian bawahnya
yang menonjol kearah subkutan, bagian ini terdiri atas serabut-serabut
penunjang misalnya serabut kolagen, elastin dan retikulin. Dasar lapisan
ini terdiri atas cairan kental asam hialuronat dan kondroitin sulfat, di
bagian ini terdapat pula fibroblast, membentuk ikatan yang mengandung
hidrksiprolin dan hidroksisilin. Kolagen muda bersifat lentur dengan
bertambah umur menjadi kurang larut sehingga makin stabil. Retikulin
mirip kolagen muda. Serabut elastin biasanya bergelombang, berbentuk
amorf dan mudah mengembang serta lebih elastis (Djuanda, 2003).
II.1.3. Lapisan Subkutis
Lapisan subkutis adalah kelanjutan dermis yang terdiri atas
jaringan ikat longgar berisi sel-sel lemak di dalamnya. Sel-sel lemak
merupakan sel bulat, besar, dengan inti terdesak ke pinggir sitoplasma
lemak yang bertambah. Sel-sel ini membentuk kelompok yang dipisahkan
satu dengan yang lain oleh trabekula yang fibrosa. Lapisan sel-sel lemak
disebut panikulus adipose, berfungsi sebagai cadangan makanan. Di
lapisan ini terdapat ujung-ujung saraf tepi, pembuluh darah, dan getah
bening. Tebal tipisnya jaringan lemak tidak sama bergantung pada
lokasinya. Di abdomen dapat mencapai ketebalan 3 cm, di daerah kelopak
mata dan penis sangat sedikit. Lapisan lemak ini juga merupakan
bantalan (Djuanda, 2003).
II.1.4. Adneksa Kulit
Adneksa kulit terdiri atas kelenjar-kelenjar kulit, rambut dan kuku.
Kelenjar kulit terdapat di lapisan dermis, terdiri atas kelenjar keringat dan
kelenjar palit. Ada dua macam kelenjar keringat, yaitu kelenjar ekrin yang
kecil-kecil, terletak dangkal di dermis dengan sekret yang encer dan

kelenjar apokrin yang lebih besar, terletak lebih dalam dan sekretnya lebih
kental (Djuanda, 2003).
Kelenjar enkrin telah dibentuk sempurna pada 28 minggu
kehamilan dan berfungsi 40 minggu setelah kehamilan. Saluran kelenjar
ini berbentuk spiral dan bermuara langsung di permukaan kulit. Terdapat
di seluruh permukaan kulit dan terbanyak di telapak tangan dan kaki, dahi,
dan aksila. Sekresi bergantung pada beberapa faktor dan dipengaruhi
oleh saraf kolinergik, faktor panas, dan emosional (Djuanda, 2003).
Kelenjar apokrin dipengaruhi oleh saraf adrenergik, terdapat di
aksila, areola mame, pubis, labia minora, dan saluran telinga luar. Fungsi
apokrin pada manusia belum jelas, pada waktu lahir kecil, tetapi pada
pubertas mulai besar dan mengeluarkan sekret. Keringat mengandung air,
elektrolit, asam laktat, dan glukosa, biasanya pH sekitar 4-6,8 (Djuanda,
2003).
Kelenjar palit terletak di selruh permukaan kulit manusia kecuali di
telapak tangan dan kaki. Kelenjar palit disebut juga kelenjar holokrin
karena tidak berlumen dan sekret kelenjar ini berasal dari dekomposisi
sel-sel kelenjar. Kelenjar palit biasanya terdapat di samping akar rambut
dan muaranya terdapat pada lumen akar rambut (folikel rambut). Sebum
mengandung trigliserida, asam lemak bebas, skualen, wax ester, dan
kolesterol. Sekresi dipengaruhi hormon androgen, pada anak-anak jumlah
kelenjar palit sedikit, pada pubertas menjadi lebih besar dan banyak serta
mulai berfungsi secara aktif (Djuanda, 2003).
Kuku, adalah bagian terminal stratum korneum yang menebal.
Bagian kuku yang terbenam dalam kulit jari disebut akar kuku, bagian
yang terbuka di atas dasar jaringan lunak kulit pada ujung jari dikenali
sebagai badan kuku, dan yang paling ujung adalah bagian kuku yang
bebas. Kuku tumbuh dari akar kuku keluar dengan kecepatan tumbuh
kira-kira 1 mm per minggu. Sisi kuku agak mencekung membentuk alur
kuku. Kulit tipis yang yang menutupi kuku di bagian proksimal disebut

eponikium sedang kulit yang ditutupki bagian kuku bebas disebut


hiponikium (Djuanda, 2003).

Gambar 2.1 Anatomi kulit


(Dikutip

dari:

http://dokterrosfanty.blogspot.com/2009/08/anatomi-dan-

fisiologi-kulit.html)
Kulit dan apendicesnya merupakan

struktur

kompleks

yang

membentuk jaringan tubuh yang kuat dan keras. Fungsinya dapat


dipengaruhi oleh kerusakan terhadap struktur demikian juga oleh penyakit.
Karena terdapat banyak penyakit yang memengaruhi kulit maka hanya
yang paling sering ditemukan saja yang akan dibahas di sini.
Penyakit kulit dapat terjadi karena berbagai faktor, mulai dari
karena terkena virus, lingkungan yang terkontaminasi dan masih banyak
faktor-faktor lainnya. Berikut adalah beberapa jenis penyakit kulit.

II.2. Bisul (Furunkel)


Bisul merupakan infeksi kulit berupa benjolan, tampak memerah,
yang akan membesar. Benjolan ini berisi nanah, dan terasa panas dan
berdenyut. Bisul bisa tumbuh di semua bagian tubuh. Namun lebih banyak
tumbuh pada bagian tubuh yang lembab, seperti, lipatan paha, sela
bokong, sekitar leher, ketiak, dan juga kepala.
Bisul merupakan salah satu penyakit kulit yang mengganggu. Rasa
nyeri yang luar biasa pada bagian yang diserang bisul mengakibatkan
terganggunya beberapa aktivitas. Penyakit kulit yang bernama bisul ini
disebabkan oleh adanya infeksi dari bakteri Stafilokus aureus pada kulit.
Penginfeksian oleh bakteri Stafilokus aureus tersebut biasanya masuk
melalui kelenjar minyak, rambut folikel, dan kelenjar keringat yang
kemudian mengakibatkan infeksi lokal.
Seperti yang terjadi pada penyakit kulit lainnya bahwa bisul juga
disebabkan

oleh

kurang

bersihnya

seseorang

dalam

menjaga

kebersihannya. Tidak hanya masalah kebersihan saja tetapi juga


dikarenakan oleh pemakaian kosmetik yang terlalu lama dan proses
pembersihannya yang kurang rapi sehingga kosmetik menyumbat poripori kulit. Penyebab lainnya yang juga mampu mendatangkan penyakit
bisul pada kulit adalah luka luar yang terbuka dan akhirnya terkena infeksi
bakteri Stafilokokus aureus. Selain itu juga disebabkan oleh terjadinya
pelemahan karena diabetes.
Penyakit bisul memang sangat mengganggu sekali. Apalagi
penyakit kulit yang satu ini sering datang pada daerah-daerah yang sering
digunakan untuk aktivitas sehingga ketika digunakan untuk beraktivitas
maka rasa nyeri akan datang menyerang. Bisul memang biasa tumbuh
pada daerah yang sekitar kulit yang memiliki kelembapan yang tinggi
dibandingkan dengan daerah yang lainnya. Daerah kulit yang biasanya
dijadikan sarang tumbuhnya bisul adalah pada lipatan paha, ketiak, leher,
kepala, dan paling banyak adalah di sekitar bokong.

Penyakit bisul bisa dilihat dengan mata terbuka, biasanya berupa


benjolan yang terus membesar dan berwarna kemerahan. Mirip seperti
jerawat namun bisul berpuluh-puluh lipat besarnya jika dibandingkan
dengan jerawat. Benjolan yang diakibatkan oleh bisul tersebut berisikan
cairan nanah yang terasa panas dan berdenyut. Untuk mengobatinya
cukup dioleskan salep yang bisa dibeli di apotik terdekat. Pemakaian
salep digunakan agar bisul cepat membesar dan akhirnya mengeluarkan
nanah. Biasanya orang akan memencet bisul tersebut dengan tangah
hingga bisul benar-benar keluar semua nanahnya tinggal darah kotor saja.
Untuk pencegahan agar tidak terkena penyakit bisul amatlah
mudah caranya. Menjaga kebersihan diri dengan mandi yang bersih dan
menggunakan sabun serta menjaga juga kebersihan lingkungan maka
penyakit bisul yang menyiksa kulit akan mampu dihindari. Jangan lupa
juga untuk selalu menjaga asupan gizi yang cukup diperlukan oleh tubuh.
Bukankah badan yang sehat akan mampu menghindarkan diri dari
penyakit serta meningkatkan imunitas tubuh.
II.3 Kudis (Skabies)
Kudis adalah penyebab kulit yang menyebabkan gatal dan sangat
menular disebabkan oleh infestasi tungau Sarcoptes scabiei. Kudis
disebabkan parasit tungau berkaki delapan kecil dengan ukuran hanya 1/3
milimeter dan liang ke dalam kulit untuk menghasilkan rasa gatal, yang
cenderung lebih buruk di malam hari. Tungau yang menyebabkan
penyakit kulit kudis dapat dilihat dengan kaca pembesar atau mikroskop.
Tungau kudis merangkak tetapi tidak dapat terbang atau melompat.
Mereka bergerak pada suhu di bawah 20 derajat celcius, dan mereka
dapat bertahan hidup untuk waktu lama pada suhu tersebut. Maka dari itu
penting untuk menjaga kelembapan kulit dari serangan penyakit kudis.
Menurut catatan kutu kudis terjadi di seluruh dunia dan sangat umum

sebagai penyebab penyakit kulit. Diperkirakan bahwa di seluruh dunia,


sekitar 300 juta kasus terjadi setiap tahunnya.
Modus penularan penyakit kudis melalui kontak kulit dengan kulit.
Tungau Kudis sangat sensitif terhadap lingkungan mereka. Mereka hanya
bisa hidup dari tubuh host untuk 24-36 jam, transmisinya melibatkan
kontak orang ke orang. Kontak seksual fisik juga dapat menularkan
penyakit, bahkan hubungan seksual adalah bentuk paling umum diakui
menjadi penyebab penularan di kalangan anak muda yang aktif seksual,
dan kudis telah dianggap menjadi penyakit menular seksual (PMS).
bentuk lain dari kontak fisik, seperti memeluk ibu mereka anak-anak,
cukup untuk menyebarkan tungau.
Menderita penyakit kulit seperti kudis dapat menjadi pengalaman
yang sangat buruk. Kudis disebabkan oleh kutu kudis. Penyakit ini
menempel di kulit menjadi kerak dan akan menyebabkan lecet. Jika
dibiarkan tanpa ada penanganan dari dokter, dapat menyebar ke seluruh
tubuh. Kudis merupakan penyakit menular karena dapat menyebar melalui
kulit ke kulit. Selain itu, kudis bisa diderita oleh semua orang tanpa
memandang jenis kelamin dan umur. Namun, penyakit ini lebih sering
menyerang anak-anak dan masyarakat kurang mampu karena masalah
sanitasi dan kebersihan.
Kudis disebabkan oleh Sarcoptes scabiei, tungau berkaki delapan
yang hidup di kulit manusia. Saat berada di kulit, rasa perih, bahkan
kualitas hidup dan perasaan tidak nyaman adalah hal yang akan diderita
jika terinfeksi penyakit ini. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya,
semua orang bisa menederita kudis dan penyebab utamanya adalah
kontak langsung. Penyakit ini dapat ditularkan melalui kontak hubungan
seksual atau kontak kulit ke kulit. Anda juga harus waspada, bahwa kudis
juga bisa ditularkan melalui pakaian, atau handuk dari penderita kudis lain.

