Anda di halaman 1dari 10

Nama

NIM
Jurusa
n
Kelas
Kelom
pok

Anis Lucky Sistiyani


135100107121011
THP
D
O9

PENGAMATAN JARINGAN HEWAN

PRE-LAB

1. Sebutkan dan jelaskan minimal 3 perbedaan sel tanaman dan sel


hewan!
Sel tumbuhan:
Sel tumbuhan lebih besar dari sel Hewan
Tidak memiliki lisosom
Tidak memiliki sentrosom
Memiliki dinding sel dan membran sel
Umumnya memiliki plastida
Mempunyai bentuk yang tetap
Memiliki vakuola ukuran besar, banyak (Tim Dosen, 2012).
Sel hewan:
1. Sel Hewan lebih kecil dari sel Tumbuhan
2. Tidak memiliki plastida
3. Tidak memiliki dinding sel
4. Memiliki lisosom
5. Memiliki sentrosom
6. Mempunyai bentuk tidak tetap
7. Tidak memiliki vakuala (walaupun ada juga yang memiliki vakuola tapi ukuran
kecil) (Tim Dosen, 2012).

2. Sebutkan dan jelaskan minimal 3 jenis jaringan pada hewan!


A. Jaringan Epitel/epithelium
Adalah jaringan yang melapisi atau menutup permukaan tubuh, organ tubuh, rongga tubuh
atau permukaan saluran tubuh hewan. Berfungsi untuk melindungi permukaan luar dan dalam
organ. Berdasarkan strukturnya, jaringan epitel dibagi menjadi tiga bagian, yaitu :
Epithelium pipih (squamous)
Epithelium batang (columnar/silindris)
Epithelium kubus (cuboidal) (Brotowidjoyo, 2009).
Berdasarkan bentuk dan susunannya, jaringan epitel dibedakan menjadi :
a. Epitel pipih berlapis tunggal,
Antara lain terdapat pada pembuluh darah, pembuluh limfa, selaput bagian dalam telinga,
kapsula glomerulus pada ginjal, pembuluh darah kapiler, selaput pembungkus jantung, dan
selaput perut. Fungsinya terkait dengan proses difusi, osmosis,sekresi dan filtrasi atau
penyaringan (Brotowidjoyo, 2009).
b. Epitel pipih berlapis banyak,
Berfungsi sebagai pelindung, terdapat pada epithelium rongga mulut, rongga hidung,
esophagus, epidermis, dan vagina. Fungsinya terkait dengan proteksi atau perlindungan
(Brotowidjoyo, 2009).
c. Epitel kubus berlapis tunggal,
Berfungsi untuk sekresi dan pelindung, terdapat pada lensa, permukaan ovary atau
indung telur, dan saluran nefron ginjal (Brotowidjoyo, 2009).
d. Epitel Kubus Berlapis banyak
Berfungsi sebagai pelindung dari gesekan dan pengelupasan, sekresi dan absorbsi. Terdapat
pada epitel yang membentuk saluran kelenjar minyak dan kelenjar keringat pada kulit
(Brotowidjoyo, 2009).
e. Epitel Silindris Berlapis Tunggal
Berfungsi ntuk penyerapan sari-sari makanan pada usus halus jejunum (Ileum), adsorbsi,
proteksi dan untuk sekeresi sebagai sel kelenjar. Terdapat pada epitel dalam lambung, jonjot
usus, kelenjar pencernaan, saluran pernapasan bagian atas (Brotowidjoyo, 2009).
f. Epitel Silindris Berlapis Banyak
Berfungsi sebagai pelindung dan sekresi, terdapat pada saluran ekskresi kelenjar ludah dan
kelenjar susu, uretra serta permukaan alat tubuh yang basah (Brotowidjoyo, 2009).

g. Epitel Silindris Berlapis Banyak Semu (Epitel Silindris Bersilia)


