Anda di halaman 1dari 12

PENGERTIAN DASAR TENTANG RUANG

ARTI RUANG, TANAH DAN LAHAN


• Ruang adalah wadah yang meliputi ruang daratan, ruang lautan dan
ruang udara sebagai satu kesatuan wilayah, tempat manusia dan
makhluk lainnya hidup dan melakukan kegiatan serta memelihara
kelangsungan hidupnya. (Pasal 1 butir 1 UU No. 26/2007)

• Tanah adalah salah satu komponen lahan berupa lapisan teratas kerak
bumi yang terdiri dari bahan mineral dan bahan organik serta
mempunyai sifat fisik, kimia, biologi dan mempunyai kemampuan
menunjang kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya

• Lahan adalah suatu wilayah daratan yang ciri2nya menerangkan


semua tanda pengenal biosfer, atsmosfer, tanah geologi, tumbuhan
(relief), hidrologi, populasi tumbuhan dan hewan serta hasil kegiatan
manusia masa lalu dan masa kini yang bersifat mantap

EMPAT KONSEP DASAR RUANG

• Ruang sebagai tempat sumber daya (kekayaan alam)

• Ruang sebagai konsep kewilayahan (spatial; yurisdiksi)

• Ruang sebagai sistem pendukung kehidupan (ekosistem; life


supporting system)

• Ruang sebagai perwujudan hak-hak yang dilakukan melalui sistem


kelembagaan (institusi)

(Daud Silalahi, 1992: hal. 98

LANDASAN KONSTITUSIONAL

• Pasal 33 ayat (3) UUD 1945

Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh
negara dan dipergunakan untuk sebesarnya kemakmuran rakyat.

KAITAN RUANG DENGAN PEMBANGUNAN

• Persoalan ruang tidak bisa dipisahkan dari pembangunan

• Pembangunan membutuhkan ruang sebagai wadah tempat beraktifitas


bagi pelaku pembangunan, sebagai tempat terdapatnya sejumlah
alokasi sumber daya (alam, buatan maupun manusia)

KENAPA RUANG MESTI DITATA?

1
• Aktifitas manusia dalam kehidupannya dan pembangunan yang
memanfaatkan ruang cenderung menimbulkan penurunan kualitas
ruang

• Oleh karena itu mutlak diperlukan langkah-langkah konkrit penataan


ruang melalui perencanaan, pemanfaatan dan pengendalian

SEJARAH DAN LATAR BELAKANG PENATAAN RUANG

Latar belakang di Inggris

• Revolusi industri, berupa penemuan mesin-mesin industri, tumbuh dan


berkembangnya industri-industri baru melalui pendirian pabrik-pabrik

• Kebutuhan pekerja meningkat dan bertempat tinggal di sekitar pusat


kegiatan industri

• Kehidupan rural berubah menjadi kehidupan urban

Konsekuensi tumbuhnya industry

• Tidak terhindarkan terjadinya masalah kesehatan bagi pekerja yang


bermukim tidak pada tempat-tempat yang memenuhi standar
kesehatan – daerah kumuh slum; dewan kota merasa perlu untuk
campur tangan “public health act”

• Kebutuhan akan lahan semakin meningkat untuk tempat bermukimnya


pekerja

• Building code, Housing Act mengatur masalah perumahan yang


mempunyai kaitan dengan kesehatan umum, semula untuk para
pekerja, kemudian dikembangkan ke aspek yang lebih luas, seperti
aspek finansial

(Daud Silalahi, 1992: hal. 87-88)

Pengaruh the Housing, Town Planning

• Daerah pemukiman dilindungi dari perkembangan kawasan industri

• Pengawasan dilakukan terhadap pembangunan gedung secara


keseluruhan

• Bertalian dengan tanah milik individu, harus menjadi bagian utuh dari
pembangunan keseluruhan

• Act,1919 menetapkan bagi Pemda yang mempunyai penduduk lebih


20.000 orang harus mempersiapkan dan mengajukan pola
perencanaan untuk disetujui dalam waktu tertentu

• Kewenangan ada pada Local Government Board (Dewan Pemerintah


lokal)

• Menistry of Health Act, 1919 Wewenang Dewan Pemerintah Lokal,


kemudian diambil alih oleh Menistry of Health.

