Anda di halaman 1dari 15

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Tujuan penulisan
Tujuan penulisan makalalah ini adalah untuk memenuhi tugas makalah
pelajaran ekonomi kelas X MIA-5 kelompok 3 serta untuk menambah wawasan
pembaca tentang ekonomi makro dan mikro.

1.3 Rumusan masalah


Dari penjelasan latar belakang diatas, maka dapat dirumuskan beberapa
permasalahan pada makalah ini adalah:
1. Apa pengertian ekonomi makro dan mikro?
2. Apa perbedaan ekonomi makro dan mikro?
3. Contoh apa saja tentang ekonomi mikro dan makro di kalangan
masyarakat?
4. Masalah-masalah apa saja yang dihadapi oleh pemerintah di bidang
ekonomi?
5. Pemecahan masalah-masalah apa saja yang dihadapi pemerintah di
bidang ekonomi?

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Ekonomi Makro dan Mikro
Ilmu ekonomi muncul karena adanya tiga kenyataan berikut :
Kebutuhan manusia relatif tidak terbatas
Sumber daya tersedia secara terbatas.
Masing-masing sumber daya mempunyai beberapa alternatif penggunaan.
Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia di dalam
memenuhi kebutuhannya yang relatif tidak terbatas dengan menggunakan sumber
daya yang terbatas dan masing-masing sumber daya mempunyai alternatif
penggunaan (opportunity cost). Secara garis besar ilmu ekonomi dapat dipisahkan
menjadi dua yaitu ilmu ekonomi mikro dan ilmu ekonomi makro.

Ekonomi mikro (mikro-ekonomi)


A. Menurut WIKIPEDIA:
Ilmu ekonomi mikro (sering juga ditulis mikro ekonomi) adalah
cabang dari ilmu ekonomi yang mempelajari perilaku konsumen dan
perusahaan serta penentuan harga-harga pasar dan kuantitas faktor input,
barang, dan jasa yang diperjualbelikan. Ekonomi mikro meneliti
bagaimana berbagai keputusan dan perilaku tersebut
memengaruhi penawaran dan permintaan atas barang dan jasa, yang akan
menentukan harga; dan bagaimana harga, pada gilirannya, menentukan
penawaran dan permintaan barang dan jasa selanjutnya. Individu yang
melakukan kombinasi konsumsi atau produksi secara optimal, bersamasama individu lainnya di pasar, akan membentuk suatu keseimbangan
dalam skala makro; dengan asumsi bahwa semua hal lain tetap sama
(ceteris paribus).

B. Menurut Penulis:
Mikro ekonomi adalah bagian dari ilmu ekonomi yang berkenaan
dengan kegiatan kegiatan ekonomi dari unit-unit individual, sebagai bagian
kecil dari keseluruhan kegiatan ekonomi, seperti kehiduan suatu perusahaan,
harga dan upah, pembagian pendapatan total di antara berbagai industri.
Jelasnya, ekonomi mikro mempelajari tindakan-tindakan ekonomis dari
para individu, dan kumpulan-kumpulan individu dalam kedudukannya
sebagai konsumen, maupun pemilik faktor-faktor produksi seperti tenaga
kerja, pemilik bahan mentah, skill, dan pemilik kapital.
Alat utama dari ekonomi mikro adalah teori harga, teori harga berguna
antara lain untuk menjelaskan bagaimana sumber atau faktor produksi
dipergunakan dalam suatu jenis produksi sesuai dengan penggunaan
alternatif. Disamping itu teori harga akan memersoalkan bagaimanakah
barang-barang dan jasa-jasa yang dihasilkan dalam masyarakat itu dibagikan
kepada para anggota masyarakat (soal pembagian pendapatan )
Pendek kata, dapatlah dikatakan bahwa dengan terbentuknya harga,
terbentuk pulalah 3 hal sekaligus, yaitu :
1. Tercapainya perimbangan antara permintaan dan penawaran di pasar.
2. Tercapainya suatu proses perimbangan pembagian alat-alat produksi
di berbagai cabang produksi. Sehingga terjadilah permintaan dan
penawaran faktor produksi dan selanjutnya terbentuklah harga faktorfaktor produksi
3. Terbentuknya harga berarti terbentuknya pendapatan bagi mereka
sebagai pelaku ekonomi
Di dalam menyusun teori ekonomi mikro menggunakan beberapa
anggapan-anggapan , yaitu :
1. Bahwa masing-masing subjek ekonomi senantiasa bertindak
ekonomis-rasional (economic rationality). Bagi konsumen, mereka
dianggap senantiasa berusaha mencapai kekpuasan maksimum atas
setiap barang yang dikonsumsi dari setiap pengeluaran
pendapatannya. Sebaliknya bagi produsen dianggap[ senantiasa
berusaha mencapai keuntungan maksimum
2. Bahwa setiap subjek ekonomi senantiasa dianggap memiliki informasi
informasi yang cukup lengkap atas segala sesuatu yang terjadi di pasar
3

