Anda di halaman 1dari 17

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kebutuhan nutrisi bagi tubuh merupakan suatu kebutuhan dasar manusia yang sangat
penting. Dilihat dari kegunaannya, nutrisi merupakan sumber energi untuk segala
aktivitas dalam sistem tubuh. Sumber nutrisi dalam tubuh berasal dari dalam tubuh
sendiri, seperti glikogen yang terdapat dalam otot dan hati ataupun protein dan lemak
dalam jaringan dan sumber lain yang berasal dari luar tubuh seperti yang sehari-hari
dimakan oleh manusia.
Nutrisi adalah apa yang manusia makan dan bagaimana tubuh menggunakannya.
Masyarakat memperoleh makanan atau nutrien esensial untuk pertumbuhan dan
pertahanan dari seluruh jaringan tubuh dan menormalkan fungsi dari semua proses tubuh.
Semua mahluk hidup memerlukan makanan. Mereka dapat hidup sehat dan
melakukan aktivitas hidupnya jika keperluan makanannya sudah terpenuhi. Bagi manusia,
makanan merupakan bahan bakar untuk otot. Selain itu, makanan juga bermanfaat
sebagai bahan mentah untuk pertumbuhan dan berbagai proses di dalam tubuh. Maka dari
itu, makanan sangat penting dalam pola aktivitas dalam kehidupan sehari-hari.
Sistem yang berperan dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi adalah sistem pencernaan
yang terdiri atas saluran pencernaan dan organ asesoris. Saluran pencSistem yang
berperan dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi adalah sistem pencernaan yang terdiri atas
saluran pencernaan dan organ asesoris. Saluran pencernaan dimulai dari mulut sampai
usus halus bagian distal, sedangkan organ asesoris terdiri atas hati, kantong empedu, dan
pankreas. Ketiga organ ini membantu terlaksananya sistem pencernaan makanan secara
kimiawi.
Energi merupakan kapasitas untuk melakukan sebuah aktivitas, dapat diukur melalui
pembentukan panas. Energi pada manusia dapat diperoleh dari berbagai masukan zat gizi,
diantaranya protein, karbohidrat, lemak, maupun bahan makanan yang disimpan dalam
tubuh. Tubuh memerlukan keseimbangan energi untuk melakukan sebuah aktivitas.
Keseimbangan tersebut dapat dihitung melalui kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan
seseorang, kebutuhan kalori dasar, dan tingkat aktivitas.

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana tata cara perawat yang tepat untuk membantu pasien dalam kebutuhan
nutrisi?
2. Masalah apa saja yang timbul dalam kebutuhan nutrisi?
C. Tujuan
1. Memberikan asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan pemenuhan
kebutuhan nutrisi.

2. Mampu dalam menerapkan tindakan keperawatan mengenai pemenuhan


kebutuhan nutrisi baik melalui oral maupun melalui pipa lambung.
D. Manfaat
1. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan perawat dalam membantu pasien
yang kurang mampu dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi.
2. Menambah pengetahuan perawat dalam memberikan asuhan keperawatan
ganggguan pemenuhan kebutuhan nutrisi.

BAB II
TINJAUAN TEORI
A. PENGERTIAN NUTRISI
Beberapa pengertian tentang nutrisi :
Nutrisi adalah zat-zat gizi dan Zat lain yang berhubungan dengan kesehatan dan
penyakit, termasuk keseluruhan proses dalam tubuh manusia untuk menerima makanan
atau bahan-bahan dari lingkungan hidupnya dan menggunakan bahan-bahan tersebut
untuk beraktivitas penting dalam tubuhnya serta mengeluarkan sisanya. ( Tarwoto
wakonah, KDM, edisi 3).
Nutrisi merupakan proses pemasukan dan pengolahan zat makanan oleh tubuh yang
bertujuan menggunakan atau menghasilkan energi dan digunakan dalam aktivitas tubuh.
( A. Aziz Alimul, 2005)
Dengan kata lain nutrisi adalah apa yang manusia makan dan bagaimana tubuh
menggunakannya. Masyarakat memperoleh makanan atau nutrien esensial untuk
pertumbuhan dan pertahanan dari seluruh jaringan tubuh dan menormalkan fungsi dari
semua proses tubuh.
B. ORGAN TUBUH DALAM PEMENUHAN NUTRISI
Saluran pencernaan
1. Mulut
Merupakan bagian awal dari saluran pencernaan dan terdiri atas dua bagian
luar yang sempit ( vestibula ), yaitu ruang diantara gusi, gigi, bibir, pipi dan bagian
dalam, yaitu rongga mulut.
2

