Anda di halaman 1dari 21

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Definisi Akuntansi

Menurut American Institute of Certified Public Accounting (AICPA)

dalam

Harahap

penggolongan,

(2003),

akuntansi

dan

pengikhtisaran

didefinisikan

dengan

cara

sebagai

tertentu

seni

pencatatan,

dalam

ukuran

monoter, transaksi, dan kejadian-kejadian yang umumnya bersifat keuangan

termasuk menafsirkan hasil-hasilnya.

Sedangkan menurut Horngren dan Harrison (2007), akuntansi adalah

sistem informasi yang mengukur aktivitas bisnis, memproses data menjadi

laporan, dan mengkomunikasikan hasilnya kepada para pengambil keputusan.

Dari definisi-definisi tersebut maka dapat ditarik kesimpulan bahwa akuntansi

merupakan pencatatan, penggolongan, dan pengikhtisaran dari kegiatan dan

transaksi yang bersifat keuangan yang kemudian diproses menjadi laporan dan

dikomunikasikan kepada para pengambil keputusan.

2.2 Standar Akuntansi

Laporan keuangan dibuat untuk memenuhi kebutuhan dari

pengguna laporan keuangan yang beragam dan memiliki kebutuhan yang

berbeda. Maka dari itu untuk menyusun sebuah laporan keuanga diperlukan

standar akuntansi.

Standar ini berfungsi sebagai emberi acuan dan pedoman dalam

penyusunan laporan keuangan sehingga setiap perusahaan memiliki laporan

keuangan

yang

tersusun

sesuai

dengan

standar

dan

mempernudah

penggunaannya oleh para pengguna laporan keuangan.

Menurut Dwi Martani (2012), standar akuntansi yang ada di Indonesia

dibagi menjadi empat pilar yaitu:

2.2.1 Standar Akuntansi Keuangan (SAK)

Standar Akuntansi Keuangan (SAK) digunakan untuk

entitas yang memiliki akuntabilitas pblik yaitu entitas terdaftar maupun

yang dalam proses pendaftaran di pasar modal, dan entitas fidusia,

yaitu entitas yang menggunakan dana masyarakat seperti asuransi,

perbankan, dan dana pensiun. Standar ini mengadopsi IFRS karena

Indonesia., melalui IAI, telah mengadopsi IFRS secara penuh mulai

tahun 2012.

2.2.2 Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabiitas

Publik (SAK ETAP)

Standar

Akuntansi

Keuangan

Entitas

Tanpa

Akuntabilitas Publik (SAK ETAP) digunakan untuk entitas yang

tidakmemiliki akuntabilitas ublik signifikan dalam penyusunan laporan

keuangan tujuan umum.

2.2.3 Standar Akuntansi Syariah (SAK Syariah)

Standar Akuntansi Syariah (SAK Syariah ) merupakan

standar yang digunakan oleh entitas yang memiliki transaksi syariah,

atau entitas yang berbasis syariah. Standar akuntansi syariah ini terdiri

dari kerangka konseptual penyusunan dan pengungkapan laran, standar

pengajian

laporan

keuangan,

dan

stadar

khusus

transaksi

syariah

seperti mudharabah, salam, ijarah, dan istishna.

2.2.4 Standar Akuntansi Pemerintah (SAP)

Standar Akuntansi Pemerintah (SAP) digunakan untk

menyusun laporan keuangan instansi pemerintahan baik pemerintah

pusat maupun pemerintah daerah.

2.3 Kerangka Konseptual

Kerangka

konseptual

merupakan

sebuah

konstitusi,

sebuah

sistem koheren dari tujuan dan asas yang saling berhubungan yang mengarah

pada standar yang konsisten dan menentukan sifat, fungsi, dan batasan dari

akuntansi

keuangan

dan

laporan

keuangan.