PRINSIP-PRINSIP DASAR PENATAAN RUANG MENURUT HUKUM POSITIF

Peraturan Per-UU-an yang berkaitan dengan Penataan Ruang

2
• UU No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang

• PP No. 69 Tahun 1996 tentang Pelaksanaan Hak dan Kewajiban serta


Bentuk dan Tata Cara Peran Serta Dalam Penataan Ruang

• PP No. 47 Tahun 1997 tentang Tata Ruang Wilayah Nasional

PENATAAN RUANG

• Penataan ruang adalah proses perencanaan tata ruang, pemanfaatan


ruang, dan pengendalian pemanfaatan ruang

• Tata ruang adalah wujud struktural dan pola pemanfaatan ruang, baik
direncanakan maupun tidak

• Rencana Tata Ruang adalah hasil perencanaan tata ruang

ASAS PENATAAN RUANG

a. keterpaduan;

(“keterpaduan” maksudnya penataan ruang diselenggarakan dengan


mengintegrasikan berbagai kepentingan yang bersifat lintas sektor, lintas
wilayah, dan lintas pemangku kepentingan)

b. keserasian, keselarasan, dan keseimbangan;

(“keserasian, keselarasan, dan keseimbangan” maksudnya penataan


ruang diselenggarakan dengan mewujudkan keserasian antara struktur
ruang dan pola ruang, keselarasan antara kehidupan manusia dengan
lingkungannya, keseimbangan pertumbuhan dan perkembangan
antardaerah serta antara kawasan perkotaan dan kawasan perdesaan)

c. keberlanjutan;

(“keberlanjutan” maksudnya penataan ruang diselenggarakan dengan


menjamin kelestarian dan kelangsungan daya dukung dan daya tampung
lingkungan dengan memperhatikan kepentingan generasi mendatang)

d. keberdayagunaan dan keberhasilgunaan;

(“keberdayagunaan dan keberhasilgunaan” maksudnya penataan ruang


diselenggarakan dengan mengoptimalkan manfaat ruang dan sumber
daya yang terkandung di dalamnya serta menjamin terwujudnya tata
ruang yang berkualitas)

e. keterbukaan;

(“keterbukaan” maksudnya penataan ruang diselenggarakan dengan


memberikan akses yang seluas-luasnya kepada masyarakat untuk
mendapatkan informasi yang berkaitan dengan penataan ruang)

f. kebersamaan dan kemitraan;

(“kebersamaan dan kemitraan” maksudnya penataan ruang


diselenggarakan dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan

g. pelindungan kepentingan umum;

3
“pelindungan kepentingan umum” maksudnya penataan ruang
diselenggarakan dengan mengutamakan kepentingan masyarakat

h. kepastian hukum dan keadilan;

“kepastian hukum dan keadilan” maksudnya penataan ruang


diselenggarakan dengan berlandaskan hukum/ketentuan peraturan
perundang-undangan dan bahwa penataan ruang dilaksanakan dengan
mempertimbangkan rasa keadilan masyarakat serta melindungi hak dan
kewajiban semua pihak secara adil dengan jaminan kepastian hukum

i. akuntabilitas.

“akuntabilitas” maksudnya penyelenggaraan penataan ruang dapat


dipertanggungjawabkan, baik prosesnya, pembiayaannya, maupun
hasilnya

TUJUAN PENATAAN RUANG

Penyelenggaraan penataan ruang bertujuan untuk mewujudkan ruang wilayah


nasional yang aman, nyaman, produktif, dan berkelanjutan berlandaskan
Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional dengan:

a. terwujudnya keharmonisan antara lingkungan alam dan lingkungan


buatan;

b. terwujudnya keterpaduan dalam penggunaan sumber daya alam dan


sumber daya buatan dengan memperhatikan sumber daya manusia;
dan

c. terwujudnya pelindungan fungsi ruang dan pencegahan dampak


negatif terhadap lingkungan akibat pemanfaatan ruang.

