Anda di halaman 1dari 6

Jaringan

Embrional
dan Lemak

Tsana Vania Y
Vian Aldi
Zaki Alifsyah Putra .AR
X MIA 3

Jaringan Embrional
A. Pengertian Jaringan Embrional
Jaringan embrional adalah jaringan muda yang sel-selnya senantiasa membelah,
jaringan ini merupakan hasil pembelahan sel zigot.

B. Proses Terbentuknya Jaringan Embrional


Pada tahap awal terbentuknya embrio, sel-sel penyusunnya mempunyai bentuk sama.
Namun dalam perkembangan selanjutnya sel-sel tersebut akan membelah dan
mengalami perubahan bentuk maupun fungsi , proses ini disebut spesialisasi. Hasil
spesialisasi ini antara lain, lapisan jaringan embrional.

C. Lapisan pada Jaringan embrional


1. Lapisan Ektoderm , merupakan lapisan terluar yang menutupi permukaan
embrio. Ektoderm akan berkembang menjadi penutup luar tubuh hewan dan
pada hewan anggota filum tertentu, ektoderm akan menjadi sistem saraf pusat.
2. Lapisan Endoderm , merupakan lapisan terdalam dan menutupi saluran
pencernaan yang sedang berkembang (arkenteron). Endoderm akan
berkembang menjadi saluran pencernaan, hati, dan paru-paru pada Vertebrata
3. Lapisan Mesoderm , terletak di antara ektoderm dan endoderm. Mesoderm
akan menjadi otot dan organ lainnya yang terletak diantara saluran pencernaan
dan penutup luar tubuh.

D. Jaringan Embrional Menurut Jumlah Lapisan Hewan


1) Hewan Diploblastik

Hewan diploblastik adalah hewan yang embrionya terdiri atas 2 lapis yaitu
lapisan luar (ektoderm) dan lapisan dalam (endoderm)

Contoh : Coelenterata, tidak mempunyai mesoderm

2) Hewan Triplobastik

Hewan Triplobastik adalah hewan yang embrionya terdiri atas 3 lapis yaitu
lapisan luar (ektoderm), lapisan tengah (mesoderm) dan lapisan dalam
(endoderm)

Contoh : Contoh: cacing tanah, siput, Arthropoda, dan Chordata

Pembagian Hewan Triploblastik


1. Triploblastik aselomata, merupakan hewan triploblastik yang solid atau tidak
memiliki rongga diantara saluran pencernaan dan dinding tubuh.
Contohnya Platyhelminthes (cacing pipih).
2. Triploblastik pseudoselomata merupakan hewan triploblastik yang memiliki
rongga tubuh
semu atau rongga tubuh yang tidak sepenuhnya dilapisi
jaringan dari mesoderm.
Contohnya Nematoda (cacing gilik).
3. Triploblastik selomata, merupakan hewan triploblastik yang memiliki rongga
tubuh (selom) sejati dan dilapisi jaringan yang berasal dari mesoderm.
Contohnya Annelida, Mollusca, Arthropoda, Echinodermata, dan Vertebrata.

Jaringan Lemak
A. Pengertian Jaringan Adiposa (Lemak)

Jaringan lemak merupakan depot penyimpanan energi yang paling besar bagi
mamalia. Tugas utamanya adalah untuk menyimpan energi dalam bentuk
trigliserida melalui proses lipogenesis yang terjadi sebagai respons terhadap
kelebihan energi dan memobilisasi energi melalui proses lipolisis sebagai
respons tefhadap kekurangan energi. Pada keadaan normal, kedua proses ini
diregulasi dengan ketat. Jaringan lemak merupakan jaringan ikat yang
mempunyai fungsi sebagai tempat penyimpanan lemak dalam bentuk
trigliserida.

Pada mamalia, jaringan lemak terdapat dalam 2 bentuk: jaringan lemak putih
dan jaringan lemak coklat. Keberadaannya, jumlah dan distribusi tergantung
pada spesies.

