Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA DASAR I

TITIK LELEH DAN TITIK DIDIH

Oleh :
KADEK THANIA PRASTAKARINI
1408105047

JURUSAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS UDAYANA
2014

TITIK LELEH DAN TITIK DIDIH

I. TUJUAN
-

Menentukan titik leleh beberapa zat


Menentukan titik didih beberapa zat

II. DASAR TEORI


A. Titik Leleh
Titik leleh didefinisikan sebagai temperatur dimana zat padat berubah menjadi
cairan pada tekanannya satu atmosfer. Titik leleh suatu zat padat tidak mengalami
perubahan yang berarti dengan adanya perubahan tekanan. Oleh karena itu tekanan
biasanya tidak dilaporkan pada penentuan titik leleh, kecuali kalau perbedaan dengan
tekanan normal terlalu besar. Pada umumnya titik leleh senyawa organik mudah diamati
sebab temperatur dimana pelelehan mulai terjadi hampir sama dengan temperatur dimana
zat telah meleleh semuanya. Contohnya: suatu zat dituliskan dengan range titik leleh
122,1-122,4C dari pada titik lelehnya 122,2C.
Jika zat padat yang diamati tidak murni, maka akan terjadi penyimpangan dari
titik leleh senyawa murninya. Penyimpangan itu berupa penurunan titik leleh dan
perluasan range titik leleh. Misalnya : suatu asam murni diamati titik lelehnya pada
temperatur 122,1C 122,4C penambahan 20% zat padat lain akan mengakibatkan
perubahan titik lelehnya dari temperatur 122,1C 122,4C menjadi 115C - 119C. Rata
rata titik lelehnya lebih rendah 5C dan range temperatur akan berubah dari 0,3C jadi
4C.
Lebar atau sempitnya jarak leleh (range titik leleh) yang dimiliki suatu senyawa
tidak hanya tergantung dari kemurniannya saja, tetapi juga dipengaruhi oleh ukuran
kristal, jumlah zat, kecepatan pemanasan dan sebagainya. Untuk mendapatkan hasil yang
bagus, pemanasan dilakukan secara pelan pelan dan dengan kenaikan suhu yang
beragam.
Atom-atom unsur alkali terikat dalam struktur terjenjal oleh ikatan logam yang
lemah, karena setiap atom hanya mempunyai satu elektron ikatan dan bertambah lemah
jika jari-jari bertambah besar. Oleh sebab itu titik leleh berkurang dari atas ke bawah
dalam satu golongan. Sedangkan pada unsur halogen yang berada dalam keadaan padat
berupa kristal terikat oleh Gaya Van der Waals yang lemah. Gaya ini bertambah jika jarijari bertambah besar. Oleh sebab itu titik leleh bertambah dari atas ke bawah dalam satu

