Anda di halaman 1dari 6

I.

Nomor Praktikum
: IV
II. Tanggal Praktikum
: 18 Februari 2015
III.Judul Praktikum
: PEMBUATAN VIRGIN COCONUT OIL (VCO)
IV. Tujuan Praktikum
:
Untuk mengetahui proses pembuatan Virgin Coconut Oil (VCO) serta enzim yang
berperan pada proses pembuatannya.
V. Alat dan Bahan
:
a. Alat
:
Topless
Gelas ukur 250 ml
Gelas beker 1000 ml
Sendok
Botol obat
Saringan
Kertas saring
Corong
b. Bahan
:
Kelapa parut 1 kg
Enzim papain
Air hangat
VI. Dasar Teori
Kandungan kimia pada daging kelapa adalah air, protein, dan lemak yang
merupakan jenis emulsi dengan emulgatornya. Emulsi adalah zat cair yang tidak
dapat tercampur yang terdiri dari dua fase (air dan minyak). Emulgator adalah zat
yang berfungsi untuk mempererat emulsi, dalam hal ini emulgatornya adalah
protein. Pada ikatan protein akan membungkus butiran-butiran minyak kelapa
dengan suatu lapisan tipis sehingga butiran-butiran minyak tidak bisa tergabung,
begitu juga dengan air. Emulsi tidak akan terpecah, karena masih ada tegangan
muka protein air yang lebih kecil dari protein minyak. Untuk merusak ikatan emulsi
lemak pada santan kelapa mengunakan metode enzimatis.
Santan adalah cairan berwarna putih yang diperoleh dari pengepresan atau
pemerasan daging kelapa segar dengan atau tanpa penambahan air. Pengolahan
santan yang tahan lama dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain jenis dan
ukuran buah kelapa, cara dan tahap pemerasan dan faktor-faktor lainnya.
Santan kelapa diperoleh dengan memeras campuran parutan kelapa dengan
air. Banyaknya air santan yang diperoleh sangat tergantung pada banyaknya air
yang ditambahkan pada saat pembuatan santan. Berdasarkan hasil penelitian
diketahui bahwa pemerasan parutan kelapa tanpa air diperoleh emulsi minyak

dalam air yang mengandung minyak sekitar 41- 44%, air sekitar 46%, zat padat
bebas lemak sekitar 10%, dan protein sekitar 4,8%. Bahan tersebut dinamakan
sebagai krim kelapa atau cocos cream.
Santan adalah cairan yang berwarna putih yang diperoleh dari pemerasan.
Jika santan didiamkan akan terpisah menjadi dua fase yaitu fase skim yang jernih
bagian bawah dan fase krim yang berwarna putih susu dibagian atas.
Enzim Papain merupakan enzim protease yang terkandung dalam getah
papaya, baik dalam buah, batang maupun daunnya. Sebagai enzim yang
berkemampuan sebagai memecahkan molekul protein, dewasa ini papain menjadi
suatu produk yang sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia, baik di kehidupan
rumah tangga maupun industri.
VCO atau virgin coconut oil dibuat dari kelapa segar tanpa melalui proses
pemanasan, mengandung lauric acid atau asam laurat yang tinggi. Prosesnya
dilakukan dalam suhu yang relatif rendah. Daging buah diperas santannya. Santan
ini diproses lebih lanjut melalui proses fermentasi, pendinginan, tekanan mekanis
atau sentrifugasi. Penambahn zat kimiawi organis dan pelarut kimia tidak dipakai
serta pemakaian suhu tinggi juga tidak diterapkan.hasilnya berupa minyak kelapa
murni yang rasanya unik. Apabila beku warnanya putih murni dan dalam keadaan
cair tidak berwarna atau bening.
Karena mengandung asam laurat yang cukup tinggi maka minyak VCO
memiliki beberapa manfaat, yang menurut hasil penelitian secara ilmiah bahwa
asam laurat dalam tubuh manusia diubah menjadi monolaurin dan yang menjadi
paling kuat dalam membunuh virus, bakteri, cedawan dan protozoa sehingga dapat
menanggulangi serangan virus seperti HIV, herpes, influenza dan berbagaibakteri
pantogen termasuk listeria monocytogenes dan helicobacter pyloryd. Dan masih
banyak lagi manfaat dari vco.
Minyak kelapa yang dianggap racun malah menjadi obat antivirus termasuk
virus HIV. Minyak tersebut mengandung 48% asam laurat, yaitu asam lemak jenuh
dengan rantai karbon sedang (MCFA, Medium Chain Fatty Acids) yang mudah
diserap oleh tubuh, sehingga dapat langsung masuk dalam metabolisme
menghasilkan energi, dan tidak menyebabkan timbunan jaringan lemak. Selain itu
di dalam tubuh asam laurat akan diubah menjadi monolaurat yang bersifat
antimikrobia.

