Anda di halaman 1dari 11

KONSEP CARING DAN CURING SERTA APLIKASINYA DALAM PELAYANAN

KESEHATAN

Disusun Oleh :
1. Dyana Fitri Eningsih
2. Hafis Muchsin
3. Baiq Rara Efriana
4. Ifa Nurkumala
5. Iva Vaulina
6. Evi Nur Holidah
7. Cholifah Tri Wahyuni
8. Nur Hidayahtul Dewi
9. Zul Fahmi Alkatiri
10. Marifatul Fardla N.A
11. Abdul Wahed
12. Irma Rofiatin
13. Rio Agung
14. Idris Affandi

: 20121660042
: 20121660044
: 20121660045
: 20121660047
: 20121660050
: 20121660054
: 20121660056
: 20121660059
: 20121660062
: 20121660063
: 20121660064
: 20121660066
: 20121660071
: 20121660123

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA


2012
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami paanjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan
karunia-NYA kepada kami,sehingga kami berhasil menyelesaikan makalah ini yang

Alhamdulillah tepat waktunya yang berjudul KONSEP CARING DAN CURING SERTA
APLIKASINYA DALAM PELAYANAN KESEHATAN
Makalah ini berisikan tentang informasi atau lebih khususnya membahas bagaimana
konsep Caring dan Curing serta aplikasinya dalam pelayanan kesehatan. Diharapkan makalah ini
dapat memberikan informasi kepada kita semua
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan
saran dari semua pihak yang bersifat membangun sekali kami harapkan demi kesempurnaan
makalah ini
Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta
dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir.
Semoga Allah SWT senantiasa meridhoi segala usaha kita.
Amin..

Surabaya,27 November 2012

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR............................................................................................2
DAFAR ISI.............................................................................................................3
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang......................................................................................4
1.2. Tujuan...................................................................................................4
1.3. Rumusan Masalah.............................................4
BAB II ISI
2.1. Konsep Caring dan Curing...................................................................5
2.2.Tujuan Caring dan Curing.............................................6
2.3.Manfaat Caring dan Curing...................................................................7
2.4.Perbedaan Caring dan Curing7
2.5.Aplikasi Caring dan Curing dalam Pelayanan Kesehatan..8
BAB III PENUTUP
3.1. Kesimpulan.........................................................................................10
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................11

BAB I

PENDAHULUAN
1.1.

Latar Belakang
Sebagai perawat/ners materi yang sangat penting dan menentukan adalah memahami konsep
caring dan curing dan mampu menanamkan dalam hati, disirami dan dipupuk untuk mampu
memperlihatkan kemampuan soft skill sebagai perawat, yaitu empati, bertanggung jawab dan
tanggung gugat, dan mampu belajar seumur hidup. Dan itu semua akan berhasil dicapai oleh
perawat kalau mereka mampu memahami apa itu caring.Saat ini, caring dan curing adalah
isu besar dalam profesionalisme keperawatan. Mata ajaran ini mendeskripsikan tentang
keperawatan dasar dimana perawat akan mendalami konsep sebagai dasar ilmu keperawatan.
Diharapkan perawat mampu memahami tentang pentingnya perilaku caring dan curing
sebagai dasar yang harus dikuasai oleh perawat / ners.

1.2. Rumusan Masalah


1. Bagaimana konsep caring dan curing dalam pelayanan kesehatan?
2. Apa tujuan, manfaat, dan perbedaan caring dan curing?
3. Aplikasi caring dan curing dalam pelayanan kesehatan?
1.3 Tujuan
1. Mengetahui bagaimana konsep caring dan curing dalam pelayanan kesehatan.
2. Mengetahui apa tujuan, manfaat, dan perbedaan caring dan curing.
3. Mengetahui aplikasi caring dan curing dalam pelayanan kesehatan.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 KONSEP CARING DAN CURING
2.1.1 Konsep caring