KLASIFIKASI PENATAAN RUANG

Pasal 4 UU No. 26 Tahun 2007

Penataan ruang diklasifikasikan berdasarkan sistem, fungsi utama kawasan,


wilayah administratif, kegiatan kawasan, dan nilai strategis kawasan.

Pasal 5 UU No. 26 Tahun 2007

(1) Penataan ruang berdasarkan sistem terdiri atas sistem wilayah dan sistem
internal perkotaan.

(2) Penataan ruang berdasarkan fungsi utama kawasan terdiri atas kawasan
lindung dan kawasan budi daya.

(3) Penataan ruang berdasarkan wilayah administratif terdiri atas penataan


ruang wilayah nasional, penataan ruang wilayah provinsi, dan penataan
ruang wilayah kabupaten/kota.

(4) Penataan ruang berdasarkan kegiatan kawasan terdiri atas penataan ruang
kawasan perkotaan dan penataan ruang kawasan perdesaan.

(5) Penataan ruang berdasarkan nilai strategis kawasan terdiri atas penataan
ruang kawasan strategis nasional, penataan ruang kawasan strategis
provinsi, dan penataan ruang kawasan strategis kabupaten/kota.

4
Penataan Ruang berdasarkan system

• Penataan ruang berdasarkan sistem wilayah merupakan pendekatan


dalam penataan ruang yang mempunyai jangkauan pelayanan pada
tingkat wilayah.

• Penataan ruang berdasarkan sistem internal perkotaan merupakan


pendekatan dalam penataan ruang yang mempunyai jangkauan
pelayanan di dalam kawasan perkotaan

Penataan Ruang berdasarkan fungsi utama kawasan

Yang termasuk dalam kawasan lindung adalah:

a. kawasan yang memberikan pelindungan kawasan bawahannya, antara


lain, kawasan hutan lindung, kawasan bergambut, dan kawasan
resapan air;

b. kawasan perlindungan setempat, antara lain, sempadan pantai,


sempadan sungai, kawasan sekitar danau/waduk, dan kawasan sekitar
mata air;

c. kawasan suaka alam dan cagar budaya, antara lain, kawasan suaka
alam, kawasan suaka alam laut dan perairan lainnya, kawasan pantai
berhutan bakau, taman nasional, taman hutan raya, taman wisata
alam, cagar alam, suaka margasatwa, serta kawasan cagar budaya
dan ilmu pengetahuan;

d. kawasan rawan bencana alam, antara lain, kawasan rawan letusan


gunung berapi, kawasan rawan gempa bumi, kawasan rawan tanah
longsor, kawasan rawan gelombang pasang, dan kawasan rawan
banjir; dan

e. kawasan lindung lainnya, misalnya taman buru, cagar biosfer, kawasan


perlindungan plasma nutfah, kawasan pengungsian satwa, dan
terumbu karang.

Yang termasuk dalam kawasan budi daya adalah kawasan peruntukan hutan
produksi, kawasan peruntukan hutan rakyat, kawasan peruntukan pertanian,
kawasan peruntukan perikanan, kawasan peruntukan pertambangan, kawasan
peruntukan permukiman, kawasan peruntukan industri, kawasan peruntukan
pariwisata, kawasan tempat beribadah, kawasan pendidikan, dan kawasan
pertahanan keamanan.

Penataan Ruang berdasarkan Wilayah Administratif

• penataan ruang wilayah nasional,

• penataan ruang wilayah provinsi, dan

• penataan ruang wilayah kabupaten/kota

Penataan Ruang berdasarkan Kegiatan Kawasan

• Penataan ruang kawasan perkotaan

5
Kegiatan yang menjadi ciri kawasan perkotaan meliputi tempat
permukiman perkotaan serta tempat pemusatan dan pendistribusian kegiatan
bukan pertanian, seperti kegiatan pelayanan jasa pemerintahan, kegiatan
pelayanan sosial, dan kegiatan ekonomi

• Penataan ruang kawasan perdesaan

Kegiatan yang menjadi ciri kawasan perdesaan meliputi tempat


permukiman perdesaan, kegiatan pertanian, kegiatan terkait pengelolaan
tumbuhan alami, kegiatan pengelolaan sumber daya alam, kegiatan
pemerintahan, kegiatan pelayanan sosial, dan kegiatan ekonomi

