Anda di halaman 1dari 4

Kesetimbangan Heterogen

Kesetimbangan ini melibatkan reaktan dan produk dalam fasa yang


berbeda. Sebagai contoh, saat padatan kalsium karbonat dipanaskan
dalam wadah tertutup, akan terjadi reaksi berikut :

CaCO3(s) <> CaO(s) + CO2(g)

Dalam reaksi penguraian padatan kalsium karbonat, terdapat tiga fasa


yang berbeda, yaitu padatan kalsium karbonat, padatan kalsium oksida,
dan gas karbon dioksida. Dalam kesetimbangan kimia, konsentrasi
padatan dan cairan relatif konstan, sehingga tidak disertakan dalam
persamaankonstanta kesetimbangan kimia. Dengan demikian, persamaan
konstanta kesetimbangan reaksipenguraian padatan kalsium karbonat
menjadi sebagai berikut :

Kc = [CO2]
Kp = PCO2

Baik nilai Kc maupun Kp tidak dipengaruhi oleh jumlah CaCO3 dan CaO
(jumlah padatan).
Beberapa aturan yang berlaku dalam penentuan nilai konstanta
kesetimbangan kimia saat reaksi kesetimbangan dimanipulasi (diubah)
antara lain :

1. Jika reaksi dapat dinyatakan dalam bentuk penjumlahan dua atau lebih
reaksi, nilaikonstanta kesetimbangan reaksi keseluruhan adalah hasil
perkalian konstanta kesetimbangan masing-masing reaksi.
A + B <> C + D

Kc

C + D <> E + F

Kc

A + B <> E + F

Kc = Kc x Kc

2. Jika reaksi ditulis dalam bentuk kebalikan dari reaksi semula, nilai
konstanta kesetimbanganmenjadi kebalikan dari nilai konstanta
kesetimbangan semula.
A + B <> C + D
C + D <> A + B

Kc = [C] [D] / [A] [B]


Kc = [A] [B] / [C] [D] = 1 / Kc

3. Jika suatu reaksi kesetimbangan dikalikan dengan faktor n, nilai


konstanta kesetimbanganmenjadi nilai konstanta kesetimbangan semula
dipangkatkan dengan faktor n.
A + B <> C + D
2A + 2B D 2C + 2D
[A] [B] }2= (Kc)2

Kc = [C] [D] / [A] [B]


Kc = [C]2 [D]2 / [A]2 [B]2 = { [C] [D] /

Salah satu kegunaan konstanta kesetimbangan kimia adalah memprediksi


arah reaksi. Untuk mempelajari kecenderungan arah reaksi, digunakan
besaran Qc, yaitu hasil perkalian konsentrasiawal produk dibagi hasil
perkalian konsentrasi awal reaktan yang masing-masing dipangkatkan
dengan koefisien reaksinya. Jika nilai Qc dibandingkan dengan nilai Kc,
terdapat tiga kemungkinan hubungan yang terjadi, antara lain :

1. Qc < Kc

Sistem reaksi reversibel kelebihan reaktan dan kekurangan produk. Untuk


mencapai kesetimbangan, sejumlah reaktan diubah menjadi produk.
Akibatnya, reaksi cenderung ke arah produk (ke kanan).

2. Qc = Kc

Sistem berada dalam keadaan kesetimbangan. Laju reaksi, baik ke arah


reaktan maupun produk, sama.

3. Qc > Kc

Sistem reaksi reversibel kelebihan produk dan kekurangan reaktan. Untuk


mencapai kesetimbangan, sejumlah produk diubah menjadi reaktan.
Akibatnya, reaksi cenderung ke arah reaktan (ke kiri).

Kesetimbangan kimia dapat diganggu oleh beberapa faktor eksternal. Sebagai contoh, pada
pembahasan proses Haber sebelumnya, telah diketahui bahwa nilai Kc pada proses Haber
adalah 3,5.108 pada suhu kamar. Nilai yang besar ini menunjukkan bahwa pada
kesetimbangan, terdapat banyak gas amonia yang dihasilkan dari gas nitrogen dan gas
hidrogen. Akan tetapi, masih ada gas nitrogen dan gas hidrogen yang tersisa pada
kesetimbangan. Dengan menerapkan prinsip ekonomi dalam dunia industri, diharapkan
sebanyak mungkin reaktan diubah menjadi produk dan reaksi tersebut berlangsung sempurna.
Untuk mendapatkan produk dalam jumlah yang lebih banyak,kesetimbangan dapat
dimanipulasi dengan menggunakan prinsip Le Chatelier.
Seorang kimiawan berkebangsaan Perancis, Henri Le Chatelier, menemukan bahwa jika
reaksi kimia yang setimbang menerima perubahaan keadaan (menerima aksi dari luar), reaksi
tersebut akan menuju pada kesetimbangan baru dengan suatu pergeseran tertentu untuk
mengatasi perubahan yang diterima (melakukan reaksi sebagai respon terhadap perubahan
yang diterima). Hal ini disebut Prinsip Le Chatelier.
Kesetimbang heterogen adalah kesetimbangan kimia, dimana zat-zat yang berada
dalam kesetimbangan mempunyai wujud zat yang berbeda (dua fase atau lebih).[4]
a)

Kesetimbangan antara gas dan cair

b)

Kesetimbangan antara gas dan padat

c)

Kesetimbangan antara zat padat dengan larutan

d)

Kesetimbangan antara ion-ion dalam larutan