Anda di halaman 1dari 20

USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

PENGARUH "PENSIL" (PENAMBAHAN Spirulina plantensis) PADA KILAU


WARNA IKAN PELANGI (Melanotaenia boesemani)
Bidang Kegiatan :
PKM-Penelitian (PKMP)

Diusulkan oleh :
Ketua

: Fitriyani Istiqomah

201010260311001

Angkatan 2010

201010260311023

Angkatan 2010

Shanti Yulianti Regals

201010260311015

Angkatan 2010

Hamdi Rosyidi

201110260311016

Angkatan 2011

Anggota : Restu Putri Astuti

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG


2013

HALAMAN PENGESAHAN
USULAN PROGRAM KREATIFITAS MAHASISWA
1. Judul Kegiatan
2. Bidang Kegiatan

: Pengaruh "Pensil" (Penambahan Spirulina Plantensis)


Pada Kilau Warna Ikan Pelangi (Melanotaenia
Boesemani)
:( ) PKMP ( ) PKMK ( )PKMKC
( ) PKMT ( ) PKMM

3. Ketua Pelaksana Kegiatan


a. Nama Lengkap
b. NIM
c. Jurusan
d. Universitas/Institut/Politeknik
e. Alamat dan No Tel./HP
4. Alamat E-mail
5. Anggota Penulis
6. Dosen Pendamping
f. Nama Lengkap dan Gelar
g. NIP / NIDN
h. Alamat Rumah & Telp./HP
7. Biaya Kegiatan Total
a. Dikti
b. Sumber lain
8. Jangka Waktu Pelaksanaan

:
:
:
:
:
:
:

Fitriyani Istiqomah
201010260311001
Perikanan
Universitas Muhammadiyah Malang
3 orang

:
:
:
:
: : 4 bulan
Malang, 13 Juni 2013

Menyetujui
Ketua Jurusan Perikanan
Kegiatan

Ketua Pelaksana

(Sri Dwi Hastuti, S.Pi, M.Aqua)


NIP.UMM. 110. 9911. 0353

(Fitriyani Istiqomah)
NIM.201010260311001

Pembantu Rektor III

(Dr. Diah Karmiyati, Psi.)


NIP-UMM. 109 880 20064

Dosen Pendamping

()

ii

DAFTAR ISI
COVER ..
HALAMAN PENGESAHAN ..
DAFTAR ISI
DAFTAR GAMBAR
LATAR BELAKANG MASALAH .
PERUMUSAN MASALAH .
TUJUAN
LUARAN YANG DIHARAPKAN .
KEGUNAAN .
1. Aspek ekonomi .
2. Aspek pendidikan .
3. Aspek Sosial ..
TINJAUAN PUSTAKA .
METODE PENELITIAN
1. Waktu dan Tempat
2. Alat dan Bahan ..
3. Jenis Penelitian ..
4. Rancangan Penelitian
5. Perlakuan ..
6. Denah Percobaan ..
7. Prosedur Penelitian ..
8. Variabel yang diamati ...
9. Analisa Data .
JADWAL KEGIATAN ..
RANCANGAN BIAYA ..
DAFTAR PUSTAKA .
LAMPIRAN

i
ii
iii
iv
1
2
2
2
3
3
3
3
3
4
4
5
5
5
6
6
7
8
9
9
9
10
11

iii

DAFTAR GAMBAR
Gambar 1. Ikan pelangi (Melanotenia boesemani) i
Gambar 2. Denah percobaan .. ii