10

Terkena penyakit kudis bisa terjadi sangat cepat. Setelah terkena


infeksinya, dalam beberapa hari, mungkin Anda tidak akan merasakan
apa-apa, karena pada saat itu tungau betina baru melakukan reproduksi
dan menghasilkan telur. Setelah telur menetas, di kulit Anda akan
terbentuk gelombang atau bintik-bintik bersisik berwarna merah. Setelah
itu, di kulit yang terifeksi akan terjadi peradangan dan terasa gatal. Itulah
tanda-tanda terkenan kudis, yang harus Anda perhatikan. Jika sudah
terlihat seperti itu, maka harus dilakukan pengobatan untuk mengusirnya.
Kudis dapat dicegah juga dapat diobati. Untuk pengobatannya bisa
digunakan salep kudis atau dengan obat herbal. Beberapa jenis obat yang
bisa digunakan adalah sebagai berikut:
Saat sudah sembuh dari kudis, Anda harus tetap waspada untuk
mencegah infeksi agar tidak terjadi lagi. Anda perlu menjaga kebersihan
badan dan lingkungan tentunya. Bersihkan pakaian atau handuk yang
digunakan sesaat setelah sembuh dari kudis, agar tidak terjadi lagi.
Jangan sampai penyakit kulit ini mengganggu aktivitas Anda, tetap hidup
bersih, agar terhindar dari kudis.
Scabies adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh kutu / tungau /
mite (Sarcoptes scabei). Kutu ini berukuran sangat kecil dan hanya bisa
dilihat dengan mikroskop. Penyakit Scabies ini juga mudah menular dari
manusia ke manusia , dari hewan ke manusia dan sebaliknya. Scabies
mudah menyebar baik secara langsung melalui sentuhan langsung
dengan penderita maupun secara tak langsung melalui baju, seprei,
handuk, bantal, air yang masih terdapat kutu Sarcoptesnya.
Gejala penyakit scabies ditandai dengan rasa gatal yang sangat pada
bagian kulit seperti sela-sela jari, siku, selangkangan. Rasa gatal ini
menyebabkan

penderita

scabies

menggaruk

kulit

bahkan

bisa

menimbulkan luka dan infeksi yang berbau anyir. Rasa gatal tersebut

11

akibat kaki sarcoptes dibawah kulit yang bergerak membuat lubang


dibawah permukaan kulit.
Penyebab Penyakit Scabies adalah kondisi kebersihan yang kurang
terjaga, sanitasi yang buruk, kurang gizi, dan kondisi ruangan terlalu
lembab dan kurang mendapat sinar matahari secara langsung. Penyakit
kulit scabies menular dengan cepat pada suatu komunitas yang tinggal
bersama sehingga dalam pengobatannya harus dilakukan secara
serentak dan menyeluruh pada semua orang dan lingkungan pada
komunitas yang terserang scabies, karena apabila dilakukan pengobatan
secara individual maka akan mudah tertular kembali penyakit scabies.
Gejala Penyakit Scabies ditunjukkan dengan warna merah, iritasi
dan rasa gatal pada kulit yang umumnya muncul di sela-sela jari, siku,
selangkangan,

dan

lipatan

paha.

betina.

Gejala

lainnya

muncul

gelembung berair pada kulit. gejala lain adalah munculnya garis halus
yang berwarna kemerahan di bawah kulit yang merupakan terowongan
yang digali Sarcoptes.
Dokter biasanya memastikan penyakit scabies dengan menemukan
terowongan bawah kulit dan terdapat kutu atau telur sarcoptes pada
pemeriksaan kerokan kulit. Pencegahan penyakit scabies yang paling
utama adalah menjaga kebersihan badan dengan mandi secara teratur,
menjemur kasur, bantal dan sprei secara teratur serta menjaga lingkungan
di dalam rumah agar tetap mendapat sinar matahari yang cukup, tidak
lembab, dan selalu dalam keadaan bersih.
II.4.Kurap.
Kurap merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh jamur.
Gejala yang mampu diberikan oleh panyakit kulit kurap adalah adanya
penebalan pada kulit yang disertai dengan timbul lingkaran-lingkaran. Kulit
akan menjadi bersisik, berair, dan akan terasa sangat gatal pada bagian
yang terkena jamur tersebut. Pada akhirnya gejala tersebut akan
12

menimbulkan bercak keputihan pada kulit yang disebabkan adanya


pertumbuhan jamur pada kulit.
Penyakit kulit kurap timbul karena kurangnya penderita penyakit
kurap dalam menjaga kebersihan tubuhnya. Biasanya daerah yang
banyak terserang oleh jamur yang menyebabkan kurap adalah bagian
tengkuk, leher, dan kulit kepala. Upaya pencegahan yang bisa dilakukan
agar tidak terkena penyakit kurap adalah dengan selalu menjaga
kebersihan badan terutama pada daerah yang paling sering diserap oleh
jamur yang menyebabkan terjadinya penyakit kurap yakni pada daerah
tengkuk, leher, dan kulit kepala.
Penyakit kulit kurap merupakan penyakit yang menular. Penularan
yang diakibatkan oleh jamur tersebut bisa terjadi melalui kontak langsung
dengan penderita atau secara tidak langsung. Kontak yang tidak langsung
biasanya paling banyak ditularkan lewat pakaian dan handuk. Handuk
atau pakaian yang pernah digunakan oleh orang yang menderita kurap
memiliki potensi untuk menyebarkan jamur yang mulanya ada pada badan
penderita berpindah ke handuk. Oleh karena itu biasakan menggunakan
barang yang bisafat pribadai secara individu serta jaga selalu kebersihan
badan agar tidak terserang penyakit kurap.
Untuk pengobatan penyakit kurap yang bisa dilakukan adalah
dengan mengoleskan obat pada bagian yang terserang jamur tersebut.
Obat yang digunakan adalah obat anti jamur semisal obat yang
mengandung mikonazol dan kloritomazol. Penggunaan obat dengan
pemakaian yang tepat akan menghilangkan penyakit kurap yang ada pada
kulit.
Kurap ditandai dengan timbulnya lingkaran-lingkaran berwarna
merah pada kulit yang dikelilingi oleh bintil-bintil di tepinya. Jika kulit
dipinggir lingkaran tersebut ditekan, maka akan keluar nanah. Kurap
biasanya menyerang kulit kepala, leher, dagu, atau tengkuk. Kadas adalah

13

semacam eksim kering, tetapi lebih gatal. Eksim adalah semacam reaksi
alergi pada kulit oleh suatu zat yang hanya mengenai orang tertentu yang
sensitif. Penularan eksim melalui sentuhan langsung atau tidak langsung,
seperti melalui pakaian,selimut, sprei, dan handuk.
II.5 Panau
Panau atau Panu adalah salah satu penyakit kulit yang disebabkan
oleh jamur. Penyakit panau ditandai dengan bercak yang terdapat pada
kulit disertai rasa gatal pada saat berkeringat. Bercak-bercak ini bisa
berwarna putih, coklat atau merah tergantung warna kulit si penderita.
Panau paling banyak dijumpai pada remaja usia belasan. Meskipun begitu
panau juga bisa ditemukan pada penderita berumur tua.
Penyebab penyakit ini adalah jamur. Pada bagian yang terkena
panu, biasanya berwarna agak keputihan. Di tempat-tempat inilah jamur
tumbuh pada kulit. Kulit di tempat yang terkena panu ini akan terasa gatal.
Untuk mengobatinya, Anda bisa mengoleskan krim obat yang banyak
dijual di apotik-apotik. Masih banyak jenis-jenis penyakit kulit yang bisa
menjangkiti manusia. Hidup bersih merupakan salah satu usaha untuk
menghindari berbagai jenis penyakit kulit ini. Saat terjadi masalah pada
kulit, segeralah berkonsultasi dengan dokter spesialis supaya penyakit
kulit tidak menyebar ke seluruh tubuh.
II.6. Jerawat
Akne adalah penyakit kulit yang terjadi akibat peradangan
menahun folikel polisebasea yang ditandai dengan adanya komedo,
papula, pustula, nodus, dan kista pada tempat predileksinya seperti di
wajah, punggung, dan lengan atas (Djuanda, 2003).
II.6.1. Patogenesis
Terdapat

berbagai

faktor

yang

mempengaruhi

patogenesis

pertumbuhan jerawat, faktor utama adalah faktor genetik (Goulden et al,


1999). Jika kedua orang tua mengalami masalah jerawat, 3 dari 4 anak

14

akan mengalami masalah jerawat. Jika satu dari orang tua mempunyai
jerawat, maka 1 dari 4 anak akan mempunyai jerawat. Walaupun
demikian, tidak semua keluarga akan mengalami pola yang sama, jerawat
boleh melompat generasi. Yang diwariskan adalah kecenderungan untuk
hiperproliferasi

folikel

epidermal

dengan

sumbatan

folikel.

Faktor

memperburuk yang lain termasuk sebum yang berlebihan, terdapat


aktivitas dari Propionibacteri acnes dan peradangan.
Penahanan hiperkeratosis adalah proses pertama pembentukan
jerawat (Norris, Cunliffe, 1988). Sebab utama terjadinya hiperproliferasi
masih tidak dikenal pasti. Buat masa sekarang terdapat 3 hipotesa yang
menerangkan kenapa folikel epithelium menghasilkan sel dengan cepat
pada penderita jerawat. Pertama, peningkatan hormon androgen sebagai
pencetus awal (Thiboutot et al, 1999). Komedo adalah lesi yang
disebabkan oleh tersumbatnya folikel yang mula terlihat pada zona-T
setelah peningkatan aktifitas kelenjar adrenal sewaktu pubertas. Lebihlebih lagi, tingkat komedo pada anak perempuan prepubertal saling
berkaitan

dengan

tingkat

sirkulasi

adrenal

androgen

dehydroepiandrosterone sulfate (DHEA-S) (Lucky et al, 1997). Tambahan


pula, reseptor hormon androgen terdapat dalam kelenjar sebasea.
Individu dengan gangguan reseptor androgen tidak akan mengalami
masalah pertumbuhan jerawat (Holland et al, 1998).
Produksi sebum yang berlebihan juga dapat mempengaruhi
pertumbuhan jerawat. Hormon androgen mempromosikan produksi dan
lepasan sebum (Pochi, Strauss, 1988). Berbagai lagi hormon lain yang
juga berfungsi untuk produksi dan lepasan sebum seperti growth
hormones

dan

insulinlike

growth

factor.

