Anda di halaman 1dari 21

Cara Menanam Tomat Hidroponik

Menanam dengan cara hidroponik tidaklah sesulit dan semahal yang anda bayangkan, modal
utama yang anda butuhkan adalah kemauan dan semangat untuk mencoba. Kali ini kita akan
belajar menanam tomat dengan memanfaatkan botol-botol plastik bekas.
Langkah pertama tentu saja, dengan mengumpulkan beberapa botol plastik bekas air mineral
ukuran 1500ml, sesuai kebutuhan. Potong botol-botol tersebut hingga menjadi dua bagian.
Pilihlah bibit tomat yang baik, sekedar saran, belilah bibit di toko pertanaian, pilihlah bibit
unggul atau hibrida, hasilnya akan lebih memuaskan.
Semailah benih tomat tadi, gunakan cocopeat sebagai media semai, rawatlah dengan baik
hingga berumur +/- 21-28 hari. Bibit siap dipindah tanam.

Tray untuk penyemaian bibit menggunakan media Cocopeat


Hati-hati dalam memindahkan bibit yang siap tanam, usahakan agar akarnya jangan sampai
rusak atau putus, rendam terlebih dulu bibit tadi kedalam air, goyang-goyangkan hingga
cocopeatnya terlepas dalam air. Gunakan busa untuk penjepit tanaman tomat dan masukkan
akarnya kedalam botol plastik yang sudah dipotong tadi ( lihat gambar dibawah )

Tanaman Tomat dipindah ke botol plastik


Posisi akar jangan sampai terendam seluruhnya, berikan sedikit jarak dengan air nutrisi agar
akar dapat bernafas. Untuk menghindari tumbuhnya lumut didalam nutrisi, tutuplah botol
plastik tadi dengan plastik hitam, atau bisa juga diberi cat warna putih.

Tanaman Tomat yang sudah siap ditanam

Setelah beberapa hari, tomat akan tumbuh semakin membesar sehingga penyerapan nutrisi
dan air semakin banyak, jadi untuk mengurangi kesibukan mengisi dan mengecek nutrisi satu
persatu dalam botol, maka tomat dipindahkan kedalam satu tempat yang lebih besar, disini
saya menggunakan talang air pvc. Karena botol plastik sangat ringan, maka perlu diisi media
pemberat supaya tidak terbang ditiup angin.

Tanaman yang sehat mempunyai akar yang baik


Lakukan pengecekan nutrisi secara berkala, kepekatan dan kadar pH. Sesuaikan dengan
kebutuhan tanaman, agar tanaman tumbuh dan berkembang dengan baik. Tempatkan tanaman
tomat tersebut ditempat yang terkena sinar matahari langsung.

Tomat dalam talang air


Setelah 35 - 40 hst tanaman tomat sudah mulai muncul bakal bunga, pasanglah tali sebagai
bantuan tanaman tomat untuk tetap berdiri tegak.

Umur 35-40 Hst mulai muncul bakal bunga


Dalam beberapa hari bunga akan berubah menjadi buah, lakukan perawatan dengan baik,
pada masa berbuah tanaman membutuhkan nutrisi yang banyak, sehingga nutrisi didalam
talang akan cepat berkurang dan habis. Tambahkan atau gantilah nutrisi dengan nutrisi yang
baru/fresh.

Tomat yang sudah berbunga


Umur 65-75 Hst tomat sudah siap untuk dipanen, pilihlah buah yang sudah mulai berubah
warna menjadi merah.

