Anda di halaman 1dari 5

Distribusi Air

A. Nama dan prinsip kerja dari komponen.


1. Motor Sinkron
Definisi :
Motor Sinkron merupakan perangkat elektromagnetik yang mengubah
energi listrik ke energi mekanik. Energi mekanik tersebut digunakan
untuk memutar impeler pada pompa.
Fungsi :
Untuk mengoperasikan pompa yang berada di bawah Motor Sinkron.
Prinsip Kerja:
Adapun prinsip kerja dari motor sinkron, yaitu motor sinkron
mempunyai belitan stator yang menghasilkan medan putar dan
dieksitasi oleh sebuah sumber tegangan di luar mesin dan karenanya
membutuhkan slip ring dan sikat brush untuk memberikan arus kepada
rotor. Pada motor sinkron, rotor terkunci dengan medan putar dan
berputar dengan kecepatan sinkron. Jika motor sinkron dibebani ke titik
dimana rotor ditarik keluar dari keserempakannya dengan medan
putar, maka tidak ada torque yang dihasilkan, dan motor akan
berhenti. Motor sinkron bukanlah self-starting motor karena torque
hanya akan muncul ketika motor bekerja pada kecepatan sinkron.
2. Pompa
Merk : Grundfos
Prinsip Kerja :
Mengubah Energi kinetic (kecepatan) cairan menjadi energy potensial
(dinamis) melalui suatu impeller yang berputar dalam casing. Gaya
sentrifugal ialah sebuah gaya yang timbul akibat terjadi gerakan
sebuah benda atau partikel melalui lintasan lengkung (melingkar).
Klasifikasi :
Pompa bertingkat banyak (multistage)
3. Peredam Getaran (Expansion Joint)
Definisi :
Expansion joint merupakan salah satu dari beberapa jenis sambungan
yang sangat sering dipakai dan memegang peran penting pada suatu
system perpipaan. Expansion Joint adalah salah satu jenis sambungan
yang dipakai untuk meredam getaran yang di timbulkan pipa.
Getaran yang diakibatkan oleh pompa akan mengakibatkan getaran
yang yang berlebihan yang akan merambat melalui pipa-pipa apalagi
dengan menggunakan pompa dengan kapasitas yang besar untuk
instalasi perpiaan maka akan terajdi getaran yang berlebih. Kerugian
yang akan dihasilkan jika tidak menggunakan peredam getaran, yaitu
a. Terjadinya getaran yang berlebihan yang akan merusak pipa.
b. Merubah kontruksi pada instalasi perpipaan.
c. Menurunkan debit aliran fluida yang dipompakan.

Fungsi :
Pencegah terjadinya getaran dapat dilakukan dengan memasang
peralatan peredam getaran. Beberapa peralatan keamanan pipa tidak
dapat diberikan getaran yang berlebihan , oleh karena penggunaannya
atau konstruksinya. Dalam keadaan demikian maka alat peredam
getaran perlu dipasang dan disinilah Expansion Joint perlu dipasang.
4. Gate Valve
Definisi :
Gate valve adalah jenis katup yang digunakan untuk membuka aliran
dengan cara mengankat gerbang penutup yang berbentuk bulat atau
persegi.
Fungsi :
Gate valve berfungsi untuk membuka dan menutup aliran.
Prinsip Kerja:
Gate valve tidak untuk mengatur besar kecil laju suatu aliran fluida
dengan setengah atau seperempat posisinya. Jadi, posisi gate pada
valve ini harus benar benar terbuka (Fully open) atau benar benar
tertutup ( closed open). Jika, posisi gate setengah terbuka maka akan
terjadi turbulensi.
5. Globe Valve
Definisi :
Sebuah perangkat yang mengatur mengarahkan atau mengontrol
aliran dari suatu cairandengan membuka, menutup sebagian dari jalan
aliranya
Fungsi :
Globe valve berfungsi untuk membuka dan menutup aliran.
Prinsip Kerja:
Gerakan tegak lurus disk dari dudukanya. Hal ini memastikan bahwa
ruang berbentuk cincin antar disk dan cincin kursi bertahap sedekat
valve ditutup.
6. Ball Valve
Definisi :
Katup dengan pengontrol aliran berbentuk disk bulat seperti bola. Bola
itu memiliki lubang, yang berada di tengah sehingga ketika lubang
tersebut segaris lurus atau sejalan dengan kedua ujung valve.
Fungsi :
Ball valve berfungsi untuk membuka dan menutup aliran.
Prinsip Kerja :
Ketika katup tertutup, posisi lubang berada tegak lurus terhadap ujung
katup, maka aliran akan terhalan atau tertutup. Dengan putaran steam
900.
7. Solenoid Valve

