Anda di halaman 1dari 36

REVIEW

SERI SEMINAR NASIONAL


AL-QURAN DAN BERBAGAI DIMENSI
KEHIDUPAN MANUSIA

Oleh
EGI SUKMA BAIHAKI NIM 13.2.1.111.003
Dosen Pembimbing
Ir. Ahmad Jubaeli

Untuk Memenuhi Tugas Ujian Akhir Semester


Mata Kuliah Metodologi Studi Islam
Sekolah Tinggi Filsafat Islam Sadra
Jurusan Ushuluddin
Prodi Ilmu Al-Quran Dan Tafsir Aqidah Dan Filsafat
Agama
Jakarta
Tahun Ajaran
2014/2015

ABSTRAK

sember, 2014

REVIEW SERI SEMINAR NASIONAL: ALQURAN DAN BERBAGAI DIMENSI


KEHIDUPAN MANUSIA

Egi Sukma Baihaki, Review Seri Seminar Nasional: Al-Quran


dan Berbagai Dimensi Kehidupan Manusia. Jakarta: Program
Sarjana STFI Sadra. 2014.
Pembahasan dalam tulisan ini adalah kaitannya berbagai
aspek kehidupan manusia dari sudut pandang kaca mata alQuran. sehingga kita dapat melihat bagaimana al-Quran
menjawab dan merespon berbagai permasalahan yang ada
dalam kehidupan manusia.
Dalam penulisan ini, penulis menggunakan pendekatan
kualitatif. Metode yang digunakan dalam pencarian data
adalah penelitian kepustakaan (libray research) dengan
menjelaskan dan menjabarkan pandangan para pemateri
dengan pisau analisis kritis dan perbandingan.
Dan penulis terlebih dahulu memaparkan pandangan para
pemateri sesuai temanya kemudian pada bab analisis
penulis menggabungkan semua pandangan kemudian
dianalisis menyeluruh.
Hasil penulisan ini diharapkan berguna, untuk meningkatkan
wawasan dan pemahaman kepada para pembaca dalam
memahami betapa al-Quran berperan penting dalam
kehidupan manusia.

sember, 2014

REVIEW SERI SEMINAR NASIONAL: ALQURAN DAN BERBAGAI DIMENSI


KEHIDUPAN MANUSIA

BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Sebagai umat muslim tentu saja kita meyakini bahwa
al-Quran adalah pedoman hidup kita. Berbagai hal
telah ada didalamnya. Namun kadang manusia
melupakan itu semua sehingga nilai-nilai al-Quran
tidak mewarnai atau menyentuh berbagai aspek
kehidupan mereka.
Al-Quran hanya sekedar bacaan yang tak dipahami.
Hanya sekedar kitab suci yang dipercayai. Padahal
sebuah pedoman adalah sesuatu yang harus dipegang
teguh karena ialah petunjuk dikala kegelapan.
Al-Quran dinilai dengan banyak perdebatan baik itu
dari permasalah ayat-ayatnya, konteks
pembahasannya bahkan dalam hal pengaplikasiannya.
Untuk itu sangat perlu penyegaran terhadap konsepkonsep yang selama ini ada sehingga al-Quran
sebagai kitab pedoman haruslah senantiasa digali dan
dikaji.
Nilai-nilainya yang luas berisikan petunjuk akan
berbagai persoalan hidup manusia. Ia menjadi rujukan
utama ketika manusia menghadapi sebuah pilihan atau
jalan buntu.

sember, 2014

REVIEW SERI SEMINAR NASIONAL: ALQURAN DAN BERBAGAI DIMENSI


KEHIDUPAN MANUSIA

Seri seminar bertujuan untuk menggali nilai nilai


tersebut. Dan penulis berusaha memaparkan dan
mengupas hasil pemikiran para pemakalah dengan
lebih dalam agar dapat menambah cakrawala
pengetahuan pembaca sekalian.
B. TUJUAN REVIEW
Tujuannya adalah untuk mengenalkan beberapa
pemikiran para tokoh terhadap berbagai aspek
kehidupan dalam sudut pandang al-Quran. Serta
dapat memberikan pengetahuan kepada pembaca
tentang luasnya pandangan al-quran serta
pengaruhnya terhadap berbagai aspek kehidupan
manusia.
C. MANFAAT REVIEW
1. Mengetahu berbagai dimensi kehidupan manusia
yang sesuai dengan pandangan al-Quran
2. Memberikan pandangan baru terhadap pemikiran
yang sudah ada
3. Membuat kita tertarik untuk mengkaji lebih
dalam lagi berbagai aspek kehidupan yang
sesuai dengan pandangan al-Quran
4. Dapat menambah pengetahuan kita tentang keal-Quranan

sember, 2014

REVIEW SERI SEMINAR NASIONAL: ALQURAN DAN BERBAGAI DIMENSI


KEHIDUPAN MANUSIA

BAB II
PEMBAHASAN

Pembukaan
Dr. Kholid Al-Walid

Proses turunya al-Quran ada dua yaitu secara DafI ( ke hati


Nabi atau ke langit dunia) . Kedua adalah Tadriji (turun
secara berangsur-angsur). Dalam hal ini terdapat perbedaan
pendapat antara Ulama Sunni dan Ulama Syiah. Ulama
Syiah menyakini bahwa al-Quran pertama kali di turunkan
langsung ke hati Nabi. Salah satu Ulamanya adalah Allamah
Thabathabai dalam Kitab Tafsir al-Mizannya. Sedangkan
ulama sunni meyekini bahwa al-Quran Pertama kali
diturunkan ke langit dunia.

