Anda di halaman 1dari 14

BAB I

PENDAHULUAN
1.2 Latar Belakang
Akuntansi Dana adalah sistem akuntansi yang sering digunakan oleh
organisasi-organisasi nirlaba dan

institusi

sektor

publik.

Sistem

tersebut

merupakan metode pencatatan dan penampilan entitas dalam akuntansi seperti


aset, dan kewajiban yang dikelompokkan menurut kegunaannya masing-masing.
Sumber dana keuangan berupa dana yang disediakan untuk digunakan oleh
organisasi nirlaba atau institusi pemerintah biasanya mempunyai keterbatasan
penggunaan, dalam arti, dana-dana tersebut dibatasi penggunaannya untuk tujuan
atau aktivitas tertentu yang terkadang merupakan syarat dan pihak eksternal yang
merupakan penyedia dana.
Tidak seperti perusahaan swasta yang mencari laba, organisasi sektor
publik mempunyai tujuan-tujuan yang spesifik. Dengan latar belakang seperti itu,
perusahaan swasta dapat menggunakan sumber daya yang dimiliki untuk
keperluan apapun, yang penting bagi mereka adalah adanya laba. Berbeda dengan
organisasi sektor publik dimana sumber daya yang ada harus digunakan dengan
tujuan tertentu.
Akuntansi dana umumnya digunakan pada organisasi-organisasi nirlaba
dan

sektor

publik

yang

umumnya

membutuhkan

metode

pelaporan

khusus neraca akhir yang dapat menunjukkan arus pengeluaran keuangan


organisasi tersebut secara jelas. Metode pelaporan tersebut berbeda dengan
laporan neraca akhir yang biasa digunakan oleh perusahaan swasta yang
menekankan pada nilai keuntungan ataupun kerugian yang diperoleh organisasi
tersebut dalam suatu periode akuntansi tertentu.
1.2 Rumusan Masalah
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Apa yang dimaksud dengan dana dan akuntansi dana?


Apa itu kesatuan akuntansi dana?
Apa saja yang ada dalam kesatuan akuntansi dana?
Apa jenis-jenis dari dana?
Bagaimana dengan kelompok rekening dalam akuntansi dana?
Bagaimana akuntansi dana bagi sektor publik?
Bagaimana persamaan dari akuntansi dana?

1.3 Tujuan
Sesuai dengan rumusan masalah diatas maka makalah ini bertujuan untuk
mengetahui yang dimaksud dengan dana dan akuntansi dana, yang dimaksud
kesatuan akuntansi dana, apa saja yang ada dalam kesatuan akuntansi dana, jenisjenis dari dana, kelompok rekening, akuntansi dana bagi sektor publik serta
persamaan dari akuntansi dana.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Akuntansi Dana
Akuntansi Dana adalah sistem akuntansi yang sering digunakan oleh
organisasi-organisasi nirlaba dan

institusi

sektor

publik.

Sistem

tersebut

merupakan metode pencatatan dan penampilan entitas dalam akuntansi seperti


aset, dan kewajiban yang dikelompokkan menurut kegunaannya masing-masing.
Akuntansi dana umumnya digunakan pada organisasi-organisasi nirlaba
dan