Definisi :
Katup yang digerakan oleh energy listrik, mempunyai kumparan
sebagai penggeraknya yang berfungsi untuk menggerakan piston yang
dapat digerakan oleh arus.
Fungsi :
Solenoid valve berfungsi untuk membuka dan menutup aliran.
Prinsip Kerja :
Katup listrik yang mempunyai koil sebagai penggerak dimana koil
mendapat supply tegangan maka koil tersebut akan berubah menjadi
medan magnet sehingga menggerkana piston pada bagian dalamnya
ketika piston berpindah posisi maka pada lubang dari solenoid valve
akan mengeluarkan air yang berasal dari supply.
8. Orificemeter
Definisi :
Orificemeter merupakan alat ukur tekanan dengan menggunakan
prinsip delta tekanan (P)
Fungsi :
Untuk mengukur Tekanan pada dalam pipa.
Prinsip Kerja:
Alat ukur dengan sensor aliran orifice plate terdiri dari pipa dimana
dibagian dalamnya diberi plat berlubang lebih kecil dari ukuran
diameter pipa. Sensor tekanan di sisi plat bagian inlet (P1) akan lebih
besar dari tekanan outlet (P2).
9. Venturi Meter
Definisi :
Venturimeter adalah alat yangberdasarkan pada tabng venturi yaitu
alat yang dipasang dalam suatu pipa aliran untuk mengukur kelajuan
cairan.
Fungsi :
Untuk mengukur laju aliran pada pipa.
Prinsip Kerja:
Pipa venturi merupakan sebuah pipa yang memiliki penampang bagian
tengahnya lebih sempit dan diletakkan mendatar dengan dilengkapi
dengan pipa pengendali untuk mengetahui permukaan air yang ada
sehingga besarnya tekanan dapat diperhitungan. Dalam pipa venturi
ini luas penampang pipa bagian tepi memiliki penampang yang lebih
luas daripada bagian tengahnya. Zat cair dialirkan melalui pipa yang
penampang yang lebih besar lalu akan mengalir melalui pipa yang
memiliki penampang yang lebih sempit sehingga akang terjadi
perubahan kecepatan.
B. Prinsip Kerja Sistem:
1. Di dalam Sangkar

