Anda di halaman 1dari 35

ALKOHOL

KIMIA ORGANIK 1

Struktur Alkohol

Gugus fungsi alkohol adalah


gugus OH yang terikat pada
karbon yang berhibridisasi sp3

Sudut ikatan atom oksigen


hidroksil sekitar bond 109,5

Oksigen berhibridisasi sp3

Dua hibrid orbital sp3 dari ikatan


sigma ke karbon dan hidrogen

Dua orbital hibridisasi sp3 yang


tersisa masing-masing berisi
sepasang elektron yang tidak
dibagi

Tatanama Alkohol

Nama IUPAC

Rantai induk adalah rantai terpanjang yang


mengandung gugus OH
Nomori rantai induk dengan posisi gugus OH
pada nomor terendah
Ganti akhiran a dari alkana dengan ol

Nama trivial

Diberi nama gugus alkil yang terikat pada


oksigen diikuti oleh kata alkohol

Tatanama Alkohol

Contoh

Tatanama Alkohol

Senyawa mengandung lebih dari suatu


gugus OH diberi nama diol, triol, dan
seterusnya

Tatanama Alkohol

Alkohol tidak jenuh

Tunjukkan ikatan ganda dengan mengubah


sisipan dari an ke enTunjukkan gugus OH dengan akhiran ol
Nomori rantai dengan posisi gugus OH
mempunyai nomor terkecil

Sifat Fisika

Alkohol adalah senyawa polar

Mereka berinteraksi dengan dirinya sendiri dan


senyawa polar lainnya melalui interaksi dipol-dipol

Interaksi Dipol-dipol: antaraksi antara


ujung positif dari satu dipol dan ujung negatif
dari dipol lainnya

Sifat Fisika

Ikatan Hidrogen: bila ujung positif


suatu dipol berikatan H dengan F, O,
atau N (atom yang berkeelektronegatifan
tinggi) dan ujung lain adalah F, O, atau N

kekuatan ikatan hidrogen dalam air adalah


sekitar 21 kJ (5 kkal)/ mol
Ikatan hidrogen jauh lebih lemah dari ikatan
kovalen
Meskipun demikian, mereka dapat memiliki
pengaruh yang signifikan terhadap sifat fisik

Ikatan Hidrogen

Sifat Fisika

Etanol dan dimetil eter adalah isomer


konstitusi.
Titik didihnya sangat berbeda

Etanol membentuk ikatan hidrogen


antarmolekul yang meningkatkan gaya tarik
menarik antara molekul yang mengakibatkan
titik didih yang lebih tinggi
Tidak ada gaya menarik serupa antara
molekul pada dimetileter

Sifat Fisika

Dibandingkan dengan alkana yang


berukuran dan beberat molekul
sebanding maka alkohol

Memepunyai titik didih yang lebih tinggi


Lebih mudah larut dalam air

Keberadaan gugus OH dalam suatu


molekul meningkatkan kelarutan molekul
tersebut dalam air dan meningkatkan titik
didihnya

Keasaman Alkohol

Dalam larutan air, alkohol adalah asam


lemah

Keasaman Alkohol

Keasaman Alkohol

Keasaman tergantung pada terutama


tingkat kestabilan dan kelarutan ion
alkoksida

Kenegatifan muatan oksigen negatif metanol


dan etanol merupakan akses ion hidroksida
untuk pelarutan; dalam hal ini alkohol adalah
seasam air
Dengan meningkatnya kekakuan gugus alkil,
kemamppuan air untuk melarutkan alkoksida
berkurang, keasaman alkohol berkurang, dan
kebebasan ion alkoksida meningkat

Reaksi dengan Logam

Alkohol bereaksi dengan Li, Na, K dan logam aktif


lain dengan membebaskan gas hidrogen dan
membentuk logam alkoksida

Alkohol juga dikonversi menjadi logam alkoksida


melalui reaksi dengan basa yang lebih kuat daripada
ion
Salah satu yang bersifat basa adalah natrium
hidrida

Reaksi dengan HX

Alkohol 3 bereaksi sangat cepat dengan


HCl, HBr dan HI

Alkohol 1 dan 2 berberat molekul rendah


tidak reaktif dibawah kondisi ini
Alkohol 1 dan 2 membutuhkan HBr dan
HI pekat untuk membentuk alkil bromda
dan iodida