sektor

publik

yang

umumnya

membutuhkan

metode

pelaporan

khusus neraca akhir yang dapat menunjukkan arus pengeluaran keuangan


organisasi tersebut secara jelas. Metode pelaporan tersebut berbeda dengan
laporan neraca akhir yang biasa digunakan oleh sektor bisnis yang menekankan
pada nilai keuntungan ataupun kerugian yang diperoleh organisasi tersebut dalam
suatu periode akuntansi tertentu.
Organisasi sektor bisnis umumnya hanya memiliki satu kelompok atas
metode pencatatan rekening-rekening secara berimbang atau disebut sebagai buku
besar (general ledger), sementara sektor nirlaba bisa memiliki beberapa jenis
buku besar bergantung pada kebutuhannya. Seorang manajer bisnis atas organisasi
tersebut harus dapat membuat laporan yang dapat menjelaskan aliran pengeluaran
dan pendapatan atas dana yang tersedia, serta melaporkannya dalam bentuk
ringkasan aktivitas keuangan atas keseluruhan entitas dalam organisasi tersebut
terkait dengan alokasi dan pemanfaatan dana.
Disebabkan karena keberadaan beberapa buku besar tersebut, penomoran
rekening yang digunakan didisain sedemikian rupa untuk menyesuaikan dengan
kebutuhan tersebut. setiap kelompok nomor rekening akan merepresentasikan
alokasi dana secara spesifik. Cara lainnya adalah dengan memanfaatkan
kemampuan sistem pencatatan dan pelaporan yang terdapat pada perangkat lunak
akuntansi. Untuk alasan ini, banyak organisasi nirlaba dan sektor publik
memanfaatkan perangkat lunak akuntansi khusus yang secara spesifik didisain
untuk mengakomodir kebutuhan organisasi tersebut dalam hal pelaporan.
Penggunaan akuntansi dana seringkali menjadi topik perdebatan oleh
kalangan profesi akuntan yang mempertanyakan manfaat atas implementasi

sistem tersebut, terkait dengan standar akuntansi umum yang berlaku. Namun
demikian, sifat natural dari organisasi nirlaba yang ada membuat sistem akuntansi
dana menjadi berguna, terutama terkait dengan pelaporan keuangan yang sesuai
dengan kebutuhan organisasi tersebut. Karena alasan tersebut, para profesi
akuntan mengenali adanya kebutuhan tersebut dan melanjutkan dukungan atas
pemanfaatan akuntansi dana dengan membuat standar-standar dan prisip
akuntansi secara khusus untuk kebutuhan tersebut.
Dana dan Akuntansi Dana
Pengertian Akuntansi adalah suatu kegiatan jasa yang bertujuan untuk
menyajikan informasi kuantitatif yang fungsinya sebagai dasar pengambilan
keputusan. Sedangkan Pengertian Dana berarti suatu kesatuan akuntansi karena
memiliki persamaan akuntansi sendiri dan kesatuan fiskal karena dana mamiliki
sumber keuangan yang gunanya telah ditentukan dalam anggaran.
Dengan kata lain pengertian Akuntansi Dana adalah kegiatan jasa yang
bertujuan untuk menyajikan informasi kuantitatif mengenai satu atau lebih dana
dalam suatu entitas yang ada sebagai dasar pengambilan keputusan. Dalam
Akuntansi Dana terdapat beberapa dana berarti terdapat beberapa kesatuan
akuntansi oleh karena itu kesatuan Akuntansi Dana merupakan kesatuan akuntansi
ganda (multiple accounting entity).
Dalam akuntansi dana, dana merupakan kesatuan akuntansi ( accounting
entity ) dan kesatuan fiscal ( fiscal entity ). Dana merupakan suatu kesatuan
akuntansi karena mempunyai suatu persamaan akuntansi. Selain itu, dana
merupakan

kesatuan

fiskal

karena

memiliki

sumber

keuangan

yang

penggunaannya telah ditentukan dalam anggaran.


Kesatuan akuntansi dana merupakan kesatuan akuntansi ganda ( multiple
accounting entity ), sedangkan kesatuan akuntansi komersiil merupakan kesatuan
akuntansi tunggal ( single accounting entity ). Kesatuan akuntansi dana
merupakan kesatuan akuntansi ganda karena sebuah organisasi nirlaba dapat
membentuk lebih dari satu dana dimana masing-masing dana tersebut berdiri
sendiri, tidak terintegrasi satu sama lain. Misalnya, suatu organisasi nirlaba dapat
membentuk General Fund ( Dana Umum ), Special Revenue Fund ( dana
Pendapatan Khusus ), Capital Project Fund ( Dana Pemupukan Modal ) dan Debt