Caring secara umum dapat diartikan sebagai suatu kemampuan untuk berdedikasi
bagi orang lain, pengawasan dengan waspada, perasaan empati pada orang lain dan perasaan
cinta atau menyayangi.
Caring adalah sentral untuk praktik keperawatan karena caring merupakan suatu cara
pendekatan yang dinamis , dimana perawat bekerja untuk lebih meningkatkan kepeduliannya
kepada klien. Dalam keperawatan, caring merupakan bagian inti yang penting terutama dalam
praktik keperawatan. Saat ini, caring adalah isu besar dalam profesionalisme keperawatan.
Banyak ahli keperawatan yang mengungkapkan mengenai teori caring antara lain sebabai
berikut :
Watson (1979) yang terkenal dengan Theory of Human Caring, mempertegas
bahwa caring sebagai jenis hubungan dan transaksi yang diperlukan antara pemberi dan
penerima asuhan untuk meningkatkan dan melindungi pasien sebagai manusia, dengan demikian
mempengaruhi kesanggupan pasien untuk sembuh.
Marriner dan Tomey (1994) menyatakan bahwa caring merupakan pengetahuan
kemanusiaan, inti dari praktik keperawatan yang bersifat etik dan filosofikal.Caring bukan
semata-mata

perilaku. Caring adalah

cara

yang

memiliki

makna

dan

memotivasi

tindakan. Caring juga didefinisikan sebagai tindakan yang bertujuan memberikan asuhan fisik
dan memperhatikan emosi sambil meningkatkan rasa aman dan keselamatan klien (Carruth et all,
1999).
Griffin (1983) membagi konsep caring kedalam dua domain utama. Salah satu konsep
caring ini berkenaan dengan sikap dan emosi perawat, sementara konsep caring yang lain
terfokus pada aktivitas yang dilakukan perawat saat melaksanakan fungsi keperawatannya.
Griffin menggambarkan caring dalam keperawatan sebagai sebuah proses interpersonal esensial
yang mengharuskan perawat melakukan aktivitas peran yang spesifik dalam sebuah cara dengan
menyampaikan ekspresi emosi-emosi tertentu kepada resepien. Aktivitas tersebut menurut
Griffin meliputi membantu, menolong, dan melayani orang yang mempunyai kebutuhan
khusus. Proses ini dipengaruhi oleh hubungan antara perawat dengan pasien.
Mayeroff memandang caring sebagai suatu proses yang berorientasi pada tujuan
membantu orang lain bertumbuh dan mengaktualisasikan diri. Mayeroff juga memperkenalkan
sifat-sifat caring seperti sabar, jujur, dan rendah hati.

Lydia Hall mengemukakan perpaduan tiga aspek dalam teorinya. Sebagai seorang
perawat, kemampuan care, core, dan cure harus dipadukan secara seimbang sehingga
menghasilkan asuhan keperawatan yang optimal untuk klien. Care merupakan komponen
penting yang berasal dari naluri seorang ibu. Core merupakan dasar dari ilmu sosial yang terdiri
dari kemampuan terapeutik, dan kemampuan bekerja sama dengan tenaga kesehatan lain.
Sedangkan cure merupakan dasar dari ilmu patologi dan terapeutikDalam memberikan asuhan
keperawatan secara total kepada klien, maka ketiga unsur ini harus dipadukan (Julia, 1995).
2.1.2 Konsep curing
Curing merupakan ilmu yang empirik, mengobati berdasarkan bukti/ data dan mengobati
dengan patofisiologi yang bisa dipertanggungjawabkan.
Curing merupakan tugas primer dokter dan caring sebagai tugas sekundernya. Curing
merupakan komponen dalam caring. di dalam curing terdapat diagnosis medis yaitu suatu bentuk
kinerja yang mengungkapkan penyakit yang diderita klien. Dan juga curing lebih memperhatikan
penyakit yang diderita serta penanggulangannya.
2.2 TUJUAN CARING dan CURING
2.2.1. Tujuan Caring
-

Memberikan asuhan kepada klien


Meningkatkan rasa aman dan keselamatan kepada klien
Pendekatan Lebih umum

2.2.2 Tujuan Curing


-

Mendukung caring serta holistic care .