2. Faring dan esofagus


Merupakan bagian saluran pencernaan yang terletak dibelakang hidung, mulut
dan laring. Faring berbentuk kerucut dengan bagian terlebar di bagian atas hingga
vertebra servikal ke enam.
3. Lambung
Merupakan bagian saluran pencernaan yang terdiri atas bagian atas (fundus),
bagian utama, dan bagian bawah berbentuk horizontal (antrum pilorik).
Lambung berhubungan langsung dengan esofagus melalui orifisium atau kardia dan
dengan duodenum melalui orifisium pilorik.
4. Usus halus
Tabung berlipat-lipat dengan panjang kurang lebih 2,5 meter dalam keadaan
hidup. Kemudian, akan bertambah panjang menjadi kurang lebih 6 meter pada orang
yang telah meninggal, akibat adanya relaksasi otot yang telah kehilangan tonusnya.
Usus halus terletak di daerah umbilikus dan dikelilingi oleh usus besar yang
memanjang dari lambung hingga katup ileo kolika.
5. Usus besar
Merupakan sambungan dari usus halus yang dimulai dari katup ileo kolika
yang merupakan tempat lewatnya makanan. Usus besar memiliki panjang kurang
lebih 1,5 meter. Kolon terbagi atas asenden, transversum, desenden, sigmoid dan
berakhir di rektum yang panjangnya kira-kira 10 cm dari usus besar, dimulai dari
kolon sigmoideus dan berakhir pada saluran anal.
Organ asesoris
1. Hati
Merupakan kelenjar terbesar didalam tubuh yang terletak dibagian paling atas
rongga abdomen, disebelah kanan dibawah diafragma dan memiliki berat kurang
lebih 1500 gram (kira-kira 2,5% orang dewasa)
2. Kantong empedu
Merupakan organ berbentuk seperti kantong yang terletak dibawah kanan hati
atau lekukan permukaan bawah hati sampai pinggiran depan yang memiliki panjang
8-12 cmdan berkapasitas 40-60cm.
3. Pankreas
Merupakan kelenjar yang strukturnya sama seperti kelenjar ludah dan
memiliki panjang kurang lebih 15 cm.

C. NUTRIEN
adalah zat kimia organik dan anorganik yang ditemukan dalam makanan dan
diperoleh untuk penggunaan fungsi tubuh.
Jenis-jenis Nutrien
1. Karbohidrat
Karbohidrat adalah komposisi yang terdiri dari elemen karbon, hidrogen dan oksigen.
3

Karbohidrat dibagi atas :


a. Karbohidrat sederhana (gula) ; bisa berupa monosakarida (molekul tunggal yang terdiri
dari glukosa, fruktosa, dan galaktosa). Juga bisa berupa disakarida (molekul ganda),
contoh sukrosa (glukosa + fruktosa), maltosa (glukosa + glukosa), laktosa (glukosa +
galaktosa).
b. Karbohidrat kompleks (amilum) adalah polisakarida karena disusun banyak
molekul glukosa.
c. Serat adalah jenis karbohidrat yang diperoleh dari tumbuh-tumbuhan, tidak dapat
dicerna oleh tubuh dengan sedikit atau tidak menghasilkan kalori tetapi dapat
meningkatkan volume feces.
2. Lemak
Lemak merupakan sumber energi yang dipadatkan. Lemak dan minyak terdiri atas
gabungan gliserol dengan asam-asam lemak.
Fungsi lemak :
1. sebagai sumber energi ; merupakan sumber energi yang dipadatkan dengan
memberikan 9 kal/gr.
2. Ikut serta membangun jaringan tubuh.
3. Perlindungan.
4. Penyekatan/isolasi, lemak akan mencegah kehilangan panas dari tubuh.
5. Perasaan kenyang, lemak dapat menunda waktu pengosongan lambung dan mencegah
timbul rasa lapar kembali segera setelah makan.
6. Vitamin larut dalam lemak.
3. Protein
Protein merupakan konstituen penting pada semua sel, jenis nutrien ini berupa struktur
nutrien kompleks yang terdiri dari asam-asam amino. Protein akan dihidrolisis oleh
enzim-enzim proteolitik. Untuk melepaskan asam-asam amino yang kemudian akan
diserap oleh usus.
Fungsi protein :
Protein menggantikan protein yang hilang selama proses metabolisme yang normal dan
proses pengausan yang normal.
Protein menghasilkan jaringan baru.
Protein diperlukan dalam pembuatan protein-protein yang baru dengan fungsi khusus
dalam tubuh yaitu enzim, hormon dan haemoglobin.
Protein sebagai sumber energi.
4. Vitamin
Vitamin adalah bahan organic yang tidak dapat dibentuk oleh tubuh dan
berfungsi sebagai katalisator proses metabolisme tubuh.
Ada 2 jenis vitamin :
Vitamin larut lemak yaitu vitamin A, D, E, K.
Vitamin larut air yaitu vitamin B dan C (tidak disimpan dalam tubuh jadi harus ada
didalam diet setiap harinya).
4

