Anda di halaman 1dari 17

NOTA DESAIN PENGOLAHAN AIR LIMBAH DOMESTIK

KOTA BANDA ACEH

1 PERENCANAAN PERHITUNGAN JARINGAN AIR


LIMBAH

1.1

DASAR PERENCANAAN

Penyusunan Detail Engineering Design Pengolahan Air Limbah domestik Kota


Banda Aceh merupakan program Jangka Mendesak (tahun 2013-2017) yang
sudah ditetapkan dalam Masterplan Air Limbah Kota Banda Aceh yang disusun
pada Tahun Anggaran 2012. Program Tahap Mendesak ini direncanakan untuk
melayani penduduk 5000 SR. Ada beberapa hal yang menjadi dasar perencanaan
ini:
1.
Daerah pelayanan, sebagai daerah komersial yang dijadikan sebagai pilot
project;
2.
Jumlah penduduk, ditetapkan pada kawasan dengan jumlah penduduk
paling padat;
3.

Kriteria Desain dan asumsi-asumsi.

1.1.1 DAERAH PELAYANAN


Rencana daerah pelayanan pengelolaan air limbah domestik Kota Banda
Aceh untuk program Jangka Mendesak ini melayani 5000 SR yang terdiri dari 6
(enam) gampong dengan total luas area sebesar 257 Ha :
a. Gampong Kuta
Alam b. Gampong
Peunayong c.
Gampong Laksana
d. Gampong
Keuramat e.
Gampong Mulia
f.
Gampong Peuniti

1.1.2 JUMLAH PENDUDUK


Berdasarkan hasil perhitungan studi master plan pengelolaan air limbah
domestik Kota Banda
Aceh, perkiraan jumlah penduduk di wilayah perencanaan sampai dengan tahun
2017 adalah sebesar
30.031 jiwa atau sebanyak 6.060 KK. Prosentase pelayanan direncanakan sebesar
80 % atau sebanyak
5.105 KK. Gambaran jumlah penduduk daerah pelayanan di masing-masing
kelurahan secara detail dapat dilihat pada tabel 1.1, dibawah ini.

Page
1.1

NOTA DESAIN PENGOLAHAN AIR LIMBAH DOMESTIK


KOTA BANDA ACEH

Tabel 1.1 Jumlah Penduduk dan KK terlayani IPAL

No
1
2
3
4
5
6
Total

Dearah Pelayanan
Kelurahan
Kelurahan
Kelurahan
Kelurahan
Kelurahan
Kelurahan

Kuta Alam
Peunayong
Laksana
Keuramat
Mulia
Peniti

Jumlah Penduduk
Tahun 2017
2,415
3,046
5,717
4,814
5,948
8,091
30,031

% Jumlah
KK
483
609
1,143
963
1,190
1,618
6,006

% KK Terlayani
411
518
972
818
1,011
1,376
5,105

Sumber : Hasil analisa konsultan, tahun 2012

1.1.3 RENCANA TAHAPAN PELAKSANAAN


Sebelum dilakukan penyusunan Detailed Engineering Desain (DED) perlu untuk
menetapkan daerah pelayanan. Perencanaan di dalam DED adalah untuk 5105 SR
yang dilaksanakan dalam 3 tahap pelaksanaan dengan membagi cakupan
pelayanan 5105 SR menjadi 3 :
1.

Tahap 1 tahun 2014-2015, rencana daerah pelayanan adalah gampong


Peuniti dengan jumlah sambungan 1375 SR
2. Tahap 2 tahun 2015-2016, rencana daerah pelayanan adalah
gampong Peunayong dan gampong Kuta Alam dengan jumlah sambungan
928 SR
3. Tahap 3 tahun 2016-2017, rencana daerah pelayanan adalah
gampong Mulya, gampong
Laksana, gampong Keuramat dengan jumlah sambungan 2801 SR.