2.3 MANFAAT CARING dan CURING


2.3.1 Manfaat Caring

Dapat membantu memenuhi kebutuhan manusia dan klien


Sebagai focus pemersatu untuk praktek keperawatan
Membantu menumbuhkan kepercayaan dan membuat hubungan dalam

keperawatan secara manusiawi


Meningkatkan dan menerima ungkapan perasaan yang positif dan negative

atau baik buruknya


Bisa memberikan bimbingan dalam memuaskan kebutuhan manusiawi pasien

dan klien
Menimbulkan kesensitifas terhadap diri sendiri dan orang lain
Caring sangat penting untuk tumbuh kembang
Memperbaiki dan meningkatkan konsisi atau cara hidup manusia
Caring memberikan manfaat asuhan fisik yang baik serta meningkatkan rasa

aman dan keselamatan klien


Memberikan bimbingan dalam memuaskan kebutuhan manusiawi

2.3.2. Manfaat Curing

Memberikan pelayanan yang lebih pada obat

2.4. Perbedaan Caring dan Curing


Perawat memerlukan kemampuan khusus saat melayani orang atau pasien yang sedang
menderita sakit. Kemampuan khusus tersebut mencakup ketrampilan intelektual, teknikal, dan
interpersonal yang tercermin dalam perilaku caring (Johnson, 1989). Caring merupakan
fenomena universal yang berhubungan dengan bagaimana seseorang berpikir, berperasaan, dan
bersikap terhadap orang lain. Dalam teori caring, human care merupakan hal yang mendasar.
Human care terdiri dari upaya untuk melindungi, meningkatkan, dan menjaga atau mengabdikan
rasa kemanusiaan dengan membantu orang lain, mencari arti dalam sakit, penderitaan, dan
keberadaannya serta membantu orang lain untuk meningkatkan pengetahuan dan pengendalian
diri (Pasquali dan Arnold, 1989 dan Watson, 1979). Di samping itu, Watson dalam Theory of
Human Care mempertegas bahwa caring sebagai jenis hubungan dan transaksi yang diperlukan
antara pemberi dan penerima asuhan untuk meningkatkan dan melindungi pasien sebagai
manusia, dengan demikian mempengaruhi kesanggupan pasien untuk sembuh.
7

Dari sini kita tahu, caring bukan semata-mata perilaku. Sikap caring dalam memberikan asuhan
keperawatan, perawat menggunakan keahlian, kata-kata yang lemah lembut, sentuhan,
memberikan harapan, selalu berada di samping klien, dan bersikap sebagai media pemberi
asuhan (Carruth, Steele, Moffet, Rehmeyer, Cooper & Burroughs, 1999). Caring dalam asuhan
keperawatan merupakan bagian dari bentuk kinerja perawat dalam merawat pasien. Perilaku
caring perawat menjadi jaminan apakah perawat bermutu atau tidak. Caring sebagai inti profesi
keperawatan dan focus sentral dalam praktik keperawatan, bersifat universal dan terdiri dari
perilaku-perilaku khusus yang ditentukan oleh dan terjadi dalam konteks budaya. Di dalamnya
memiliki makna yang bersifat aktifitas, sikap (emosional) dan kehati-hatian (Barnum, 1994)
Lydia Hall mengemukakan perpaduan kedua aspek tersebut. Menurutnya, care merupakan
komponen penting yang berasal dari naluri seorang ibu. Sedangkan cure merupakan dasar dari
ilmu patologi dan terapeutik. Dalam memberikan asuhan keperawatan secara total kepada klien,
maka kedua aspek ini harus dipadukan (Julia, 1995). Namun, tetap ada perbedaan yang jelas
diantara keduanya. Dalam UU no. 23 tahun 1992 menyebutkan bahwa penyembuh penyakit
dilaksanakan oleh tenaga dokter dan perawat melalui kegiatan pengobatan dan/ atau keperawatan
berdasarkan ilmu keperawatan. Dari situ terlihat bahwa antara caring dan curing terdapat
perbedaan. Caring merupakan tugas primer perawat dan curing adalah tugas sekundernya. Begitu
pula curing, curing merupakan tugas primer dokter dan caring sebagai sebagi tugas sekundernya.
Curing merupakan komponen dalam caring. Karena di dalam caring termasuk salah satunya
adanya kolaborasi dengan tim kesehatan lain untuk membantu penyembuhan klien. Jadi, tetap
mempunyai hubungan yang saling melengkapi.
2.5. Aplikasi Caring dan Curing dalam pelayanan kesehatan.
2.5.1. Aplikasi Caring dalam Pelayanan Kesehatan
Aplikasi caring diterapka pada asuhan psikologis dalam keperawatan. Saat ini beberapa studi
relative telah dilakukan untuk mengeksplorasi makna caring bagi perawat yang melakukannya
setiap hari. Jika perawat adalah profesi caring, perlu dilakukan banyak riset untuk mengetahui
makna caring dan bagaimana caring mempengaruhi pemberi asuhan keperawatan professional.
Sebuah pendekatan untuk mengeksplorasi caring adalah melalui pemeriksaan asuhan psikologis
pasien, yaitu dengan memberikan kenyamanan, dukungan, kasih saying, empati, perilaku

