Anda di halaman 1dari 9

SUPPORTED STOPE METHODS

Supported Stope Methods adalah metode penambangan bawah tanah yang


menggunakan penyangga dalam proses penambangannya. Secara umum ciri-ciri
Supported Stope Methode antara lain:

Cocok untuk endapan bijih serta batuan induk yang lunak.

Cara penambangannya secara sistematis.

Penyangga dalam tambang bawah tanah dibedakan menjadi dua, antara lain:
a.

Penyangga Alamiah
Penyangga alamiah adalah penyangga yang menggunakan material yang

berada atau dihasilkan dari proses penambangan itu sendiri. Penyangga


alamiah dibagi menjadi:

Endapan bijih yang ditinggalkan atau tidak ditambang.

Endapan bijih kadar rendah. Setelah dinilai tidak ekonomis, endapan


bijih ini ditinggalkan sebagai penyangga.

Waste yaitu batuan samping, atau material lain yang tidak ditambang.

b.

Penyangga Buatan (Artificial Support)


Artificial support adalah penyangga buatan yang dimasukan ke dalam

tamang bawah tanah, agar tidak runtuh. Bahan penyangga buatan ini disebut
juga Material Filling, dapat berupa tailing, pasir, tanah, semen, baja, kayu,
maupun baut batuan.
Metode penambangan bawah tanah supported stope dibagi atas :
a.

Shrink and fill stoping

b.

Cut and fill stoping

c.

Stull stoping

d.

Quare set stoping

Berdasarkan pembagian di atas, dapat dijelaskan sebagai berikut :

1.

Shrink and Fill Stoping


Merupakan metode penambangan dengan cara membuat level-level, dimana

level-level tersebut merupakan endapan bijih yang ditambang. Di dalam level-level

SUPPORTED STOPE METHODS UNDERGROUND MINING

tersebut dibuat Stope-stope atau ruangan-ruangan. Setelah selesai menambang


dalam satu level, maka level tersebut diisi kembali dengan material lalu dilanjutkan
dengan membuat level baru. Arah tambang pada metode ini relatif horizontal.
Shrink and fill stoping method merupakan bagian dari sistem penambangan
bawah tanah dengan menggunakan metode supported stope method sehingga dalam
proses penambangannya memerlukan penyanggaan untuk memperkuat dinding
batuan (wallrock). Pada dasarnya mirip dengan sistem shringkage stoping, hanya
saja setelah satu blok antara level satu dengan level lainnya habis ditambang atau
digali, kemudian rongganya diisi dengan filling material yang dapat berupa pasir,
tanah dan broken ore (bijih yang tidak terpakai/parting). Sistem penyanggaannya
juga dapat menggunakan Rock Bolt (Baut Batuan) yang berfungsi untuk
memperkuat dinding batuan (Wallrock).
Pada methode shrink and fill stoping menggunakan system penyanggaan
dengan menggunakan Artificial Support yang berupa :
a.

Material pengisi
Pada sistem penyanggaan ini menggunakan material pengisi dalam membuat

system penyanggaan yang berupa waste/tailing hasil pengolahan ore yang telah
diambil sebelumnya. Material pengisi tersebut dimasukan dan ditimbun pada
daerah penambangan yang bijihnya sudah diambil. Pada proses penambangan
setelah satu blok antara level satu dengan level lainnya habis ditambang atau digali,
kemudian rongganya diisi dengan filling material (material pengisi).
b.

Rock Bolting (Baut Batuan)


Pada system penyanggan dengan menggunakan Rock Bolting dipasang pada

dinding batuan bagian atas/atap sehingga dapat memperkuat dinding batuan bagian
atas tersebut. Cara memasangnya dengan melakukan pemboran pada bagian atas
dinding batuan, kemudian Rock Bolting tersebut dipasang pada dinding batuan.

Keuntungan :
a.

Safety sangat bagus karena menggunakan system penyanggaan.

b.

Sangat serbaguna dan umum digunakan.

SUPPORTED STOPE METHODS UNDERGROUND MINING

c.

Tiang penyanggaan dapat menahan (recovery) dinding batuan biasanya


dengan menggunakan Rockbolt atau material pengisi seperti pasir dan tanah
maupun Broken Ore.

d.

Menjaga terhadap beberapa masalah dari limbah buangan (disposal).

e.

Metode ini digunakan untuk bijih (ore) yang lunak (Swell Factor), biasanya
primary ore seperti vein (urat-urat bijih).

Kerugian :
a.