iv

JUDUL
Pengaruh "Pensil" (Penambahan Spirulina Plantensis) Pada Kilau Warna
Ikan Pelangi (Melanotaenia Boesemani)
LATAR BELAKANG MASALAH
Budidaya ikan hias air tawar merupakan salah satu usaha agribisnis dengan
prospek yang cerah, karena potensi pasarnya masih sangat terbuka, baik pasar
domestik, regional maupun internasional. Data tahun 2013 Dewan Ikan Hias
Indonesia (DIHI) menyebutkan, nilai perdagangan ikan hias global mencapai US$
5 miliar dengan pertumbuhan 8% per tahun. Dari nilai tersebut sebanyak 85%
didominasi ikan hias air tawar dan sisanya 15% merupakan ikan hias laut. Selain
itu dapat ditunjukkan oleh nilai ekspor ikan hias pada tahun 2011, nilai ekspor
ikan hias sebesar US$ 13,26 juta. Dengan nilai itu, Indonesia menguasai 6,95%
perdagangan ikan hias dunia menduduki rangking ke lima eksportir ikan hias
terbesar dunia setelah Ceko, Thailand, Jepang, dan Singapura.
Ikan rainbow atau yang lebih populernya dikenal dengan nama rainbow
fish merupakan jenis ikan hias yang saat ini menjadi komoditi ekspor yang
paling banyak diminati oleh pecinta ikan hias. Salah satu jenisnya yang terkenal
adalah ikan pelangi boesemani (Melanotaenia boesemani). Pesona boesemani
yang paling dominan terletak pada warnanya yang indah menyerupai pelangi
(rainbow) serta bentuk tubuh yang menarik. Permintaan ikan pelangi boesemani
yang tinggi dengan harga yang mahal menyebabkan eksploitasi spesies ini di alam
menjadi semakin meningkat dan tidak terkendali. Untuk itu, diperlukan adanya
suatu upaya agar kelestarian sumber daya ikan pelangi boesemani (Melanotaenia
boesemani) di alam tetap lestari yaitu melalui pengembangan budidaya. Akan
tetapi dalam budidaya masih mengalami kendala dalam hal pemasaran. Hal ini
dikarenakan kecerahan ikan pelangi hasil budidaya masih kurang baik
dibandingkan dengan hasil tangkapan alam.
Warna merupakan salah satu parameter dalam penentuan nilai ikan hias.
Semakin cerah warna suatu jenis ikan, maka semakin tinggi nilainya. Faktor
makanan memiliki pengaruh dalam pembentukan warna ikan hias, oleh sebab itu
perlu diberikan pakan yang dapat mendukung penampakan warna tersebut
(Djamhuriyah dkk, 2005). Menurut Sasson (1991) dan Erhenberg (1980), pada
ikan hias air tawar yang diberi pakan Spirulina dapat membuat warna ikan hias
tersebut menjadi lebih berkilau. Oleh karena itu perlu adanya penelitian tentang
pengaruh penambahan dengan Spirulina plantensis ke dalam pakan untuk
meningkatkan kilauan warna ikan pelangi sehingga dapat diketahui hasil dari
penelitian tersebut serta dapat dilakukan penelitian berkelanjutan untuk mengupdate ilmu yang terbaru dalam penelitian tersebut.
PERUMUSAN MASALAH
1. Berapa dosis penambahan Spirulina plantensis yang tepat dalam
meningkatkan kecerahan ikan pelangi boesemani (Melanotaenia boesemani)?
2. Apakah terdapat pengaruh terhadap kecerahan warna ikan pelangi boesemani
(Melanotaenia boesemani) dengan penambahan Spirulina plantensis?