Asas

menjadi

konsep

yang

mendasari konsep akuntansi dan akan membantu pengambilan keputusan,

pengukuran, serta cara merangkum dan menyampaikan keputusan tersebut

kepada pihak-pihak yg berkepentingan. Konsep-konsep seperti ini menjadi

suatu asas yang berarti bahwa konsep-konsep yang lain akan dihasilkan dari

asas

tersebut

berulang kali

dan

penggunaannya

dalam

menentukan,

akuntansi dan pelaporan.

sebagai

acuan

yang

akan

digunakan

mengartikan,

dan

menerapkan

standar

Maka dari itu, kerangka konseptual ditujukan untuk bertindak

sebagai suatu konstitusi dalam proses penetapan standar dan sebagai pedoman

dalam menyelesaikan perselisihan

yang timbul

selama proses penetapan

standar dengan cara membandingkan permasalahan yang ada dengan standar

yang sudah ditetapkan dan dilihat apakah sudah sesuai dengan kerangka

konseptualnya.

Menurut FASB, ada empat keunggulan spesifik yang dapat

diperoleh dari kerangka konseptual, yaitu:

a.

Memandu FASB dalam membuat standar akuntansi

b.

Menjadi

kerangka

acuan

untuk

menjawab

pertanyaan-

pertanyaan akuntansi yang tidak memiliki standar resmi yang

spesifik.

c.

Menentukan batas pertimbangan dalam membuat laporan

keuangan.

d.

Meningkatkan komparabilitas dengan menurunkan jumlah

metoda akuntansi alternatif yang tersedia.

2.4 Proses Akuntansi

Menurut Kieso et. all (2007), proses akuntansi adalah proses

pengolahan data. Kemudian akuntansi dalam proses pengolahan datanya

menggunakan

siklus

atau

proses

akuntansi

yang

dimulai

dari

transaksi,

pencatatan, pengklarifikasian, pengikhtisaran, sampai dengan tahap penyajian.

Proses akuntansi ini dijelaskan sebagai berikut:

2.4.1 Mengidentifikasi dan Mencatat Transaksi serta Kejadian

Lainnya

Hal yang pertama kali harus dilakukan dalam siklus akuntansi

adalah

analisis

transaksi

dan

kejadian-kejadian

tertentu

lainnya.

Sebagai contoh adalah mengidentifikasi apakah transaksi yang berasal

dari

suatu

kejadian

yang

tidak

berhubungan

dengan

pertukaran

ekonomi

tetap

akan

berakibat

sama

seperti

transaksi

pertukaran.

Seperti kerugian yang dikarenakan bencana alam, dan kerusakan mesin

karena sudah lama dipakai.

Fess (2006), menyatakan bahwa sebelum transaksi dianalisa,

perusahaa

harus

membuat

rancangan

sistem

akuntansi.

Sistem

akuntansi

ini

dirancang

untuk

menunjukkan

peningkatan

atau

penurunan dari laporan keuangan setiap bagian. Catatan ini dikenal

dengan sebutan akun (account).

Kumpulan dari akun-akun tersebut disebut buku besar (ledger)

dan kumpulan akun dalam buku besar tersebut disebut sebagai daftar

akun (chart of accounts). Daftar akun dibuat dengan tujuan memenuhi

kebutuhan informasi para manajer perusahaan dan pengguna laporan

keuangan lainnya. Pada umumnya akun-akun tersebut dicatat sesuai

dengan urutan kemunculannya dalam laporan keuangan. Akun laporan

posisi keuangan umunya muncul terlebih dahulu dengan urutan aset,

kewajiban, dan ekuitas pemilik.

2.4.2 Jurnal

Jurnal adalah pencatatan suatu transaksi ke sisi debit

dan kredit. Ada dua cara penggunaan jurnal yang dapat diambil oleh

perusahaan, yaitu:

1.

Perusahaan hanya memiliki satu jenis jurnal yaitu general journal

dimana pada sistem ini semua jenis transaksi hanya dimasukkan

pada buku ini.

2. Perusahaan menggunakan dua jenis jurnal yaitu jurnal khusus dan

jurnal umum.

Jurnal khusus digunakan sebagai jurnal untuk

mencatat transaksi-transaksi seperti penjualan kredit, pembelian

kredit, penerimaan kas, dan pengeluaran kas. Jika ada transaksi

yang tidak tertampung pada jurnal khusus ini, maka transaksi

tersebut dimasukkan pada jurnal umum.

2.4.3 Pemindahbukuan ( Posting)

Prosedur pemindahan ayat jurnal ke dalam akun buku besar

disebut

pemindahbukuan

(posting).

Buku

besar

adalah

kumpulan rekening-rekening yang digunakan oleh perusahaan

untuk mencatat transaksi-transaksinya.