Faktor

ketiga

adalah

Propionibacterium acne yang bersifat anaerob. P acne menyebabkan


peradangan

dengan

menghasilkan

proinflamatory

mediators

yang

berdifusi melalui dinding folikel. P acne mengaktifasikan toll-like receptor 2


di monosit dan neutrofil (Kim et al, 2002), yang menghasilkan sitokin
seperti IL-12, IL-8, dan TNF.

15

Tahap terjadinya jerawat :


a) Pada kulit yang semula dalam kondisi normal, sering kali terjadi
penumpukan kotoran dan sel kulit mati karena kurangnya
perawatan dan pemeliharaan, khususnya pada kulit yang memiliki
tingkat reproduksi minyak yang tinggi. Akibatnya saluran kandung
rambut (folikel) menjadi tersumbat.
b) Sel kulit mati dan kotoran yang menumpuk tersebut kemudian
terkena bakteri acne, maka timbulah jerawat.
c) Dalam waktu tertentu, jerawat yang tidak diobati akan mengalami
pembengkakan (membesar dan berwarna kemerahan), disebut
papule
d) Bila peradangan semakin parah, sel darah putih mulai naik ke
permukaan kulit dalam bentuk nanah (pus), jerawat tersebut
disebut pastules. Jerawat radang terjadi akibat folikel yang ada di
dalam dermis mengembang karena berisi lemak padat, kemudian
pecah, menyebabkan serbuan sel darah putih ke area folikel
sebasea, sehingga terjadilah reaksi radang. Peradangan akan
semakin parah jika kuman dari luar ikut masuk ke dalam jerawat
akibat perlakuan yang salah seperti dipijat dengan kuku atau
benda lain yang tidak steril. Jerawat radang mempunyai ciri
berwarna merah, cepat membesar, berisi nanah dan terasa nyeri.
e) Bila jerawat mengandung nanah, lemak dan cairan-cairan lain
berarti jerawat sudah berada pada kondisi terparah, disebut cyst.
16

f) Bila Cyst tidak terawat, maka jaringan kolagen akan mengalami


kerusakan sampai pada lapisan dermis, sehingga kulit/wajah
menjadi bopeng (Scar).

Penyebab Penyebab Timbulnya Jerawat

Kosmetik,

pemakaian

kosmetik

yang

tidak

tepat

dapat

menyebabkan terjadinya jerawat.

Hormon, meningkatknya produksi hormon membuat kondisinya


tidak seimbang sehingga jerawat dapat muncul. Biasanya terjadi
karena stress, saat mendekati siklus haid dan pada saat masa
remaja atau pubertas. Hormon yang menyebabkan terjadinya
jerawat adalah hormon androgen.

Genetik, faktor genetik ternyata bisa juga sebagai penyebab


terjadinya jerawat. Jika orang tua memiliki jerawat karena produksi
kelenjar minyak yang berlebih, maka kemungkinan besar akan
menurun kepada anak.

Gaya hidup tidak sehat, kebiasaan merokok, minum alkohol,


kurang tidur, dan terlalu banyak pikiran dapat meningkatkan
hormon androgen sebagai pemicu munculnya jerawat.

Mikroorganisme, bakteri yang masuk ke lapisan kulit dapat


menyebabkan jerawat. Bakteri menyebarkan racun dan membunuh
sel-sel baik serta berkembang biak ditempat tersebut. Sehingga
terjadilah peradangan dan muncul jerawat.

II.6.2. Klasifikasi
Akne meliputi berbagai kelainan kulit yang hampir mirip satu
dengan lainnya sehingga diperlukan penggolongan atau klasifikasi untuk
membedakannya. Beberapa peneliti atau penulis buku dermatologi
mengemukakan klasifikasi yang berbeda. Domonkos dalam buku
17

Andrews diseases of the skin (1971) menulis bahwa akne terdiri atas
akne vulgaris, akne keloidalis, perifolikulitis, akne tropikalis, akne
neonatorum, rinofima, akne rosasea, dan perioral dermatitis.
Cunliffe dalam buku Acne (1989) menyatakan bahwa akne terdiri
atas :
1. Akne vulgaris yang meliputi akne konglobata, akne fulminans,
folikulitis negative-gram, pioderma fasial, dan akne vasikulitis.
2. Varian akne yang meliputi akne induksi obat, acne excoriee, akne
infantile, akne juvenile, akne klor, oil acne, akne kimiawi lain,
Fiddlers neck, akne nevoid, akne fisika (frictional acne dan
immobility acne), akne kosmetika, akne deterjen, dan akne
tropikalis.
Klasifikasi yang dibuat oleh Plewig dan Kligman dalam buku Acne:
Morphogenesis and treatment (1975) terbagi seperti berikut:
1. Akne vulgaris dan varietasnya:
a. Akne tropikalis
b. Akne fulminan
c. Pioderma fasiale
d. Akne mekanika dan lainnya
2. akne venenata akibat kontaktan eksternal dan varietasnya:
a. Akne kosmetika
b. Pomade acne
c. Akne klor
d. Akne akibat kerja
e. Akne deterjen
3. Akne komedonal akibat agen fisik dan varietasnya:
a. Solar commedones
b. Akne radiasi (sinar x. kobal)
Pergolongan ini membedakannya secara jelas dengan kelainan
yang mirip akne, erupsi akneiformis akibat induksi obat yang digunakan
secara lama, misalnya kortikosteroid, ACTH, INH, iodida, bromide, vitamin

18

B12, difenil hidrantoin, trimetadion, dan fenobarbital. Pada akne vulgaris


terjadi perubahan jumlah dan konsistensi lemak kelenjar akibat pengaruh
berbagai faktor penyebab. Pada akne venenata terjadi penutupan oleh
massa eksternal. Pada akne fisis, saluran keluar menyempit akibat radiasi
sinar ultraviolet, sinar matahari, atau sinar radioaktif.
II.6.3. Gradasi
Gradasi yang menunjukkan berat ringannya penyakit diperlukan
bagi pilihan pengobatan. Ada berbagai pola pembagian gradasi penyakit
akne vulgaris yang dikemukakan.
Terdapat 4 gradasi jerawat menurut Pillsbury (1963) yaitu :
a. Gradasi I mempunyai komedo terbuka (blackhead) dan komedo
tertutup (whitehead)
b. Gradasi II pula mempunyai komedo dan beberapa papulopustul
c. Gradasi III sama seperti gradasi II tetapi papul yang telah
mengalami peradangan
d. Gradasi IV mempunyai nodulokistik yang berciri komedo, lesi
radang, nodul yang berdiameter lebih besar dari 5mm dan juga
parut kawah.
Menurut Frank (1970) acne vulgaris dapat digradasikan pada 8
gradasi yaitu:
a. Gradasi I akne komedonal tanpa radang
b. Gradasi II akne komedonal radang
c. Gradasi III akne papula
d. Gradasi IV akne papulo pustule
e. Gradasi V akne agak berat
f. Gradasi VI akne berat
g. Gradasi VII akne nodulo kistik/konglobata.
Gradasi acne vulgaris menurut plewig dan kligman (1975) terbagi atas tiga
kelas yaitu :
1. Kelas I komedonal yang terdiri atas 4 gradsi :

19

a. bila ada kurang dari 10 komedo dari satu sisi muka,


b. bila ada 10 sampai 24 komedo,
c. bila ada 25 sampai 50 komedo,
d. bila ada lebih dari 50 komedo.
2. Kelas II papulopustula yang terdiri atas 4 gradasi yaitu :
a. bila ada kurang dari 10 lesi papulopustula dari satu sisi muka,
b. bila ada 10 sampai 20 lesi papulopustula,
c. bila ada 21 sampai 30 lesi papulopustula,
d. bila ada lebih dari 30 lesi papulopustula.
3. Kelas III terdapat konglobata.

II.6.4. Cara pencegahan

Pencegahan secara mutlak pada masa pubertas, yakni pada wktu


seluruh kelenjar-kelenjar tubuh sedang aktif secara maksimal, tidaklah
mungkin. Disamping itu diperkirakan faktor keturunan juga memegang
peranan. Tetapi ada beberapa tindakan dan upaya yang kita dapat
lakukan untuk menggurangi pembentukan jerawat.
-

Makanan, sering kali dikatakan bahwa makanan berlemak seperti


goreng-gorengan, keju, coklat dan kacang-kacangan meningkatkan
kecenderungan timbulnya jerawat. Memang banyak orang yang
setelah makan makanan tersebut jerawatnya memburuk. Tetapi ahli
kulit menyangsikan adanya hubungan demikian antara lemak dan
jerawat, karena penelitian-penelitian dengan makanan tersebut
tidak memperlihatkan adanya peningkatan produksi talg. Namun
demikian, masing-masing penderita sebaiknya memperhatikann

20

dan menarik pelajaran dari pengalamanya sendiri, hendaknya


dicatat makanan apa saja yang dapat meningkatkan timbulnya
jerawat pada dirinya untuk kemudian dihindarinya. Juga dianjurkan
-

untuk banyak makan sayur-mayur segar dan buah-buahan.


Kosmetika, sebaiknya jangan menggunanaka meke-up, khususnya
krena dan bedak, karena produk ini dapat menyebabkan pori-pori
kelenjar talg, sehingga jumlah komedo akan bertambah. Juga
hindari kosmetik yang berlemak, misalnya emulsi atau minyak (oil

of ulan dll).
Stres, jauhkan ketegangan-ketegangan emosional, karena faktor-

faktor kejiwaan ini dapat mempengaruhi timbulnya jerawat.