B. Macam Macam Jaringan Lemak

(A) Jaringan lemak putih mempunyai 3 fungsi, yaitu isolasi panas, bantalan mekanik, dan
yang paling penting sebagai sumber energi. Jaringan lemak subkutan yang terletak langsung
di bawah kulit, merupakan penahan panas bagi tubuh, karena ia mempunyai daya konduksi
sebesar 1/3 dibandingkan dengan jaringan lain Kemampuan menahan panas tergantung pada
tebal lapisan lemak. Jaringan lemak juga melapisi organ tubuh bagian dalam dan bertindak
sebagai pelindung organ tersebut.

(B) Jaringan lemak coklat berfungsi untuk mempertahankan panas tubuh (termogenesis).
Fungsi utama jaringan lemak adalah untuk tempat penyimpanan energi dalam bentuk
trigliserida dan melepaskannya sebagai asam lemak bebas dan gliserol yang merupakan
sumber energi yang berasal dari lemak.

C. Morfologi dan Perkembangan Jaringan Lemak

Droplet lemak dalam jaringan lemak dapat berbentuk unilokular dan/atau


multilokular.

Sel unilokular merupakan suatu droplet lipid yang besar, yang akan mendorong
inti sel ke arah membran plasma sehingga sel akan menyerupai sebuah
cincin. Sel unilokular merupakan karakteristik jaringan lemak putih dan
mempunyai berbagai ukuran yang berkisar antara 20-200 mikron.
Mitokondrianya terutama ditemukan pada daerah pinggir sel yang lebih tebal
sitoplasmanya di dekat inti sel. Sel droplet lemak besar tidak mempunyai
organel kecil intrasel. Sel multilokular yang umumnya didapat di sel lemak
coklat mengandung banyak droplet yang lebih kecil.

D. Distribusi Jaringan Lemak

Akumulasi lemak ditentukan oleh keseimbangan antara sintesis lemak


(lipogenesis) dan pemecahan lemak (lipolisis - oksidasi asam lemak). Di
samping kedua faktor tersebut, faktor lain yang juga berpengaruh adalah
gender.

Faktor yang berhubungan dengan peningkatan risiko penyakit adalah kelebihan


lemak viseral dan bukan lemak subkutan pada tubuh.

E. Metabolisme Lemak

Pemahaman mengenai nutrisi, hormonal, dan terutama regulasi transkripsional lipogenesis


telah berkembang pesat. Lipogenesis dirangsang oleh diet tinggi karbohidrat, namun juga
dapat dihambat oleh adanya asam lemak tak jenuh ganda dan dengan berpuasa.

Efek tersebut sebagian diperantarai oleh hormon yang dapat menghambat (seperti hormon
pertumbuhan, leptin) atau merangsang (seperti insulin) lipogenesis.
Sterol regulatory element binding protein-1 adalah mediator penting pada kerja pro-lipogenik
atau anti-lipogenik beberapa hormon dan nutrisi. Faktor transkripsi lain yang berhubungan
dengan lipogenesis adalah peroxisome proliferator activated receptor-y.
Kedua faktor transkripsi tersebut merupakan target menarik untuk intervensi farmakologi
pada kelainan seperti hipertrigliseridemia dan obesitas

Lipogenesis
Lipogenesis harus dibedakan dengan adipogenesis yang merupakan proses
diferensiasi pra-adiposit menjadi sel lemak dewasa. Lipogenesis adalah proses
deposisi lemak dan meliputi proses sintesis asam lemak dan kemudian sintesis
trigliserida yang terjadi di hati pada daerah sitoplasma dan mitokondria dan jaringan
adiposa. Energi yang berasal dari lemak dan melebihi kebutuhan tubuh akan disimpan
dalam jaringan lemak. Demikian pula dengan energi yang berasal dari karbohidrat dan
protein yang berasal dari makanan dapat disimpan dalam jaringan lemak

Lipolisis
Lipolisis merupakan suatu proses di mana terjadi dekomposisi kimiawi dan
penglepasan lemak dari jaringan lemak. Bilamana diperlukan energi tambahan maka
lipolisis merupakan proses yang predominan terhadap proses lipogenesis. Enzim
Honnone Sensitive Lipase (HSL) akan menyebabkan terjadinya hidrolisis trigliserida
menjadi asam lemak bebas dan gliserol.