Vitamin dan mineral sangat diperlukan agar tubuh dapat berfungsi dan tumbuh secara
normal. Buah-buahan serta sayuran adalah sumber yang sangat baik dari vitamin dan
mineral. Bila anda memilih menyiapkan sendiri daripada membeli makanan bayi
komersial, gunakanlah buah dan sayuran segar atau yang dibekukan. Hindari produk
kalengan karena sudah ditambahi gula atau garam.
Berikut ini rincian dari beberapa vitamin dan mineral penting:
Vitamin C: Anak-anak dapat memperoleh vitamin C dari jeruk dan berbagai sayuran.
Mereka memerlukan vitamin C untuk membentuk beberapa zat kimia dan menggerakkan
zat kimia lain (salah satu anggota grup vitamin B, misalnya) agar dapat digunakan tubuh.
Vitamin C juga membantu penyerapan zat besi. Mereka yang kekurangan vitamin C bisa
menderita kelemahan tulang, anemia, dan gangguan kesehatan lainnya.
Vitamin D: Sinar matahari membantu tubuh membuat sendiri vitamin D, bahkan pada
sejumlah anak, kebutuhan vitamin ini sudah terpenuhi dengan bantuan sinar matahari.
Vitamin D sangat penting karena membantu kalsium masuk ke tulang. Inilah sebabnya
mengapa vitamin D kadang ditambahkan ke dalam susu sapi (disebut susu yang telah
diperkaya). Sayangnya, banyak produk susu olahan yang digemari anak-anak justru
tidak diperkaya dengan vitamin D. Keju dan yogurt kaya kalsium tetapi tidak
mengandung vitamin D. Makanan yang diperkaya vitamin D lebih baik daripada
suplemen vitamin. Anak-anak yang mengkonsumsi diet rendah vitamin D bisa menderita
ricketsia, suatu penyakit yang melemahkan tulang atau menjadikan tulang cacat.
Vitamin A: Vitamin ini membantu perkembangan daya lihat bayi. Juga berperan dalam
proses kerja sel tulang. Anak-anak yang kekurangan vitamin A akan menderita rabun
senja serta gangguan pertumbuhan. Mereka juga rentan terhadap infeksi. Sumber vitamin
A antara lain: telur, keju, dan hati.
Vitamin B-kompleks: Semua vitamin B membantu produksi energi, dan membantu
terbentuknya sel-sel otak bayi. Vitamin B1 dan niasin (salah satu anggota B-kompleks)
membantu sel tubuh menghasilkan energi. Vitamin B6 membantu tubuh melawan
penyakit dan infeksi. B12 digunakan dalam pembentukan sel darah merah. Kecukupan
vitamin B-kompleks membantu mencegah kelambatan pertumbuhan, anemia, gangguan
penglihatan, kerusakan syaraf, dan gangguan jantung. Makanan seperti misalnya roti,
padi-padian, dan hati banyak mengandung vitamin B-kompleks. Setiap anggota vitamin
B-kompleks bersumber dari makanan tertentu misalnya: B1 dari kacang buncis dan
daging babi; B12 dari daging, ikan, telur, dan susu.
Zat besi: Banyak proses dalam tubuh yang membutuhkan zat besi, termasuk diantaranya
mengangkut oksigen ke dalam sel. Pertumbuhan fisik dan mental bayi yang berlangsung
sangat cepat menyebabkan kebutuhan zat besi pun bertambah banyak. Sayangnya,
makanan padat masa sapih serta susu sapi hanya mengandung sedikit zat besi. Selain
jumlahnya sedikit, zat besi dalam susu sapi pun sulit diserap oleh tubuh bayi. Fakta
menunjukkan adanya kaitan yang erat antara penggunaan susu sapi dengan defisiensi zat
besi dan anemia yang terjadi pada anak-anak sampai usia 24 bulan. Defisiensi zat besi
pada awal kehidupan anak berakibat buruk pada perkembangan mentalnya, yang tidak
dapat diperbaiki lagi. Untuk memastikan asupan cukup zat besi, para ahli
merekomendasikan penggunaan susu-lanjutan yang diperkaya dengan zat besi.
Seng: Banyak hormon dan zat kimia tubuh yang disebut enzim dapat berfungsi dengan
adanya seng. Mineral seng juga berperan dalam pertumbuhan bayi.
Kalsium: Kalsium adalah mineral yang diperlukan dalam pertumbuhan tulang. Menurut
penelitian, anak-anak harus mendapatkan kalsium dalam jumlah cukup melalui makanan
5