menolong secara langsung, koping, pengurangan stress yang spesifik, sentuhan, pengasuhan,
bantuan, pengawasan, perlindungan, pemulihan, stimulasi, pemeliharaan kesehatan, pendidikan
kesehatan, dan konsultasi kesehatan.
2.5.2. Aplikasi Curing dalam Pelayanan Kesehatan.
Aplikasi curing diterapkan sebagai aktivitas yang dibutuhkan untuk memberikan
kebutuhan medis terhadap pasien, disini tenaga kesehatan mendiagnosa terhadap penyakit yang
diderita pasien, dan kemudian melakukan tindakan pengobatan secara medis berdasarkan kondisi
fisik pasien. Jadi curing di aplikasikan lebih kepada bagaimana mengetahui penyakit yang
diderita pasien dan cara penanggulangannya.

BAB III
PENUTUP
3.1. KESIMPULAN
Caring adalah sentral untuk praktik keperawatan karena caring merupakan suatu cara
pendekatan yang dinamis, dimana perawat bekerja untuk lebih meningkatkan kepeduliannya
kepada klien. Dalam caring terdapat tiga makna yang ketiganya tidak dapat dipisahkan yaitu
memberi perhatian, bertanggung jawab, dan ikhlas. Perawat, sebagai profesional, berada di
bawah kewajiban kontrak untuk care. Penilaian terhadap seorang perawat dapat terlihat dari
perilaku caring yang dimiliki perawat. Jika perawat memili sikap sensitif, simpatik, melindungi
klien, memberi kenyamanan, menunjukkan kemampuan, maka klien merasa lebih dekat serta
mudah berbagi perasaan yang dimilikinya.
Dalam kesehatan selain ada caring juga ada curing. Perbedaan antara caring dan curing dapat
lebih jelas jika dilihat dari diagnosis, intervensi, dan tujuannya. Di dalam caring terdapat
diagnosis keperawatan yang merupakan suatu kegiatan
mengidentifikasi masalah dan penyebab berdasarkan kebutuhan dan respon klien. Sedangkan di
dalam curing terdapat diagnosis medis yaitu suatu bentuk kinerja yang mengungkapkan penyakit
yang diderita klien. Untuk itu sebagai seorang perawat kita harus bangga karena kita melakukan
tindakan yang mulia yaitu care, merawat. Namun, sebagai professional, kita harus melakukan
semua itu dengan penuh rasa ikhlas.

10

DAFTAR PUSTAKA
Morrison Paul & Burnard Philip.2009.caring & commicating.buku kedokteran EGC : Jakarta.
http//: wordpress.com/2011/12/makalah-kdk-unit-3-fg-3.pdf
http://staff.undip.ac.id/psikfk/meidiana/2010/06/04/konsep-caring/
http://dedef-noprika.blogspot.com/2012/01/800x600-normal-0-false-false-false-en.html

11