Service Fund ( Dana Pelunasan Utang ). Negara merupakan suatu contoh bentuk
organisasi nirlaba yang paling konkrit di dunia ini.
Berbeda dengan akuntansi komersiil yang hanya memiliki satu persamaan
akuntansi untuk satu organisasi, dalam akuntansi dana, masing-masing dana
tersebut memiliki satu persamaan akuntansi sendiri. Jika suatu organisasi nirlaba
membentuk lima macam dana, maka organisasi nirlaba tersebut mempunyai lima
macam kesatuan dana yang masing-masing mempunyai persamaan akuntansi
sendiri dan tidak digabung dengan dana lainnya. Jika organisasi nirlaba tersebut
membentuk berbagai macam dana dengan jenis yang sama, maka dalam
pembuatan laporan keuangan, setiap jenis dana yang sama akan dikonsolidasikan,
namun jika tidak sejenis, maka dana tersebut tidak akan dikonsolidasikan.
Meskipun demikian, seluruh dana tersebut masuk ke dalam satu pencatatan besar
suatu organisasi nirlaba.
Dalam akuntansi dana, kita tidak mengenal istilah beban ( expense ) yang
merupakan biaya ( cost ) yang dimanfaatkan dalam satu periode. Istilah yang kita
kenal dalam akuntansi dana adalah belanja ( expenditure ) yang meliputi seluruh
sumber keuangan yang dibelanjakan dalam satu periode tertentu.
Dalam akuntansi yang digunakan oleh pemerintah Amerika Serikat, kesatuan
akuntansi dibedakan menjadi dua yaitu kesatuan akuntansi dana dan kesatuan
akuntansi non dana ( kelompok perkiraan = account group ). Dalam akuntasi dana,
Aktiva Tetap dan Utang Jangka Panjang di akuntansikan secara terpisah dalam
GFAAG ( General Fixed Asset Account Group ) dan GLTDAG (General Long
Term Debt Account Group )
2.2 Kesatuan Akuntansi Dana
Dana dan akuntansi dana dana sebagai kesatuan fiscal dalam pengertian
dana diatas disebutkan bahwa dana merupakan kesatuan fiscal ( fiscal entity )
dana disebut sebagai kesatuan fiscal karena dana memiliki sumber keuangan dan
penggunaanya yang telah ditentukan dalam anggaran

setiap dana memiliki

anggaran tersendiri yang ditetapkan.


Dana sebagai kesatuan akuntansi, Dalam pengertian dana diatas juga
disebutkan bahwa dana merupkan satu kesatuan akuntansi ( Accounting entity ) .
dana disebut dengan kesatuan akuntansi karena dana memiliki persamaan

akuntansi. Kesatuan akuntansi dana adalah kesatuan multiple ganda ( multiple


Accounting entity ).
Kesatuan akuntansi dana terdiri dari:
1. Govermental type Fund ( Kelompok Dana Pemerintahan )
Kelompok dana ini terdiri dari berbagai dana yang sifat aktivitasnya
adalah belanja. Akuntansi kelompok dana ini berfokus pada belanja ( spending
activity ). Jenis-jenis dana yang termasuk dalam kelompok ini adalah:
a.

General Fund ( Dana Umum )


Dana ini dibentuk untuk mempertanggungjawabkan sumber keuangan dan

belanja yang tidak dipertanggungjawabkan oleh dana lain.


