Anda di halaman 1dari 3

BENTUK KOMUNIKASI

Dalam sebuah organisasi, komunikasi merupakan hal yang penting demi lancarnya suatu
organisasi. Komunikasi mempunyai beberapa bentuk yaitu:
1. Komunikasi Intrapersonal
Komunikasi Intrapribadi / Intrapersonal communication adalah komunikasi
yang berlangsung dalam diri seseorang. Orang tersebut berperan baik sebagai
komunikator maupun sebagai komunikan. Dia berdialog dan bertanya jawab dengan
dirinya sendiri, memberikan umpan balik bagi dirinya sendiri dalam proses internal
yang berkelanjutan. Biasanya Komunikasi Intrapersonal berlangsung ketika seseorang
melakukan kegitan perenungan, perencanaan dan penilaian kepada diri sendiri.
Aktivitas dari komunikasi intrapribadi yang kita lakukan sehari-hari dalam
upaya memahami diri sendiri diantaranya adalah : berdoa, bersyukur, instrospeksi diri,
dan berimajinasi secara kreatif
Mampu berdialog dengan diri sendiri, menunjukkan bahwa berarti kita mampu
mengenali diri kita. Dengan begitu kita dapat belajar bagaimana kita bisa mengamati
dan memberikan makna (intelektual dan emosional) kepada lingkungan kita. Proses
Komunikasi Intrapribadi terjadi karna adanya :
a. Sensasi
b. Persepsi
c. Memory
d. Berpikir
a. Sensasi
Merupakan tahap awal penerimaan pesan atau informasi yang diterima oleh sensor
atau alat indera kita.
b. Persepsi
Pengalaman tentang obyek, peristiwa, hubungan-hubungan yang diperoleh dari
menyimpulkan informasi-informasi dan menafsirkan pesan yang diterima.
c. Memori
Memori adalah system yang berstruktur yang menyebabkan organisme sanggup
merekam fakta dan menggunakan pengetahuannya untuk membimbing perilakunya
d. Berpikir
Berpikir adalah proses dalam pengambilan kesimpulan. Pada proses ini melibatkan
sensasi, persepsi dan memori. Fungsi Berfikir :
1. Menetapkan keputusan
2. Keputusan merupakan hasil berpikir; keputusan melibatkan berbagai alternatif,
keputusan melibatkan tindakan nyata.
3. Memecahkan persoalan
4. Berpikir kreatif

2. Komunikasi Interpersonal
Komunikasi Interpersonal yakni kegiatan komunikasi yang dilakukan secara
langsung antara seseorang dengan orang lainnya.Misalnya percakapan tatap muka,
korespondensi, percakapan melalui telepon, dsbnya.Pentingnya situasi komunikasi
interpersonal ialah karena prosesnya memungkinkan berlangsung secra dialogis.
Komunikasi yang berlangsung secara dialogis selalu lebih baik daripada secara
monologis. Monolog menunjukan suatu bentuk komunikasi dimana seorang bicara
yang lain mendengarkan, jadi tidak ada interaksi. Yang aktif hanya komunikatornya
saja, sedangkan komunikan bersifat pasif.
Komunikasi Interpersonal berlangsung antar dua individu, karenanya
pemahaman komunikasi dan hubungan antar pribadi menempatkan pemahaman
mengenai komunikasi dalam proses psikologis. Setiap individu dalam tindakan
komunikasi memiliki pemahaman dan makna pribadi terhadap setiap hubungan
dimana dia terlibat di dalamnya. Hal terpenting dari aspek psikologis dalam
komunikasi adalah asumsi bahwa diri pribadi individu terletak dalam diri individu dan
tidak mungkin diamati secara langsung. Artinya dalam komunikasi interpersonal
pengamatan terhadap seseorang dilakukan melalui perilakunya dengan mendasarkan
pada persespsi orang yang mengamati. Dengan demikian aspek psikologis mencakup
pengamatan pada dua dimensi, yaitu internal dan eksternal. Namun kita mengetahui
bahwa dimensi eksternal tidaklah selalu sama dengan dimensi internalnya.
Fungsi psikologis dari komunikasi adalah untuk menginterpretasikan tandatanda melalui tindakan atau perilaku yang dapat diamati. Proses interpretasi ini setiap
individu berbeda. Karena setiap individu memiliki kepribadian yang berbeda, yang
terbentuk karena pengalaman yang berbeda pula. Keterampilan komunikasi tidak
hanya mengacu pada cara di mana kita berkomunikasi dengan orang lain. Tetapi
meliputi banyak hal seperti cara bagaimana kita menanggapi lawan bicara kita,
gerakan tubuh serta mimik muka, nada suara kita dan banyak hal lainnya
3. Komunikasi Kelompok
Menurut Anwar Arifin komunikasi kelompok adalah komunikasi yang
berlangsung antara beberapa orang dalam suatu kelompok kecil seperti dalam rapat,
pertemuan, konperensi dan sebagainya (Anwar Arifin, 1984). Michael Burgoon
(dalam Wiryanto, 2005) mendefinisikan komunikasi kelompok sebagai interaksi
secara tatap muka antara tiga orang atau lebih, dengan tujuan yang telah diketahui,
seperti berbagi informasi, menjaga diri, pemecahan masalah, yang mana anggotaanggotanya dapat mengingat karakteristik pribadi anggota-anggota yang lain secara
tepat. Dari dua definisi di atas mempunyai kesamaan, yakni adanya komunikasi tatap
muka, dan memiliki susunan rencana kerja tertentu umtuk mencapai tujuan kelompok.
Menurut Dedy Mulyana kelompok adalah sekumpulan orang yang mempunyai
tujuan bersama yang berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan bersama,
mengenal satu sama lainnya, dan memandang mereka sebagai bagian dari kelompok
tersebut. Kelompok ini misalnya adalah keluarga, kelompok diskusi, atau suatu
komite yang tengah berapat untuk mengambil suatu keputusan. Pada komunikasi
kelompok, juga melibatkan komunikasi antarpribadi, karena itu kebanyakan teori
komunikasi antarpribadi berlaku juga bagi komunikasi kelompok.
4. Komunikasi Massa

Definisi paling sederhana dari komunikasi massa diungkapkan oleh Bittner


(dalam Rahmat, 2005: 186) Komunikasi massa adalah pesan yang dikomunikasikan
melalui media massa pada sejumlah besar orang. Sedangkan Dominick (1996)
mengutarakan bahwa komunikasi massa merupakan sebuah organisasi kompleks yang
dengan bantuan dari satu atau lebih mesin membuat dan menyebarkan pesan publik
yang ditujukan pada audiens berskala besar serta bersifat heterogen dan tersebar.
Meletze (dalam Rakhmat, 1998) sendiri kemudian memberi definisi dari komunikasi
massa dapat diartikan sebagai bentuk komunikasi yang menyampaikan pernyataan
secara terbuka melalui media penyebaran teknis secara tidak langsung dan satu arah
pada populasi dari berbagai komunitas yang tersebar. Adapun Rodman (2006)
menyebutkan bahwa komunikasi massa terdiri dari pesan-pesan termediasi (mediated
messages) yang disiarkan kepada publik yang besar dan tersebar.
Dari beberapa definisi tersebut maka dapat disimpulkan bahwa komunikasi
massa merupakan kegiatan seseorang atau suatu organisasi yang memproduksi
serangkaian pesan dengan bantuan mesin untuk disebarkan kepada khalayak banyak
yang bersifat anonim, heterogen dan tersebar.