Anda di halaman 1dari 8

Kabupaten Pontianak adalah salah satu Daerah Tingkat II di provinsi Kalimantan Barat. Ibu kota kabupaten ini terletak di Mempawah. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 1.276,90 km² dan berpenduduk sebesar kurang lebih 234.021 jiwa [2] .

Secara geografis Kabupaten Pontianak terletak pada posisi 0°44’ Lintang Utara dan 0°0,4’ Lintang Selatan serta 108°24’ - 109°21,5’ Bujur Timur. Karakter fisik wilayah terdiri dari daerah daratan dan pulau-pulau pesisir yang memiliki lautan.

Secara administratif perbatasan Kabupaten Pontianak adalah sebagai berikut:

Utara Selatan Barat Timur
Utara
Selatan
Barat
Timur

Luas Wilayah

Pada tahun 2007 Kabupaten Pontianak dimekarkan dengan membentuk Kabupaten Kubu Raya yang didasarkan pada Undang-undang Nomor 35 tahun 2007 tentang Pembentukan Kabupaten Kubu Raya. Sebelumnya pada tahun 1999 Kabupaten Pontianak juga telah dimekarkan dengan membentuk Kabupaten Landak yang didasarkan pada Undang-undang Nomor 55 tahun 1999 yang kemudian diubah dengan Undang-undang Nomor 15 tahun 2000 tentang Perubahan Undang-undang Nomor 55 tahun 1999 tentang Pembentukan Kabupaten Landak.

Sebagai konsekuensi langsung dari pemekaran tersebut adalah berkurangnya luas Kabupaten Pontianak secara signifikan dari 18.171,20 km² dengan 28 kecamatan sebelum tahun 1999 (dimekarkannya Kabupaten Landak) menjadi 8.262,10 km² dengan 18 kecamatan setelah pemekaran. Selanjutnya dengan pemekaran kembali Kabupaten Pontianak dengan membentuk Kabupaten Kubu Raya pada tahun 2007, maka luas Kabupaten Pontianak semakin mengecil menjadi hanya seluas 1.276,90 km² dengan 9 kecamatan, 60 desa serta 7 (tujuh) kelurahan.

Kondisi

Sebelum

dimekarkan

Pemekaran

Kabupaten

Landak tahun

1999

Pemekaran Kabupaten Kubu Raya tahun 2007

Luas Kabupaten Hasil Pemekaran(Km²)

Luas Kabupaten Pontianak Setelah Dimekarkan(Km²)

Jumlah Kecamatan di Kabupaten Pontianak Setelah Pemekaran

-

18.171,20

28

9.909,10

8.262,10

18

6.985,20

1.276,90

9

Dengan kondisi demikian dapat dilihat bahwa Kabupaten Pontianak pada tahun 2008 memiliki 9 kecamatan dengan komposisi luas sebagai berikut:

Dengan kondisi demikian dapat dilihat bahwa Kabupaten Pontianak pada tahun 2008 memiliki 9 kecamatan dengan komposisi

Kantor bupati Pontianak.

Kecamatan

Luas (Km²)

Siantan

160,30

12,55

Segedong

164,00

12,84

Sungai Pinyuh

121,12

9,49

Anjongan

80,58

6,31

Mempawah Hilir

191,62

15,01

Mempawah Timur

62,78

4,92

Sungai Kunyit

156,60

12,26

Toho

112,63

8,82

Sadaniang

227,27

17,80

Persentase Luas (%)

Sumber: BPS Kabupaten Pontianak

Daerah Pemerintahan Kabupaten Pontianak pada tahun 2008 paska pemekaran dengan Kabupaten Kubu Raya terdiri dari 9 kecamatan, 7 kelurahan dan 60 desa. Kecamatan terluas adalah Kecamatan Sadaniang dengan luas 213,90 km2 atau 16,75 persen, sedangkan yang terkecil adalah Kecamatan Anjongan dengan luas wilayah 80,58 km2 atau 6,31 persen dari luas wilayah Kabupaten Pontianak.

Kabupaten Pontianak setelah pemekaran dengan Kabupaten Kubu Raya, batas wilyah administratif berbatasan dengan:

Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Bengkayang

Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Kubu Raya dan Kota Pontianak

Sebelah Barat berbatasan dengan Laut Natuna.

Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Landak.

http://pontianakkab.go.id/v2/#

Kabupaten Pontianak menempati luas wilayah ketiga terkecil setelah Kota Pontianak dan Kota Singkawang, dari seluruh luas wilayah Propinsi Kalimantan Barat sebesar 146.807 Km2. Dengan demikian Kabupaten Pontianak hanya menempati 0,87% dari luas wilyah Propinsi Kalimantan Barat.

Dengan luas wilayah 2.797,88 Km2, terdiri dari 9 Kecamatan 60 Desa serta 7 Kelurahan. Dengan luas wilayah Kecamatan Masing-masing sebagai berikut :

Luas Wilayah Kecamatan dan Desa/Kelurahan Kabupaten Pontianak Tahun 2008

Kabupaten Pontianak menempati luas wilayah ketiga terkecil setelah Kota Pontianak dan Kota Singkawang, dari seluruh luas

Luas wilayah Kecamatan Kabupaten Pontianak cukup potensial untuk pertanian dan perkebunan. Potensi ekonomi ini berupa 109.490 Ha merupakan jenis lahan yang bisa diusahakan. Luas wilayah Kabupaten Pontianak ini terdiri dari hutan rakyat, perkebunan, hutan negara, belum diusahakan dan lainnya.

Luas Wilayah Menurut Jenis Penggunaan Tanah(Ha) Di Kabupaten Pontianak

Kabupaten Pontianak menempati luas wilayah ketiga terkecil setelah Kota Pontianak dan Kota Singkawang, dari seluruh luas

sarkan data Dinas Dukcapil Kab. Pontianak, jumlah penduduk terbesar terdapat Kecamatan Sungai Pinyuh yang memiliki 20,14% dari Jumlah penduduk Kabupaten Pontianak. Dan penduduk terkecil berada di Kecamatan Sadaniang dengan persentase penduduk sebesar

4,06%.

Jumlah penduduk Kabupaten Pontianak sampai dengan Desember 2008 berjumlah 254.409 jiwa, dengan persentase jenis kelamin laki-laki lebih banyak 51,04 % dan penduduk perempuan 48,96 %, dengan jumlah kepala keluarga 67.193 KK.

Penduduk Menurut Jenis Kelamin, Kepala Keluarga Kab. Pontianak Tahun 2008

masyarakat sebagian besar berada di sektor non formal. Struktur geografis dan penduduk yang lebih mengandalkan pengolahan

masyarakat sebagian besar berada di sektor non formal. Struktur geografis dan penduduk yang lebih mengandalkan pengolahan hasil alam dan berdampak pada usaha perdagangan, maka perusahaan formal masih sangat jarang dilaksanakan masyarakat. Berikut ini data perusahaan formal berdasarkan penerbitan SITU termasuk koperasi di Kabupaten Pontianak.

Perusahaan Formal Yang Terdaftar Di Kab.Pontianak Tahun 2008

masyarakat sebagian besar berada di sektor non formal. Struktur geografis dan penduduk yang lebih mengandalkan pengolahan

Perusahaan Formal diatas tidak termasuk perusahaan perorangan yang memiliki izin dan legalitas lainnya. Berikut ini perusahaan perorangan dan kegiatan usaha non formal berdasarkan penerbitan wajib pajak di Kabupaten Pontianak:

Perusahaan Wajib Pajak Kab.Pontianak Kondisi Tahun 2008

masyarakat sebagian besar berada di sektor non formal. Struktur geografis dan penduduk yang lebih mengandalkan pengolahan

Kegiatan usaha masyarakat juga dapat dilihat dari penerbitan berbagai surat izin usaha, berikut ini kegiatan usaha masyarakat baik perorangan maupun berbadan hukum yang berdasarkan penerbitan surat izin usaha di Kabupaten Pontianak

Perusahaan Berdasarkan Izin Perindustrian yang Terdaftar Kab.Pontianak

Dalam Tahun 2008 jumlah Surat Izin Tempat Usaha (SITU) (yang bisa menjadi tolak ukur untuk perusahaan-perusahaan

Dalam Tahun 2008 jumlah Surat Izin Tempat Usaha (SITU) (yang bisa menjadi tolak ukur untuk perusahaan-perusahaan yang terdaftar) sebanyak 826 perusahaan berbadan hukum dan perorangan. Jumlah ini masih belum memadai dibandingkan dengan banyaknya kegiatan usaha masyarakat, sehingga dapat diprediksi bahwa kegiatan usaha masyarakat terbanyak dilaksanakan tanpa legalitas usaha atau usaha non formal.