2.4.4 Neraca Saldo (Trial Balance)

Neraca saldo merupakan daftar akun beserta saldonya pada

suatu waktu tertentu. Pada umumnya neraca saldo dibuat pada

akhir

dari

suatu

perioda

akuntansi.

Urutan

akun

yang

dicantumkan pada neraca saldo akan dibuat sesuai dengan

urutan yang ada ada buku besar, dimana saldo debet kan

ditempatkan pada sisi kiri dan saldo kredit pada sisi kanan.

Total nilai dari kedua sisi harus sama.

2.4.5

Penyesuaian (Adjustment)

Penyesuaian

dilakukan

agar

menunjukkan

keadaan

yang

sebenarnya pada saat penutupan buku. Penyesuaian dibagi

menjadi dua yaitu pembayaran di muka dan akrual. Tujuan dari

penyesuaian ini adalah agar setiap rekening riil (harta, hutang,

dan modal) menunjukkan jumlah yang sebenarnya pada akhir

perioda. Tujuan lainnya adalah agar setiap rekening nominal

(pendapatan dan beban) menunjukkan pendapatan dan biaya

yang seharusnya diakui dalam suatu perioda.

2.4.6 Neraca Lajur (Worksheet)

Neraca lajur ini dibuat dengan tujuan memudahkan penyusunan

laporan keuangan. Semua perkiraan dijumlahkan dan didaftar

dalam neraca lajur dan kemudian dilakukan penjurnalan, baik

jurnal

penyesuaian

maupun

jurnal

penutup.

Hasil

dari

penjurnalan ini menggambarkan posisi keuangan dan hasil

usaha yang terbaru.

2.4.7 Laporan Keuangan (Financial Statement)

Laporan keuangan dibuat berdasarkan perioda akuntansi dan

merupakan puncak dari siklus akuntansi. Isi pokok dari laporan

keuangan

adalah

income

statement,

statement

of

owner’s

equity, balance sheet, statement of cash flow, notes to financial

statement.

2.4.8 Jurnal Penutup (Closing Entries)

Jurnal penutup adalah jurnal yang dibuat untuk memindahkan

saldo-saldo rekening nominal ke rekening income summary.

Tujuan dari penutupan buku ini adalah untuk menghitung laba

rugi untuk perioda yang dilaporkan, memisahkan transaksi

pendapatan dan biaya tahun tertentu dengan tahun berikutnya

agar tidak tercampur dengan jumlah pendapatan dan biaya

tahun berikutnya.

2.4.9 Neraca Saldo Sesudah Penutupan

Perusahaan pada umumnya membuat ayat jurnal penutup pada

akhir perioda akuntansi tahunan perusahaan dengan tujuan

unutk

mengecek

diposting.

apakah

jurnal

penutup

seluruhnya

telah

2.4.10 Jurnal Pembalik (Reversing Entries)

Jurnal pembalik merupakan jurnal yang dibuat pada awal tahun

berikutnya

karena

adanya

penyesuaian

pada

akhir

tahun.

Alasan

dilakukan

jurnal

pembalik

adalah

untuk

menjaga

konsistensi dalam mencatat dan untuk menghindari kesalahan

mencatat pada waktu menerima atau membayarkan kas.

2.5 Laporan Keuangan

Laporan keuangan

menurut Kieso, et al., (2011) adalah suatu proses

pencatatan

yang

berguna

untuk

pemakai

laporan

keuangan

dalam

pengambilan keuangan dari ringkasan transaksi keuangan selama tahun

buku tersebut. Menurut Yadiati (2007), laporan keuangan adalah informasi

keuangan yang disajikan dan dipersiapkan oleh manajemen dari suatu

perusahaan baik kepada pihak internal ataupun eksternal yang berisi

mengenai kegiatan bisnis dari satu kesatuan usaha yang meruapakan salah

satu alat pertanggungjawaban dan komunikasi manajemen kepada pihak-

pihak

yang

membutuhkannya.

Jadi,

laporan

keuangan

adalah

suatu

informasi

yang

disajikan

oleh

manajemen

mengenai

keuangan

suatu

perusahaan sehingga memudahkan dalam pengambilan keputusan serta

dapat memberikan informasi bagi pihak internal maupun eksternal.