golongan. Titik leleh bargantung pada kekuatan relatif dari ikatan. Semakin kuat ikatan
yang dibentuk, semakin besar energi yang diperlukan untuk memutuskannya. Dengan
kata lain, semakin tinggi juga titik lebur unsur tersebut. Perbedaan titik leleh antara
senyawa-senyawa pada golongan yang sama dapat dijelaskan dengan perbedaan
elektronegativitas unsur-unsur pembentuk senyawa tersebut.
Dalam satu golongan unsur transisi dari atas ke bawah kekuatan ikatan bartambah,
jadi titik leleh bertambah. Unsur C dan Si yang mempunyai struktur kovalen yang sangat
besar mempunyai titik leleh tinggi.
Titik leleh dari gas mulia ditentukan oleh besarnya nomor atom. Semakin besar
nomor atom maka titik lelehnya makin tinggi. Itu berarti ikatan Van der Waals sangat
lemah. Sifat fisika dari karbon yaitu pada titik lelehnya adalah titik leleh dari karbon
sangat tinggi, sehingga karbon berbeda dengan non logam lainnya.
B. Titik Didih
Titik didih suatu cairan adalah temperatur pada tekanan uap yang meninggalkan
cairan sama dengan tekanan luar. Bila tekanan uap sama dengan tekanan luar (tekanan
yang dikenakan), mulai terbentuk gelembung-gelembung uap dalam cairan. Karena
tekanan uap dalam gelembung sama dengan tekanan udara, maka gelembung itu dapat
mendorong diri lewat permukaan dan bergerak ke fase gas di atas cairan, sehingga cairan
itu mendidih. Titik didih air (dalam cairan lain) beraneka ragam menrut tekanan udara.
Dipergunakan titik didih air kurang dari 100C, karena tekanan udara kurang dari 1 atm.
Saat air berada dalam keadaan mendidih, gelembung-gelembung besar mulai
terbentuk dalam cairan akan naik ke permukaan. Bila gelembung itu telah terbentuk,
cairan yang tadinya menempati ruang ini didorong dan permukaan cairan pada wadah
dipaksa naik untuk melawan tekanan ke bawah yang ditimbulkan oleh atmosfer. Suhu
pada saat cairan mendidih disebut titik didih. Jadi titik didih adalah temperatur dimana
tekanan uap sama dengan tekanan atmosfer.
Penambahan kecepatan panas pada cairan yang mendidih akan mempercepat
terbentuknya gelembung uap air. Cairan pun akan lebih cepat mendidih, tapi suhu didih
tidak naik. Titik didih cairan tergantung pada besarnya tekanan atmosfer. Titik didih pada
tekanan 1 atm (760 torr) dinamakan sebagai titik didih normal. Titik didih suatu zat cair
dipengaruhi oleh tekanan udara, artinya makin besar tekanan udara makin besar pula titik
didih zat cair tersebut, begitu juga sebaliknya semakin rendah tekanan udara, maka
semakin rendah titik didih.

Titik didih pada tekanan 1 atmosfer disebut titik didih normal. Untuk substansi
murni pada tekanan P tertentu, fase stabil adalah fase uap pada temperatur tepat di atas
titik didih dan fase cair pada temperatur langsung di bawah titik didih. Garis
kesetimbangan cair-uap pada diagram fase zat murni memberikan titik didih sebagai
fungsi dari tekanan. Atau, baris ini memberikan tekanan uap cairan sebagai fungsi
temperatur.
Penentuan titik didih adalah salah satu metode untuk mengetahui tingkat
kemurnian suatu zat. Bila titik didih suatu zat memiliki range 5C dari senyawa
murninya maka zat tersebut memiliki kemurnian yang tinggi.
Titik didih dapat digunakan untuk memperkirakan secara tak langsung berapa
kuatnya Gaya tarik antara molekul cairan. Cairan yang gaya tarik antar molekulnya kuat,
titik didihnya tinggi dan sebaliknya bila gaya tariknya lemah maka titik didihnya rendah.
Adanya ikatan hidrogen antarmolekul menyebabkan titik senyawa relatif lebih
tinggi dibandingkan dengan senyawa lain yang memilki berat molekul sebanding. Titik
didih senyawa golongan alkohol lebih tinggi daripada senyawa golongan alkana,
demikian juga titik didih air lebih tinggi daripada aseton. Pengaruh ikatan hidrogen
terhadap titik leleh tidak begitu besar karena pada wujud padat jarak antarmolekul cukup
berdekatan dan yang paling berperan terhadap titik leleh adalah berat molekul zat dan
bentuk simetris molekul. Senyawa yang mampu membentuk ikatan hidrogen dalam air
akan mudah larut dalam air. Panjang atau pendeknya rantai karbon (gugus alkil-R)
memiliki pengaruh terhadap kealrutan senyawa dalam air.
Adapun sifat periodik unsur titik didih dan kelogaman :

Satu periode : Dari kiri ke kanan makin bertambah puncaknya pada golongan IV A

kemudian menurun drastis sampai golongan VIII A


Satu golongan : Golongan I A sampai IV A dari atas ke bawah makin rendah titik
didih dan tititk lelehnya Golongan V A sampai VIII A dari atas ke bawah titik didih
dan titik leleh makin tinggi.

a. Alat :
1. Termometer
2. Kapiler yang salah satu ujungnya
tertutup

b. Bahan :
1. Parafin
2. Zat yang ditentukan tiik lelehnya :
a. Asam benzoat
3. Zat yang ditentukan titik didihnya :
a. Etanol

3. Gelas kimia (beker) 100 ml


4. Pemanas
5. Klem dan standar
6. Tabung reaksi kecil
7. Mortal
8. Melting point apparatus

III.

