Anda di halaman 1dari 3

Studi Kasus : Crohns Disease (CD)

Keluhan Utama:Saya kadang-kadang mengalami diarrhea ,dan kadang-kadang diarenya


berdarah. Kadang-kadang disertai dengan nyeri perut. Saya merasa capek dan letih dan saya
kehilangan berat badan.
Sejarah penyakit
KK pria 28 thn datang ke klinik dengan sejarah keluhan diare intermiten selama 3 bulan. KK
mengeluh BAB encer 1 2 kali/hari sampai saat ini. Ini berbeda dari jadwal BAB nya yg rutin.
4 minggu terakhir, KK juga mendeteksi ada darah di fesesnya. Diarenya kadang-kadang
disertai dengan nyeri perut ringan yg cepat membaik. Gejala ini menyebabkan masalah bagi
KK karena dia adalah sales representative untuk suatu perusahaan obat dan KK
menghabiskan banyak waktu mengendara mobil untuk datang ke appointment. KK hilang
berat badan 2,5 kg selama keluhannya ini dan KK tidak ingin nyeri perutnya bertambah
parah. KK meggunakan ibuprofen untuk nyeri perutnya dan New Diatab untuk diarenya,
kedua obat hanya membantu sedikit. KK tidak ada kontak dengan orang sakit dan KK tidak
melakukan travel keluar negeri akhir-akhir ini atau kedaerah terpencil.
Sejarahmedis
GERD
Sinusitis (terakhir diobati dg antibiotik 8 bulan yl)
Allergic rhinitis
Bronkokontriksi yg dipacu oleh olah raga
Sejarahkeluarga
Ayah menderita DM, ibu menderita hipertensi. Kakak perempuan menderita Crohnn
Disease.
Social history
Belum nikah. Bekerja sebagai sales untuk suatu perusahaan obat. Kadang-kadang minum
alcohol. Merokok 0,5 bungkus/hari x 10 thn .
Obat-obat yang sedang digunakan
Loratadine 10 mg 1x /hari
Fluticasone dua semprot tiap lubang hidung bila perlu
Ibuprofen 400 mg setiap 8 12 jam bila perlu untuk nyeri
New Diatab bila perlu setiap diare
Albuterol MDI bila perlu sebelum olah raga
Alergi
Sulfa (rash-parah)
Review of System
Tidak ada kontak dg orang yg sedang sakit. Heartburn (sendawa) 1 2 kali per minggu dan
rhinorrhea 1 2 kali per minggu.Tidak ada batuk, sesak napas, sakit kepala, atau perubahan
status mental. Tidak ada nyeri lutut atau nyeri sendi. Tidak ada jaundice atau ruam. Tidak
ada sariawan.

Tanda Vital
Duduk: tekanan darah 139/89 mmHg, denyut nadi 82; berdiri: tekanan darah 136/70 mmHg
, denyut nadi 85; kecepatan napas 17, suhu 37.9C; BB 90 kg, Tinggi 173 cm
Kulit
Tidak ada lesi atau ruam
Hasil Lab
Na 139 mEq/L
K 3.0 mEq/L
Cl 100 mEq/L
CO2 26 mEq/L
BUN 15 mg/dL
SCr 1.1 mg/dL
Glu 104 mg/dL
Ca 8.7 mg/dL
Phos 3.9 mg/dL
Hgb 12 g/dL
Hct 37%
RBC 2.86 106/mm3
Plt 400 103/mm3
WBC 12.7 103/mm3
AST 25 IU/L
ALT 28 IU/L
Alkphos 50 IU/L
Total bili 1.2 mg/dL
Direct bili 0.6 mg/dL
Albumin 4.1 g/L
CRP 13 mg/dL
Lipase 15 units/L
ESR 105 mm/h
Feses O & P (Ova dan Parasit) ()
Feses Clostridia. Difficile toxin ()
Radiology
X-ray abdomen: tidak ada obstruksi, pelebaran, atau free air.
Colonoscopy:
Terlihat inflamasi seperti batu kerikil (cobblestone) didaerah terminal ileum. Proses inflamsi
meluas dibawah mukosa intestinal, dan terlihat kerapuhan mukosa dan pendarahan yg
baru. Dari hasil biopsy mukosa intestinal terlihat infiltrasi leukosit dan submucosal
grandulomas yg konsisten dengan CD yg sedang aktif.
Penaksiran/penilaian
Pria 28 thn dengan onset-baru Crohns Disease aktif melibatkan terminal ileum yang
memerlukan pengobatan.

Identifikasi masalah
1. a. Cantumkan daftar masalah terapi obat pasien
b. Gejala, symptom, dan perubahan hasil lab apa saja pada pasien ini yang konsisten
dengan CD ?
c. Seberapa parahkah CD yg diderita pasien ? Jelaskan
d. Faktor apa yg menjadikan atau memperparah CD yg diderita pasien ?
e.Manifestasi extraintestinal apa yg dpt muncul pada pasien dengan CD ?
Outcome yang diinginkan
2.Cantumkan tujuan farmakoterapeutik untuk pasien ini.
Pengobatan
3. Terapi dengan obat apa saja yg dapat digunakan untuk mengobati CD pasien ini ?
Sebutkan rencana pengobatan yang lengkap untuk menangani CD pasien ini termasuk
nama obat, bentuk sediaan, dosis, jadwal pemberian, dan lama terapi.
Evaluasi outcome
4. Parameter2 apa yang harus dimonitor untuk menilai efikasi dan toksisitas dari
regimen obat yang anda pilih ?
Edukasi ke Pasien
5. Bagaimana anda memberi edukasi ke pasien tentang terapi CD-nya untuk
meningkatkan kepatuhan, meminimalkan efek samping, dan meningkatkan
keberhasilan terapi ?

Perjalanan Penyakit
Saat ini 12 bulan setelah pengobatan dimulai. Remisi tercapai setelah 3 bulan dari
pengobatan awal. Setelah remisi, KK meneruskan terapi selama 12 minggu, dimana terapi
obat lalu dihentikan. KK hanya mengalami beberapa episode diare dan nyeri abdomen 6
bulan berikutnya. Tetapi, selama seminggu terakhir KK mengalami peningkatan episode
buang air besar sampai 3 4 kali/hari kadang-kadang disertai darah. KK juga mengalami
nyeri abdomen yang berarti, merasa tidak nyaman, demam, dan dehidrasi yg memerlukan
perawatan di RS. KK dirawat dengan kambuh kembali CD (moderat s/d parah).

Pertanyaan tambahan
1. Dengan informasi baru diatas, bagaimana saran anda untuk merubah terapi obat pasien ?
2. Apa yang anda ketahui mengenai pengobatan CD dengan Infliximab utk pasien ini ?

Anda mungkin juga menyukai