2.5.1 Tujuan Laporan Keuangan

Hasil akhir dari suatu proses pencatatan keuangan yaitu dengan

dikeluarkannya laporan keuangan. Laporan ini merupakan laporan

yang mencerminkan

perioda tertentu.

dari

prestasi

suatu

perusahaan pada

waktu

Laporan tujuan dari laporan keuangan menurut Kieso, et al.,

(2011) adalah sebagai berikut:

1. Laporan keuangan sangat berguna untuk investor dan kreditor

pada

pengambilan

keputusan

melakukan kredit.

dalam melakukan investasi

dan

2. Berguna untuk calon investor untuk lebih mengenal perusahaan

yang akan mendapatkan investasi. Ketidakpastian penerimaan kas

prospektif

dari

dividen

atau

bunga

dan

melanjutkan

dari

penjualan, penebusan, atau jatuh tempo keamanan atau pinjaman

3. Sebagai informasi mengenai sumber daya ekonomi dan keadaan

perusahaan.

Sedangkan tujuan laporan keuangan menurut IAI (2004) juga

terdiri dari tiga poin utama, yaitu:

1.

Menyajikan informasi mengenai posisi keuangan, kinerja suatu

perusahaan serta perubahan posisi keuangan yang bermanfaat bagi

penggunanya dalam pengambilan keputusan.

2. Laporan

keuangan

tidak

menyediakan

semua

informasi

yang

mungkin akan dibutuhkan oleh para pengguna dalam pengambilan

keputusan ekonomi secara umum dari kejadian dimasa lalu, dan

tidak diwajibkan untuk menyediakan informasi nonkeuangan.

3. Dengan adanya laporan keuangan berarti dapat menunjukkan apa

yang

sudah

dilakukan

oleh

manajemen

(stewardship),

atau

pertanggungjawaban

manajemen

atas

sumber

daya

yang

dipercayakan kepadanya.

Menurut Harahap (2004), tujuan dari laporan keuangan dipaparkan

sedikit berbeda, yakni dengan membagi menjadi 2 garis besar, yaitu:

1. Tujuan Umum

Menyajikan laporan posisi keuangan, hasil usaha, dan perubahan posisi

keuangan secara wajar sesuai dengan prinsip yang sudah diterima.

2. Tujuan Khusus

Memberikan

informasi

laba,

kekayaan

bersih,

mengenai

kewajiban,

kekayaan,

proyeksi

perubahan

kekayaan,

kewajiban,

dan

informasi lainnya yang masih relevan.

Informasi mengenai posisi keuangan, kinerja, dan perubahan

posisi keuangan sangat diperlukan sehingga mampu mengevaluasi

seberapa besar kemampuan suatu perusahaan dalam menghasilkan kas

dan

setara

kas,

waktu,

dan

kepastian.

Posisi

keuangan

dapat

dipengaruhi oleh sumber daya yang dikendalikan, struktur keuangan,

likuiditas, solvabilitas, dan kemampuan beradaptasi dengan perubahan

lingkungan. Informasi mengenai profitabilitas perusahaan diperlukan

dalam

menilai

perubahan

potensial

sumber

daya

ekonomi

yang

kemungkian akan dikendalikan di masa yang akan datang. Dengan

demikian

akan

dapat

memprediksi

kapasitas

memanfaatkan tambahan sumber daya.

perusahaan

dalam

Selain tujuan diatas, laporan keuangan juga dapat menjelaskan apa yang

telah dilakukan manajemen mengenai pertanggungjawabannya pada sumber daya yang sudah dipercayakan. Dengan demikian, tujuan utama dari laporan

keuangan adalah memberikan infromasi yang bermanfaat dan berguna untuk

pengambilan keputusan ekonomi. Selain itu juga bertujuan untuk melaporkan

kegiatan

suatu

perusahaan

yang

dapat

mempengaruhi

masyarakat

yang

penting bagi peran perusahaan dalam lingkungan masyarakat.

