Anda di halaman 1dari 6

DISUSED ATROPHY

Pendahuluan
A.Pembesaran Otot
Ukuran otot dapat ditingkatkan dengan olahraga berintensitas tinggi, berdurasi
singkat, dan anaerobik secara teratur, misalnya angkat beban. Pembesaran otot
terjadi karena dua hal: hipertrofi (utama) dan hiperplasia (sedikit).
Hipertrofi
Peningkatan diameter dari serat-serat glikolitik-cepat yang direkrut selama otot
berkontraksi kuat. Sebagian besar serat menebal sebagai akibat peningkatan
sintesis filamen aktin dan miosin, yang memungkinkan peningkatan kesempatan
jembatan silang berinteraksi dan meningkatkan kekuatan kontraktil otot.
Hiperplasia
Sel-sel otot tidak mampu membelah secara mitosis, tetapi bukti-bukti
eksperimental mengisyaratkan bahwa serat yang sangat membesar dapat terputus
menjadi dua di tengahnya, sehingga terjadi peningkatan jumlah serat (splitting).
Perubahan-perubahan adaptif yang terjadi di otot rangka secara bertahap
berbalik ke keadaan semula dalam periode beberaa bulan apabila program
latihan teratur yang menimbulkan perubahan itu dihentikan.
B.Atrofi
Pada ekstrem yang lain, jika suatu otot tidak digunakan, kandungan aktin dan
miosinnya akan berkurang, serat-seratnya menjadi lebih kecil, dan dengan
demikian otot tersebut berkurang massanya (atrofi) dan menjadi lebih lemah.
Atrofi dapat terjadi melalui dua cara; Disuse atrophy dan Atrofi denervasi.
Disuse atrophy
Terjadi jika suatu otot tidak digunakan dalam jangka waktu lama walaupun
persarafannya utuh, seperti ketika seseorang harus menggunakan gips atau
berbaring untuk jangka waktu lama.

Atrofi denervasi
Terjadi setelah pasokan saraf ke suatu otot terputus. Apabila otot dirangsang
secara listrik sampai persarafan dapat dipulihkan, seperti pada regenerasi saraf
perifer yang terputus, atrofi dapat dihilangkan tetapi tidak dapat dicegah
seluruhnya. Aktifitas kontraktil itu sendiri jelas berperan penting dalam mencegah
atrofi; namun, faktor-faktor yang belum sepenuhnya dipahami yang
dikeluarkan dari ujung-ujung saraf aktif, yang mungkin terkemas bersama
dengan vesikel asetilkolin, tampaknya berperan penting dalam integritas dan
pertumbuhan jaringan otot.
Apabila suatu otot mengalami kerusakan, dapat terjadi perbaikan secara terbatas,
walaupun sel-sel otot tidak dapat membelah diri secara mitosis untuk
menggantikan sel-sel yang hilang. Di dekat permukaan otot terdapat populasi kecil
sel-sel yang tidak berdiferensiasi (seperti yang dijumpai pada masa perkembangan
mudigah), yaitu mioblas. Sewaktu sebuah serat otot rusak, sekelompok mioblas
melakukan fusi untuk mengganti otot tersebut dengan membentuk sebuah sel besar
berinti banyak yang segera mulai mensintesis dan menyusun perangkat intrasel
khas untuk otot. Pada cedera luas, mekanisme yang terbatas ini tidak cukup untuk
mengganti semua serat yang hilang, lalu serat-serat yang tersisa sering mengalami
hipertrofi sebagai kompensasinya.
PENGERTIAN DISUSED ATROPHY
Atropi atau penyusutan disebut juga atrofi adalah fenomena yang bilangan dan zat
sel masing-masing berkurangan dan mengecil, menyebabkan tisu dan organ yang
terlibat mengerut. Atropi berkemungkinan berlaku akibat tindak balas adaptasi
terhadap tekanan sehingga isi padu sel mengerut dan seterusnya keperluan tenaga
diturunkan ke tahap yang minimum. penyebab lain yang mungkin ialah sel kurang
digunakan seperti dalam otot rangka. selain penurunan keperluan sesuatu fungsi,
kekurangan bekalan oksigen atau nutrisin, inflamasi kronik dan proses penuaan
juga menyumbang kepada fenomena atropi. Begitu juga dengan gangguan isyarat
dalam tindakan hormon berakibat fungsi sesuatu organ berkurangan.
PENYEBAB
Jika suatu otot tidak digunakan, kandungan aktin dan miosinnya akan berkurang,
serat seratnya menjadi lebih kecil, dan dengan demikian otot tersebut berkurang
massanya (atrofi) dan menjadi tidak lemah. Atrofi otot dapat terjadi melalui dua
cara. Disuse atrophy terjadi jika suatu otot tidak digunakan dalam jangka waktu
lama. Atrofi denervasi terjadi setelah pasokkan saraf ke suatu otot terputus. Apabila
otot dirangsang secara listrik sampai persarafan dapat dipulihkan, seperti pada

