Anda di halaman 1dari 11

Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Karyawan Pada Bagian Operator SPBU

PT. Mitrabuana Jayalestari Karawang


H.Y Ruyatnasih, SE., MM, H. Anwar Musadad, SE., MM,, Beni Hasyim, SE
Abstrak
Dalam era Globalisasi persaingan antar perusahaan semakin tinggi, sehingga perusahaan perlu
meningkatkan performancenya disegala bidang, salah satu hal terpenting adalah peningkatan pada
sumber daya manusia, hal ini bertujuan agar perusahaan dapat bertahan di tengah-tengah
persaingan global.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisa gaya kepemimpinan dan
kinerja karyawan di PT MitraBuana JayaLestari dan seberapa besar hubungannya. Metode analisa
yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif (angka) dan data kualitatif (bukan angka).
Data kuantitatif dianalisis dengan statistik. Data kualitatif adalah data yang berbentuk angka atau
data yang diangkakan. Metode kuantitatif yang digunakan adalah pengujian hipotesis korelasi.
Berdasarkan hasil penelitian maka dapat diambil kesimpulan :
1. Gaya Kepemimpinan yang di gunakan di PT MitraBuana JayaLestari adalah gaya kepemimpinan
kharismatik, hal ini dapat dapat dibuktikan berdasarkan dari hasil responden yang memberikan
hasil penilaian keseluruhan dengan rata-rata skor 286 yang berada pada skala sering, dapat
diartikan bahwa gaya kepemimpinan yang sering digunakan adalah gaya kepemimpinan
kharismatik.
2. Tingkat Kinerja Karyawan di PT MitraBuana JayaLestari berada pada tingkat baik. Hal ini dapat
dibuktikan berdasarkan dari hasil responden yang memberikan hasil penilaian kepada rekan
kerjanya, hasil keseluruhan dengan rata-rata skor 279,4 yang berada pada skala baik.
3. Gaya Kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan (=5%) terhadap Kinerja Karyawan di PT
MitraBuana JayaLestari dengan koefieisn korelasi sebesar 0,505. Sumbangan pengaruh gaya
kepemimpinan terhadap kinerja karyawan adalah 25,5 persen sedangkan sisanya dipengaruhi
oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti.
Kata Kunci : Gaya Kepemimpinan, Kinerja Karyawan
A. PENDAHULUAN
Dalam Era Globalisasi persaingan antar perusahaan semakin tinggi baik industri dagang maupun
jasa, sehingga perusahaan perlu meningkatkan performancenya disegala bidang. baik dalam hal
peningkatan Finansial, Sumber Daya Alam, Teknologi dan Sumber Daya Manusia, Meski sebuah
perusahaan telah memiliki finansial yang kuat, bahan baku yang tersedia, memiliki teknologi yang
mutakhir, serta ditunjang dengan sistem manajemen yang baik, jika sumber daya manusianya tidak
memadai maka seluruh faktor produksi tersebut tidak dapat menunjang tercapainya tujuan
perusahaan. Hal ini menjadikan Sumber Daya Manusia menjadi salah satu aset terpenting bagi setiap
perusahaan, dapat dikatakan bahwa karyawan adalah salah satu faktor penting dalam menentukan
terwujudnya tujuan suatu perusahaan. Dalam mewujudkan tujuan yang optimal tentunya
perusahaan memerlukan kinerja karyawan.
Mengapa kinerja karyawan sangat penting bagi pencapaian tujuan perusahaan? Hal ini dikarenakan
kinerja karyawan yang bekerjasama dengan pihak perusahaan. Apabila kinerja karyawan bagus maka
akan berpengaruh positif bagi perusahaan dan mencapai tujuan yang optimal. Dalam mewujudkan
tujuan yang optimal tentunya perusahaan memerlukan kinerja karyawan, Disinilah peran para
pemimpin perusahaan dibutuhkan, Pemimpin harus dapat mengelola para karyawan dengan baik dan
benar. Selain itu pemimpin pun harus dapat memberikan contoh yang baik kepada para karyawannya
B. KAJIAN PUSTAKA
1. Gaya Kepemimpinan
Menurut George R. Terry (2005:192)