b. Special Revenue Fund ( Dana Pendapatan Khusus )
Dana ini dibentuk untuk mempertanggungjawabkan penerimaan sumbersumber keuangan tertentu yang ditujukan untuk aktivitas belanja tertentu.
c. Capital Project Fund ( Dana Pemupukan Modal )
Dana ini dibentuk untuk mempertanggungjawabkan pengelolaan sumbersumber keuangan yang digunakan untuk perolehan aktiva tetap ( diluar
yang dipertanggungjawabkan oleh Propietary Fund dan Trust Fund)
d. Debt Service Fund ( Dana Pelunasan Utang )
Dana ini dibentuk untuk mempertanggungjawabkan sumber-sumber
keuangan yang akan digunakan untuk melunasi pokok dan bunga utang
jangka panjang umum.
2. Proprietary type Fund ( Kelompok Dana Kepemilikan )
Kelompok dana ini merupakan kelompok dana yang sifat aktivitasnya
termasuk dalam kelompok dana Non-Expendable seperti layaknya perusahaan
komersiil. Akuntansi kelompok dana ini sama dengan akuntansi komersiil yaitu
berfokus untuk mempertahankan ekuitas ( Capital Maintenance Focus ). Yang
termasuk dana ini adalah:
a.
b.

Enterprise Fund ( Dana Perusahaan )


Dana ini dibentuk untuk mempertanggungjawabkan aktivitas komersiil
Internal Service Fund ( Dana Pelayanan Internal )
Dana ini dibentuk untuk mempertanggungjawabkan layanan penyediaan
jasa kepada pihak lain.

3. Fiduciary type of Fund ( Kelompok Dana Kepercayaan )

Kelompok dana ini terdiri dari berbagai dana yang sifat aktivitasnya ada yang
bersifat belanja dan non belanja. Dana ini dibentuk apabila organisasi bertindak
sebagai agen. Yang termasuk dalam kelompok dana ini adalah:
a. Trust Fund
Dana ini dibentuk untuk mempertanggungjawabkan aktiva milik pihak lain
yang dikelola oleh organisasi sebagai pihak yang dipercaya ( trustee ).
b. Agency Fund
Dana ini dibentuk untuk mempertanggungjawabkan aktiva milik pihak
ketiga yang dikelola organisasi dimana oragnisasi bertindak sebagai agen.
2.3 Jenis Dana dan Kelompok Rekening
Ada dua jenis dana :
1. Expenable fund
Bisa disebut juga governmental fund, yang digunakan untuk belanja
operasional / pengurusan keperluan sehari hari. Digunakan untuk
mencatat nilai aktiva, utang, perubahan aktiva bersih, dan saldo dana yang
dapat dibelanjakan untuk kegiatan yang tidak bertujuan mencari laba. Jenis
akuntansi dana ini digunakan pada organisasi pemerintahan (govermental
fund).
2. Non expendable fund
Bisa disebut juga sebagai proprietary fund, yang tidak boleh dibelanjakan
untuk urusan pemerintah karena telah dipisahkan dan digunakan untuk
aktivitas bisnis. Digunakan untuk mencatat pendapatan biaya, aktiva,
utang, dan modal untuk kegiatan yang sifatnya mencari laba. Jenis dana ini
digunakan pada organisasi bisnis (proprietary funds).
Kelompok rekening
Kelompok dana pemerintahan berfokus pada aktifitas belanja dengan
demikian hanya aktiva dan hutang lancar yang dilaporkan di dalam neraca. Aktiva
tetap dan utang jangka panjang yang tidak bersifat belanja tidak dilapporkan pada
kelompok dana ( neraca ) tetapi dilaporkan dalam kelompok akun. Kelompok
akun merupakan daftar isi yang berisi saldo setiap akun aktifa tetap dan utang
jangka panjang.
Kelompok akun dibentuk hanya untuk dana pemerintahan umum.
Persamaan dari akuntansi dana adalah