Reaksi dengan HX

Dengan HBr dan HI, alkohol 2 umumnya


menghasilkan produk yang mengalami
penataan ulang

Alkohol 1 dengan cabang pada posisi


cenderung menghasilkan produk yang
mengalami penataan ulang

Reaksi dengan HX

Berdasarkan kepada
Kemudahan relatif reaksi alkohol dengan
HX (3 > 2 > 1) dan
Adanya penataan-ulang
Ahli kimia mengusulkan bahwa reaksi
alkohol 2 dan 3 dengan HX
Terjadi melalui mekanisme SN1, dan
Melibatkan intermediet karbokation

Reaksi dengan HX SN1

Tahap 1: transfer proton ke gugus OH


membentuk ion oksonium

Tahap 2: lepasnya H2O menghasilkan


intermediet karbokation

Reaksi dengan HX - SN1

Tahap 3: reaksi intermediet karbokation


(elektrofil) dengan ion halida (nukleofil)
menghasilkan produk

Reaksi dengan HX SN2

Alkohol 1 bereaksi dengan HX melalui


mekanisme SN2
Tahap 1: transfer proton yang cepat dan
reversibel

Tahap 2:pergantian HOH oleh ion


halida

Reaksi dengan HX
Untuk alkohol 1 dengan tambahan
cabang
SN1 tidak mungkin karena memiliki
karbokation 1
SN2 tidak mungkin juga karena
halangan ruang yang disebabkan
percabangan
Alkohol ini bereaksi dengan kehilangan
HOH secara serentak dan migrasi dari
gugus alkil

Reaksi dengan HX

Tahap 1: transfer proton menghasilkan ion


oksonium

Tahap 2: eliminasi HOH dan migrasi


gugus metil secara serempak
menghasilkan karbokation 3

Reaksi dengan HX

Tahap 3:reaksi intermediet karbokation


(elektrofil) dengan ion halida (nukleofil)
menghasilkan produk reaksi

Reaksi dengan PBr3

Metoda alternatif untuk sintesis


bromoalkana 1 dan 2 adalah reaksi
alkohol dengan fosfor tribromida
Metoda ini menghasilkan produk
penataan ulang yang lebih sedikit
dari reaksi dengan HBr

Reaksi dengan PBr3

Tahap 1:pembentukan dibromofosfit


terprotonasi sebagai ekivalen H2O, suatu
gugus lepas yang buruk untuk berganti
dengan gugus lepas yang baik

Tahap 2:pergantian oleh ion bromida


untuk menghasilkan alkil bromida

Reaksi dengan SOCI2

Thionyl klorida adalah pereaksi yang


paling banyak digunakan untuk merubah
alkohol 1 dan 2 menjadi alkil klorida
Basa yang ditambahkan, paling umum
adalah pyridin atau trietilamin, untuk
mengkatalisis reaksi dan untuk
menetralkan HCI

Reaksi dengan SOCI2

Reacksi alkohol dengan SOCI2 dengan


kehadiran amina 3 adalah stereoselektif
Reaksi terjadi dengan inversi
konfigurasi

Reaksi dengan SOCI2

Tahap 1: pembukaan alkil klorosulfit

Tahap 2: pergantian tempat nukleofilik terhadap


gugus lepas oleh ion klorida menghasilkan
kloroalkana

Alkil Sulfonat

Sulfonil klorida diturunkan dari asam


sulfonat
Asam sulfonat, seperti asam sulfat,
adalah asam kuat

Alkil Sulfonat

Sulfonil klorida yang umum digunakan


adalah p-toluensulfoni klorida (Ts-CI)

Alkil Sulfonat

Sulfonil klorida lain yang umum


digunakan adalah metanasulfoni klorida
(Ms-CI)

Alkil Sulfonat

Anion sulfonat adalah basa sangat lemah


(basa konjugat basa dari asam kuat) dan
merupakan gugus lepas yang sangat
baik untuk reaksi SN2

Konversi alkohol menjadi ester sulfonat


sebagao pengganti HOH, yang berupa
gugus lepas yang sangat jelek, menjadi
ester sulfonat, yang merupakan gugus
lepas yang sangat baik.

Alkil Sulfonat

Prosedur dua tahap merubah (S)-2oktanol menjadi (R)-2-octil asetat


Tahap 1: pembentukan ester ptoluenesulfonat (Ts)

Tahap 2: pergantian neukleofilik tosilat

Terimakasih

Mahameru 25121