Anda di halaman 1dari 9

Uji Triangle

Meiza Maajid P. (083020033)

PENDAHULUAN
Latar Belakang
Pengujian pembedaan
digunakan untuk menetapkan apakah
ada perbedaan sensorik atau
organoleptik antara dua contoh.
Meskipun dalam pengujian dapat
saja contoh disajikan bersama tetapi
untuk pelaksanaannya selalu ada dua
contoh yang dipertentangkan. Uji
pembedaan ini digunakan untuk
menilai pengaruh macam-macam
perlakuan modifikasi proses atau
bahan dalam pengolahan pangan
bagi industri atau untuk mengetahui
adanya perbedaan atau persamaan
antara dua produk dari komoditi
yang sama (Soekarto, 1985).
Uji triangle di dalam industri
pangan digunakan salah satunya
adalah untuk reformulasi suatu
produk baru. Sehingga dapat
diketahui ada atau tidaknya
perbedaan antara produk lama dan
baru. Manfaat lain yang didapat dari
pengujian triangle adalah dapat
melatih sensitivitas inderawi panelis
dan tentunya dapat mengetahui dan
mendeteksi perbedaan sifat dari
sampel yang ada.
Ambang pembedaan
menyangkut dua tingkat kesan
rangsangan yang sama perhatian kita
tertuju pada perbedaan dua
rangsangan tersebut. Jika dua
rangsangan itu terlalu kecil bedanya
maka akan menjadi tidak dapat
dikenali perbedaannya. Sebaliknya
jika dua tingkat rangsangan itu
terlalu besar akan dengan mudah
dapat dikenali. Perbedaan terkecil
dari dua rangsangan yang masih
dapat dikenali disebut dengan
ambang pembedaan(Soekarto, 1985).
Tujuan Percobaan

Tujuan percobaan dari uji


triangle adalah untuk mengetahui
atau mendeteksi ada tidaknya
perbedaan dua macam sampel, yang
bersifat lebih terarah, juga unuk
seleksi panelis.
Prinsip Percobaan
Prinsip percobaan dari uji
triangle adalah berdasarkan
sensitivitas panelis dalam
membedakan antara dua sampel yang
sifatnya lebih terarah.
BAHAN, ALAT DAN METODE
PERCOBAAN
Bahan-bahan Percobaan
Bahan yang digunakan dalam
percobaan Uji Triangle adalah
sampel Kecap Manis Indofood (253
& 136), Kecap Manis Bango (102).
Alat-alat Percobaan
Alat-alat yang digunakan pada
percobaan Uji Triangel sifat inderawi
makanan ini adalah sendok, gelas,
dan baki.
Metode Percobaan
Pertama-tama disajikan tiga
macam sampel Kecap dengan kode
253, 136, dan 102. Kemudian
dibandingkan di antara ketiganya
baik warna, rasa, dan aroma. Sampel
yang memiliki warna, rasa, dan
aroma sama diberi tanda 0 (nol) dan
sampel yang berbeda diberi tanda 1
(satu). Hasil percobaan di tulis di
lembar pengamatan.
Setelah itu dilakukan
perhitungan uji triangle dengan
menggunakan tabel triangle test
sehingga diperoleh taraf 5% dan taraf
1%, kemudian dikaitkan dengan
ketentuan-ketentuan untuk menarik
kesimpulan.

Uji Triangle
Meiza Maajid P. (083020033)

Ketentuan-ketentuannya adalah
sebagai berikut :
1. Jika jumlah tanggapan yang benar <
Jumlah minimal yang benar pada
taraf 5% dan 1%, maka tiap-tiap
perlakuan dinyatakan Tidak
Berbeda Nyata.
2. Jika jumlah tanggapan yang benar
Jumlah minimal yang benar pada
taraf 5% dan 1%, maka tiap-tiap
perlakuan dinyatakan Sangat
Berbeda Nyata.
3. Jika jumlah tanggapan yang benar
Jumlah minimal yang benar pada

taraf 5%, dan jumlah tanggapan


yang benar Jumlah minimal yang
benar pada taraf 1%, maka tiap-tiap
perlakuan dinyatakan Berbeda
Nyata.
HASIL PERCOBAAN DAN
PEMBAHASAN
Hasil Percobaan dan Pembahasan
Uji Triangel
Hasil percobaan Uji Triangel
dapat dilihat pada tabel pengamatan
dibawah ini.