untuk mengurangi resiko patah tulang bila terjadi kecelakaan di kemudian hari.
5. Mineral dan Air
Mineral merupakan unsure esensial bagi fungsi normal sebagian enzim, dan sangat
penting dalam pengendalian system cairan tubuh. Mineral merupakan konstituen esensial
pada jaringan lunak, cairan dan rangka. Rangka mengandung sebagian besar mineral.
Tubuh tidak dapat mensintesis sehingga harus disediakan lewat makanan.
Tiga fungsi mineral :
1. Konstituen tulang dan gigi ; contoh : calsium, magnesium, fosfor.
2. Pembentukan garam-garam yang larut dan mengendalikan komposisi cairan tubuh ;
contoh Na, Cl (ekstraseluler), K, Mg, P (intraseluler).
3. Bahan dasar enzim dan protein.
D. MASALAH KEBUTUHAN NUTRISI
a. Obesitas
Merupakan masalah peningkatan berat badan yang mencapai lebih dari 20% berat
badan normal. Status nutrisinya adalah melebihi kebutuhan metabolisme karena
kelebihan asupan kalori.
b. Diabetes melitus
Merupakan gangguan kebutuhan nutrisi yang ditandai dengan adanya gangguan
metabolisme karbohidrat akibat kekurangan insulin.
c. Penyakit jantung koroner
Merupakan gangguan nutrisi yang sering disebabkan oleh adanya peningkatan
kolesterol darah dan merokok. Saat ini, gangguan ini sering dialami karena adanya
perilaku atau gaya hidup yang tidak sehat, obesitas, dll.
d. Anoreksia nervosa
Merupakan penurunan berat badan secara mendadak dan berkepanjangan, ditandai
dengan adanya konstipasi dan kelebihan energi.
e. Malnutrisi
Kekurangan intake dari zat-zat makanan terutama protein dan karbohidrat. Dapat
mempengaruhi pertumbuhan, perkembngan dan kognisi serta dapat
memperlambat proses penyembuhan.
Tipe-tipe malnutrisi :
Defisiensi Nutrien ; contoh : kurang makan buah dan sayur menyebabkan
kekurangan vitamin C yang dapat mengakibatkan perdarahan pada gusi.
Marasmus ; kekurangan protein dan kalori sehingga terjadinya pembongkaran
lemak tubuh dan otot. Gambaran klinis : atropi otot, menghilangnya lapisan lemak
subkutan, kelambatan pertumbuhan, perut buncit, sangat kurus seperti tulang
dibungkus kulit.
Kwashiorkor ; kekurangan protein karena diet yang kurang protein atau
disebabkan karena protein yang hilang secara fisiologis (misalnya keadaan cidera
dan infeksi). Ciri-cirinya : lemah, apatis, hati membesar, BB turun, atropi otot,
anemia ringan, perubahan pigmentasi pada kulit dan rambut.

E. EFEK MALNUTRISI TERHADAP SISTEM TUBUH


1. Neurologis/temperatur regulasi Menurunkan metabolisme dan suhu basal
tubuh.
2. Status mental Apatis, depresi, mudah terangsang,
penurunan fungsi kognitif, kesulitan
pengambilan keputusan.
3. Sistem imun
Produksi sel darah putih Resiko terhadap penyakit infeksi bila leukosit turun.
4. Muskuloskeletal Penurunan massa otot, terganggunya
kordinasi dan ketangkasan.
5. Kardiovaskuler Gangguan irama jantung, atropi jantung,
pompa jantung turun.
6. Respiratori Atropi otot pernafasan, pneumonia.
7. Gastrointestinal Penurunan massa feces, penurunan enzim pencernaan, penurunan
proses absorbsi, mempersingkat waktu transit, meningkatkan
pertumbuhan bakteri, diare, mengurangi
peristaltik.
8. Sistem urinaria Atropi ginjal, mengubah filtrasi dan
keseimbangan cairan dan elektrolit.
9. Sistem hati dan empedu Mengurangi penyimpanan glukosa,
mengurangi produksi glukosa dari asam
amino, mengurangi sintesa protein.
Perencanaan Makanan
Hidangan makanan umumnya direncanakan untuk memberikan campuran berbagai
jenis makanan yang sesuai dengan selera tetapi pengetahuan gizi harus diterjemahkan
dalam hal-hal praktis tersebut.
Pedoman diet dapat diwujudkan dalam cara-cara berikut ini :
Makanlah berbagai ragam makanan. Cara ini akan menjamin bahwa diet anda
mengandung semua nutrien dalam jumlah yang memadai.
Mengurangi konsumsi gula.
Meningkatkan kandungan serat dan pati dalam diet dengan makanan lebih banyak
beras tumbuk, kentang, sayur dan buah-buahan.
Mengurangi kandungan garam dalam diet dengan mengurangi makanan hasil
olahan dan tidak membubuhkan bumbu secara berlebihan.
Mengurangi konsumsi lemak dengan mengurangi makan mentega, menggantikan
cara menggoreng dengan membakar atau merebus.
Kebutuhan Nutrisi Berdasarkan Tingkat perkembangan
Makanan Bayi
ASI merupakan makanan ideal bagi bayi berusia 1-2 tahun hingga usia 4 bulan bayi
hanya perlu ASI sebagai makanan satu-satunya dan setelah itu ASI diberi
bersamasama makanan mereka. 4-12 bulan mulai dikenalkan dengan makanan
padat. 8 bulan ke atas mulai bisa memakan makanan orang dewasa.
7

DAFTAR MAKANAN 6-12 BULAN


4-7 BULAN 6-8 BULAN 7-10 BULAN 10-12 BULAN
Susu ASI atau susu formula. ASI atau susu formula. ASI atau susu formula. ASI atau
susu formula.
Sereal dan roti Sereal
dicampur dengan susu. Dilanjutkan dengan roti
dan sereal
lainnya. Dilanjutkan dengan sereal
lainnya. Dilanjutkan dengan sereal
bayi sampai 18 bulan.
Buah dan
sayur dijus - Mulai dengan
jus 1
mangkok, memenuhi kebutuhan vitamin C.
Lu n a k. 1 mangkok
jus, buah
lunak dan
sayur yang
dimasak. Sayur dan
buah bisa diberikan 4 kali sehari
termasuk jus.
Daging dan sumber protein lain. - - Daging giling
dan daging
yang dipotong,
daging sapi,
telur, ikan,
kaca n g,
polongpolongan,
keju. Daging ataupun protein diberikan 2 kali sehari.