Terdapat pada saluran ekskresi besar, saluran reproduksi jantan, saluran pernapasan. Fungsi
berhubungan dengan proteksi atau perlindungan, sekresi dan gerakan zat yang
melewati permukaan (Brotowidjoyo, 2009).
h. Epitel Transisional
Merupakan epitel berlapis yang sel-selnya tidak dapat digolongkan berdasarkan bentuknya.
Bila jaringan menggelembung, bentuknya berubah. Biasanya membran dasarnya tidak jelas.
Epital transisional merupakan jaringan epithelium yang tidak dapat dikelompokkan
berdasarkan bentuknya karena bentuknya berubah seiring dengan berjalannya fungsinya.
Biasanya terdapat pada ureter, urethra, dan kantong kemih (Brotowidjoyo, 2009).
B. Jaringan Ikat
Berfungsi untuk melindungi jaringan dan organ dan mengikat sel-sel untuk membentuk
jaringan dan mengikat jaringan dan jaringan untuk membentuk organ. Jaringan ikat tersusun
atas matriks dan sel-sel penyusun jaringan ikat (Sumardi, 2004).
Matriks adalah bahan dasar sesuatu melekat. Sel-sel jaringan ikat meliputi:
1.Fibroblas : berbentuk serat dan berfungsi untuk mensekresikan protein untuk membentuk
matriks
2.Makrophag : tidak mempunyai bentuk tetap dan terspesialisasi menjadi fagositosis
3.Sel lemak : menyerupai fibroblas dan berfungsi untuk menimbun lemak
4.Sel plasma : berbentuk seperti eritrosit dan berfungsi utnuk meghasilkan antibody.
5.Sel tiang (mast cell) : berfungsi untuk heparin dan histamine (Sumardi, 2004).
Jaringan ikat berdasarkan struktur dan fungsinya:
Jaringan ikat longgar
Bersifat elastis karena matriksnya mengandung serat kolagen, retikuler dan elastin.
Berfungsi sebagai pembungkus organ-organ tubuh dan menghubungkan bagian-bagian dari
jaringan lainnya (Sumardi, 2004).
Jaringan ikat padat
Bersifat tidak elastis karena matriksnya tersusun atas serat kolagen yang berwarna putih dan
padat sehingga cairannya berkurang. Berfungsi untuk menghubungkan berbagai organ tubuh
seperti pada katub jantung, kapsul persendian, fasia, tendon dan ligament (Sumardi, 2004).
C.Jaringan Otot
Tersusun atas sel-sel otot. Mempunyai sifat kontraktibilitas dan relaksibilitas. Jaringan otot
berfungsi sebagai penggerak. Jaringan otot rangka terdiri atas sel-sel otot yang apabila
diamati dengan mikroskop memiliki garis gelap dan terang berselang-seling.
Jaringan otot berdasarkan struktur penyusunnya dibedakan menjadi tiga, yaitu:

1. Otot Polos
Otot polos bekerja lamban tidak di bawah pengaruh otak. Sel otot polos terdapat pad organ
dalam, misalnya di usus dan pembuluh darah. Serabut kontraktil otot polos tidak memiliki
garis gelap dan terang. Sel otot polos berbentuk gelondong dan berinti satu (Fahn, 2004).
2. Otot Jantung
Otot jantung terdiri dari sel-sel yang memiliki garis gelap dan terang seperti otot lurik, tapi
bekerja di luar kehendak kita. Merupkan otot khusus penyusun organ jantung.
Keistimewaanya adalah bekerja tidak di bawah pengaruh otak namun dapat berkontraksi
secara ritmis dan terus menerus (Fahn, 2004)..
3.Otot lurik
Sel otot rangka dikenal pula sebagai sel otot lurik atau sel otot bergaris melintang. Sel otot
rangka mempunyai banyak inti. Berkontraksi cepat tetapi tidak mampu bekerja dalam waktu
yang lama. Otot lurik bekerja di bawah pengaruh otak dan melekat pada rangka tubuh
sehingga sering disebut sebagai otot rangka (Fahn, 2004).
D.Jaringan Saraf
Jaringan saraf tersusun atas sel-sel saraf atau neuron dan sreabut saraf. Tiap neuron/sel saraf
terdiri atas badan sel saraf, cabang dendrit dan cabang akson, cabang-cabang inilah yang
menghubungkan tiap-tiap sel saraf sehingga membentuk jaringan saraf. Jaringan saraf
berfungsi sebagai penghantar rangsang, yakni membawa rangsang dari alat penerima
rangsang (reseptor) ke otak kemudian diteruskan ke otot. Jaringan saraf hanya dimiliki hewan
dan manusia.Terdapat 3 macam sel saraf, yaitu :
1. Sel Saraf Sensorik
Berfungsi menghantarkan rangsangan dari reseptor (penerima rangsangan) ke sumsum tulang
belakang.
2.Sel Saraf Motorik
Berfungsi menghantarkan impuls motorik dari susunan saraf pusat ke efektor.
3.Sel Saraf Penghubung
Merupakan penghubung sel saraf yang satu dengan sel saraf yang lain. Sel saraf mempunyai
kemampuan iritabilitas dan konduktivitas. Iritabilitas artinya kemampuan sel saraf untuk
bereaksi terhadap perubahan lingkungan. Konduktivitas artinya kemampuan sel saraf untuk
membawa impuls-impuls (Istaman, 2007).