Penataan Ruang berdasarkan Nilai Strategis Kawasan

• penataan ruang kawasan strategis nasional,

• penataan ruang kawasan strategis provinsi,

• penataan ruang kawasan strategis kabupaten/kota

Makna Kawasan Strategis

Kawasan strategis merupakan kawasan yang di dalamnya berlangsung kegiatan


yang mempunyai pengaruh besar terhadap:

• tata ruang di wilayah sekitarnya;

• kegiatan lain di bidang yang sejenis dan kegiatan di bidang lainnya;


dan/atau

• peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Jenis kawasan strategis

Jenis kawasan strategis, antara lain, adalah kawasan strategis dari sudut
kepentingan pertahanan dan keamanan, pertumbuhan ekonomi, sosial, budaya,
pendayagunaan sumber daya alam dan/atau teknologi tinggi, serta fungsi dan
daya dukung lingkungan hidup.

kawasan strategis dari sudut kepentingan pertahanan dan keamanan

• kawasan perbatasan negara, termasuk pulau kecil terdepan, dan

• kawasan latihan militer

kawasan strategis dari sudut kepentingan pertumbuhan ekonomi,

• kawasan metropolitan,

• kawasan ekonomi khusus,

• kawasan pengembangan ekonomi terpadu,

• kawasan tertinggal

• kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas

6
kawasan strategis dari sudut kepentingan sosial dan budaya

• kawasan adat tertentu,

• kawasan konservasi warisan budaya, termasuk warisan budaya yang


diakui sebagai warisan dunia, seperti Kompleks Candi Borobudur dan
Kompleks Candi Prambanan

kawasan strategis dari sudut kepentingan pendayagunaan sumber daya alam


dan/atau teknologi tinggi

• kawasan pertambangan minyak dan gas bumi termasuk pertambangan


minyak dan gas bumi lepas pantai

• kawasan yang menjadi lokasi instalasi tenaga nuklir

kawasan strategis dari sudut kepentingan fungsi dan daya dukung lingkungan
hidup

• kawasan pelindungan dan pelestarian lingkungan hidup, termasuk


kawasan yang diakui sebagai warisan dunia seperti Taman Nasional
Lorentz, Taman Nasional Ujung Kulon, dan Taman Nasional Komodo.

HAK (Pasal 60)

Dalam penataan ruang, setiap orang berhak untuk :

a. mengetahui rencana tata ruang;

b. menikmati pertambahan nilai ruang sebagai akibat penataan ruang;

c. memperoleh penggantian yang layak atas kerugian yang timbul akibat


pelaksanaan kegiatan pembangunan yang sesuai dengan rencana tata
ruang;

d. mengajukan keberatan kepada pejabat berwenang terhadap


pembangunan yang tidak sesuai dengan rencana tata ruang di
wilayahnya;

e. mengajukan tuntutan pembatalan izin dan penghentian pembangunan


yang tidak sesuai dengan rencana tata ruang kepada pejabat
berwenang; dan

f. mengajukan gugatan ganti kerugian kepada pemerintah dan/atau


pemegang izin apabila kegiatan pembangunan yang tidak sesuai
dengan rencana tata ruang menimbulkan kerugian.

KEWAJIBAN (Pasal 61)

Dalam pemanfaatan ruang, setiap orang wajib:

a. menaati rencana tata ruang yang telah ditetapkan;

b. memanfaatkan ruang sesuai dengan izin pemanfaatan ruang dari


pejabat yang berwenang;

7
c. mematuhi ketentuan yang ditetapkan dalam persyaratan izin
pemanfaatan ruang; dan

d. memberikan akses terhadap kawasan yang oleh ketentuan peraturan


perundang-undangan dinyatakan sebagai milik umum.

KAWASAN BUDI DAYA

Menurut PP No. 47 Tahun 1997

Tentang

RTRW Nasional

KRITERIA KAWASAN BUDIDAYA

• KRITERIA TEKNIS SEKTORAL

ukuran pemanfaatan ruang dalam kawasan berdasarkan ketentuan teknis,


dayadukung, dan daya tampung lingkungan, kesesuaian ruang dan bebas
bencana

• KRITERIA RUANG

ukuran pemanfaatan ruang dalam kawasan berdasarkan hasil sinergi


terbesar dengan kesejahteraan dan tidak bertentangan dengan asas-asas
pelestarian LH, meliputi:

a. asas saling menunjang antar kegiatan

b. pelestarian LH

c. tanggap terhadap dinamika perkembangan .