Toodler dan Preschool


Rata-rata anak-anak toddler atau preschool umumnya membutuhkan :
Susu ; 2 atau 3 kali dalam 1 hari. Dalam I kali minum kira-kira '/2 - ~ gelas.
Daging ; 2 kali atau lebih dalam 1 hari.
Sereal dan roti ; 4 kali atau lebih dalam 1 hari.1 kali pemberian kira-kira '/2-1
potong roti atau '/2 - ~ gelas bubur.
Sayur dan buah-buahan ; 4 kali atau lebih dalam 1 hari. Itu meliputi sekurangkurangnya 1 kali atau lebih pemberian jeruk dan 1 kali pemberian sayuran
hijau/kuning.
Anak Sekolah
Anak sekolah membutuhkan jumlah yang sama dengan penyediaan makanan dasar
yang dibutuhkan oleh anak usia preschool. Tapi kebutuhan lebih banyak dari anak
preschool.
8

Contoh :
Susu satu gelas, daging 6-8 potong, sayur 1/3 - 1/2 gelas, roti 1 - 2 iris, sereal '/2 - 1
mangkok.
Adolesence
Remaja membutuhkan energi untuk kebutuhan mereka dan didalam makanannya
membutuhkan susu, daging, sayuran hijau dan kuning. Orang tua dianjurkan
memberikan sayur dan buah.
Dewasa Muda
Harus terjadi keseimbangan antara intake makanan dengan jumlah kalori yang keluar,
khususnya pada wanita hamil dan menyusui.
Wanita hamil dan menyusui membutuhkan :
Protein
Calsium dan fosfor
Magnesium 150 mg/hari
Besi
Iodine 175 mg/hari
Seng 5 mg lebih banyak dari kebutuhan seharinya untuk pembentukan jaringan
baru.
Midle Age Adult (Dewasa Tengah)
Intake kalori perlu dikurangi karena penurunan BMR, pertumbuhan sudah lengkap
dan aktivitas berkurang. Penurunan intake bertujuan mencegah obesitas. Mereka
sebaiknya berhati-hati dalam memilih makanan. Makanan yang dianjurkan makanan
rendah lemak, unggas, ikan, kacang, dan telur hanya boleh 3 kali seminggu.
Sayur, buah, sereal dan roti kasar dapat memenuhi kebutuhan serat dan protein.
Manula
Terjadi perubahan fisiologis seperti : kurangnya gigi, kurangnya kemampuan merasa
dan mencium yang dapat berpengaruh pada kebiasaan makanan. Perubahan fisiologis
lainnya
Penurunan sekresi empedu dan asam lambung
Penurunan peristaltik
Berkurangnya sirkulasi
Menurunkan toleransi glukosa
Menurunkan massa tulang
BB turun
Pedoman nutrisi untuk manula menurut Raab dan Raab
1. Mengurangi konsumsi lemak dengan minum susu rendah lemak, memakan lebih
banyak unggas-unggasan dan ikan dari pada daging merah. Batas porsi daging adalah
4-6 ons perhari. Tambahan lemak yang terbatas dari butter, margarin, dan salad
berminyak.
2. Konsumsi makan penutup seperti buah segar atau kalengan, puding yang dibuat
dari susu rendah lemak lebih baik dari pada mengkonsumsi pie, biscuit, cake atau es
krim.
3. Yakinkan bahwa intake daging, unggas, ikan, telur dan keju cukup, karena
9

konsumsi makanan ini berkurang pada manula.


4. Karena toleransi glukosa menurunkan konsumsi karbohidrat komplek seperti roti,
sereal, beras, pasta, kentang dan kacang-kacangan lebih baik dari makanan yang
banyak mengandung gula.
5. Mengkonsumsi sekitar 800 mg kalsium untuk mencegah kerapuhan tulang. Susu
dan produk-produknya seperti keju, yoghurt, sup krim, puding susu, produk susu
yang dibekukan adalah sumber kalsium yang utama.
6. Cukup konsumsi vitamin D untuk mempertahankan keseimbangan kalsium.
Didapatkan dari susu. Bila susu dan produknya tidak dapat mentoleransi defesiensi
laktosa, suplemen vitamin D bisa diberikan.
7. Diet rendah garam pada manula yang menderita hipertensi dan penyakit
kardiovaskuler. Hindari sup kalengan, kecap, mustar, garam, rokok dan lain-lain.
8. Penggunaan aspirin dapat menurunkan intake daging dan kebutuhan zat besi akan
meningkat.
9. Kesulitan mengunyah buah-buahan dan sayur-sayuran dapat menyebabkan
defesiensi vitamin A dan C, mineral dan serat. Buah dan sayur yang dipotong, sayur
berdaun hijau lebih baik. Dan mengganti daging, unggas, ikan yang susah dikunyah.
10. Memperbanyak konsumsi makanan tinggi serat untuk mencegah konstipasi dan
mengurangi penggunaan zat-zat laxatif.
Makanan sebaiknya :
1. Menarik, warna lebih ditonjolkan untuk menimbulkan selera makan.
2. Memasak makanan dengan baik, agar mudah dikunyah oleh gusi.
3. Menyedikan zat-zat makanan yang penting, baru kemudian yang
bergula/karbohidrat.
4. Tidak menyediakan teh, kopi pada sore dan malam hari yang dapat membuat
insomnia
PENILAIAN
Penilaian status gizi, perawat menggunakan ABCD (Anthropometric Biokimia
Clinical sign Dietary history).
Pengukuran Anthropometrik
Mengukur besar dan komposisi tubuh. Efektif untuk mengetahui status protein dan
kalori. Meliputi pengukuran TB, BB, lipatan kulit dan lingkar lengan.
1. Lingkar pertengahan lengan atas
Untuk mengetahui massa otot lengan bawah horizontal, rileks (diletakkan pada paha).
Diambil garis tengah antara processus acromion (bahu) dengan processus olecranon
pada siku.
2. Lipatan kulit trisep
Indikasi lemak tubuh dan penyimpanan energi. Lipatan kulit terdiri dari jaringan
subkutan, tidak di bawah otot. Ditentukan titik tengah lengan atas bagian belakang,
ditarik lurus sejajar dengan tulang humerus. Diletakkan alat ukur (kaliper) di bawah
jari yang mencubit, baru diukur.
3. Lingkar otot lengan
10