TUJUAN
Tujuan dari pengusulan kegiatan penelitian Pengaruh "Usil" (Uji
Spirulina plantensis) Pada Pakan Terhadap Kilauan Warna Ikan Pelangi
(Melanotaenia boesemani) pada program PKM ini adalah :
1. Untuk mengetahui dan melatih mahasiswa agar dapat melakukan suatu
penelitian sesuai dengan prosedur yang berlaku.
2. Untuk mengetahui dosis penambahan Spirulina plantensis yang tepat dalam
meningkatkan kecerahan ikan pelangi boesemani (Melanotaenia boesemani).
3. Untuk mengetahui pengaruh penambahan Spirulina plantensis yang tepat
dalam meningkatkan kecerahan ikan pelangi boesemani (Melanotaenia
boesemani).
LUARAN YANG DIHARAPKAN
Penelitian ini diharapkan dapat mendorong mahasiswa atau masyarakat
khususnya untuk terus mengembangkan idenya melalui penelitian dengan
berpikir kritis yang bertujuan tidak untuk perseorangan diri melainkan untuk
orang banyak sehingga dapat menjadi lebih bermanfaat untuk dipelajari. Selain
itu penelitian ini diharapkan dapat membantu dalam pengumpulan data sebagai
literature dalam bentuk buku ataupun artikel yang dapat dibuktikan dengan
praktek secara langsung ataupun tidak langsung mengenai pakan yang
mengandung pigmen warna sehingga dapat mengetahui bahan yang tepat untuk
pembuatan pakan ikan hias dan dapat mengaplikasikannya.
KEGUNAAN
1. Aspek ekonomi
Dalam kegiatan penelitian ini, disisi ekonomi melalui penelitian ini akan
menguji dosis pemberian Spirullina plantensis yang baik yang dapat
meningkatkan kecerahan warna ikan pelangi boesemani (Melanotaenia
boesemani).
2. Aspek pendidikan
Kegiatan penelitian ini diharapakan dapat memberikan suatu wawasan atau
kemampuan baru yang baik kepada para mahasiswa terkait pelaksana
kegiatan, agar mengetahui bagaimana metode pelaksanaan suatu penelitian
yang baik dan benar.
3. Aspek Sosial
Hasil penelitian ini, diharapkan dapat menunjang atau membantu para
pengusaha pembudidaya ikan pelangi boesemani (Melanotaenia boesemani).
khususnya di daerah - daerah sentra budidaya ikan hias air tawar dalam
meningkatkan kualitas kecerahan ikan pelangi boesemani (Melanotaenia
boesemani).
TINJAUAN PUSTAKA
Ikan Pelangi Boesemani (Melanotaenia boesemani)
Menurut Suyatno (2000) ikan rainbow memiliki bentuk tubuh yang khas
yaitu bentuk mulut yang agak panjang, tubuh pipih, sirip punggung dan sirip
perut berbentuk simetris mendekati ekor, bentuk sirip ekor agak bercagak,

memiliki sirip punggung ganda, sirip punggung pertama lebih kecil dibandingkan
sirip punggung kedua yang letaknya berdekatan, sedangkan bentuk kepala untuk
ikan jantan lebih kecil dari ikan betina (Allen, 1991).
Pelangi boesemani pada bagian kepala hingga pertengahan badan terdapat
kombinasi warna biru muda kehijau - hijauan sampai gelap metalik. Pada
pangkal ekor, berwarna kuning emas. Garis tengah badan (linea lateralis) yang
membujur dari tutup insang sampai pangkal ekor berwarna hitam. Kombinasi
dari beberapa warna di atas sisik yang keperak perakan. letak sirip punggung
dan anus yang agak kebelakang. Posisi seperti itu memungkinkan boesemani
melesat cepat sewaktu berenang (Wijaya,2011).
Klasifikasi Ikan Pelangi Boesemani (Melanotaenia boesemani)
Menurut Allen dan Cross (1980), klasifikasi ikan pelangi boesemani
adalah sebagai berikut:
Phylum
: Chordata
Sub phylum
: Vertebrata
Class
: Osteichthyes
Subclass
: Actinopterygii
Ordo
: Atheriniformes
Family
: Melanotaeniidae
Genus
: Melanotaenia
Spesies
: Melanotaenia boesemani
Nama lokal
: ikan kaskado, boemans rainbow fish

Gambar 1. Ikan Rainbow Boesemani


(http://www. javedfisheries.com )

Gambar 1. Ikan Pelangi (Melanotaenia boesemani)


Pakan dan Kebiasaan Makan
Ikan rainbow tergolong omnivora. Pada larva yang berusia 5 hari, larva
cenderung makan pakan alami jenis infusoria, sedangkan ketika berumur 7 hari
dapat diberiakan pakan artemia. Pakan yang diberikan dapat berupa cacing sutra
dan larva Chironomous sp. Selain itu induk juga dapat diberikan pakan berupa
pellet yang diperkaya karotin dan PUFA (polysaturrated fatty acid). PUFA ini
dapat memberikan pengaruh terhadap perkembangan dan kualitas telur serta
benih yang akan dihasilkan (Agrie,2010).