Apabila

menggunakan

system

penyanggaan

berupa

Rock

Bolting

memerlukan biaya yang sangat tinggi.


b.

Memerlukan biaya yang cukup besar dan harus cermat apabila akan mengisi
filling material yang dapat memperkuat dinding batuan.

c.

Alat yang digunakan pada proses penambangan dengan metode Shrink and
Fill Stoping terbatas. Pada pembuatan stope (tempat penambangan)
menggunakan Jackleg Drills.

d.

Tempat berpijak yang kasar, yang menyebakan kondisi kerja yang berbahaya.

e.

Produktivitas rendah sampai sedang (rentang 5 10 ton, atau 5 9 ton, tiap


perubahan/shift karyawan; maksimum 10 15 ton, atau 9 14 ton, tiap shift
karyawan).

Gambar 1. Shrink and Fill Stoping Method

SUPPORTED STOPE METHODS UNDERGROUND MINING

2.

Cut and Fill Stoping


Merupakan metode penambangan dengan cara memotong batuan untuk

membuat stope dalam level. Setelah selesai menambang dalam satu stope, maka
stope tersebut diisi kembali tanpa menunggu selesai dalam satu level. Ini yang
membedakan dengan Shrink and Fill Stoping.
Material pengisi disini berfungsi sebagai berikut :
a.

Tempat berpijak untuk pemboran dan penggalian berikutnya.

b.

Sebagai penyanggah batuan sekelilingnya.

c.

Untuk mencegah terjadinya penurunaan permukaan.


Metode penambangan ini cocok untuk endapan bijih yang memiliki sifat-sifat

sebagai berikut :
a.

Untuk endapan yang berbentuk Paint dengan dip 450

b.

Untuk endapan dengan ketebalan 1-6 meter.

c.

Batuan sampingnya agak lunak/kurang kompak.

d.

Orenya memiliki nilai yang tinggi dan memerlukan mining recovery yang
tinggi guna menutupi ongkos.

e.

Dapat dipergunakan untuk endapan bijih yang batasnya kurang teratur dan
banyak terdapat Barrent rock (batuan sekelilingnya masuk kedalam bijih).
Diantara endapan bijih yang sedang ditambang.

Keuntungan :
a.

Cukup pleksibel sehingga dapat menambang bagian-bagian yang sulit dan


dapat mengadakan selektif mining.

b.

Dari stope dapat dilakukan eksplorasi untuk mengetahui arah penyebaran


bijih selanjutnya.

c.

Barrent rock/Wasle dapat dipakai material pengisi.

d.

Pemakai timber sedikit sehingga kemungkinan kebusukan kayu dan


kebakaran jarang terjadi.

e.

Bisa mendapatkan mining Recovery yang tinggi.

f.

Bila memungkinkan penambangan dilakukan pada beberapa tempat sehingga


produksinya besar.

SUPPORTED STOPE METHODS UNDERGROUND MINING

g.

Kecil kemungkinan terjadinya penurunaan permukaan

Kerugiaan:
a.

Selain menambang juga harus mencari material pengisi.

b.

Harus dilakukan pemisahaan yang cukup baik antara endapan bijih dengan
material pengisi agar tidak terjadi pengotoran.

c.

Ongkos penambangan relatif tinggi.

Gambar 2. Cut and Fill Stoping Method

3.

Stull Stoping
Adalah suatu metode penambangan yang menggunakan penyanggaan kayu

(timber), dan penyangga dipasang langssung dari hanging wall ke foot wall.
Penyangga ini disebut stull. Penyanggaan ini bias sistimatis,tetapi bias juga hanya
dipasang setempat bila bila keadaan batuan memungkinkan.
Metode penambangan ini cocok untuk endapan bijih yang memiliki sifat-sifat
sebagai berikut :
a.

Kekuatan bijih agak tebal, sehingga tidak perlu disangga.

b.

Kekuatan batuan samping mudah pecah.

c.

Kemiringan endapan tidak terlalu berpenggaruh.

SUPPORTED STOPE METHODS UNDERGROUND MINING

d.

Ukuran endapan antara 1-3 meter, yaitu ketebalan masih bias dicapai oleh
penyangga kayu tanpa sambungan (timber).

e.

Kadar bijih tinggi, karena ongkos penambangan juga tinggi.

Cara penambangan :
a.

Penerapannya dibatasi oleh panjang stull.

b.

Untuk menghindari amblesan (Surface Subsidence) maka harus diisi degan


material pengisi sehingga dapat berubah manjadi cut and fill.

c.