Page
1.2

NOTA DESAIN PENGOLAHAN AIR LIMBAH DOMESTIK KOTA BANDA ACEH

Page 1.3

1.1.4 KRITERIA DESAIN DAN ASUMSI-ASUMSI


Detail Engineering Design (DED) IPAL Kota Banda Aceh didasarkan kepada
standar/kriteria yang disyaratkan, meliputi; dimensi-dimensi unit yang ada sesuai
dengan kriteria teknis, konstruksi bangunan, effsiensi pengolahan, dan sistem
pengaliran.
A.
1.

Kriteria Desain Jaringan Pengumpul Air Buangan


Target Desain
Kapasitas jaringan pengumpul air limbah buangan domestic direncanakan
sampai dengan tahun
2017
(Tahap
Mendesak)

2.

Volume Air Limbah


Volume air limbah ditentukan berdasarkan konsumsi pemakaian air bersih
dari masing-masing sumber pengguna (sumber : PDAM). Gambaran volume
pemakaian air bersih domestic adalah
139
lt/org/hari.

3.

Faktor Debit Puncak


Debit air limbah yang terkumpul (kecuali dari infltrasi air tanah dan dari aliran
lainnya) bervariiasi dalam satu hari, dan aliran yang sangat rendah biasanya
terjadi pada siang hari. Ratio debit aliran puncak terhadap debit aliran ratarata berkisar kurang dari 130 % untuk pipa induk dan lebih dari
200 % untuk pipa yang
lebih kecil.
Formula di bawah ini dipakai untuk memperkirakan faktor puncak (F)
debit air limbah
F = 4,02 x (0,0864
x Q)
Diman
a:
Q = aliran rata-rata harian selain aliran infltrasi air tanah
dalam liter/detik
F maksimum dan minimum =
5 1,25

4.

Infltrasi Air Tanah


Infltrasi air tanah termasuk intrusi air permukaan diasumsikan 10 % dari
aliran rata-rata air limbah harian yang dihasilkan. Infltrasi air tanah dan
infltrasi air permukaan diperhitungkan dalam perencanaan sistem air limbah

5.

Debit perencanaan
Page
1.4

Qmax=1,5
x Qr
Dimana :
maksimum
Qr

Qmax

: Q

: Q rata-rata (0.8 x Q air bersih)

Page
1.5

6.

Kecepatan Aliran Dalam Pipa (Flow Velocity)


Dalam perhitungan kecepatan, formula manning digunakan dalam aliran
gravitasi. Kecepatan minimu 0.6 m/detik dan kecepatan maksimum 3 m/detik.
Kecepatan minimum digunakan untuk mencegah terjadinya endapan dan
untuk mengurangi terbentuknya sulfat. Kecepatan maksimum untuk tahan
erosi pada material pipa.
Formula Manning Adalah For

sebagai berikut :
Dimana :

V : Kecepatan rata-rata (m/detik)


n : koefsien kekasaran
R : radius hydraulic (m) = A / P
A : luas penampang
melintang (m2) P : keliling
basah (m)
I : slope hidrolis

Koefsien kekasaran (n) diasumsikan sebagai berikut :


Pipa
RCP
Pipa Clay
PVC

7.

n
0,01
0,01
3
0,01

Diameter Minimum Pipa


Pipa lateral 100 - 150 mm digunakan untuk pipa
sambungan rumah.

8.

Tinggi air dalam Pipa


Tinggi air dalam pipa d/D disyaratkan : 0,6 0,8 , yaitu perbandingan tinggi
air di dalam pipa dengan diameter pipa
1. Tarik garis dari d/D yang direncakan ke
kurva Q/Qfull
2. Tarik garis dari titik pertemuan diatas ke bawah, sehingga
didapat nilai Q/Qfull

Page
1.6

Gambar 1.1 Grafk Elemen


Hidrolik

9.