3. Tingkat mobilitas setiap subjek ekonomi adalah tinggi sehingga satu


sama lain dapat segera untuk menyesuaikan diri dengan segala
perubahan apapun yang terjadi di pasar
Atas dasar anggapan itu maka subjek ekonomi akan dapat mencapai
kemakmurannya, dan sistem ekonomi itu sendiri akan djjapat berkembang
secara efisien, pertumbuhan yang semakin meningkat, dan kesempatan kerja
penuh ( full employment )
Teori ekonomi mikro lazim dibedakan menjadi tiga (3), yaitu :
1. Teori Harga
menjelaskan terbentuknya harga oleh permintaan dan penawaran
barang / jasa di pasar
2. Teori Produksi
Teori produksi membahas masalah-masalah biaya produksi, tingkat
produksi yang paling menguntungkan
3. Teori Distribusi
Teori distribusi membahas tentang distribusi pendapatan bagi para
pemilik faktor-faktor produksi yang telah memberikan prestasinya
dalam proses produksi.

Ekonomi makro (makro-ekonomi)


A. Menurut WIKIPEDIA:
Ekonomi makro atau makro-ekonomi adalah studi tentang ekonomi
secara keseluruhan. Makro-ekonomi menjelaskan perubahan ekonomi
yang mempengaruhi banyak masyakarakat, perusahaan, dan pasar.
Ekonomi makro dapat digunakan untuk menganalisis cara terbaik untuk
memengaruhi target-target kebijaksanaan seperti pertumbuhan
ekonomi, stabilitas harga, tenaga kerja dan pencapaian keseimbangan
neraca yang berkesinambungan.
Meskipun ekonomi makro merupakan bidang pembelajaran yang luas,
ada dua area penelitian yang menjadi ciri khas disiplin ini: kegiatan untuk
mempelajari sebab dan akibat dari fluktuasi penerimaan negara jangka
pendek (siklus bisnis), dan kegiatan untuk mempelajari faktor penentu
dari pertumbuhan ekonomi jangka panjang (peningkatan pendapatan
nasional). Model makro-ekonomi yang ada dan prediksi-prediksi yang
ada jamak digunakan oleh pemerintah dan korporasi besar untuk
4

membantu pengembangan dan evaluasi kebijakan ekonomi dan strategi


bisnis.
B. Menurut Penulis:
Ekonomi makro adalah bagian dari ilmu ekonomi yang
mempelajari masalah ekonomi secara keseluruhan ( totalitet /
aggregatif ). Maksud digunakannya istilah aggregatif adalah untuk
menekankan bahwa yang menjadi yang menjadi pusat perhatiannya
adalah variabel-variabel total, seperti : pendapatan total
(nasional/masyarakat/seluruh), tabungan masyarakat, investasi total,
konsumsi nasional atau pembelanjaan masyarakat, produksi nasional,
investasi total, dan bukannya penganalisaan yang terperinci atas
komponen-komponen yang bersifat total itu. Alat utama ekonomi makro
adalah pendapatan nasional dan analisa pendapatan nasional. Analisa
pendapatan nasional berguna untuk mengukur secara statistik tentang
besarnya pendapatan nasional, konsumsi nasional, tabungan dan investasi
nasional. Disamping itu berguna untuk menunjukkan dan menentukan
hubungan-hubungan sistematis, sehingga dapat menjelaskan perubahan
perubahan yang dialami oleh variabel-variabel total itu sepanjang masa.