Kalau penurunan permukaan bumi, maka lubang bekas lombong dapat


dibiarkan kosong dan runtuh sendiri maka biasanya yang dipakai top slicing.

Keuntungan :
a.

Cara penambangan sangat sederhana karena cara penyanggan ini tidak sulit
sehingga tidak memerlukan banyak karyawan yang terampil.

b.

Bisa meninggalkan pillar yang terbuat dari barent rock.

c.

Karena luwes dapat dilakukan selective mining, maka perolehan tambangnya


bias tinggi.

d.

Memiliki jaminan keamanan yang cukup baik dibandingkan square setting


atau cut and fill, karena ukuran endapan bijihnya tipis.

Kerugian :
a.

Karena memakai penyangga kayu dapat menyebabkan pembusukan serta


kebakaran.

b.

Pada umumnya sukar untuk menghindari terjadinya pengotoran.

c.

Dapat menyebabkan amblesan kecuali diikuti dengan pengisian bekas-bekas


lombong.

SUPPORTED STOPE METHODS UNDERGROUND MINING

Gambar 3. Stull Stoping Method

3. Square Set Stoping


Square set stoping merupakan sistem panambangan dengan penyanggaan
secara sitematis yang saling tegak lurus kesegala arah (tiga dimensi) di setiap
bagian-bagian yang telah selesai ditambang .Penyangga ini memilki kerangka
berupa kubus maupun empat persegi panjang.
Metode penambangan ini cocok untuk endapan bijih yang memiliki sifat-sifat
sebagai berikut :
a.

Bijih sangat mudah runtuh sehingga perlu suatu penyangga yang sistematis
pada setiap bagian yang telah selesai ditambang. Sedangkan country rocknya
sendiri juga mudah runtuh. Mudah runtuhnya suatu endapan bijih disebabkan
oleh beberapa hal antara lain : penyisipan batuan lunak diantara bijih, jika
pembentu bijih merupakan mineral-mineral sulfida biasanya gampang rapuh,
adanya perubahan-perubahan struktur geologi disekitarnya.

b.

Kemiringan harus lebih dari 450.

c.

Ketebalan endapan minimal 3,5 meter.

SUPPORTED STOPE METHODS UNDERGROUND MINING

d.

Memiliki kadar bijih yang sangat tinggi.

e.

Memiliki batas-batas yang kurang jelas antara badan bijih dan country
rocknya.
Umumnya cara ini cocok untuk endapan dengan batuan yang lunak, oleh

karena itu cara penambangan ini sulit untuk diubah kecara penambangan yang lain.
Akan tetapi kalau sangat terpaksa, misalnya karena keadaan batuan agak keras dan
surface subsidence tidak boleh terjadi, maka dapat diubah ke cara cut and fill atau
stull stoping bila urat bijihnya tipis.
Cara penambangan ini dapat dipakai sebagai pelengkap atau pembantu cara
penambangan lain bila bentuk bijihnya tidak baik, misalnya ditemukan off shoot,
atau penyangga under cat pada blokcaving. Kecuali square set stoping sering
dipergunakan untuk mengambil pillar yang terletak diantara lombong-lombong
yang sudah diisi dengan filling material.

Keuntungan :
a.

Dapat digunakan untuk menambang segala macam ukuran

dan bentuk

endapan bijih, asal kemiringan >450,luwes dalam arti dapat menambang


segala macam bentuk endapan.
b.

Dapat dipakai untuk endapan dan batuan samping yang keadaannya sangat
lunak dan mudah runtuh.

c.

Memungkinkan dilakukannya penambangan dengan mining recovery yg


tinggi > 90% (high mining extraction).

d.

Ventilasi lebih mudah diatur.

e.

Dapat memberi keamanan kerja yang tinggi.

Kerugian :
a.

Memakai banyak penyangga kayu sehingga menyebabkan ongkos


penambangan manjadi mahal, kemungkinan bahaya kebakaran lebih besar,
dan dapat terjadi pembusukan sehingga akan terbentuk gas-gas beracun.

b.

Waktu untuk penyiapan dan penyediaan kayu penyangga lebih kurang dari
30%, sedangkan volume kayu yang dibutuhkan sekitar 6-15%.

SUPPORTED STOPE METHODS UNDERGROUND MINING

c.

Sukar diubah ke sistem penambangan yang lain.

Gambar 4. Square Set Stoping Method

SUPPORTED STOPE METHODS UNDERGROUND MINING