ALAT DAN BAHAN

IV. CARA KERJA


A. Penentuan Titik Leleh
1. Zat yang akan ditentukan titik lelehnya diminta pada pengawas. Jika zat yang
ditentukan ukurannya kasar, digerus dalam mortar sampai jadi serbuk halus.
2. Kapiler diambil digunakan untuk menentukan titik leleh.
3. Kapiler terbuka masukkan ujungnya ke dalam serbuk zat yang akan ditentukan
titik lelehnya sehingga kristal masuk ke dalam kapiler.
4. Kemudian kapiler diangkat dari serbuk dan dibalik sehingga ujung yang tertutup
menghadap ke bawah. Dinding kapiler diketok dengan jari agar zat yang
ditentukan ini masuk ke dasar kapiler.
5. Langkah ke-3 dan 4 diulang sampai sekitar 5-8 mm kapiler terisi kristal. Kapiler
lainnya diisi dengan cara yang sama.
6. Kapiler pada termometer diikat, dimana ujung kapiler sejajar dengan ujung bawah
thermometer.
7. Termometer dipasang pada standar dengan bantuan klem dan termometer
dicelupkan pada pemanas yang digunakan.
8. Pemanas dipanaskan, selama pemanasan diaduk sekali-sekali.

9. Zat padat dalam Kristal dan temperature diamati.


10. Termometer dibaca bila zat dalam kapiler mulai meleleh.
11. Zat padat juga diamati bila semua telah meleleh.
12. Range temperatur pelelehan dicatat.
13. Pemanas disingkirkan dan biarkan dingin.
14. Pengerjaan diatas diulangi untuk zat-zat lain.

B. Penentuan Titik Didih


1. Zat cair yang akan ditentukan titik didihnya diminta pada pengawas.
2. Tabung reaksi kecil diminta untuk tempat zat cair yang akan ditentukan titik
didihnya.
Zat cair yang akan ditentukan titik didihnya dimasukkan ke dalam tabung reaksi
kecil sebanyak 8-10 mm dari dasarnya.
3. Sebuah pipa kapiler menghadap ke bawah diambil ke dalam tabung reaksi kecil
yang berisi zat cair yang akan ditentukan titik didihnya.
4. Tabung reaksi kecil yang didalamnya berisi pipa kapiler dan zat yang akan
ditentukan titik didihnya diikatkan pada termometer. Ujung tabung reaksi kecil
sejajar dengan ujung bawah termometer.

5. Gelas kimia kemudian diambil lalu isi dengan air secukupnya dan diletakkan di
atas pemanas.
6. Termometer dipasang dalam keadaan standar dengan bantuan klem dan
dicelupkan pada cairan paraffin di dalam gelas kimia yang berada diatas pemanas.
7. Pemanas dipanaskan, selama pemanasan cairan air diaduk sekali-sekali.
8. Zat cair dan temperatur diamati dalam kapiler.
9. Termometer dibaca bila gelembung-gelembung kontinu terbentuk seperti kalung
dalam zat cair pada tabung reaksi kecil.

V.

