Anda di halaman 1dari 30

PEMERIKSAAN

TEAR FILM
PADA DRY EYE
SYNDROME

OLEH :
Ary Pramita

Lapisan Tear Film

FUNGSI

Mempertahankan
Membasahi

integritas kornea-konjungtiva

permukaan kornea-konjungtiva

Menghambat
Memberikan

pertumbuhan kuman

oksigen & nutrisi

KELEJAR MEIBOM

Lokasi di tarsal plate

Lapisan lipid

Polar dan nonpolar

Parasimpatis

Fungsi :

Memperlambat penguapan

Media optik

Mempertahankan hydrophobic barrier

Mencegah kerusakan tepi kelopak

Disfungsi :

Meibom gland dysfungtion,sjogren syndrome

KELENJAR LAKRIMAL

Superotemporal orbita

Bagian orbita dan bagian palpebra

Mensekresi lapisan aqueuos

Komposisi : elektrolit,air,dan protein

Kel. Asesoris : Krause & Wolfring

Fungsi :

Supply oksigen

Anti bakterial dan antiviral

Menjaga regularitas cornea

Membersihkan debris

Disfungsi :

KCS,Riley-day Syndrome,Congenital Alakrima

SEL GOBLET

Lokasi di epitel kornea & konjungtiva

Sekresi musin

Komposisi : musin,protein,elektrolit,dan air

Fungsi :

Konversi epitel kornea hydrophobic mjd hydrophilic

Menjaga tegangan permukaan dg stabilisasi tear film

Lubrikasi

Mengisolasi partikel asing dan bakteri

Disfungsi :

Sistemik vit a defisiensi, sjs

TEAR

FILM DYSFUNCTION :

Abnormalitas kualitas & kuantitas

JENIS

PEMERIKSAAN :

Tear meniscus

Break up time

Rose bengal

Schimer test

Ferning test

Lysozyme test

Osmolaritas test

Sitologi konjungtiva

TEAR MENISCUS

TEKNIK :

Pemeriksaan dg slit lamp

NORMAL :

Tear meniscus berbentuk concave di daerah tepi kelopak


inferior

Lebar 0,5 mm

DEFISIENSI :

Ukuran < 0,5 mm

Dapat mengandung debris atau musin

INTERPRETASI :

Penurunan produksi lap.Aqueous

BREAK UP TIME

Melihat fungsi fisiologis air mata

ALAT :
Slit

lamp atau lup

Flourescin
Sinar

dgn kobalt biru

TEKNIK :
Px

duduk di depan slitlamp

Stopwatch
Tetes

flouresin

Mata

disinari dgn kobalt biru

Px

mengedip beberapa kali

Dilihat

pertama kali tjd titik hitam kecil di daerah biru hijau

3x pemeriksaan

Nilai waktu rata-rata

NILAI :

> 25 detik

(normal)

< 15 detik

(tidak stabil)

15-25 detik

(peralihan)

INTERPRETASI :

Defisiensi lipid, aqueous atau musin

KCS dan sjogren syndrome

DARK SPOT

ROSE BENGAL

Melihat sel mati kornea & konjungtiva

ALAT :

Rose bengal 1% dlm aqua

Anestesi lokal

TEKNIK :

Anestesi lokal

Tetesi rose bengal

Cuci dengan garam fisiologi

NILAI :

Terlihat warna merah pada kornea & konjungtiva

INTERPRETASI :

Kelemahan lapisan musin

Sjogren syndrome

SCHIRMER TEST
MELIHAT

KEMAMPUAN SEKRESI AIR MATA

SCHIRMER

TEST I
SCHIRMER TEST II

SCHIRMER I

Fungsi sekresi sistem lakrimal

ALAT :
Kertas

filter whatman 41

TEHNIK :
Px

diperiksa dalam kamar redup

Tanpa

anestesi

Kedua

mata

Lipatan

kertas 5 mm,1/3 Lateral fornik inferior

Berkedip
Diukur

secara normal

setelah 5 menit

NILAI :
>

15 mm sekresi normal

6-10
<

mm borderline

6 mm sekresi basal kurang

INTERPRETASI :
Defisiensi
KCS

lapisan aqueous

& Sjogren syndrome

SCHIRMER II

Menilai reflek sekresi kel lakrimal

ALAT :

Anestetik lokal

Kertas filter

TEKNIK :

Satu mata diberi anestetik lokal

Diletakan kertas filter

Mukosa hidung dirangsang pd sisi yang berlawanan slm 2


mnt

Tunggu 2-5 menit

Dilihat bag. Filter yg basah

NILAI :
Dilihat
Tidak

bertambahnya pembasahan

terjadi penambahan kegagalan refleks

sekresi
Bila

bertambah refleks sekresi normal

Normal

basah 15 mm dalam 5 mnt

INTERPRETASI :
Defisiensi

lap. Aqueous

FERNING TEST

Tes sederhana menilai kualitas defisiensi mucin

Mengambil kerokan lapisan air mata dan mengeringkan


diatas obyek glas

ALAT :
Obyek

glass

Mikroskop

LYSOZYME TEST

Protein antimikroba dari kelenjar lakrimal

Menggunakan media agar dan suspensi


(m.Lysodeikticus)

HASIL :
Normal

tjd penghambatan tumbuh m.Lysodeikticus

Penurunan

optical density

INTERPRETASI :
Defisiensi

lap. Aqueous

OSMOLARITAS TEST

Mengukur osmolaritas tear film dg microosmolmeter

HASIL :
Normal

osmolaritas 3026,3 mosm/L

Defisiensi

meningkat antara 330 dan 340 mosm/L

ok :
- Menurunnya aliran air mata
- Meningkatnya penguapan

SITOLOGI KONJUNGTIVA

Teknik sederhana

Noninvasive

Mengevaluasi perubahan patologi epitel permukaan

TEKNIK :

Menempelkan kertas filter Nitroselulose Asetat pada


konjungtiva

HASIL :

Squamus metaplasia

Kehilangan sel goblet yang luas

Agregat mukus

Sel-sel inflamasi

Terimakasih