Kedalaman Penanaman Pipa


Kedalaman tanah penutup untuk peletakan pipa air limbah 1,2 m untuk jalan
yang banyak dilalui kemdaraan, 0,9 m untuk jalan yang tidak banyak dilalui
kendaraan. Untuk kedalaman maksimum sekitar 8 m. Perlu dipertimbangkan
juga tinggi muka air tanah. Untuk di Kota Banda Aceh kedalaman maksimum
penanaman pipa adalah 4 m.

10.

Jarak Antar Manhole


Jarak antar manhole ditentukan berdasarkan
diameter pipa.
Ukuran Pipa
< 600 mm
> 750 mm

11.

Maximun Jarak
100 m
200 m

Material Pipa
Digunakan pipa HDPE untuk pipa lateral sampai pipa induk, dan untuk pipa
service menggunakan pipa PVC. Kelebihan pipa PVC lebih ekonomis, tahan
terhadap sulfat dan tahan terhadap kapasitas aliran yang besar dengan
koefsien kekasaran pipa yang rendah.

12.

Kehilangan Tekanan dalam manhole


Untuk diameter pipa < 1200 mm, kehilangan tekanan dalam

Page
1.7

manhole adalah 2

Page
1.8

13.

Sambungan Rumah
Komponen Sambungan rumah terdiri dari pipa service dan bak kontrol, yang
terkoneksi dengan pipa lateral. Materialnya adalah pipa PVC. Agar aliran lancar
dengan kecepatan yang tepat, slope pipa lateral seharusnya 1% dengan
diameter pipa lateral 100-150 mm berdasarkan kapasitas aliran dari masingmasing rumah.
Tabel 1.2 Kriteria Desain
Jaringan
Uraian

No

Sumber
Data

Kriteria

Kapasitas Air bersih


2 Debit air limbah (Qr)

0,6 - 0,9 Q Air Bersih

2) - pg 29

3 Debit maksimum (Qmaks)

1.5 - 2.0 Qr

2) - pg 29

lt/det
139
0.8 Q Air Bersih
1.5 Qr

Qr

3)

0.5 Qr

20%
Qr
(Qmaks) + (Qinf)
Sistem gravitasi+Pompa

3)

10% Qr

4 Debit miminum (Qmin)


5 Debit infiltrasi (Qinf)
6 Debit puncak (Qr)
7 Sistem pengaliran

Perencanaan

0.5

Dengan kemiringan pipa yang


direncanakan, kecepatan aliran
harus memenuhi syarat kriteria

8 Kecepatan aliran (V)


-

Air limbah setelah pre-treatment (0.6 3.6) m/det

Air limbah tanpa pre-treatment


9 Tinggi air didalam pipa (d/D)
10 Perletakan manhole pada jalur lurus

4)

(0.9 5.4) m/det


(0.6 0.8) D

4)

(50 - 100) m

1) - pg 365

0.75
50 m

11 Kedalaman manhole
-

Minimum

Maksimum

0.7 m
4m

12 Jarak antara top pipa dan dsr sal. Drainase


13 Waktu Tinggal di Sumpit

(5 - 30)

0.3 m
menit

Keterangan
Perkiraan pemakaian air bersih
pada tahu 2017

Perletakan manhole juga


memperhatikan site plan dan
perletakan utilitas lainnya
Kedalaman manhole juga
memperhatikan perletakan
utilitas lainnya
Sesuai dengan perencanaan
perletakan keterpaduan utilitas

3)

14 Formula perhitungan dimensi saluran


Q=VXA
= 1/n x R^2/3 x S^1/2 x A
dimana :
Q = kapasitas saluran (m3/dt)
n = koefisien manning

"n" koeffisien kekasaran pipa

R = jari-jari hidrolis (m)


S = kemiringan (slope)

Keterangan :
1)

EW Steel and Terence J McGhee, Water Supply and Sewerage, fifth edition

2)

Syed R Oasim, Wastewater Treatment Plant,Planning, Design and Operation

3)

