Anda di halaman 1dari 23

I .

PENGERTIAN DAN TUJUAN INTERPOLASI


A. Pengertian
Interpolasi adalah proses pencarian dan penghitungan nilai suatu fungsi yang
grafiknya melewati sekumpulan titk yang diberikan. Titik-titik tersebut mungkin merupakan
hasil eksperimen dalam sebuah percobaan, atau diperoleh dari suatu fungsi yang diketahui.
B. Tujuan
adapun kegunaan lain dari interpolasi adalah untuk menaksir harga-harga tengah
antara titik data yang sudah tepat. Interpolasi mempunyai orde atau derajat.

II. MACAM-MACAM INTERPOLASI


PEMBAHASAN
A. Interpolasi Linier
Interpolasi linear atau interpolasi lanjar adalah interpolasi dua buah titik dengan
sebuah garis lurus. Misal diberikan dua buah titik, (x0,y0) dan (x1,y1). Polinom yang
menginterpolasi kedua titik itu adalah persamaan garis lurus yang berbentuk:
P ( x )=a0 +a1 x
Gambar dibawah ini memperlihatkan garis lurus yang menginterpolasi titik-titik (x0,y0) dan
(x1,y1).
Y

(x1,y1)

(x0,y0)
X
Gambar 1.1 Interpolasi Linier
Y
(x0,y0)

(x1,y1)
X
Gambar 1.2 Interpolasi Linier

a0

Koefisien

(x 0 , y 0 )

mensubstitusikan

a1

dan

dicari dengan proses substitusi dan eliminasi. Dengan

dan

(x 1 , y 1)

ke dalam persamaan

diperoleh dua persamaan linear:


y 0=a0+ a1 x0

. . . . . . . (1)

y 1=a 0+ a1 x 1

. . . . . . . (2)

Dari dua persamaan diatas, dengan eliminasi diperoleh:


a

0+a
(
1 x 1)
y 0 y 1=( a0 +a 1 x 0 )

y 0 y 1=a1 x 0a1 x 1

x
( 0x 1 )
y 0 y 1=a1
a 1=

a1

Substitusikan nilai

y 0 y 1
x 0x 1

ke dalam persamaan (1), diperoleh:

y 0=a0+ a1 x0
y 0 =a0 +

y0 y1
x
x0 x1 0

y 0 =a0 +

x0 y 0x 0 y 1
x 0x 1

y 0 =a0 +

x0 y 0x 0 y 1
x 0x 1

a 0= y 0

x 0 y 0x 0 y 1
x 0x 1

a 0=

y 0 ( x 0x 1)x 0 y 0 + x 0 y 1
x 0x 1

a 0=

x0 y 0x 1 y 0x 0 y 0 + x 0 y 1
x 0x 1

p1 ( x )=a0 +a1 x

a 0=

x0 y 1x 1 y 0
x 0x 1

Dengan melakukan manipulasi aljabar untuk menentukan nilai


sebagai berikut:
p1 ( x )=a0 +a1 x

p1 ( x )=

x 1 y 0x 0 y 1 y 1 y 0
+
x
x 1x 0
x 1x 0

p1 ( x )=

x 1 y 0x 0 y 1+ xy 1 x y 0
x 1x 0

p1 ( x )=

x 1 y 0x 0 y 1+ xy 1 x y 0 +( x 0 y 0x 0 y 0)
x1 x0

p1 ( x )=

x 1 y 0x 0 y 0x 0 y 1+ xy 1 x y 0+ x0 y 0
x 1x 0

xx 0

y 0 ( xx 0 )
y 0 ( x1x 0 ) + y1
p1 ( x ) =
y
xx 0

( 1 y 0 )
y 0 ( x1x 0 ) +
p1 ( x )=

p1 ( x ) dapat dilakukan

y
xx 0

( 1 y 0 )

p1 ( x )= y 0 +
Dalam menentukan persamaan dari interpolasi linear juga dapat dilakukan melalui
cara berikut:
Menentukan titik-titik antara dari 2 buah titik dengan menggunakan garis lurus.