Tabel 1. Hasil Pengamatan Uji Triangel


Kriteria Penilaian
Panelis
Warna
Rasa
21
136 102 253 136
102
253
136
Jumlah
9
15
4
4
13
1
10
(Sumber : Kelompok I, Meja 15, 2011)
Berdasarkan tabel hasil
pengamatan didapatkan jumlah
tanggapan yang benar untuk warna,
rasa, dan aroma adalah 15, 13, dan
14. Sedangkan berdasarkan hasil
tabel triangle test diperoleh jumlah
minimum tanggapan yang benar
pada taraf 5 % adalah 12 dan taraf 1
% adalah 13 sehingga dapat
disimpulkan bahwa sampel kecap
manis dengan merk Indofood (253 &
136) dinyatakan sangat berbeda
nyata dengan sampel kecap manis
merk bango (102).
Hal ini disebabkan oleh jumlah
tanggapan warna, rasa, dan aroma
yang benar lebih besar sama dengan
jumlah minimum yang benar pada
taraf 5% dan 1%.
Kecap adalah bumbu dapur atau
penyedap makanan yang berupa

Aroma
102
14

253
6

cairan berwarna hitam yang rasanya


manis atau asin. Bahan dasar
pembuatan kecap umumnya adalah
kedelai atau kedelai hitam. Namun
adapula kecap yang dibuat dari
bahan dasar air kelapa yang
umumnya berasa asin. Kecap manis
biasanya kental dan terbuat dari
kedelai, sementara kecap asin lebih
cair dan terbuat dari kedelai dengan
komposisi garam yang lebih banyak,
atau bahkan ikan laut. Selain
berbahan dasar kedelai atau kedelai
hitam bahkan air kelapa, kecap juga
dapat dibuat dari ampas padat dari
pembuatan tahu (Anonim, 2011).
Mula-mula
kedelai
difermentasi oleh kapang Aspergillus
sp. dan Rhizopus sp. menjadi
semacam tempe kedelai. Kemudian
"tempe" ini dikeringkan dan

Uji Triangle
Meiza Maajid P. (083020033)

direndam di dalam larutan garam.


Garam merupakan senyawa yang
selektif
terhadap
pertumbuhan
mikroba. Hanya mikroba tahan
garam saja yang tumbuh pada
rendaman kedelai tersebut. Mikroba
yang tumbuh pada rendaman kedelai
pada umumnya dari jenis khamir dan
bakteri tahan garam, seperti khamir
Zygosaccharomyces dan bakteri susu
Lactobacillus.
Mikroba
ini
merombak protein menjadi asamasam amino dan komponen rasa dan
aroma, serta menghasilkan asam.
Fermentasi terjadi jika kadar garam
cukup tinggi, yaitu antara 15 sampai
20% (Anonim, 2011).
Panelis dalam melakukan
pengujian dapat membedakan ketiga
sampel dengan tepat dari segi rasa,
tetapi tidak dari segi aroma, atau pun
warna. Hal ini bisa terjadi
dikarenakan motivasi yang kurang
untuk panelis dalam melakukan
pengujian, atau pun bisa dikarenakan
terburu-buru sehingga panelis tidak
berkonsentrasi dengan baik.
Bagi panelis pengujian dengan
metode Triangle test lebih sulit
dibandingkan dengan duo-trio hal ini
dikarenakan tidak adanya sampel
pembeda yang dapat dijadikan acuan.
Walaupun untuk suatu pengujian
memang lebih teliti Triangle test
tetapi semua itu harus disesuaikan
dengan sampelnya terlebih dahulu.
Triangle test atau uji pembedaan
segitiga termasuk dalam kelompok
discriminative test. Triangle test
merupakan uji untuk mendeteksi
perbedaan yang sangat kecil pada
produk pangan. Pada uji segitiga
disajikan tiga buah contoh sekaligus
dan tidak dikenal adanya contoh
pembanding atau contoh baku. Pada

jenis uji ini panelis diminta untuk


mencari satu contoh yang berbeda
dari ketiga contoh yang disajikan
(Anonim, 2007).
Uji segitiga digunakan untuk
mendeteksi perbedaan yang kecil.
Pada uji segitiga ini tidak ada contoh
baku atau pembanding, di mana
panelis harus memilih satu di antara
tiga sampel yang berbeda. Dalam uji
segitiga keseragaman dari ketiga
sampel sangat penting agar dapat
dihindari pengaruh penyajian. Selain
itu triangle lebih terarah atau lebih
akurat dibanding dengan duo trio
sehingga baik untuk seleksi panelis.
Sedangkan pada uji duo trio
disajikan 3 contoh sampel, dua di
antaranya sama, tapi yang ketiga
berbeda. Dua contoh yang sama
tersebut dicicip dulu dan dianggap
sebagai contoh baku. Dalam
pelaksanaan uji, panelis diminta
untuk memilih satu diantara 2 contoh
terakhir yang sama dengan contoh
baku karena contoh yang dinilai ada
dua maka peluang secara acak adalah
50% (Kartika, dkk.,1988).
Berdasarkan pengamatan uji
triangle di atas, dapat kita lihat
terdapat beberapa panelis yang
melakukan kesalahan dalam
melakukan pengujian, hal tersebut
disebabkan karena beberapa hal
contohnya akibat panelis tidak
mengenal metode pengujian dan
produk yang dinilainya. Seorang
panelis yang sudah berpengalaman
sangat kecil kemungkinannya untuk
membuat kesalahan seperti di atas.
Dalam hal ini panelis sudah
mengenal sampel yang diuji dengan
baik, sehingga dapat mengenali
perbedaan antara kedua sampel
(Kartika, dkk.,1988).