Elly Yuliani, Perencanaan Sistem Air Buangan

4)

http:///www.engineeringtoolbox.com/sewega-piping systems-d_568.html

Page
1.9

1.2

PERHITUNGAN JARINGAN PERPIPAAN

1.2.1

POTENSIAL BEBAN AIR LIMBAH DOMESTIK

Industri

Komersial
Asumsi:

Assume

500
80%
%
Air Minum mg BOD/lt

Rasio:
%
Pemakai
an air
minum
Domesti

%
Pemakai
an air
Minum
Komersi

ke air
Limbah

(m3/Hr)

Asumsi:

Beban
Limbah

Asumsi:
20
80%
m3/Ha/Thn Air
Dari Ground
water

Konsentr
asi BOD
Komersi
al
Air
Limbah

Beban
Limbah

(ton/Hr)

(ton
BOD/Hr
)

(mg/lt)

Asumsi:

Assume

12%
(D) Dari ?
GW

Produksi GW

Asumsi:
80%
77
g BOD/jw/hr Water to
WW

WW BOD
7%

(m3/Hr)

(m3/Hr
)

(m3/Hr)

(mg/ltr)

Beban
limbah
Ind
(ton
BOD/Hr)

78
78
78
78
78

22
22
22
22
22

75.69
95.48
179.22
150.89
186.45
687.73

0.15
0.19
0.36
0.30
0.37
1.38

0.14
0.18
0.34
0.28
0.35
1.29

2,000
2,000
2,000
2,000
2,000

4.03
1.98
1.01
2.54
3.73
13.29

268.37
338.53
635.41
534.98
661.03
2,438.32

152.69
192.61
361.52
304.39
376.11
1,387.32

1,218
1,218
1,218
1,218
1,218

0.15
0.19
0.35
0.30
0.37
1.35

78

22

253.63
253.63
941.36

0.51
0.51
1.88

0.48
0.48
1.77

2,000

2.67
2.67
15.96

899.23
899.23
3,337.55

511.63
511.63
1,898.95

1,218

0.50
0.50
1.85

Page
1.10

Infiltartion
Asumsi:

10%
m3/ha/hr (IF)

Rasio

Total

Infiltation

(D+C)

Total

IF/(D+C)

BOD

Total

(D+C+IF)

Total

(D+C+I)

Flow

(D+C+I+ IF)

BOD

(D+C+IF)

Flow
ADWF

(to
n
BOD/Hr

(m3/Hr)

(m3/Hr)

(ton BOD/Hr)

(m3/Hr)

(m3/d)

34.41
43.40
81.46
68.59
84.75
312.61

3.55
3.55
3.55
3.55
3.55

0.21
0.27
0.50
0.42
0.52
1.91

378.5
477.4
896.1
754.5
932.2
3,438.66

0.4
0.5
0.9
0.7
0.9
3.27

412.9
520.8
977.5
823.1
1,017.0
3,751.27

378.5
477.4
896.1
754.5
932.2
3,438.7

115.29
115.29
427.89

3.55

0.7
0.71
2.62

1,268.1
1,268.15
4,706.81

1.2
1.20
4.47

1,383.4
1,383.43
5,134.70

1,268.1
1,268.1
4,706.8

Sumber : Analisa Konsultan, Tahun 2012

Berdasarkan tabel hasil perhitungan diatas dari MP Banda Aceh, produksi air
limbah domestic yang di 6 (enam) kelurahan adalah 4.706,8 m3/hari, dengan
konsentrasi beban air limbah rata-rata sebesar 221 mg/lt.
Dalam perencanaan DED ini (sesuai dengan TOR), pengelolaan air limbah
domestik pada tahap mendesak akan direncanakan melayani 5000 SR. Hasil
perhitungan produksi air limbah untuk jumlah SR tersebut diatas dapat dilihat
pada tabel dibawah ini.