regenerasi saraf perifer yang terputus, atrofi dapat dihilangkan tetapi tidak dapat
dicegah seluruhnya. Aktfitas kontraktil itu sendiri jelas berperan penting dalam
mencegah atrofi; namun, factor factor yang belum sepenuhnya dipahami yang
dikeluarkan dari ujung ujung saraf aktif, yang mungkin terkemas bersama
dengan vesikel Ach, tampaknya berperan dalam integritas dan pertumbuhan
jaringan otot.
Apabila suatu otot mengalami kerusakkan, dapat terjadi perbaikkan secara terbatas,
walaupun sel sel otot tidak dapat membelah diri secara mitosis untuk
menggantikan sel sel yang hilang. Di dekat permukaan otot terdapat populasi
kecil sel sel yang tidak berdiferensiasi ( seperti yang dijumpai pada massa
perkembangan mudigah ), yaitu mioblas. Sewaktu sebuah serat otot rusak,
sekelompok mioblas melakukan fusi untuk mengganti otot tersebut dengan
membentuk sebuah sel besar berinti banyak yang segera mulai mensintesis dan
menyusun perangkat intrasel khas untuk otot. Pada cedera luas, mekanisme yang
terbatas ini tidak cukup untuk mengganti semua serat yang hilang. Dalam hal ini,
serat serat yang tersisa sering mengalami hipertofi sebagai kompensasinya.
Otot sendiri berdasarkan strukturnya dibedakan atas :
1. Otot Polos
Ditemukan pada : saluran pencernaan, pembuluh darah, saluran pernafasan,
saluran pelepasan air seni, saluran genital, otot pada rambut dan kulit.
Kerja otot Polos sendiri tidak dibawah kesadaran, lambat dan tidak cepat lelah
2. Otot rangka (lurik)
Otot rangka ini berhubungan dengan tulang dan berfungsi menggerakkan tulang.
Otot ini tersusun atas seabut serabut otot atau myofibril yang berinti banyak.
Miofibril ini berkumpul membentuk kumpulan serabut kemudian kumpulan
serabut membentuk otot.
Ujung otot lurik umumnya mengecil dan keras disebut tendon, setiap otot
memiliki dua atau lebih tendon, yaitu:
Tendon yang melekat pada tulang yang bergerak disebut insersio
Tendon yang melekat pada tulang yang tidak bergerak disebut origio
Bagian tengah otot lourik : mengembang disebut empal (atau ventrikel), bagian
ini yang dapat mengkerut dan mengendor
Kerja otot lurik sadar, cepat dan mudah lelah
3. Otot jantung
Secara anatomi otot ini sebenarnya otot lurik. Tetapi serabut ototnya bercabang
dan saling bertautan yang disebut sinsitium.
Kerja otot jantung tak sadar, lambat dan tidak cepat lelah.
Gangguan pada otot seperti Atrofi dapat berasal dari factor dalam. Dimana
meliputi kesalahan gerak dan tidak pernah melatih otot.