Uji Triangle
Meiza Maajid P. (083020033)

Informasi yang diterima oleh


panelis sebelum pengujian akan
berpengaruh pada hasilnya. Hal ini
disebabkan karena panelis
mengetahui apa yang diharapkan
oleh pemberi instruksi, untuk
mencegahnya maka setiap sampel
yang disajikan diberikan kode berupa
tiga angka digit. Apabila ada satu
atau lebih dari satu sifat yang dinilai
misalnya bau, warna, rasa pada suatu
saat hasilnya mungkin beberbeda
bila dibandingkan masing-masing
sifat tersebut dinilai sendiri-sendiri
pada saat yang tidak bersamaan.
Adanya pengaruh oleh panelis lain
mempengaruhi hasil, maka panelis
selama pengujian harus duduk
terpisah satu dengan yang lain.
Percakapan dan duduk diskusi tidak
diperkenankan selama
berlangsungnya pengujian, sehingga
sugesti dari seorang panelis tidak
mempengaruhi panelis lain
(Kartika, dkk.,1988).
Salah satu faktor fisiologik yang
mempengaruhi kepekaan panelis
yaitu kondisi kenyang atau lapar.
Terlalu kenyang mengurangi
kepekaan, sebaliknya terlalu lapar
dapat menyebabkan memberikan
penilaian yang berlebihan. Merokok
juga mempengaruhi kepekaan
panelis. Selain itu orang yang sedang
sakit juga terpengaruh kegiatan
fisiologiknya karena itu juga
berkurang kepekaannya. Fungsi
fisiologik juga mengalami fluktuasi
dalam sehari. Waktu terlalu pagi
kurang responsif untuk penilaian rasa
(Soekarto, 1985).
Pengaruh psikologik yang dapat
mengganggu kepekaan seorang
panelis yaitu yang dapat
mempengaruhi konsentrasi atau yang
membuat orang tidak dapat santai.

Hal-hal ini meliputi keadaan


tertekan, frustasi, terlalu sedih,
gembira yang melonjak-lonjak,
terburu-buru, dan tekanan jiwa
(stress) (Soekarto, 1985).
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Berdasarkan tabel hasil
pengamatan didapatkan jumlah
tanggapan yang benar untuk warna,
rasa, dan aroma adalah 15, 13, dan
14. Sedangkan berdasarkan hasil
tabel triangle test diperoleh jumlah
minimum tanggapan yang benar
pada taraf 5 % adalah 12 dan taraf 1
% adalah 13 sehingga dapat
disimpulkan bahwa sampel kecap
manis dengan merk Indofood (253 &
136) dinyatakan sangat berbeda
nyata dengan sampel kecap manis
merk bango (102).
Saran
Penulis memberikan saran pada
pengujian Uji Triangel ini,
diperlukan ketelitian dan konsentrasi
yang tinggi. Setiap panelis harus
dalam kondisi sehat, baik fisik
maupun psikologis agar dapat
melakukan pengujian dengan baik.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim. (2007). Triangle Test.
www.panganplus.com. Akses 9
Maret 2011.
Anonim, (2011), Kecap,
http://www.wikipedia.org/wiki/
kecap, Akses : 9 Maret 2011.
Anonim, (2011), Perkembangan
Pengolahan Kecap,
http://kedelaiblogspot.org/wiki/permen,
Akses : 9 Maret 2011.

Uji Triangle
Meiza Maajid P. (083020033)

Kartika, B., Pudji H., Wahyu S.,


(1988), Pedoman Uji
Inderawi Bahan Pangan,
Universitas Gajah Mada,
Yogyakarta.
Soekarto, S.T., (1985), Penilaian
Organoleptik, Bhratara,
Jakarta.