Tabel 1.3 Produksi Air Limbah pada


Tahap Mendesak
Perkiraan Jumlah Penduduk Tahun 2017
% Penduduk Terlayani
Jumlah Penduduk terlayani

30,031
85
25,526
5,105
4,715

Produksi air limbah Tahap I (Dom dan Kom)

Konsentrasi BOD

Jiwa
%
Jiwa
KK
m3/hr

IPAL Gp. Jawa

222 mg/lt

Sumber : analisa Konsultan, 2012

Tabel 1.4 Perhitungan Pembebanan Air


Limbah Per Kelurahan
I

Perhitungan Pembebanan Air Limbah Kelurahan Peniti


No

Blok

(1)

(2)

1
2
3
4

A
B
C
D
Total

Produks i Air Lim bah


(m 3/hari)

(l/det)
(3)

4.40
2.94
3.67
3.67
14.68

380.44
253.63
317.04
317.04
1,268.1

Q max

Q min

(m 3/hari)

(m 3/hari)

(4) = (3) x standar

(5) = (8) x standar

571.00
381.00
476.00
476.00
1,428

191.00
127.00
159.00
159.00
477

Jml Pddk
(Jiwa)

Jml Pddk
(KK)

7,374
2,519
2,016

1,475
504
403

11,909

2,382

Page
1.11

II

III

Perhitungan Pembebanan Air Limbah Kelurahan Kuta Alam


No

Blok

(1)

(2)

1
2
3
Total

A
B
C

Blok

(1)

(2)

1
2
3
4
5
6
Total

AL1
AL2
AL3
AL4
AL5
AL6

(m /hari)

(8) = (7) x standar

1.75
1.31
1.31
4.38

Q max
3

(m /hari)

Q min
3

(m /hari)

(9) = (8) x standar (10) = (8) x standar

151.39
113.54
113.54
378.5

228.00
171.00
171.00
570.0

76.00
57.00
57.00
190.0

Jml Pddk
(Jiwa)
4,584
11,986
10,227
26,797.6

Jml Pddk
(KK)
917
2,397
2,045
5,359.5

Produks i Air Lim bah


(l/det)

(m /hari)

(8) = (7) x standar

1.75
1.75
0.87
1.75
1.75
0.87
8.73

150.89
150.89
75.45
150.89
150.89
75.45
754.46

Q max
3

(m /hari)

Q min
3

(m /hari)

(9) = (8) x standar (10) = (8) x standar

227.00
227.00
114.00
227.00
227.00
114.00
1,022.00

76.00
76.00
38.00
76.00
76.00
38.00
342.00

Jml Pddk
(Jiwa)

Jml Pddk
(KK)

10,074
2,380
1,996
3,992
4,721

2,015
476
399
798
944

23,163

4,633

Perhitungan Pembebanan Air Limbah Kelurahan Laksana


No

VI

(l/det)

Perhitungan Pembebanan Air Limbah Kelurahan Kramat


No

IV

Produks i Air Lim bah

Blok

(1)

(2)

1
2
3
4
5
6
7
Total

AL7
AL8
AL9
AL10
AL11
AL12
AL13

Produks i Air Lim bah


(l/det)

(m /hari)

(8) = (7) x standar

2.07
3.11
1.04
1.04
0.52
0.52
2.07
10.37

179.22
268.83
89.61
89.61
44.80
44.80
179.22
896.09

Q max
3

(m /hari)

Q min
3

(m /hari)

(9) = (8) x standar (10) = (8) x standar

269.00
404.00
135.00
135.00
68.00
68.00
269.00
1348.00

90.00
135.00
45.00
45.00
23.00
23.00
90.00
451.00

Jml Pddk
(Jiwa)
298
596
596
1,191
1,489
1,787
1,190
7,146

Jml Pddk
(KK)
60
119
119
238
298
357
238
1,429

Perhitungan Pembebanan Air Limbah Kelurahan Mulya


No

Blok

(1)