Aktiva = Kewajiban + Ekuitas dana


Kategori Dana
Organisasi nirlaba dapat saja menerima berbagai sumbangan, donasi
maupun hibah yang masing-masing mempunyai batasan tersendiri. Jika
dimungkinkan untuk menyusun catatan terpisah atas masing-masing dana, maka
pilihan tersebut bisa dilakukan. Salah satu pertimbangan kenapa pilihan ini
digunakan adalah ukuran besarnya dana yang diterima dan dikelola.
Namun secara umum, untuk menyederhanakan pencatatan, kategori dana
yang digunakan oleh organisasi nirlaba adalah: Dana Terikat dan Dana Tidak
Terikat.
Dana Tidak Terikat. Dana ini tidak memiliki batasan penggunaan, dan
organisasi dapat menggunakan dana tersebut sesuai dengan kebutuhan untuk
tujuan-tujuan organisasi.
Dana Terikat. Batasan atau ikatan sementara dari penyumbang dapat
membuat dana dapat digunakan pada periode yang akan datang atau setelah
tanggal tertentu (ikatan waktu), atau dana dapat digunakan untuk tujuan tertentu
(ikatan tujuan), atau keduanya.
2.4 Akuntansi Dana bagi Sektor Publik
Sumber dana keuangan berupa dana yang disediakan untuk digunakan
oleh organisasi nirlaba

atau institusi

pemerintah

biasanya

mempunyai

keterbatasan penggunaan, dalam arti, dana-dana tersebut dibatasi penggunaannya


untuk tujuan atau aktivitas tertentu yang terkadang merupakan syarat dan pihak
eksternal yang merupakan penyedia dana.
Tidak seperti perusahaan swasta yang mencari laba, organisasi sektor
publik mempunyai tujuan-tujuan yang spesifik. Dengan latar belakang seperti itu,
perusahaan swasta dapat menggunakan sumber daya yang dimiliki untuk
keperluan apapun, yang penting bagi mereka adalah adanya laba. Berbeda dengan
organisasi sektor publik dimana sumber daya yang ada harus digunakan dengan
tujuan tertentu.

Misalkan pemerintah menerima pinjaman dari World Bank (Bank Dunia)


sebesar Rp 10 miliar untuk pembangunan jalan dan jembatan. Maka, tidak ada
pilihan lain bagi pemerintah selain menggunakan dana Rp 10 miliar tersebut
untuk pembangunan jembatan dan jalan.
Contoh lain sebuah institusi pendidikan mengandalkan dananya dari para
alumninya. Dalam memberikan sumbangan, para alumni tersebut menghendaki
tujuan-tujuan

tertentu.

Ada

yang

meberi

sumbangan

untuk

keperluan

pembangunan perpustakaan, ada pula yang meberi sumbangan khusus untuk


beasiswa.
Secara umum, sangat lazim jika dari keseluruhan dana yang dipunyai
organisasi sektor publik, masing-masing mempunyai tujuan tersendiri dalam
penggunaannya, baik karena faktor aksternal (pembatasan eksternal), faktor
internal (perencanaan manajemen), maupun karena peraturan.
Adanya keterbatasan penggunaan dana memberikan implikasi akan suatu
kewajiban untuk memberikan pertanggungjawaban kepada pihak penyedia dana
(donatur). Oleh sebab itu, organisasi-organisasi nirlaba dan institusi pemerintah
menggunakan akuntansi dana (fund accounting) untuk mengontrol dana yang
terikat atau dibatsi penggunaannya (restricted fund) tersebut sekaligus untuk
menjamin adanya ketaatan atas persyaratan yang ada.
2.5 Persamaan Akuntansi Dana
Dalam akuntansi dana dikenal persamaan akuntansi sebagai berikut
AKTIVA = KEWAJIBAN + EKUITAS DANA
Persamaan tersebut tentu saja berbeda dengan persamaan akuntansi yang
kita kenal pada akuntansi keuangan yang digunakan dalam perusahaan komersial
yang berupa
AKTIVA = KEWAJIBAN + EKUITAS
Di sini terdapat perbedaan yang mendasar antara ekuitas dana dan ekuitas.
Di perusahaan, selisih antara aktiva dan utang adalah ekuitas yang menunjukkan
adanya kepemilikan pada perusahaan tersebut oleh pemegang sahamnya.
Sementara itu, di organisasi sektor publik, ekuitas dana tidak menunjukan adanya