Cuci muka dengan teratur, pada umumnya kulit berminyak
merupakan salah satu penyebab dari timbulnya jerawat. Jagalah
kebersihan kulit dengan mencuci paling sedikit 3x sehari dengan air
hangat dan sabun yang lembut untuk menghillangkan lemak
berlebihan dari permukaan kulit. Kemudian dikeringankan hati-hati
dengan handuk bersih.
Jangan memijat jerawat atau menggaruk-garuknya dengan jari

tangan, karena tindakan demikian seringkali merusak kulit dan


memungkinkan terjadinya iinfeksi disamping meninggalkan bekas.
Juga dinding kelenjar talg bisa pecah, sehingga talg menyebar
dibawah kulit dan reaksi-reeaksi peradangan bertambah
II.7. Gatal (Pruritus)
Gatal merupakan suatu gejala yang timbul akibat adanya alergi pada
permukaan kulit akibat banyaknya kontak zat alergen dan gigitan nyamuk.
Gatal (pruritus) adalah suatu perasaan yang secara otomatis menuntut
21

penggarukan. Penggarukan terus-menerus bisa menyebabkan kemerahan


dan

goresan

pada

kulit

yang

selanjutnya

akan

menyebabkan

bertambahnya rasa gatal. menyebabkan terbentuknya jaringan parut dan


penebalan kulit. Gatal-gatal merupakan salah satu penyakit yang banyak
diderita masyarakat, maka sering dianggap remeh. Namun jika gatal-gatal
dibiarkan bisa menjadi infeksi sekunder pada kulit.
Menurut Twcross, jenis penyebab pruritus dapat digolongkan menjadi:
1. Gatal Pruritoseptif
Gatal jenis ini adalah gatal yang timbul akibat terjadi proses radang pada
kulit, seperti : Eksim, kulit rusak, kulit sensitif, kulit kering, kulit terinfeksi
bakteri atau jamur, dan lain-lain.
2. Gatal Neuropatik
Gatal jenis ini adalah gatal yang disebabkan adanya kelainan saraf atau
disebut Neuropatik, biasanya kasus ini terjadi pada eksim kering atau
setelah sembuh dari penyakit yang menyerang dan merusak saraf tepi.
Jenis gatal seperti ini sangat mengganggu penderitanya

karena

mempunyai sifat gatal yang hebat mirip perasaan tertusuk.


3. Gatal Neurogenik
Gatal diseluruh tubuh juga bisa timbul akibat adanya kelainan atau
rangsangan di pusat otak, dan gatal jenis ini biasa terjadi akibat kondisi
fisik yang salah, seperti : adanya kelainan ginjal, emepdu, tiroid, dan lainalain. Gata jenis ini juga bisa diakibatkan karena adanya salah pemberian

22

obat atau alergi obat. Biasanya kebanyakan penderita tidak mampu


menyebutkan secara pasti bagian mana yang terasa gatal pada kulitnya,
mereka hanya merasa gatal pada seluruh bagian tubuhnya.
4. Gatal Psikogenik
Gatal jenis ini timbul akibat adanya faktor psikis, biasa terjadi pada orang
yang sudah tersugesti merasa gatal. Bahkan beberapa orang diantaranya
tidak bisa membedakan apakah gatal-gatal pada kulit tsb benar-benar
terjadi ataukah hanya perasaannya saja. Parahnya, kulit yang digarukgaruk justru bisa menimbulkan menimbulkan rasa gatal, sehingga
penderita berpikir dan merasa bahwa perasaan gatal memang terjadi
pada dirinya. Kasus gatal pada penderita gatal jenis ini datang berobat
dengan kondisi kulit penuh bekas garukan di mana-mana.
Melihat bentuk gatal-gatal pada kulit biasanya langsung diketahui
penyebabnya. Gatal disebabkan oleh:
a. Obat.

Bermacam-macam

obat

dapat

menimbulkan

gatal,

terutama obat sistemik, seperti obat-obat golongan pinisilin,


sulfonamide, analgesic dan diuretic.
b. Makanan, berupa protein atau bahan lain yang dicampurkan
dalam zat warna, penyedap rasa atau bahan pengawet dapat
menimbulkan alergi.

23

c. Gigitan atau sengatan serangga, dapat menimbulkan gatal tepat


disekitar gigitan yang biasanya akan hilang sendiri.
d. Kontakan, yang sering menimbulkan gatal adalah kutu binatang,
air liur binatang, dan tumbuh-tumbuhan serta bahan kosmetik.
e. Trauma Fisik, dapat disebabkan karena faktor dingin atau
panas

seperti :sinar matahari, sinar UV, ataupun

keringat,

radiasi,

pijatan demam, dan emosi dapat juga menyebabkan

gatal fisik.
f.

Trauma Psikis (jiwa), dapat memicu timbulnya gatal, misalnya


ketakutan dan

teringat akan gatal, justru akan menimbulkan

gatal.
g. Penyakit. Beberapa penyakit yang sering disertai gatal antara
lain hepatitis, demam, reumatik, kanker, penyakit hati dan
urtikaria pigmentasi.
Pruritus merupakan salah satu dari sejumlah keluhan yang paling
sering dijumpai pada gangguan dermatologi yang menimbulkan gangguan
dermatologic yang menimbulkan gangguan rasa nyaman dan perubahan
integritas kulit jika pasien meresponnya dengan garukan. Reseptor rasa
gatal tidak bermielin, mempunyai ujung saraf mirip sikat (peniciate) yang
hanya ditemukan dalam kuit, membrane mukosa dan kornea Garukan
menyebabkan terjadinya inflamasi sel dan pelepasan histamine oleh ujung
saraf yang memperberat gejala pruritus yang selanjutnya menghasilkan
24

lingkaran setan rasa gatal dan menggaruk. Meskipun pruritus biasanya


disebabkan oleh penyakit kulit yang primer dengan terjadinya ruam atau
lesi sebagai akibatnya, namun keadaan ini bisa timbul tanpa manifestasi
kulit apapun. Keadaan ini disebut sebagai esensial yang umumnya
memiliki awitan yang cepat, bias berat dan menganggu aktivitas hidup
sehari-hari yang normal. Sebelum diambil tindakan pengobatan sendiri,
sebaiknya dilakukan tindakan pencegahan yaitu menjauhkan dari faktorfaktor penyebab tersebut di atas serta menjaga kebersihan diri dan
lingkungan.

Pengobatan

sendiri

diarahkan

hanya

terhadap

penanggulangan keluhan gatal tanpa mempengaruhi sebab-sebabnya.

BAB III
PEMBAHASAN

25

Kulit merupakan organ terluas dari tubuh kita dengan banyak fungsi
penting. Antara lain, kulit menahan cairan, agar supaya kita jangan
menjadi kering dan merupakan rintangan terhadap pengaruh-pengaruh
luar. Yakni cahaya, suhu dingin dan panas, zat-zat yang merusak seperti
hama penyakit, kotoran dan debu. Lagi pula kulit membentuk zat-zat hasil
penguraian (dengan keringat).Gangguan-gangguan kulit banyak sekali
terdapat di Indonesia dan setiap orang niscaya pernah di hadapi. dengan
gejala-gejala tersebut Beberapa penyakit diantaranya yakni kudis, panu,
kurap, bisul, gatal- gatal dan jerawat.
Gatal merupakan suatu gejala yang timbul akibat adanya alergi
pada permukaan kulit akibat banyaknya kontak zat alergen dan gigitan
nyamuk.Gatal (pruritus) adalah suatu perasaan yang secara otomatis
menuntut penggarukan. Penggarukan terus-menerus bisa menyebabkan
kemerahan dan goresan pada kulit yang selanjutnya akan menyebabkan
bertambahnya rasa gatal. Sedangkan jerawat yang biasa dikenal dengan
Acne vulgaris merupakan penyakit yang umum, biasanya sembuh sendiri,
disebabkan oleh multi factor, serta melibatkan adanya inflamasi pada
folikel kelenjar minyak (sebaceous) yang terletak di wajah atau tubuh
bagian atas..
Dalam swamedikasi penyakit, dapat berupa pengobatan non
farmakolgi , obat tradisional, dan dengan menggunakan obat sintetik atau
sediaan jadi.
III.1 Pengobatan untuk Panu
1. Obat yang mengandung klotrimazol 1%
Kegunaan obat : untuk infeksi jamur pada kulit
Pemakaian :
Cairan

: beberapa tetes cairan dioleskan pada daerah yang terkena


infeksi jamur, gunakan 2-3 kali sehari, sampai infeksi hilang.

26

Krim

: Oleskan secara tipis pada daerah yang terkena infeksi jamu,


gunakan 2-3 kali sehari sampai infeksi hilang.

Instruksi khusus
Panu dapat disembuhkan 3-4 minggu, sedangkan jamur pada daerah
kemaluan disembuhkan dalam 1-2 minggu. Khusus untuk jamur pada
kaki, pengobatan harus terus dilanjutkan selama 2 minggu setelah
tanda-tanda infeksi hilang untuk menghindari kambuhnya penyakit.
Setelah dicuci, kaki harus dikeringkan dengan sebaik-baiknya, terutama
daerah lipatan antara jari
Bentuk sediaan : cairan, Krim
Perhatian
Hanya untuk pemakaian luar
2. Obat yang mengandung mikonazol nitrat 2 %
Kegunaan obat
Untuk infeksi ringan akibat jamur pada kulit seperti panu, kutu air,
kadas, kurap dan infeksi jamur pada kuku
Pemakaian :
Oleskan krim atau serbuk sehari sekali sambil digosokkan perlahan.
Biasanya sembuh setelah 2-5 minggu, tetap perpanjang pengobatan
selama 10 hari, untuk mencegah kambuh

27

Bentuk sediaan : krim, serbuk


Peringatan : hanya untuk pemakaian luar
3. Obat yang mengandung Asam undesilenat, seng undesilenat, kalsium
propionat, natrium propionat
Kegunaan obat: untuk mengobati penyakit kulit luar yang ditimbulkan
oleh jamur misalnya panu, kadas, kurap, kutu air.
Cara pemakaian :
Cuci dan keringkan sela-sela jari kaki, lalu gunakan obat 2-3 kali sehari
Bentuk seidaan:bedak, krim, salep
Perhatian: hanya untuk obat luar
Adapun obat tradisional yang dapat digunakan adalah:
1. Lengkuas
Ambil beberapa lengkuas lalu parut sampai halus. Setelah diparut
halus lalu diperas dan air perasannya dioleskan pada bagian yang
terkena panu secara teratur setelah mandi sampai panu benarbenar hilang.
2. Bawang Putih
Siapkan satu buah bawang putih lalu diiris menjadi dua bagian
kemudian gosokkan bagian yang bergetah pada bagian yang
terkena panu. Lakukan cara menghilangkan panu ini dua kali sehari
setelah mandi sampai panu hilang.
3. Belimbing Wuluh

28

Haluskan beberapa belimbing wuluh lalu campur dengan air kapur


sirih. Campurkan sampai merata lalu oleskan pada bagian kulit
yang terkena panu. Lakukan dua kali sehari setelah mandi.
4. Belerang
Kandungan mineral pada belerang sangat ampuh untuk membunuh
jamur penyebab panu pada kulit. Caranya tumbuk halus belerang
lalu campurkan dengan air perasan jeruk nipis dan minyak kelapa.
Setelah itu oleskan pada kulit yang ada panunya. Lakukan dua kali
sehari agar hasilnya maksimal.