sember, 2014

REVIEW SERI SEMINAR NASIONAL: ALQURAN DAN BERBAGAI DIMENSI


KEHIDUPAN MANUSIA

Sudut pandang yang berbeda diantara para Ulama juga


terjadi dalam masalah sifat al-Quran. Apakah al-Quran itu
Qadim atau Hadits yang telah banyak menimbulkan banyak
korban hanya karena mempersoalkan kedua hal tersebut.
Pada perkembangannya di Abad modern ini isu tentang ilmu
pengetahuan sedang berhembus kencang. Sehingga apapun
harus dihubung-hubungkan dengan ilmu pengetahuan. Hal
serupa juga dialami oleh al-Quran. Sebagian orang banyak
yang menghubung-hubungkan al-Quran dan ilmu
pengetahuan. Dan beranggapan bahwa semua teori atau
aspek ilmu pengetahuan sudah ada di dalam al-Quran.
Ulama Tafsir mengkritisi dan tidak setuju dengan padangan
mereka. Karena menurut Ulama Tafsir di khawatirkan jika
kejadian atau ilmu itu berubah atau salah maka orang-orang
orientalis akan menganggap al-Quran salah dan tidak
relevan. Tapi pada hakikatnya perbedaan penafsiran itu
sendiri menjadi sebuah wawasan yang beraneka macam.
Al-Quran sebagai (petunjuk) bukan hanya menjelaskan
sesuatu yang sepele, tapi juga mengantarkan manusia
menuju kesempurnaan. Hidayah sendiri dapat dibagi dua
macam:
a. Hidayah takwini
b. Hidayah tasyrii
Al-Quran memberikan pengetahuan kepada manusia lewat
akal dan pembersihan jiwa. Selain itu, al-Quran juga
5

sember, 2014

REVIEW SERI SEMINAR NASIONAL: ALQURAN DAN BERBAGAI DIMENSI


KEHIDUPAN MANUSIA

mengandung dimensi mistikal. Gaib sendiri itu bersifat


mutlak dan memiliki dimensi yang tidak ada batasannya.
Sebagaimana yang digambarkan oleh firman Allah SWT:

Wanita Dalam Al-Quran


Prof. Dr. Sayyed Abdul Karim Al-Haedary

Allah-lah yang menjadikan seseorang itu laki-laki atau


perempuan. Rasa kasih saying dan kelembutan pada diri
perempuan membuat posisi perempuan di butuhkan oleh
lakii-laki.
Masing-masing, baik itu laki-laki atau perempuan memiliki
keistimewaan masing-masing. Dan keduanya memiliki

sember, 2014

REVIEW SERI SEMINAR NASIONAL: ALQURAN DAN BERBAGAI DIMENSI


KEHIDUPAN MANUSIA

potensi untuk mendekatkan diri kepada Allah dan


memperoleh derajat ketaqwaan.
Sebetulnya hanya ada satu ayat yang menyebabkan
perbedaan penafsiran terhadap permasalah gander ini yaitu:

Dari ayat ini timbulah pertanyaan, kenapa harus laki-laki?
Dan kenapa ada perbedaan kedudukan antara laki-laki dan
perempuan dalam ayat itu. Padahal Allah adalah Maha Adil.
Dalam ayat lain Allah berfirman:

Para ulama ahli tafsir juga berbeda pendapat tentang
pengertian derajat dalam ayat ini. Ada beberapa penafsiran
diantaranya adalah:
a.
b.
c.
d.

Akal
Talak
Waris
Janggut

Ada bagian yang kita dibolehkan untuk berharap tapi ada


juga yang dilarang oleh Allah sendiri. Posisi juga menentukan
untuk mendapatkan suatu posisi. Tapi pada intinya keduanya
memiliki posisi yang seimbang dalam sudut pandang ini.

sember, 2014

REVIEW SERI SEMINAR NASIONAL: ALQURAN DAN BERBAGAI DIMENSI


KEHIDUPAN MANUSIA

Perjalanan Ruhaniyyah Dalam Al-Quran


Prof. Dr. Nasaruddin Umar, MA

Dalam sejarah,setelah enam kali olak-balik ke gua hira,


Rasulallah Saw baru mendapat wahyu. Itu menunjukan
bahwa proses turunya wahyu itu membutuhkan pengorbanan
8

sember, 2014

REVIEW SERI SEMINAR NASIONAL: ALQURAN DAN BERBAGAI DIMENSI


KEHIDUPAN MANUSIA

dan proses yang berat. Karena Orang yang terbiasa susah,


maka ruhaniyyah-nya akan kuat dan kuat mentalnya.
Orang beranggapan dalam menafsirkan kejadian ketika Jibril
memerintahkan kepada Nabi untuk membaca namun nabi
hanya mengucapkan hingga tiga kali. Kejadian ini
menimbulkan banyak penafsiran, sebagian menafsirkan
bahwa Nabi itu ummiy (buta huruf).
Kata pada zaman Nabi diidentikan dengan istilah untuk
pembacaan terhadap kitab suci. Kata sendiri bukan
berasal dari bahasa Arab, dan memiliki arti pemilik kasih
sayang. Jadi kata itu maksudnya bukan tidak bisa
membaca tapi bukan termasuk bangsa yang membaca kitab
suci.
Dari kata Iqra kita akan mendapatkan beberapa tahapan
atau tingkatan untuk dapat memahami al-Quran dan hal ini
bisa kita hubungkan dengan berbagai aspek kehidupan kita.
Iqra memiliki 4 tingkatan:
1.
2.
3.
4.