P2 (x1,y1)
(x,y)

P1(x0,y0)

X
Gambar 1.3 Interpolasi Linier
Persamaan garis lurus yang melalui 2 titik P1 (x0,y0) dan P2 (x1,y1) dapat dituliskan dengan:
y y 0 xx 0
=
y 1 y 0 x 1x 0
Sehingga diperoleh persamaan dari interpolasi linear sebagai berikut:
y=

y 1 y 0
( x x0 ) + y 0
x 1x 0

Algoritma Interpolasi Linear

1.

Tentukan nilai

x 0 , y 0 , x 1 , dan y 1 .

2.

Periksa apakah

x 0=x 1

. Jika ya, maka kembali ke langkah 1 sebab nilai

fungsinya tidak terdefinisi dalam kondisi ini. Jika tidak, maka dilanjutkan ke langkah 3.
3.

Masukkan nilai

x .

4.

Periksa apakah

min { x 0 , x 1 } x max { x 0 , x 1 }

nilai

. Jika tidak, maka masukkan

x yang lain. Jika ya, maka dilanjutkan langkah 5.


P= y 0 +( xx 0)

5.

Hitung

6.

Periksa apakah

7.

Tulis hasil

y 0= y 1

y1 y0
x1 x0 .
. Karena jika sama, maka akan diperoleh

P= y 0

y=P .

Contoh
1. Perkirakan atau prediksi jumlah penduduk Purworejo pada tahun 2005 berdasarkan
data tabulasi berikut:
Tahun
Jumlah Penduduk

1990
187.900

2000
205.700

Penyelesaian:
Dipunyai: x0 = 1990, x1 = 2000, y0 = 187.900, y1 = 205.700.
Ditanya: Prediksi jumlah penduduk Gunungpati pada tahun 1995.
Ingat :
y
xx 0

( 1 y 0 )

p1 ( x )= y 0 +

Misalkan

x=1995

19951990

(205.700187.900)
p1 ( 2005 ) =187.900+
p1 ( 2005 ) =196.800
Jadi, diperkirakan jumlah penduduk Purworejo pada tahun 1995 adalah 196.800 orang.
2. Dari data ln(9.0) = 2.1972, ln(9.5) = 2.2513, tentukan ln(9.2) dengan interpolasi linier
sampai 4 desimal. Bandingkan hasil yang diperoleh dengan nilai sejati ln(9.2)=2.2192.
Penyelesaian:
Dipunyai:
x 0=9.0, y 0=2.1972
.
x 1=9.5, y 1=2.2513 .
Ditanya : tentukan nilai ln(9.2) sampai 5 angka bena kemudian dibandingkan dengan
nilai sejati ln(9.2) = 2.2192.
Ingat:
y
xx 0

( 1 y 0 )

p1 ( x )= y 0 +
9.29.0

(2.25132.1972)
p1 ( 9.2 )=2.1972+
p1 ( 9.2 )=2.21884
Galat = nilai sejati ln(9.2) nilai ln(9.2) hasil perhitungan dengan metode interpolasi
linear
Galat = 2.2192 2.21884 = 3,6 x 10-4 .
B. Interpolasi Kuadratik

y2
y1

( x 0 , y 0 ) , ( x 1 , y 1 ) , dan( x 2 , y 2 ) . Polinom yang

Misal diberi tiga buah titik data,

menginterpolasi ketiga buah titik itu adalah polinom kuadrat yang berbentuk:
p2 ( x )=a0 +a1 x+ a2 x 2
Bila digambar, kurva polinom kuadrat berbentu parabola, seperti ditunjukkan dalam Gambar
2.4 dan Gambar 2.5
y0

x0

y2

x1

x2

y1
Y
x1,y1

Gambar 2.1 Interpolasi Kuadratik

y0

x2,y2

Masih terdapat grafik berbentuk parabola yang lain, selain yang ditunjukkan pada
x0,y0
x0
x1
x2
Gambar 2.1 diatas, namun harus diperhatikan bahwa untuk setiap nilai
hanya sebuah nilai

yi

xi

akan diperoleh

. Sehingga tidak mungkin kondisi grafiknya seperti Gambar 2.2 di

bawah ini atau semacamnya.