III.2 Pengobatan Untuk Bisul


Pengobatan secara tradisional:
1. Bawang putih
Bawang putih dikenal memiliki sifat antibiotik yg membuat obat herbal
alami yg luar biasa untk bekas luka kecil atau bahkan bisul. Namun,
Kalian harus tahu bahwa sifat antibiotik bawang putih hanya dapat
digunakan jika Kalian mengonsumsinya dalam bentuk segar. Ambil satu
siung bawang putih, kmudian ditumbuk halus, dan tempelkan di daerah yg
terkena bisul.
2. Daun Ubi Jalar
Daun ubi jalar, juga bisaa digunakan untk mengobati bisul. Caranya
ambil bberapa lembar daun ubi jalar, kmudian didekatkan dgn api hingga
layu (jangan sampai terbakar). Setelah itu tempelkan pda bagian tubuh yg

29

terkena bisul. Supaya tidak mudah lepas bisaa gunakan perban untk
menutup daerah trsebut.
3. Mentimun
Satu lagi bahan alami yg bisaa digunakan sebagai obat bisul
tradisional adalah mentimun. Caranya, siapkan satu buah mentimun dan
biji buah pala. Kmudian kedua bahan trsebut diparut dan campurkan.
Setelah itu parutan mentimun dan biji pala dibungkus dgn daun pisang
dan dipanggang. Selagi masih hangat, bahan trsebut ditempelkan pda
bisul dan dibungkus dgn kain atau perban. Ganti ramuan trsebut dua kali
sehari.
4. Daun Cabe
Siapkan bberapa lembar daun cabe dgn minyak kelapa. Pertamatama, daun cabe dicuci bersih kmudian ditumbuk hingga halus. Kmudian
campurkan dgn sedikit minyak kelapa. Tempelkan ramuan trsebut diatas
bisul hingga mengering. Setelah kering ganti dgn ramuan yg baru.
5. Daun Kangkung
Ambil 10-20 lembar daun kangkung, cuci hingga bersih kmudian
ditumbuk hingga halus. Tambahkan dgn sedikit air garam. Kmudian
balurkan ramuan trsebut di sekitar kulit yg terkena bisul lalu ditutup dgn
perban. Ganti perban dan ramuannya dua kali sehari jika diperlukan.
6. Daun Sirih

30

Daun sirih biasa digunakan sebagai obat untk mengobati keputihan.


Namun ternyata daun berkhasiat ini bisaa juga dijadikan obat bisul
tradisional. Caranya, ambil 7 lembar daun sirih, kmudian dicuci bersih dan
ditumbuk hingga halus. Tempelkan tumbukan daun sirih ini di sekitar bisul
dan dibalut dgn perban.
7. Kentang
Bagi para wanita, kentang seringkali digunakan untk perawatan
kecantikan. Misalnya dgn membuat masker kentang yg berkhasiat untk
memutihkan wajah. Selain itu, kentang juga bisaa digunakan untk
mengobati bisul. Caranya dgn menempelkan parutan kentang diatas bisul.
Setelah kering, ganti dgn yg baru.
8. Bayam Duri
Siapkan bahan bahannya yaitu 10 gram daun bayam duri, 10 gram
daun kangkung, 5 gram asam kawak. Cara membuatnya yaitu; daun
bayam dan kangkung ditumbuk halus, dicampur dengan asam kawak dan
diberi sedikit garam dapur. Cara memakainya; Tempelkan ramuan tersebut
pada bisul sampai tertutup semua bagiannya, tunggu sampai kering, bila
telah kering maka gan ti dengan yang baru.
9. Daun Kecubung
Siapkan 20 gram daun kecubung, garam dapur secukupnya dan 10
gram daun sirih. Caranya; semua bahan ditumbuk menjadi satu dan
ditambahkan sedikit air. Cara memakainya sama dengan cara pertama
yaitu tempelkan pada bisul dan ulangi bila sudah kering.
10. Daun Bayam

31

Untuk mengobati bisul, kita bisa menggunakan daun bayam. Daun


bayam dipercaya dapat mengobati bisul. Caranya petiklah 1-2 lembar
daun bayam yang masih segar, cucilah hingga bersih dengan air mengalir.
Tumbuk atau lumatlah daun bayam, bisa menggunakan telapak tangan
hingga lumat. Tambahkan sedikit garam. Tempelkan pada bagian tubuh
yang terkena bisul, tapi jangan sampai menutupi mata bisul. Daun bayam
dan garam akan memberikan efek dingin pada bisul yang berasa panas
dan berdenyut-denyut. Lakukan cara ini beberapa kali sehari hingga bisul
anda sembuh.
11.
Daun Sirih
Selain dapat mengusir nyamuk, daun sirih juga sangat bermanfaat
untuk mengobati bisul, tapi hanya untuk bisul yang mulai pecah. Caranya
petiklah beberapa lembar daun sirih. Cucilah hingga bersih. Rebus hingga
mendidih. Dinginkan air rebusan hingga menjadi hangat, kemudikan seka
kan ke bisul yang sudah mulai pecah. Anti biotik yang terkandung pada
daun sirih akan membasmi bakteri yang ada pada nanah dari bisul.
III.3 Pengobatan untuk Kurap
Adapun obat herbal untuk kurap adalah:
1. Daun tembakau secukupnya ditumbuk halus kemudian dioleskan
pada kulit yang terkena kadas. Pemakaian dilakukan secara teratur 12 kali sehari.

32

2. Lengkuas segar dipotong salah satu ujungnya lalu dicelupkan pada


bubuk belerang kemudian dioleskan pada kulit yang terkena panu
atau kadas. Pemakaian dilakukan secara teratur 1-2 kali sehari.
3. Lima lembar daun jinten dan 3 butir bawang putih ditumbuk halus.
Tambahkan minyak kelapa secukupnya, aduk hingga rata, kemudian
digosokkan pada kulit yang terkena panu. Pemakaian dilakukan
secara teratur 1-2 kali sehari.
4. Cuci bersih 500 mg kayu bidara laut, 3 gram daun ketepeng, dan 4
gram rimpang kunyit, lalu rebus dengan 110 ml air hingga mendidih.
Dinginkan. Pemakaian digunakan sebagai kompres di bagian kulit
yang terserang kurap. Perbarui ramuan setiap 3 jam
5. Siapkan 5 gram daun gude segar dan sendok teh kapur sirih. Cuci
bersih daun gude, tumbuk halus, lalu tambahkan sendok teh kapur
sirih. Setelah itu, aduk sampai rata. Pemakaian dioleskan di kulit yang
terkena kadas, 1-2 kali sehari sampai sembuh.
6. Tumbuk 3 jari batang brotowali dan belerang yang sebesar kemiri
sampai halus, lalu remas dengan minyak kelapa seperlunya.
Pemakaian dioleskan di kulit yang terserang kadas, 2 kali sehari.
7. Cuci bersih daun mimba secukupnya, lalu memarkan hingga halus.
Pemakaian dibalurkan di bagian yang terkena penyakit tersebut.

33

8. Lengkuas. Lengkuas 1 ruas dan bubuk belerang. Cara membuatnya:


Potong salah satu ujung lengkuas, dan bubuhkan sedikit belerang,
kemudian oleskan pada bagian panu atau kadas. Lakukan 1-2 kali
sehari.
9. Daun Tembakau. Daun tembakau secukupnya. Cara membuatnya:
tumbuk halus daun tembakau dan oleskan pada bagian panu atau
kadas. Lakukan 1-2 kali sehari.
10. Daun Jinten.Daun Jinten 5 lembar, bawang putih 3 butir, dan minyak
kelapa secukupnya. Cara membuatnya: tumbuk halus daun jinten dan
bawang putih. Tambahkan sedikit minyak kelapa dan oleskan pada
bagian panu. Lakukan 1-2 kali sehari.Penyakit Kurap adalah satu
penyakit kulit menular yang disebabkan oleh fungi. Masa infeksi kurap
hingga terkena penyakit adalah beberapa hari. Gejala kurap adalah
terdapat bagian kecil yang kasar pada kulit dengan dikelilingi lingkaran
merah muda.
11. Daun gude. Siapkan 5 gram daun gude segar dan sendok teh kapur
sirih. Cuci bersih daun gude, tumbuk halus, lalu tambahkan sendok
teh kapur sirih. Setelah itu, aduk sampai rata. Penggunaan : Oleskan
di kulit yang terkena kadas, 1-2 kali sehari sampai sembuh.
12. Kayu bidara. Cuci bersih 500 mg kayu bidara laut, 3 gram daun
ketepeng, dan 4 gram rimpang kunyit, lalu rebus dengan 110 ml air

34

hingga mendidih. Dinginkan. Penggunaan : Gunakan sebagai


kompres di bagian kulit yang terserang kurap. Perbarui ramuan setiap
3 jam.
III.4 Pengobatan Untuk Kudis
Kudis dapat dicegah juga dapat diobati. Untuk pengobatannya bisa
digunakan salep kudis atau dengan obat herbal. Beberapa jenis obat yang
bisa digunakan adalah sebagai berikut:
1. Permetrin.

Salep

jenis

ini

sangat

banyak

digunakan

untuk

menyembuhkan kudis. Untuk penggunannya, sebaiknya dilakukan


sebelum tidur. Serta memakainya sesaat setelah mandi.
Eurax atau Crotamiton. Salep ini dapat digunakan untuk mencegah
penyebaran kudis. Krim ini digunakan pada lipatan tubuh. Misalnya, di
bawah lengan, di antara jari jari kaki, dan daerah pangkal paha.
yang sudah jadi memang banyak antara lain scabicid dan scabimid.
Bahan:
Sulfur, berbentuk bubuk kuning, kalau belum bubuk harus ditumbuk
sampai halus dahulu.
Bedak bayi yang netral, tidak mengandung bahan macam macam, untuk
menghindari adanya reaksi dengan sulfur. Lebih aman lagi menggunakan
tepung kanji.
35

Ramuan:
Campur bubuk sulfur dengan bedak/tepung dengan komposisi 1: 8, jadi
jika tepungnya 8 gram maka sulfurnya perlu 1 gram, jangan terbalik.
Campur sampai campuran menjadi rata dengan mengaduk aduk berulang
kali. Jadi deh obat tradisional scabies. Setelah jadi bisa langsung
dibalurkan keseluruh tubuh penderita scabies.
Scabies yang parah menimbulkan kerusakan pada kulit yang akan
menjadi bekas dan membuat anda tidak nyaman. Seacra alami,
mengembalikan kulit ke kondisi semula membutuhkan waktu.
1. Daun Mint memiliki kandungan yang bermanfaat untuk kulit.
Kandungan dalam daun mint akan merangsang tumbuhnya sel kulit
baru yang akan menggantikan sel-sel kulit yang rusak akibat scabies.
Tumbuk daun mint secukupnya kemudian oleskan pada bekas
scabies, lakukan secara rutin 2-3 kali sehari dan secara perlahan
bekas luka akan tersamarkan.
2. Lidah Buaya kaya akan asam amino dan lignin yang bermanfaat
untuk merangsang pertumbuhan sel kulit serta melembabkan kulit.
Oleskan gel lidah buaya secara rutin 2-3 kali sehari sampai bekas luka
anda tersamarkan.
3. Madu mempunyai banyak manfaat bagi kesehatan, madu mampu
membantu proses regenerasi sel kulit, mendinginkan, meringankan
nyeri serta menghilangkan bekas luka. Oleskan madu pada bekas

36

scabies dan diamkan selama 15-20 menit, lakukan secara secara rutin
2-3 kali sehari akan membantu menyamarkan bekas scabies anda.
4. Mentimun, kandungan silika dalam mentimun dapat meningkatkan
produksi kolagen serta mencegah keriput. Banyak produk perawatan
kulit menggunakan mentimun sebagai bahan utama, baik digunakan
untuk mengencangkan kulit,mencegah keriput, mengatasi bekas
jerawat, bahkan menyamarkan bekas luka. untuk menyamarkan
bekas
III.5 Pengobatan untuk gatal-gatal
Pengobatan sendiri diarahkan hanya terhadap penanggulangan
keluhan gatal tanpa mempengaruhi sebab-sebanya. Untuk maksud ini
umumnya digunakan obat-obat sebagai berikut :
1. Antigatal. Biasanya dalam bentuk sediaan cairan kocok, yang
mengandung mentol, kamper atau fenol. Obat-obat ini biasanya
tercampur

dengan

sengoksida

atau

kalamin

dengan

daya

mengerutkan. Sediaan ini berefek menyejukkan sebab adanya


penguapan air dari permukaan kulit.
2. Antihistamin. Untuk gatal di banyak tempat sekaligus dari tubuh
sebaiknya digunakan dalam bentuk tablet sebab lebih praktis dan
efektif. Obat-obat yang tersedia bebas adalah klorfeniramin.
3.

