Anda di halaman 1dari 2

Kasus pertama:

Keunikan: Gaya bahasa yang digunakan pada kasus ini bercampur antara bahasa
Indonesia dan bahasa daerah jawa
Analisis: Jika melihat kasus tersebut mengapa terjadi percampuran 2 atau lebih
bahasa yang digunakan dapat disebabkan faktor lingkungan tempat dia berasal
sebelum dan saat ini ia berada hal tersebut memungkinkan dimana mayoritas
tempat keberadaannya sekarang mayoritas menggunakan bahasa daerah jawa
sehingga agar dapat beradaptasi dengan lingkungan barunya ia harus memahami
bahasa yang mayoritas ada disekitarnya. Contoh: udah mangan?

Kasus kedua:
Keunikan: Gaya berbicara yang terlalu cepat sehingga kadang tidak terdengar oleh
lawan bicaranya
Analisis: Masalah ini sering terjadi lantaran terlalu gugup dengan lawan bicaranya
atau memang bawaan dari daerah asalnya dan terkadang gaya bahasa seperti ini
sering terjadi karena proses otak yang terlalu cepat dalam mengeluarkan kata yakni
diatas rata-rata yakni diatas 140 kata permenit.

Kasus ketiga
Keuniikan: Gaya bahasa dimana suata kata dibalik contohnya malang menjadi
ngalam
Analisis: Gaya bahasa ini cukup terkenal atau sering digunakan orang yang
menetap dimalang.Menurut sumber yang saya dapat dengan bertanya kepada
orang menetap lama dimalang ada anggapan bahwa gaya bahasa seperti ini dahulu
digunakan sebagai bahasa sandi untuk menyampaikan informasi rahasia agar sulit
dikenali oleh penjajah saat zaman kolonial belanda. Sampai sekarang pun bahasa
ini masih sering digunakan akan tetapi dalam konteks pembicaraan yang lebih
umum.

Kasus keempat
Keunikan: Gaya bahasa yang makna berkebalikan contoh: Kamu pinter banget
belum ngerjain tugas buat hari ini
Analisis: Gaya bahasa seperti ini sering kali disampaikan dengan maksud menyindir
akan tetapi memperhalus tutur kata sehingga terdengar lebih intelek. Gaya bahasa
seperti belum jelas asal usul nya,sering sekali digunakan sebagai bahasa
perkawanan atau digunakan dalam pergaulan biasanya digunakan kepada teman
sebaya.

Kasus Kelima
Keunikan: Gaya bahasa dimana kata nya disingkat contoh: dimana menjadi dmns
Analisis: Gaya bahasa disingkat ini mulai sering digunakan saat chatting di media
social atau pun menggunakan sms(short message system) dasar penggunakan
penyingkatan ini yakni adalah penghematan karakter dimana dalam satu buah sms
hanya disediakan 140 karakter begitu pula dengan beberapa media social seperti
twitter yang hanya menyediakan 140 karakter per satu kali update atau yang kita
kenal dengan tweet. Dengan seiring perkembangan zaman penyingkatan kata ini
sudah sering terjadi dalam bahasa pergaulan dapat dikatakan bahasa ini adalah
bahasa yang popular dalam pergaulan.