Jurnal Manajemen Vol.10 No.3 April 2013

1106

Kepemimpinan adalah kemampuan seseorang atau pemimpin, untuk mempengaruhi perilaku


orang lain menurut keinginan-keinginannya dalam suatu keadaan tertentu.
Menurut Malayu S.P Hasibuan (2008:197), gaya kepemimpinan adalah; Seni seorang pemimpin
mempengaruhi perilaku bawahan, agar mau bekerja sama dan bekerja secara produktif untuk
mencapai tujuan organisasi.
Gaya kepemimpinan menurut Malayu S.P Hasibuan (2005:205), adalah sebagai berikut:
a)

b)

c)

d)

e)

Kepemimpinan otoriter
Kepemimpinan otoriter adalah jika kekuasaan atau wewenang, sebagian besar mutlak tetap
berada pada pimpinan atau menganut sistem sentralisasi wewenang. Pengambilan keputusan
dan kebijaksanaan hanya ditetapkan sendiri oleh pemimpin, bawahan tidak diikutsertakan
untuk memberikan saran, ide dan pertimbangan dalam proses pengambilan keputusan.
Kepemimpinan partisipatif
Kepemimpinan partisipatif adalah apabila dalam kepemimpinannya dilakukan dengan cara
persuasive, menciptakan kerja sama yang serasi, menumbuhkan loyalitas, dan partisipasi para
bawahan agar merasa ikut memiliki perusahaan.
Kepemimpinan delegatif
Kepemimpinan delegatif apabila seorang pemimpin mendelegasikan wewenang kepada
bawahan dengan agak lengkap. Dengan demikian, bawahan dapat mengambil keputusan dan
kebijaksanaan dengan bebas atau leluasa dalam melaksanakan pekerjaan.
Kepemimpinan kharismatik
Gaya kepemimpinan ini memiliki daya tarik dan pembawaan yang luar biasa, sehingga ia
mempunyai pengikut dan jumlahnya yang sangat luar biasa. Sampai sekarang pun orang tidak
mengetahui sebab-sebab secara pasti mengapa seseorang itu memiliki kharisma yang begitu
besar.
Kepemimpinan demokratik
Kepemimpinan demokratik menitikberatkan pada bimbingan yang efisien pada para
anggotanya. Koordinasi pekerjaan terjalin dengan baik dengan semua lini, terutama
penekanan pada rasa tanggung jawab internal (pada diri sendiri) dan kerja sama yang baik.
Kepemimpinan demokratik menghargai potensi setiap individu, mau mendengarkan nasehat
dan sugesti bawahan, bersedia mengakui keahlian para sepesialis dengan bidangnya masingmasing, pada saat-saat kondisi yang tepat.

2. Pengertian Kinerja
Menurut Anwar Prabu Mangkunegara (2008:67)
Kinerja berasal dari kata job performance atau actual performance (prestasi kerja atau prestasi
sesungguhnya yang dicapai oleh seseorang). Pengertian kinerja adalah hasil kerja secara kualitas
dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan
tanggung jawab yang diberikan kepadanya.
Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja:
1. Faktor kemampuan
2. Faktor motivasi
3. Faktor rating pegawai
C.

METODE PENELITIAN
1. Desain Penelitian
Agar data dan informasi yang diperoleh sesuai dengan permasalahan yang ada, dengan ini
menggunakan beberapa desain penelitian sebagai berikut:
Rancangan penelitian berdasarkan tujuan

Jurnal Manajemen Vol.10 No.3 April 2013

1107

Tujuan penelitian ini merupakan penelitian terapan, sebab hasil penelitiannya harus segera
dimanfaatkan untuk meningkatkan kinerja, baik untuk para perusahaan, pmpinan (atasan) maupun
para karyawan.
1. Rancangan penelitian berdasarkan metode penelitian.
Desain penelitian ini merupakan penelitian survey dimana peneliti terjun langsung kelapangan untuk
memperoleh data dengan cara observasi dan kuisioner.
1.

Rancangan Berdasarkan Tingkat Eksplanasinya.


Desain penelitian ini bersifat deskriktif yaitu mengemukakan pengaruh gaya kepemimpinan dan
kinerja karyawan pada Bagian operator SPBU PT MITRABUANA JAYALESTARI.