Indikasi indeks protein tubuh. Lingkar otot lengan sama dengan lingkar pertenghan
lengan atas (mm) - (3,14 x lipatan kulit trisep (mm).
Data Biokimia
Deteksi malnutrisi subklinis. Sampel urin dan darah dapat dibuat untuk mengukur
nutrien atau metabolit (produk akhir enzim). Yang sering digunakan sekarang adalah
Indikator Hb dan Hematokrit
Hb turun " kekurangan Fe, anemia.
Hematokrit meningkat " dehidrasi.
Albumin Serum
Merupakan 50% total serum protein untuk keseimbangan cairan dan elektrolit,
transpor nutrien, hormon dan obat-obatan. Albumin berguna sebagai indikator
kekurangan protein yang berat. Karena dalam tubuh kita banyak albumin.
Kerusakannya berlangsung lambat dan perubahan konsentrasinya juga lambat.
Kondisi yang mengakibatkan kekurangan albumin seperti penyakit hati, kerusakan
ginjal lanjut, infeksi, kanker, gangguan absorbsi. Di sini tingkat serum albumin hanya
digunakan sebagai suatu indikator beberapa protein tertentu.
Transferin
Adalah protin darah yang membawa besi dan mentranspornya ke seluruh tubuh.
Jumlah transferin adalah indikator yang paling sensitif untuk menentukan
kekurangan protein dari serum albumin karena transferin merespon lebih cepat
terhadap perubahan intake protein dan sedikit dalam tubuh. Transferin banyak
diproduksi dalam hati. Jumah transferin yang meningkat bila penyimpanan besi
rendah. Jumlah transferin menurun bila penyimpanan besi berlebih. Kondisi yang
menurunkan jumlah transferin : penyakit hati, penyakit ginjal lanjut dan luka bakar.
Karena banyak laboratorium tidak mempunyai peralatan untuk memeriksa transferin,
secara langsung, perkiraan jumlah transferin klien dilakukan dengan Total IronBinding Capacity (TIBC). Tes TIBC lebih banyak digunakan karena lebih sensitif.
Menghitung total Limfosit
Kurang kalori protein dan defesiensi nutrisi yang serius dapat menekan sistem imun.
Limfosit total berkurang karena terjadi penurunan protein.
Keseimbangan Nitrogen
Digunakan untuk memperkirakan derajat protein yang sedang digunakan dan diubah
dalam tubuh. Tes untuk mengukur nitrogen adalah : Blood Urea Nitrogen (BUN),
Urine Urea Nitrogen (UUN). Untuk itu diperlukan pengumpulan urin 24 jam. Urea
adalah produk akhir utama metabolisme protein dan asam amino. Terbentuk dari
detoksifikasi amonia oleh hati dan ditranspor ke ginjal untuk diekskresi melalui urin.
Konsentrasi urea di darah dan urin, langsung dipengaruhi oleh intake dan kekurangan
jumlah protein dalam tubuh, produksi rata-rata urea di hati dan rata-rata bersihan urea
di ginjal. Peningkatan BUN mungkin disebabkan untuk kelebihan intake protein,
dehidrasi berat, sakit parah dan malnutrisi, tetapi juga dapat disebabkan ekskresi urea
11