Tomat siap untuk dipanen

Tomat segar, siap dinikmati

Hidroponik Sistem Pasang Surut / Ebb and Flow


Apakah yang dimaksud Hidroponik Sistem Pasang Surut (Ebb and Flow System)?
Adalah suatu sistem menanam dalam hidroponik dimana nutrisi atau pupuk
diberikan dengan cara menggenangi/merendam media tanam (zona akar) untuk
beberapa waktu tertentu, setelah itu nutrisi tadi dialirkan kembali ke bak
penampungan.
Prinsip kerja dari sistem ini adalah nutrisi dipompakan ke dalam bak penampung
yang berisi pot yang telah diisi media tanam diletakkan diatasnya. Pompa
dihubungkan dengan pengatur waktu (timer) sehingga lamanya dan periode
penggenangan dapat diatur sesuai kebutuhan tanaman. Pada dasar bak kita pasang
siphon yang berfungsi mengalirkan kembali nutrisi ke bak penampung nutrisi secara
otomatis.
Untuk

lebih

jelasnya,

silahkan

lihat

diagram

dibawah

ini:

Diagram Sederhana Sistem Pasang Surut


Dibawah ini adalah contoh sistem pasang surut dengan memanfaatkan botol bekas
air
minum
dalam
kemasan
dan
pipa
PVC

Sistem Pasang Surut menggunakan Pipa PVC dan Botol Plastik bekas

Tanaman Sayur 'Pak Choy'

Panen 'Pak Choy'

Hidroponik Sistem Sumbu / Wick System


Seringkali kita mendengar istilah Hidroponik, yang tergambar dipikiran kita
adalah rumit, susah dan mahal. Banyak cara menanam tanaman secara
Hidroponik, mulai dari sistem yang paling sederhana dengan penyiraman manual,
semi manual hingga yang paling canggih menggunakan otomatisasi dengan sistem
komputer.

Bagi anda yang ingin mencoba atau memulai bertanam secara Hidroponik ada
baiknya mencoba sistem yang paling sederhana, mudah, bisa memanfaatkan barangbarang yang ada disekitar kita, dan tidak perlu menyiram tanaman setiap hari. Apa
Bisa?
Jawabnya bisa, cara yang paling sederhana berhidroponik adalah menggunakan
sistem sumbu atau Wick System, teknik ini memanfaatkan gaya kapilaritas pada
sumbu untuk mengantarkan air dan nutrisi ke akar tanaman, sehingga akar dapat
menyerap
unsur-unsur
hara
yang
disediakan.
Berikut ini adalah cara membuat pot tanaman sistem sumbu, semoga bermanfaat.

1. Sediakan 2 buah pot plastik, yang satu sebagai penampung nutrisi, dan yang
lainnya sebagai tempat media tanam. pilihlah pot yang ukurannya hampir sama
besar, sehingga pot yang berisi media tanam dapat masuk kedalam pot yang berisi
nutrisi
dan
posisinya
tergantung
diatas.

2. Sediakan 2 utas sumbu dan pasangkan pada bagian bawah pot yang berisi media
tanam. Sumbu ini yang akan difungsikan sebagai penyuplai nutrisi ke media tanam.
Pilihlah bahan sumbu yang bukan terbuat dari bahan kapas, karena akan mudah
putus dan busuk. ( Bahan Nylon atau kain flanel lebih baik)

3. Posisi pot akan seperti gambar disamping, kemudian isilah dengan air nutrisi
sampai
batas
bawah
pot
media
tanam.
Gunakan Cocopeat atau media tanam lain yang tidak mengandung unsur hara
sebagai pengisi media tanam. Jika menggunakan Cocopeat, pastikan Cocopeat
yang
akan
dipakai
sudah
dicuci
bersih
terlebih
dahulu.

4. Setelah diisi media tanam, Pot siap untuk ditanami. Lakukan pengontrolan air
nutrisi secara berkala. Karena air dalam pot tersebut akan habis diserap oleh akar
dan
sebagian
lagi
akan
menguap.

Cara diatas adalah salah satu contoh pembuatan pot sistem sumbu, masih banyak
metoda lain dengan memanfaatkan barang-barang bekas yang ada disekitar kita,
misalnya botol air minum dalam kemasan, kotak styrofoam, ember bekas cat dan
lain-lain.
Selamat Mencoba!!!