Y
x1,y1
x2,y2

x0,y0

Gambar 2.1 Bukan Interpolasai Kuadratik


p2 (x) ditentukan dengan cara berikut:

Menyelesaikan Polinom
1. Substitusikan

(x i , y i ) ke dalam persamaan

p2 ( x )=a0 +a1 xi + a2 x 2i

dengan i = 0,

1, 2. Diperoleh tiga persamaan dengan tiga buah parameter yang tidak diketahui
yaitu:

a0 , a1 ,

dan

a2 :

a0 + a1 x 0 +a2 x 20= y 0
2

a0 + a1 x 1+ a2 x1 = y 1
a0 + a1 x 2 +a2 x22 = y 2

2. Hitung

a0 , a1 ,

dan

a2

dari sistem persamaan tersebut dengan metode eliminasi

Gauss.
Selain menggunakan metode eliminasi Gauss, menentukan
dapat ditentukan dengan cara sebagai berikut:
y i+1 y i
y i+2 y i +1
a) Hitung F01= x i+1 xi , F 12= y i+2 y i +1 , dan
b) Hitung

F012 =

a0 , a1 ,

dan

a2

F12F 01
xi +2x i

P= y 1 + ( xx i ) F01 +( x xi )( xx i+1 ) F 012

Algoritma Interpolasi Kuadratik


Untuk interpolasi kuadratik digunakan algoritma sebagai berikut :
x 0 , y 0 , x 1 , y 1 , x 2 , dan y 2 .
1. Tentukan nilai
2. Periksa apakah

x 0< x1 < x 2

. Jika tidak, maka kembali ke langkah 1 sebab nilai

fungsinya tidak terdefinisi dalam kondisi ini. Jika tidak, maka dilanjutkan ke langkah
3.
3. Masukkan nilai

x .

4. Periksa apakah

min { x 0 , x 1 , x 2 } x max { x 0 , x1 , x2 }

x yang lain. Jika ya, maka dilanjutkan langkah 5.

. Jika tidak, maka masukkan nilai

y 1 y 0
y y1
F F 01
, F 12= 2
, dan F 012= 12
x 1x 0
x2 x1
x 2x 0

5. Hitung

F01=

6. Hitung

P= y 1 + ( xx i ) F01 + ( xx i ) (xx i ) F 012

7. Periksa apakah

F012 =0.

Jika ya, maka persamaan yang dihasilkan linear. Jika tidak

maka persamaan yang dihasilkan merupakan persamaan kuadrat.


8. Tulis hasil y=P .
Contoh :
1. Diberikan titik ln(8.0) = 2.0794, ln(9.0) = 2.1972, dan ln(9.5) = 2.2513. Tentukan nilai
ln(9.2) dengan interpolasi kuadratik.
Penyelesaian:
x 0=8.0, y 0=2.0794
Diketahui:
x 1=9.0, y 1=2.1972
x 2=9.5, y 2=2.2513
Ditanya : Tentukan nilai ln (9.2).
Sistem persamaan yang terbentuk adalah:
a0 +8.0 a 1+ 64.00 a2=2.0794
a0 +9.0 a1+ 81.00 a2=2.1972
a0 +9.5 a1+ 90.25 a2=2.2513
Untuk perhitungan secara manual, sistem persamaan diselesaikan dengan metode
eliminasi Gauss dengan langkah sebagai berikut:
Matriks yang terbentuk dari persamaan
a0 +8.0 a 1+ 64.00 a2=2.0794
a0 +9.0 a1+ 81.00 a2=2.1972
a0 +9.5 a1+ 90.25 a2=2.2513
adalah:

1 8 64 2.0794
1 9 81 2.1972
1 9.5 90.25 2.2513

1 8 64 2.0794
R 21(1)
0 1 17 0.1178
R 31(1)
0 1.5 26.25 0.1719

1 0 72 1.137
R12(8)
0 1 17 0.1178
R 32(1.5)
0 0 0.75 0.0048

1 0 0 0.6762
R 13(72)
0 1 0 0.2266
R 23(17)
0 0 1 0.0064

R 31(

1 0 72 1.137
1
) 0 1 17 0.1178
0.75
0 0 1 0.0064

Menggunakan metode Eliminasi gauss menghasilkan


a0 =0.6762, a1=0.2266, a2=0.0064

Polinom kuadratnya adalah:

p2 ( x )=a0 +a1 x+ a2 x 2

p2 ( 9.2 )=0.6762+0.2266 . ( 9.2 )+0.0064 .(9.2)2


p2 ( 9.2 )=2.2192
2. Dalam suatu eksperimen fisika pergerakan sebuah benda pedat berbentuk parabola.
Dengan data sebagai berikut :
t (detik)
5
6,5
8

Y (m)
2,01
2,443
2,897

Dengan menggunakan interpolasi kuadratik perkirakan ketinggian bola pada saat


t=7 detik.

Penyelesaian:
Dipunyai data pergerakan suatu benda padat:

t (detik)
5
6,5
8

Y (m)
2,01
2,443
2,897

Dengan menggunakan interpolasi kuadratik akan diprediksi ketinggian bola saat


t=7 detik.
Sistem persamaan lanjar yang terbentuk adalah:
a0 +5,0 a 1+25,00 a 2=2,01
a0 +6,5 a 1+ 42,25 a2=2,443
a0 +8,0 a 1+ 64,00 a2=2,897
Penyelesaian sistem persamaan dengan menggunakan metode eliminasi Gauss

1 5
25 2,01
1 5
25 2,01
1
R 2, R 1 (1 )
R2
1 6,5 42,25 2,443
0 1,5 17,25 0,443
1,5
1 8
64 2,897 R 3, R 1 (1 ) 0 3
39 0,887

1 5 25 2,01
1 0 32,5 0,56667
R 1, R 2 (5 )
1
0 1 11,5 0,28867
0 1 11,5 0,28867 R 3
4,5
R 3, R 2 (3 )
0 3 39 0,887
1 0
4,5 0,021

1 0 32,5 0,56667
1 0 0 0,71733
R 1, R 3(32,5)
0 1 11,5 0,28867
0 1 0 0,235
R 2, R 3(11,5 )
1 0
1 0,00467
1 0 1 0,00467

Diperoleh :

a0 =0,71733, a1=0,235, a2=0,00467

Sehingga Polinom Kuadratnya adalah:


p2 ( x )=0,71733+ 0,235 x +0,00467 x 2

( )
( )

Sehingga

p2 ( 7 ) = 2,588

Jadi,diprediksi, pada t = 7 detik tinggi bola 2,588 m.

C. Interpolasi Spline
Definisi : Suatu fungsi f (x) dinamakan suatu spline berderajat k jika
1. Domain dari S adalah suatu interval [a; b].
2. S; S0; :::; S(k1) kontinu pada [a; b].
3. Terdapat titik-titik xi sedemikian sehingga a = x0 < x1 < ::: < xn = b dan juga S
adalah suatu polinomial berderajat k pada setiap [xi; xi+1].