Pembuatan minyak kelapa secara tradisional yang biasa dilakukan adalah


dengan cara merebus santan terus menerus hingga didapatkan minyak kelapa.
Minyak yang dihasilkan bermutu kurang baik, jika di uji mutunya akan mempunyai
angka peroksida dan asam lemak bebas yang tinggi, dan juga warna minyak kuning
kecoklatan sehingga minyak akan cepat menjadi tengik dalam dua bulan. Dengan
mengubah metode pembuatan minyak kelapa, minyak kelapa yang biasa dibuat
melalui proses pemanasan diubah menjadi pembuatan minyak kelapa tanpa melalui
pemanasan.
Salah satu cara untuk meningkatkan rendemen minyak yang terekstrak dari
krim santan dapat dilakukan dengan menambahkan suatu enzim yang dapat
memecah protein yang berperan sebagai pengemulsi pada santan. Pemecahan
emulsi santan dapat terjadi dengan adanya enzim proteolitik. Enzim papain
merupakan salah satu enzim proteolitik. Enzim ini dapat mengkatalisis reaksi
pemecahan protein dengan menghidrolisa ikatan peptidanya menjadi senyawasenyawa yang lebih sederhana.
Dibandingkan dengan minyak nabati lainnya misalnya seperti minyak sawit,
minyak kedelai, minyak jagung dan minyak bunga matahari, VCO memiliki
beberapa keunggulan yaitu kandungan asam laurat tinggi, komposisi asam lemak
rantai mediumnya tinggi dan berat molekulnya rendah. Asam laurat merupakan
asam lemak jenuh rantai sedang atau dalam istilah kesehatan lebih dikenal dengan
medium chain fatty acid (MCFA).
Selain asam laurat, VCO juga mengandung capric acid yang berantai sedang.
Asam inipun bermanfaat bagi kesehatan manusia yang didalam tubuh akan diubah
menjadi monocaprin. Monocaprin sangat bermanfaat mengatasi berbagai penyakit.
VII. Prosedur Praktikum
Pembuatan krim santan
1. Kelapa yang telah diparut disiram dengan air hangat (suhu 50-600C) sebanyak
1 liter, kemudian diperas hingga diproleh santan sebanyak 1,5 liter. Untuk
memproleh hasil yang maksimal, ampas yang diperoleh dapat disiram lagi
dengan air hangat sebanyak 0,5 liter, kemudian diperas kembali.
2. Santan yang diperoleh dimasukkan kedalam toples yang telah dihubungkan
dengan selang plastik pada bagian dasarnya.

3. Menutup toples yang telah berisi santan dengan kertas agar tidak banyak
terkontaminasi, kemudian menyimpan selama 2 jam agar terjadi pemisahan
antara air dan krim santannya.
4. Setelah air dan krim santan tampak terpisah. Membuang airnya melalui selang
pada bagian dasar toples, sehingga tertinggal didalam toples hanya krim
santannya saja.
Fermentasi dan inkubasi
1. Menambahkan 10 gram serbuk papain dan 3 gram bromelin kemudian
mengaduknya hingga merata.
2. Menutup dan menyimpan krim santan yang telah diberi enzin selama 24 jam
dalam suhu kamar. Selama inkubasi ini proses fermentasi oleh ragi akan
berlangsung.
3. Setelah masa inkubasi mencapai 24 jam, minyak yang terbentuk akan tampak
berada dipermukaan. Kemudian memisahkan minyak tersebut dari bahan-bahan
lain yang mengendap dibawahnya, kemudian memanaskan selama 10-40 menit.
4. Setelah itu memasukan minyak dalam botol kecil yang sudah dibersihkan, tutup
rapat.
VIII. Hasil Pengamatan
Warna yang dihasilkan pada minyak bening.
Bau yang dihasilkan harum namun agak tengik.
Minyak yang dihasilkan sebanyak 147 ml setelah proses penyaringan.
IX. Analisa Data
1 kg Kelapa parut : 2 liter air hangat
Santan
: 2,3 liter
Krim
: 600 ml
Konsentrasi
: 3,5 %
Papain = 3,5/ 100 x 600 = 21 gram
X. Pembahasan
Percobaan kali ini tentang pembuatan Virgin Coconut Oil (VCO) yaitu
pembuatan minyak kelapa murni. Percobaan kali ini dilakukan untuk mengetahui
proses pembuatan VCO serta enzim yang berperan pada proses pembuatannya.
Pada percobaan ini bahan baku yang digunakan adalah kelapa tua yang segar,
dimana kelapa tersebut diparut terlebih dahulu. Pemarutan dilakukan untuk
memperoleh sari dari kelapa yang berupa santan. Santan diperoleh dengan
mencampurkan hasil kelapa yang sudah diparut dengan air