2.

Berdasarkan Jenis Data dan Analisisnya


Berdasarkan jenis data-data analisisnya, penelitian ini termasuk kedalam penelitian data
kuantitatif, karena data dan analisis yang digunakan secara kuantitatif yang memunculkan
angka-angka untuk dianalisa atau sama dengan data kualitatif yang dikuantitatifkan.
2.

Variabel Penelitian
Variabel penelitian adalah segala sesuatu yang terbentuk apa saja yang ditetapkan oleh
penelitian untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik
kesimpulannya (Sugiono,2011:38).
Dari permasalahan yang diteliti, terdapat dua variabel yang menjadi pokok permasalahan
yang akan dianalisis dalam penelitian ini, yaitu:
1. Variabel X (indevenden variabel) variabel gaya kepemimpinan
2. Variabel X (devenden variabel) variabel kinerja karyawan
Uraian Yang lebih jelas mengenai penjabaran variabel, subvariabel, dan indikator-indikatornya
dapat dilihat dalam tabel 3.1 dibawah ini:
Tabel 3.1
Variabel Penelitian
Variabel

Sub Variabel

Otoriter

Partisipatif
Gaya kepemimpinan
(X)

Delegatif
Kharismatik

Demokratik

Kinerja Karyawan
(Y)

Faktor kemampuan

Indikator
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Sentralisasi wewenang
Manajemen tertutup
Intruksi/perintah
Ancaman hukuman
Sistem manajemen terbuka
Desentralisasi wewenang
Kerja sama yang serasi
Delegasi wewenang
Penyerahan tanggungjawab

10. Daya Tarik


11. Kepribadian
12. Koordinasi
13. Aktif
14. Keputusan
15. Etika
16. Pengetahuan
17. Terampil
18. Keahlian
Jurnal Manajemen Vol.10 No.3 April 2013

1108

Variabel

Sub Variabel

Faktor motivasi

Faktor rating pegawai

Indikator
19.
20.
21.
22.
23.
24.
25.
26.
27.
28.
29.
30.

Sikap
Tujuan kerja
Prestasi kerja
Aktif
Keinginan maju
Kepercayaan
Kreatifitas
Kemampuan verbal
Kepemimpinan
Kuantitas kerja
Kualitas kerja
Keterampilan kerja

Sumber: * Malayu S.P Hasibuan,


(2008:205)
** Anwar Prabu Mangkunegara,
(2008:67-68)
3.

Metode Pengumpulan Data


Untuk mendukung metode tersebut peneliti menggunakan teknik pengumpulan data sebagai
berikut:
a. Populasi
b. Sampel
c. Teknik Sumpling
4. Metode Analisis Data
a. Uji validitas dan Realibilitas
Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis Validitas dan
Reliabilitas.
1) Uji validitas Instrumen
Validitas menunjukan sejauh mana skor/nilai ukuran yang diperoleh benar-benar
menyatakan hasil pegukuran/pengamatan. Validitas pada umumnya dipersalahkan berkaitan
dengan hasil pengukuran psikologis atau non fisik. Berkaitan dengan karakteristik psikologis,
hasil pengukuran yang diperoleh sebenarnya diharapkan dengan menggambarkan atau
memberikan skor/nilai suatu karakteristik lain yang menjadi perhatian utama. Macam validitas
umumnya digolongkan dalam tiga kategori besar, yaitu validitas isi (content validity), validitas
kontruk dan validitas eksternal. Untuk mengunjungi apakah pertanyaan-perntanyaan itu telah
mengukur aspek yang sama digunakan validitas konstruk.
Cara mengukur validitas konstruk yaitu dengan cara mengkorelasikan jumlah skor faktor dengan
skor total. Bila korelasi tiap faktor tersebut positif dan besarnya 0,3 ke atas maka faktor tersebut
merupakan construct yang kuat. Jadi bersadarkan analisis foktor itu dapat disimpulkan bahwa
instrumen tersebut memiliki validitas konstuksi yang baik. (Sugiyono, 2011:126).
2) Uji Realibilitas
Pengujian Reabilitas dialkyan dengan interval consistency dengan terknik belah dua (split half)
yang dianalisis dengan rumus Spearman Brown (Split half), untuk keperluan tersebut maka butirbutir instrumen dibelah dua menjadi dua kelompok, yaitu kelompok instumen ganjil dan genap,
yang kemudian masing-masing dijumlahkan untuk mendapatkan skor total setiap kelompok,
selanjutnya skot total setiap kelompok tersebut dicarikan korelasinya yang kemudian dimasukan
kedalam rumus Spearman Brown dalam buku Sugiyono (2011:131) sebagai berikut:
Dimana :