Kortikoid.

Untuk

gangguan

gatal

yang

lebih

parah

dapat

menggunakan kortikoid. Karena efek sampingnya penggunaan

37

kortikoid dibatasi hanya untuk gatal-gatal yang parah seperti ekzim.


Dapat digunakan krem hidrokortison asetat 1% dan hidrokortison
butirat 0,1 %

No
1.

2.

3.

4.

Nama
Obat
Caldine
lotion

Bedak
yekacil
(Obat
bebas)

Citotillin
(Obat
bebas)

Herocyn
(Obat
bebas)

Indikasi

Komposisi
Asam glikolat
gatal 8%
biang

Mengurangi
karena
keringat,
biduran/kaligata,gigi
tan serangga, udara
panas,
terbakar
ringan akibat sinar
matahari.
Juga
sebagai antiseptik
kulit,
astringensia
dan anti alergi

Pengobatan biang
keringat,gatal
karena
udara
panas,sebagai
antiseptik
pada
kulit,gatal
karena
gigitan
serangga,
gatal
karena
pakaian basah.
Gatal,kudis,kutu
air,panu,kadas

Gatal-gatal
biang keringat

Dosis
bersihkan
bagian kulit
yang gatal,
lalu
oleskan 24 x sehari.
Sebaiknya
digunakan
sehabis
mandi dan
sore.

Asam
salisilat
1%, balsem per
0,5%,
kamfer
0,5%, menthol
0,5%,
seng
oksida 0,5%

Gosokkan
3-4
kali
sehari
pada kulit
yang gatal.

Zn-oksida
12,5%, kamfer
0,625%,asam
benzoat 3%

Oleskan
pada
tempat
yang sakit
beberapa
sekali.
Beberapa
kali sehari,
taburkan
pada
tempat
yang sakit
setelah
dibersihkan

Balsem
peru
dan 2%, seng oksida
3,5%, belerang
endap 1,42%,
asam
salisilat
0,8%,
kamfer
0,31%,
menol
0,47% , talk
38

Bentuk
sediaan

cair

bedak

cair

bedak

5.

Neo
ultracyn
(Obat
bebas
terbatas)
Hydroco
rtisone

100%
Klorfenesin
Biang
keringat mg/g
gatal,mencegah
kulit lecet

5 2-3
kali
sehari
sehabis
mandi

Hidrokortison
Menekan
reaksi asetat 25 mg
radang pada kulit
yang
bukan
disebabkan infeksi
seperti:
eksema,
dermatitis
alergi,
dermatitis seboreik,
intertrigo,
ruam
"popok" pada bayi,
pruritus yang tidak
dapat
diatasi
dengan cara lain

Dioleskan
tipis pada
kulit 2 - 3
kali sehari.

bedak

krim

Pengobatan dengan herbal


1. Daun mahkota dewa (Phaleria macrocarpa)
Kandungan

kimia.

Daun

mahkota

dewa

mengandung

antihistamin, alkoloid, saponin dan polifenol (lignan). Kulit buah


mengandung alkaloid, saponin dan flavonoid.
Alkaloid berfungsi sebagai detoksifikasi yang dapat menetralisir
racun-racun di dalam tubuh. Polifenol, berfungsi sebagai anti-histamin
(anti-alergi).
Saponin,

menjadi

sumber

anti-bakteri

dan

anti-virus,

meningkatkan sistem kekebalan tubuh, meningkatkan vitalitas,

39

mengurangi kadar gula dalam darah, mengurangi penggumpalan


darah.
Flavanoid, melancarkan peredaran darah ke seluruh tubuh dan
mencegah

terjadinya

penyumbatan

pada

pembuluh

darah,

mengurangi kandungan kolesterol serta mengurangi penumbunan


lemak pada dinding pembuluh darah, mengurangi kadar resiko
penyakit jantung koroner, mengandung anti-inflamasi (anti-radang),
berfungsi sebagai anti-oksidan, membantu mengurangi rasa sakit jika
terjadi pendarahan atau pembengkakan.
Bagian yang digunakan. Bagian tanaman yang digunakan
sebagai obat adalah daun, daging dan kulit buahnya. Daun dan kulit
buah bisa digunakan segar atau yang telah dikeringkan, sedangkan
daging buah digunakan setelah dikeringkan.
Indikasi: Kulit buah dan daging buah digunakan untuk disentri,
psoriasis, dan jerawat. Sedangkan daun dan biji digunakan untuk
pengobatan penyakit kulit, seperti eksim dan gatal-gatal.
Cara pemakaian. Caranya ambil beberapa lembar daun
mahkota dewa yang masih segar, cuci sampai bersih, kemudian
tumbuk atau giling sampai halus dan lumat lalu balurkan pada bagian
tubuh yang gatal.
2. Kulit batang bunga kamboja (Plumeria acuminate)

40

Cara mengolahnya yaitu ambil kulit batang kamboja secukup


cuci sampai bersih kemudian tumbuk sampai halus, kemudian
balurkan pada bagian tubuh yang gatal.
3. Daun Trengguli (Cassia fistula L.).
Kandungan Kimia : saponin, tanin, gom, gula, hidroksimetil,
asam sitrat, asam hidrisianik, pektin..
Cara pemakaian:

Hancurkan daun trengguli muda, gosokkan

pada bagian yang terserang hingga bebas dari gatal-gatal.


4. Buah dan biji srikaya (Annona squamosa) mentah.
Kandungan Kimia : Biji mengandung senyawa poliketida dan
suatu

senyawa

turunan

bistetrahidrofuran;

asetogenin

(skuamostatin C, D, anonain, anonasin A, bulatasin, bulatasinon,


skuamon, ncoanonin B, neo desasetilurarisin, neo retikulasin A,
skuamosten A, asmisin, skuamosin, sanonasin, anonastatin,
neoanonin). Juga ditemukan, asam lemak, asam amino dan
protein. Komposisi asam lemak penyusun minyak lemak biji srikaya
terdiri dari metil palmitat, metil stearat, metil linoleat. Daun
mengandung alkaloid tetrahidro isokuinolin, p-hidroksibenzil-6,7dihidroksi-1,2,3,4-tetrahidroisokinolin (demetilkoklaurin=higenamin).
Bunga mengandung asam kaur-1,6-ene-1,9-oat diinformasikan
sebagai kornponen aktif bunga srikaya. Buah muda mengandung
tanin.

41

Cara pemakaian:

Tumbuk dan peras srikaya mentah (1

buah) bubuhkan sarinya pada gigitan nyamuk, 3 x sehari hingga


gatalnya hilang.
5. Daun salam (S. polyanthum)
Kandungan Kimia: Minyak atsiri (0,05 %) mengandung sitral
dan eugenol, tanin dan flavonoida.
cara pemakaian: yaitu ambil daun salam yang masih segar,
cuci sampai halus, kemudian lumatkan baru kemudian balurkan
pada tubuh yang gatal selain dengan cara dilumatkan digosokgosok pada kulit yang gatal.
6. Daun cocor bebek (kalanchoe pinnata).
Kandungan Kimia : Asam malat, Damar, Zat lendir,
Magnesium malat, Kalsium oksalat, Asam Formiat, dan Tanin .
Cara

Pemakaian

Tumbuk

dan

peras

daun,gosokkan pada gigitan yang gatal 3 x sehari.


Pengobatan tradisional yang ada di pasaran
Minyak kayu putih

Komposisi

; cajuput oil 100%

42

5-10

lembar

Indikasi

;membantu sakit perut,perut kembung,rasa


mual dangatal-gatal gigitan serangga/ nyamuk

Aturan pakai

; dioleskan dibagian yang sakit

Al biruni herbanisa

Aturan pakai

; 3 x 1-2 kapsul sehari

Komposisi

; Jintan Hitam (Nigella sativae Semen) ,Temu Putih


(Curcuma Xedoaria Rhizoma) Kandungan kimia
cineole, camphane, zingiberene, borneol, camphor,
curcumin

dan

resin

serta

curcuminoid

dancurdione.sirih,dan teki
Kegunaan

; Membantu mengatasi keputihan,Mengurangi nyeri


haid,

melancarkan

menormalkan

haid,

Membersihkan / mengecilkan rahim,Mengurangi


gatal-gatal/sekresi pada daerah kewanitaan

Minyak Cap tawon

43

Komposisi

: Minyak Kelapa.. Minyak kayu putih, cengkeh, daun lada,


jahe, kunyit dan bawang.Minyak atsiri

Khasiat Manfaat Minyak Tawon :


-Mengobati kulit yang terkena minyak panas, kulit yang terluka/lecet atau
kulit yang terkena pisau.
-Mempercepat penyembuhan lebam akibat benturan benda tumpul.
-Meredakan nyeri, sakit kepala, batuk, gatal akibat gigitan serangga.
-Mengobati sakit gigi dan sariawan
-Sakit urat & tulang, bisul, pusing, kudis, panu, muntah-muntah, pegalpegal, rematik, masuk angin, sakit perut, sesak napas, dll.

