Anda di halaman 1dari 2

A.

Pemeriksaan hewan sakit


Pemeriksaan hewan sakit perlu dilakukan jika hewan
peliharaan kita terserang penyakit dengan banntuan medis
agar penyakit segera dapat teratasi dan tidak menimbulkan
kerugian atau pun menularkan kepada manusia. Beberapa
hewan beikut ini dapat menularkan penyakit pada manusia
diantaranya adalah monyet, kelelawar, kelinci liar, burung,
tikus, reptil, sapi, anjing, kucing. Dalam menangani hewan
sakit ini perlu dilakukan diagnose. Diagnosa adalah proses
pertama yang dilakukan untuk menangani dan menentukan
suatu jenis penyakit sehingga dapat member pengobatan
yang sesuai. (Juanda. 2007)
Dalam tahap diagnosa, dilakukan beberapa proses
meliputi : anamnesa, pemeriksaan fisik (Pemeriksaan status
praesen, pemeriksaan klinis), pemeriksaan laboratorik. Tahap
pertama adalah anamnesa, anamnesa adalah upaya
mengumpulkan semuainformasi dasar yang berkaitan dengan
penyakit pasien sehingga dapat di buat penilaian keadaan
pasien (Mochtar. 2009). Setelah dilakukan anamnesa, tahap
selanjutnya adalah dilakukan pemeriksaan fisikseperti
inspeksi, palpasi, perkusi, auskultasi. Tahap selanjutnya adalah
pemeriksaan status praesen, pemeriksaan ini bertujuan untuk
mengetahui kondisi patologis berdasarkan kondisi fisik dan
fungsi organ (Malkmus, ?). pemeriksaan status praesen
meliputi keadaan umum hewan seperti : Sikap Berdiri, Turgor
Kulit, Selaput Lendir Mata, Cermin Hidung, Kondisi Bulu dan
Kulit, Suhu Tubuh berapa derajad celcius, Frekuensi Nafas
setiap menit, Frekuensi Pulsus setiap menit dan jumlah Gerak
Rumen setiap 5 menit.

Juanda, H.A. 2007. Solusitepatbagipenderita TORCH.PT


wangsajatralestari. Solo. P:19

Mochtar, I. 2009. Dokterjugamanusia.Gramediapustakautama.


Jakarta. P:61
Malkmus, Bernhard. Clinical diagnostics of the internal
diseases of domestic animals. University of California Libraries. California.
P :21