ri

2.rb
1 rb

Jurnal Manajemen Vol.10 No.3 April 2013

1109

ri = Realibilitas Internal seluruh instrumen


rb =
Korelasi product moment antara belahan pertama dan kedua
Dalam penelitian ini menggunakan program SPSS 16.
3) Uji Normalitas
Uji normalitas data dilakukan untuk menguji kenormalan distribusi data, dimana data yang
normal atau terdistribusi secara normal akan memusat pada nilai rata-rata dan median. Uji
normalitas bertujuan untuk mengetahui seberapa besar data terdistribusi secara normal dalam
variabel di dalam penelitian ini. Data yang baik yang dapat dipakai dalam suatu penelitian
adalah data yang telah terdistribusi secara normal.
4) Analisis Statistik Deskriptif
Analisis Statistik Desktiptif Yaitu suatu metode pengumpulan untuk memperoleh bahanbahan teoritis yang dapat dijadikan dasar bagi pengkajian masalah.
5) Transformasi Data
Transformasi data, berasal dari transform, merubah bentuk data. Merubah bentuk data dari
bentuk asli ke bentuk lain tanpa merubah datanya. Pada pendekatan analisis jalur seringkali
digunakan tipe data ordinal.
Tipe data tersebut merefleksikan peubah-peubah yang
sebelumnya berasal dari suatu konsep yang sudah diubah bentuknya sehingga dapat diukur
(Nazir, 1988 dalam Buku pedoman Penyusunan Tugas akhir mahasiswa, 2012). Analisis Jalur
membutuhkan perhitungan matematis didalamnya. Oleh karena itu skala pengukuran data
yang dibutuhkan minimal berskala interval. Jika data yang akan dianalisis berskala ordinal ,
maka perlu dtransformasi terlebih menjadi skala interval agar dapat digunakan untuk analisis
lebih lanjut, metode pentrasformasian data tersebut umumnya menggunakan Uji MSI (Method
of Successive Interva).
6) Analisis Korelasi
Analisis korelasi yang dimaksud adalah untuk menguji keeratan hubungan Kualitas Kehidupan
Kerja terhadap Stress Kerja Dosen di Universitas Singaperbangsa Karawang. Formulasi yang
digunakan adalah korelasi product moment method sebagai berikut :

Keterangan :
r = Koefisien Korelasi
n = Jumlah Sampel
x = Gaya Kepemimpinan
y = Kinerja Karyawan
Sumber : Sugiyono (2011:183)
Dalam penelitian ini menggunakan program SPSS 16 Untuk menginterprestasikan dapat diuraikan
pada tabel sebagai berikut:

Interval Koefisien
0,00 0,199
0,20 0,399
0,40 0,599
0,60 0,799
0,80 1,000

Tabel 3.5
Interpretasi Koefisien Korelasi
Tingkat Hubungan
Sangat rendah
Rendah
Cukup Kuat
Kuat
Sangat kuat

Sumber: Sugiyono (2011:184)

Jurnal Manajemen Vol.10 No.3 April 2013

1110

7) Uji Hipotesis
Pengujian hipotesis dalam penelitian ini adalah uji pihak kanan berarti Terdapat pengaruh
gaya kepemimpinan terhadap kinerja karyawan di PT MITRABUANA JAYALESTARI Karawang.
Dengan ketentuan :
Ho : = 0, Gaya Kepemimpinan berpengaruh terhadap Kinerja Karyawan di PT MITRABUANA
JAYALESTARI Karawang
Ha : 0, Gaya Kepemimpinan tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan di PT MITRABUANA
JAYALESTARI Karawang
D. Hasil Penelitian dan Pembahasan
1. Rekaputulasi Variabel Gaya Kepemimpinan
Tabel 4.41
Rekapitulasi Skor Hasil Perhitungan Kuesioner X
(Gaya Kepemimpinan)
No
1
2