3. Berilah tanda (v) untuk setiap komponen yang dimiliki oleh sel hewan
Komponen
Sel Hewan
Dinding sel
Plasma membran
v
Nukleus
v
Nukleolus
v
Ribosom
v
Endoplasmic
v
retikulum
Aparatus golgi
v
Lisosom
v
Mitokondria
v
kloroplas
Peroxisomes
v
Sistokeleton
v
sentriol
v
(Storer, 2007).
Tangg
al

Nilai

Paraf
Asisten

LAPORAN PRAKTIKUM
Praktikum 5.Pengamatan Jaringan Hewan
1 Gambarkan hasil pengamatan preparat anda dan beri keterangan
bagian-bagiannya!
Sel/jaringan illium
Keterangan:
Illium
Nama jaringan :
Jaringan illium
Warna :
a. Jaringan ikat:
warna merah

muda

(Pa
ul,2006)
Sel/jaringan trakhea

Keterangan :
Trakhea
Nama jaringan :
Jaringan trakhea
Warna :
a. Epitel silindris:
warna
keunguan
(banyak lapis)

(M
uslim,2005)

2. Faktor apa saja yang mempengaruhi perbedaan stuktur jaringan


hewan?
Faktor yang mempengaruhi perbedaan struktur jaringan hewan adalah fungsi dan
letaknya. Setiap jaringan memiliki fungsi yang berbeda, misalnya jaringan tulang sebagai
penyokong, pelindung organ tubuh dan sumbu tubuh sehingga harus memiliki struktur
jaringan yang kuat berbeda dengan jaringan darah yang berfungsi untuk mengedarkan
oksigen dan mengangkut karbondioksida tidak bisa memiliki struktur yang keras
(Muslim,2005).