Menanam Sayuran dalam botol bekas air minum dalam kemasan

Tanaman Belimbing dalam pot dengan sistem sumbu dapat berbuah

Pupuk / Nutrisi Hidroponik AB Mix


Nutrisi hidroponik adalah pupuk yang telah diformulasikan khusus dari garam-garam
mineral yang larut dalam air, mengandung unsur-unsur hara penting yang diperlukan
tanaman bagi tumbuh dan berkembang.( baca Hidroponik Mudah dan
menyenangkan ). Nutrisi ini terdiri dari 2 bagian yaitu bagian A dan bagian B, dan
biasanya disebut AB mix. Cara penggunaannyapun sangat mudah, hanya dengan
mencampurkan masing-masing bagian A dan bagian B dengan air, satu persatu
secara terpisah, sesuai petunjuk yang diberikan produsen nutrisi tersebut untuk
menjadikan larutan stok / pekatan. Larutan stok ini perlu dicairkan lagi dengan air
jika hendak digunakan. ( Jangan mencampurkan larutan A dan Larutan B sekaligus
karena akan terjadi pengendapan ).
Hal-hal penting yang harus diperhatikan dalam mencampur nutrisi hidroponik
sehingga nantinya nutrisi dapat diserap tanaman secara maksimal adalah:
pH
Larutan
Nutrisi:
pH adalah ukuran asam dan basa suatu larutan. Alat untuk mengukur asam dan
basa larutan adalah pH meter atau bisa juga menggunakan kertas lakmus. Nilai pH
berkisar antara 0-14, pH < 7 maka larutan besifat Asam, begitu pula sebaliknya jika
pH
>
7
maka
larutan
bersifat
Basa.
pH akan mempengaruhi penyerapan akar terhadap unsur-unsur hara yang
terkandung dalam Nutrisi yang diberikan. Secara umum tanaman cenderung
menyukai kondisi pH antara 6-6.5. Apabila pH terlalu rendah akar akan mengalami
kesulitan dalam menyerap unsur-unsur hara sehingga akan terjadi defisiensi hara.
begitu pula sebaliknya apabila pH lebih besar dari 7.akan terjadi pengendapan unsur
unsur hara micro dalam nutrisi, sehingga akar tidak dapat menyerap unsur hara
micro tersebut, akibatnya tanaman akan mengalami defisiensi hara juga.
Berikut ini disajikan tabel hubungan antara kondisi pH dan kemampuan penyerapan
unsur hara oleh akar tanaman

Tabel Hubungan pH dan Kemampuan penyerapan unsur hara oleh akar


Kepekatan Larutan Nutrisi
Untuk mengukur kepekatan larutan nutrisi digunakan alat EC meter (Electrical Conductivity)
yang dinyatakan dengan satuan milliSiemens/cm (mS/cm) atau menggunakan TDS meter
(Total Dissolved Solids) dinyatakan dalam satuan parts per million (ppm) dimana 1 ppm=
1mg/liter. Setiap jenis tanaman mempunyai kebutuhan nutrisi yang berbeda-beda. Jika nutrisi
yang kita berikan kadarnya terlalu rendah maka tanaman akan kurang subur, pertumbuhannya
lambat dan kerdil. Begitu pula sebaliknya jika nutrisi terlalu tinggi, tanaman akan mengalami
stress dan pertumbuhannya menjadi terganggu. Dengan memberikan nutrisi yang tepat dan
menjaga kestabilan nutrisi sesuai kebutuhan tanaman, maka tanaman akan tumbuh sehat dan
optimal.
Bagi anda yang ingin menanam secara hidroponik, tetapi belum mempunyai alat ukur
tersebut diatas, pastikan anda membaca aturan pakai yang tercantum dikemasan pupuk yang
anda beli. Biasanya pupuk tersebut didesain untuk jenis tanaman tertentu misalnya sayuran
daun, cabai, tomat, tanaman bunga dan lain-lain, Perhatikan komposisi perbandingan
campuran pupuk dengan air.
Selamat Mencoba!