Jelasnya, kalau ekonomi makro mempelajari tindakan-tindakan


ekonomis tingkat masyarakat atau negara, sehingga yang dipersoalkan
adalah tentang perekonomian secara keseluruhan, seperti masalah
pengangguran, kesempaan kerja, pengeluaran negara, pendapatan
nasional dan sebagainya.

Pelajaran-pelajaran tentang ekonomi moneter, teori konjungtur,


dan ekonomi internasional, kesemuanya adalah masuk ke dalam kategori
ekonomi makro.

2.2 Perbedaan Ekonomi Makro dan Mikro

Dilihat dari

Ekonomi Mikro

Ekonomi Makro

Harga

Harga ialah nilai dari


suatu komoditas (barang
tertentu saja)

Harga adalah nilai dari


komoditas secara agregat
(keseluruhan)

Unit analisis

Pembahasan tentang
kegiatan ekonomi secara
individual. Contohnya
permintaan dan dan
penawaran, perilaku
konsumen, perilaku
produsen, pasar,
penerimaan, biaya dan
laba atau rugi perusahaan

Pembahasan tentang
kegiatan ekonomisecara
keseluruhan. Contohnya
pendapatan nasional,
pertumbu8han ekonomi,
inflasi, pengangguran,
investasi dan kebijakan
ekonomi.

Tujuan analisis

Lebih memfokuskan pada


analisis tentang cara
mengalokasikan sumber

Lebih memfokuskan pada


analisis tentang pengaruh
kegiatan ekonomi

daya agar dapat dicapai


kombinasi yang tepat.

terhadap perekonomian
secara keseluruhan

2.3 Contoh Ekonomi Makro dan Mikro


Ekonomi Makro
1. inflasi
Inflasi adalah masalah yang dihadapi oleh tiap negara,
masalah ini dikaitkan dengan adanya kenaikan harga, karena
harga adalah indikator awal penentu inflasi. Inflasi sendiri
adalah keadaan dimana terdapat kecenderungan kenaikan
harga-harga secara umum dan terus menerus. Maka bila di
masyarakat terjadi kenaikan harga satu atau beberapa barang
secara sementara, maka hal itu tidak dapat digolongkan
sebagai inflasi, meskipun inflasi tidak secara langsung
menurunkan standar hidup tapi hal ini tetap menjadi masalah
karena 3 alasan berikut:
1. Mengakibatkan redistribusi pendapatan di antara
anggota masyarakat.
2. Menyebabkan penurunan efisiensi ekonomi.
3. Menyebabkan perubahan output dan kesempatan kerja
dalam masyarakat.
Pemerintah biasanya melakukan kebijakan yang strategis
7

dengan menaikkan suku bunga di bank agar orang mau


menyimpan uang di bank, hal ini diharap dapat mengurangi
jumlah uang yang beredar dimasyarakat dan menurunkan
inflasi. Dampak inflasi yang sangat jelas kita rasakan adalah
kenaikan harga secara terus menerus yang ada di pasar.
2. Pendapatan nasional
pada konteks ekonomi makro, tolak ukur keberhasilan
perekonomian suatu negara anatara lain adalah pendapatan nasional.
Definisi pendapatan nasional sendiri ada 3 yaitu :
jumlah barang-barang jasa yang diproduksi di suatu negara pada
periode tertentu.
Jumlah balas dan jasa dari faktor-faktor produksi dalam periode
tertentu
jumlah pengeluaran nasional untuk membeli barang dan jasa yang
dihasilkan
berdasarkan 3 definisi diatas , perhitungan pendapatan nasional
dapat diakukan melalui 3 pendekatan yakni:
pendekatan produksi,
pendekatan pengeluaran, dan
pendekatan pendapatan.
Perhitungan pendapatan nasional Indonesia sendiri dilakukan dengan
pendekatan produksi dan pendekatan pengeluaran.
Perhitungan ini sendiri bertujuan untuk mendapatkan taksiran
akurat nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu negara dalam
satu tahun, manfaat-manfaatnya antara lain adalah:
1. Menjadi sumber informasi bagi pemerintah.
2. Mengetahui struktur perekonomian
3. mengetahui struktur antar daerah
4. memperkirakan perubahan Pendapatan Riil
5. membandingkan kemajuan ekonomi antar negara.
3. Pertumbuhan ekonomi
adalah suatu proses kenaikan pendapatan total dan pendapatan
perkapita dengan memperhitungkan adanya pertambahan penduduk
dan disertai dengan perubahan fundamental dalam struktur ekonomi
suatu negara.
8