2.5.2 Karakteristik Kualitatif Laporan Keuangan

Informasi

yang

dibuat

oleh

suatu

perusahaan

harus

memiliki

karakteristik tertentu dalam memenuhi para penggunanya. Karakteristik

kualitatif merupakan ciri khas yang membuat informasi dalam laporan

keuangan tersebut bermanfaat bagi para pengguna dalam pengambilan

keputusan ekonomi. Menurut IAI (2004), terdapat empat karakteristik

kualitatif pokok laporan keuangan yaitu:

1. Dapat dipahami

2. Relevan

3. Keandalan

Informasi yang disediakan atau disajikan harus relevan, karena jika

tidak relevan maka informasi tersebut tidak akan berguna. Dalam

pengambilan keputusan tidak hanya mengerti dan memahami informasi

yang

disajikan

namun

harus

mampu

menilai

seberapa

tingkat

keandalannya

dan

membandingkan

informasi

mengenai

adanya

kemungkinan alternatif dan pengalaman dimasa lalu.

2.5.3 Pengguna Laporan Keuangan

Laporan

keuangan

adalah

komoditi

yang

bermanfaat

dan

dibutuhkan

masyarakat,

karena

laporan

keuangan

ini

memberikan

informasi

yang

dibutuhkan

oleh

para

penggunanya

sehingga

para

pengguna tersebut dapat menghasilkan keuntungan. Dengan membaca

laporan keuangan dengan tepat maka para pengguna dapat melakukan

tindakan ekonomi tentang lembaga perusahaan yang dilaporkan dan

dari tindakan tersebut maka para pengguna mengharapkan perusahaan

akan menghasilkan keuntungan baginya.

Menurut Prastowo & Juliaty (2005) pemakai laporan keuangan

merupakan pihak-pihak yang berkepentingan tehadap perusahaan atau

yang disebut dengan Business Stakeholder yang meliputi investor,

kreditor,

pemasok,

pemegang

saham,

pelanggan,

pemerintah,

karyawan dan masyarakat. Informasi yang disajikan dalam laporan

keuangan

bersifat

umum,

sehingga

dalam

penggunaan

laporan

keuangan tidak memenuhi kebutuhan secara keseluruhan bagi para

penggunanya.

2.5.4 Jenis Laporan Keuangan

Laporan keuangan yang disusun oleh manajemen perusahaan menurut IAI (2004), yaitu:

1. Neraca (Balance Sheet)

Merupakan

laporan

keuangan

yang

memberikan

informasi

mengenai posisi keuangan perusahaan pada saat tertentu. Menurut

Kieso, et al., (2011), laporan posisi keuangan adalah laporan yang

berisi tentang posisi, laporan ekuitas aset, kewajiban, dan pemegang

saham dari usaha pada tanggal yang telah ditentukan.

2. Laporan Laba Rugi

Menurut Kieso, et al., (2011), laporan laba rugi adalah laporan yang

mengukur keberhasilkan operasi perusahaan dalam jangka waktu

tertentu. Menurut Prastowo & Juliaty (2005), agar mendapatkan

gambaran informasi mengenai potensi perusahaan dalam menghasilkan

laba selama perioda tertentu. laporan laba rugi memiliki dua unsur yaitu :

a. Penghasilan (income) yaitu kenaikan manfaat ekonomi dalam

bentuk pemasukan atau kenaikan aset atau penurunan kewajiban

suatu

perusahaan

untuk

waktu

perioda

tertentu

yang

dapat

disubklasifikasikan

menjadi

pendapatan

(revenues)

dan

keuntungan (gains)

b. Beban (expense) yaitu sebagai penurunan manfaat ekonomi dalam

bentuk arus kas keluar, penuruna aset atau kenaikan kwajiban

suatu perusahaan selama perioda tertentu yang disubklasifikasikan

menjadi beban (expenses) dan kerugian (losses)

Menurut Kieso, et al., (2011), laporan arus kas adalah laporan yang

memaparkan penerimaan kas, pembayaran kas, kas dari aktivitas operasi,

investasi, dam pendanaan perusahaan dalam satu perioda tertentu. Menurut

PSAK No. 2 (2009), laporan arus kas adalah laporan yang memaparkan

arus kas perusahaan dalam perioda tertentu yang diklasifikasikan menurut

aktivitas

operasi,

investasi,

dan

pendanaan.

