Anda di halaman 1dari 8

SATUAN PROSES 1

PEMBUATAN GARAM MOHR ( NH4 )2Fe( SO4 )2.6H2O


LAPORAN
Oleh
Nabila Suri Oktaviani
141411048
Kelompok 5 Kelas 1B
Dosen Pembimbing

: Umar Khayam

Tanggal Praktikum

: 17 Maret 2015

PROGRAM STUDI D3 TEKNIK KIMIA


JURUSAN TEKNIK KIMIA
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
2015

PEMBUATAN GARAM MOHR

I. Tujuan Percobaan
1. Membuat ( NH4 )2Fe( SO4 )2.6H2O atau Garam Mohr dengan cara kristalisasi
2. Mempelajari reaksi kimia yang terjadi
3. Mempelajari kondisi proses antara lain; suhu, pengadukan, pH, dan derajat lewat jenuh
4. Mempelajari tahapan proses dan operasi antara lain; pemanasan, filtrasi, dan pendinginan
5. Menghitung yield produk garam Mohr
6. Melakukan analisi kualitatif dan uji mikrobiologi produk garam Mohr
II. Dasar Teori
Garam-garam besi (II) atau fero diturunkan dari besi (II) oksida, FeO dalam larutan. Garamgaram ini mengandung kation Fe2+ dan berwarna sedikit hijau dan merupakan reduktor yang kuat dan
mudah dioksidasikan menjadi besi (III) dalam suasana kurang asam. Dalam suasana netral atau basa,
oksigen yang berasal dari atmosfer dapat dengan mudah mengoksidasikan Fe 2+ menjadi Fe3+. Dengan
demikian larutan besi (II) harus sedikit asam bila ingin disimpan untuk waktu yang agak lama.
(Setiono,1985 dalam Nancy SD, Pembuatan Garam Mohr [( NH 4 )2Fe( SO4 )2.6H2O] dengan cara
kristalisasi)
Garam besi (II) sulfat dapat bergabung dengan garam-garam sulfat dari garam alkali, membentuk
garam rangkap dengan rumus umum sebagai M 2Fe(SO4)2.6H2O dimana M symbol logam seperti K,
Rb, Cs, dan NH4. Rumus ini merupakan gabungan dari 2 garam dengan anion yang sama atau identik
yaitu M2SO4FeSO4.6H2O.
Garam Mohr dengan nama lain ammonium iron(II) sulphate atau ferrous ammonium sulphate
merupakan garam rangkap ( double salt) antara besi sulfat dengan ammonium sulfat dengan rumus
( NH4 )2Fe( SO4 )2.6H2O. JIka dibandingkan dengan garam FeSO 4 atau FeCl2, maka garam Mohr yang
berwarna hijau kebiruan ini lebih stabil di udara dan larutannya tidak mudah dioksidasi oleh oksigen
di atmosfer. Garam Mohr banyak digunakan dalam bidang kimia analitik yaitu dalam analisis
volumetric, untuk membakukan larutan kalium permanganat atau kalium bikromat. Sedangkan di
industri digunakan sebagai desinfektan, pembuatan tinta, pewarnaan kulit dan kain wool.
Pembuatan garam Mohr dilakukan melalui kristalisasi, yaitu pemisahan bahan padat (kristal) dari
suatu larutan. Laruan yang dimaksud adalah campuran antara larutan FeSO 4 dengan (NH4)2SO4.
Sedangkan pengertian Kristal disini adalah garam Mohr yang mempunyai susunan atom/molekul
yang teratur dan berbentik monoklin (batang).
Agar Kristal garam Mohr terbentuk dari larutannya, maka larutan tersebut harus dalam keadaan
lewat jenuh. Konsentrasi garam yang akan dikristalisasi dalam larutan harus lebih tinggi daripada
kelarutannya pda suhu yang bersangkutan. Keadaan lewat jenuh dapat dicapai antara laindengan
pendinginan larutan panas yang jenuh (kristalisasi pendinginan) dan atau penguapan sebagian pelarut,
yang berarti pemekatan larutan (kristalisasi penguapan).
Reaksi-reaksi kimia yang terjadi pada percobaan ini terdiri dari tiga tahap yaitu : Pembentukan
garam FeSO4, garam (NH4)2SO4 dan garam Mohr dengan reaksi-reaksi bebagai berikut:

A. Tahap Pembentukan Garam FeSO4


Logam Fe + H2SO4 FeSo4 + H2
B. Tahap Pembentukan Garam (NH4)2SO4
2NH4OH + H2SO4 (NH4)2SO4 + H2O
Kondisis proses yang harus dilakukan adalah jumlah reaktan, suhu, pH, pengadukan. Dalam tahap A
reaksi harus terjadi dalam suasana asam sehingga ion Fe 2+ tidak mengalami oksidasi, sedangkan suhu
diatur agar tidak terlalu tinggi agar larutan tidak lewat jenuh. Pada tahap B, reaksi harus mengalami
penetralan (pH = 7), hal ini dapat tercapai dengan memanaskan larutan pada suhu yang cukup tinggi.
C. Pencampuran panas antara larutan A dengan larutan B
FeSO4 + (NH4)2SO4 + 6 H2O (NH4)2Fe(SO4)2 . 6H2O
III. Alat dan Bahan
A. Alat
Alat
Hot plate
Gelas kimia

Spesifikasi

Erlenmeyer
Termometer
Pipet Ukur
Pipet Tetes
Bola Hisap
Corong
Botol Semprot
Kertas Saring
Magnetic

500 mL
250 mL
250 mL
25 mL

500 mL

Jumlah
1
1
2
1
1
1
1
1
1
1
1
1

B. Bahan
Bahan
H2SO4
NH4OH
Aquadest
Serbuk Fe
Kertas pH

Spesifikasi
20%
10%

Jumlah
50 mL
35 mL
5g

IV. Flowchart Percobaan


A. Pembuatan Larutan FeSO4

Timbang 5 g serbuk
Fe Kemudian
masukkan ke dalam
gelas kimia

Masukkan perlahanlahan 40mL H2SO4


20% lalu aduk
hingga Fe larut

Panasi campuran
500C agar larutan
tidak jenuh dan
amati perubahan
yang terjadi

saring dalam
keadaan panas

Bila timbul endapan


biru kehijauan
tambahkan aquades
untuk melarutkan

ukur suhu setiap 5


menit selama 30
menit dan perikasa
pH campuran

periksa pH filtrat

tambahkan 2 mL
H2SO4 pada filtrat
(untuk
mempertahankan
pH < 2)

uapkan hingga
diperoleh larutan
berwarna biru
bening

B. Pembuatan Larutan (NH4)2SO4

ukur 35 mL
NH4OH 10% lalu
masukkan ke
gelas kimia

Tambahkan 25
mL H2SO4 20%
ke dalam gelas
kimia

panaskan dan
aduk campuran
selama 30 menit
pada suhu 800C

uapkan larutan
hingga bening
dengan pH
netral

catat suhu dan


pH setiap 5
menit

C. Pembuatan Kristal Garam Mohr [( NH4 )2Fe( SO4 )2.6H2O]

Campurkan
larutan A dan B
dalam keadaan
masih panas

panaskan selam
30-35 menit
pada suhu 1001250C hingga
lewat jenuh

ukur pH
campuran

keringkan kristal
di udara terbuka

saring campuran
menggunakan
kertas saring

dinginkan
sampai
mengkristal
(dapat dilakukan
dalam es)

timbang kristal
yang berwarna
hijau muda

hitung Yield
garam Mohr

D. Analisis Kualitatif Produk Garam Mohr


isi 10 mL aquades
ke dalam gelas
kimia

pada tabung kedua


tambahkan 2 mL lar.
BaCl2 0,5 M

larutkan 0,5 g
garam Mohr

masukkan ke dalam
2 tabung reaksi
masing-masing 2
mL

amati dan catat


perubahannya

pada tabung
pertama tambahkan
2 mL lar. NaOH 1 M
dam di mulut
tabung tempelkan
lakmus merah

amati dan catat


perubahannya

V. Tabel Data Pengamatan


Fe + H2SO4
Waktu (menit)
Suhu (0C)
0
26
5
32
10
34
Waktu
15 (menit)
Suhu
45 (0C)
3020
54
45
25
43
30
40
Mr garam Mohr
Massa Mohr percobaaan