Cabai Merah dalam Polybag

Saturday, April 6, 2013


Hidroponik Mudah dan Menyenangkan
Hidroponik adalah cara atau metoda bercocok tanam dengan media tanam selain
dari tanah, dengan pemberian nutrisi atau pupuk yang mengandung unsur unsur

hara esensial secara terukur dan terkontrol sesuai dengan kebutuhan tanaman
sehingga tanaman tumbuh lebih sehat dan subur.
Kelebihan bercocok tanam secara hidroponik yaitu tidak membutuhkan pengolahan
tanah seperti mencangkul, membajak atau menggali (sangat melelahkan), tidak
membutuhkan lahan subur karena dapat ditanam dimana saja, hemat pemakaian
air, membutuhkan sedikit tenaga kerja, dapat ditanam kapan saja tanpa mengenal
musim, hasil panen lebih banyak, tahan lebih lama, dan lebih bersih.

Pak Choi
Kunci keberhasilan hidroponik salah satunya terletak pada Nutrisi yang digunakan,
Nutrisi tersebut harus dapat mensuplai semua unsur unsur hara yang dibutuhkan
oleh tanaman untuk tumbuh, jika salah satu unsur hara tersebut kurang atau tidak
diberikan, maka pertumbuhan tanaman tidak akan memuaskan.
Selain Hidrogen, oksigen, dan carbon yang dapat diserap tanaman dari air dan
udara, unsur-unsur hara yang dibutuhkan tanaman dibedakan menjadi dua, yaitu
unsur hara makro atau unsur yang dibutuhkan dalam jumlah besar, dan unsur hara
mikro atau unsur yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit, tetapi keberadaannya
sangat dibutuhkan.
Unsur hara makro terdiri dari Nitrogen (N), Phosphorus (P), Potassium (K), Calcium
(Ca), Magnesium (Mg) and Sulphur (S).
Dan Unsur hara mikro yaitu terdiri dari Iron (Fe), Boron (B), Manganese (Mn), Zinc
(Zn), Copper (Cu), Molybdenum (Mo) and Chlorine (Cl).

Tomat
Bagi anda yang gemar berkebun, tetapi mempunyai lahan yang sempit dan terbatas
di pekarangan rumah, ada baiknya anda mulai beralih ke Hidroponik karena mudah
dan menyenangkan. Disamping dapat menyalurkan hobby, anda juga mendapatkan
manfaat paling tidak bisa mendapatkan sayuran segar, sehat dan lebih higienis tanpa
menggunakan
pestisida.
Selamat

Berhidroponik

ria..!

Thursday, February 7, 2013


Hidroponik Fertigasi
Salah satu keuntungan bertanam secara Hidroponik adalah tidak memerlukan
lahan yang subur dan gembur, tidak perlu pengolahan tanah dan perawatan tanah,
karena Hidroponik adalah metoda penanaman tanaman tanpa menggunakan
tanah sebagai media tumbuh. Didalam hidroponik media tanam hanya berfungsi
sebagai pegangan akar untuk dapat berdiri tegak. Media tanam yang sering
dipergunakan dalam hidroponik adalah rockwool, perlite, pasir, pecahan batu bata,
cocopeat, sekam bakar dan masih banyak lagi media lain yang dapat dimanfaatkan
tergantung
dari
ketersediaan
disekitar
kita.

Dalam tulisan ini, akan dipaparkan bagaimana lahan tandus bekas rawa-rawa dan
timbunan puing-puing bangunan diubah menjadi lahan tanaman cabai rawit dengan
metoda
Hidroponik
Fertigasi.
Apakah Fertigasi? Fertigasi berasal dari dua kata yaitu fertiliser dan irigasi. Dengan
cara ini pemupukan dan penyiraman dilakukan secara bersamaan dan terkontrol.