Bagaimana membaca
Bagaimana mendalami atau menganalisa
Bagaimana memahami (dengan emosi)
Mampu mukasyafah dan menembus.

Cara mendapatkannya:
Untuk Iqra 1 & 2 di peroleh dengan human knowladge.
Sementara 3 &4 melalui pendekatan khusus dan tazkiyatun
nafs

sember, 2014

REVIEW SERI SEMINAR NASIONAL: ALQURAN DAN BERBAGAI DIMENSI


KEHIDUPAN MANUSIA

Pada hakikatnya bukan kita yang mempelajari al-Quran, tapi


al-Quran lebih mengerti kita jauh di banding diri kita sendiri.
Maka dari itu agar kita mudah dalam memahami al-Quran
maka sebelum membacanya kita harus melakukan shock
therapy agar dapat memahami kandungan isi al-Quran itu.

Sistem Pendidikan Qurani


10

sember, 2014

REVIEW SERI SEMINAR NASIONAL: ALQURAN DAN BERBAGAI DIMENSI


KEHIDUPAN MANUSIA

Prof. Dr. Sayyed Mundzir Al-Hakim

Problem mendasar manusia terjebak adalah kebodohan. Ilmu


mengantarkan manusia kearah yang tepat. Pengentahuan
semata pada hakikatnya tidak bisa mengantar lebih tepat.
Banyak ahli ilmu tapi mereka terjebak dengan pengetahuan
mereka. Dengan pengetahuan sekecil itu mereka
menganggap sudah mengetahui segalanya. Kata Ulul al-Bab
sendiri dalam al-quran bermakna orang-orang yang
menggunakan akalnya.
Para Nabi adalah orang yang akalnya paling sempurna dan
dapat memilih antara yang baik dan terbaik. Dan ilmu itu
tidak bisa dibandingkan dengan materi betapapun nilainya.
Sistem yang dikembangkan al-Quran adalah Allah mendidik
manusia agar akal mereka menuju kesempurnaan. Dosadosa akan menghambat daya akal kita akan kita dan menjadi
tidak akan berkembang.

11

sember, 2014

REVIEW SERI SEMINAR NASIONAL: ALQURAN DAN BERBAGAI DIMENSI


KEHIDUPAN MANUSIA

Kebahagiaan dan Penderitaan dalam Al-Quran


Prof. Dr. KH. Ahsin Sakho Muhammad, MA

Kebahagiaan menurut sudut pandang dua aliran:


Aliran lahiriyah berpandangan bahwa kebahagiaan itu di ukur
dengan harta dan materi.manusia yang mengikuti aliran ini
lebih dari 70 macam, semuanya sesat. Dan oleh Ghazali1 di
sebutkan beberapa golongan manusia yang termasuk
kedalam aliran ini.
Aliran bathiniyyah sendiri lebih condong mengurusi kejiwaan
tapi ekstrim dengan menghilangkan urusan duniawi. Ini di
sebut dengan rabbaniiyah seperti yang ada di agama-agama
lain. Hal seperti ini juga pernah terjadi pada masa nabi
sendiri

Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan
sebagai cobaan. Dan kamu akan dikembalikan hanya kepada
kami. (QS.Al- Anbiya: 35).
Penggunaan Kosta kata dalam al-quran tentang kebahagiaan
dan kesengsaraan:
1 Lihat, Ahsin Sakho Muhammad, Makalah Penderitaan dan
kebahagiaan dalam Al-Quran. h.2
12

sember, 2014

REVIEW SERI SEMINAR NASIONAL: ALQURAN DAN BERBAGAI DIMENSI


KEHIDUPAN MANUSIA

As-Saadah berasal dari ain- ain-dal dan muncullah kata


saadah orangnnya disebut Said.
Al-Fauz kata ini terkadang diikuti dengan sifat Allah. Kata ini
berasal dari kata fa-waw-zai menunjukan arti keselamatan
Al- Falah terdiri dari akar kata f-l-h yang artinya membelah.
Kemudian muncul kata al-Falah yang artinya keberuntungan.
Jika dikaitkan dengan arti lughawi, mereka yang
mendapatkan keberuntungan adalah orang yang telah rela
bersusah payah demi mendapatkan sesuatu yang diinginkan.
Asy- Syaqawah berasal dari akar kata sky-q-w orangnya
disebut Syaqiy. Menunjukan arti kepayahan dan
kesengsaraan.
al-basa - adldlarra
Dalam dunia ini tidak ada manusia yang bahagia terus
menerus. Justru para Nabi adalah orang yang paling berat
cobaannya. Cobaan Allah yang berkaitan dengan syukur jauh
lebih berat dari pada sabar.
Kesengsaraan pada diri manusia, baik pada perorangan
maupun pada kelompok manusia. Terdapat di dunia dan di
akhirat. Kesengsaraan di dunia bisa terjadi karena kesalahan
manusia sendiri, seperti berbuat kemaksiatan, kezaliman,
tidak mematuhi aturan syariat dan lain sebagainya ataupun
memang karena cobaan dari Allah untuk melihat posisi
manusia dikala mendapatkan cobaan tersebut.

13

sember, 2014

REVIEW SERI SEMINAR NASIONAL: ALQURAN DAN BERBAGAI DIMENSI


KEHIDUPAN MANUSIA

Hikmah adanya kebahagiaan dan kesengsaraan:


1.
2.
3.
4.
5.