Pembangunan ekonomi tak dapat lepas dari pertumbuhan


ekonomi (economic growth); pembangunan ekonomi mendorong
pertumbuhan ekonomi, dan sebaliknya, pertumbuhan ekonomi
memperlancar proses pembangunan ekonomi.
Yang dimaksud dengan pertumbuhan ekonomi adalah proses
kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan
dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional. Suatu negara dikatakan
mengalami pertumbuhan ekonomi apabila terjadi peningkatan GNP
riil di negara tersebut. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan
indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi.
Perbedaan antara keduanya adalah pertumbuhan ekonomi
keberhasilannya lebih bersifat kuantitatif, yaitu adanya kenaikan
dalam standar pendapatan dan tingkat output produksi yang
dihasilkan, sedangkan pembangunan ekonomi lebih bersifat kualitatif,
bukan hanya pertambahan produksi, tetapi juga terdapat perubahanperubahan dalam struktur produksi dan alokasi input pada berbagai
sektor perekonomian seperti dalam ,lembaga pengetahuan, dan teknik.

Ekonomi Makro
1. Investasi
investasi yang lazim disebut dengan istilah penanaman
modal atau pembentukan modal merupakan komponen kedua
yang menentukan tingkat pengeluaran agregat. Investasi dapat
diartikan sebagai pengeluaran atau pembelanjaan penanampenanam modal atau perusahaan untuk membeli barangbarang modal dan perlengkapan-perlengkapan produksi untuk
menambah kemampuan memproduksi barang-barang dan jasa
yang tersedia dalam perekonomian,pada praktiknya yang
digolongkan sebagai investasi meliputi pengeluaran atau
pembelanjaan sebagai berikut:
1. Pembelian berbagai jenis barang modal.
2. Pembelanjaan untuk membangun rumah tempat tinggal,
bangunan, dll
3. pertambahan nilai stok barang-barang yang belum terjual,
bahan mentah dan barang yang masih dalam proses produksi
pada akhir tahun penghitungan pendapatan nasional.
9

Faktor-faktor yang mempengaruhi investasi antara lain:


keuntungan yang akan diperoleh
tingkat bunga
ramalan mengenai keadaan ekonomi di masa depan
kemajuan teknologi
tingkat pendapatan nasional dan perubahan-perubahannya,
dan keuntungan yang diperoleh dari perusahaan.
2. Penawaran
Penawaran (supply) adalah jumlah barang dan jasa yang akan
dijual (ditawarkan) pada tingkat harga tertentu.
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi penawaran:
a. harga barang itu sendiri.Semakin tinggi harga barang maka
jumlah penawaran akan makin meningkat.Teknologi produksi.
Tingkat kemajuan teknologi mempengaruhi penawaran
b. munculnya produsen baru. Kemunculan produsen baru di pasar
akan menambah jumlah barang yang akan dijual dan
ditawarkan. Naik turunnya harga faktor produksi akan
mempengaruhi jumlah penawaran.
Penawaran sebagaimana permintaan, juga memiliki hukum
penawaran yang berlaku pada keadaan ceteris paribus, semakin
rendah harga barang, maka semakin sedikit juga jumlah barang
yang akan ditawarkan, begitu juga sebaliknya.
Jumlah barang yangditawarkan akan meningkat apabila harga
naik dan akan berkurang jik harga turun, atau perubahan
penawaran berbanding lurus dengan perubahan harga.
3. Permintaan
permintaan (demand) mencerminkan jumlah produk barang dan
jasa yang ingin dibeli dengan jumlah dan harga tertentu.
hukum permintaan digunakan untuk memperoleh norma atau
hukum yang berlaku secara umum untuk setiap permintaan. Bunyi
hukum permintaan:
jumlah barang atau jasa yang diminta akan bertambah jika harga turun
dan akan berkurang jika harga naik pada periode tertentu.
10