SOLUSI
1. Transplantasi mioblas merupakan salah satu harapan penyembuhan bagi para
pengidap distrofi otot (muscular dystrophy), suatu keadaan patologis herediter
yang ditandai oleh degenerasi progresif unsure unsure kontraksi, yang akhirnya
digantikan oleh jaringan ikat.
2. Fisioterapi.
Fisioterapi adalah upaya pelayan kesehatan profesional yang bertanggung jawab
atas kapasitas dan kemampuan fungsional bagi umat manusia, yang mempunyai
kelainan dan kecacatan fisik yang bersifat sementara dengan menggunakan
modalitas sumber fisis, manual terapi dan terapi latihan.
Dengan kata lain Fisioterapi adalah cara untuk memaksimalkan fisik dan potensi
gerakan yang mengalami gangguan kesehatan fisik,dimana Fisioterapis hadir
melalui kemitraan antara seorang Fisioterapis dan orang yang membutuhkan
bantuan.
Tujuan Fisioterapi
Untuk meningkatkan derajat kesehatan secara optimal, agar dapat menjalankan
tugas dan kewajibannya sesuai dengan peran dan fungsinya dalam keluarga dan
masyarakat. Hal ini ditujukan kepada semua orang yang membutuhkan dengan
tidak membedakan bangsa, suku kepercayaan, politik, dan status sosoial ekonomi.
Berdasarkan pada pengertian fisioterapi maka unit fisioterapi yang ada di Rumah
Sakit, Pusat Rehabilitasi, beberapa puskesmas, Klinik swasta dan beberapa asosiasi
independen memberikan jenis-jenis Fisioterapi sebagai berikut:
1. Electrotherapy:
- Short Wave Diathermy/UKG
- Stimulasi Listrik/ Faradication Galnication
- Ultra Sonic
2. Actinotherapy:
- Infra Red
- Ultra Violet/Hoogtezon
3. Traction:
- Cervical
- Lumbal/Pelvic
4. Exercise Therapy:
- Passive
- Active
- Walking Training/Walker
- Crutch/Tripot/Stick
5. Breating Exercise & Postural Drainage
6. Prae & Post operasi Exercise
7. Prae & Partum Exercise

8. Test & Evaluation:


- Manual muscle test
- Range of motion
9. Massage & Manipulasi
10. DL
Dengan berbagai macam jenis fisioterapi tersebut maka fisioterapi menangani
kondisi-kondisi atau kasus penyakit antara lain sebagai berikut:
1. Kondisi Pediatrik.
Contoh: Spina Bifida, Bell's Palsy, Club Foot dll
2. Kondisi Ginekologi dan Obstetri.
- Peradangan, kelainan menstruasi dsn kemandulan
Contoh: Salphingitis, Adnexitis, Dismenorhea dll
- Kehamilan dan masa nifas. Terapi Senam kehamilan dan nifas.
3. Kondisi Orthopedi.
- Kondisi sejak lahir.
Contoh: Torticolis, Talipes Equinovarus dll
- Kondisi trauma.
Contoh: Strain, Sprain,Fractur, Dislocation dll
- Kondisi Kerusakan dan kelainan.
Contoh: Rheumatoid Arthritis, Bursitas Osteoarthritis, Osteporose dll
- Kondisi salah sikap.
Contoh: Scoliosis, Lordosis, Kyposis
4. Kondisi Neurologi.
- Kondisi susunan Saraf Pusat Jenis Upper Motor Neuron.
Contoh: Cerebral Palsy, Meningoencephalis dll
- Kondisi Susunan Saraf Perifer dan Pusat Jenis Lower Motor Neuron.
Contah: Atrophy, Bell's Palsy dll
- Kondisi Neurologi lain.
Contah: Paralisis Agitas, Cerebellar, Choroa dll
5. Kondisi Kardio Respirasi.
- Gangguan jantung.
Contoh: Mitral Desease, Pulmonary Stenosis, Aortic Desease dll
- Gangguan sistema respiratori.
Contoh: Bronchitis Chronic, Asthmatis Bronciale, Pleuritis dll
6. Kondisi Telinga Hidung Tengkorak.
Contoh: Otitis media, Tuber catar, Sinusitis dll
7. Cedera karena Olahraga.
Dalam pelayan Fisioterapi kerjasama tim sangat dibutuhkan, yang meliputi Dokter
Spesialis/Umum dan Fisioterapis. Di Rumah Sakit dan Struktur organisasi lainnya,
biasanya seorang dokter merujuk ke Fisioterapis setelah pemeriksaan/diagnosa.

Fisioterapis dapat juga meminta rujukan bila yakin perawatan Fisioterapi


menguntungkan untuk masalah spesifik Fisioterapi. Namun secara khusus, seorang
Fisioterapis dapat memberikan konsultasi tanpa adanya rujukan dari seorang
dokter.

www.wikipedia.com
sheerwood
http://rebekkasimanjuntak.blogspot.com/search/label/Fisioterapi