Kondisi ini menunjukkan rendahnya akses masyarakat terhadap legalitas usaha. Fenomena ini perlu menjadi perhatian pihak-pihak terkait sehingga perlu formulasi program yang tepat untuk usaha-usaha masyarakat yang dilaksanakan disektor non formal.

Selain itu Lembaga Ekonomi Masyarakat yang berbadan hukum yaitu koperasi dan belum berbadan hukum seperti Lembaga Keuangan Masyarakat (LKM), untuk Kabupaten Pontianak, dapat dilihat pada table berikut ini:

Koperasi dan LKM Kab.Pontianak

Dalam Tahun 2008 jumlah Surat Izin Tempat Usaha (SITU) (yang bisa menjadi tolak ukur untuk perusahaan-perusahaan

Dengan jumlah 166 Koperasi, jumlah ini merata tersebar pada seluruh Kecamatan Kabupaten Pontianak. Namun jumlah ini belum merata tersebar di semua Desa/Kelurahan, sedangkan keberadaan Koperasi dan LKM yang berjumlah 190, dimana koperasi dan LKM bisa berada ditengah-tengah masyarakat sampai pelosok desa, dan untuk membantu peningkatan ekonomi masyarakat, maka keberadaan koperasi bisa menjadi perpanjangan tangan pemerintah untuk membantu berbagai fasilitas peningkatan ekonomi masyarakat. Dengan peranannya seperti ini, idealisnya setiap desa memiliki koperasi dan LKM. Namun keberadaan koperasi di

Kabupaten Pontianak ini masih perlu ditingkatkan lagi aktifitasnya sehingga mampu membantu pembangunan ekonomi masyarakat.

Secara umum jumlah usaha yang terdapat di Kabupaten Pontianak dikelompokkan berdasarkan bidang/jenis usahanya diluar usaha Agrobisnis. Berikut ini data jumlah usaha yang terdapat di Kabupaten Pontianak diluar Usaha Agrobisnis.

Jumlah Usaha Menurut Bidang/Jenis Usaha

Kabupaten Pontianak ini masih perlu ditingkatkan lagi aktifitasnya sehingga mampu membantu pembangunan ekonomi masyarakat. Secara umum

Diluar usaha agrobisnis, kegiatan usaha terbesar pada industri pengolahan dan perdagangan besar serta eceran, dan merupakan aktifitas usaha yang banyak dilakukan masyarakat baik secara formal maupun non formal.

Di Kabupaten Pontianak Umumnya, ada beberapa investasi yang masuk baik berupa Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) maupun Penanaman Modal Asing (PMA). Berikut ini PMA dan PMDN di Kabupaten Pontianak:

Penanaman Modal Dalam Negeri dan Penanaman Modal Asing

Perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penamanam Modal Asing (PMA) terbanyak di Kecamatan Siantan, berbagai

Perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penamanam Modal Asing (PMA) terbanyak di Kecamatan Siantan, berbagai industri pengolahan pada umumnya dibangun di Kecamatan Siantan, sehingga Kecamatan Siantan termasuk sebagai penyumbang PDRB cukup besar di Kabupaten Pontianak

Sedangkan beberapa Kecamatan seperti Sadaniang, Segedong, dan bahkan Kecamatan Mempawah Hilir belum ada perusahaan yang masuk, padahal dengan melihat potensi wilayah daratan dan laut yang cukup besar, jika dapat dimanfaatkan dengan optimal akan bisa membangkitkan sektor ekonomi masyarakat.

Visi

TERWUJUDNYA MASYARAKAT YANG BERKUALITAS DAN SEJAHTERA TAHUN

2014.

M I S I

  • 1. Meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada tuhan yang maha esa serta kerukunan hidup beragama.

  • 2. Meningkatkan kualitas derajat kesehatan masyarakat.

  • 3. Meningkatkan kualitas sumberdaya manusia dan pemberdayaan perempuan.

5.

Meningkatkan perekonomian yang berorientasi pada masyarakat.

  • 6. Meningkatkan kualitas dan kuantitas infrastruktur.

  • 7. Meningkatkan peran pemuda, olah raga dan budaya.

  • 8. Meningkatkan supermasi hukum dan hak azasi manusia