Pompa sentrifugal bertingkat 8 (multistage) ada 2 buah yang dipasang


secara vertikal. Dalam pengoperasiannya hanya memakai salah
satunya. Air dari tangki biru yang sebelumnya dipompa dari tanah
diteruskan oleh pompa bertingkat ini untuk disalurkan masuk ke
laboratorium Teknik Energi. Pendistribusiannya dibantu oleh tangki
berisi udara (well tank pressure).
2. Di dalam Lab Bawah JTKE
Air masuk melalui pipa yang berwarna hijau. Untuk mebedakan aliran
air masuk dan keluar Lab Bawah dapat dilihat dari arah panah yang
berwarna kuning. Terdapat dua jenis pipa yang dimiliki Lab Bawah yang
bisa disebut Major dan conection Pipe. Major Pipe berukuran lebih
besar berdasarkan conection pipe. Setiap Conection pipe diberi globe
valve agar menghubungkan pipas dengan mesin yang berada di Lab.
Bawah. Tata letak dari setiap conection pipe berada di daerah Test
Pump Rig, Turbin, Boiler, Motor Bakar dan wastafel. Mesin mesin
tersebut membutuhkan supply air sehingga conection pipe si simpan di
daerah tersebut agar memudahkan mendapatkan air.
C. Kavitasi
Kavitasi merupakan suatu proses fisika, hal ini dapat dimungkinkan
terjadi pada setiap instalasi system fluida.
1. Gate Valve
a. Akan terjadi pengikisan sudut-sudut gate.
Laju aliran fluida yang turbulensi ini dapat mengikis sudut-sudut
gate yang dapat menyebabkan erosi pada akhirnya valve tidak
dapat bekerja secara sempurna.
b. Terjadi perubahan pada posisi dudukan gerbang penutup.
Gerbang penutup akan terjadi pengayunan terhadap posisi
dudukan sehingga lama kelamaan posisi akan berubah terhadap
dudukan sehingga apabila valve menutup maka gerbang
penutupnya tidak akan berada pada posisi yang tepat, sehingga
dapat menyebabkan passing.
2. Pompa
a. Debit air
Kecepatan alir fluida masuk ruang pompa terjadi perbedaan,
sehingga di mungkinkan jumlah fluida yang masuk lebih kecil
dibandingkan jumlah fluida yang keluar pada pompa.
b. Sudu-sudu pompa
Timbulnya penurunan tekanan di dalam ruang pompa. Timbulnya
gelembung gelembung uap bergabung membentuk kantungkantunguap bergerak ke tekanan yang lebih tinggi, kantungkantung uap pecah menimbulkan bunyi (pukulan) ke permukaan
sudu-sudu pompa atau saluran yang dilewati. Pukulan

permukaan sudu atau saluran meninggalkan bekas atau bercakbercak.


D. NPSH
Tinggi Tekan Hisap (NPSH)
Untuk menghindari kavitasi pada pompa sentrifugal multi stage, tekanan
fluida pada semua titik dalam pompa harus dipertahankan diatas tekanan
jenuh. Jumlah yang digunakan untuk menentukan supaya tekanan zat
cair yang dipompa mampu mengindari kavitasi adalah tinggi tekan hisap
dikenal dengan NPSH (Net Positive Suction Head). NPSH yang tersedia
(NPSHa) adalah perbedaan antara tekanan hisap pompa dengan tekanan
jenuh ketika zat cair dipompa. NPSH yang dibutuhkan (NPSHr) adalah
NPSH minimum untuk menghindari kavitasi.
Kondisi yang harus ada untuk menghindari kavitasi adalah bahwa NPSH
yang tersedia harus lebih besar atau sama dengan NPSH yang
dibutuhkan, secara matematis dapat dititunjukan sebagai berikut:
NPSHa NPSHr

Rumus untuk NPSHa adalah sebagai berikut


NPSHa = P hisap P jenuh
Ketika pompa sentrifugal multi stage menghisap dari tangki ataupun
penampungan yang lain, tekanan pada saat hisap adalah jumlah dari
tekanan absolute pada permukaan zat cair yang ada ditanki ditambah
tekanan sehubungan dengan perbedaan elevasi antara permukaan zat
cair dengan hisapan pompa dikurangi kehilangan head yaitu gesekan
pada saluran hisap dari tanki ke pompa.
NPSHA = Pa + Pst - hf - Psat
Dimana:
NPSHA
Pa
Pst
hf
Psat
6h==

= Tinggi tekan hisap yang tersedia


= Tekanan absolute pada permukaan zat cair
= Tekanan akibat perbedaan antara permukaan zat
cair dengan hisapan pompa
= Kehilangan head pada pipa hisap
= Tekanan jenuh ketika zat cair dipompakan