Anda di halaman 1dari 1

A.

Profil desa
Desa Mertoyudan adalah desa paling besar yang ada di kecamatan Mertoyudan
kabupaten Magelang. Desa Mertoyudan berbatasan dengan kelurahan Tidar, kecamatan
Magelang Selatan pada bagian utara, sebelah selatan kelurahan Sumberrejo kecamatan
Mertoyudan, sebelah timur desa Tampir Kulon kecamatan Candimulyo sebelah barat desa
Banyurojo kecamatan Mertoyudan. Desa ini memiliki 12 dusun yang terdiri dari 25 Rw dan
99 Rt yang kurang lebih memiliki 14 ribu penduduk yang menyebar di dusun dusun yang ada.
Dengan jumlah laki-laki 5266 orang dan perempuan 7825 orang yang terbagi menjadi 4029
Kepala Keluarga.
Desa Mertoyudan merupakan sebuah desa yang memiliki ciri seperti sebuah daerah
semi kota dan masih dalam tahap berkembang. Mata pencaharian penduduk sebagian besar
sebagai karyawan perusahaan swasta, Pegawai negeri sipil, dan Buruh tani. Masyarakat di
desa Mertoyudan mayoritas beragama Islam. Suku yang dominan pada desa Mertoyudan
adalah suku Jawa. Pada umumnya dusun-dusun yang ada di desa ini juga sudah memiliki
masyarakat yang bergaya hidup modern, dan hanya ada beberapa dusun yang dirasa perlu
untuk di benahi dan membutuhkan dorongan untuk bisa menambah wawasan masyarakat
sekitar.
Untuk pola pemerintahan di kelurahan masih condong kepada tahap pembenahan,
selain kepala desa yang baru menjabat 1 tahun di desa ini, namun juga masih terjadi
perubahan UU desa yang tengah berjalan di desa mertoyudan. Database dari desa juga masih
banyak yang belum dirapikan. Jumlah aparat desa terdiri dari 32 orang dan terbagi kedalam
18 unit kerja. Berbagai kegiatan yang dijalankan bersama di desa Mertoyudan ini juga masih
aktif dilakukan antara lain musrembang, arisan ibu-ibu pkk dan lain sebagainya.
Ada 3 dusun yang akan menjadi titik fokus yang dilakukannya kegiatan kkn nantinya,
yaitu dusun kedung karang sari, dusun bandung kali sari, serta dusun kedung dowo. Ketiga
dusun ini memiliki karakteristik yang berbeda. Dan ada beberapa hal yang bisa kita angkat
menjadi program-program yang akan dijalankan di dalam kegiatan KKN.
Beberapa permasalahan yang mungkin secara umum terjadi di desa mertoyudan
antara lain adanya sengketa tanah yang sebagian sudah dapat di selesaikan oleh pihak desa,
banyaknya tempat porstitusi disekitar desa dan orang- orang yg bekerja ditempat ini
bermukim di desa mertoyudan sehingga menyebabkan munculnya budaya baru yang berbeda
dengan adat istiadat sekitar, ada serangan hama terhadap padi sehingga petani
kedungbkarangvsari mengalami gagal panen selama 3 musim, kurangnya bahan baku untuk
pembuatan keranjang dan juga pemasaran untuk keranjang yang telah di produksi oleh ibuibu dusun bandung kali sari.