Gaya Kepemimpinan
Kharismatik
Daya Tarik
Kepribadian

Butir Pertanyaan

Ketegasan Pimpinan
Keperibadian
Pimpinan
Total
Rata-Rata
Sumber : Data Primer Dianalisis, 2012

TP

70

126,1

Skor

Keterangan

274
298

Sering
Sangat Sering

572
286

182,2

SS

238,3 286

294,4

350

Gambar 4.19
Garis skala mengenai Rekapitulasi Gaya Kepemimpinan Kharismatik
Sumber: Analisis 2012
Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa gaya kepemimpinan yg di gunakan oleh
para pimpinan dalam mengarahkan karyawannya adalah gaya kepemimpinan Kharismatik,
dengan
skor
rata-rata
dari
skor
hasil
perhitungan
kuisioner
286.

2.

Rekapitulasi Variabel Kinerja Karyawan


Tabel 4.73
Rekapitulasi Skor Hasil Perhitungan Kuesioner Y (Kinerja)
No

Kinerja

Butir Pertanyaan

Skor

Keterangan

Jurnal Manajemen Vol.10 No.3 April 2013

1111

No

Kinerja

Butir Pertanyaan

Skor

Keterangan

Pengetahuan

Pengetahuan Karyawan

290

Baik

Terampil

Keterampilan Karyawan

298

Sangat Baik

Keahlian

Keahlian Karyawan

272

Baik

Sikap

Sikap Karyawan

285

Baik

Tujuan Kerja

Pencapaian Kesejahteraan
Karyawan

269

Baik

Prestasi Kerja

Prestasi Karyawan

290

Baik

Aktif

Keaktifan Karyawan Dalam


Berpendapat

272

Baik

Keinginan Maju

Keinginan Maju Dalam Bersaing

286

Baik

Kepercayaan

Kepercayaan Dalam Bekerja


Sama

271

Baik

10

Kreatifitas

Kreatifitas Karyawan

280

Baik

11

Kemampuan
Verbal

Kemampuan Verbal Karyawan

269

Baik

12

Kepemimpinan

Kepemimpinan Karyawan Dalam


Kelompok

267

Baik

13

Kuantitas Kerja

Kuantitas Kerja Karyawan

280

Baik

14

Kualitas Kerja

Kualitas Kerja Karyawan

277

Baik

15

Keterampilan
Kerja

Keterampilan Karyawan Dalam


Menyelesaikan Pekerjaan

286

Baik

Total

4192

Rata-Rata

279,4

Sumber : Analisis 2012


STB

70

TB

126,1

CB

182,2

SB

238,3 279,4

294,4

350

Gambar 4.36
Garis skala mengenai rekapitulasi kinerja
Sumber: analisis 2012

Jurnal Manajemen Vol.10 No.3 April 2013

1112

Dari penjelasan tabel 4.73 diatas, maka didapat garis skala seperti pada gambar 4.36 dengan
hasil skor sebesar 279,4. Artinya Kinerja karyawan pada Bagian Operator SPBU perusahaan PT
Mitra Buana Jaya Lestari dirasakan pada tingkat Baik
3.

Pengaruh Gaya Kepemimpinan terhadap Kinerja Karyawan


Berikut ini adalah analisis data yang digunakan dalm penelitian untuk mengetahui hubungan
antara Gaya Kepemimpinan terhadap Kinerja Karyawan.

a) Analisis Korelasi Person Product Moment


Karena data masih bersifat ordinal maka harus di ubah menjadi data interval dengan
menggunakan MSI. Untuk mengetahui hasil analisis antara variabel gaya kepemimpinan terhadap
kinerja dihitung menggunakan alat bantu SPSS 16 setelah di MSI dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.74
Analisis Korelasi
Correlations
Gaya_kepemimpian
Gaya kepemimpinan

Pearson
Correlation

kinerja
.505**

Sig. (1-tailed)

.000

N
Kinerja Karyawan

Pearson
Correlation
Sig. (1-tailed)

70

70

.505**

.000

70

70

**. Correlation is significant at the 0.01 level (1 tailed).


Sumber : Data Primer Dianalisis 2012
Dari tabel diatas dapat diartikan bahwa terdapat berhubungan Cukup Kuat sebesar 0.505 antara
gaya kepemimpinan dengan kinerja karyawan Hal itu dapat dilihat dari tabel 3.5 yaitu tabel
interprestasi koefisien korelasi.