Mengetahui siapa yang menerima takdir Allah


Mengetahui siapa yang bersyukur dan sabar
Sebagai contoh kehidupan di akhirat nanti
Ukuran kecintaan dan kemurkaan Allah
Pelajaran buat kehidupan

Jiwa Manusia dalam Al-Quran


Prof. Dr. Abdul Mujib, MA

Ilmu prilaku itu timbul karena pembahasan atau pengaruh


lingkungan. Nyawa dan ruh itu berbeda satu sama lain. Jasad
tumbuh setelah bertemunya ovum dan sperma.
Jasad terdiri dari beberapa unsur. Diantaranya:
a.
b.
c.
d.

Tanah
Air
Udara
Api

Ajal sendiri adalah batasan bagi manusia. Kensep


pembentukan manusia melalui fisik sesuai dengan
pandangan iblis takkala ia tidak mau sujud kepada Adam.
Dikarenakan iblis diciptakan dari api sementara Adam dari
tanah.
14

sember, 2014

REVIEW SERI SEMINAR NASIONAL: ALQURAN DAN BERBAGAI DIMENSI


KEHIDUPAN MANUSIA

Menurut Ibn Qoyyim al-Jauziyah bahwa ruh adalah cahaya


dalam satu titik. Ada kalanya ruh bisa keluar masuk
sebagaimana istilah moksa atau meragasukmo. Saat tidur
jasad manusia mati dan ruhnya hidup.
Nafs itu gabungan anatara ruh dan jasad sementara ruh
berada di alam non materi. Jasad di batasi ruang dan waktu
sementara ruh tidak. Jasad tercipta bertahap di gambarkan
dengan hadis nabi tentang proses terbentuknya janin dalam
kandungan seorang ibu. Sedangkan ruh langsung bersumber
dari tuhan dalam satu kali tiupan.
Pandangan terhadap fisik dan non fisik akan mempengaruhi
pandangan kita terhadap suatu objek. Itulah yang biasa
terjadi dan kita alami selama ini.

15

sember, 2014

REVIEW SERI SEMINAR NASIONAL: ALQURAN DAN BERBAGAI DIMENSI


KEHIDUPAN MANUSIA

Seni dalam Al-Quran2


Dr. Hj. Romlah

Al-Quran diturunkan disaat bangsa Arab tengah cenderung


pada syair-syair. Dengan keindahan bahasanya al-Quran
mampu menarik hati orang yang membacanya dan membuat
tenang orang yang mendengarnya.
Al-Quran diturunkan sebagai mukjizat nabi yang abadi,
Siantar kemukjizatan al-quran adalah susunan kalimatnya
yang indah, gaya bahasanya yang memikat, dan uslubnya
yang tinggi.

2 Judul Asli Makalahnya, Qiraat dan Seni Baca Al- Quran


16

sember, 2014

REVIEW SERI SEMINAR NASIONAL: ALQURAN DAN BERBAGAI DIMENSI


KEHIDUPAN MANUSIA

Oleh karena itu ketika membaca al-quran kita harus


memperhatikan sifaf al-hurf, makhorij al-hurf dan kaidahkaidah tajwidnya. Dan alangkah indahnya jika kita membaca
al-quran dengan nada-nada yang indah selama tidak
melanggar dari kaidah tajwid yang ada.
Rasulullah saw bersabda:
Hiasilah al-Quran dengan suaramu dalam satu riwayat
dijelaskan. Sesungguhnya suara yang merdu akan
menambah al-Quran menjadi lebih indah.4
Dalam nada-nada pembacaan al-Quran terdapat beberapa
orang yang mempelopori dan memiliki ciri khas asing-masing
diantaranya adalah:
Qiraat sabah: Qiraat yang diriwayatkan oleh tujuh Imam
qiraat dengan masing-masing memiliki dua orang perawi.
Diantara tujuh Imam itu adalah NafI, Ibn Katsir, Abu Amr, Ibn
Amir, Ashim, Hamzah, dan al-Kisai.
Qiraat Asyrah: qiraat yang diriwayatkan oleh sepuluh imam
qiraat. Jumlah tersebut merupakan gabungan dari tujuh
imam qiraat (qiraat sabah) ditambah dengan tiga imam
lagi yaitu, Abu Jafar al-Makhzumi, Yaqub al-Hadhrami,dan
Khalaf Ibn Hisyam al-Bazzar.

3 Lihat, Romlah. Makalah Qiraat dan Seni Baca Al-Quran. h.1


4 Ibid
17

sember, 2014

REVIEW SERI SEMINAR NASIONAL: ALQURAN DAN BERBAGAI DIMENSI


KEHIDUPAN MANUSIA

Qiraat Arbaa Asyrah: adalah gabungan antara tujuh Imam


qiraat (qiraat sabah) di tambah tiga Imam hingga menjadi
sepuluh Imam qiraat (qiraat asyrah) kemudian ditambah
empat Imam lagi yaitu, Ibnu Muhaisin, Yahya al-Yazidi, Hasan
al-Bashri, dan Al-Amasy.