Lahan yang akan ditanami cabai rawit


Inilah lahan yang dulunya berupa rawa-rawa, kondisi air tanahnya payau, dan pada
bulan-bulan tertentu dalam setahun terjadi pasang air laut yang cukup tinggi dan
menggenangi sebagian areal lahan sehingga tanaman akan sulit tumbuh, seperti
terlihat dalam foto diatas, pohon mangga dan pohon kelapa yang kelihatan kurus
atau
kurang
subur,
bahkan
rumputpun
enggan
tumbuh.
Jadi untuk penanaman menggunakan polibag, yang diisi media tanam berupa
Cocopeat atau serbuk sabut kelapa. Penggunaan Cocopeat ini dipilih karena
ketersediaannya di Sungai Guntung sangat melimpah sehingga mudah didapat,
disamping itu kemampuan Cocopeat dalam menyimpan air sangat baik, juga
mempunyai aerasi yang baik sehingga suplai oksigen keakar berjalan lancar.

Media tanam Cocopeat diisi kedalam polibag


Untuk Penyiraman digunakan pipa PVC 1/2" yang terhubung ke sebuah tanki air dan
dipasang pompa air serta pengatur waktu penyiraman. Pada setiap polibag di pasang
penetes ( Dripper ). Jarak antar polibag yaitu 60cm x 70 cm.
Sebelum ditanam benih cabai disemaikan dahulu hingga berusia 21 hari, kemudian
baru
dipindah
kedalam
polibag.

Tanaman Cabai Rawit ditanam dalam polibag

Cabai Rawit mulai berbunga

Cabai Rawit yang sudah mulai berbuah.

Cabai Rawit dengan fertigasi berbuah lebat

Menunggu panen
Selamat

Mencoba!

Salam

Friday, February 1, 2013


Sungai Guntung, Indragiri Hilir Riau

Pertanian

Indonesia.

Pemandangan Sungai Guntung di sore hari


Sungai Guntung, mungkin bagi anda baru pertama kali mendengar nama ini. Sungai yang
mempunyai peranan sangat penting atau menjadi urat nadi perekonomian bagi masyarakat
Indragiri Hilir bagian utara karena sungai ini menjadi satu-satunya akses yang
menghubungkan ke dunia luar. Moda transportasi dari dan ke Sungai Guntung saat ini hanya
bisa ditempuh melalui jalan air saja, artinya hanya dapat ditempuh dengan kapal ferry, speed
boat, atau kapal barang.

Beberapa kota penting yang harus disinggahi untuk menuju ke Sungai Guntung adalah
Batam, Tembilahan, dan Kuala Tungkal.

Sumber penghasilan utama masyarakat Sungai Guntung adalah dari perkebunan


kelapa. Disamping itu Sungai Guntung juga menghasilkan sagu, pinang, sarang
burung walet, industri pengolahan sabut kelapa dan arang tempurung kelapa
(keduanya
ini
untuk
kebutuhan
ekspor).
Beberapa olahan hasil kelapa dari Sungai Guntung ini telah merambah pasar
dalam negri dan luar negri, diantaranya santan kelapa dalam kemasan siap pakai,
air kelapa dalam kemasan, nata de coco, minyak goreng, dan lain-lain.

Peta Sungai Guntung


Topografi Sungai Guntung berupa dataran rendah dengan ketinggian 0 - 2m dpl,
dengan perbedaan pasang surut bisa mencapai 3-4 m. Kondisi tanah sebagian
besar berupa lahan gambut dan sisanya berupa rawa-rawa. Bagi masyarakat
Sungai Guntung sumber utama air bersih didapat dari air hujan, biasanya mereka
akan menampung air disaat hujan turun dari atap rumah untuk dialirkan ke bak
penampungan
yang
telah
disediakan.
Berikut ini adalah foto-foto kegiatan-kegiatan masyarakat Sungai Guntung dan
keindahan alamnya. Selamat Menikmati!