4. Usaha Kecil dan Menengah


UKM adalah sebuah istilah yang mengacu ke jenis usaha kecil
yang memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 200.000.000 tidak
termasuk tanah dan bangunan tempat usaha. Dan usaha yang berdiri
sendiri. Menurut Keputusan Presiden RI no. 99 tahun 1998 pengertian
Usaha Kecil adalah: Kegiatan ekonomi rakyat yang berskala kecil
dengan bidang usaha yang secara mayoritas merupakan kegiatan
usaha kecil dan perlu dilindungi untuk mencegah dari persaingan
usaha yang tidak sehat.
Kriteria usaha kecil menurut UU No. 9 tahun 1995 adalah sebagai
berikut:
1. Memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp. 200.000.000,- (Dua
Ratus Juta Rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha
2. Memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp.
1.000.000.000,- (Satu Milyar Rupiah)
3. Milik Warga Negara Indonesia
4. Berdiri sendiri, bukan merupakan anak perusahaan atau cabang
perusahaan yang tidak dimiliki, dikuasai, atau berafiliasi baik
langsung maupun tidak langsung dengan Usaha Menengah atau Usaha
Besar
5. Berbentuk usaha orang perseorangan , badan usaha yang tidak
berbadan hukum, atau badan usaha yang berbadan hukum, termasuk
koperasi.
Di Indonesia, jumlah UKM hingga 2005 mencapai 42,4 juta unit
lebih. Pemerintah Indonesia, membina UKM melalui Dinas Koperasi
dan UKM, dimasing-masing Propinsi atau Kabupaten/Kta.

11

2.4 Masalah-masalah yang dihadapi Pemerintah di bidang


ekonomi
Masalah Kemiskinan
Kemiskinan merupakan suatu keadaan ketidakmampuan yang bersifat
ekonomi (ekonomi lemah) jadi dimana seseorang tidak dapat memenuhi
kebutuhan pokok (kebutuhan primer) karena pendapatannya rendah.
Kemiskinan terjadi karena beberapa faktor. Karena rendahnya pendapatan
yang menyebabkan rendahnya daya beli. Selain itu karena rendahnya
pendidikan masyarakat sehingga masyarakat tidak mendapatkan hidup yang
layak.
Kemiskinan merupakan masalah utama yang dihadapi pemerintah.
Memang sudah menjadi tanggung jawab pemerintah untuk mengatasinya.
Namun kita semua juga haruslah ikut serta dalam upaya pengentasan
kemiskinan karena kita merupakan mahluk sosial yang beragama. Dimulai
dari upaya kecil dan nantinya akan melakukan perubahan besar.

Masalah Keterbelakangan
Keterbelakangan merupakan suatu keadaan yang kurang baik jika
dibandingkan dengan keadaan lingkungan lainnya. Keterbelakangan dalam
hal ini maksudnya adalah ketertinggalan dengan negara lain di lihat dari
berbagai aspek serta berbagai bidang.
12

Dilihat dari penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK),


Indonesia masih dikategorikan sebagai negara sedang berkembang. Ciri lain
dari negara sedang berkembang adalah rendahnya tingkat pendapatan dan
pemerataannya, rendahnya tingkat kemajuan dan pelayanan fasilitas
umum/publik, rendahnya tingkat disiplin masyarakat, rendahnya tingkat
keterampilan penduduk, rendahnya tingkat pendidikan formal, kurangnya
modal, dan rendahnya produktivitas tenaga kerja, serta lemahnya tingkat
manajemen usaha.