• Untuk Kawasan Hutan

• Untuk Kawasan Pertanian

• Untuk Kawasan Pertambangan

• Untuk Kawasan Industri

• Untuk Kawasan Pariwisata

• Untuk Kawasan Permukiman

Kriteria Kawasan Budidaya Untuk Kawasan Hutan

• Kawasan Hutan Produksi Terbatas

• Kawasan Hutan Produksi Tetap

• Kawasan Hutan Produksi Yang Dapat Dikonversi

• Kawasan Hutan Rakyat

8
Kriteria Kawasan Budidaya Untuk Kawasan Pertanian

• Kawasan pertanian lahan basah

• Kawasan pertanian lahan kering

• Kawasan tanaman tahunan/perkebunan

• Kawasan peternakan

• Kawasan perikanan

Kriteria Kawasan Budidaya Untuk Kawasan Pertambangan

• Secara teknis digunakan untuk pemusatan kegiatan pertambangan

• Memberi manfaat:

1) Meningkatkan produksi pertambangan

2) Meningkatkan perkembangan pembangunan lintas sektor, sub sektor


dan kegiatan ekonomi sekitarnya

3) Tidak mengganggu fungsi lindung

4) Tidak mengganggu upaya pelestarian kemampuan SDA

5) Meningkatkan pendapatan masyarakat

6) Meningkatkan pendapatan nasional dan daerah

7) Meningkatkan kesempatan kerja

8) Meningkatkan ekspor

9) Meningkatkan perkembangan masyarakat

Kriteria Kawasan Budidaya Untuk Kawasan Perindustrian

• Secara teknis digunakan untuk kegiatan industri dan tidak menganggu


kelestarian fungsi lingkungan hidup

• Memberi manfaat:

1) Meningkatkan produksi hasil industri

2) Meningkatkan perkembangan pembangunan lintas sektor, sub sektor


dan kegiatan ekonomi sekitarnya

3) Tidak mengganggu fungsi lindung

4) Tidak mengganggu upaya pelestarian kemampuan SDA

5) Meningkatkan pendapatan masyarakat

6) Meningkatkan pendapatan nasional dan daerah

7) Meningkatkan kesempatan kerja

8) Meningkatkan ekspor

9
9) Meningkatkan perkembangan masyarakat

Kriteria Kawasan Budidaya Untuk Kawasan Pariwisata

• Secara teknis digunakan untuk kegiatan pariwisata dan tidak


menganggu kelestarian budaya, keindahan alam dan lingkungan

• Memberi manfaat:

1) Meningkatkan devisa dan mendayagunakan investasi

2) Meningkatkan perkembangan pembangunan lintas sektor, sub sektor


dan kegiatan ekonomi sekitarnya

3) Tidak mengganggu fungsi lindung

4) Tidak mengganggu upaya pelestarian kemampuan SDA

5) Meningkatkan pendapatan masyarakat

6) Meningkatkan pendapatan nasional dan daerah

7) Meningkatkan kesempatan kerja

8) Melestarikan budaya

9) Meningkatkan kesejahteraan masyarakat

Kriteria Kawasan Budidaya Untuk Kawasan Permukiman

• Secara teknis digunakan untuk kegiatan pemukiman yang


aman dari bahaya bencana alam maupun buatan manusia,
sehat dan mempunyai akses kesempatan berusaha

• Memberi manfaat:

1) Meningkatkan ketersediaan permukiman dan mendayagunakan


prasarana dan sarana permukiman

2) Meningkatkan perkembangan pembangunan lintas sektor, sub sektor


dan kegiatan ekonomi sekitarnya

3) Tidak mengganggu fungsi lindung

4) Tidak mengganggu upaya pelestarian kemampuan SDA

5) Meningkatkan pendapatan masyarakat

6) Meningkatkan pendapatan nasional dan daerah

7) Menyediakan kesempatan kerja

8) Melestarikan budaya

9) Meningkatkan kesejahteraan masyarakat

10
POLA PENGELOLAAN
KAWASAN BUDI DAYA

Menurut PP No. 47 Tahun 1997

Tentang

RTRW Nasional

PRINSIP UMUM PENGELOLAAN KAWASAN BUDIDAYA

• TUJUAN

untuk meningkatkan daya guna dan hasil guna pemanfaatan ruang dan
SDA dan SDB dengan memperhatikan SDM untuk menyerasikan pemanfaatan
ruang dan kelestarian lingkungan hidup

• CARA PENGELOLAAN

Dilakukan secara seksama dan berdayaguna sebesar-besarnya bagi


kepentingan masyarakat melalui kegiatan-kegiatan budi daya dengan
memperhatikan aspek-aspek teknis seperti dayadukung, dan kesesuaian tanah,
aspek sosial serta aspek-aspek keruangan seperti sinergi kegiatan2 dan dan
kelestarian fungsi LH

• PENYELENGGARAANNYA

a. Terwujudnya pemanfaatan ruang dan SDA untuk kesejahteraan


masyarakat dengan tetap memperhatikan kelestarian fungsi LH

b. Terhindarkannya konflik pemanfaatan sumberdaya dengan pengertian


pemanfaatan ruang harus berdasarkan pada prioritas kegiatan yang
memberikan keuntungan terbesar pada masyarakat

• POLA PENGELOLAAN

Meliputi langkah-langkah pengelolaan KBD dan pengendalian


pemanfaatan ruang di KBD.

Langkah Pengelolaan Kawasan Hutan Produksi

• Menerapkan cara pengelolaan hutan yang tepat dalam memanfaatkan


ruang beserta sumberdaya hutan di kawasan hutan produksi terbatas,
untuk memperoleh hasil-hasil hutan bagi kepentingan negara,
masyarakat, industri dan ekspor dengan tetap menjaga kelestarian
fungsi LH

• Menerapkan pengelolaan hutan yang tepat dalam memanfaatkan


ruang beserta sumberdaya hutan di kawasan hutan produksi tetap,
untuk memperoleh hasil-hasil hutan bagi kepentingan negara,
masyarakat, industri, dan ekspor dengan tetap menjaga kelestarian
fungsi lingkungan hidup

• Menerapkan cara pengelolaan hutan yang tepat dalam memanfaatkan


ruang kawasan hutan produksi yang dapat dikonversi guna mendukung
pengembangan transportasi, transmigrasi, pertanian, permukiman,
perkebunan, industri, dll dengan tetap menjaga kelestarian fungsi
lingkungan hidup

11
Langkah Pengelolaan Kawasan Hutan Rakyat

• Menerapkan cara pengelolaan hutan yang teat dalam memanfaatkan


ruang beserta SDA di tanah yang dibebani hak milik atau hak lainnya
untuk meningkatkan penyediaan kayu bagi kepentingan rakyat dan
bahan baku industri pengolahan kayu, dengan tetap menjaga
kelestarian fungsi lingkungan hidup

Langkah Pengelolaan Kawasan Pertanian

• Memanfaatkan potensi tanah yang sesuai untuk peningkatan kegiatan


produksi pangan tanah basah di kawasan pertanian tanah basah,
dengan tetap memperhatikan kelestarian fungsi LH

• Memanfaatkan potensi tanah yang sesuai untuk peningkatan produksi


pangan tanah kering di kawasan pertanian tanah kering dengan tetap
memperhatikan kelestarian fungsi LH

• Memanfaatkan potensi tanah yang sesuai untuk peningkatan kegiatan


produksi perkebunan di kawasan perkebunan dengan tetap
memperhatikan kelestarian fungsi LH

PERANSERTA MASYARAKAT DALAM PENATAAN RUANG

DASAR HUKUM

• Pasal 12 ayat (1) Penataan Ruang dilakukan oleh Pemerintah dengan


peranserta masyarakat

• Pasal 12 ayat (2) Tata Cara dan bentuk peranserta masyarakat dalam
penataan ruang diatur PP

12