Cara pemakaian : digosok pada daerah yang sakit atau gatal


Pengobatan non farmakologi

Jangan digaruk
sebisa mungkin hindrai garkan yang berlebihan apalagi

menggunakan kuku panjang. Garukan akana membuat kulit menjadi


lecet akibatnya memperparah kondisi kulit yang terlihat bahkan bisa
menimbulkan infeksi. Boleh menggaruk asal dengan lembut dan tidak
menerus intinya jangan sampai lecet

Terapi cahaya

44

Fototerapi akan menyinari kulit anda dengan sinar ultraviolet


yang panjang gelombang tertentu. Biasanya dibutuhkn beberapa sesi
penyinaran sampai gatal terkendali

III.6 Pengobatan untuk jerawat


Terapi non-farmakologi untuk jerawat
1. Membersihkan permukaan kulit dengan sabun dan air akan memberikan
efek yang kecil terhadap penyembuhan akne, sebab hal tersebut
memberikan efek minimum terhadap folikel
2. Menggosok kulit (scrubbing) atau mencuci wajah secara berlebihan tidak
perlu dilakukan sebab tidak membuka atau membersihkan pori dan
mungkin berdampak pada iritasi kulit
3. Penggunaan zat pembersih yang lembut dan yang tidak menyebabkan
kering penting diperhatikan untuk menghindari iritasi dan kulit kering
selama terapi akne
Pada kasus jerawat yang meradang pada wajah walaupun dalam
jumlah sedikit maka dikategorikan jerawat yang parah karena kondisi
jerawat tersebut telah iritasi, yang salah satu sebabnya yang penderita
jerawat

sering

menggaruk

atau

memijat

dengan

kasar

pada

jerawatnya.Bila hal ini terjadi maka sebaiknya konsultasi ke dokter, agar


ditangani khusus, setelah itu bisa dilanjutkan swamedikasinya.
Pengobatan Menggunakan Obat Sintesis
Obat-obat yang digunakan untuk pengobatan jerawat :
Bahan iritan: bekerja dengan cara mengelupas kulit (peeling) atau
mengeringkan jerawat dan mempercepat regresi lesi yang meradang
sehingga dapat mempercepat hilangnya mediator radang dan bahan
toksik. Contoh zat ini adalah Sulfur, resorsinol dan asam salisilat.

45

Tretionin: Bekerja dengan mencegah sel-sel tanduk melekat satu sama


lain dengan menghambat pembentukan tonofilamen dan mengurangi
ikatan antara sel-sel keratin, mempercepat pergantian sel epitel folikel,
dan

bersifat

counter

iritan

karena

memnyebabkan

vaskularisasi

bertambah dan membantu resorbsi papula dan nodul yang sukar hilang.
Benzoil peroksida: Zat ini tidak hanya membunuh bakteri, melainkan
juga menyebabkan deskuamasi dan mencegah timbulnya gumpalan di
dalam folikel.
Retinolda, dapat menormalisasi proses sel tanduk, melarutkan sumbatansumbatan karaktin dan juga mengurangi produksi sebum, sehingga
pembentukan komedo baru dapat dihindari.
Antibakteri

topikal:

Mengurangi

populasi

C.

acnes

dan

hasil

metabolismenya seperti lipase dan porfirin. Contoh antimikroba topikal


yang sering digunakan adalah: Klindamisin 1%, Eritromisin 2%, dan
Tetrasiklin 0,5-5%
Antibiotika oral:
Tetrasiklin, efektif terhadap C. acnes, dapat menghambat lipase
ekstraseluler yang dikeluarkan bakteri dan terkonsentrasi pada tempat
peradangan.Dosis yang digunakan adalah 1 g/hari sebelum makan.
Eritromisin, obat pilihan untuk penderita yang sensitif terhadap tetrasiklin
atau wanita hamil.Mempunyai sifat bakterisid terhadap C. acnes dan
biasanya digunakan dengan dosis sebesar 1 g/hari.
Obat hormon
Antiandrogen, hormon ini dapat mencegah kelenjar palit mengadakan
reaksi terhadap testosteron.Siproteron asetat bersama-sama estrogen
hanya digunakan pada wanita dengan akne dan sebore hebat, akne
papulo pustular yang resisten, dan akne konglobata yang refrakter.
Kotikosteroid intralesi berguna untuk lesi nodulo kistik besar dan sinus
pada

akne

konglobata.Cepat

dapat

46

mengurangi

peradangan

dan

mencegah timbulnya sikatriks. Dipakai larutan dengan konsentrasi 2,5


mg/ml dan pemberian dapat diulangi tiap 1-2 minggu.

Obat swamedikasi acne (Jerawat)

Aza 20 Cream (Produsen :Pharmacore Labs)

Komposisi

: Tiap gram krim mengandung Azelaic


acid 200 mg

Indikasi

: Untuk pengobatan topikal pada akne


vulgaris ringan sampai sedang

Cara kerja obat

: azelaic acid bekerja dengan cara


menginhibisi sintesis protein pada sel
bakteri menurunkan pembentukan mikro
komedo pada akne dan menormalkan
proses keratinisasi.

Kontra indikasi

: pasien dengan riwayat hipersensitif


terhadap azelaic azid

Dosis & Pemakaian

: digunakan setelah kulit dibersihkan


dengan krim/ lotion pembersih. Oleskan
aza 20 cream pada bagian kulit yang
bermasalah 2 kali sehari (pagi dan
sore). Apabila terjadi iritasi, pemberian
harus dikurangi menjadi sekali sehari

47

sampai iritasi hilang atau pengobaan


dihentikan

untuk

sementara.

Pada

umumnya setelah menggunakan secara


teratur, terjadi perbaikan nyata kira-kira
4 minggu. Apabila hasil yang diharapkan
sudah tercapai, dianjurkan untuk tetap
menggunakan krim secara teratur untuk
mendapatkan

hasil

terbaik

selama

beberapa bulan, tetapi sebaiknya tidak


lebih dari 6 bulan.
Efek samping

aza

20

cream

umumnya

dapat

ditoleransi dengan baik. Iritasi lokal pada


kulit

kadang-kadang

terjadi,

tetapi

umumnya ringan dan besifat sementara.


Efek samping yang umumnya terjadi
seperti

pruritis

perasaan

terbakar,

eritema, rash, iritasi, dermatitis.


Peringatan dan perhatian

: - hanya untuk pemakaian luar


-

Hati- hati jangan mengenai mata.


Apabila terjadi harus segera dibilas

dengan air
Hindari pemakaian obat ini selama

masa kehamilan dan laktasi


Pemberian pada wanita hanya bila
sangat dibutuhkan.

Kemasan & no. Reg

Tube

netto

10

gram,

DKL

0535801029A1

Benzolac 5% (Produsen: PT. Surya Dermato medica


laboratories)

48

Komposisi

: Benzoil peroksida 5% dalam dasar gel.

Indikasi

: membantu pengobatan jerawat

Daya kerja

: Lokal pada kulit sebagai obat jerawat


berdasarkan

sifat

yang

dimiliki

yaitu

menurunkan konsentrasi asam lemak bebas


dalam sebum. Bersifat anti mikroba terhadap
propionibacterium

acnes

dan

bersifat

keratolitik.
Aturan pakai

: - Cucilaah muka dengan seksama. Cobalah


tes terhadap kulit. Oleskan gel ini dengan
ujung jari pada bagian yang berjerawat pada 3
hari pertama.
- Terjadi reaksi dan gangguan, gunakan 1-2 kali
sehari dengan cara mengoleskan krim tipistipis

dan

sekitarnya.

hati-hati

pada

Hidarkan

berjerawat

pemakaian

dan
yang

berlebihan.
- Bila terjadi kekeringan atau kulit yang
terkelupas, dosis dikurangi menjadi 1 kali
sehari atau 2 kal sehari.
Efek samping

: - Dermatitis atau kontak alergi telah pada


pengobatan benzoil peroksida secara topikal.
-

Iritasi lokal (kerap terjadi reaksi hebat


pada beberapa orang)

49

Kemasan & No. Reg

: Tube Plastik 5 gr, DTL 9028600828A1

BioacneCream (Produsen: Ikapharmindo)

Golongan

: Obat bebas

Komposisi

: Setiap gram BIOACNE mengandung


Sulfur 50mg,

Resorcinol 5mg, dan

Cetrimide 5mg dalam dasar krim yang


cocok.
Indikasi

: Bioacne membantu mencegah dan


menghilangkan
sulfur,

jerawat.

Resorcinol,

dan

Kombinasi
Cetrimide

mempunyai kemampuan anti bakteri,


terutama terhadap bakteri yang terlibat
dalam

pembentukan

jerawat

(propionibacterium acnes) serta daya


keratolitik yang optimal.
Cara pemakaian

: Setelah kulit dibersihkan, oleskan


Bioacne tipis saja pada jerawat dua atau
tiga kali sehari, pagi, siang, malam
secara teratur

50

Kontra Indikasi

Kepekaan

terhadap

salah

satu

komponen krim ini.


Peringatan

: Jangan digunakan pada luka lecet.

Penyimpanan

: Simpan di tempat sejuk.

Acne dengan peradangan sedang dan banyak komedo lebih efektif


diobati dengan benzoylperoksida (gel 2,5 % benzolac) yang pada
permulaan harus dioleskan dengan hati-hati 1x sehari berhubung
sifat iritasinya kulit.
Sediaannya :

Acne

FeldinLotion

(PT.

Galenium

Pharmasia

Laboratories)

Golongan

: Obat bebas

Deskripsi

: Sulfur endap, Champor 1%.

Indikasi

: Acne vulgaris.

Dosis

: Oleskan 2 kali sehari pada kulit


berjerawat yang telah dibersihkan, atau
menurut petunjuk dokter.

51

Verile Gel (Produsen: PT Medikon Prima)

Golongan
Kemasan
Komposisi

: Obat Bebas.
: Gel 10 gram.
: Triclosan 0,1%, Boric acid 1%, Asam
Salisilat 0,5%, Resorsinol 2%, Allantoin
0,1%, Alcohol 25%.

Dosis

: 2-3 kali sehari pada kulit berjerawat


yang telah dibersihkan.

Kelebihan Verile Acne Gel :


Membantu membersihkan kulit dari minyak;
Membasmi bakteri & jamur penyebab jerawat, dengan

mantap; & tuntas


Membantu penyembuhan luka jerawat;
Memberikan rasa sejuk pada jerawat yang meradang;
Cepat menghilangkan gejala yang menyertai jerawat seperti

rasa gatal, merah dan lecet;


Tidak mengiritasi kulit;
Transparan dan bisa digunakan kapan saja, tidak lengket
dan tidak berbekas;

Pengobatan Menggunakan Obat Tradisional

Kaplet Indah Warni (PT. Mustika Ratu Tbk.)

52

Indikasi : Untuk mengurangi jerawat dan gatal-gatal pada kulit


akibat penggunaan kosmetik.
Kemasan

: Botol 30 kaplet

Komposisi
Tiap kaplet mengandung :
Temulawak (Curcumae Rhizoma)500 mg
Biji buah Asam (Tamarindi Pulpa).2 mg
Dosis

: Diminum 1 kaplet setiap hari.

Kapsida bersih darah kembang

Indikasi

Membersihkan

darah

yang

kotor,

mengobati gatal-gatal, koreng, bisul,


53

jerawat memperbaiki peredaran darah


dan memperbaiki pencernaan makanan.
Cara Pemakaian

:Minumlah secara teratur sehari 3 kali,


tiap minum 2 kapsul sebelum makan
dan menjelang tidur malam.

Kemasan

:Botol plastik isi 12 kapsul @ 300 mg.