Keadilan dalam Al-Quran


Dr. Umar Shahab

Tuhan adalah zat yang Maha Adil. Hingga pantaslah jika Ia


memerintahkan manusia untuk berbuat adil. Keadilan
18

sember, 2014

REVIEW SERI SEMINAR NASIONAL: ALQURAN DAN BERBAGAI DIMENSI


KEHIDUPAN MANUSIA

sendiri bukan hanya antar sesama manusia tapi juga adil


pada tuhan dan pada diri sendiri. Sebagai khalifatullah
dimuka bumi manusia harus menegakan keadilan. Panji-panji
keadilan harus ditegakan.dalam hal keadilan tuhan dikenal
dengan istilah keadilan ilahi. Sementara untuk keadilan
manusia disebut keadilan sosial.
Manusia sering kali mempertanyakan keadilan tuhan disaat
susah dan sengsara. Namun pada hakikatnya manusia itu
sendiri tidak pernah mengintropeksi diri mereka. Keadilan
dalam pandangan manusia sangat berbeda hingga belum
jelas tolak ukurnya. Inilah yang membuat hukum dipandang
adil atau tidak tergantung pada penguasa.
Untuk menegakan keadilan kita tidak dibenarkan memakai
cara kekerasan atau paksaan. Yang harus kita gunakan
adalah cara yang lembut dan baik. Karena keadilan akan
mencerminkan dan mewujudkan negeri yang damai dan
sejahtera. Tapi jika keadilan telah hilang di atas muka bumi
ini maka hancurlah segala tatanan kehidupan ini.

Keotentitasan Al-Quran
19

sember, 2014

REVIEW SERI SEMINAR NASIONAL: ALQURAN DAN BERBAGAI DIMENSI


KEHIDUPAN MANUSIA

Prof. Dr. KH. Muhaimin Zein

Para orientalis tidak mempercayai tentang keotentitasan


dan penggunaan bahasa Arab dalam al-Quran. Padahal
sangat jelas bahwa Allah berfrman:
Dan kami menurunkan al-Quran dengan bahasa arab.
Pandangan para orientalis mengatakan banyak kata yang
bukan berasal dari bahasa arab. Namun, para ulama
membantahnya dengan mengatakan bahwa semua kosa
kata itu sudah disepakati sebagai bahasa arab.

20

sember, 2014

REVIEW SERI SEMINAR NASIONAL: ALQURAN DAN BERBAGAI DIMENSI


KEHIDUPAN MANUSIA

Manusia menurut Al-Quran


Prof. Dr. Sayyed Mofid Hoseini Khaushari

Banyak sekali riwayat yang membahas tentang


marifatunnafs. Dengannya kita dapat memahami tuhan dan
alam semesta. Sebagaimana riwayat yang mengatakan
kalian jangan jadi Orang yang melupakan Tuhan. Karena lupa
Tuhan sama saja dengan lupa diri.
Dalam al-quran tuhan kadang pada satu sisi memuji
manusia namun disisi yang lain merendahan manusia.
Berikut ini ayat-ayat yang memuji manusia:




Di bawah ini ayat-ayat yang merendahkan manusia:




21

sember, 2014

REVIEW SERI SEMINAR NASIONAL: ALQURAN DAN BERBAGAI DIMENSI


KEHIDUPAN MANUSIA

Manusia mendapat ujian ketika menjalani syariat. Sejak lahir


manusia hanya mempunyai potensi. Realitas takwini dan
tasyrii. Secara takwin manusia layak untuk mendapatkan
pujian. Ketika melakukan satu yang baik baru ada pujian
atau di rendahkan.
Manusia itu mempunyai dua aspek yang di peroleh ada juga
yang tanpa di peroleh. Yaitu materi, syahwat, pembelaan
terhadap diri dan lain-lain.

22

sember, 2014

REVIEW SERI SEMINAR NASIONAL: ALQURAN DAN BERBAGAI DIMENSI


KEHIDUPAN MANUSIA

Perjalanan Ruhaniyyah dalam Al-Quran

Prof. Dr. Sayyed Mofid Hoseini Khaushari

Setiap anak di lahirkan dalam keadaan suci (fitrah). Manusia


memiliki karakteristik yang dicari sendiri ada juga yang
tanpa usaha. Ada teori yang diraih dari kelas, sosial dan
dialektika kehidupan sehari-hari.
Al-Quran mencela dan memuji sebuah karakter karena
karakter itu belum tentu baik. Karakter dengan tubuh dan
mental (Ruh) dan karakter yang ditambahkan ke ruh.
Secara mental manusia diberikan karakter tanpa usaha.
Fitrah sendiri dibagi dua macam:
a. Resepsi kita
b. Kecendrungan
Fitrah dimiliki oleh setiap individu. Manusia secara hakiki
memiliki potensi kebaikan dan untuk mencapainya tidaklah
terbatas jika kita merealisasikannya.

5 Catatan, tema yang tertera dalam seminar adalah Perjalanan


Ruhaniyah dalam Al-Quran. Namun dalam meteri tersebut
pemakalah lebih condong membahas tentang konsep fitrah.
Dengan tema yang sama kemudian dibahas oleh Prof. Dr.
Nasaruddin Umar.
23

sember, 2014

REVIEW SERI SEMINAR NASIONAL: ALQURAN DAN BERBAGAI DIMENSI


KEHIDUPAN MANUSIA

Manusia tidak pernah puas dengan apa yang ia miliki. Fitrah


adalah istiroh atau talenta tetapi hanya melemah, potensi
terbatas tapi bisa teraktual.
Manusia bisa mencapai tingkatan yang paling tinggi untuk
mendekatkan diri kepada Allah. Manusia adalah makhluk
yang istimewa. Dalam sosial banyak sekali individu itu
relevan. Sedangkan lingkungan yang mengatur. Sebelum
manusia bergaul mereka memiliki fitrah sosial yaitu
kecendrungan bermasyarakat. Manusia dapat mengubah
lingkungannya. Orang yang tidak merugi adalah orang yang
di kecualikan.