yang tidak adekuat berhubungan dengan penyakit ginjal atau obstruksi urinary.
Penurunan BUN dapat disebabkan oleh rendahnya protein dalam diet. Peningkatan
UUN dapat terjadi karena kelaparan berat.
Ekskresi Kreatinin
Kreatinin adalah hasil akhir dari pembentukan kreatinin saat energi dilepaskan dari
fosfokreatin, penyimpanan energi selama metabolisme otot rangka. Rata-rata
pembentukkan kreatinin berbanding langsung dengan total massa otot. Kreatinin
dibersihkan dari aliran darah oleh ginjal dan diekskresi di urin sebanding dengan
pembentukannya. Ekskresi kreatinin dikarenakan juga oleh refleks total massa otot.
Pada atropi otot rangka karena malnutrisi dapat menurunkan ekskresi kreatinin.
Pengukuran kreatinin urin dengan pengumpulan urin 24 jam. Standar ekskresi
kreatinin dipengaruhi oleh jenis kelamin dan TB. Standar ekskresi kreatinin ini
digunakan dengan pengukuran kreatinin untuk menentukan Creatinin Height Index
(CHI) dalam persen. Contoh : CHI = 70 % artinya massa otot rangka klien kira-kira
70 % diharapkan pada orang dengan ukuran tubuh yang sama.
F. PENGKAJIAN
Pengkajian keperawatan terhadap masalah kebutuhan nutrisi dapat meliputi
pengkajian khusus masalah nutrisi dan pengkajian fisik secara umum yang
berhubungan dengan kebutuhan nutrisi.
1. Riwayat makanan
Meliputi informasi atau keterangan tentang pola makan, makanan yang harus
dihindari, makanan setiap hari yang dikonsumsi.
2. Kemampuan makan
Beberapa hal yang perlu dikaji dalam hal kemampuan makan, antara lain
kemampuan mengunyah, menelan, dan makan sendiri tanpa bantuan.
3. Pengetahuan tentang nutrisi
4. Nafsu makan, jumlah asupan
5. Tingkat aktivitas
6. Pengonsumsian obat
7. Pengukuran antropometrik
Pengukuran ini meliputi pengukuran tinggi badan, berat badan dan lingkar lengan.
Tinggi badan anak dapat digambarkan pada suatu grafik sehingga dapat terlihat
pola perkembangannya.
8. Laboratorium
Pemeriksaan laboratorium yang berlangsung berhubungan dengan pemenuhan
kebutuhan nutrisi adalah pemeriksaan albumin serum, Hb, glukosa, dll.
G. Diagnosa keperawatan
Diagnosa keperawatan yang dapat terjadi pada masalah kebutuhan nutrisi adalah :
1. Kekurangan nutrisi, berhubungan dengan :
- Disfagia akibat kelumpuhan serebral
- Penurunan nafsu makan
- Sekresi berlebihan, baik melalui latihan fisik, muntah, diare.
- Ketidak cukupan absorpsi akibat efek samping obat atau lainnya.
12

2. Kelebihan nutrisi, berhubungan dengan :


- Perubahan pola kenyang akibat efek obat
- Penurunan fungsi penciuman
- Penurunan kebutuhan metabolisme
- Perubahan gaya hidup
H. Intervensi
1. Tentukan kebutuhan kalori harian yang realistis dan adekuat. Konsulkan pada ahli
gizi.
2. Timbang berat badan setiap hari, pantau hasil pemeriksaan laboratorium
3. Jelaskan pentingnya nutrisi yang adekuat.
4. Ajarkan individu untuk menggunakan penyedap rasa untuk membantu
meningkatkan rasa dan aroma makanan (lemon, mint, cengkeh, kayu manis,
rosemary)
5. Beri dorongan individu untuk makan dengan orang lain (makanan disajikan di
ruang keluarga atau kelompok)
6. Rencanakan perawatan sehingga prosedur yang tidak menyenangkan atau
menyakitkan tidak dilakukan sebelum makan.
7. Berikan kesenangan, suasana yang rileks (tidak terlihat pispot, jangan ramai)
8. Atur rencana perawatan untuk mengurangi atau menghilangkan bau yang
menyebabkan ingin muntah atau prosedur yang dilakukan mendekati waktu makan.
9. Ajarkan atau bantu individu untuk istirahat sebelum makan.
10. Ajarkan individu untuk menghindari bau masakan-makan yang digoreng, kopi
yang dimasak-jika mungkin.
11. Pertahankan kebersihan mulut sebelum dan sesudah mengunyah.
12. Tawarkan makan porsi kecil tapi sering untuk mengurangi perasaan tegang pada
lambung (enam kali perhari dengan makanan kecil)
13. Atur agar mendapatkan nutrien yang berprotein/kalori sangat tinggi yang disajikan
pada individu saat ingin makan. (mis; jika kemoterapi dilakukan pagi hari, sajikan
makan pada sore hari menjelang makan).
14. Instruksikan individu yang mengalami penurunan napsu makan untuk :
a. Makan makanan kering saat bangun tidur.
b. Makan makanan asin jika tidak ada pantangan.
c. Hindari makanan yang terlalu manis, menggemukkan, berminyak.
d. Cobalah minuman bening, yang hangat.
e. Minum sedikit-sedikit melalui sedotan.
f. Makan kapan saja bila dapat ditoleransi.
g. Makan dalam porsi kecil rendah lemak dan makan lebih sering.
15. Coba suplemen komersial yang tersedia dalam banyak bentuk (bubuk, pudding,
cair)
16. Jika individu mengalami kelainan makan (Townsend, 1994)
a. Tetapkan tujuan-tujuan masukan bersama klien, dokter, dan ahli gizi.
b. Bicarakan tentang keuntungan-keuntungan dari kepatuhan dan konsekuensi dari
13