Dengan kata lain, spline adalah potongan-potongan fungsi polinomial dengan turunanturunan memenuhi kendala-kendala kekontinuan tertentu. Ketika k =1, spline dinamakan spline linear. Ketika k =2 , spline dinamakan spline kuadratik. Ketika k =3,
spline dinamakan spline kubik.
C.1 Spline Linear
S ( xi ) =( yi )
akan dicari suatu fungsi spline linear S ( x ) sedemikian sehingga
untuk 0 i n . Diambil

S0 ( x ) ; x [ x 1 , x 2]
Sx = S1 ( x ) ; x [ x1 , x2 ]

Sn1 ( x ) ; x [ x n1 , x n]

Dengan setiap S i ( x ) adalah linier


Diperhatikan fungsi linear S i ( x ) . Garis ini melalui titik ( x i , y i ) dan (x i+1 , y i +1) , sehingga kemiringan dari S i ( x ) yaitu

m i=

y i+1 y i
x i+1x i

Kita dapat juga mengatakan bahwa garis tersebut melalui titik ( x i , y i ) dan

untuk sembarang

mi=

x [ xi , x+1 i ]

x ,(S ( x ) )

, sehingga

S i ( x ) y i
xx i

yang memberikan
S i ( x )= y i+ mi ( xx i )

y i+

y i +1 y i
( xx i ) (C .1 .1)
x i +1x i

Contoh C.2
Buatlah interpolasi spline linier untuk data berikut:

0,0

0,1

0,4

0,5

0,75

1,0

1,3

4,5

2,0

2,1

5,0

3,0

Penyelesaian :

[ 0,0 ; 0,1 ] S0 ( x )=1,3+

4,51,3
( x0 ) =1,3+32 x
0,10

[ 0,1; 0,4 ] S 1 ( x )=4,5+

2,04,5
16 25
( x0,1 )= x
0,40,1
3
3

[ 0,4 ; 0,5 ] S 2 ( x )=2+

2,12,0
( x0,4 ) =1,6+ x
0,50,4

[ 0,5 ; 0,75 ] S3 ( x )=2,1+

[ 0,75 ;1 ] S 4 ( x )=5+

5,02,1
( x0,5 )=3,711,6 x
0,750,5

35
( x0,75 )=118 x
10,75

Jadi spline adalah potongan linear, yaitu linear di antara setiap titik data.
Persamaan (C.1.1) dapat dituliskan kembali sebagai
S i ( x )=ai x +b i , i=0,1, , n1

dengan
ai =

y i +1 y i
dan bi = y iai x i
x i +1xi

kekurangan utama spline linear adalah pada titik-titik data di mana dua spline bertemu,
kemiringannya berubah secara mendadak. Secara formal ini berarti bahwa turunan
pertama dari fungsi tidak kontinyu pada titik-titik tersebut. Kelemahan ini diatasi oleh
penggunaan polinomial spline orde yang lebih tinggi.
C.2 Spline Kuadratik
Tidak seperti spline linear, spline kuadratik tidak dide.nisikan sepenuhnya oleh nilainilai di

xi

. Berikut ini kita perhatikan alasannya. Spline kuadratik didefnisikan oleh

S i ( x)=ai x2 +b i x +c i

Jadi terdapat 3 n parameter untuk mende.nisikan S ( x) .


Diperhatikan titik-titik data:

x0

x1

x2

xn

yy

y1

y2

yn

Syarat-syarat untuk menentukan 3 n parameter dijelaskan seperti berikut ini.

1. Setiap subinterval

[ x i , x i+1 ] untuk i=0,1,2, ,n1

memberikan dua persmaan

berkaitan dengan S i ( x) , yaitu :


S i ( xi ) = y i dan Si ( x i+1 ) = y i+1

jadi, disini didapatkan 2 n persamaan


'

2. Syarat pada kontinuitas dari S (x) memberikan suatu persamaan tunggal untuk
setiap titik dalam

x i , i=0,1,2, , n1

yaitu:

S ' i1 ( x i )=S' i (x i)
Jadi dari sini dipunyai n1 persamaan. Sekarang totalnya terdapat 3 n1
persamaan, tetapi karena terdapat 3 n parameter yang tidak diketahui maka sistem
mempunyai kekurangan ketentuan.
3. Pilihan-pilihan yang mungkin untuk melengkapi kekurangan ketentuan yaitu
S ' ( x 0 ) =0 atau S ( {x} rsub {0} )=0
Sekarang dimisalkan

z i=S ' i ( x i ) . karena S i ( xi ) = y i , S ' i ( x i )=z i , dan

S ' i ( x i+1 ) =z i+1 , maka kita dapat mendefinisikan :

S i ( x )=

z i+1z i
2
( xx i ) + z i ( xxi ) + y i C .2 .1
2 ( x i+1x i )
x=x i+1

Selanjutnya, dengan pengambilan


y i+1=S i ( x )=

y i+1 yi =

zi +1z i
2 ( x i +1x i)

2
( xx i ) + z i ( xx i ) + y i

y i+1 yi =

z i+1 zi
( xx i) + zi ( xx i )
2

z i+1 zi
( xx i)
2
z i+1 dari z i

Jadi, kita dapat menentukan


z i+1=2

diperoleh

y i +1 y i
z i
xi +1x i

Contoh C.2
Buatlah interpolasi spline kuadratik untuk data berikut ini

dengan ketetapan

0,0

0,1

0,4

0,5

1,3

4,5

2,0

2,1

z o=0

Penyelesaian :
pertama-tama hitung nilai

zi

z 1=2

y 1 y 0
4,51,3
z 0=2
0=64
x 1x 0
0,10

z 3=2

y 3 y 2
2,12 242 248
z 2=2
+
=
x 3x 2
0,50,4 3
3

z 2=2

y 2 y 1
24,5
242
z 1=2
64=
x 2x 1
0,40,1
3

jadi, fungsi spline kuadratik S ( x) :


S0 ( x ) =

z 1z 0
2
( xx 0 ) + z 0 ( xx 0 ) + y 0
2 ( x 1x 0 )

320 x +1.3 untuk 0 x 0,1

S 1 ( x )=

z 2z 1
2
( xx 1 ) + z1 ( xx 1 ) + y 1
2 ( x 2x 1)

2170 2 1010
194
x +
x+
, untuk 0,1 x 0,4
9
9
45

2170
( x 0,1 )2+ 64 ( x0,1 ) +4,5
9

S 2 ( x )=

z 3z 2
2 ( x 3x 2 )

2
( xx 2 ) + z 2 ( xx 2 ) + y 2

2450
242
( x0,4 )2
( x 0,4 ) +2
3
3

2450 2 2202
4948
x
x+
,untuk 0,4 x 0,5
3
3
30

persamaan C.2.1 dapat ditulis kembali sebagai


2
S i ( x)=ai x +b i x +c i ,i=0,1,2, , n1
dengan
ai =

z i+1z i
2 ( x i+1x i )

,b i=z i2 ai x i , c i=ai x i2z i x i+ y i

C.3 Spline Kubik


Diketahui suatu fungsi f ( x) yang dibatasi oleh interval a dan b, dan memiliki
sejumlah titik data

a=x 0< x 1 << x n =b

. Interpolasi spline kubik S ( x)

adalah

suatu potongan fungsi polinomial berderajat tiga (kubik) yang menghubungkan dua titik yang
bersebelahan, dengan ketentuan, untuk i=0,1,2, , n1
(S0) Potongan fungsi pada subinterval