3. Jelaskan perbedaan hasil pengamatan anda!


Dari data hasil pengamatan terlihat jaringan trakhea pada hewan berwarna ungu dan
terlihat bulatan-bulatan kecil serta terlihat urat otot berwarna ungu gelap. Berbeda dengan
literatur jaringan trakhea terlihat berwarna ungu di pinggir dan berwarna pink dibagian
dalam. Jaringan trakhea merupakan jaringan epitel silindris berlapis yang terletak pada
rongga hidung dan trakhea. Fungsi dari jaringan epitel silindris berlapis adalah sebagai
proteksi, sekresi dan gerakan zat melalui permukaan. Sedangkan dari data hasil pengamatan
dapat terlihat jaringan ileum pada hewan berwarna merah muda dan terlihat bintik gelap
berwarna merah gelap di tengah. Jika dibandingkan literatur ileum yang terlihat lebih spesifik
dan detil, terlihat bagian vigili atau jonjot dan bagian mucosa, submucosa dan muscularis
externa sedangkan pada pengamatan belum bisa dibedakan bagaian vigili dan mucosa karena
dilihat dengan perbesaran 100x saja. Fungsi dari jaringan ileum adalah untuk menyerap
nutrisi dari chime atau makanan dicerna, penyerapan lemak vitamin dan membongkar
karbohidrat sederhana. (Mulyani,2006).
4. Apa hubungan antara bentuk jaringan dengan fungsi dalam organisme
hewan?
Hubungan antara bentuk jaringan dengan fungsi dalam organism hewan adalah sangat
erat hubungannya, misalkan perbedaan bentuk jaringan tulang yang tersusun atas matriks dan
sel-sel tulang yang lebih keras dibanding dengan tulang rawan yang sifatnya agak rapuh
karena sel tulang memiliki sifat yang keras maka sel tulang memiliki fungsi sebagai
penyokong tubuh, penyimpan zat kapur atau mineral, sebagai alat gerak dan pelindung organorgan yang ada di dalamnya. Pada tulang rawan, memiliki fungsi sebagai penyokong tubuh
pada hewan ataupun manusia. Jadi hubungan antara bentuk jaringan dengan fungsi dalam
organism hewan erat hubungannya guna menjalankan fungsi dan kegunaan masing-masing
untuk memperlancar proses sirkulasi dalam tubuh (Mizal, 2004).

Kesimpulan
Prinsip dari pengamatan jaringan tanaman adalah mengamati preparat jaringan hewan
dengan menggunakan mikroskop perbesaran 100x sehingga dapat diamati dan dibedakan sel
jaringan penyusunnya. Tujuan dari praktikum ini adalah mahasiswa mampu mengamati dan
menggambarkan struktur jarigan hewan. Dari data hasil pengamatan terlihat jaringan trakhea
pada hewan berwarna ungu dan terlihat bulatan-bulatan kecil serta terlihat urat otot
berwarna ungu gelap. Sedangkan dari data hasil pengamatan dapat terlihat jaringan ileum
pada hewan berwarna merah muda dan terlihat bintik gelap berwarna merah gelap di tengah.
Daftar Pustaka
Mulyani, Sri. 2006. Analisa Sel Hewan. Kanisius: Yogyakarta
Mizal, Suryo. 2004. Dunia Hewan. Kanisius: Yogyakarta
Muslim. 2005. Biologi Sel. Universitas Bengkulu: Bengkulu
Paul, Adrian. 2006. Jejunum Histology. Universitas Indonesia: Jakarta
Tang
gal

Nilai

Paraf
Asisten

DAFTAR PUSTAKA

Brotowidjoyo. 2009. Zoologi Dasar. Erlangga: Jakarta


Fahn, A. 2004. Animal Anatomy. Pergamon Press: New York
Istaman. 2007. Jaringan Hewan. AMPI : Jakarta
Storer, T. I. 2007. General Zoology. Hill Book Company. New York
Sumardi, I. 2004. Biologi Dasar. Universitas Gadjah Mada: Yogyakarta
Tim Dosen. 2012. Penuntun Biologi Dasar. Universitas Islam Negeri Alauddin: Makassar
LOG BOOK PRAKTIKUM BIOLOGI
BAB 4
PENGAMATAN JARINGAN HEWAN

Tujuan Praktikum
1. Mahasiswa mampu mengamati struktur jaringan hewan
2. Mahasiswa mampu menggambar struktur jaringan hewaqn
Alat dan Bahan
Bahan:
1. Aquades
2. Jaringan illium
3. Jaringan trakea
Alat:
1.
2.
3.
4.

Mikroskop cahaya
Gelas obyek
Gelas penutup
Pipet tetes

No
.

Hari/Tanggal/Wakt
u

Kegiatan

Hasil

1.

Rabu, 2 Mei 2014

Mengamati jaringan illium

Terdapat gambar
jaringan ikat warna
merah muda

Kesimpulan
Pada pengamatan jaringan illium terdapat gambar jaringan ikat warna merah muda.

Saran
Waktunya tidak efisien dan terlalu cepat.

Praktikan

Asisten Praktikum

(..............................................)
(..........................................)