24

sember, 2014

REVIEW SERI SEMINAR NASIONAL: ALQURAN DAN BERBAGAI DIMENSI


KEHIDUPAN MANUSIA

BAB III
ANALIS
Pada bab ini penulis akan menganalisis seluruh topik dan
menggabungkannya menjadi satu agar mudah dipahami
sebagai sebuah satu kesatuan dalam tema besar Al-Quran
dan berbagai dimensi kehidupan manusia.
Al-Quran adalah kitab pedoman dan tuntunan atas segala
aspek kehidupan manusia. Didalamnya berisi hukum,
sejarah, pengetahuan, mistikal, dan masih banyak lagi.
Sebagai sebuah kitab suci, al-Quran sudah pasti
mengandung nilai-nilai yang diperlukan oleh umat manusia.
Kitab pedoman adalah sebuah sumber rujukan utama bagi
manusia ketika ia menghadapi atau mengalami satu
peristiwa.

25

sember, 2014

REVIEW SERI SEMINAR NASIONAL: ALQURAN DAN BERBAGAI DIMENSI


KEHIDUPAN MANUSIA

Tapi keotentikan al-Quran memang diakui baik oleh sarjana


islam maupun sarjana barat. Hanya saja masih ada sebagian
yang beranggapan bahwa al-Quran mengalami tarif atau
bukan menggunakan bahasa Arab.
Al-Quran tidaklah dimaksudkan sebagai dokumen historis,
buku ilmiah (sains), ataupun lainnya. Tapi merupakan kitab
suci atau ajaran yang harus diimplementasikan oleh setiap
muslim. Baik dalam kaitannya dengan kehidupan individual
maupun kehidupan kemasyarakatan.6
Aspek kehidupan manusia yang beraneka ragam dengan
berbagai faktor yang melatar belakanginya membuat aspek
itu tidak bisa diukur dengan satu sisi tapi dapat dicari titik
temunya pada satu sisi.
Perbedaan jenis kelamin, ras, budaya, bangsa dan negara
bukan hanya faktor utama. Tapi derajat manusia itu sendiri
seperti alim, bodoh, miskin, kaya, mulia, hina, bahagia dan
sengsara lebih banyak menghiasi kehidupan manusia seharihari.
Kita tahu bahwa kajian tentang proses turunya al-Quran
adalah topik hangat yang selalu di perdebatkan. Perdebatan
itu sendiri ada kalanya di pengaruhi oleh idiologi sebuah
teologi mahzab tertentu yang di anut Ulama Tafsir.
6 Dandan Rusmana dan Yayan Rahtikawati, Tafsir Ayat-Ayat Sosial
Budaya:Tafsir maudhui terhadap ayat-ayat al-Quran yang
berkaitan dengan budaya, sejarah, bahasa dan sastra. Cet. 1.
Bandung: Cv. Pustaka Setia, Mei 2014. h.11
26

sember, 2014

REVIEW SERI SEMINAR NASIONAL: ALQURAN DAN BERBAGAI DIMENSI


KEHIDUPAN MANUSIA

Seperti yang telah di sampaikan oleh Ustadz Zuhdi Zaini


dalam kelas Pengantar Ulumul Quran, bahwa al-Quran
bukan kitab ilmiah. Tapi ia adalah kitab yang memberikan
isyarat-isyarat ilmiah bagi hamba-hambanya yang dapat
memahami dan mampu mentadaburinya.
Sehingga ketika seseorang akan mendapatkan hidayah
butuh proses untuk mendapatkannya. Ada sebagian manusia
yang di berikan hidayah langsung oleh Allah, tapi ada juga
yang harus kita usahakan dengan menasehati atau
mengajaknya pada jalan kebenaran. Tapi dari kedua sisi itu
tetap saja urusan hidayah sepenuhnya adalah hak Allah swt.
Al-Quran memang berisikan tentang dimensi mistik. Karena
ia merupakan Kalamullah yang bersifat menembus waktu
dan zaman. Ia mengisahkan kehidupan umat-umat
terdahulu, keadaan manusia di alam kubur dan juga cerita
tentang akhirat.
Masalah jenis kelamin pada hakikatnya adalah urusan Allah.
Yang jelas posis wanita memang sangat tinggi dalam
tingkatan tertentu. Kita bias ambil contoh kisah Maryam dan
nabi zakaria. Sifat wanita yang lembuh membuat ia perlu di
jaga dalam artian di lindungi. Baik laki-laik maupun wanita
sama-sama di berikan potensi oleh allah untuk meraih suatu
tujuan.
Derajat keutamaan atau posisi sangatlah seimbang antara
laki-laki dan wanita selama itu tidak bertentangan dengan
kodrat yang telah di gariskan. Contohnya laki-laki belum
27

sember, 2014

REVIEW SERI SEMINAR NASIONAL: ALQURAN DAN BERBAGAI DIMENSI


KEHIDUPAN MANUSIA

tentu bias melakukan semua pekerjaan wanita begitu juga


sebaliknya.
Orang masuk surga dan memiliki derajat ketaqwaan di sisi
Allah bukanlah karena gandernya tapi karena amal
shalehnya.
Jika kita menengok sejarah maka banyak wanita saleh yang
digambarkan oleh al-Quran seperti Maryam dan Asiyah. Tapi
ada juga kisah laki-laki lain yang digambarkan oleh al-Quran
seperti Laki-laki yang memindahkan singgasana Ratu Bilqis,
lukman al-Hakim, Khidir7, dan Dzulqarnain.
Tapi didalam al-Quran Allah juga menceritakan cerita istri
Nabi Nuh, istri Nabi Luth, dan dari golongan lak-laki Allah
menjelaskan kekufuran Kaum Tsamud, dan banyak Kaum
pada zaman Nabi terdahulu.
Al-Quran menanggap bahwa hakikat manusia adalah
ruhnya. Sedangkan jasad hanya sebagai alat.8