Landasan Teori
Spirulina platensis
Dalam peningkatan warna ikan hias pembudidaya lebih memilih sumber
pigmen alami seperti Spirulina platensis dibandingkan dengan zat warna sintetik
ke dalam pakan. Komposisi pigmen yang terkandung dalam Spirulina adalah
phycocyanin, chlorophyll-a dan carotene (Vonshak, 2008). Kandungan carotene
yang tersusun adalah xantophyll (37%), -carotene (28%) dan zeaxanthin (17%)
(Tongsiri et al., 2010). Sumber utama dalam pewarnaan pada ikan yaitu pigmen
karoten. Kandungan karotenoid yang tinggi akan menyebabkan warna ikan
semakin cerah. Penelitian Utomo, dkk (2005) menunjukkan bahwa penambahan
Spirulina platensis pada pakan sebanyak 1% menghasilkan tingkat perubahan
warna paling tinggi pada ikan koi (Cyprinus carpio L.)
Penelitian Djamhuriyah dkk (2005) mengemukakan ikan pelangi merah
(Glossolepis incises) yang mendapatkan perlakuan pakan pelet memberikan
warna lebih baik daripada pakan Tubifex dan Chironomus. Sedangkan Sulawesty
(1997) mendapatkan bahwa warna ikan pelangi yang mendapatkan perlakuan
karotenoid meningkat terus sampai usia pemeliharaan 40 hari. Storebaken & No
(1992) menyebutkan terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi pigmentasi
pada ikan, antara lain ukuran, umur ikan, perkembangan seksual, dan faktor
genetis.
Pigmentasi ikan pelangi
Pada umumnya pewarnaan tubuh ikan merupakan mekanisme pigmen
yang dikendalikan oleh hormone-hormon tertentu akibat reaksi terhadap kondisi
lingkungan ikan yang bersangkutan. Tampilan warna ikan ditentukan oleh jumlah
dan konsentrasi sel-sel warna. Selain itu juga ditentukan oleh kedalaman letak sel
dalam lapisan kulit. Ikan tidak dapat membuat pidmen warna sendiri, jika ikan
diberi pakan yang tidak mengandung pigmen warna yang dibutuhkan, makan
ikan tersebut akan kehilangan warnanya (Anonim dalam Sudarsono, 2010).
Fungsi penambahan bahan pigmentasi warna
Fungsi dari penambahan bahan pewarna alami ini untuk memningkatkan
kecerahan warna ikan hias. Pigmen warna ini dikenal dengan karoten yang
merupakan sumber utama terhadap pewarnaan pada ikan. Karotenoid hanya bisa
disintesa oleh tumbuhan termasuk didalamnya phytoplankton, algae, dan
sejumlah kecil jamur atau bakteri yang kemudian dimanfaatkan oleh hewan,
melalui rantai makanan yang diberikan. Dengan menambahkan bahan alami yang
mengantung pigmen warna dapat mencerahkan warna ikan hias yang lama
kelamaan akan memudar apabila tidak diberikan tambahan karotenoid (Anonim,
2012).
METODE PENELITIAN
Waktu dan Tempat
Penelitian ini dilaksanakan dalam kurun waktu 4 bulan, bertempat di
Laboratorium Perikanan Universitas Muhammadiyah Malang.

