Anda di halaman 1dari 2

IV.

ALAT DAN BAHAN


4.1. Alat
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Mikroskop
Api bunsen
Tabung reaksi
Jarum ose
Pipet tetes
Pinset
Pisau cutter tajam

4.2. Bahan
1. Aquadest
2. Serat kapas
3. Methilen blue
4. Daun
5. Minyak emersi
6. Roti (segar dan rusak)
7. Air comberan
8. Tempe (segar dan rusak)
9. Bawang merah
10. Kentang (segar dan rusak)
11. Lendir makanan basi
V.

PROSEDUR PERCOBAAN
5.1. Simple Staining (Pewarnaan Sementara)
1.
2.
3.
4.

Bersihkan kaca objek dengan alkohol 95 %


Siapkan setetes air comberan atau lendir makanan basi yang akan diwarnai.
Ambil 1 atau 2 ose biakan dan letakkan di tengah tengah gelas objek.
Dengan menggunakan ujung jarum ose, sebarkan biakan hingga melebar dan

diperoleh apusan tipis berdiameter 1 2 cm.


5. Lakukan fiksasi dengan mengangin anginkan atau dengan melewatkannya
6.
7.
8.
9.

diatas nyala api bunsen hingga apusan tampak kering dan transparan.
Teteskan methilen blue ke atas kaca objek tadi.
Semprotkan sedikit aquadest.
Keringkan hati hati dengan tissue (jangan sampai terkena apusan)
Amati dengan mikroskop dengan variasi perbesaran dan bantuan minyak

emersi.
10. Gambar bentuk sel yang terlihat.
5.2. Pengamatan Sel Bawang Merah, Daun, dan Serat Kapas
1. Bersihkan kaca objek.
2. Iris tipis helaian bawang merah, daun, atau serat kapas.
3. Ambil pinset dan letakkan diatas objek.

4. Tetesi aquadest.
5. Amati di bawah mikroskop dengan variasi perbesaran.
6. Gambarkan bentuk sel yang terlihat.
5.3. Pengamatan untuk Roti, Tempe, dan Kentang (Segar dan Rusak)
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Bersihkan kaca objek.


Ambil sedikit preparat yang segar.
Tetesi dengan aquadest.
Amati di bawah mikroskop dengan variasi perbesaran.
Lakukan hal yang sama untuk preparat yang rusak.
Bandingkan hasilnya.
Gambarkan bentuk sel yang terlihat.