7 Permasalah Khidir ini terbelah menjadi dua pendapat dalam


dunia islam. Sebagian ada yang menyakini Khidir sebagai Nabi,
tapi sebagian lain menyakini Khidir sebagai seorang laki-laki yang
saleh.
8 Lihat, Jawadi Amuli, Keindahan & Keagungan Perempuan:
Presfektif Studi Perempuan Dalam Kajial Al-Quran, Filsafat dan
Irfan. Penerjemah Muhdhor Ahmad dkk. Cet. 1. Jakarta: Sadra
Press, Agustus 2011. h.62
28

sember, 2014

REVIEW SERI SEMINAR NASIONAL: ALQURAN DAN BERBAGAI DIMENSI


KEHIDUPAN MANUSIA

Dalam al-Quran bahwa perempuan adalah sosok yang


mengurusi pendidikan hati dan ruh manusia, sementara ruh
dan hati manusia bukanlah pria ataupun perempuan.9
Jadi jelas bahwa karena wanita adalah sosok yang lembut
hingga ia mampu membina pendidikan ruh. Sebagaimana
dalam sebuah riwayat dijelaskan:

"Ibu adalah madrasah (Guru) pertama.
Dalam al-Quran, sebutan perempuan (an-nisa) dipergunakan
sebanyak 57 kali, sama dengan kata rajul atau rijal atau aluntsa yang berpasangan dengan adz-dzakar yang disebut
sepuluh kali. Perimbangan penyebutan ini selintas
mengindikasikan bahwa antara kedua jenis kelamin tersebut,
sungguhpun memiliki perbedaan namun diperlakukan dan
diperhatikan secara berimbang dan adil oleh Islam.10

Dalam konteks ketika Jibril menyuruh Nabi untuk membaca


jika kita kaji lebih dalam lagi terdapat banyak kontroversi
terkait hal tersebut. Sebagian pendapat mengatakan pada

9 Ibid
10 Lihat, Said Aqil Siroj. Tasawuf Sebagai Kritik
Sosial:Mengedepankan Islam Sebagai Inspirasi, Bukan Aspirasi.
Ed: Ahmad Baso .Cet. 4 . Jakarta: SAS Foundation, April 2012.
h.242
29

sember, 2014

REVIEW SERI SEMINAR NASIONAL: ALQURAN DAN BERBAGAI DIMENSI


KEHIDUPAN MANUSIA

waktu itu jibril menghamparkan sebuah kain putih yang di


atasnya terdapat tulisan.
Entah riwayat ini mendukung bahwa nabi memang betulbetul ummiy dalam artian tidak bisa membaca atau
bagaimana saya kurang tahu. Tapi yang jelas bahwa tafsiran
akan kejadian itu lagi-lagi tidak lepas dari pengaruh
mazhabiyyah.
Jika umat muslim masih tetap mempertahankan pendapat
bahwa nabi buta huruf demi menjaga keotentikan al-Quran,
apakah dengan serta Erta kita akan menerima celaan
terhadap nabi jika ada yang mengatakan bahwa nabi itu
bodoh dan buta huruf. Kalau menilik dalil kemasukan nabi
permasalahan buta huruf tidak mungkin dialami nabi. Buktibukti sejarah juga menyebutkan bahwa nabi bisa membaca.
Sekarang yang harus kita pahami bersama kata membaca
dalam konteks tersebut apakah hanya pada satu sisi dalam
artian hanya membaca sesuatu yang tertulis atau justru
pada hasil penciptaan alam semesta ini dengan cara
mentadabburinya.
Memang untuk memahami al-Quran ruhaniyyah kita perlu di
sucikan atau di bersihkan dengan tazkiyatun nafs. Agar hati
yang kotor mudah menerima pancaran cahaya pengetahuan
dari al-quran. Seberapapun kita ingin mengerti tentang alQuran memang tidak sanggup untuk mendalaminya. Karena
sesungguhnya al-Quran sendiri lebih memahami kehidupan
30

sember, 2014

REVIEW SERI SEMINAR NASIONAL: ALQURAN DAN BERBAGAI DIMENSI


KEHIDUPAN MANUSIA

manusia itu sendiri. Sehingga aspek nilai-nilai al-Quran


melampaui waktu dan zamannnya.
Karena itu saya sangat sependapat dengan beliau tentang
tingkatan seseorang dalam membaca atau memahami alQuran. Karena setiap orang memiliki kemampuan dan
batasan yang berbeda-beda.
Pembagian ilmu menjadi istilah ilmu bermanfaat dan tidak
bermanfaat di dasari dengan tujuan dan pencapaian ilmu itu
sendiri. Sebuah system pendidikan Qurani adalah
pendidikan berasaskan petunjuk Tuhan.
Jika pendidikan bertujuan untuk mencerdaskan manusia, tapi
pendidikan Qurani bertujuan selain mencerdaskan manusia
tapi juga mengantar manusia menuju kesempurnaan. Untuk
meraih sebuah kesempurnaan itu maka kita harus
membersihkan diri kita.
Membahas kebahagiaan dan penderitaan dari sudut pandang
al-Quran sangat luas pengertiaannya. Sesuatu yang
menurut kita bahagia atau menderita belum tentu di
tanggapi seperti itu juga oleh al-Quran.
Kosa kata bahasa arab yang begitu banyak memiliki
pengertian yang berbeda namun bermankna sama yaitu
terdapat pada masalah kebahagiaan dan penderitaan.
Terkadang manusia menganggap bahwa apa yang tidak
sesuai dengan keinginannya adalah sebuah penderitaan.