[ x i , x i+1 ] ,i=0,1,2, , n1

S i ( x )=ai ( xx i) 3+ bi ( xxi ) 2+ ci ( xx i ) +d i
(S1) Pada setiap titik data

x=x i , i=0,1, , n

S ( xi ) =f ( xi )
(S2) Nilai-nilai fungsi harus sama pada titik-titik dalam:
S i ( xi +1 )=Si +1 ( x i+1 ) , i=0,1,2, , n2
(S3) Turunan-turunan pertama pada titik dalam harus sama:
S ' i ( xi +1 )=S ' i +1 ( x i+1 ) , i=0,1,2, , n2
(S4) Turunan-turunan kedua pada titik dalam harus sama:
S } rsub {i} left ({x} rsub {i+1} right ) = {Si +1 ( x i+1 ) , i=0,1,2, , n2
(S5) Salah satu syarat batas di antara dua syarat batas

x0

dan

xn

berikut ini harus

dipenuhi:
S ( x 0 )=S left ({x} rsub {n} right ) =0

(disebut batas alamiah/ natural boundary)

S ' ( x 0 ) =f ' ( x 0 ) dan S ' ( x n ) =f ' ( x n ) (disebut batas apitan/ clamped boundary)

d i = y i , c i=

Contoh C.3

d i+1d i hi
1
( 2 bi +b i ) , ai=
( b b ) C .3 .1
hi
3
3 hi i+1 i

Buatlah interpolasi spline kubik untuk data berikut ini


x
y
'

'

4
'

5
'

terhadap syarat batas : S ( x 0 ) =S ( 0 )=c 0=2 dan S ( x n ) =S ( 3 ) =c n=2


Penyelesaian:
Lebar subinterval pada sumbu x:
h1=h2=h3 =h4 =1
dan beda terbagi pertama, dengan mengingat bahwa

d i=f ( xi ) = y i

, yaitu :

d 1d 0
d d
d d
=1, 2 1 =3, 3 2 =1
h0
h1
h2
Persamaan matriks dapat dituliskan sebagai

[ ][ ] [ ] [ ]
2
1
0
0

1
4
1
0

0
1
4
1

0
0
1
2

b0
1 2 3
b1
=3 3 1 6
1 3 6
b2
2 1 3
b3

yang mempunyai penyelesaian


b0 =3, b1 =6,b 2=6, b3=3
Disubstitusikan penyelesaian tersebut ke persamaan C.3.1 untuk memperoleh koefisienkoefisien lain dari spline kubik:
d 0=0, d 1=1, d 2=4
1
1
1
c 0=1 ( 3+2 (3 )) =2, c 1=3 ( 3+ 2 ( 3 ) ) =2, c2 =3 ( 3+2 ( 3 ) ) =2,
3
3
3
a0 =

3(3)
3(3)
33
=2, a1=
=2, a2=
=2
3
3
3

Terakhir, kita dapat menuliskan persamaan spline kubik seperti:


x1
x2

3
2
S 0=2 x + 3 x +2 x , untuk x [ 0,1 ]

3
3
S 1=2 ( x1 ) +3 S 2=2 ( x2 ) +3
D. Interpolasi Newton

Persamaan Polinom Linier

p1 ( x )= y 0 +

( y 1 y 0 )
( xx 0 )
( x 1x 0 )

Bentuk pers ini dapat ditulis :


p1 ( x )=a0 +a1 ( xx 0 )

Yang dalam hal ini


a0 = y 0=f ( x0 ) D .1. 1

a1=

x1

x0
f ()
f
y
( 1 y 0 )

( x 1x 0 )

Persamaan ini merupakan bentuk selish terbagi (divided-difference)


a1=f [ x 1 , x 0 ]

Polinom kuadratik
p2 ( x )=a0 +a1 ( xx 0 ) +a2 ( xx 0 ) ( xx 1 )
atau
p2 ( x )= p1 ( x )+ a2 ( xx 0 )( x x1 )