4. Koefisien Determinasi
Adapun nilai koefisien determinasi/Coefisien Determinan (CD) terhadap hubungan antara variabel
gaya kepemimpinan dengan kinerja karyawan dapat dijelaskan sebagai berikut:
Tabel 4.75
Koefisien Determinasi
Model Summary
Model
1

R
.505a

R Square
.255

Adjusted R
Square

Std. Error of the


Estimate

.244

.496

a. Predictors: (Constant), gaya kepemimpinan


Sumber : Data Primer Dianalisis 2012

Jurnal Manajemen Vol.10 No.3 April 2013

1113

Adapun perhitungan pembuktian mengenai koefesien determinasi dapat dijelaskan sebagai


berikut:
CD
CD

= r x 100%
= (0,505) x 100%
= 0,255025 x 100%
CD
= 25,5%
Dari hasil perhitungan koefisien determinasi didapatkan nilai sebesar 25,5%. Artinya bahwa
sumbangan variabel gaya kepemimpinan terhadap variabel kinerja karyawan sebesar 25,5%,
sedangkan sisanya sebesar 74,5% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam
penelitian ini.
5. Pengujian Signifikasi Korelasi
Pengujian Hipotesis koefisien korelasi akan diuji pada tingkat signifikan 5% melalui uji pihak
kanan, yaitu sebagai berikut :
1) Menentukan Ho dan Ha
Ho : = 0 : Tidak terdapat hubungan antara variabel gaya kepemimpinan dengan variabel
kinerja karyawan.
Ha : >0
: Terdapat hubungan antara variabel gaya kepemimpinan dengan variabel kinerja
karyawan.
2) Menentukan f tabel
dk pembilang
= k, 2
dk penyebut
= (n - k - 1) = (70-2-1) = 67
Pengujian hipotesis penelitian dengan uji pihak kanan (one tailed) untuk koefesien korelasi pada
taraf nyata 5% dari derajat bebas 67 maka didapat nilai f tabel 1.543
Untuk f hitung adalah sebagai berikut:
Tabel 4.76
Analisis f Hitung SPSS 16
Coefficientsa
Unstandardized Coefficients
Model
1

B
(Constant)
Gaya kepemimpinan

Std. Error
1.713

.341

.479

.099

Standardized
Coefficients
Beta

f
.505

Sig.

5.023

.000

4.820

.000

a. Dependent Variable: kinerja karyawan


Sumber : Data Primer Dianalisis 2012
6. Pengujian Hipotesis
Dalam pengujian hipotesis penelitian ini pada tingkat signifikansi 5% dan dengan derajat bebas
sebesar 67 sehingga didapat nilai f tabel 1.543 dan dari analisis f hitung dengan menggunakan
program SPSS 16 didapat nilai 4.820 dengan pengertian bahwa f hitung > f tabel dan ini berarti bahwa
hipotesis nol ditolak dan hipotesis alternatif diterima yang menyatakan bahwa ada pengaruh antara
gaya kepemimpinan dengan kinerja karyawan pada PT MitraBuana JayaLestari.
E. Kesimpulan dan Saran
1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan hasil analisa mengenai pengaruh gaya
kepemimpinan dan kinerja karyawan pada bagian operator SPBU PT MitraBuana JayaLestari