DATA PENGAMATAN
A. Titik Leleh
Alat yang Digunakan
Media yang Digunakan

Melting Point
Apparatus
Parafin

Zat yang dilelehkan


Wujud awal
Bentuk
Warna
Suhu mulai meleleh
Suhu akhir meleleh
Range
Jarak Range

Asam benzoat
Padat
Kristal
Putih
1200
1270
1200 - 1270
70

B. Titik Didih
Zat
Etanol
VI.

Suhu mulai

Suhu akhir

mendidih
700

mendidih
800

Range

Jarak Range

700 - 800

100

PEMBAHASAN
A. Titik Leleh
Pada percobaan penentuan titik leleh, kami menggunakan asam benzoat sebagai
zat yang akan dilelehkan. Menurut beberapa literatur, titik leleh dari asam benzoat
adalah 122,40C atau 394 K. Asam benzoat memiliki wujud awal yang padat,
berbentuk kristal dan memiliki warna putih. Media pemanas yang digunakan dalam
percobaan kali ini adalah parafin. Asam benzoat yang berada di dalam pipa kapiler
dipanaskan dan dicelupkan kedalam tabung yang berisi parafin. Selama pemanasan,
asam benzoat mengalami perubahan dari wujud padat menjadi wujud cair (meleleh).
Didapatkan range sebesar 1200C - 1270C. Jarak range titik lelehnya yaitu 70C. Hal ini
menandakan bahwa asam benzoat bukan merupakan kristal murni karena range dari
senyawa organik yang berupa kristal murni berkisar antara 0,5C-1C.
Selain kemurnian dari zat yang digunakan faktor lain yang mempengaruhi
rentang titik leleh tersebut adalah sifat, dan kuat lemahnya dari kekuatan
intermolecular bertanggung jawab atas perbedaan diamati dalam titik mencair.
Ketidaksesuaian data dan teori ini disebabkan karena ketidaktelitian dan kelalaian
yang dilakukan saat pelaksanaan percobaan. Pada saat pemanasan tidak melihat
secara

teliti

suhu

yang

ditunjukkan

termometer.

Sehingga

menyebabkan

penyimpangan berupa penurunan atau perluasan range titik leleh.


B. Titik Didih
Percobaan yang dilakukan dalam menentukan titik didih menggunakan
senyawa etanol yang mempunyai wujud cair dan berwarna bening. Menurut beberapa
literatur titik didih etanol adalah 78,40C. Pada praktikum yang kami lakukan, zat

mulai mendidih pada suhu 700C dan terbentuk gelembung kontinu saat suhu
menunjukkan 800C.
Pada percobaan ini dipergunakan senyawa etanol dengan range yang
didapatkan adalah 700C 800C sehingga jarak rangenya adalah 100C. Jarak range
yang disebabkan oleh pemanasan dengan menggunakan tingkat kenaikan suhu yang
tinggi dan tidak bertahap.
VII.

KESIMPULAN
A. Titik Leleh
-

Titik leleh dapat didefinisikan sebagai temperatur dimana zat dapat berubah
menjadi cairan pada tekanan 1 atm. Dan tidak mengalami perubahan yang
berarti dengan adanya tekanan.

Titik leleh bertambah dari kiri ke kanan dalam satu periode dan bertambah
dari atas ke bawah pada golongan transisi

Pengaruh ikatan hidrogen dan perubahan tekanan terhadap titik leleh tidak
begitu besar.

Jika zat padat yang diamati tidak murni , maka akan terjadi penyimpangan dari
titik leleh senyawa murninya

B. Titik Didih
- Adanya ikatan hidrogen mempengaruhi titik didih.
- Titik didih dapat digunakan untuk memperkirakan secara tidak langsung
-

kuatnya gaya tarik antara molekul dalam cairan.


Titik didih umumnya sangat dipengaruhi oleh tekanan udara.
Titik didih pada tekanan 1 atm (760 toRR) dinamakan sebagai titik didih
normal.
Titik didih cairan tergantung pada besarnya tekanan atmosfer :
Kurang dari satu atmosfir, titik didih cairan lebih rendah dari titik didih

normal.
Sama dengan satu atmosfir, titik didih cairan disebut titik didih normal.
Lebih besar dari satu atmosfir, titik didih cairan lebih besar dari titik
didih normal.

DAFTAR PUSTAKA
Tim laboratorium Kimia Dasar.2014.Penuntun Praktikum Kimia Dasar I. Jurusan
Kimia FMIPA, Bukit Jimbaran, Bali : Universitas Udayana.
Chang, Raymond. 2004. Kimia Dasar : Konsep-Konsep inti Jilid I. Edisi Ketiga.
Jakarta: Erlangga.
Achmad, Hiskia dan M.S.Tupamanu. 1992. Struktur Atom dan Struktur Molekul
Sistem Periodik, Bandung : PT. Citra Aditya Bali.
Retrucci, Ralph, H. Suminar. 1987. Kimia Dasar : Prinsip dan Penerapan modern
Jilid I. Jakarta : Erlangga.

Sudarmo, Unggul. 2006. Kimia Untuk SMA. Erlangga: Jakarta.


id.m.wikipedia.org/wiki/asam_benzoat (Diakses pada tanggal : 14 November 2014)