(2)

1
2
3
4
5
Total

ALM1
ALM2
ALM3
ALM4
ALM5

Produks i Air Lim bah


(l/det)

(m /hari)

(8) = (7) x standar

2.16
2.16
2.16
2.16
2.16
10.79

186.45
186.45
186.45
186.45
186.45
932.23

Q max
3

(m /hari)

Q min
3

(m /hari)

(9) = (8) x standar (10) = (8) x standar

280.00
280.00
280.00
280.00
280.00
1400.00

94.00
94.00
94.00
94.00
94.00
470.00

Jml Pddk
(Jiwa)
298
596
596
1,191
1,489
4,170

Jml Pddk
(KK)
60
119
119
238
298
834

Sumber : analisa konsultan, 2012

1.2.2 PERHITUNGAN DIMENSI JARINGAN AIR LIMBAH DOMESTIK


Perhitungan Dimensi pipa secara keseluruhan sistem disajikan dalam
lampiran. Di bawah ini diuraikan contoh perhitungannya untuk beberapa titik saja.

Page
1.12

NOTA DESAIN PENGOLAHAN AIR LIMBAH DOMESTIK


KOTA BANDA ACEH

Tabel 1.5 Contoh Perhitungan Dimensi Pipa No. Pipa KA 5, KA 6, KA 25, KA 26


No Pipa
(1)

Manhole

Dari

Ke

(2)

(3)

Kapasitas Air Limbah

Pembebana
n

(l/det)

Qr
(5)

(4)

KA5
KA6
KA25
KA26

KA6
KA25
KA26
BM4

A
A+B
A+B
A+B

1.75
3.1
3.1
3.1

d/D

Qmax

Qmin

Qinf

(6)

(7)

(8)

(5) x kriteria (5) x kriteria (5) x kriteria

2.6
3
4.6
0
4.6
0
4.6
0

0.8
8
1.5
3
1.5
3
1.5
3

0.1
8
0.3
1
0.3
1
0.3
1

2.8
0
4.9
1
4.9
1
4.9
1

(9)

(10)

(11)

(12)

(6) + (8)

graf ik

graf ik

(9) : (11)

0.9
5
0.9
5
0.9
5
0.9
5

2.9
5
5.1
6
5.1
6
5.1
6

0.00
30.0
1
0.0
1
0.0
1

(13)

(15)

(14)

Direncanakan

Df ull

S^1/2

(l/det) (m3/det)

Qpeak

0.7
5
0.7
5
0.7
5
0.7
5

Direncanakan

Qf ull

Qpeak/Qf ull

(m)

(inch)

(inch)

(m)

(16)

(17)

(18)

(19)

pers. Manning

0.00
0.00
3
0.00
3
0.00
3

5.32%
5.32%
5.32%
5.32%

0.103
0
12.70
%
12.70
%
12.70
%

4.000
5.00
0
5.00
0
5.00
0

4
6
6
6

0.1
00.2
0.2
0.2

0.0
10.0
2
0.0
2
0.0
2

(m )

Kell

Check
R

(m)

(20)

(21)

(22)

(19)

(20) : (21)

0.0
3
0.0
4
0.0
4
0.0
4

0.0
9
0.1
1
0.1
1
0.1
1

(23)

(24)

0.4
5
0.6
0
0.6
0
0.6
0

0.00
0.0
0.0
0.0

Produksi air limbah sub


zone A ; Qr = 1,75
l/detik
Qmax=1,5 x Qr=1,5 x 1,75=2,63
l/detik Qmin=0,5 x Qr=0,5 x
1,75=0,88 l/detik Qinf=10% x
Qr=10% x 1,75=0,18 l/detik
Qpeak=Qmax+Qinf=2,63+0,18=2
,81 l/detik