Alat dan Bahan


Alat
Alat yang digunakan dalam penelitian ini meliputi :
a. Akuarium
b. Timbangan
c. Alat pencetak pellet
d. Ember
e. Wadah pellet
f. Ayakan
g. pH universal
h. Thermometer
i. Aerator
j. Toca Colour Finder
k. Penggaris
l. Alat tulis
m. Kamera Digital Cannon seri EOS 350D
n. DO meter
o. Test kit
Bahan
a. Ikan pelangi boesemani jantan
b. Pakan Pellet
c. Tepung Spirulina
d. Phenoxy etanol
Jenis Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan
membandingkan dosis penggunaan bahan pewarna alami dari tepung Spirulina
yang dicampur kedalam pakan pellet untuk menambah kilau warna tubuh ikan
pelangi (Melanotaenia boesemani). Menurut Gaspersz (1991), metode eksperimen
adalah pengujian hipotesa untuk mengetahui hubungan sebab akibat penelitian
yang pelaksanaannya memerlukan konsep dan variabel yang jelas dan pengukuran
yang cermat. Teknik pengambilan data dilakukan dengan cara observasi langsung
yaitu dengan mengadakan pengamatan secara langsung terhadap gejala-gejala
subjek yang diteliti.
Rancangan Penelitian
Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL).
Penggunaan RAL dalam penelitian ini karena alat, bahan, dan media percobaan
bersifat homogen, sehingga yang mempengaruhi hasil penelitian adalah pengaruh
perlakuan dan faktor kebetulan saja (Walpole, 1992). Model rancangan acak
lengkap yang digunakan yaitu : Yij = + i + ij
Dimana :
Yij : Nilai pengamatan pada perlakuan ke-I, ulangan ke-ij
: Nilai rata-rata
i : Pengaruh perlakuan ke-I (merupakan selisih nilai tengah perlakuan
ke-I dengan nilai tengah umum)

ij : Pengaruh acak (penyimpangan yang timbul secara acak yang dialami


oleh perlakuan ke-I pada pengamatan ke-j).
Perlakuan
Sebagai perlakuan dalam penelitian ini adalah penambahan tepung Spirulina pada
pakan pellet dengan dosisi yang berbeda yaitu sebagai berikut :
Perlakuan A
: penambahan tepung Spirulina 4 %
Perlakuan B
: penambahan tepung Spirulina 6 %
Perlakuan C
: penambahan tepung Spirulina 8 %
Perlakuan D
: penambahan tepung Spirulina 10 %
Kontrol
: pemberian pakan pellet biasa
Dalam penelitian ini dilakukan sebanyak 4 perlakuan dan masing masing
perlakuan diulang sebanyak 3 kali ulangan dalam pemberian pakan dengan
penambahan tepung spirulina pada dosis yang berbeda untuk menambah kilauan
warna ikan pelangi (Melanotaenia boesemani).
Denah Percobaan
Masing-masing perlakuan (4 macam perlakuan) diulang sebanyak 3 kali, dan 1
sebagain control sehingga terdapat 13 unit percobaan dengan denah percobaan
sebagai berikut :
D1

A3

C3

C2

A1

B3

D2

B1

C1

A2

D3

B2

Gambar 2. Denah Percobaan


Prosedur Penelitian
Pembuatan pakan
Pakan yang digunakan selama penelitian berupa pasta yang dibuat melalui
penggerusan pellet biasa dan dicampur dengan Spirulina platensis sesuai dengan
perlakuan. Pakan yang digunakan untuk kontrol tidak mengandung Spirulina,
sedangkan perlakuan (A) mengandung 4 g tepung Spirulina dalam 100 g pakan,
perlakuan (B) mengandung 6 g dalam 100 g pakan, perlakuan (C) mengandung 8
g tepung Spirulina dalam 100 g pakan, dan perlakuan (D) mengandung 10 g
tepung Spirulina dalam 100 g pakan.
Pemeliharaan Ikan
Ikan yang digunakan dalam penelitian ini adalah ikan pelangi boesemani dengan
bobot rata-rata 2,28 0,24 g dan panjang total tubuh rata-rata 5 0,05 cm. Wadah
yang digunakan adalah akuarium berjumlah 13 akuarium yang berukuran
(50x40x25) cm3. Ikan ditebar sebanyak 10 ekor per akuarium. Sebelum dipelihara