Masalah Pengangguran dan Keterbatasan Kesempatan Kerja


Pengangguran merupakan suatu kondisi kurang produktif atau pasif
sehingga kurang mampu menghasilkan sesuatu. Sedangkan keterbatasan
kesempatan kerja merupakan suatu keadaan kekurangan peluang untuk
mendapatkan pekerjaan karena tidak dapat masuk dalam kuota atau
pekerjaan yang tersedia.
Masalah pengangguran dan keterbatasan kesempatan Kerja saling
berhubungan satu sama lainnya. Masalah pengangguran timbul karena
adanya ketimpangan antara jumlah kesempatan kerja yang tersedia. Hal ini
terjadi karena Indonesia sedang mengalami masa transisi perubahan stuktur
ekonomi dari negara agraris menjadi negara industri.

Masalah Kekurangan Modal


Kekurangan Modal adalah satu ciri penting setiap negara yang
memulai proses pembangunan. Kekurangan ini bukan saja menghambat
kecepatan pembangunan ekonomi yang dapat dilaksanakan tetapi dapat
menyebabkan kesulitan negara tersebut untuk lepas dari kemiskinan.masalah
kemiskinan, keterbelakangan, pengangguran dan kekurangan modal yang
terjadi disuatu negara berkembang disebabkan oleh lingkaran yang sulit
diputuskan.

Lingkaran keterbelakangan dan kemiskinan tersebut adalah


pendapatan rendah menyebabkan kemampuan investasi rendah, investasi
rendah menyebabkan pemupukan modal rendah, modal rendah
menyebabkan produktivitas rendah, produktivitas rendah menyebabkan
pendapatan rendah dan seterusnya berputar tanpa terputus.
13

2.5 Solusi Masalah-masalah yang dihadapi Pemerintah di


bidang ekonomi
Masalah Kemiskinan
Untuk mengatasi kemiskinan yaitu dengan cara pemerintah membantu
masayarakat dengan melakukan program Program Inpres Desa Tertinggal
atau IDT, pemberian kredit untuk para petani dan pengasuh kecil berupa
Kredit Usaha Kecil atau KUK, Kredit Modal Kerja Permanen (KMKP),
Program Kawasan Terpadu (PKT), Program Gerakan Orang Tua Asuh (GNOTA), Raskin, Bantuan Langsung Tunai (BLT), serta program-program
lainnya.

Masalah Keterbelakangan
Untuk mengatasi masalah keterbelakangan tersebut, pemerintah
berupaya meningkatkan kualitas SDM dengan melakukan program
pendidikan seperti wajib belajar 9 tahun dan mengadakan pelatihanpelatihan seperti Balai Latihan Kerja (BLK). Selain itu, melakukan
pertukaran tenaga ahli, melakukan transfer teknologi dari negara-negara
maju.

Masalah Pengangguran dan Keterbatasan Kesempatan Kerja


14

Untuk mengatasi masalah tersebut maka solusinya adalah dengan


pemerintah melaksanakan program pelatihan bagi tenaga kerja sehingga
tenaga kerja memiliki keahlian yang sesuai dengan lapangan yang tersedia,
pembukaan investasi-investasi baru, melakukan program padat karya, serta
memberikan penyuluhan dan informasi yang cepat mengenai lapangan
pekerjaan.

Masalah Kekurangan Modal


Pemerintah banyak melakukan program-program bantuan modal salah
satunya yakni PNPM MANDIRI. Selain pemerintah, badan usaha juga
membantu dalam masalah kekurangan modal seperti bank, koperasi, BUMN
seperti PLN dan lain-lain.
Untuk mengatasi masalah tersebut yaitu dengan melakukan programprogram yang meningkatan kualitas SDM atau peningkatan investasi
menjadi lebih produktif. Kekurangan modal dapat diatasi secara bijak
dengan tidak meminjam kepada retenir. Lebih baik meminjam kepada
koperasi karena koperasi jasa yang dikenakan bersifat menurun dan kita
akan mendapatkan Sisa Hasil Usaha (SHU). Kalaupun dirasa tidak akan
mampu mengembalikan pinjaman maka semestinya kita berfikir kreatif
dengan memanfaatkan sumber daya yang ada.

15