Dari persamaan ini menunjukkan bahwa

p2 ( x ) dapat dibentuk dari persamaan sebelumnya

p1 ( x ) . Nilai a2 dapat ditemukan dengan mengganti


a2=

f ( x2 ) a0 a1 ( x2 x 0)

jika nilai

( x 2x 0 ) ( x 2x 1 )
a0

dan

a1

x=x 2

untuk mendapatkan

D.1 .3

pada persamaan D.1.1 dan D.1.2 dimasukkan ke persamaan D.1.3

maka akan didapatkan:


x2

x0
f ()

x1

x0
f ()

a2=
jadi, tahapan pembentukan polinom newton:

p1 ( x )= p0 (x )+a1 ( xx 0 )
p1 ( x )=a0 +a1 ( xx 0 )
p2 ( x )= p1 ( x )+ a2 ( xx 0 )( x x1 )
p3 ( x )= p 2 ( x )+ a3 ( xx 0 )( xx 1) ( xx 2 )

a0 , a1 , , an

Nilai konstanta
a0 =f ( x 0 )

a1=f [ x 1 , x 0 ]

, merupakan nilai selisih terbagi , dengan nilai


=

an =f [x n , x n1 , , x 1 , x 0 ]

yang dalam hal ini


xi

xj
f [ x i , x j ] f [ x j , x k ]
f
x
,
x
x
=
[
]
i
j
,
k
f ()
x ix k
f
f [ x i , x j ] =

f [ x n , x n1 , , x 1 , x 0 ]=
a0 , a1 , , an

Karena

f [ x n , x n1 , , x 1 , x 0 ] f [ x n1 , x n2 , , x 1 , x 0 ]
x nx 0

, merupakan nilai selisih terbagi, maka polinom Newton dinamakan

polinom interpolasi selisih terbagi Newton. Nilai selisih terbagi dapat dihitung dengan
menggunakan tabel yng disebut tabel selisih terbagi.

Dengan demikian polinom Newton dapat ditulis dalam hub rekursif sebagai :
Rekurens
pn ( x )= p n1 ( x )+ ( xx 0 ) ( xx 1) ( x xn1 ) f [ x n1 , x n2 , , x 1 , x 0 ]

Basis
p0 ( x )=f ( x 0 )

Contoh :

Bentuklah polinom Newton derajat satu, dua, tiga dan empat yang menghampiri
f ( x )=cos x
dengan

dalam range [0.0, 4] dan jarak antar titik adalah 1.0. Lalu taksirlah f (x)

x=2.5 dengan Polinom Newton derajat 3


xi

yi

0
1
2
3
4

1
0.5403
-0.4161
-0.99
-0.6536

Penyelesaian

E. Interpolasi Kubik

ST-1

ST-2

ST-3

ST-4

-0.4597
-0.9654
-0.5739
0.3363

-0.2484
0.1913
0.4551

0.1466
0.088

-0.147

Misal diberikan empat buah titik data ,


x3

y3

x 0, y 0
x2
x1
y1
y2
)(,
,
),
), dan (

).Polinom yang mengiterpolasi keempat buah titik itu ialah polinom kubik yang

berbentuk :
p3 ( x )
Polinom

a0

a1

x+ a2 x

+ a3 x

p3 ( x ) ditentukan dengan cara berikut:

1.Sulihkan (

xi

yi

) kedalam persamaan (p.5.9), i=0,1,2,3. Sehingga diperoleh empat

buah persamaan dengan empat buah parameter yang tidak diketahui yaitu

a0, a 1 , a2 dan a3 :

a0 + a1 x o +a 2 x 20+ a3 x30 = y 0
a0 + a1 x 1 a2 x 21 +a3 x 31= y 1
2

a0 + a1 x 2 +a2 x2 +a 3 x 2= y 2
2

a0 + a1 x 3 +a2 x3 + a3 x 3= y3

Jarak yang dibutuhkan sebuah kendaraan untuk berhenti adalah fungsi kecepatan. data
percobaan berikut ini menunjukkan hubungan antara kecepatan dan jarak yang

dibutuhkan untuk menghentikan kecepatan.


Perkiraan jarak henti yang dibutuhkan bagi sebuah kendaraan yang melaju dengan
kecepatan 45 mil/jam