Jurnal Manajemen Vol.10 No.3 April 2013

1114

karawang, maka beberapa hal yang bisa penulis jadikan kesimpulan hasil penelitian yaitu
sebagai berikut :
1. Gaya kepemimpinan yang digunakan di PT Mitra Buana Jaya Lestari karawang adalah gaya
kepemimpinan Kharismatik, hal ini dapat dilihat dari hasil kuesioner yang diajukan kepada 70
responden, dimana dari 15 pertanyaan yaitu: sentralisai wewenang, manajemen tertutup,
intruksi/perintah, ancaman hukuman, sistem manajemen terbuka, desentralisasi wewenang,
kerja sama yang serasi, delegasi wewenang, penyerahan tanggung jawab, daya tarik,
kepribadian, koordinasi, aktif, keputusan, etika yang mengandung pertanyaan tentang lima
gaya kepemimpinan, yaitu: kepemimpinan otoriter, partisipatif dan delegatif, kharismatik,
Demokratik dari hasil kuesioner 70 responden diperoleh skor 286 berada pada skala
Sering, yang artinya gaya kepemimpinan kharismatiklah yang sering digunakan pimpinan
dalam mengarahkan karyawannya.
2. Kinerja karyawan PT MitraBuana JayaLestari karawang , berdasakan hasil kuesioner,
menunjukan bahwa dari 15 pertanyaan yaitu: pengetahuan, terampil, keahlian, sikap, tujuan
kerja, prestasi kerja, aktif, keinginan maju, kepercayaan, kreatifitas, kemampuan verbal,
kepemimpinan, kuantitas kerja, kualitas kerja, keterampilan kerja yang diajukan kepada 70
responden memperoleh skor 279,4 berada pada skala baik, hal ini menunjukan bahwa
tingkat kinerja karyawan di PT Mitra Buana Jaya Lestari adalah berada pada tingkat baik.
3. Gaya kepemimpinan berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan, Dengan nilai koefisien
korelasi sebesar 0,505, artinya pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kinerja karyawan
adalah 25,5 persen, sedangkan sisanya 74,5 persen dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang
tidak diteliti dalam penelitian.
2. Saran
Sehubungan dengan penelitian yang telah penulis lakukan, ada beberapa hal yang perlu
diperhatikan oleh pimpinan PT Mitra Buana Jaya Lestari karawang diantarnya:
1. Berdasarkan hasil penelitian kuisioner, tingkat kinerja karyawan secara keseluruhan ada
pada tingkat kinerja yang baik, akan tetapi alangkah baiknya pimpinan terus menerus
melakukan evaluasi terutama pada indikator yang perlu lebih di tingkatkan lagi, salah satu
diantaranya, keleluasaan karyawan dalam menyelesaikan pekerjaan dan tanggung jawab
penuh karyawan.
2. Tingkat gaya kepemimpinan di PT MitraBuana JayaLestari karawang yang bersifat
kharismatik sebaiknya lebih di tingkatkan lagi, agar para karyawan lebih harmonis atau
suasana kerja lebih nyaman.
3. Untuk meningkatkan pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kinerja karyawan pada PT
MitraBuana JayaLestari karawang, sumber daya manusia harus lebih di tingkatkan kembali
dari sebelumnya yang mempunyai respon baik menjadi sangat baik, serta dapat
meningkatkan kenyamanan dalam bekerja karyawan yang ditempatkan.
F.

DAFTAR PUSTAKA

Abbas Syahrizal, (2008). Manajemen Perguruan Tinggi cetakan ke 1, jakarta : PT Fajar


Interpratama Offset.
Hasibuan S.P Malayu, (2008). Manajemen Sumber Daya Manusia, Edisi Revisi, Jakarta : Bumi
Aksara.
Mangkunegara Prabu Anwar, (2008). Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan. Edisi Dari
Teori Ke Praktik, Bandung : Alfabeta.
Sugiyono, Metode Penelitian Bisnis. Cetakan 13. CV ALFABETA, Bandung, (2009).

Jurnal Manajemen Vol.10 No.3 April 2013

1115

Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif,Kualitatif dan R & D. Cetakan ke 14. CV ALFABETA,


Bandung, (2011).
Terry R. George, (2005). Dasar-dasar Manajemen, cetakan ke sembilan, Jakarta : PT Bumi Aksara.
T Hani Handoko, Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia, (2008), Cetakan ke 16,
Yogyakarta.
Veithzal Rival, Performance Appraisal, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada,(2005).
Wibowo, Manajemen Kinerja, Jakarta: PT

Jurnal Manajemen Vol.10 No.3 April 2013

1116