kepemilikan siapapun karena memang tidak ada kepemilikan individu dalam suatu
organisasi sektor publik.
Basis Akuntansi dan Fokus Pengukuran
Dalam akuntansi dana, dikenal istilah basis akuntansi dan fokus
pengukuran (measurement focus). Basis akuntansi menentukan kapan transaksi
dan peristiwa yang terjadi diakui. Contoh, bila organisasi mengadopsi basis akrual
penuh, transaksi diakui ketika transaksi tersebut memiliki dampak ekonomi yang
substantif. Kalau yang diadopsi adalah basis kas, transaksi diakui hanya kalau kas
yang berhubungan dengan transaksi tersebut diterima atau dibayarkan.
Fokus pengukuran dari suatu entitas akuntansi menentukan apa yang akan
dilaporkan, dengan kata lain jenis aktiva dan kewajiban apa saja yang diakui
secara akuntansi dan dilaporkan dalam neraca. Konsep basis akuntansi dan fokus
pengukuran

ini

berhubungan

erat

dan

pemilihan

salah

satu

akan

mengimplikasikan pemilihan yang lain. Contoh, kalau basis kas yang dipilih,
maka fokus pengukurannnya juga atas kas saja, sehingga implikasinya hanya
kativa lancar kas yang dilaporkan dalam neraca. Perubahan dalam aktiva tetap dan
kewajiban jangka panjang tidak diakui. Misalkan sebuah organisasi membeli
kendaraan seharga Rp 200 juta, jurnal yang terjadi kalau menggunakan basis kas
dengan fokus pengukuran sumber daya jangka pendek adalah:
Belanja Peralatan
Kas

200.000.000
200.000.000

Dengan cara tersebut, pemerintah tidak akan melaporkan kendaraan


sebagai aktiva di neracanya. Pemerintah akan mencatat baik kenaikan maupun
penurunan kas di Laporan Pendapatan dan Belanja Dana (Funds Statement or
Revenues and Expenditure) atau laporan yang sebanding yang menjelaskan
perubahan dalam saldo dana. Dampaknya, kendaraan akan dibebankan seluruhnya
pada waktu dibeli, yang nantinya akan ditutup ke ekuitas dana (fund balance).
Jika suatu entitas mengadopsi basis akrual penuh seperti diharuskan untuk
perusahaan, maka fokus pengukurannya biasanya meliputi semua sumber daya
ekonomi dan neracanya akan melaporkan semua aktiva dan kewajiban, baik lancar

10

maupun tidak lancar. Perubahan dalam aktiva tetap bersih dan kewajiban jangka
panjang diakui sebagai pendapatan atau beban. Misalnya sebuah organisasi
membeli kendaraan seharga Rp 200 juta, jurnal yang terjadi kalau menggunakan
basis akrual penuh adalah:
Peralatan

200.000.000
Kas

200.000.000

Di banyak lingkungan pemerintahan, basis akuntansi dan fokus


pengukuran menjadi permasalahan tersendiri muncul karena banyak entitas
pemerintahan yang menggunakan anggaran dengan berbasis kas sehingga
dibutuhkan data realisasi anggaran yang berbasis kas pula. Dalam konteks
tersebut, dikembangkanlah basis akuntansi berupa basis kas yang akan
menghasilkan informasi yang bersifat jangka pendek. Permasalahan muncul
karena entitas tersebut juga dituntut untuk menyusun neraca yang juga
menyajikan informasi yang bersifat jangka panjang (aktiva tetap dan utang jangka
panjang). Dengan kata lain, dalam lingkungan pemerintahan seperti itu, ada
tuntutan untuk menggunakan basis kas dengan fokus pengukuran jangka panjang.
Dari sinilah berkembang basis akuntansi yang disebut dengan basis kas yang
dimodifikasi (cash modified basis).
Dengan basis kas yang dimodifikasi tersebut, transaksi pembelian
kendaraan senilai Rp 200 juta akan dicatat dalam dua kali penjurnalan, yaitu:
Belanja Peralatan