selama 4 bulan, ikan diadaptasikan terlebih dahulu dengan kondisi wadah


penelitian selama 7 hari.
Pemberian pakan
Pemeliharaan ikan dilakukan selama 4 bulan dengan pemberian pakan secara at
satiation (sekenyangnya) sebanyak tiga kali sehari yakni pada jam 08.00, 12.00
dan 16.00 WIB dengan jenis pakan sesuai masing-masing perlakuan. Kemudian
pakan diamati apakah respon terhadap pakan baik atau tidak.
Pengamatan Kualitas air
Kualitas air yang diukur adalah suhu, pH, oksigen terlarut, alkalinitas, kesadahan,
amonia, nitrit dan nitrat. Pengukuran suhu dilakukan setiap hari, sedangkan pH,
oksigen terlarut, alkalinitas, kesadahan, amonia, nitrit dan nitrat diukur pada awal,
tengah dan akhir masa pemeliharaan.
Pengamatan kecerahan warna
Pengukuran warna dilakukan setiap 10 hari sekali dengan metode skor tingkat
kecerahan warna menggunakan alat standar warna TCF (Toca Color Finder).
Pertama tama dengan proses pembiusan menggunakan Phenoxy etanol dengan
dosis 0,3 ml untuk air 1 liter air kemudian dilakukan penimbangan bobot,
pengukuran panjang tubuh serta pengamatan perubahan kecerahan warna
tubuhnya. Pengamatan warna tubuh dilakukan secara visual oleh minimal 3 orang
yang berbeda dan dicocokkan dengan alat pembanding standar warna Toca
Colour. Menurut Priyadi et al. (2006) dalam Mara (2010), cara pengamatan yaitu
difokuskan pada dua warna yang mendekati 5 pada permukaan tubuh secara
vertikal bagian badan (abdomen), pangkal ekor (caudal center), sirip punggung
(dorsal fin), dan sirip perut (ventral fin).

Gambar 3. Toca Colour Finder (TCF)


Variabel yang diamati
Variabel Utama
Kecerahan warna
Pengamatan pertumbuhan biomassa dan warna ikan dilakukan melalui sampling
ikan setiap 10 hari sekali. Untuk mengetahui kualitas warna dilakukan
pengukuran warna dengan menggunakan alat standar warna yaitu TCF (Toca
Color Finder) dan untuk mengetahui laju pertumbuhan harian, dilakukan

pengukuran bobot pada masing-masing perlakuan dengan menggunakan


penggaris dan timbangan dan di dokumentasikan menggunakan kamera Digital
Cannon seri EOS 350D.
Variabel Penunjang
SR (Survival Rate) larva ikan
Untuk menentukan Tingkat kelulus hidupan SR (Survival Rate) dengan persamaan
(Hastuti, 2011) :
SR (Survival Rate) = Total Panen x 100%
Total Tebar
Analisa Data
Data dari hasil penelitian yang diperoleh, dilakukan pengujian dengan analysis of
variance (ANAVA). Dari hasil tersebut akan diperoleh nilai F hitung dan
selanjutnya dibandingkan dengan F tabel 5 % dan 1 %, apabila nilai F hitung lebih
kecil dari F table 5% maka diterima H0 atau ditolak H1, begitu pula sebaliknya.
Apabila berpengaruh nyata, untuk melihat perbedaan antar perlakuan
(penggunaan tepung Spirulina) akan diuji menggunakan uji Beda Nyata Jujur atau
Tukey. Selanjutnya data disajikan dalam bentuk tabel dan grafik.
JADWAL KEGIATAN
Keterangan
A.
1.
2.
B.
1.
2.
3.
4.
C.
1.
2.
3.
4.

Tahap 1
Survei Lapangan
Penyiapan alat dan bahan
Tahap 2
Penentuan metode
penelitian
Perlakuan Sampel
Pembuatan Denah
Percobaan
Menghitung hasil variabel
Tahap 3
Analisa Data
Perumusan Hasil dan
Kesimpulan
Evaluasi Program
Penyusunan Laporan Akhir

Bulan ke2
3

xxx
xxxx
xx

xx
xx
xxx
xx
xx
xx
xxx

RINCIAN BIAYA
Uraian
1. Biaya Habis pakai
a. Ikan Pelangi
b. Pakan Pellet
c. Tepung Spirulina

Volume

Harga/ Satuan

Jumlah

130 ekor
2 kg
1 kg

Rp.
Rp.
Rp.

7.500
50.000
500.000

Rp.
Rp.
Rp.