31

sember, 2014

REVIEW SERI SEMINAR NASIONAL: ALQURAN DAN BERBAGAI DIMENSI


KEHIDUPAN MANUSIA

Sehingga ia berfikir bahwa tuhan telah melakukan ketidak


adilan padanya. Kita masih belum bisa membedakan mana
rahmat, kasih sayang dan murka tuhan itu. Banyak manusia
hanya bertujuan untuk memperoleh kebahagiaan tanpa
melewati sebuah penderitaan.
Karena konsep kebahagiaan dan penderitaan itulah, terpecah
menjadi dua aliran yang memiliki kontradiksi satu sama lain.
Bukankah kita di perintahkan oleh Nabi untuk
menyeimbangkan nasib kita di dunia juga nasib kita di
akhirat.
Dalam penderitaan kadang manusia mempertanyakan
keadilan tuhan terhadap dirinya. Namun, disaat bahagia
manusia lupa akan keadilannya terhadap tuhan. Hingga
membuat ia talenan dalam kebahagiaan dan baru mengingat
tuhan disaat menderita.
Prilaku seseoranng di pengaruhi oleh lingkungannya
memanglah benar. Karena lingkungan ikut andil dalam
membentuk watak dan prilaku seseorang. Pendapat ibn
Qoyyim ini amat menarik buat saya. Sebagai orang yang
percaya tentang kebathinan pendapat ini di pegang oleh
kalangan kebathinan. Bahwa manusia bisa mengeluarkan
ruhnya kapanpun dan di manapun. Tanpa ada batasan ruang
dan waktu. Jika kita mendengar kisah masyarakat, banyak
tokoh yang meninggalkan jasadnya dan masih hidup hingga
sekarang.

32

sember, 2014

REVIEW SERI SEMINAR NASIONAL: ALQURAN DAN BERBAGAI DIMENSI


KEHIDUPAN MANUSIA

Fisik dan non fisik yang kita lihat memang akan


mempengaruhi pandangan kita atau penilaian kita terhadap
sesuatu. Kita hanya mampu menangkap sekilas tanpa bisa
memahami lebih jauh lagi hal di dalamnya. Maka bungkusan
luar justru banyak menipu manusia karena manusia tidak
mampu memahami yang bersifat abstrak.
Bahkan kadang ketika kita melihat seseorang yang
berpakaian compang-camping kita langsung beranggapan ia
sebagai seorang gelandangan atau pengemis. Namun
dimensi non-fisik yang tidak dapat kita tembus tidak banyak
mengungkap realitas yang sesungguhnya hingga kita kadang
tidak tahu bahwa ia adalah seorang wali.

33

sember, 2014

REVIEW SERI SEMINAR NASIONAL: ALQURAN DAN BERBAGAI DIMENSI


KEHIDUPAN MANUSIA

BAB IV
PENUTUP
Dalam beberapa aspek, kita masih perlu membahas lebih
jauh tentang pernanan al-Quran dalam aspek kehidupan
manusia. Sebagai kitab petunjuk bagi kehidupan umat
manusia al-Quran menjadi sumber inspirasi yang tak
terbatas. Dengan penulisan ini, tidak langsung dapat
memuaskan dahaga para pencari kebenaran. Maka dari itu,
penulis harapkan agar beberapa topik yang telah di bahas di
atas terus di kaji oleh para mahasiswa. Karena kebenaran
yang hakiki haruslah di cari dengan menyelami samudera alQuran yang luar biasa.

34

sember, 2014

REVIEW SERI SEMINAR NASIONAL: ALQURAN DAN BERBAGAI DIMENSI


KEHIDUPAN MANUSIA

DAFTAR PUSTAKA
Amuli, Jawadi. Keindahan & Keagungan Perempuan: Presfektif
Studi Perempuan Dalam Kajial Al-Quran, Filsafat dan Irfan.
Penerjemah Muhdhor Ahmad dkk. Cet. 1. Jakarta: Sadra Press,
Agustus 2011.
Muhammad, Ahsin Sakho. Makalah Penderitaan dan kebahagiaan
dalam Al-Quran.
Romlah. Makalah Qiraat dan Seni Baca Al-Quran.
Rusmana, Dadan dan Yayan Rahtikawati. Tafsir Ayat-Ayat Sosial
Budaya:Tafsir maudhui terhadap ayat-ayat al-Quran yang
berkaitan dengan budaya, sejarah, bahasa dan sastra. Cet. 1.
Bandung: Cv. Pustaka Setia, Mei 2014.
Siroj, Said Aqil. Tasawuf Sebagai Kritik Sosial:Mengedepankan
Islam Sebagai Inspirasi, Bukan Aspirasi. Ed: Ahmad Baso .Cet. 4 .
Jakarta: SAS Foundation, April 2012.

35