Anda di halaman 1dari 1

BAB I

PENDAHULUAN

Penggunaan keramik pada masa lampau sering digunakan untuk peralatan


sehari-hari ataupun alat-alat tertentu lainnya. Seiring perkembangan zaman,
keramik mulai digunakan untuk bidang lainnya yang salah satunya adalah bidang
kedokteran gigi. Keramik digunakan untuk memenuhi kebutuhan restorasi.
Bahan-bahan yang terdapat dalam dental keramik antara lain alumina yang
merupakan suatu oksida keras yang sangat kuat dan merupakan konstitusi utama
dental keramik. Selain itu terdapat boric oksida yang merupakan suatu flux
keramik, dan juga digunakan feldsafar, kaolin, silica, oksida serta bahan pewarna.
Restorasi yang terbuat dari dental keramik memiliki beberapa kelebihan yang
meliputi sifat translusen, warnanya sesuai dengan warnanya sesuai dengan warna
gigi asli, dapat dibentuk sesuai dengan bentuk anatomis gigi, bikompatibilitas
terhadap jaringan mulut baik serta memiliki nilai koefisien termal ekspansi yang
hampir sama dengan gigi. Kerusakan keramik yang sama dengan email sangat
diharapkan untuk meminimalkan keausan pada restorasi keramik dan mengurangi
kerusakan akibat keausan yang dapat terjadi pada email karena adanya restorasi
keramik. Tetapi restorasi yang terbuat dari dental keramik memiki tensile streght
yang rendah, brittle, mudah fraktur dan memiliki keakuratan margin restorasi
yang kurang baik.