ketidakpatuhan.
c. Jika masukan makanan yang harus ditolak, ingatkan dokter.
d. Duduk temani individu selama makan, batasi waktu makan sampai 30 menit.
e. Amati sedikitnya 1 jam sebelum. Temani klien ketika ke kamar mandi.
f. Timbang badan klien saat ia bangun dan setelah berkemih pertama.
g. Berikan dorongan untuk perbaikan, tetapi jangan fokuskan pembicaraan pada
makanan atau cara makan.
h. Sejalan makin membaiknya individu, gali isu-isu tentang citra diri, timbang
kembali, dan awasi.
17. Untuk individu yang hiperaktif
a. Berikan makanan dan minuman yang tinggi protein, tinggi kalori.
b. Tawarkan lebih sering makanan kecil. Hindari makanan yang tidak mengandung
kalori (mis; soda)
c. Berjalan-jalan bersama individu saat diberikan makanan kecil.
I. Implementasi
1. Pemberian nutrisi melalui oral
Melalui tindakan keperawatan yang dilakukan pada pasien yang tidak mampu
memenuhi kebutuhan nutrisi secara sendiri, bertujuan membangkitkan selera
makan pada pasien.
2. Pemberian nutrisi melalui pipa lambung.
Merupakan tindakan keperawatan yang dilakukan pada pasien yang tidak mampu
memenuhi kebutuhan nutrisi secara oral. Tujuannya untuk memenuhi kebutuhan
nutrisi pasien.
J. Evaluasi
Evaluasi terhadap masalah kebutuhan nutrisi secara umum dapat dinilai dari adanya
kemampuan dalam :
1. Meningkatkan nafsu makan ditunjukkan dengan adanya kemampuan dalam makan
serta adanya perubahan nafsu makan apabila terjadi kurang dari kebutuhan.
2. Terpenuhinya kebutuhan nutrisi ditunjukkan dengan tidak adanya tanda
kekurangan atau kelebihan berat badan.
3. Mempertahankan nutrisi melalui oral ditunjukkan dengan adanya proses
pencernaan makan yang adekuat.
BAB III
PEMBAHASAN

A. PEMBERIAN NUTRISI MELALUI ORAL (MULUT)


Tindakan ini merupakan tindakan keperawatan yang dilakukan pada klien yang tidak
mampu memenuhi kebutuhan nutrisi per-oral secara mandiri

Tujuan Pemberian Nutrisi Melalui Oral (Mulut)


Memenuhi kebutuhan nutrisi pasien
14

Alat dan Bahan Pemberian Nutrisi Melalui Oral (Mulut)


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Piring
Sendok
Garpu
Gelas
Serbet
Mangkok cuci tangan
Pengalas
Makanan dengan menu dan porsi sesuai dengan program

Prosedur Kerja Pemberian Nutrisi Melalui Oral (Mulut)


1.
2.
3.
4.
5.
6.

Berikan penjelasan
Cuci tangan
Atur posisi pasien dengan duduk atau setengah duduk sesuai dengan kondisi pasien
Pasang pengalas
Tawarkan pasien melakukan ritual makan (misalnya: berdo'a sebelum makan<)
Bantu aktivitas dengan cara menyuap makan sedikit demi sedikit dan berikan minum
sesudah makan
7. Bila selesai makan, bersihkan mulut pasien dan anjurkan duduk sbentar
8. Catat tindakan dan hasil atau respons terhadap tindakan
9. Cuci tangan setelah prosedur dilakukan
B. PEMBERIAN NUTRISI MELALUI PIPA LAMBUNG
Alat dan bahan :
1. Pipa lambung
2. Corong
3. Spuit 20cc
4. Pengalas
5. Bengkok
6. Plester, gunting
7. Makanan dalam bentuk cair
8. Air matang
9. Obat
10. Stetoskop
11. Klem
12. Baskom berisi air ( kalau tiada stetokop)
13. Vaselin
Prosedur kerja :
1.

Cuci tangan

2.

Jelaskan prosedur kerjanya


15

3.

Atur posisi pasien dengan posisi semifowler

4.

Bersihkan daerah hidung dan beri pengalas di dada

5.

Letakikan bengkok didekat pasien.

6.

Tentukan letak pipa dengan cara mengukur panjangnya dari epigastrum


sampai hidung kemudian dibengkokkan ke telinga dan beri tanda batasanya.

7.

Beri vaselin pada ujung pipa dan klem pangkal pipa tersebut lalu
masukkan melalui hidung secara perlahan sambil pasien dianjurkan untuk
menelan.

8.

Setelah selesai, maka lakukan tindakan pemberian makanan dengan


cara pasang suit pada pangkal pipa.

9.

Masukkan air matang kurang lebih 15 cc pada awal dengan cara


dituangkan lewat piggirnya.

10.

Berikan makanan dalam bentuk cair setelah itu bila ada obat masukkan
dan beri minum lalu pipa lambung diklem.

11.

Catat hasil dan respon pasien, cuci tangan.

16

DAFTAR PUSTAKA
Alimul Hidayat, Aziz.2006.Buku Saku Praktikum Kebutuhan Dasar Manusia. Salemba
Medika:Jakarta.
http://nursingart.blogspot.com/2008/08/perubahan-nutrisi-kurang-dari-kebutuhan.html04
Alimul Hidayat, Aziz.2006.Pengantar Kebutuhan Dasar Manusia.Salemba Medika : Jakarta.

17