Tinggi muka air dalam pipa d/D = 0,6 0,8 ; diambil 0,75

Qfull=

Qp
Qpek
a

men hidrolis, diperoleh Qpeak /


Qfull = 0,95

eak1
2,8 =2,95 l/detik
= 5
0,9
3/8

0,042

(25)

pers. Manning

Langkah-langkah Perhitungan Dimensi Pipa ( contoh nomor pipa KA


5, Gampong Kuta Alam)

*dari grafk
ele

(m/det)

(19) 2

0.3
1
0.4
7
0.4
7
0.4
7

2/3

Page
1.11

0.50%
0.0%
0.28%
0.28%

NOTA DESAIN PENGOLAHAN AIR LIMBAH DOMESTIK


KOTA BANDA
diketahui, S = 0,28 %
S1/2 =5,32 %
Dfull= ACEH
1/2
x Qfull

Qfull = 2,95 l/detik = 0,003 m3/detik

; Dfull = 0,1030 m

Page
1.12

1.2.3

PENENTUAN PROFIL HIDROLIS JARINGAN

Tabel 1.6 Penentuan Profl Hidrolis Jaringan No. pipa KA 5, KA 6, KA 25, KA 26


No
Pipa

Manhole
Dari

(1)

(2)

Diameter Pipa

Panjang
pipa

S pipa

Dari

Ke

(3)

(mm)

(m)

(m)

(%)

(m)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

Elevasi Pipa

Elevasi Berm

(9)

As

Ke

Dari

Kedalaman Pipa

Top
Ke

(10)

(11)

(12)
(11) - (8)

Dari

(13)

Dasar
Ke

(14)

Dari

(15)

As
Ke

(16)

Top

Dasar

Dari

Ke

Dari

Ke

Dari

Ke

(m)

(m)

(m)

(m)

(m)

(m)

(21)

(22)

(23)

(24)

(25)

(26)

(6) x (5)

data

data

(9) - H
pipa

(10) - (12)

(9) - (13)

(10) - (14)

(9) - (15)

(10) - (16)

13

KA5

KA6

100

0,10

22,0

0,3%

0,06

5,59

5,65

3,26

3,20

3,31

3,25

3,21

3,15

2,33

2,45

2,28

2,40

2,38

2,50

27

KA6

KA25

150

0,15

110,0

0,3%

0,31

5,65

5,58

1,84

1,53

1,92

1,60

1,77

1,45

3,81

4,05

3,73

3,97

3,88

4,12

28

KA25

KA26

150

0,15

88,0

0,3%

0,25

5,58

5,58

4,38

4,13

4,45

4,20

4,30

4,05

1,20

1,45

1,13

1,38

1,28

1,53

29

KA26

BM4

150

0,15

20,0

0,3%

0,06

5,58

5,58

4,13

4,07

4,20

4,15

4,05

4,00

1,45

1,51

1,38

1,43

1,53

1,58

Sumber : pengukuran lapangan dan perhitungan konsultan, tahun 2012

(11) + 1/2(5) (12) + 1/2(5) (11) - 1/2(5) (12) - 1/2(5) (9) - (11)

Gambar 1.2 Profl Hidrolis Jaringan No. pipa KA 5, KA 6, KA 25, KA 26

NOTA DESAIN PENGOLAHAN AIR LIMBAH DOMESTIK KOTA BANDA ACEH

1.3

KONTRUKSI

Material Pipa
Pertimbangan yang digunakan sebagai dasar untuk pemilihan pipa adalah sebagai
berikut :

Ketahanan /usia pakai

Ketahanan terhadap korosi baik lapisan dalam maupun luar

Ketahanan terhadap erosi/penggerusan

Kemudahan dalam Handling dan Install

Ketahanan terhadap pemuatan (loading), pengangkutan dan pemasangan

Material Pipa , yang sering digunakan dalam pembangunan air limbah


dan telah dibuat di
Indonesia adalah concrete, PVC dan HDPE

Page 1.14