975.000
100.000
500.000

1 buah
13 buah
5 buah
5 buah
1 set
4 buah
13 buah
3 buah
2 buah
5 buah
1 kg
1 set
1set
1 buah

Rp. 1.800.000
Rp.
50.000
Rp.
30.000
Rp.
25.000
Rp.
200.000
Rp.
25.000
Rp.
30.000
Rp.
50.000
Rp.
100.000
Rp.
5.000
Rp
125.000
Rp.
200.000
Rp. 1.000.000
Rp. 2.000.000

Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.

1.800.000
650.000
150.000
125.000
200.000
100.000
390.000
150.000
200.000
25.000
125.000
200.000
1.000.000
2.000.000

1 set

Rp.

20.000

Rp.

20.000

/bln x 4 x 4 Rp.
orang

30.000

Rp.

320.000

/bln x 4 x 4 Rp.
orang
b. Dokumentasi untuk preparat 1 set
Rp.
dan proses penelitian
c. Publikasi ke Jurnal
1 set
Rp.

20.000

Rp.

320.000

400.000

Rp.

400.000

200.000

Rp.

200.000

2. Peralatan Penunjang penelitian


a. Alat Pencetak pakan
b. Akuarium
c. Ember
d. Wadah Pellet
e. pH universal
f. Termometer
g. Aerator
h. Ayakan
i. Timbangan
j. Penggaris
k. Phenoxy etanol
l. Test kit
m. Toca Colour Finder
n. Kamera Digital Cannon seri
EOS 350D
o. Alat tulis
3. Perjalanan
a. Transportasi
4. Biaya penunjang
a. Komunikasi

Total Biaya Pengeluaran

Rp 9.950.000

DAFTAR PUSTAKA
Allen and Cross.1980. The Taxonomicon of Melanotaenia boesemani.
http://www.Zipcodezoo.com/melanotaenia bosemani.html,diakses 1 Januari 2013.
Allen, G.R. 1991. Field Guide to freswater Fishes of New Guinea. Publication 9 of
Cristensen Research Institute.Papua New Guinea.
Djamhuriyah S Said, W.D. Supyawati, dan Noortiningsih. 2005. Pengaruh Jenis
Pakan Dan Kondisi Cahaya Terhadap Penampilan Warna ikan Pelangi Merah

10

Glossolepis Incisus Jantan. Jurnal Iktiologi Indonesia, Volume 5, Nomor 2,


Desember 2005.
Hastuti, Sri Dwi, 2011. Buku Penuntun Praktikum. Malang. Laboratorium
Universitas Muhammadiyah Malang.
Indarti, Moh. Muhaemin, dkk, 2012. Modified Toca Colour Finder (M-Tcf) Dan
Kromatofor Sebagai Penduga Tingkat Kecerahan Warna Ikan Komet (Carasius
Auratus Auratus) Yang Diberi Pakan Dengan Proporsi Tepung Kepala Udang (Tku)
Yang Berbeda. e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan Volume I No 1
Oktober 2012 ISSN: 2302-3600.
James, R. 2010. Effect of Ditary Supplementation of Spirulina on Growth and
Phophatase Activity in Copper-Exposed Carp (Labeo rohita). The Israel Journal of
Aquaculture- Bamidgeh. Vol 62(1): 19-27.
Kurniawati, dan Iskandar, dkk, 2012. Pengaruh Penambahan Tepung Spirulina
platensis Pada Pakan Terhadap Peningkatan Warna Lobster Air tawar Huna Merah
(Cherax quadricarinatus) : Jurnal Perikanan dan Kelautan ISSN : 2088-3137. Vol.3.
No.3. September 2012:157-161.
Mara, K. I. 2010. Pengaruh Penambahan Tepung Kepala Udang dalam Pakan
Buatan Terhadap Peningkatan Warna Ikan Rainbow Merah (Glossolepis incises
Weber).Skripsi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas
Negeri Jakarta : Jakarta.
Sasson, A. 1991. Culture of microalgae in achievement and evaluation. United
Nation Educational, Scientific and Cultural Organitation (UNESCO) Place de
Pontenry : Paris . France. 104p.
Subamia,Iw; Bastiar, Musa dan Ruby, 2009. Pemanfaatan Maggot Yang Diperkaya
Dengan Zat Pemicu Warna Sebagai Pakan Untuk Peningkatan Kualitas Warna Ikan
Hias Rainbow (Melanotaenia boesemani) Asli Papua : Balai Riset Budidaya Ikan
Hias Depok: Email. Irbihat@dkp.go.id.
Sulawesty, F.1997. Perbaikan Penampilan Ikan Pelangi Merah (Glossolepis Incisus)
Jantan Dengan Menggunakan Karotenoid Total Dari Rebon. Limnotek,5 (1): :23-30
Utomo, O. Carman, dkk, 2006. Pengaruh Penambahan Spirulina Platensis Dengan
Kadar Berbeda Pada Pakan Terhadap Tingkat Intensitas Warna Merah Pada Ikan
Koi Kohaku (Cyprinus Carpio L.) : Jurnal akuakultur Indonesia, 5 (1): 1-4 (2006)
Http://Jurnalakuakulturindonesia.ipb.ac.id.
Walpole, R. E. 1992. Pengantar Statistika. Gramedia Jakarta. 515 hal.
Wijaya,2011. Boesemani Rainbow Jantan Diminati Ekspor. http://www.nirwana
aquarium.blogspot.com/2011/05/boesemani-rainbow-diminati.htm, diakses tangal 1
Januari 2013.

