Anda di halaman 1dari 2

PERBEDAAN ANALISIS CLUSTER DAN DISKRIMINAN

Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Metode Analisis Perencanaan


(TKP 342)

Disusun Oleh :

Septian Edo Avitchananda Putra


NIM 21040113130136

JURUSAN PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA


FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2015

1.

Analisis Diskriminan
Analisis diskriminan adalah salah satu teknik statistik yang bisa digunakan pada
hubungan dependensi (hubungan antarvariabel dimana sudah bisa dibedakan mana
variabel respon dan mana variabel penjelas). Lebih spesifik lagi, analisis diskriminan
digunakan pada kasus dimana variabel respon berupa data kualitatif dan variabel penjelas
berupa data kuantitatif. Analisis diskriminan bertujuan untuk mengklasifikasikan suatu
individu atau observasi ke dalam kelompok yang saling bebas (mutually
exclusive/disjoint) dan menyeluruh (exhaustive ) berdasarkan sejumlah variabel penjelas.
Ada dua asumsi utama yang harus dipenuhi pada analisis diskriminan ini, yaitu:
a. Sejumlah p variabel penjelas harus berdistribusi normal.
b. Matriks varians-covarians variabel penjelas berukuran pxp pada kedua kelompok
harus sama.
Jika dianalogikan dengan regresi linier, maka analisis diskriminan merupakan
kebalikannya. Pada regresi linier, variabel respon yang harus mengikuti distribusi normal
dan homoskedastis, sedangkan variabel penjelas diasumsikan fixed, artinya variabel
penjelas tidak disyaratkan mengikuti sebaran tertentu. Untuk analisis diskriminan, variabel
penjelasnya seperti sudah disebutkan di atas harus mengikuti distribusi normal dan
homoskedastis, sedangkan variabel responnya fixed.
2.

Analisis Cluster
Analisis cluster merupakan teknik multivariat yang mempunyai tujuan utama untuk
mengelompokkan objek-objek berdasarkan karakteristik yang dimilikinya. Analisis cluster
mengklasifikasi objek sehingga setiap objek yang paling dekat kesamaannya dengan
objek lain berada dalam cluster yang sama. Cluster-cluster yang terbentuk memiliki
homogenitas internal yang tinggi dan heterogenitas eksternal yang tinggi. Berbeda dengan
teknik multivariat lainnya, analisis ini tidak mengestimasi set vaiabel secara empiris
sebaliknya menggunakan setvariabel yang ditentukan oleh peneliti itu sendiri. Fokus dari
analisis cluster adlah membandingkan objek berdasarkan set variabel, hal inilah yang
menyebabkan para ahli mendefinisikan set variabel sebagai tahap kritis dalam analisis
cluster. Set variabel cluster adalah suatu set variabel yang merpresentasikan karakteristik
yang dipakai objek-objek. Bedanya dengan analisis faktor adalah bahwa analisis cluster
terfokus pada pengelompokan objek sedangkan analisis faktor terfokus pada kelompok
variabel.
Solusi analisis cluster bersifat tidak unik, anggota cluster untuk tiap penyelesaian /
solusi tergantung pa da beberapa elemen prosedur dan beberapa solusi yang berbeda dapat
diperoleh dengan mengubah satu elemen atau lebih. Solusi cluster secara keseluruhan
bergantung pada variabel-variaabel yang digunakan sebagai dasar untuk menilai
kesamaan. Penambahan atau pengurangan variabel-variabel yang relevan dapat
mempengaruhi substansi hasi analisisi cluster.
3.

Perbedaan Analisis Cluster dan Diskriminan

Anda mungkin juga menyukai