200.000.000

Kas
Kendaraan
EkuitasDana

200.000.000
200.000.000
200.000.000

Jurnal kedua dilakukan untuk memenuhi tuntutan fokus pengukuran


jangka panjang.Terlepas dari apakah suatu entitas melaporkan aktiva dan
kewajiban jangka panjang di neraca dananya, entitas tersebut harus melakukan
kontrol akuntansi atas aktiva dan kewajiban tersebut. Manajemen dan konstituen
lain mungkin ingin tahu dengan semua sumber daya dan kewajiban entitas
tersebut dan tidak hanya ingin tahu atas aktiva dan kewajiban yang ada di neraca

11

saja. Oleh karena itu, entitas wajib membuat catatan akuntansi atas semua aktiva
dan kewajiban serta memasukkan dalam laporan keuangan suatu skedul yang
tidak hanya menyatakan mengenai aktiva dan kewajiban tersebut namun juga
menunjukkan perubahannya dalam tahun tersebut.

12

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Akuntansi Dana adalah sistem akuntansi yang sering digunakan oleh
organisasi-organisasi nirlaba dan institusi sektor publik. Pengertian Akuntansi
adalah suatu kegiatan jasa yang bertujuan untuk menyajikan informasi kuantitatif
yang fungsinya sebagai dasar pengambilan keputusan. Sedangkan Pengertian
Dana berarti suatu kesatuan akuntansi karena memiliki persamaan akuntansi
sendiri dan kesatuan fiskal karena dana mamiliki sumber keuangan yang gunanya
telah ditentukan dalam anggaran.
Kesatuan akuntansi dana merupakan kesatuan akuntansi ganda ( multiple
accounting entity ), sedangkan kesatuan akuntansi komersiil merupakan kesatuan
akuntansi tunggal ( single accounting entity ). Kesatuan akuntansi dana
merupakan kesatuan akuntansi ganda karena sebuah organisasi nirlaba dapat
membentuk lebih dari satu dana dimana masing-masing dana tersebut berdiri
sendiri, tidak terintegrasi satu sama lain. Misalnya, suatu organisasi nirlaba dapat
membentuk General Fund ( Dana Umum ), Special Revenue Fund ( dana
Pendapatan Khusus ), Capital Project Fund ( Dana Pemupukan Modal ) dan Debt
Service Fund ( Dana Pelunasan Utang ).
Ada dua jenis dana, yaitu Expenable fund bisa disebut juga governmental
fund, yang digunakan untuk belanja operasional / pengurusan keperluan sehari
hari. Dan yang kedua adalah Non expendable fund, bisa disebut juga sebagai
proprietary fund, yang tidak boleh dibelanjakan untuk urusan pemerintah karena
telah dipisahkan dan digunakan untuk aktivitas bisnis.
Dalam akuntansi dana dikenal persamaan akuntansi sebagai berikut Aktiva
= Kewajiban + Ekuitas Dana. Persamaan tersebut tentu saja berbeda dengan
persamaan akuntansi yang kita kenal pada akuntansi keuangan yang digunakan
dalam perusahaan komersial yang berupa Aktiva = Kewajiban + Ekuitas. Di sini
terdapat perbedaan yang mendasar antara ekuitas dana dan ekuitas.

13

DAFTAR PUSTAKA
Nordiawan, Deddi.2006 .Akuntansi Sektor Publik. Jakarta: Salemba Empat
Mardiasmo.2009.Akuntansi Sektor Publik.Edisi IV.Yogyakarta : Andi.

14

Anda mungkin juga menyukai