11

LAMPIRAN
I. Nama Biodata Ketua Serta Anggota Penelitian
Ketua Pelaksana
Nama
:
NIM
:
Tempat,Tanggal Lahir
:
Fakultas/Jurusan
: Fakultas Pertanian Peternakan/Perikanan
Alamat Asal
:
Alamat di Malang
:
Nomor Hand Phone
:
Waktu Untuk PKM
:
Email
:
Riwayat Organisasi
:
Malang,
Ketua Pelaksana

Anggota Pelaksana
Nama
NIM
Tempat, Tanggal Lahir
Fakultas/Jurusan
Alamat Asal
Alamat di Malang
Nomor Hand Phone
Waktu Untuk PKM
Riwayat Organisasi

:
:
:
:
:
:
:
:
:
Malang,
Anggota Pelaksana

Nama
Tempat, Tanggal Lahir
NIM
Fakultas/Program Studi
Alamat Asal

: Fariid Andika Laudza


: Pacitan, 14 Januari 1992
: 201010260311019
: Fakultas Pertanian-Peternakan / Perikanan
: Jl. Raya Lorok, RT.18, RW.03, desa/kec.

12

Alamat di Malang
Nomor Hand Phone
Waktu Untuk PKM
Riwayat Organisasi

Ngadirojo Pacitan
: Jl. Kanjuruhan, No. 18, Tlogomas, Malang
: +6289 763 25811
: 12 jam/minggu
: Lembaga Intra HMJ Perikanan, PSHT
Malang, 3 Novemberr 2012
Anggota Pelaksana

Fariid Andika Laudza


NIM : 201010260311019

Nama
Tempat, Tanggal Lahir
NIM
Fakultas/Program Studi
Alamat Asal
Nomor Hand Phone
Waktu Untuk PKM
Riwayat Organisasi

: Guntur Ferdian Dwi Sasongko


: Malang, 17 Agustus 1993
: 201110260311022
: Fakultas Pertanian-Peternakan / Perikanan
: Jl. Kawi 9A Blok D-4, Malang.
: 085784065988
: 8 jam/minggu
: HMJ Perikanan
Malang, 3 November 2012
Anggota Pelaksana

Guntur Ferdian Dwi Sasongko


NIM : 201110260311022

13

Biodata Dosen Pendamping


a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.

Nama Lengkap
NIP / NIDN
Fakultas / Program Studi
Alamat
Nomor Telepon
Perguruan Tinggi
Bidang Keahlian
Waktu Untuk Kegiatan

: Ganjar Adhy Wirawan S.Pi


: 0708048403
: FPP / Perikanan
: Jl. Teratai No. 8, Malang
: +6281225661561
: Universitas Muhammadiyah Malang
: Budidaya Perairan
: 4 jam

Malang, 3 November 2012


Dosen Pendamping

(Ganjar Adhy Wirawan S.Pi)


NIDN : 0708048403

14