Kapsul

berwarna

orange-orange

bertuliskan KEMBANG BULAN

Pengobatan dari herbal :


Buah Tomat (Solanum lycopersicum L.)

Kandungan Kimia
Buah mengandung alkaloid solanin, saponin, asam folat, asam malat,
asam sitrat, bioflavonoid (termasuk rutin), protein, lemak, gula (glukosa,
fruktosa), adenin, trigonelin, kholin, tomatin, mineral (Ca, Mg, P, K, Na, Fe,
sulfur, klorin), vitamin (B1, B2, B6, C, E, likopen, niasin); dan histamin.
Manfaat Tanaman
Lycopene pada tomat berkhasiat membantu mencegah
kerusakan sel yang dapat mengakibatkan kanker leher

rahim, kanker prostat, kanker perut dan kanker pankreas.


Mengobati jerawat
Menghaluskan dan mencerahkan kulit
Membantu menurunkan resiko gangguan jantung.
Menghilangkan kelelahan dan menambah nafsu makan.

54

Menghambat pertumbuhan sel kanker pada prostat, leher


rahim, payudara dan endometrium.
Memperlambat penurunan fungsi mata karena pengaruh
usia (age-related macular degeneration).
Mengurangi resiko radang usus buntu.
Membantu menjaga kesehatan organ hati, ginjal, dan

mencegah kesulitan buang air besar.


Mengobati diare.
Meningkatkan jumlah sperma pada pria.
Memulihkan fungsi lever.
Mengatasi kegemukan.

Cara pemakaian
Bahan

: Buah Tomat masak 1 buah

Cara pembuatan : Buah tomat dipotong rata-rata


Cara pemakaian : Gosokkan pada wajah yang berjerawat selama 2 3
kali sehari.

Buah Mentimun (Cucumis sativus L)

Kandungan kimia

Mentimun mengandung zat-zat saponin (yang berfungsi mengeluarkan


lendir), protein, Fe atau zat besi, sulfur, lemak , kalsium, Vitamin A, B1 dan
juga C. Jika memakai pendekatan matematis, maka dalam 100 gram
mentimun terdapat 0,7 gram protein, 12 kkl kalori, 0,1 gram lemak, 21
miligram fosfor, 0,3 miligram Fe, 0,3 karbohidrat, 8,0 vitamin C, dan 0,3
55

miligram Vitamin A dan juga vitamin B1. Berbagai zat ini bersifat porgonik
yang disinyalir mampu menurunkan tekanan darah dalam tubuh.
Manfaat tanaman
Mentimun

bermanfaat

sebagai

tekanan

darah

tinggi,

sariawan,

membersihkan ginjal, demam, jerawat, untuk obat haid yang tidak teratur.
Cara pemakaian
Bahan

: Buah mentimun muda 1 buah

Cara pembuatan : Buah mentimun dipotong rata-rata 3 cm x 3cm


Cara pemakaian : Gosokkan pada wajah yang berjerawat selama 2 3
kali sehari.

Meniran (Phylantus urinariaLinn.)

Kandungan kimia
Senyawa kimia yang terkandung dalam tumbuhan meniran: zat filantinkalium-mineral-damar zat penyamak.
Manfaat tanaman
Sakit kuning, malaria, demam, ayan, batuk, haid lebih, disentri luka bakar,
luka goreng dan jerawat.

56

Cara pemakaian
Bahan

: 7 Bagian tanaman meniran

Bahn tambahan : 1 rimpang umbi kunyit (4 cm)


Cara pembuatan :seluruh bahan dicuci sampai bersih dan ditumbuk
sampai halus, kemudian direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih
hingga tinggal 1 gelas.
Cara pemakaian : disaring dan diminum sekaligus, ulangi secara teratur
setiap hari.
Temulawak (Curcuma xanthorriza)
Kandungan kimia :
Fellandrean dan turmerol (minyak menguap). minyak atsiri, kamfer,
glukosida, foluymetik karbinol. kurkumin bermanfaat sebagai acnevulgaris.

Cara penggunaan :
Temulawak 5 iris, daun mimba 7 lembar, dan pegagan 30 gram. Semua
bahan direbus dengan 5 gelas air hingga tersisa menjadi 2 gelas. Hasil
rebusan tersebut diminum 2 kali sehari masing-masing 2 gelas. Selama
proses penyembuhan, penderita jerawat, hindari mengkonsumsi
makanan berlemak, minyak hewani, santan, otak, telur, kacang tanah,
jeroan dan makanan pedas.

Daun sirih (Piper betle)


57

Kandungan kimia :
Minyak atsiri, hidroksikavicol, kavicol, kavibetol,
allylprokatekol, karvacrok, eugenol, p-cymene,
cineole,

caryofelen,

kadimen

estragol,

terpenena, fenil propada, dan tanin


Cara penggunaan :
daun sirih sebanyak 5-10 lembar, kemudian direbus dengan 2 gelas air
dalam wadah tertutup. Setelah mendidih, angkat dan diamkan hingga
hangat-hangat kuku. Ramuan ini gunakan untuk mencuci muka
berjerawat, sebaiknya dilakukan secara rutin menjelang tidur dan
sehabis bepergian.

Lidah buaya (Aloe vera)


Kandungan kimia :
Aloin, barbaloin, isobarbaloin, aloe-emodin,
aloenin, dan aloesin.
Cara penggunaan :
Setengah siung bawang putih, seruas jari kunyit dan sebutir kentang
ukuran sedang tambah mentimun dan lidah buaya. Semua bahan
dihaluskan dan dicampur hingga rata. Ramuan ini dioleskan ke seluruh
permukaan kulit berjerawat sebagai masker, biarkan selama 30 menit,
kemudian bilas dengan air hangat, disusul dengan air dingin.

58

Jeruk nipis (Citrus aurantifolia)


Kandungan kimia :
Asam sitrat, kalsium, magnesium, vitamin C,
bioflavonoid, pektin dan limonin yang berefek
pada kekebalan tubuh dan antiinfeksi. Vitamin C
berkhasiat menjadikan kulit wajah Anda tampak
cantik.
Cara penggunaan :
Sebuah jeruk nipis diperas dan sebuah mentimun atau bengkuang,
dihaluskan dan diperas diambil airnya, kemudian campurkan. Oleskan
campuran bahan ke seluruh permukaan kulit wajah sebagai masker,
biarkan selama 30 menit kemudian bilas dengan air hangat. Lakukan
secara teratur 2 hari sekali. Jika jerawat terasa perih, pemakaian
dihentikan.

Buah mengkudu (Morinda citrifolia)


Kandungan kimia :
Xeronine, plant sterois,alizarin, lycine, sosium,
caprylic

acid,

arginine,

proxeronine,

quinines, trace elemens, phenylalanine,


magnesium

59

antra
dan

Cara penggunaan :
Buah mengkudu 2 buah dan 2 ruas jari gula batu dihaluskan (diblender)
dengan segelas air (200 cc), kemudian saring dan rebus hingga
mendidih. Ramuan diminum saat masih hangat setiap pagi satu jam
sebelum makan. Ramuan ini akan membersihkan darah kotor. Darah
kotor ini merupakan salah satu penyebab terjadinya jerawat.

Bunga melati (Jasminus sambac)


Kandungan :
livalylacetaat, benzyl, dan indol
Cara penggunaan :
Bunga melati sebanyak 20 kuntum, 2 jari
asam jawa, 2 sdm sari jeruk nipis dan
belerang sebesar kelereng, dicampur dan ditumbuk halus, kemudian
oleskan pada kulit wajah berjerawat pada pagi dan malam hari sebelum
tidur Ramuan ini dapat menyebabkan jerawat mengempis.

Belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.)


Kandungan kimia :
Saponin, tanin, glucoside, calsium oksalat,
sulfur, asam format, tanin, peroksidase, kalium
sitrat.
Cara penggunaan :

60

Belimbing wuluh 5 buah dan air garam secukupnya ditumbuk halus


kemudian airnya dioleskan pada kulit yang berjerawat dua kali sehari
pada pagi dan malam hari sebelum tidur.

Buah Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa)


Kandungan :
Alkaloid, saponin, flavonoid dan polifenol
Cara penggunaan :
Buah mahkota dewa yang masih hijau diparut
dan hasil parutannya langsung ditempelkan
pada kulit wajah berjerawat sebagai masker

BAB IV
PENUTUP
IV.1. Kesimpulan
1. Tujuan pengobatan sendiri adalah untuk menanggulangi secara
cepat dan efektif keluhan yang tidak memerlukan konsultasi medis,
mengurangi beban pelayanan kesehatan pada keterbatasan
sumber daya dan tenaga, serta meningkatkan keterjangkauan
masyarakat yang jauh dari pelayanan kesehatan
2. Kulit adalah organ yang terletak paling luar dan membatasinya dari
lingkungan hidup manusia. Kulit merupakan organ yang esensial dan
vital serta merupakan cermin kesehatan dan kehidupan. Kulit juga

sangat kompleks, elastis dan sensitif, bervariasi pada keadaan iklim,


umur, jenis kelamin, ras, dan juga bergantung pada lokasi tubuh.

61

3. Akne adalah penyakit kulit yang terjadi akibat peradangan


menahun folikel polisebasea yang ditandai dengan adanya
komedo,

papula,

pustula,

nodus,

dan

kista

pada

tempat

predileksinya seperti di wajah, punggung, dan lengan atas.


4. Gatal merupakan suatu gejala yang timbul akibat adanya alergi
pada permukaan kulit akibat banyaknya kontak zat alergen dan
gigitan nyamuk. Gatal (pruritus) adalah suatu perasaan yang
secara otomatis menuntut penggarukan. Penggarukan terusmenerus bisa menyebabkan kemerahan dan goresan pada kulit
yang selanjutnya akan menyebabkan bertambahnya rasa gatal.
menyebabkan terbentuknya jaringan parut dan penebalan kulit.

DAFTAR PUSTAKA
1. Anonim,

2009.

Bioacne

obat

Anti

Acne

Cream

(http://pirates8news.blogspot.com/2011/12/bio-acne-obat-anti-acnecream.html, diakses tanggal 30maret 2014.


2. Anonim,
2009.
Bioacne
obat
Anti

Acne

Cream

(http://pirates8news.blogspot.com/2011/12/bio-acne-obat-anti-acnecream.html, diakses tanggal 30 maret 2014)


3. Anonim, 2013. Acne Feldin (http://medicastore.com, diakses tanggal
30maret 2014)
4. Anonim, 2013. Verile (http://verileskin.com, diakses tanggal 30 maret
2014)
5. Rukmana, R. 1994. Budidaya Mentimun. Yogyakarta : Kanisius.
6. Soewito, D.S. 1990. Memanfaatkan Lahan Bercocok Tanam Mentimun.
Jakarta : CV. Terang.
7. Sumpena, U. 2001. Budidaya Mentimun. Jakarta : Penebar Swadaya.

62

8. Anonim,

2013.

http://jamu.mustikaratu.com/product.htm.

tanggal 7 Desember 2013

63

diakses