Warna
Hitam
Hitam
Hitam
Hitam
pH
Hitam
1
Hitam
Hitam

pH
14
14
14
14
14
14
14

NH4OH + H2SO4

Massa Fe
Ar Fe

: 392 g/mol
: 5,98 g [ hasil dari kelompok 6 kelas 1B]

Mol garam Mohr


:
FeSO4 + (NH4)2SO4 + 6 H2O (NH4)2Fe(SO4)2 . 6H2O

:5g
: 56 g/mol

Mol Fe = mol garam Mohr =

massa Fe 5
= =0,0893 mol
Ar Fe
56

Massa garam Mohr stoikiometri

% yield

massa percobaan
massa stoikiometri

5,98
35

= molMohr x MrMohr
= 0,0893 x 392
= 35 g
x 100%

x 100%

= 17,09%

VI. Pembahasan
Pada praktikum pembuatan garam Mohr, ada 3 tahap reaksi yang dilakukan. Reaksi pertama
merupakan reaksi pelarutan serbuk Fe dalam H 2SO4 20% yang akan menghasilkan gas H 2. Hal
tersebut tampak dengan munculnya buih sehingga membutuhkan pemanasan. Selain itu pemanasan
dibutuhkan untuk mempercepat reaksi tersebut untuk membentuk FeSO 4. Pemanasan dijaga pada
suhu sekitar 500C. Kemudian disaring dalam keadaan masih panas agar tidak mengkristal.
Kemudian reaksi selanjutnya adalah pembuatan larutan (NH 4)2SO4 dengan cara mencampurkan
NH4OH dengan H2SO4. Pada reaksi pencampuran ini akan dihasilkan garam karena merupakan
campuran antara asam dan basa. Namun pada praktikum, diperoleh pH larutan = 1.
Terakhir, filtrat dari larutan FeSO4 kemudian dicampurkan dengan larutan (NH 4)2SO4 dan
dilakukan pemanasan. Setelah 30 menit proses pemanasan dihentikan dan kemudian larutan
didinginkan untuk mendapatkan garam Mohr yang diinginkan. Untuk memperoleh Kristal garam
Mohr, dilakukan pendinginan dengan cara memasukkannya ke dalam wadah berisi es batu selama
kurang lebih 1 hari. Kemudian disaring menggunakan kertas saring kemudian endapan tersebut
dikeringkan. Bentuk kristal garam Mohr adalah monoklin dengan warna hijau muda. Dalam senyawa
kompleks Fe2+berperan sebagai atom pusat dengan H2O sebagai ligannya.

VII.

Simpulan
Garam Mohr merupakan senyawa kompleks besi dengan ligan amonium dan sulfat dengan
rumus molekul (NH4)2Fe(SO4)2. 6H2O.
Teknik yang dapat digunakan untuk membuat garam Mohr adalah dengan mereaksikan FeSO4
jenuh dan (NH4)2SO4 jenuh pada suhu tinggi untuk kemudian dilakukan pendinginan.

Garam Mohr yang terbentuk pada praktikum kali ini adalah 5,98 gram dengan % yield 17,09%

VIII.

Pertanyaan
Mengapa pada saat mendinginkan garam Mohr digunakan es batu ?
Jawab :
Karena dengan digunakannya es batu sebagai pembantu untuk mengkristalan garam Mohr akan
menghasilkan garam Mohr secara maksimal karena akan menurunkan kelarutan garam Mohr.
Garam Mohr memiliki kelarutan yang sangat bergantung dari suhunya, semakin tinggi suhunya
semakin tinggi kelarutannya. Data dari scbt.com dapat diketahui bahwa kelarutan garam Mohr di
air bersuhu 200C adalah 269 mg/mL, sedangkan pada suhu 800C adalah 730 mg/mL

IX.

Keselamatan Kerja
Percobaan harus dilakukan di lemari asam karena menggunakan H 2SO4 dan reaksinya
menghasilkan gas H2.
Gunakan APD seperti jas lab, masker, sarung tangan karet, sepatu tertutup
Pastikan telah membaca MSDS

X.

Daftar Pustaka

Manfaati, Rintis,ST.,MT dkk. 2012. Praktikum Satuan Proses 1. Bandung: Politeknik Negeri
Bandung.
http://www.slideshare.net/dilaadila566/laporan-pembuatan-garam-mohr

Beri Nilai