Laporan

ini

merupakan

gambaran salah satu komponen neraca,

yaitu kas dari suatu perioda

berikutnya. Laporan arus kas menyediakan informasi yang berguna untuk

mengetahui kemampuan perusahaan dalam menggunakan kasnya sehingga

menghasilkan masukan berupa kas juga. Laporan kas terdiri dari tiga

bagian yaitu:

a. Arus kas dari aset operasi

b. Arus kas dari aset investasi

c. Arus kas dari aset pendanaan

4. Laporan Perubahan Ekuitas

Menurut Kieso,

et al., (2011), laporan perubahan ekuitas adalah

laporan yang menjelaskan saldo laba yang ditahan oleh rekening dari awal

hingga akhir perioda. Menurut IAI (2004), merupakan suatu perubahan

laporan atau mutasi laba yang merupakan bagian dari pemilik perusahaan

dalam

waku

tertentu.

Suatu

perusahaan

harus

menyajikan

laporan

perubahan

ekuitas

sebagai

komponen

utama

laporan

keungan,

yang

menunjukkan:

a. Laba atau rugi bersih pada perioda yang bersangkutan

b. Setiap pos pendapatan serta beban, keuntunan atau kerugian beserta

jumlahnya berdasarkan PSAK yang terkait diakui secara langsung

dalam ekuitas.

c.

Transaksi modal dengan pemilik dan distribusi kepada pemilik

 

d.

Saldo

akumulasi

rugi

dan

laba

pada

awal

dan

akhir

serta

perubahannya.

 

e.

Rekonsiliasi antara nilai tercatat dari masing-masing jenis modal

saham, agio, dan cadangan pada awal dan akhir perioda yang

 

mengungkapkan secara terpisah setiap perubahannya. 5.

 

5.

Catatan atas Laporan Keuangan

 

Menurut Kieso, et al., (2011), catatan atas laporan keuangan adalah

cara memperkuat atau menjelaskan item yang disajikan dalam

bagian utama dari laporan. Menurut IAI (2004), catatan atas

laporan keuangan harus dibuat secara sistematis, setiap pos dalam

neraca, laporan laba rugi dan laporan arus kas harus berkaitan

dengan informasi yang terdapat dalam catatan laporan keuangan.

Catatan atas laporan keuangan mengungkapkan:

a.

Informasi mengenai dasar penyusutan laporan keuangan dan

kebijakan akuntansi yang dipilih dan diterapkan terhadap

peristiwa dan transaksi yang penting.

 

b.

Informasi

yang

diwajibkan

dalam

pernyataan

standar

akuntansi keuangan (SAK) tetapi tidak disajikan di neraca,

laporan laba rugi, arus kas, dan perubahan ekuitas.

Informasi tambahan yang tidak disajikan dalam laporan

keuangan tetapi diperlukan dalam rangka penyajian secara wajar.

2.6 Elemen-Elemen Laporan Keuangan

a. Laporan Posisi Keuangan

Menurut Munawir (2004), laporan posisi keuangan adalah

laporan

sistematis mengenai aset, utang,

serta

modal

dari

suaty

perusahaan

pada

suatu

saat

tertentu. Tujuan

dari

laporan

posisi

keuangan ini adalah untuk menunjukkan posisi keuangan dari suatu

perusahaan pada tanggal tertentu, pada umumnya pada saat buku-buku

ditutup dan dihitung sisanya pada akhir tahun fiskal atau tahun

kalender.

b.Laporan Laba Rugi

Munawir

(2004)

mengatakan

bahwa

laporan

laba

rugi

merupakan suatu laporan yang sistematis tentang penghasilan, biaya,

rugi laba yang diperoleh suatu perusahaan selama perioda tertentu.

c. Laporan Arus Kas

Menurut Martani (2011), laporan arus kas adalah laporan yang

menjelaskan informasi perubahan historis kas dan setara kas yang

diklasifikasikan dalam aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan

dalam perioda tertentu. Tujuan utama dari laporan arus kas menurut

Kieso, et al., (2011) adalah untuk menyediakan beberapa informasi

mengenai kas masuk dan kas keluar dalam satu perioda di mana arus

masuk dan keluar dilaporkan pada aktivitas operasi, aktivitas investasi,

dan aktiva pendanaan.

2.7 Format Laporan Keuangan

2.7.1 Laporan Posisi Keuangan

2.7 Format Laporan Keuangan 2.7.1 Laporan Posisi Keuangan

2.7.2 Laporan Laba Rugi

2.7.2 Laporan Laba Rugi

2.7.3 Laporan Arus Kas

2.7.3 Laporan Arus Kas