Triangle test, difference analysis


Number
of tasters

7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
49
50
51
52
53
54
55

Number of correct answers


necessary to establish
significant differentiation
Probability level
5%
1%
0.1%
5
6
7
6
7
8
6
7
8
7
8
9
7
8
9
8
9
10
8
9
10
9
10
11
9
10
12
10
11
12
10
11
13
10
12
13
11
12
14
11
13
14
12
13
15
12
14
15
13
14
16
13
14
16
13
15
17
14
15
17
14
16
18
15
16
18
15
17
19
16
17
19
16
18
19
16
18
20
17
19
20
17
19
21
18
19
21
18
20
22
18
20
22
19
21
23
19
21
23
20
22
24
20
22
24
21
22
25
21
23
25
21
23
25
22
24
26
22
24
26
23
25
27
23
25
27
23
25
28
26
28
24
26
28
24
25
27
29
26
27
29
26
28
30
26
28
30

Number
of
tasters

57
58
59
60
61
62
63
64
65
66
67
68
69
70
71
72
73
74
75
76
77
78
79
80
81
82
83
84
85
86
87
88
89
90
91
92
93
94
95
96
97
98
99
100
200
300
400
500
2000

Number of correct answers


necessary to establish
significant differentiation
Probability level
5%
1%
0.1%
27
29
31
27
29
32
27
30
32
28
30
33
28
30
33
28
31
33
29
31
34
29
32
34
30
32
35
30
32
35
30
33
36
31
33
36
31
34
36
32
34
37
32
34
37
32
35
38
33
35
38
33
36
39
34
36
39
34
36
39
34
37
40
35
37
40
35
38
41
35
38
41
36
38
41
36
39
42
37
39
42
37
40
43
37
40
43
38
40
44
38
41
44
39
41
44
39
42
45
39
42
45
40
42
46
40
43
46
40
43
46
41
44
47
41
44
47
42
44
48
42
45
48
42
45
49
43
46
49
46
49
43
84
89
80
117
122
127
152
158
165
186
191
303
300
372
383

LAMPIRAN QUIS
1. Apa yang dimaksud Uji Threshold ?
Uji threshold merupakan salah satu metode untuk pengujian panelis dalam
penentuan sensitivitas. Metode ini digunakan untuk menentukan tingkat
konsentrasi terendah suatu substansi yang dapat dideteksi (absolute threshold)
atau perubahan konsentrasi terkecil suatu substansi yang dapat dideteksi
perubahannya (difference threshold). Biasanya substansi yang mau dikaji
dilarutkan dalam air murni, dan panelis diminta untuk menilai sampel mana yang
berbeda dengan air, dalam hal ini air murni juga disajikan sebagai pembanding.
2. Sebutkan Macam-macam kesan psikologis !
a. Tendensi Sentral.
b. Contrast Effect.
c. Expectation error
d. Stimulus error
e. Logical error
f. Halo effect
g. Sugesti
3. Apa yang dimaksud uji pembedaan ?
Uji pembedaan adalah pengujian yang digunakan untuk menetapkan apakah
ada perbedaan sensorik atau organoleptik antara dua contoh. Meskipun dalam
pengujian dapat saja contoh disajikan bersama tetapi untuk pelaksanaannya selalu
ada dua contoh yang dipertentangkan. Uji pembedaan ini digunakan untuk menilai
pengaruh macam-macam perlakuan modifikasi proses atau bahan dalam
pengolahan pangan bagi industri atau untuk mengetahui adanya perbedaan atau
persamaan antara dua produk dari komoditi yang sama.
4. Apa yang dimaksud rangsangan ?
Rangsangan adalah penyebab yang menggertak proses penginderaan &
menyebabkan tanggapan, kesan atau kesadaran.
5. Diketahui 12 orang panelis, reaksi positif 8, berapa % reaksi positif ?
8 x 100 = 66,6 %
12

LAMPIRAN SOAL DISKUSI


1. Tentukan peluang panelis akan memberikan tanggapan dengan tepat,
jelaskan ?
33,3 % ; Karena pada uji segitiga ini tidak ada contoh baku atau
pembanding, di mana panelis harus memilih satu di antara tiga sampel yang
berbeda.
2. Manakah yang lebih teliti uji pembedaan dengan metode DUO-TRIO atau
TRIANGLE ?
Pada uji segitiga ini tidak ada contoh baku atau pembanding, di mana
panelis harus memilih satu di antara tiga sampel yang berbeda. Dalam uji
segitiga keseragaman dari ketiga sampel sangat penting agar dapat dihindari
pengaruh penyajian. Selain itu triangle lebih terarah atau lebih akurat
dibanding dengan duo trio sehingga baik untuk seleksi panelis. Sedangkan
pada uji duo trio disajikan 3 contoh sampel, dua di antaranya sama, tapi yang
ketiga berbeda. Dua contoh yang sama tersebut dicicip dulu dan dianggap
sebagai contoh baku. Dalam pelaksanaan uji, panelis diminta untuk memilih
satu diantara 2 contoh terakhir yang sama dengan contoh baku karena contoh
yang dinilai ada dua maka peluang secara acak adalah 50%.