panas dengan

perbandingan 2 liter air : 1 kg parutan kelapa, dengan perbandingan itu dapat di


ketahui banyak santan yang di dapat pasti lebih dari 2 liter karena adanya campuran
antara air dan santan, tetapi akan lebih baik prosesnya dilakukan dengan mengambil
santan dari buah kelapa yang sudah diparut tanpa mencampurkannya dengan air
karena santan yang didapatkan akan lebih murni. Kadar air yang terdapat dalam
VCO menyebabkan terjadinya reaksi hidrolisis yang dapat mengubah minyak
menjadi asam lemak bebas dan gliserol yang dilakukan oleh enzim lipase . Enzim
ini dihasilkan oleh mikroba yang tumbuh pada bahan pangan dengan kadar air
tinggi. Reaksi hidrolisi ini mengakibatkan ketengikan yang menghasilkan cita rasa
dan bau tengik pada minyak tersebut.
Enzim yang membantu dalam percobaan pembuatan VCO kali ini adalah
enzim papain. Enzim papain berpengaruh pada penghilangan bau yang dibawa oleh
kelapa, selain itu membantu dalam proses pembentukan minyak untuk memisahkan
minyak dan bahan pengotor.
Penyaringan yang dilakukan untuk memisahkan minyak dengan blondo yang
berwarna putih dan juga untuk memisahkan minyak dari kotoran-kotoran yang
terkandung didalamnya sehingga minyak yang didapat lebih jernih dan murni.
Selain itu semakin banyak penggunaan enzim papain pada proses ini, maka minyak
yang dihasilkan akan lebih baik. Minyak yang terbentuk akan menghilangkan bau
kelapa yang menyengat.

Jika kualitas baik VCO yang dihasilkan tidak akan

berubah warna dan baunya akan wangi sehingga akan semakin banyak manfaat dan
kegunaannya bagi kesehatan.
Proses percobaan pembuatan VCO digunakan cara tradisional untuk
menghasilkan minyak yang berwarna bening dan beraroma khas kelapa. Hasil
percobaan kami menghasilkan minyak yang kurang berwarna bening dan sedikit
berbau tengik. Dan VCO yang dihasilkan sebanyak 147 ml disebabkan oleh kelapa
tua yang digunakan. Karena jenis kelapa yang digunakan berpengaruh maka
semakin tau kelapa yang digunakan maka semakin banyak minyak dihasilkan
begitupun sebaliknya.
XI. Kesimpulan
1. Semakin tua kelapa yang digunakan maka semakin baik dan banyak minyak di
hasilkan.

2. Enzim papain berfungsi memecah protein yang berikatan dengan minyak atau
karbohidrat sehingga minyak dapat terpisah secara baik.
3. Pemisahan kotoran dari minyak dilakukan dengan penyaringan.
4. Jenis kelapa, jumlah enzim papain yang digunakan, proses penyaringan adalah
beberapa faktor yang berpengaruh pada proses pembuatan VCO.
5. VCO yang dihasilkan sebanyak 147 ml.

Daftar Pustaka
Anonim. 2012. Pembuatan VCO. (online).
http://laporankulia.blogspot.com/2012/07/pembuatan-virgin-coconut-oil.html.
diakses pada 22 Februari 2015, 21. 15
Anugrah. 2009. Pembuatan VCO. (online)
http://bungsuteujadi.blogspot.com/2009/11/makalah-pembuatan-vco-virgincoconut.html. diakses pada 22 Februari 2015, 21. 15
Feny A. 2013. Pembuatan VCO. (online).
http://annisafeny.blogspot.com/2013/03/laporan-pembuatandan-analisavco.html.diakses pada 22 Februari 2015, 21. 15